LENSA BALI: Hiburan

Hot


Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiburan. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2026

𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗟𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 𝗚𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗔𝗿𝘁 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 14, 2026 0
Seni Lintas Agama Meriahkan Tirta Gangga Art Festival di Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Tirta Gangga Art Festival kembali digelar di Karangasem, Bali, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari berbagai latar belakang. Festival yang berlangsung pada 13-19 September 2026 itu tidak hanya menampilkan kesenian Bali dan Hindu, tetapi juga seni budaya lintas agama.

Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya, mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus memperkenalkan beragam kesenian dan kebudayaan yang berkembang di Bali.

Selain tari massal, rangkaian kegiatan juga diisi parade budaya dan sejumlah perlombaan yang berlangsung selama festival.

"Sudah tentunya festival ini kami menyelenggarakan atau menampilkan seni-seni budaya, bukan saja seni budaya Hindu atau Bali, tetapi kami juga menampilkan seni budaya dari lintas agama," kata Kosalya saat ditemui di sela-sela acara, Minggu (13/9/2026).

Menurut Kosalya, keberagaman menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Bali. Pulau Dewata tidak hanya memiliki tradisi seni yang erat dengan budaya Hindu, tetapi juga kehidupan masyarakat dari berbagai agama yang hidup berdampingan dengan toleransi.

Selain menjadi wadah pelestarian budaya, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata, khususnya di Karangasem. Kehadiran festival diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Gumi Lahar.

"Harapan kami dengan penyelenggaraan festival ini, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali khususnya ke Karangasem makin meningkat," harap Kosalya.

Ia juga mengajak pelaku pariwisata, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama mendorong kebangkitan pariwisata Karangasem. Salah satunya melalui kegiatan seni dan budaya yang dapat memperkaya daya tarik daerah.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau Gus Par turut menyambut positif penyelenggaraan Tirta Gangga Art Festival. Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi pariwisata Karangasem sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan.

Gus Par berharap festival ini dapat semakin memperkuat citra Karangasem sebagai salah satu tujuan wisata di Bali. Pertumbuhan pariwisata juga diharapkan membawa dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang masuknya investasi ke daerah.

"Ini sangat bagus sekali untuk mengangkat nama Karangasem untuk ke depannya. Mudah-mudahan ke depan pariwisata makin meningkat, kunjungan wisata juga makin meningkat," harap Gus Par. (ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗟𝗦𝗧 𝗦𝘂𝗿𝗳𝗶𝗻𝗴 & 𝗠𝘂𝘀𝗶𝗰 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗸𝗼𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻

September 08, 2026 0

Tutup LST Surfing & Music Festival 2026, Bupati Satria Dorong Jadi Ikon Pariwisata Nusa Lembongan

KLUNGKUNG, Lensabali.id — LST Surfing and Music Festival 2026 resmi berakhir setelah ditutup Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra di Pantai Mahagiri, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Senin (7/9/2026).

Festival yang digelar selama dua hari, 6–7 September 2026, tersebut merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Lembongan Surf Team (LST) bersama Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Kegiatan tahun ini kembali memadukan olahraga selancar dengan hiburan musik dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi para peselancar, festival tersebut juga diarahkan untuk memperkuat promosi pariwisata Nusa Lembongan. Unsur budaya dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, peserta, wisatawan hingga masyarakat Nusa Lembongan.

Menurutnya, keberlanjutan event tersebut penting untuk terus dijaga dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Festival diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Nusa Lembongan sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.

"Saya berharap LST Surfing and Music Festival dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik dan dampak yang semakin besar bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai salah satu ikon kegiatan yang mampu memperkuat daya tarik Nusa Lembongan, memberikan ruang bagi talenta muda, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar Bupati Satria.

