LENSA BALI: Tabanan

Hot


Tampilkan postingan dengan label Tabanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2026

𝗞𝗶𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗯𝗿𝗮 𝟮,𝟱 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗚𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗿 𝗠𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮

September 22, 2026 0

King Kobra 2,5 Meter Masuk Garasi Warga Tabanan, Diduga Kejar Mangsa

TABANAN, Lensabali.id - Warga di Tabanan dikejutkan dengan kemunculan seekor king kobra berukuran sekitar 2,5 meter yang masuk ke garasi rumah. Ular berbisa tersebut diduga masuk ke permukiman karena mengejar mangsa.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan rumah warga tersebut berada tidak jauh dari area kebun. Kondisi lingkungan itu diduga menjadi jalur bagi satwa liar untuk masuk ke kawasan permukiman.

Informasi mengenai keberadaan ular kemudian diteruskan kepada Yayasan Reptil Asih Tabanan untuk dilakukan evakuasi. Petugas akhirnya berhasil mengamankan king kobra tersebut tanpa membahayakan penghuni rumah.

"Saat ini ular sudah diamankan di shelter yayasan," jelas Astridayanti.

Menurut Astridayanti, dari proses penanganan, ular tersebut diduga sedang mengejar mangsa hingga akhirnya masuk ke area garasi rumah warga. Setelah berhasil dievakuasi, king kobra kemudian direlokasi untuk mencegah risiko terhadap penghuni rumah maupun masyarakat sekitar.

Ia mengimbau warga yang tinggal berdekatan dengan kebun agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari. Kemunculan ular berbisa di sekitar permukiman menjadi pengingat agar masyarakat tidak mencoba menangani satwa liar secara mandiri.

"Penanganan sebaiknya diserahkan kepada pihak atau komunitas yang memiliki kemampuan melakukan rescue satwa liar," pungkasnya. (ap)
Read More

Rabu, 09 September 2026

𝗞𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗔𝘀𝘂𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝟱.𝟬𝟬𝟬 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲

September 09, 2026 0
Kemarau Melanda, Petani Tabanan Dapat Perlindungan Asuransi 5.000 Hektare

TABANAN, Lensabali.id - Menghadapi risiko produksi akibat musim kemarau, sebanyak 5.000 hektare lahan sawah di Kabupaten Tabanan mendapat perlindungan melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Tabanan, I Made Utama, saat dikonfirmasi Selasa (8/9/2026), mengatakan proses administrasi dan pendataan calon peserta masih berlangsung.

Lahan yang masuk cakupan AUTP tersebar hampir di seluruh kecamatan di Tabanan. Namun, program tersebut belum mencakup wilayah Selemadeg Timur dan Pupuan.

"Untuk bantuan pada petani di musim kemarau seperti tahun ini hanya ada AUTP seluas 5.000 hektare dan sudah tahap administrasi," ujar Made Utama.

Pendataan calon peserta dilakukan melalui koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan. Lahan yang diajukan juga wajib memenuhi persyaratan program serta berada dalam subak yang telah terdaftar sebagai peserta AUTP.

Apabila mengalami gagal panen sesuai ketentuan yang berlaku, petani akan memperoleh pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare. Skema tersebut diharapkan dapat membantu petani memulihkan usaha taninya setelah mengalami kerugian.

"Skema ini diharapkan membantu petani memulihkan usaha tani dan kembali menanam pada musim berikutnya," jelasnya.

Made Utama mengatakan cakupan AUTP tahun ini masih terbatas karena disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Sementara bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti pompa air dan traktor, belum dapat disalurkan langsung karena harus melalui mekanisme pengusulan.

"Untuk realisasi AUTP saat ini belum karena masih tahap administrasi pengusulan. Untuk persyaratannya, harus didaftarkan terlebih dahulu ketika padi berumur 1 sampai 30 hari," ujarnya.

Dinas Pertanian Tabanan berharap AUTP dapat menjadi perlindungan bagi petani dalam menghadapi risiko gagal panen selama musim kemarau. Program ini sekaligus diharapkan membantu menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian di Tabanan sebagai salah satu daerah lumbung pangan Bali. (ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗛𝗣 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗿𝗮𝗸, 𝟭𝟬𝟬 𝗔𝗦𝗡 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗺𝗯𝗹𝗲𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮 𝟲 𝗛𝗮𝗿𝗶

September 08, 2026 0

Tanpa HP dan Tinggal di Barak, 100 ASN Tabanan Digembleng Selama 6 Hari

TABANAN, Lensabali.id - Sebanyak 100 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan mengikuti pelatihan selama enam hari di Rindam IX/Udayana. Kegiatan berlangsung 6-11 September 2026 dengan seluruh peserta diwajibkan tinggal di barak dan tidak diperbolehkan membawa telepon seluler (HP).

Pelatihan dibuka langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di Lapangan Candradimuka Rindam IX/Udayana. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga dan Komandan Rindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar.

Sanjaya mengatakan, pelatihan tersebut dirancang untuk membentuk ASN yang lebih disiplin sekaligus memperkuat kebersamaan dan kerja sama di antara pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurutnya, kedisiplinan, jiwa korsa, gotong royong, dan kolaborasi merupakan nilai penting yang harus diterapkan dalam birokrasi. Dengan karakter tersebut, ia berharap kualitas pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

"Melalui pelatihan ini ASN bisa menimba ilmu kedisiplinan, jiwa korsa, kerja sama dan gotong royong," ujar Bupati Sanjaya.

Ia menegaskan, pelatihan tidak akan mengganggu pelayanan publik. Keikutsertaan ASN telah diatur secara bertahap oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan sehingga roda pemerintahan tetap berjalan.

Sanjaya menyebut kegiatan tersebut merupakan angkatan perdana. Pembekalan serupa akan dilanjutkan melalui gelombang berikutnya hingga seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Tabanan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.

Komandan Rindam IX/Udayana Brigjen TNI Anwar menjelaskan, materi yang diberikan tidak semata-mata bersifat militer. Peserta mendapat pembekalan Peraturan Baris Berbaris (PBB), kedisiplinan, kepemimpinan, hingga materi pemerintahan.

"Ini bukan semi militer. PBB merupakan materi umum yang tujuannya memberikan kedisiplinan, loyalitas, kebersamaan dan jiwa korsa sesama ASN," jelasnya.

