LENSA BALI: Ekonomi & Bisnis

Hot


Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi & Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗜𝗸𝗹𝗶𝗺 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗲𝗹𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗛𝗶𝗷𝗮𝘂

September 09, 2026 0
Gubernur Koster: Aksi Iklim Bali Berbasis Kearifan Lokal Buka Peluang Ekonomi Hijau Satria Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi

BADUNG, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat aksi iklim dengan menjadikan kearifan lokal sebagai pijakan pembangunan. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, agenda menghadapi perubahan iklim tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan Bali yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Hal itu disampaikan Koster saat memberikan sambutan dalam Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026 melalui paparan bertajuk “Aksi Iklim Bali: Regulasi, Implementasi, dan Peluang Kolaborasi” di Hotel Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Selasa (8/9).

Menurut Koster, Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi landasan filosofis untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya. Prinsip tersebut diarahkan untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia, baik secara niskala maupun sekala.

Dalam kerangka itu, aksi iklim Bali dibangun melalui keseimbangan antara Manusia Bali, Alam Bali, dan Kebudayaan Bali. Ketiganya dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan.

Manusia Bali diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, Alam Bali dijaga melalui perlindungan hutan, ekosistem pesisir, mangrove, padang lamun, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sementara Kebudayaan Bali menjadi fondasi nilai, tradisi, dan kearifan lokal dalam membangun hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Aset Iklim Jadi Modal Ekonomi Baru

Koster menyebut Bali kini telah memiliki sejumlah aset iklim yang dapat menjadi modal pengembangan ekonomi hijau. Di sektor energi terbarukan, Bali memiliki sekitar 45 MWp PLTS terpasang, 17.225 kendaraan listrik roda dua dan roda empat, serta 302 unit SPKLU yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Pada sektor blue carbon, Bali memiliki sekitar 2.330 hektare kawasan mangrove, dengan 88 persen berada dalam kategori lebat, serta sekitar 1.307 hektare padang lamun. Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi blue carbon credit dengan tetap memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Potensi lainnya berada pada sektor pertanian. Sekitar 52.909 hektare sawah telah menerapkan sistem pertanian organik atau sekitar 82 persen dari total sawah. Kondisi ini menjadi modal penting untuk pengembangan soil carbon dan biodiversity credits.

Sementara pada sektor kehutanan, Bali memiliki sekitar 131.171 hektare kawasan hutan, terdiri dari sekitar 96.688 hektare hutan lindung dan 26.396 hektare kawasan konservasi. Kawasan tersebut berperan penting dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat fungsi ekosistem dalam menyerap karbon.

Menurut Koster, seluruh potensi tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai angka ekologis. Jika dikelola secara hati-hati, transparan, dan dengan tata kelola yang baik, aset iklim dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi baru tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

Karena itu, Pemprov Bali membuka tiga peluang kolaborasi karbon yang dinilai bankable, yakni Blue Carbon melalui pengembangan mangrove dan padang lamun, Solar Energy melalui pembangunan PLTS skala besar, serta Agricultural Carbon melalui pertanian organik dan pengembangan soil carbon.

Untuk PLTS skala besar, Bali membuka peluang pengembangan tahap awal sekitar 300 MWp. Kapasitas tersebut selanjutnya dapat ditingkatkan hingga 700–1.200 MWp untuk mendukung transisi energi sekaligus membuka peluang renewable energy certificate dan carbon credit.

Gubernur Koster: Aksi Iklim Bali Berbasis Kearifan Lokal Buka Peluang Ekonomi Hijau Satria Dorong Lahirnya Atlet Voli Berprestasi

Kolaborasi Harus Berpijak pada Regulasi

Koster menegaskan pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari investor, pengembang proyek, lembaga standar internasional, akademisi, komunitas hingga pemangku kepentingan lainnya.

Namun, seluruh kolaborasi harus tetap berada dalam kerangka regulasi dan kebijakan Pemprov Bali. Dengan demikian, kepastian investasi dapat terjaga, kepentingan masyarakat terlindungi, dan manfaat ekonomi dari pengembangan karbon dapat kembali kepada Bali.

“Bali ingin menunjukkan bahwa menjaga alam bukan hambatan bagi pertumbuhan ekonomi. Justru dengan menjaga alam, kita membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” demikian garis besar pesan Gubernur Koster.

Pendekatan tersebut menempatkan aksi iklim tidak sebatas agenda pengurangan emisi. Lebih jauh, kebijakan ini diarahkan untuk membuka sumber ekonomi baru, memperkuat ketahanan lingkungan, menjaga biodiversitas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Koster menegaskan pembangunan Bali ke depan harus tetap bertumpu pada ekonomi hijau, keberlanjutan, serta keseimbangan antara manusia dan alam. Dengan demikian, Nangun Sat Kerthi Loka Bali tidak hanya menjadi filosofi pembangunan, tetapi juga pijakan menuju Bali yang hijau, mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

ICCBA Apresiasi Fondasi Kebijakan Bali

Chairman Indonesia Carbon Credit and Biodiversity Alliance (ICCBA) Rob Raffael Kardinal mengapresiasi langkah Pemprov Bali yang dinilai telah membangun fondasi kebijakan sekaligus memiliki berbagai aset nyata untuk dikembangkan dalam ekosistem karbon dan keanekaragaman hayati.

Menurut Rob, Bali memiliki peluang besar menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis karbon dan biodiversitas yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Potensi mangrove, padang lamun, pertanian organik, energi terbarukan, hingga kawasan hutan dapat dikembangkan melalui kolaborasi multipihak dengan tetap mengutamakan keberlanjutan.

“Bali memiliki sesuatu yang sangat kuat, yaitu kombinasi antara alam, budaya, kebijakan, dan masyarakat. Ini menjadi modal penting untuk membangun ekosistem karbon dan biodiversitas yang kredibel. Kami melihat Bali bukan hanya memiliki potensi untuk menghasilkan carbon credit, tetapi juga dapat menjadi contoh bagaimana carbon credit dan biodiversity credit dikembangkan dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rob.

Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, investor, lembaga standar, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi proyek konkret, terukur, dan memenuhi standar internasional.

“Kami siap mendorong kolaborasi dan mempertemukan Bali dengan berbagai mitra strategis, baik nasional maupun internasional. Harapannya, apa yang dikembangkan di Bali dapat menjadi model yang tidak hanya bermanfaat bagi Bali dan Indonesia, tetapi juga dapat direplikasi di berbagai wilayah dan negara lain,” tambahnya. (*/ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗢𝗽𝘁𝗶𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗙𝗶𝘀𝗸𝗮𝗹, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗔𝘀𝗲𝘁 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗕𝗲𝗸𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝗳𝗮𝗮𝘁 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

September 08, 2026 0

Optimalisasi Jadi Strategi Perkuat Fiskal, Gubernur Koster: Aset Daerah Harus Bekerja dan Memberikan Manfaat bagi Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk terus membenahi sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset milik Pemerintah Provinsi Bali. Aset daerah, menurutnya, tidak boleh dibiarkan menganggur, tidak terurus, atau dimanfaatkan pihak lain tanpa memberikan manfaat yang maksimal bagi daerah.