Tutup LST Surfing & Music Festival 2026, Bupati Satria Dorong Jadi Ikon Pariwisata Nusa Lembongan

Selain pengembangan event, Satria menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian lingkungan laut. Menurutnya, kemajuan destinasi wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem yang menjadi bagian penting dari daya tarik Nusa Lembongan.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda dinilai memiliki peran yang sama dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia LST Surfing and Music Festival 2026 I Gede Bujana mengatakan, acara penutupan menjadi puncak apresiasi bagi para atlet selancar sekaligus seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan festival.

“Puncak malam diramaikan oleh deretan musisi seperti Superman Is Dead (SID), KIS ft Yessy Diana, 3W, Leeyonk Sinatra, El'Laura, Rock n Roll Bastard, Malibu Stone, Rock Candy, Wayan Darmita, Circle-Q, serta sajian musik dari DJ Inop, DJ Ade Danu, dan DJ Alan,” ucapnya.

Dengan berakhirnya festival tahun ini, LST dan PSOI diharapkan dapat terus menjaga konsistensi penyelenggaraan sekaligus meningkatkan kualitas event. Kolaborasi olahraga, musik, pariwisata, budaya, dan UMKM menjadi modal untuk menjadikan LST Surfing and Music Festival sebagai kegiatan yang semakin dikenal dan memberi dampak nyata bagi Nusa Lembongan. (*/ap)
Read More

Kamis, 03 September 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗵𝗮𝗶𝗹𝗮𝗻𝗱, 𝗔𝗿𝘆𝗮 𝗪𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗞𝗹𝗮𝗿𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶

September 03, 2026 0
Hadiri Kontes Waria di Thailand, Arya Wedakarna Beri Klarifikasi

DENPASAR, Lensabali.id - Arya Wedakarna (AWK) memberikan penjelasan terkait kehadirannya dalam sebuah acara di Thailand yang turut menampilkan kontes waria. Kehadiran AWK menjadi perhatian setelah video dan foto kunjungannya beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan warganet.

Dalam kegiatan tersebut, AWK tampil mengenakan pakaian adat Bali. Ia juga didampingi seorang ajudan dari unsur TNI yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH).

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, AWK menjelaskan kehadirannya di Thailand dalam rangka menerima penghargaan dari sebuah komite pariwisata bernama MS Organizer.

"Dalam acara itu berbagai kalangan mungkin yang dianggap normal dan tidak normal, kita tahu Thailand seperti apa kan, dan saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gendernya apa, kan itu etika ya," kata AWK dalam unggahannya, Rabu (2/9/2026).

AWK menegaskan keberadaannya di acara tersebut bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara. Ia menyebut datang sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali sekaligus Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan untuk mewakili DPD RI.

"Kalau dari Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah karena di acara itu ada delegasi dari 15 negara dan mereka semua cinta sama Bali," ungkap dia.

Mengenai kontes ratu waria yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, AWK mengaku tidak mengetahui secara detail rangkaian acara. Ia mengatakan fokus kedatangannya adalah menghadiri agenda penerimaan penghargaan.

"Mengenai pemilihan miss miss macam-macam, saya nggak paham karena mungkin itu rangkaian ya. Jadi saya duduk hadir menerima penghargaan ya sudah pulang, gitu ya," ujar dia.

AWK turut memberikan klarifikasi mengenai keberadaan seorang pria berseragam TNI yang terlihat berada di sampingnya selama acara berlangsung. Menurutnya, personel tersebut merupakan ajudan yang memang bertugas mendampinginya untuk kepentingan pengamanan.

"Memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja," kata Arya.

"Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya," imbuhnya.

Dengan penjelasan tersebut, AWK menegaskan kehadirannya dalam acara di Thailand berkaitan dengan penghargaan dan agenda budaya-pariwisata, bukan sebagai representasi lembaga negara maupun untuk terlibat dalam penyelenggaraan kontes yang menjadi bagian dari acara tersebut. (ap)
Read More

Minggu, 30 Agustus 2026

𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘂𝗸𝘂 𝗨𝗺𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗼𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗨𝗷𝗶 𝗖𝗼𝗯𝗮 𝗖𝗮𝗿 𝗙𝗿𝗲𝗲 𝗗𝗮𝘆 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴

Agustus 30, 2026 0
Jalan Teuku Umar Barat Jadi Lokasi Uji Coba Car Free Day Badung

BADUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menggelar uji coba Car Free Day (CFD) di Jalan Teuku Umar Barat, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini menjadi tahap awal sebelum kawasan tersebut ditetapkan sebagai lokasi CFD secara rutin.