Kepala BKPSDM Tabanan I Nyoman Sastera Wibawa menambahkan, 100 peserta terdiri atas 10 pejabat pimpinan tinggi, 42 pejabat administrator, dan 48 pejabat pengawas. Komposisinya terdiri dari 64 laki-laki dan 36 perempuan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki disiplin, integritas, tanggung jawab, loyalitas, ketangguhan mental, serta kemampuan bekerja dalam tim untuk mendukung tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. (ap)

Read More

Minggu, 06 September 2026

𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗨𝘆𝗲 𝗗𝗶𝗿𝗮𝘆𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗦𝗮𝘁𝘄𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗮𝗺

September 06, 2026 0
Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Menjaga Satwa dan Alam

TABANAN, Lensabali.id – Rahina Tumpek Uye yang bertepatan dengan Sabtu Kliwon Wuku Uye, 5 September 2026, diperingati secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali. Peringatan tidak hanya diwujudkan melalui persembahyangan, tetapi juga diisi beragam aksi nyata untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan satwa serta lingkungan.

Untuk tingkat Provinsi Bali, rangkaian perayaan dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Tabanan. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan ratusan burung titiran ke alam bebas serta persembahyangan bersama di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Usai persembahyangan, Gubernur Koster bersama rombongan meninjau vaksinasi rabies dan sterilisasi massal terhadap Hewan Penular Rabies (HPR), terutama anjing. Kegiatan tersebut berlangsung di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Peringatan Tumpek Uye menjadi wujud penghormatan manusia terhadap satwa yang selama ini memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan. Nilai tersebut sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana yang menempatkan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan) sebagai landasan kehidupan masyarakat Bali.

Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Menjaga Satwa dan Alam

Di tingkat kabupaten/kota, Tumpek Uye atau yang juga dikenal sebagai Tumpek Kandang dirayakan serentak melalui persembahyangan dan berbagai kegiatan yang berorientasi pada perlindungan serta kesehatan satwa.

Salah satu kegiatan yang dilakukan secara luas adalah vaksinasi rabies dan sterilisasi massal HPR di sejumlah titik di seluruh Bali. Pemerintah daerah juga menggelar Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya rabies sekaligus pentingnya vaksinasi bagi HPR.

Aksi pelestarian satwa juga menyentuh ekosistem laut. Di Pantai Masceti, Gianyar, serta Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, ratusan tukik dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Pelepasan tukik menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata untuk menjaga keberlangsungan fauna dan keseimbangan ekosistem laut Bali.

Perayaan Tumpek Uye serentak di Bali diharapkan tidak berhenti sebagai ritual tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat kesadaran bersama bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam. Semangat tersebut sekaligus meneguhkan kearifan lokal Bali dalam membangun hubungan yang harmonis antara manusia, alam, dan seluruh makhluk hidup. (*/ap)
Read More

Kamis, 03 September 2026

𝗣𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝗶 𝗨𝗣𝗧𝗗 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗮𝗽𝗮𝗿 𝗔𝘀𝗮𝗽 𝗧𝗣𝗔 𝗠𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴, 𝗗𝗟𝗛 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗼𝗿𝗱𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗖𝗲𝗸 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻

September 03, 2026 0
Pegawai UPTD Tabanan Terpapar Asap TPA Mandung, DLH Siapkan Koordinasi Cek Kesehatan

TABANAN, Lensabali.id - Kebakaran di TPA Mandung, Tabanan, membuat pegawai dan staf UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Tabanan terus terpapar kepulan asap. Kondisi tersebut mendorong munculnya permohonan pemeriksaan kesehatan bagi para petugas yang sehari-hari bekerja di lokasi.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Tinja Tabanan, I Wayan Atmaja, mengatakan pihaknya akan mengajukan permohonan pemeriksaan kesehatan kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Selanjutnya, pemeriksaan diharapkan dapat dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas Kerambitan.

"Permohonan cek kesehatan untuk pegawai dan staf nanti kami sampaikan kepada kepala dinas. Karena akibat terbakarnya TPA Mandung, asap yang ditimbulkan terus terjadi sehingga pegawai dan staf terus terpapar asap," ujar Atmaja, Rabu (/9/2026).

Menurut Atmaja, terdapat sekitar 50 pegawai dan staf yang bertugas di UPTD tersebut. Mereka tetap bekerja di kawasan TPA, termasuk menangani proses pendinginan titik-titik yang masih mengeluarkan asap maupun bara api.

Selain petugas yang terlibat langsung dalam pendinginan, pegawai lainnya juga menjalankan tugas masing-masing di area TPA. Untuk mengurangi risiko paparan, seluruh pegawai dan staf sementara diwajibkan mengenakan masker selama bekerja.

Dampak asap juga dirasakan warga di sejumlah permukiman sekitar TPA Mandung. Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Desa Kukuh, Desa Samsam terutama Banjar Dinas Lumajang, serta Desa Sembung Gede, khususnya Banjar Dinas Mandung.

Perbekel Desa Kukuh, I Nyoman Widi Adnyana, mengatakan desanya menjadi salah satu wilayah yang cukup sering terdampak, terutama ketika malam hari.

"Kalau malam pasti turun asapnya. Jam 8 sampai 9 malam pasti mengebul. Ini hal yang biasa ketika TPA Mandung kebakaran, Desa Kukuh yang paling sering kena," ungkap Widi.

Kepulan asap paling pekat disebut terjadi pada 27 Agustus lalu. Kendati demikian, hingga kini belum ada permintaan pemeriksaan kesehatan dari warga maupun perhatian khusus dari puskesmas. Masyarakat masih sebatas diimbau menggunakan masker saat asap mulai memasuki permukiman.

Perbekel Desa Samsam, I Dewa Made Sukma Medya, menyebut dari enam banjar dinas di wilayahnya, hanya Banjar Dinas Lumajang yang terdampak asap. "Asap mulai memasuki wilayah tersebut di atas pukul 12 siang hingga sore," jelas Sukma.

Sementara itu, Kepala Wilayah Banjar Mandung, I Gusti Made Ari Widhiyana, mengatakan dampak asap di wilayahnya relatif terbatas dan sangat dipengaruhi arah angin. Area yang paling sering terdampak adalah kawasan perumahan di sebelah utara TPA.

"Untuk wilayah Mandung kawasan yang paling sering terdampak kepulan asap adalah area perumahan. Meski begitu, hingga kini belum ada laporan dari warga mengenai gangguan kesehatan akibat asap. Namun, kami terus monitoring jika sewaktu-waktu asap menebal dan warga membutuhkan pertolongan," ujarnya.