Hal tersebut disampaikan Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Senin (7/9/2026). Ia mengatakan sejumlah aset strategis Pemprov Bali telah mulai ditata dan dioptimalkan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah.

Salah satunya aset di Padanggalak yang sebelumnya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, tetapi sempat terbengkalai selama puluhan tahun. Setelah dilakukan pembenahan, pengelolaannya kini berjalan baik dan telah memberikan pemasukan sekitar Rp63 miliar ke kas daerah.

Optimalisasi juga dilakukan terhadap aset tanah seluas 50 are di kawasan Renon, tepat di sebelah Gedung BPD Bali. Lahan strategis tersebut diarahkan untuk dikerjasamakan dengan Bank BPD Bali, antara lain mendukung rebranding dan pembangunan gedung baru agar BPD Bali tampil lebih modern dan mampu bersaing dengan perbankan lainnya.

Lahan tersebut telah melalui appraisal dengan nilai sekitar Rp150 miliar dan kemudian menjadi bagian dari penyertaan modal Pemprov Bali pada BPD Bali. Dari langkah tersebut, Pemprov Bali memperoleh manfaat berupa dividen lebih dari 30 persen.

Dengan tambahan penyertaan modal sekitar Rp145 miliar, aset tersebut diproyeksikan menghasilkan dividen sekitar Rp37–40 miliar setiap tahun. Sebelumnya, lahan tersebut hanya digunakan BTB dan UPT Samsat sehingga belum memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi daerah.

Aset lain yang menjadi perhatian adalah tanah Pemprov Bali seluas sekitar 39,8 hektare di kawasan Nusa Dua. Sebelumnya, aset ini hanya menghasilkan sewa sekitar Rp6 miliar per tahun. Evaluasi pada 2017 menaikkan nilai sewa menjadi sekitar Rp7 miliar, namun kemudian diketahui pembayaran tidak berjalan sebagaimana mestinya hingga persoalan tersebut terungkap pada 2020.

Koster kemudian menugaskan pihak independen untuk melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap data serta pengelolaan aset tersebut. Hasil appraisal menunjukkan nilai pemanfaatan yang jauh lebih tinggi, sekitar Rp51 miliar per tahun. Untuk periode 2017–2021, termasuk denda, Pemprov Bali berhasil memperoleh sekitar Rp41 miliar.

Pemprov Bali selanjutnya mencari mitra baru karena mitra sebelumnya dinilai tidak mampu memenuhi kewajibannya dengan baik. Setelah appraisal kembali dilakukan, nilai pemanfaatan aset meningkat menjadi sekitar Rp57 miliar per tahun. Dengan mitra baru, pembayaran dilakukan di muka sekitar Rp850 miliar setelah memperhitungkan discount rate hingga 2050.

Dari hasil optimalisasi tersebut, pada Desember 2025 Pemprov Bali menempatkan Rp300 miliar di BPD Bali. Penempatan ini diproyeksikan memberikan dividen minimal sekitar Rp108 miliar bagi Pemprov Bali.

Koster menegaskan optimalisasi aset merupakan bagian dari strategi memperkuat kapasitas fiskal daerah. Aset pemerintah, kata dia, harus mampu bekerja dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat, bukan hanya menjadi angka dalam daftar inventaris.

“Aset Pemprov Bali berkeliaran di mana-mana, tetapi ditempati secara liar oleh orang lain atau tidak terurus. Saya akan bekerja keras untuk mengelola aset ini,” tegas Koster.

Optimalisasi Jadi Strategi Perkuat Fiskal, Gubernur Koster: Aset Daerah Harus Bekerja dan Memberikan Manfaat bagi Bali

Ia juga mengutip pandangan Sri Mulyani mengenai perbedaan pengelolaan aset di negara maju dan berkembang. Di negara maju, aset negara didorong produktif dan menghasilkan manfaat, sedangkan di negara berkembang masih banyak aset yang tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, Pemprov Bali tidak ingin aset daerah “tidur”.

Koster menilai dukungan DPRD Bali sangat penting dalam proses penataan dan optimalisasi aset. Sinergi antara eksekutif dan legislatif diharapkan terus terjaga untuk memperkuat kemampuan fiskal sekaligus mendukung pembangunan Bali.

“Jangan sampai aset kita tidur. Maka dukungan anggota Dewan yang terhormat sangat saya butuhkan. Sampai saat ini kerja sama sudah sangat baik, agar kemajuan Bali bisa terus kita usahakan, agar Bali bisa semakin berdaya saing,” ujar Koster.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Bali menggali sumber pendapatan secara inovatif, memperkuat kemandirian fiskal, dan memastikan setiap aset daerah mampu memberikan nilai tambah bagi pembangunan Bali. (*/ap)
Read More

Jumat, 04 September 2026

𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗜𝗞𝗠 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝗴𝗮 𝗞𝗮𝘀𝗻𝗮 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝘂𝘀

September 04, 2026 0
Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Penguatan IKM dan Bunga Kasna Temukus

KARANGASEM, Lensabali.id – Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi yang digelar TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem didorong tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang yang mempertemukan petani, pelaku IKM/UMKM dan masyarakat secara langsung. Pola tersebut dinilai dapat memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Koster menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Taman Budaya Kapten AA Made Karang Candra Buana, Karangasem, Jumat (4/9). Ia hadir didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali serta kepala perangkat daerah terkait.

Program Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan berpindah dari satu kabupaten/kota ke daerah lainnya. Selain membuka ruang pemasaran bagi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kolaborasi kader TP PKK agar semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Putri Koster, keberadaan pasar rakyat harus benar-benar memberikan manfaat kepada produsen. Karena itu, petani diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjual hasil pertanian secara langsung, bukan melalui pedagang perantara.

“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya. Petani, ya, bukan pedagang di pasar,” tegas Ibu Putri Koster.

Masuk Pasar yang Lebih Luas

Selain produk IKM dan hasil pertanian, Putri Koster turut menyoroti potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di kawasan Temukus, Karangasem. Ia meminta potensi tersebut mendapat perhatian lebih serius agar dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki pasar dan nilai ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu peluang yang dinilai cukup terbuka adalah pemanfaatan bunga kasna sebagai bagian dari bunga dalam canang, sarana persembahyangan umat Hindu di Bali. Kebutuhan canang yang berlangsung hampir setiap hari dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi produk bunga kasna.

“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus agar bunga kasna dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bunga pada canang, apalagi kebutuhan canang cukup tinggi karena digunakan hampir setiap hari. Saya berharap penggunaan bunga kasna tidak hanya saat rahina Galungan,” ujarnya.

Putri Koster berharap pengembangan bunga kasna dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi di tingkat masyarakat hingga pengolahan dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, bunga kasna diharapkan tidak hanya menjadi tanaman khas Temukus, tetapi juga sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.

Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Penguatan IKM dan Bunga Kasna Temukus

Libatkan 124 IKM

Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata melaporkan, sebanyak 124 IKM ambil bagian dalam Pasar Rakyat kali ini. Peserta terdiri atas 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun geringsing, 66 IKM kuliner, serta 39 IKM yang bergerak di bidang hasil pertanian dan produk olahan.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran TP PKK Provinsi Bali yang dinilai memberikan perhatian sekaligus semangat bagi masyarakat Karangasem. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi kader untuk terus hadir dan membantu warga yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader TP PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Kami tentu akan berupaya melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Pasar Rakyat juga dirangkai dengan pemberian bantuan kepada 100 penerima. Bantuan dari TP PKK Provinsi Bali terdiri atas 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau sekitar 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.

Sementara itu, TP PKK kabupaten/kota se-Bali masing-masing menyerahkan 10 paket bingkisan yang dibeli dari produk yang tersedia di Pasar Rakyat. Konsep tersebut diharapkan menciptakan manfaat ganda, yakni membantu pemasaran produk petani dan IKM/UMKM sekaligus meringankan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.

Kegiatan turut dihadiri Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati Karangasem dan jajaran terkait. (hms/ap)
Read More

Kamis, 03 September 2026

𝗝𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗿𝗶𝘆𝗮𝗻𝘂𝘀𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗜𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗲𝘁𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗢𝗿𝗶𝘀𝗶𝗻𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

September 03, 2026 0
Jelang Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster IKM Bali Harus Kreatif, Kompetitif dan Tetap Jaga Orisinalitas

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster meminta para perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus memperkuat kreativitas serta melahirkan produk dengan karakter yang jelas. Di tengah persaingan pasar yang semakin luas, karya lokal Bali dinilai memiliki modal kuat berupa kekayaan seni, budaya dan warisan leluhur.

Namun, kreativitas tersebut harus dibangun dengan tetap menghormati karya dan hak pihak lain. Ny. Putri menegaskan, upaya mengembangkan produk tidak boleh dilakukan dengan meniru atau menjiplak karya yang sudah ada.

“Untuk mampu bersaing di segala lini, kita tentu harus terus berkreasi dan kreatif mengembangkan karya-karya seni serta warisan leluhur. Tetapi, jangan sampai merusak produk orang lain,” tegasnya.

Pesan itu disampaikan saat Ny. Putri memimpin rapat persiapan keikutsertaan Dekranasda Bali dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (2/9). Dalam pertemuan tersebut, berbagai persiapan dimatangkan agar produk yang dibawa Bali mampu tampil optimal dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Ny. Putri juga meminta penataan peserta dilakukan berdasarkan kelompok jenis kerajinan. Menurutnya, pengelompokan akan membuat area pamer lebih tertata sekaligus memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk melihat dan menemukan produk sesuai kebutuhan.

Sebanyak 23 IKM Bali akan ambil bagian dalam Pameran Kriyanusa 2026. Para peserta diminta tidak sekadar membawa produk, tetapi menyeleksi karya terbaik yang dinilai paling sesuai dengan karakter dan lokasi pameran.

“Momentum ini kita gunakan untuk memperkenalkan karya lokal kita. Peserta pameran saya minta memilih karya terbaik sesuai dengan wilayah atau lokasi pameran agar produk yang dibawa tepat sasaran sekaligus memudahkan kita dalam menawarkan produk,” ungkapnya.

Jelang Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster IKM Bali Harus Kreatif, Kompetitif dan Tetap Jaga Orisinalitas

Pameran Kriyanusa 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kehadiran 23 IKM Bali menjadi peluang untuk memperkenalkan ragam kriya daerah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

Keikutsertaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi. Ajang Kriyanusa juga menjadi ruang bagi perajin untuk memperluas jaringan, membaca perkembangan pasar dan menunjukkan bahwa kerajinan Bali mampu mempertahankan akar tradisi sekaligus mengikuti perubahan selera konsumen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan produk yang dibawa ke pameran merupakan kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika dan budaya. Produk-produk tersebut juga merefleksikan tradisi serta kearifan lokal yang berkembang di Bali.

Ragam produk yang disiapkan mencakup kerajinan anyaman dan kayu, fesyen berbahan tenun tradisional Bali, hingga kriya berbahan logam dan kulit. Pemilihan tersebut diharapkan mampu menggambarkan kekayaan kriya Bali sekaligus memperlihatkan kemampuan perajin mengolah warisan budaya menjadi produk kreatif bernilai tambah.

Dengan persiapan yang matang dan karya yang memiliki identitas kuat, Dekranasda Bali berharap kehadiran 23 IKM pada Kriyanusa 2026 dapat menjadi momentum memperkuat posisi produk kriya Bali di pasar nasional tanpa kehilangan karakter dan orisinalitasnya. (hms/ap)
Read More

Selasa, 01 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 “𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮”, 𝗘𝗻𝗱𝗲𝗸 𝗗𝗶𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻

September 01, 2026 0
Gubernur Koster Hadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, Endek Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Perajin

DENPASAR, Lensabali.id – Dekranasda Bali kembali menggelar Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster.

“Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelestarian sekaligus pengembangan kain tenun endek Bali. Kegiatan tersebut juga melibatkan ASN sebagai pengguna dan konsumen produk industri kecil dan menengah (IKM) lokal, sekaligus membuka ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengatakan, kebijakan penggunaan busana berbahan endek bagi ASN setiap Selasa dan Jumat, serta pemakaian endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemprov Bali, Purnama dan Tilem, bukan sekadar upaya menciptakan keseragaman dalam berpakaian.

Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yakni menjaga warisan tenun tradisional Bali yang memiliki kekhasan motif di setiap daerah. Konsistensi penggunaan endek juga diharapkan menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi perajin, penenun dan pelaku IKM.

Karena itu, ASN diharapkan tidak hanya mengenakan endek, tetapi ikut memperkuat rantai ekonomi lokal dengan membeli produk Bali Bangkit maupun karya perajin yang berkembang di berbagai sentra endek.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya,” tegas Ny. Putri Koster.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan harga murah sebagai alasan untuk meninggalkan produk lokal. Menurutnya, membanjirnya produk dari luar Bali dapat mengancam keberlangsungan kerajinan daerah jika tidak diimbangi kecintaan terhadap karya perajin sendiri.