Uji coba berlangsung pukul 06.00 hingga 08.00 Wita, dengan ruas yang digunakan mulai dari kawasan Bali Kiddy School hingga simpang lampu merah Jalan Tangkuban Perahu. Selama kegiatan berlangsung, kendaraan dari arah Denpasar menuju Badung dialihkan melalui Jalan Persada dan Jalan Tangkuban Perahu.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan Jalan Teuku Umar Barat memiliki posisi yang strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan CFD. Selain menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berolahraga, kegiatan tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Saya melihat bahwa dari tata letak ini sangat strategis sekali untuk satu adalah memberikan ruang kepada masyarakat untuk melakukan wellness, untuk kegiatan olahraga. Dan yang kedua, ada peluang buat UMKM kita," ujar Adi Arnawa saat ditemui di lokasi CFD, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, keberadaan CFD juga dapat menjadi alternatif ruang publik bagi masyarakat di kawasan tersebut. Hal ini mengingat ketersediaan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan warga masih relatif terbatas.

"Di sisi lain masyarakat juga bisa menikmati dengan lapang. Karena bagaimanapun juga, kalau saya lihat di seputar ini kan sangat susah sekali mencari ruang terbuka hijau," imbuh mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung itu.

Meski demikian, Pemkab Badung masih akan melakukan sejumlah pembenahan. Penataan terhadap beberapa bangunan yang dinilai kumuh di sekitar lokasi akan dilakukan, termasuk mengkaji kemungkinan pelebaran pedestrian. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung juga diminta melakukan penataan dan mempercantik kawasan agar lebih nyaman sebagai ruang publik.

"Pelebaran pedestrian lagi karena masih ada space untuk kami melakukan pelebaran. Termasuk juga saya sudah perintahkan Kadis DLHK untuk juga melakukan beautifikasi nanti ke depan di sini sehingga benar-benar tempat ini menjadi tempat yang layak untuk kita buat jalan-jalan sambil olahraga," ucap Adi Arnawa.

Untuk mendukung aktivitas UMKM, Pemkab Badung masih menghitung jumlah lapak yang dapat disediakan. Penentuannya akan disesuaikan dengan panjang ruas jalan yang nantinya ditetapkan sebagai area CFD. Adi Arnawa memastikan pelaku UMKM tidak akan dikenakan biaya untuk membuka lapak selama kegiatan berlangsung.

Pemkab Badung juga akan mengevaluasi hasil uji coba sebelum mengambil keputusan untuk menjadikan CFD sebagai agenda rutin setiap pekan. "Kalau memang ini sudah fix, udah bagus, kira-kira sudah enggak ada masalah, saya akan tetapkan setiap hari Minggu kita akan melaksanakan Car Free Day di tempat ini," jelasnya.

Selain sebagai lokasi CFD, kawasan Jalan Teuku Umar Barat juga berpotensi dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat lainnya. Salah satunya sebagai alternatif lokasi perayaan malam tahun baru, sehingga masyarakat memiliki pilihan tempat untuk merayakan pergantian tahun selain kawasan pantai. (ap)
Read More

Sabtu, 29 Agustus 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗪 𝗦𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵-𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁, 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗠𝗶𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Agustus 29, 2026 0
Ratusan VW Sambangi Jatiluwih-Tanah Lot, Bawa Misi Promosi Wisata Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Ratusan mobil Volkswagen (VW) menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang digelar komunitas Volkswagen Indonesia Association (VIA) tersebut turut menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus mendorong aktivitas UMKM lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila mengatakan Pemkab Tabanan menyambut positif kegiatan komunitas yang berlangsung di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini dampaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat serta UMKM lokal Tabanan," ujar Susila, Sabtu (29/8/2026).