Kepala DLH Tabanan, I Made Surya Dharma, memastikan koordinasi dengan Puskesmas Kerambitan dan para perbekel desa terdampak segera dilakukan. Namun, penanganan di lokasi TPA masih menjadi prioritas utama, khususnya proses pendinginan.

"Segera koordinasi dengan Puskesmas Kerambitan dan komunikasi langsung bersama perbekel desa yang terdampak akan dilakukan. Tetapi pendinginan dahulu di lokasi dan penanganan," jelas Surya Dharma.

Pengendalian titik api dilakukan secara rutin dengan pendinginan pada pagi, siang, dan sore hari. Pengawasan terhadap area landfill juga dilaksanakan secara berkala untuk memastikan bara yang tersisa dapat dikendalikan.

"Rutin kontrol landfill seminggu dua kali. Pagi, siang, sore pendinginan di areal yang terbakar. Itu sudah SOP rutin," tegas Surya Dharma.

Setiap hari, sebanyak 10 petugas ditempatkan di lokasi untuk menangani titik-titik yang masih mengeluarkan asap atau bara. Mereka bekerja secara sif dan melakukan penyemprotan area terbakar dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore, untuk mendinginkan bara sekaligus menekan kepulan asap. (ap)
Read More

Sabtu, 29 Agustus 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗪 𝗦𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵-𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁, 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗠𝗶𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Agustus 29, 2026 0
Ratusan VW Sambangi Jatiluwih-Tanah Lot, Bawa Misi Promosi Wisata Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Ratusan mobil Volkswagen (VW) menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang digelar komunitas Volkswagen Indonesia Association (VIA) tersebut turut menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus mendorong aktivitas UMKM lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila mengatakan Pemkab Tabanan menyambut positif kegiatan komunitas yang berlangsung di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini dampaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat serta UMKM lokal Tabanan," ujar Susila, Sabtu (29/8/2026).

Susila menilai tur tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para pencinta mobil klasik, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan berbagai destinasi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas.

Rangkaian perjalanan diawali dari Ciputra Beach Resort, Banjar Langudu, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Rombongan kemudian bergerak menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dan melanjutkan perjalanan ke kawasan parkir Pura Luhur Batukaru.

Sebelum menuju lokasi terakhir di The Jukung, kawasan DTW Tanah Lot, perwakilan peserta juga dijadwalkan menyambangi Kantor Bupati Tabanan. Mereka membawa 100 paket sembako yang akan diserahkan kepada tukang suwun dan veteran di Tabanan.

"Para peserta dapat menikmati panorama alam Tabanan utara dan bisa diperkenalkan secara lebih luas ke publik," imbuh Susila.

Ketua VIA, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, mengatakan tur VW tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi VIA. Agenda tersebut juga dirangkai dengan pelantikan anggota baru di Tabanan.

"Semoga ini menjadi sarana kebersamaan bagi seluruh anggota klub. Selain bersenang, acara ini juga untuk sosial sesuai tagline kami fun, unity, dan harmony," kata Nanan. (ap)
Read More

Jumat, 28 Agustus 2026

𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝗔𝗿𝘁 𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗩𝗜𝗜 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿, 𝗕𝗶𝗱𝗶𝗸 𝟭𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻

Agustus 28, 2026 0
Tanah Lot Art and Food Festival VII Resmi Digelar, Bidik 10 Ribu Wisatawan

TABANAN, Lensabali.id - Tanah Lot Art and Food Festival VII resmi digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026). Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus tersebut memadukan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan potensi pariwisata daerah.

"Serta selaku kepala daerah, kami memberikan apresiasi atas diselenggarakannya festival ini," ujar Dirga saat pembukaan festival di DTW Tanah Lot, Jumat (28/8/2026).

Menurut Dirga, festival tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya, tetapi juga memperkenalkan kuliner lokal. Ia berharap penyelenggaraan kegiatan turut membuka ruang lebih besar bagi seniman dan pelaku UMKM.

"Festival ini harus memberikan ruang bagi seniman dan UMKM lokal untuk terlibat secara aktif," imbuhnya.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata Tabanan perlu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif dan potensi lokal. Dengan demikian, Tabanan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah lumbung beras, tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan festival berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026. Selain pertunjukan seni dan budaya, sejumlah hiburan juga disiapkan dengan melibatkan beberapa artis Bali.

"Kami targetkan satu hari itu dikunjungi 3.000-4.000 ribu kunjungan. Apalagi saat sedang masa high season turis asing. Semoga festival ini mampu mengangkat kunjungan," pungkas Sudiana.

Wisatawan Antusias

Festival tahun ini turut menghadirkan puluhan stan UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan, fashion, hingga kuliner. Wisatawan juga dapat mencicipi sejumlah makanan khas Tabanan, seperti kakul suna cekuh, kuah kakul, dan sayur gonda.

Beragam minuman tradisional juga tersedia, termasuk rujak tibah berbahan mengkudu dan es bir dari campuran kelapa muda tanpa alkohol. Sajian khas tersebut mendapat sambutan positif dari wisatawan yang hadir.

Bianca, wisatawan asal Polandia, menjadi salah satu pengunjung yang mencoba kakul suna cekuh untuk pertama kalinya.

"Rasanya memang aneh karena baru pertama kali mencicipi, tetapi dagingnya lembut dan gurih. Saya baru pertama kali mencoba dan cukup terkesan dengan rasanya," ujar Bianca, Jumat.

Bianca datang bersama keluarganya untuk berlibur di Bali. Selain kuliner, ia tertarik menikmati panorama pantai serta Pura Tanah Lot yang menjadi salah satu ikon pariwisata Pulau Dewata.

Antusiasme serupa ditunjukkan Rebecca, wisatawan asal Australia. Ia mengaku tertarik menghadiri festival karena ingin menyaksikan pertunjukan seni tradisional Bali.

"Saya memang sudah tahu ada festival ini. Saya suka melihat tari-tarian tradisional Bali, jadi saya sempatkan datang ke sini sambil melihat panorama alam," ungkap Rebecca yang menginap di kawasan Canggu, Kuta Utara. (ap)
Read More

Kamis, 27 Agustus 2026

𝗗𝗧𝗪 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳, 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻

Agustus 27, 2026 0
DTW Jatiluwih Kembangkan Wisata Interaktif, Turis Bisa Ikut Panen

TABANAN, Lensabali.id – DTW Jatiluwih, Tabanan, terus mengembangkan atraksi wisata agar pengalaman pengunjung tidak sebatas menikmati panorama sawah terasering. Pengelola kini menyiapkan sejumlah aktivitas yang memungkinkan wisatawan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian dan budaya setempat.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengatakan wisatawan nantinya dapat mengikuti aktivitas seperti panen hingga membuat berbagai alat tradisional yang berkaitan dengan kehidupan persawahan.