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Gubernur Koster Hadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, Endek Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Perajin

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Konsepnya tidak berhenti pada peragaan busana, tetapi menggabungkan kain endek dengan kreativitas desainer muda, model, koreografi dan musik sehingga menghasilkan pertunjukan yang sekaligus menjadi media promosi wastra Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai fashion show ini mampu menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Tahun ini, kegiatan melibatkan empat OPD, yakni Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan “Wastra Hitakara” lebih dari sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk melestarikan endek, memperkuat perajin dan menggerakkan ekonomi Bali. (hms/ap)
Read More

Minggu, 30 Agustus 2026

𝗦𝗶𝘀𝗮 𝗞𝘂𝗼𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗲𝘁 𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗛𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀, 𝗢𝗽𝗲𝗿𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻

Agustus 30, 2026 0
Sisa Kuota Internet Tak Lagi Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Perlindungan

JAKARTA, Lensabali.id – Pemerintah resmi melarang operator seluler menghapus atau menghanguskan sisa kuota internet yang telah dibeli pelanggan. Operator juga tidak diperbolehkan membebankan biaya tambahan agar pelanggan dapat mempertahankan atau menggunakan kuota yang masih tersisa.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan kuota internet yang telah dibayar merupakan hak pelanggan. Karena itu, sisa kuota tidak boleh hilang begitu saja ketika masa aktif paket berakhir.

"Kuota yang sudah dibayar oleh pelanggan adalah hak pelanggan. Sisa kuota tidak boleh begitu saja hangus dan operator tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan sisa kuota tersebut," kata Meutya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

Ketentuan itu dituangkan dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Digital (SE Menkomdigi) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXIII/2025 tertanggal 23 Juli 2026. Meutya menyebut aturan ini diperlukan agar pelanggan memperoleh manfaat yang adil dari layanan telekomunikasi yang telah mereka bayarkan.

"Kami juga menerima banyak aduan dari masyarakat bahwa operator belum sepenuhnya mematuhi keputusan MK bahwa sisa kuota internet milik pelanggan tidak boleh hangus secara sepihak saat masa aktif paket berakhir. Sehingga SE ini kami buat untuk memastikan operator mematuhi kebijakan hukum di Indonesia," paparnya.

Sisa Kuota Bisa Diakumulasi hingga Dikembalikan

Melalui aturan baru tersebut, Komdigi mewajibkan operator menyediakan sejumlah mekanisme perlindungan sisa kuota yang dapat dipilih pelanggan. Pilihannya meliputi akumulasi kuota atau rollover, non-rollover, perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, hingga pengembalian dana atau refund. Operator juga dapat menyediakan mekanisme lain selama tidak merugikan pelanggan.

Meutya mengatakan kebijakan ini turut mengubah pola layanan telekomunikasi dengan memberikan ruang lebih besar bagi pelanggan untuk menentukan layanan sesuai kebutuhan dan pola penggunaan masing-masing.

"Sebelumnya, pilihan layanan lebih banyak ditentukan oleh operator. Sekarang kami memastikan pelanggan memiliki pilihan. Pelanggan berhak memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan pola penggunaannya, bukan operator yang memilihkan untuk pelanggan," ujarnya.

Operator juga diwajibkan memberikan informasi layanan secara jelas dan mudah dipahami, mulai dari harga, volume kuota, masa berlaku, segmentasi penggunaan, ketentuan pemakaian wajar, masa berakhir layanan, hingga mekanisme perlindungan sisa kuota.

Selain itu, penyelenggara layanan harus menyediakan kanal pemantauan terintegrasi sehingga pelanggan dapat memeriksa penggunaan dan sisa kuota dari layanan yang dipilih.

Operator diberi waktu hingga 28 September 2026 untuk menyampaikan laporan pemenuhan kewajiban kepada Komdigi. Selanjutnya, laporan perkembangan pemenuhan kewajiban tersebut wajib disampaikan secara berkala setiap bulan.

Komdigi akan melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan seluruh operator mematuhi ketentuan terkait perlindungan sisa kuota serta memberikan pilihan layanan yang sesuai bagi pelanggan. (ap)
Read More

Minggu, 23 Agustus 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘆𝗯𝗮𝗻𝗸 𝗠𝗮𝗿𝗮𝘁𝗵𝗼𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗽𝗼𝗿𝘁 𝗧𝗼𝘂𝗿𝗶𝘀𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 23, 2026 0
Gubernur Koster Dukung Maybank Marathon 2026, Perkuat Sport Tourism dan UMKM Bali

GIANYAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Maybank Marathon 2026 yang berlangsung di Bali United Training Center, Kabupaten Gianyar, Minggu (23/8). Kehadiran ajang lari berskala internasional tersebut dinilai tidak hanya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism, tetapi juga membuka ruang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UMKM lokal.

Maybank Marathon 2026 diikuti lebih dari 14.000 pelari dari 46 negara. Peserta berasal dari berbagai negara, termasuk 11 pelari elite dari Kenya dan Ethiopia, yang ambil bagian dalam sejumlah kategori lomba, mulai dari Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,1 kilometer, 10K, Wheelchair, hingga Children’s Sprint.

Di sela kegiatan, Gubernur Koster menyempatkan diri mengunjungi sejumlah stan UMKM yang berada di kawasan penyelenggaraan. Ia melihat langsung produk-produk lokal yang dipasarkan sekaligus turut berbelanja sebagai bentuk dukungan kepada pelaku usaha yang memperoleh kesempatan memperkenalkan produknya kepada peserta dan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

“Ini menjadi bagian penting dari bagaimana event internasional memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan UMKM Bali,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, penyelenggaraan Maybank Marathon menunjukkan bagaimana sebuah event internasional dapat mempertemukan olahraga, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan. Kehadiran ribuan peserta mancanegara sekaligus menjadi peluang promosi bagi berbagai potensi Bali.

Maybank Marathon sendiri memiliki posisi penting dalam kalender olahraga lari internasional. Ajang tersebut tercatat sebagai marathon pertama di Indonesia yang meraih status Elite Label dari World Athletics sejak 2020. Pada penyelenggaraan tahun ini, Maybank Marathon kembali mengantongi sertifikasi Elite Label Road Race.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, Maybank Marathon telah berkembang menjadi salah satu penggerak sport tourism di Bali. Penyelenggaraan tahun ini ditargetkan memberikan perputaran ekonomi sekitar Rp300 miliar, meningkat dari dampak ekonomi regional sekitar Rp255 miliar pada tahun sebelumnya.

Gubernur Koster Dukung Maybank Marathon 2026, Perkuat Sport Tourism dan UMKM Bali

Manfaat ekonomi tersebut turut dirasakan berbagai sektor, mulai dari akomodasi, transportasi, pariwisata, ekonomi kreatif hingga UMKM. Ribuan pelari dan pendamping yang datang ke Bali memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk dan potensi lokal kepada khalayak internasional.

Selain aspek olahraga dan ekonomi, Maybank Marathon 2026 juga membawa sejumlah agenda sosial serta lingkungan. Di antaranya program “Jejak Hijau Desa Sanding” yang diarahkan pada pengembangan desa berkelanjutan, Biru Charity untuk pemberdayaan 100 generasi muda penyandang disabilitas dan anak yatim di Bali, serta Run for Charity yang melibatkan 36 pelari dengan membawa misi sosial.