Susila menilai tur tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para pencinta mobil klasik, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan berbagai destinasi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas.

Rangkaian perjalanan diawali dari Ciputra Beach Resort, Banjar Langudu, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Rombongan kemudian bergerak menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dan melanjutkan perjalanan ke kawasan parkir Pura Luhur Batukaru.

Sebelum menuju lokasi terakhir di The Jukung, kawasan DTW Tanah Lot, perwakilan peserta juga dijadwalkan menyambangi Kantor Bupati Tabanan. Mereka membawa 100 paket sembako yang akan diserahkan kepada tukang suwun dan veteran di Tabanan.

"Para peserta dapat menikmati panorama alam Tabanan utara dan bisa diperkenalkan secara lebih luas ke publik," imbuh Susila.

Ketua VIA, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, mengatakan tur VW tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi VIA. Agenda tersebut juga dirangkai dengan pelantikan anggota baru di Tabanan.

"Semoga ini menjadi sarana kebersamaan bagi seluruh anggota klub. Selain bersenang, acara ini juga untuk sosial sesuai tagline kami fun, unity, dan harmony," kata Nanan. (ap)
Read More

Jumat, 28 Agustus 2026

𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝗔𝗿𝘁 𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗩𝗜𝗜 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿, 𝗕𝗶𝗱𝗶𝗸 𝟭𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻

Agustus 28, 2026 0
Tanah Lot Art and Food Festival VII Resmi Digelar, Bidik 10 Ribu Wisatawan

TABANAN, Lensabali.id - Tanah Lot Art and Food Festival VII resmi digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, Jumat (28/8/2026). Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus tersebut memadukan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata.

Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan potensi pariwisata daerah.

"Serta selaku kepala daerah, kami memberikan apresiasi atas diselenggarakannya festival ini," ujar Dirga saat pembukaan festival di DTW Tanah Lot, Jumat (28/8/2026).

Menurut Dirga, festival tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya, tetapi juga memperkenalkan kuliner lokal. Ia berharap penyelenggaraan kegiatan turut membuka ruang lebih besar bagi seniman dan pelaku UMKM.

"Festival ini harus memberikan ruang bagi seniman dan UMKM lokal untuk terlibat secara aktif," imbuhnya.

Ia menegaskan pengembangan pariwisata Tabanan perlu berjalan seiring dengan penguatan ekonomi kreatif dan potensi lokal. Dengan demikian, Tabanan diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah lumbung beras, tetapi juga mampu berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan festival berlangsung selama tiga hari, 28-30 Agustus 2026. Selain pertunjukan seni dan budaya, sejumlah hiburan juga disiapkan dengan melibatkan beberapa artis Bali.

"Kami targetkan satu hari itu dikunjungi 3.000-4.000 ribu kunjungan. Apalagi saat sedang masa high season turis asing. Semoga festival ini mampu mengangkat kunjungan," pungkas Sudiana.

Wisatawan Antusias

Festival tahun ini turut menghadirkan puluhan stan UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kerajinan, fashion, hingga kuliner. Wisatawan juga dapat mencicipi sejumlah makanan khas Tabanan, seperti kakul suna cekuh, kuah kakul, dan sayur gonda.

Beragam minuman tradisional juga tersedia, termasuk rujak tibah berbahan mengkudu dan es bir dari campuran kelapa muda tanpa alkohol. Sajian khas tersebut mendapat sambutan positif dari wisatawan yang hadir.

Bianca, wisatawan asal Polandia, menjadi salah satu pengunjung yang mencoba kakul suna cekuh untuk pertama kalinya.

"Rasanya memang aneh karena baru pertama kali mencicipi, tetapi dagingnya lembut dan gurih. Saya baru pertama kali mencoba dan cukup terkesan dengan rasanya," ujar Bianca, Jumat.