"Kami sekarang menyiapkan aktivitas untuk wisatawan supaya mereka tidak hanya melihat sawah saja, tetapi bisa ikut langsung, seperti ikut panen dan membuat alat-alat tradisional yang berhubungan dengan persawahan," ungkap Purna, Kamis (27/8/2026).

Pria yang akrab disapa John itu berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat konsep wisata berbasis alam dan budaya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan tradisi pertanian Jatiluwih.

Saat ini, daya tarik tersebut semakin terasa karena kawasan Jatiluwih tengah memasuki masa panen raya. Aktivitas petani yang masih berlangsung menjadi pemandangan sekaligus pengalaman tersendiri, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Pengelola juga merancang pengembangan hutan rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan tersebut nantinya diarahkan untuk kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.

"Kami berencana membuat hutan rakyat juga, seperti penanaman pohon untuk pelestarian. Konsepnya seperti di Kebun Raya Bali," jelas John.

Pengembangan aktivitas pertanian, konservasi, serta panorama terasering diharapkan mampu membuat Jatiluwih menawarkan wisata yang lebih edukatif, interaktif, dan berkelanjutan.

Kunjungan Turis Meningkat

Di tengah pengembangan atraksi, kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih juga mengalami peningkatan. Memasuki periode high season, jumlah kunjungan rata-rata mencapai sekitar 1.500 orang per hari.

John menyebut peningkatan mulai terlihat sejak Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga akhir September. Wisatawan asal Eropa menjadi salah satu kelompok yang mendominasi kunjungan selama periode tersebut.

"Sekarang memang sedang high season khususnya wisatawan Eropa. Rata-rata kunjungan sekitar 1.500 per hari," ujar John.

Setelah September, jumlah kunjungan diperkirakan kembali menurun. Namun, arus wisatawan biasanya kembali meningkat menjelang periode libur akhir tahun. (ap)
Read More

Selasa, 25 Agustus 2026

𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗖𝗗 𝗪𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝘂𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗮𝘄𝗮 𝗡𝗮𝗳𝘀𝘂, 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗶

Agustus 25, 2026 0
Pria di Tabanan Curi CD Wanita untuk Puaskan Hawa Nafsu, Berujung Damai

TABANAN, Lensabali.id – Polisi menangkap MIF, pria yang terekam CCTV mencuri pakaian dalam perempuan dari rumah warga di Jalan Anyelir, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan. Aksi tersebut terjadi pada 14 Agustus 2026 dan sempat viral di media sosial setelah rekamannya beredar.

Dalam rekaman CCTV, MIF terlihat memanjat pagar rumah pada dini hari sebelum mengambil satu CD milik korban yang sedang dijemur. Pelaku kemudian diamankan polisi hampir dua pekan setelah kejadian.

Kapolsek Tabanan Kompol I Made Berata mengatakan MIF merupakan pegawai warung lalapan di kawasan Kota Tabanan. Saat menjalani mediasi dengan korban di Ruang Reskrim Polsek Tabanan, pelaku mengakui perbuatannya.

MIF mengaku masuk ke pekarangan rumah korban pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 03.00 Wita dengan cara memanjat tembok.

"Dari keterangan pelaku, dia masuk dengan cara memanjat tembok rumah," jelas Made Berata, Selasa (25/8/2026).

Setelah berada di dalam pekarangan, MIF mengambil CD yang sedang dijemur. Kepada petugas, ia mengaku perbuatannya dilakukan untuk memenuhi atau memuaskan hawa nafsu. MIF juga menyebut baru pertama kali melakukan tindakan tersebut.

Dalam mediasi, MIF menyampaikan penyesalan dan meminta maaf secara langsung kepada korban. Ia juga berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Korban kemudian menerima permintaan maaf tersebut dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

"Setelah melalui musyawarah, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan dan tidak saling menuntut di kemudian hari terkait perkara tersebut," tegas Berata.

Kesepakatan damai tersebut dituangkan dalam surat pernyataan bersama. Polsek Tabanan mengapresiasi keputusan kedua pihak yang memilih menyelesaikan perkara melalui musyawarah sehingga situasi tetap kondusif.

Meski demikian, Berata menegaskan perdamaian bukan berarti membenarkan tindakan MIF. Polisi tetap membuka kemungkinan proses hukum apabila pelaku kembali mengulangi perbuatannya.

"Kalau dia mengulangi lagi dan korban meminta dilanjutkan ke proses hukum, kami tindak lanjuti," tegas Berata. (ap)
Read More

𝗦𝘂𝗻𝘀𝗲𝘁 𝗶𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺 𝗖𝗮𝗿𝗶𝗸 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗸𝗼𝗻 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝟮𝟬𝟮𝟲

Agustus 25, 2026 0
Sunset in Paradise dan Ulam Carik Jadi Ikon Festival Tanah Lot 2026

TABANAN, Lensabali.id – Festival Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 kembali digelar di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Festival yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 ini mengangkat dua ikon utama, yakni Sunset in Paradise dan Ulam Carik.

Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan Sunset in Paradise akan dikemas melalui Parade Gebogan dan Baleganjur yang digelar saat matahari mulai terbenam. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan budaya sekaligus menyaksikan panorama sunset Tanah Lot.

"Nanti pengunjung bisa menyaksikan parade budaya ini sekaligus menikmati sunset di Tanah Lot," ujar Sudiana, Senin (24/8/2026).

Menurut Sudiana, Parade Gebogan dan Baleganjur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari festival karena telah menjadi ikon Tanah Lot sejak awal penyelenggaraan. Pada periode festival, jumlah kunjungan ditargetkan meningkat hingga sekitar 9.000-10.000 orang per hari.

Di luar penyelenggaraan festival, kunjungan harian ke Tanah Lot berkisar 3.000-4.500 orang. Manajemen juga menargetkan perputaran ekonomi selama tiga hari festival mencapai Rp 10 miliar, seiring tingginya kunjungan wisatawan pada musim ramai Agustus.

Bendesa Adat Beraban I Ketut Sujana mengatakan parade tahun ini melibatkan 15 banjar adat di Desa Adat Beraban. Setiap hari, lima banjar akan tampil membawa Gebogan dan Baleganjur dengan nuansa tridatu, yakni merah, putih, dan hitam.