Bagi Bali, Maybank Marathon menjadi lebih dari sekadar kompetisi lari. Perhelatan tersebut menghadirkan pergerakan wisatawan, mendorong aktivitas UMKM, memperkenalkan budaya dan produk lokal, sekaligus membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dukungan Gubernur Koster menegaskan pentingnya penyelenggaraan event internasional yang tidak berhenti pada kemeriahan kegiatan, tetapi mampu menghasilkan manfaat ekonomi secara luas. Maybank Marathon menjadi salah satu contoh bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian Bali. (*/ap)
Read More

Jumat, 21 Agustus 2026

𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗗𝗲𝘀𝗶𝗹 𝟵 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝟭𝟬 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗵𝗮𝗹 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗣𝗮𝘀-𝗽𝗮𝘀𝗮𝗻? 𝗕𝗲𝗴𝗶𝗻𝗶 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗿𝘂𝗶 𝗗𝗮𝘁𝗮

Agustus 21, 2026 0
Masuk Desil 9 atau 10 Padahal Ekonomi Pas-pasan? Begini Cara Perbarui Data

JAKARTA, Lensabali.id - Kementerian Sosial (Kemensos) membagi tingkat kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok atau desil yang menjadi salah satu acuan penyaluran bantuan sosial (bansos) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam pemetaan tersebut, desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Belakangan, status desil ramai diperbincangkan setelah sejumlah masyarakat mengaku masuk desil 9 atau 10 meski merasa kondisi ekonominya tidak mencerminkan kategori tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah posisi desil dapat diperbarui jika tidak sesuai keadaan sebenarnya.

Apakah Desil DTSEN Bisa Diubah?

Status desil dalam DTSEN bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi masyarakat maupun hasil pemutakhiran data.

Masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang disediakan Kemensos. Pengajuan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Cek Bansos maupun secara offline melalui pemerintah desa, kelurahan, atau dinas sosial.

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Online

Pengajuan perubahan data dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos.
  2. Registrasi menggunakan data e-KTP dan Kartu Keluarga.
  3. Login ke aplikasi.
  4. Pilih fitur "Usul Sanggah" atau "Usulkan Pembaruan".
  5. Pilih "Request Pembaruan Data".
  6. Tentukan data yang ingin diperbaiki dan lengkapi informasinya.
  7. Unggah dokumen pendukung yang diperlukan.

Data yang diajukan selanjutnya akan melalui proses verifikasi. Karena itu, masyarakat perlu memastikan informasi serta dokumen yang diberikan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Cara Mengubah Desil DTSEN Secara Offline

Selain melalui aplikasi, pembaruan data juga dapat diajukan secara langsung. Masyarakat dapat mendatangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat dengan membawa dokumen yang diperlukan.

Tahapannya meliputi:
  1. Mendatangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial.
  2. Membawa KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung.
  3. Menyampaikan permohonan perubahan data kepada petugas.
  4. Petugas melakukan pengecekan melalui sistem SIKS-NG.
  5. Mengajukan pembaruan disertai dokumen pendukung.
  6. Menunggu proses verifikasi, termasuk kemungkinan survei lapangan.

Desil Tinggi Tak Otomatis Berarti Tak Dapat Bansos

Status desil merupakan bagian dari pemetaan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN. Karena itu, masyarakat yang merasa posisi desilnya tidak lagi sesuai dengan kondisi ekonomi dapat mengajukan pembaruan data.

Namun, perubahan desil tidak terjadi otomatis setelah pengajuan. Data harus melalui proses verifikasi dan pemutakhiran sebelum posisi desil diperbarui.

Masyarakat juga perlu memastikan data kependudukan serta informasi kondisi sosial ekonomi yang tercatat sudah benar. Dengan data yang akurat, proses pemutakhiran diharapkan dapat berjalan lebih tepat sesuai kondisi masyarakat. (ap)
Read More

Rabu, 19 Agustus 2026

𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶, 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂𝗮𝘀 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿: 𝗜𝗡𝗦𝗧𝗜𝗞𝗜 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻 𝗞𝗮𝗶𝗻 𝗣𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 19, 2026 0
Lestarikan Tradisi, Perluas Pasar: INSTIKI Digitalisasi Perajin Kain Prada Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Upaya menjaga keberlanjutan kain prada Bali kini tidak hanya bertumpu pada keterampilan tradisional. Para perajin juga didorong memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat pengelolaan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Langkah tersebut dilakukan Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program bertajuk “Pemberdayaan Perajin Kain Prada Bali melalui Transformasi Digital Manajemen Produksi dan Pemasaran untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Budaya” itu menggandeng Agung Prada Bali, UMKM perajin kain prada yang berada di Denpasar.

Tim pengabdian yang terdiri atas Theresia Hendrawati, Christina Purnama Yanti, dan Ni Kade Ayu Nirwana mendampingi perajin yang telah memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun. Meski menguasai teknik tradisional, mitra masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan produksi, keuangan, branding, serta pemasaran digital.

Digitalisasi untuk Perkuat Manajemen

Ketua tim pengabdian, Theresia Hendrawati, mengatakan teknologi dalam program tersebut ditempatkan sebagai pendukung, bukan pengganti proses tradisional yang menjadi karakter utama kain prada Bali.

"Teknologi kami tempatkan sebagai alat bantu bagi perajin. Nilai utama kain prada tetap berada pada keterampilan dan budaya yang diwariskan, sedangkan teknologi membantu dari sisi pencatatan, pengelolaan produksi, branding, dan pemasaran," ujar Theresia dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Pada pengelolaan produksi dan keuangan, tim menerapkan sistem sederhana menggunakan Microsoft Excel. Sistem tersebut membantu mitra mencatat transaksi, bahan baku, persediaan, hasil produksi hingga menghitung Harga Pokok Produksi (HPP).

Pemilihan sistem sederhana dilakukan agar mudah dipelajari dan dapat digunakan secara mandiri tanpa membebani mitra dengan biaya berlangganan. Tim juga menyusun Standard Operating Procedure (SOP) Produksi Kain Prada Bali sebagai panduan dari persiapan bahan dan motif hingga proses finishing serta pemeriksaan produk.

Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Pendampingan juga menyasar aspek pemasaran. INSTIKI membantu Agung Prada Bali membangun logo dan identitas visual yang konsisten, sekaligus menghasilkan foto serta video produk untuk kebutuhan media sosial dan katalog digital.

Anggota tim pengabdian Christina Purnama Yanti mengatakan kualitas visual menjadi faktor penting untuk memperkenalkan kain prada kepada pasar yang lebih luas.

"Kain prada memiliki kekuatan visual yang sangat khas. Karena itu, kami membantu mitra mendokumentasikan produk dengan lebih baik agar motif, detail prada, dan karakter produknya dapat terlihat secara optimal ketika dipasarkan melalui media digital," jelas Christina.

Tim selanjutnya mendampingi pengelolaan Instagram Agung Prada Bali, termasuk cara mengatur profil, mengunggah konten, menyampaikan informasi produk, serta memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran.

E-Catalog Jadi Etalase Produk

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah e-catalog berbasis website. Platform tersebut berfungsi sebagai etalase digital yang memuat foto, nama produk, motif, ukuran, hingga harga kain prada.