"Ada 15 banjar adat yang dilibatkan. Tahun ini untuk parade gebogan dan baleganjur khusus dilakukan oleh Desa Adat Beraban. Setiap hari, ada lima banjar yang tampil," ujar Sujana.

Selain pertunjukan budaya, festival menghadirkan Ulam Carik yang mengangkat kuliner warisan leluhur khas Tabanan. Hidangan yang disajikan menggunakan bahan-bahan dari kawasan persawahan, seperti lindung metunu atau belut panggang dengan sambal bejek, jukut gondo, kakul dengan bumbu suna cekuh, serta pesan testes berbahan ikan air tawar.

Pengunjung juga dapat mencicipi berbagai minuman dan kudapan tradisional, di antaranya rujak bir, jaje uli tape, rujak tibah atau mengkudu, serta loloh cemcem. Bahan kuliner tersebut diperoleh dari produsen lokal di Kabupaten Tabanan dan dapat dinikmati secara gratis pada waktu tertentu selama festival.

Sekda Tabanan I Gede Susila yang mewakili Bupati Tabanan menegaskan festival harus terus digelar sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Tabanan, khususnya Tanah Lot. Meski telah dikenal hingga mancanegara, promosi dinilai tetap penting untuk menjaga daya tarik destinasi.

"Festival ini tidak boleh berhenti, tidak harus digelar secara besar, namun tidak sederhana juga. Dalam tiap momen kita selalu perkenalkan apa saja yang ada, dan hal baru yang ditampilkan agar tidak terkesan template setiap tahun," ujar Susila.

Pemkab Tabanan, lanjutnya, terus mendorong Tanah Lot agar tetap menjadi destinasi unggulan dan mampu menjaga tingginya kunjungan wisatawan. Festival juga diharapkan memperkuat posisi Tabanan sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat dan berbagai komunitas di Bali. (ap)
Read More

Jumat, 21 Agustus 2026

𝗖𝗮𝗿𝗶 𝗠𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮, 𝗞𝗶𝗻𝗴 𝗖𝗼𝗯𝗿𝗮 𝟮,𝟮 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Agustus 21, 2026 0
Cari Mangsa, King Cobra 2,2 Meter Masuk Kawasan Vila di Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Seekor king cobra atau tedung betina sepanjang sekitar 2,2 meter dievakuasi dari kawasan sebuah vila di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Bali. Ular berbisa tersebut diduga masuk ke area vila saat mencari mangsa.

Ketua Yayasan Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan keberadaan ular pertama kali diketahui pemilik vila, Gede Sudana, pada Kamis (20/8/2026). Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tim rescue untuk segera ditangani.

"Ular ditemukan berada di sebuah rumpun bambu di kawasan villa. Karena khawatir dapat membahayakan pengunjung dan tamu, pemilik kemudian menghubungi kami," ujar Astridayanti, Jumat (21/8/2026).

Tim Yayasan Reptil Asih Tabanan melakukan evakuasi sekitar pukul 17.05 Wita. Proses penyelamatan berjalan lancar dan king cobra berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

Astridayanti menduga ular tersebut masuk ke kawasan vila karena sedang mencari atau mengejar mangsa. Dugaan itu muncul lantaran tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan sarang di sekitar rumpun bambu tempat king cobra ditemukan.

Selain itu, musim kemarau dinilai bukan waktu yang umum bagi ular kobra untuk berkembang biak. Menurut Astridayanti, proses perkembangbiakan kobra biasanya berlangsung saat musim hujan.

Setelah berhasil dievakuasi, king cobra tersebut dibawa ke shelter milik Yayasan Reptil Asih Tabanan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Ular kemudian diamankan ke shelter di yayasan Reptil Asih Tabanan," jelasnya.

Astridayanti mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan king cobra, terutama di sekitar permukiman dan kawasan vila. Ular tersebut memiliki bisa yang berbahaya sehingga tidak disarankan ditangani secara mandiri.

"Jika masyarakat menemukan ular ini sebaiknya segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas atau tim rescue yang memiliki kemampuan menangani ular berbisa," pungkasnya. (ap)
Read More

Kamis, 20 Agustus 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗞𝗲𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗹 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸-𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶, 𝗣𝗨 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟳

Agustus 20, 2026 0
Warga Desak Kepastian Tol Gilimanuk-Mengwi, PU Targetkan Tender 2027

TABANAN, Lensabali.id - Kepastian pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi kembali menjadi perhatian warga terdampak. Dalam konsultasi publik yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Tabanan, Kamis (20/8/2026), masyarakat dari Jembrana, Tabanan, dan Badung meminta pemerintah tidak lagi membiarkan rencana pembangunan tanpa kejelasan.

Konsultasi yang berlangsung di Graha Sanjayaning Singasana itu melibatkan perwakilan warga, perbekel, bendesa adat, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali.

Perbekel Desa Antosari, I Wayan Agus Suriawan, mengatakan masyarakat telah lama menantikan realisasi tol tersebut. Menurutnya, rencana pembangunan sudah bergulir sejak 2022 dan sebelumnya telah memasuki tahap penetapan lokasi.

"Pada dasarnya kami setuju ada pembangunan tol. Jangan sampai terus ada konsultasi, tapi akhirnya digantung," tegas Agus.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan jalur melasti dan jaringan irigasi yang berada di sekitar rencana trase. Menurutnya, kondisi faktual di lapangan perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan desain pembangunan.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Kesiut, I Gusti Putu Muliawan. Ia menegaskan masyarakat mendukung pembangunan tol, tetapi berharap pemerintah memberikan kepastian agar warga tidak terus berada dalam ketidakjelasan.

Muliawan juga meminta proyek tersebut tidak dijadikan komoditas politik. "Jadi mohon bapak-bapak PU sampaikan saja ke Pak Presiden secara langsung. Bali perlu jalan tol," tegasnya.

Ia turut mengingatkan pemerintah agar tidak sembarangan melakukan pematokan lahan karena tanah di Bali memiliki nilai adat dan budaya. Menurutnya, keberadaan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang dibangun sejak era Belanda juga kerap menghadapi persoalan kemacetan hingga kecelakaan.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Muhamad Yoga, menjelaskan pemerintah telah melakukan review studi pada 2025. Review tersebut dilakukan untuk memperbarui kajian, menyesuaikan harga serta kondisi terbaru, sekaligus menekan biaya pembangunan.

Untuk tahap pertama, ruas Pekutatan-Soka-Mengwi sepanjang sekitar 42-43 kilometer, Yoga memastikan tidak ada perubahan trase dari rencana awal. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan kembali kebutuhan jalur khusus sepeda motor.

"Jadi jalan untuk sepeda motor dipertimbangkan lagi, apakah layak atau tidak," ujarnya.

Secara keseluruhan, Tol Gilimanuk-Mengwi tetap dirancang memiliki panjang sekitar 96 kilometer dan akan dibangun secara bertahap. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan tahapan AMDAL sekaligus menghimpun masukan masyarakat, termasuk terkait aspek lingkungan, adat, jalur melasti, dan irigasi.

"Masukan dari masyarakat Bali, terutama terkait adat, akan kami masukkan dan diaplikasikan dalam pembangunan," jelas Yoga.

Penyusunan AMDAL ditargetkan selesai pada 2026, kemudian dilanjutkan pengurusan persetujuan lingkungan sebagai salah satu syarat menuju dokumen tender. Pemerintah menargetkan proses tender mulai dilakukan pada 2027, meski pelaksanaannya masih bergantung pada seluruh tahapan yang harus diselesaikan.

Jika proses berjalan sesuai rencana, badan usaha diperkirakan mulai melakukan pembebasan lahan pada 2028 hingga 2029. Sementara Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. (ap)
Read More

Minggu, 16 Agustus 2026

𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗠𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗽, 𝗔𝗥𝗧 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗥𝗮𝘂𝗽 𝗥𝗽 𝟯𝟯,𝟭𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 16, 2026 0
Curi Emas Majikan Bertahap, ART di Tabanan Raup Rp 33,15 Juta

TABANAN, Lensabali.id – Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial MLM ditangkap Satreskrim Polres Tabanan setelah mencuri sejumlah perhiasan emas milik majikannya, Dewa Putu Adi Pradana Yasa, di Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

Perhiasan yang dicuri berupa dua kalung, dua gelang, dan satu cincin. Aksi tersebut dilakukan secara bertahap hingga korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah mengambil perhiasan emas milik korban secara bertahap," ujar Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, melalui siaran pers, Minggu (16/8/2026).

Kasus ini terungkap setelah korban mendapat informasi dari pengasuh anaknya bahwa listrik di rumah padam dan terdapat orang mencurigakan yang masuk ke dalam rumah pada Senin (10/8) malam. Saat itu, korban sedang bekerja di Hotel Alila Seminyak.

Karena khawatir, korban meminta pengasuh dan anak-anaknya tetap berada di kamar serta memastikan pintu terkunci. Ia kemudian meminta bantuan tetangga, I Nyoman Wishnu Suryadhana, untuk mengecek kondisi rumah.

Setelah listrik kembali menyala, I Nyoman Wishnu bersama seorang warga bernama Pak Bagus masuk ke rumah. Mereka mendapati laci dalam kondisi berantakan dan sempat merekam situasi tersebut.

"Saat masuk itu, mereka melihat kondisi laci yang berantakan dan sempat merekam situasi di dalam rumah," kata Teddy.

Korban tiba di rumah sekitar pukul 22.00 Wita dan mendapati sejumlah warga sudah berada di lokasi. Setelah memeriksa tempat penyimpanan barang berharga, korban menyadari sejumlah perhiasan emas miliknya telah hilang.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa MLM melakukan pencurian secara bertahap. Aksi pertama dilakukan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.00 Wita dengan mengambil satu kalung emas. Dua hari kemudian, MLM kembali mengambil dua cincin dan dua gelang rantai milik anak korban.

Sebagai ART, MLM memiliki akses masuk ke rumah serta mengetahui lokasi penyimpanan perhiasan. Barang-barang tersebut kemudian dijual kepada seorang perempuan di Jalan Hasanuddin, Denpasar. Dari penjualan itu, MLM memperoleh Rp 33,15 juta.

Polisi telah mengamankan uang hasil penjualan tersebut sebagai barang bukti. MLM juga telah ditahan di Polres Tabanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

MLM dijerat Pasal 476 KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (ap)
Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

𝗞𝗼𝗿𝘀𝗹𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟯𝟮𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 13, 2026 0
Korsleting Diduga Picu Kebakaran di Tabanan, Kerugian Capai Rp 320 Juta

TABANAN, Lensabali.id - Kebakaran melanda sebuah bangunan dapur dan gudang milik warga di Tabanan. Kobaran api juga merembet ke bagian pelinggih Pura Taksu Agung Merajan Gede Pasek Gel-Gel. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 320 juta.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 15.30 Wita. Saat itu, saksi I Putu Parwata melihat api muncul dari bagian atap dapur milik I Made Sutarma.

Mengetahui adanya kebakaran, Parwata meminta bantuan warga sekitar. Warga juga sempat berupaya mengeluarkan mobil dari garasi dan memadamkan api secara bergotong royong.

"Warga sempat bergotong royong berusaha memadamkan api. Namun, kobaran api semakin membesar sehingga warga menghubungi petugas pemadam kebakaran," ujar Wiwik.

Api kemudian merembet ke bagian pelinggih Pura Taksu Agung Merajan Gede Pasek Gel-Gel yang berada sekitar 20 meter di sebelah barat bangunan dapur dan gudang. Percikan api diduga mengenai atap pura yang berbahan ijuk hingga ikut terbakar.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wita. Petugas Damkar Kabupaten Tabanan bersama warga kemudian berjibaku memadamkan api. Kobaran berhasil dikendalikan sekitar 45 menit kemudian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, bangunan yang terbakar merupakan bangunan permanen yang difungsikan sebagai dapur dan gudang. Hampir seluruh bagian bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Sejumlah barang di dalamnya juga ikut hangus, di antaranya kulkas, rice cooker, empat tabung gas, perlengkapan dapur, serta satu lemari pakaian beserta pakaian di dalamnya.

Kerugian pemilik dapur dan gudang diperkirakan mencapai Rp 300 juta. Sementara kerusakan pada pelinggih milik pengempon Merajan Gede Pasek Gel-Gel ditaksir sekitar Rp 20 juta. Dengan demikian, total kerugian sementara mencapai Rp 320 juta.

"Dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Petugas masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab pasti kebakaran," pungkas Wiwik. (ap)
Read More

Rabu, 12 Agustus 2026

𝗚𝗲𝗹𝗲𝗱𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗻𝗸𝗲𝘀 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗶𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻, 𝗘𝗹𝗲𝗸𝘁𝗿𝗼𝗻𝗶𝗸, 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗽𝟴 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 12, 2026 0
Geledah Dinkes Tabanan, Kejari Sita Dokumen, Elektronik, dan Rp8 Juta

TABANAN, Lensabali.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan yang berkaitan dengan anggaran bahan bakar minyak (BBM), pelumas, serta makan dan minum periode 2023-2025.