Dengan katalog tersebut, calon konsumen dapat memperoleh informasi produk tanpa harus datang langsung ke tempat usaha.

"Mitra juga mendapatkan pelatihan penggunaan e-catalog agar tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi mampu memanfaatkan dan mengelola media digital tersebut dalam kegiatan usaha," ungkapnya.

Program tidak berhenti pada pembuatan perangkat digital. Pelatihan dan pendampingan diberikan agar perajin dapat mengoperasikan serta mengembangkan teknologi secara mandiri.

Sejumlah luaran telah dihasilkan, mulai dari sistem manajemen produksi, keuangan dan HPP berbasis Excel, SOP produksi, logo dan identitas visual, foto serta video produk, Instagram mitra, e-catalog website, hingga integrasi WhatsApp dan Instagram.

Tradisi Tetap Menjadi Fondasi

INSTIKI menilai digitalisasi tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses tradisional, melainkan memperkuat keberlanjutan usaha berbasis budaya. Keterampilan membuat kain prada tetap menjadi fondasi, sementara teknologi membuka peluang untuk memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas.

Melalui program tersebut, Agung Prada Bali diharapkan memiliki tata kelola usaha yang lebih terstruktur dan saluran pemasaran yang semakin luas. Di saat yang sama, identitas budaya serta keterampilan tradisional yang melekat pada kain prada Bali tetap terjaga. (ap)
Read More

Selasa, 18 Agustus 2026

𝗕𝗜 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗮𝘆𝗮 𝗤𝗥𝗜𝗦 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗠𝗲𝗿𝗰𝗵𝗮𝗻𝘁 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗢𝗸𝘁𝗼𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟲

Agustus 18, 2026 0
BI Gratiskan Biaya QRIS untuk Seluruh Merchant Mulai Oktober 2026

BADUNG, Lensabali.id - Bank Indonesia (BI) akan memperluas kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS 0 persen kepada seluruh merchant mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan biaya transaksi sekaligus memperluas pemanfaatan pembayaran digital.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan ketentuan tersebut akan berlaku efektif pada 1 Oktober 2026. Sementara itu, aturan MDR 0 persen yang sebelumnya berlaku bagi merchant kategori Usaha Mikro (UMi) dengan transaksi hingga Rp 500 ribu tetap berjalan.

"Kebijakan ini akan mulai efektif per tanggal 1 Oktober 2026. Kebijakan ini akan memberikan ruang efisiensi biaya transaksi bagi para pelaku usaha, agar manfaat ekonomi digital semakin luas dan inklusif. Sekaligus mendukung penguatan daya beli masyarakat," kata Destry, Selasa (18/8/2026).

Perluasan MDR 0 persen tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan penggunaan QRIS di berbagai segmen usaha. BI berharap semakin banyak transaksi digital yang dilakukan masyarakat sehingga turut menggerakkan aktivitas ekonomi.

"Perluasan kebijakan MDR QRIS 0% diharapkan dapat mendorong akseptasi dan peningkatan volume transaksi QRIS, memperluas digitalisasi pembayaran pada berbagai segmen usaha, serta pada gilirannya mendukung peningkatan aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat," ujarnya.

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari langkah BI menjaga pertumbuhan ekonomi melalui sistem pembayaran yang semakin efisien dan digital.

"Sesuai Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi," tandasnya. (ap)
Read More

Senin, 17 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗳𝗮𝗹 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗣𝗕𝗨 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮𝘅 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀

Agustus 17, 2026 0
Hafal Proklamasi, Warga di SPBU Jembrana Dapat Pertamax Gratis

JEMBRANA, Lensabali.id – Ada cara unik untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di sebuah SPBU di Jembrana. Warga yang mampu menghafalkan dan melafalkan Teks Proklamasi mendapat hadiah bahan bakar minyak (BBM) gratis.

Sejumlah warga yang tengah mengantre mengisi BBM ikut mencoba tantangan tersebut. Hingga pukul 11.00 Wita, baru dua peserta yang berhasil melafalkan teks dengan lancar tanpa melihat contekan.

Suasana kemerdekaan juga terasa dari penampilan petugas sif pagi SPBU Sudirman. Mereka mengenakan pakaian bernuansa perjuangan, bahkan salah satu petugas tampil dengan kostum menyerupai veteran perang.

Pengelola SPBU Sudirman, Iskandar Alfan, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengajak masyarakat meningkatkan rasa cinta terhadap Tanah Air sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan.

"Tahun ini agak beda, jadi tidak hanya challenge saja, tapi karyawan SPBU kita khususnya yang kerja pagi mengenakan pakaian nuansa perjuangan," ungkap Iskandar saat ditemui, Senin.

Menurut Iskandar, tantangan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda, sekaligus mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

"Tadi kita lihat ada beberapa yang mengikuti, ada yang hafal dan ada juga yang tidak. Untuk mereka yang hafal salah satu kita berikan dua liter Pertamax gratis dan yang hafal keduanya kita berikan 4 liter. Kegiatan ini sampai Pukul 12.00 Wita," papar Iskandar.

Salah satu peserta yang berhasil mendapatkan BBM gratis ialah Putu Cahya Ananta Putra (14), warga Budeng yang masih duduk di bangku SMP. Ia mengaku baru mulai menghafalkan Teks Proklamasi setelah mendapat informasi dari sang ibu.

"Dapat dua liter. Baru tadi dapat info dari Ibuk makanya langsung ke sini. Sekitar satu jam belajar akhirnya bisa dan dapat BBM gratis," kata Cahya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sederhana SPBU Sudirman mengemas peringatan HUT RI agar lebih interaktif, sekaligus mengajak masyarakat kembali mengingat teks bersejarah yang menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia. (ap)
Read More

Minggu, 16 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗥𝗲𝘀𝗮𝗵, 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗜𝗺𝗽𝗼𝗿 𝗧𝗵𝗮𝗶𝗹𝗮𝗻𝗱 𝗗𝗶𝗷𝘂𝗮𝗹 𝗥𝗽 𝟭𝟱 𝗥𝗶𝗯𝘂/𝗞𝗴

Agustus 16, 2026 0
Pedagang Resah, Bawang Merah Diduga Impor Thailand Dijual Rp 15 RibuKg

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bawang merah yang diduga berasal dari Thailand mulai beredar di Pasar Galiran, Klungkung, Bali. Kehadiran komoditas impor tersebut membuat pedagang bawang merah lokal resah karena harganya jauh lebih murah dan berpotensi menekan harga produk lokal, terutama saat memasuki masa panen raya.

Salah satu pedagang, Mujakir Ilyas, mengatakan bawang merah yang diduga impor itu mulai masuk sekitar 7 Agustus 2026. Dalam beberapa hari terakhir, pasokannya disebut semakin banyak sehingga harga bawang merah lokal ikut turun.