Tim Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Tabanan sebelumnya melakukan penggeledahan di kantor Dinkes Tabanan pada Senin (10/8/2026). Meski perkara tersebut telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, hingga Selasa (11/8/2026) belum ada tersangka yang ditetapkan.

Kajari Tabanan Medie mengatakan penyidik telah memeriksa 18 saksi yang berasal dari lingkungan Dinkes maupun pihak rekanan.

"Yang diperiksa dari tingkat kabid (kepala bidang) hingga rekanan. Untuk kepala dinas, belum," ujar Medie.

Ia menargetkan penetapan tersangka dilakukan paling lambat dalam waktu satu bulan atau sedikit lebih, setelah seluruh proses penyidikan dan pengumpulan alat bukti dinilai cukup.

Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan ratusan dokumen serta sejumlah perangkat elektronik, termasuk telepon seluler dan laptop yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara.

Selain itu, Kejari Tabanan turut menyita uang tunai sebesar Rp8.012.000. Uang tersebut ditemukan di salah satu laci staf Dinkes Tabanan.

Medie menjelaskan uang itu diduga merupakan sisa dana yang sebelumnya diambil dari SPBU rekanan menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) BBM fiktif.

"Uang itu merupakan sisa hasil uang menggunakan SPPD fiktif," jelasnya.

Perkara dugaan korupsi tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima Kejari Tabanan. Laporan kemudian ditindaklanjuti melalui serangkaian penyelidikan.

Dari proses penyelidikan itu, penyidik menemukan indikasi dugaan tindak pidana yang dinilai telah memiliki dasar untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti pun masih terus dilakukan untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut. (ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗶𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗔𝘆𝗮𝗺 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗹𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗶𝘁

Agustus 05, 2026 0
Warga Binaan Lapas Tabanan Kelola Peternakan Ayam Petelur di Lahan Sempit

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Program tersebut telah berjalan sekitar delapan bulan dan mampu memberikan manfaat bagi pelatihan keterampilan sekaligus mendukung kebutuhan pangan di lingkungan lapas.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan peternakan itu dikelola langsung oleh warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan. Saat ini, sebanyak 114 ekor ayam petelur dipelihara secara rutin dengan produksi rata-rata mencapai 90 butir telur setiap hari.

"Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kegiatan tata boga pada program kegiatan kerja. Sementara sebagian lainnya dipasarkan kepada petugas lapas," ujar Prawira, Selasa (4/8/2026).

Menurut Prawira, peternakan ayam petelur tidak hanya menghasilkan produk pangan, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan praktis bagi warga binaan agar memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Program ini sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan internal lapas melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara maksimal. Meski berada di area yang terbatas, kegiatan peternakan tetap mampu berjalan produktif dan berkelanjutan.

"Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang makin berkualitas," ujar Prawira.

Melalui program tersebut, Lapas Tabanan berharap pembinaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan kemandirian warga binaan melalui kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomis. (ap)
Read More

Senin, 03 Agustus 2026

𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝗔𝗿𝘁 𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗩𝗜𝗜 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗯𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗨𝗠𝗞𝗠

Agustus 03, 2026 0
Tanah Lot Art and Food Festival VII Hadirkan Hiburan dan Promosi Produk UMKM

TABANAN, Lensabali.id - Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kembali bersiap menggelar Tanah Lot Art and Food Festival VII pada akhir Agustus 2026. Festival tahunan ini diharapkan menjadi ajang yang mampu memperkuat posisi Tanah Lot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Selama pelaksanaan festival, pengunjung akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari penampilan musisi lokal Bali, tari tradisional, parade budaya, hingga berbagai hiburan yang menampilkan kekayaan tradisi Pulau Dewata.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Waya Sudiana, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga memberikan peluang promosi bagi pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata.

"Selain menjadi ruang apresiasi bagi para seniman, festival ini juga menjadi wadah promosi produk kuliner dan ekonomi kreatif lokal, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan Tanah Lot," ujar Sudiana, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, penyelenggaraan festival yang telah memasuki tahun ketujuh ini tidak hanya menonjolkan panorama alam dan nilai spiritual Tanah Lot yang telah dikenal luas. Festival juga dirancang untuk memperkuat upaya pelestarian budaya Bali melalui kolaborasi antara seniman, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat Kabupaten Tabanan.

"Melalui penyelenggaraannya yang ketujuh, kami ingin kembali menghadirkan pertunjukan yang berkualitas, memperluas ruang bagi pelaku seni dan UMKM lokal, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung," jelasnya.

Panitia optimistis festival tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk menghadirkan konsep yang lebih menarik tanpa meninggalkan identitas budaya lokal yang menjadi ciri khas acara.

Selain menjadi agenda hiburan, festival ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara sektor pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Sudiana menegaskan semangat kebersamaan menjadi fondasi utama penyelenggaraan festival. "Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak optimistis festival tahunan ini akan kembali meraih kesuksesan seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya serta memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan," pungkasnya. (ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗶 𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗞𝗿𝘂𝗹𝘂𝘁, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗯𝗮𝗿 𝗞𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗦𝗮𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗱𝗮𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗸𝗶𝗹 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Agustus 02, 2026 0
Peringati Tumpek Krulut, Gubernur Koster Tebar Kasih Sayang dan Semangat Bangun UMKM di Kedai Tangkil Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Peringatan Tumpek Krulut dimanfaatkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk bertemu langsung dengan generasi muda dan pelaku usaha lokal di berbagai daerah. Setelah mengunjungi Babi Guling Pande Bongol di Bangli dan Nasi Pindang Dadong Rintin di Gianyar, Koster melanjutkan rangkaian kegiatannya ke Kedai Tangkil di Kabupaten Tabanan, Sabtu (1/8/2026), yang disambut Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga.

Kedai Tangkil menjadi salah satu dari 15 UMKM di Bali yang dipilih sebagai lokasi berbagi kasih sayang kepada masyarakat dalam rangka perayaan Tumpek Krulut. Momentum ini sekaligus menjadi ruang pertemuan antara pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan muda yang selama ini turut menggerakkan ekonomi lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Koster memberikan apresiasi kepada anak-anak muda yang berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi sesamanya. Menurutnya, langkah seperti yang dilakukan pemilik Kedai Tangkil, Ida Bagus Made Ariyoga, patut mendapat dukungan karena memberikan manfaat ekonomi sekaligus sosial bagi lingkungan sekitar.