Harga bawang merah lokal yang sebelumnya mencapai Rp 28.500 per kilogram kini berada di kisaran Rp 24 ribu. Sementara bawang yang disebut berasal dari Thailand dijual dengan harga jauh lebih rendah.

"Masuknya sekitar tanggal 7 Agustus lalu. Masalahnya adalah barang impor ini datang di saat harga lagi bagus-bagusnya. Bawang merah dengan kualitas hampir sama dengan lokal ini masuk dengan harga sangat miring. Ke gudang harganya Rp 15 ribu per kilo. Berbeda jauh dengan lokal di kisaran Rp 19 sampai Rp 23 ribu per kilo," ungkap Mujakir saat ditemui di Pasar Galiran, Minggu (16/8/2026).

Selama ini, pasokan bawang merah di Pasar Galiran berasal dari sejumlah daerah, seperti Bima, Jawa, dan Kintamani, Bangli. Menurut Mujakir, perbedaan asal tersebut tidak terlalu menjadi persoalan karena harga bawang lokal relatif berimbang.

Namun, masuknya bawang yang diduga berasal dari Thailand dinilai berbeda karena harganya lebih murah. Kondisi tersebut semakin dikhawatirkan pedagang lantaran saat ini petani lokal memasuki masa panen raya, sehingga stok bawang merah di pasaran tengah melimpah.

Mujakir mengaku sempat melihat bawang tersebut didatangkan menggunakan truk berkapasitas sekitar 10 ton pada malam hari. Awalnya ia menduga komoditas tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, setelah menghubungi rekan bisnis di daerah tersebut, ia mendapat informasi tidak ada pengiriman bawang ke Bali.

Ia kemudian menelusuri informasi melalui rekan bisnis di Jawa yang bergerak dalam bidang ekspor-impor. Dari komunikasi tersebut, Mujakir mendapat informasi bahwa bawang merah yang dijual murah di Pasar Galiran diduga berasal dari Thailand.

"Jadi informasi ini bisa saya pertanggungjawabkan. Ini juga sudah saya posting di media sosial saya. Dari postingan itu, ternyata banyak pedagang yang sudah tahu dan menaruh kekhawatiran yang sama," jelasnya.

Mujakir meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mengecek dugaan peredaran bawang impor tersebut. Menurutnya, pengawasan distribusi perlu dilakukan untuk memastikan komoditas yang masuk tidak merugikan pedagang maupun petani lokal.

"Kami minta pemerintah dan APH bertindak tegas. Tolong telusuri dugaan beredarnya bawang merah impor ini di Pasar Galiran. Kalau tidak ada pembatasan atau pengecekan langsung di tengah panen raya ini, nasib pedagang dan petani bawang merah lokal betul-betul di ujung tanduk," tegas Mujakir.

Pedagang kini menunggu respons Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Klungkung terkait dugaan peredaran bawang merah asal Thailand tersebut. Kepala dinas terkait, I Komang Dharma Suyasa, belum memberikan tanggapan kepada detikBali hingga berita ini diterbitkan. (ap)
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗿 𝗦𝘄𝗮𝘀𝗲𝗺𝗯𝗮𝗱𝗮 𝗗𝗮𝗴𝗶𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗽𝗶, 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗰𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟱-𝟲 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻

Agustus 14, 2026 0
Prabowo Kejar Swasembada Daging Sapi, Ditargetkan Tercapai 5-6 Tahun

JAKARTA, Lensabali.id – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada daging sapi dalam lima hingga enam tahun mendatang. Target tersebut disampaikan saat Prabowo memaparkan capaian dan arah kebijakan pangan nasional dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, serta DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (14/8/2026).

"Kita masih belum swasembada daging, itu akan kita kerjakan yang insyaallah bisa kita capai dalam 5-6 tahun ke depan," kata Prabowo dalam pidatonya.

Di tengah upaya mengejar kemandirian daging sapi, Prabowo menyebut pemerintah telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

"Tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," ujar Prabowo.

Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pertanian, penyuluh pertanian, kementerian dan lembaga lainnya hingga pemerintah daerah.

Prabowo juga menyebut dukungan TNI dan Polri turut berperan dalam mendorong pencapaian tersebut. Ia menilai keberhasilan Indonesia memperkuat ketahanan pangan merupakan hasil semangat gotong royong.

"Menteri Pertanian, penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung Pemda, TNI dan Polri, semuanya semangat gotong royong kita mencapai suatu prestasi yang diakui dunia," tegasnya.

Dengan capaian tersebut, pemerintah kini akan melanjutkan penguatan produksi pangan, termasuk sektor peternakan sapi. Target swasembada daging sapi dalam lima hingga enam tahun menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan nasional. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗘𝗠𝗕𝗜𝗥𝗔

Agustus 14, 2026 0

Hadiri Hari UMKM Nasional 2026, Ny. Putri Koster Apresiasi Gerakan GEMBIRA

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengapresiasi Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali. Program tersebut dinilai menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk bertahan, berkembang, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran melalui kanal digital maupun luring.

Apresiasi itu disampaikan Putri Koster saat menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8). Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan secara konsisten dengan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha.

Putri Koster juga menyoroti kolaborasi Dinas Koperasi dan UMKM dengan TP PKK Provinsi Bali melalui program Bergerak dan Berbagi. Program ini menghadirkan chef ke desa-desa untuk memberikan pelatihan memasak bagi masyarakat yang memiliki minat di bidang kuliner.

Dalam setiap kegiatan, chef memilih 30 peserta. Dengan pelaksanaan di tiga desa dalam sehari, sebanyak 90 orang mendapat kesempatan memperoleh keterampilan baru yang diharapkan dapat menjadi modal untuk merintis usaha kuliner.

Menurut Putri Koster, kegiatan tersebut sekaligus membuka peluang bagi masyarakat mengolah dan memasarkan pangan berbahan baku khas daerah masing-masing. Dengan demikian, potensi lokal dapat berkembang menjadi produk UMKM yang memiliki nilai ekonomi.

Hadiri Hari UMKM Nasional 2026, Ny. Putri Koster Apresiasi Gerakan GEMBIRA

Pelaku UMKM kuliner juga terus diberikan ruang melalui Pesta Kesenian Bali (PKB). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempertemukan produk kerajinan dan olahan pangan lokal dengan pasar yang lebih luas sekaligus memberi manfaat bagi pelaku usaha.

Putri Koster mengingatkan agar pengembangan usaha tidak hanya mengejar pemasaran, tetapi juga memperhatikan kualitas produk. Aspek kesehatan, kebersihan proses produksi, kelayakan konsumsi, serta penggunaan bahan baku lokal menjadi hal yang harus dijaga.

Dengan pembinaan lintas sektor, termasuk dukungan BPOM dalam memastikan keamanan dan kelayakan produk, ia optimistis UMKM Bali mampu berkembang dari pasar lokal menuju tingkat nasional. Pembinaan juga diharapkan terus berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali Tri Arya Dhyana Kubontubuh menyampaikan apresiasi atas dukungan Putri Koster terhadap perkembangan UMKM dan IKM. Pendampingan tersebut dinilai mampu memberi motivasi kepada pelaku usaha untuk terus berkarya dan memperluas pasar.

Peringatan Hari UMKM Nasional 2026 menjadi yang pertama kali digelar di Bali. Momentum ini sekaligus menjadi bentuk penghargaan kepada UMKM kuliner tradisional yang berpartisipasi dalam PKB XLVIII Tahun 2026, dengan 20 UMKM berpenjualan tertinggi menerima penghargaan. (hms/ap)
Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗥𝗼𝗮𝗱 𝗦𝗵𝗼𝘄 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀

Agustus 13, 2026 0
Dekranasda Bali Fashion Road Show Hadir di Denpasar, Dorong Desainer Lokal dan Wastra Bali Naik Kelas

DENPASAR, Lensabali.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menggelar Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8). Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan bagi desainer lokal dan wastra Bali agar semakin dikenal serta memiliki nilai ekonomi yang lebih kuat.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan panggung bagi desainer Bali. Menurutnya, kreativitas para pelaku mode lokal perlu terus didorong agar mampu berkembang sekaligus memperluas pasar.

“Memang kami khusus ingin mengangkat para desainer Provinsi Bali. Kami memiliki trilogi fashion show, salah satunya Dekranasda Bali Fashion Day yang diselenggarakan setiap bulan dan diisi oleh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menegaskan, fashion show bukan semata-mata tentang penampilan busana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kain tradisional Bali sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kain tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Hal ini sudah terlihat dari geliat dan omzet yang dihasilkan melalui program Bali Bangkit,” jelasnya.

Dekranasda Bali, lanjut Putri Koster, juga secara rutin memberikan kesempatan kepada desainer yang telah berkembang untuk memperluas jejaring hingga ke luar Bali. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan desainer yang menjadi trendsetter tanpa kehilangan akar budaya serta tetap memperkuat pasar lokal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk semakin bangga mengenakan karya desainer Bali dan kain tradisional hasil tangan para perajin lokal.

“Mari kita dengan bangga mempergunakan desainer-desainer lokal kita. Kita harus bangga menggunakan kain yang ditenun oleh orang Bali,” ajaknya.

Putri Koster juga melihat industri fashion sebagai sebuah ekosistem yang saling menghidupkan. Penggunaan kain tradisional akan menciptakan kebutuhan terhadap penjahit, kemudian membuka ruang bagi desainer dan model untuk berkembang.

“Dari kain membutuhkan tukang jahit. Tukang jahit akan tumbuh bersama para desainer. Kemudian desainer membutuhkan para model. Jadi adik-adik Bali yang cantik-cantik ini juga bisa diberdayakan oleh para desainer,” ungkapnya.

Dekranasda Bali Fashion Road Show Hadir di Denpasar, Dorong Desainer Lokal dan Wastra Bali Naik Kelas

Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengapresiasi konsistensi Dekranasda Provinsi Bali dalam memperkenalkan dan melestarikan wastra Bali. Ia menilai peran tersebut menjadi inspirasi bagi daerah untuk terus mengembangkan produk kerajinan dan fashion berbasis budaya.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Bali karena dalam kepemimpinan Ibu senantiasa menjadi inspirasi di daerah dalam menggemakan wastra Bali,” ujarnya.

Menurutnya, mengenakan kain tradisional tidak hanya berkaitan dengan gaya berbusana, tetapi juga bentuk dukungan terhadap industri kecil dan menengah serta upaya menjaga warisan budaya.

“Ketika kita memakai kain tradisional Bali, maka itu artinya kita sudah mendukung IKM dan UKM kita sekaligus menjaga kelestarian,” katanya.

Gelaran tersebut kemudian diisi peragaan busana karya sejumlah desainer Bali, mulai dari Turah Mayun AAA, Taksu Design, Lusi Damai, Paras Bali, Arunika, Deluxe, Kwace Bali hingga Body & Mind. Penampilan Gus Teja turut mengiringi rangkaian acara.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Bali berharap ekosistem fashion berbasis wastra semakin kuat, melibatkan perajin, penjahit, desainer, model hingga konsumen. Dengan demikian, kain tradisional Bali tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi kreatif. (hms/ap)
Read More

Rabu, 12 Agustus 2026

𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗦𝗣𝗣𝗚 𝗠𝗕𝗚 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻

Agustus 12, 2026 0
Jagung Melimpah, Petani Klungkung Menanti SPPG MBG Serap Hasil Panen

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Musim panen raya membawa angin segar bagi petani jagung di Kabupaten Klungkung. Produksi yang melimpah dengan kualitas lebih baik dibanding tahun sebelumnya membuat petani berharap hasil panen mereka bisa ikut diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, hingga memasuki panen kedua, belum ada SPPG yang datang untuk membeli hasil jagung petani. Untuk sementara, hasil panen masih dipasarkan melalui jalur konvensional, termasuk dijual ke pasar dan tengkulak.

Salah seorang petani, Nyoman Budi Arsa, mengatakan dirinya belum memperoleh informasi mengenai adanya penyerapan jagung oleh SPPG. Ia berharap program tersebut dapat menjadi alternatif pasar bagi petani lokal.

"Sampai saat ini belum ada informasinya. Kami berharap ada yang datang membeli hasil panen. Semoga saja ada yang datang," ujar Arsa saat ditemui detikBali, Rabu (12/8/2026).

Produksi jagung Arsa tahun ini terbilang meningkat. Dari lahan seluas 15 are, ia mampu memanen sekitar 6.000 buah jagung. Hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya yang terdampak serangan hama hingga menyebabkan kerugian besar.

"Tahun ini cuacanya jauh lebih bagus dan hamanya sedikit. Panennya lumayan cepat, cuma butuh waktu sekitar 70 hari atau dua bulan," ungkapnya.

Dari segi kualitas, sekitar tiga buah jagung kualitas biasa sudah memiliki bobot sekitar satu kilogram. Sementara jagung kualitas super hanya membutuhkan sekitar dua buah untuk mencapai berat yang sama.

Peningkatan produksi dan kualitas tersebut turut mendongkrak pendapatan petani. Dari lahan 15 are, Arsa kini mampu memperoleh sekitar Rp5 juta dari hasil penjualan kepada tengkulak. Tahun sebelumnya, pendapatannya hanya sekitar Rp1 juta akibat serangan hama.

Saat ini, harga jagung kualitas super di tingkat petani berada pada kisaran Rp2.000-Rp2.500 per buah. Jika dihitung berdasarkan bobot, harganya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Melihat kondisi panen yang cukup melimpah, Arsa dan petani jagung lainnya berharap SPPG MBG dapat menyerap hasil produksi mereka secara langsung. Menurutnya, keterlibatan program pemerintah sebagai pembeli dapat membuka pasar yang lebih pasti bagi petani.

Selain membantu pemasaran, penyerapan langsung oleh SPPG juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani lokal Klungkung. (ap)
Read More