Koster menuturkan bahwa kunjungannya ke berbagai sentra kuliner dan kedai kopi bukan sekadar agenda seremonial. Ia ingin menjadikan Tumpek Krulut sebagai momentum untuk mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang kini aktif mengembangkan UMKM berbasis kreativitas dan inovasi.

Menurutnya, keberadaan kedai kopi dan usaha kuliner lokal tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyediakan ruang interaksi yang positif bagi anak muda. Tempat-tempat seperti ini menjadi wadah berkumpul yang produktif sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

"Jadi mereka tidak mungkin mabuk dan membuat keonaran. Dari segi keamanan juga memberikan efek positif," tegas Gubernur Wayan Koster.

Dalam kesempatan yang sama, Koster mengungkapkan rencana untuk menerbitkan Surat Edaran yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) secara rutin menikmati kuliner dan membeli produk lokal setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi masyarakat serta mendukung keberlangsungan UMKM, koperasi, dan usaha kecil lainnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal Bali sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, konsep Sat Kerthi yang diwariskan para leluhur tetap relevan sebagai pedoman dalam mewujudkan kehidupan yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Peringati Tumpek Krulut, Gubernur Koster Tebar Kasih Sayang dan Semangat Bangun UMKM di Kedai Tangkil Tabanan

"Selalu ingat laksanakan dengan konsisten nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan oleh penglingsir kita, yakni Sat Kerthi. Ini adalah nilai-nilai kehidupan yang luar biasa dibutuhkan sepanjang dunia ini ada," ungkapnya.

Sementara itu, pemilik Kedai Tangkil, Ida Bagus Made Ariyoga, mengaku bangga usahanya dipilih menjadi salah satu lokasi kegiatan Tumpek Krulut. Ia menilai perhatian pemerintah terhadap UMKM memberikan semangat bagi para pelaku usaha untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi perekonomian daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan program cek kesehatan gratis di Lapangan Dangin Carik, Tabanan. Program yang dilaksanakan serentak di seluruh Bali tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan kesehatan sekaligus wujud kepedulian kepada masyarakat dalam semangat Tumpek Krulut. (*/ap)
Read More

Sabtu, 01 Agustus 2026

𝗣𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗹𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝘁𝘂𝗿𝗶𝘁𝗶

Agustus 01, 2026 0
Polres Tabanan Salurkan Bantuan untuk Keluarga Tersangka Kasus Pengeroyokan di Baturiti

TABANAN, Lensabali.id – Polres Tabanan menyalurkan bantuan sosial sekaligus memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga salah satu tersangka kasus pengeroyokan yang terjadi di Kecamatan Baturiti. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang terdampak proses hukum yang sedang berjalan.

Bantuan diserahkan Kapolsek Baturiti Kompol Nyoman Darsana mewakili Kapolres Tabanan kepada Ni Putu Ayu Yuni Astini, istri salah satu tersangka. Paket bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, dan telur.

“Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, dan telur sebagai bentuk kepedulian serta empati agar dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga selama menjalani masa yang tidak mudah,” ujar Kompol Darsana.

Selain bantuan sosial, Polres Tabanan juga menerjunkan Tim Konseling yang dipimpin Ipda I Nyoman Sudila untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga tersangka. Pendampingan diberikan kepada sang istri serta putranya yang masih berusia empat tahun.

Melalui sesi konseling tersebut, tim berupaya memberikan penguatan mental dan dukungan emosional guna membantu keluarga menghadapi tekanan psikologis akibat situasi yang mereka alami. Pendampingan juga diarahkan untuk membangkitkan semangat keluarga agar tetap tegar menjalani aktivitas sehari-hari.

Menurut Darsana, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Tabanan dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di tengah proses penegakan hukum yang berlangsung.

“Kegiatan ini menegaskan komitmen Polres Tabanan dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di samping penegakan hukum,” ujarnya.

Polres Tabanan berharap bantuan sosial dan pendampingan psikologis tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga yang terdampak, sekaligus memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (ap)
Read More

Kamis, 30 Juli 2026

𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗮𝗿𝗮, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗱𝗮𝗿 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗯𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶

Juli 30, 2026 0
Baru Keluar Penjara, Pengedar Narkoba Kembali Ditangkap dengan Sabu dan Ekstasi

TABANAN, Lensabali.id - Seorang residivis kasus narkotika berinisial DGP kembali harus berhadapan dengan hukum setelah ditangkap Satresnarkoba Polres Tabanan. Ironisnya, pelaku diketahui baru sekitar lima bulan menghirup udara bebas setelah menyelesaikan hukuman dalam kasus serupa pada Maret 2026.

Kasatnarkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Ananta menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebut DGP merupakan target operasi (TO) yang diduga aktif mengedarkan narkotika di wilayah Kecamatan Kediri dan sekitarnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Opsnal Satresnarkoba melakukan serangkaian penyelidikan dan pemantauan terhadap aktivitas pelaku. Saat berada di pinggir jalan dengan gerak-gerik mencurigakan, petugas kemudian melakukan pemeriksaan.

"Ditemukan percakapan terkait transaksi narkotika di telepon genggam pelaku. Disaksikan warga setempat, petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti narkotika yang disembunyikan di dekat pelaku," ujar Ananta, Rabu (29/7/2026).

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan 76 paket yang diduga sabu dengan berat total 35,7 gram netto serta 28 butir yang diduga ekstasi dengan berat 10,08 gram netto. Selain itu, petugas turut menyita satu unit telepon genggam dan satu sepeda motor Yamaha Mio beserta STNK sebagai barang bukti pendukung.

Dalam pemeriksaan awal, DGP mengakui narkotika tersebut berada dalam penguasaannya dan rencananya akan diedarkan. Polisi pun memastikan pelaku merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas beberapa bulan lalu.

"Pelaku juga diketahui merupakan residivis kasus narkotika yang baru bebas pada Maret 2026," tegas Ananta.

Saat ini, Satresnarkoba Polres Tabanan masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika lain yang berkaitan dengan pelaku. Barang bukti yang diamankan juga akan menjalani pemeriksaan laboratorium forensik guna memastikan jenis dan kandungannya.

Polres Tabanan menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika serta mengajak masyarakat berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

"Polres Tabanan menegaskan komitmen untuk terus menindak tegas pelaku peredaran narkotika serta mengajak seluruh masyarakat berperan aktif memberikan informasi demi mewujudkan Kabupaten Tabanan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba," pungkas Ananta. (ap)
Read More