Bianca datang bersama keluarganya untuk berlibur di Bali. Selain kuliner, ia tertarik menikmati panorama pantai serta Pura Tanah Lot yang menjadi salah satu ikon pariwisata Pulau Dewata.

Antusiasme serupa ditunjukkan Rebecca, wisatawan asal Australia. Ia mengaku tertarik menghadiri festival karena ingin menyaksikan pertunjukan seni tradisional Bali.

"Saya memang sudah tahu ada festival ini. Saya suka melihat tari-tarian tradisional Bali, jadi saya sempatkan datang ke sini sambil melihat panorama alam," ungkap Rebecca yang menginap di kawasan Canggu, Kuta Utara. (ap)
Read More

Selasa, 25 Agustus 2026

𝗦𝘂𝗻𝘀𝗲𝘁 𝗶𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝗹𝗮𝗺 𝗖𝗮𝗿𝗶𝗸 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗸𝗼𝗻 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝟮𝟬𝟮𝟲

Agustus 25, 2026 0
Sunset in Paradise dan Ulam Carik Jadi Ikon Festival Tanah Lot 2026

TABANAN, Lensabali.id – Festival Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 kembali digelar di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Festival yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 ini mengangkat dua ikon utama, yakni Sunset in Paradise dan Ulam Carik.

Manajer DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan Sunset in Paradise akan dikemas melalui Parade Gebogan dan Baleganjur yang digelar saat matahari mulai terbenam. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan budaya sekaligus menyaksikan panorama sunset Tanah Lot.

"Nanti pengunjung bisa menyaksikan parade budaya ini sekaligus menikmati sunset di Tanah Lot," ujar Sudiana, Senin (24/8/2026).

Menurut Sudiana, Parade Gebogan dan Baleganjur menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari festival karena telah menjadi ikon Tanah Lot sejak awal penyelenggaraan. Pada periode festival, jumlah kunjungan ditargetkan meningkat hingga sekitar 9.000-10.000 orang per hari.

Di luar penyelenggaraan festival, kunjungan harian ke Tanah Lot berkisar 3.000-4.500 orang. Manajemen juga menargetkan perputaran ekonomi selama tiga hari festival mencapai Rp 10 miliar, seiring tingginya kunjungan wisatawan pada musim ramai Agustus.

Bendesa Adat Beraban I Ketut Sujana mengatakan parade tahun ini melibatkan 15 banjar adat di Desa Adat Beraban. Setiap hari, lima banjar akan tampil membawa Gebogan dan Baleganjur dengan nuansa tridatu, yakni merah, putih, dan hitam.

"Ada 15 banjar adat yang dilibatkan. Tahun ini untuk parade gebogan dan baleganjur khusus dilakukan oleh Desa Adat Beraban. Setiap hari, ada lima banjar yang tampil," ujar Sujana.

Selain pertunjukan budaya, festival menghadirkan Ulam Carik yang mengangkat kuliner warisan leluhur khas Tabanan. Hidangan yang disajikan menggunakan bahan-bahan dari kawasan persawahan, seperti lindung metunu atau belut panggang dengan sambal bejek, jukut gondo, kakul dengan bumbu suna cekuh, serta pesan testes berbahan ikan air tawar.

Pengunjung juga dapat mencicipi berbagai minuman dan kudapan tradisional, di antaranya rujak bir, jaje uli tape, rujak tibah atau mengkudu, serta loloh cemcem. Bahan kuliner tersebut diperoleh dari produsen lokal di Kabupaten Tabanan dan dapat dinikmati secara gratis pada waktu tertentu selama festival.

Sekda Tabanan I Gede Susila yang mewakili Bupati Tabanan menegaskan festival harus terus digelar sebagai bagian dari upaya mempromosikan destinasi wisata Tabanan, khususnya Tanah Lot. Meski telah dikenal hingga mancanegara, promosi dinilai tetap penting untuk menjaga daya tarik destinasi.

"Festival ini tidak boleh berhenti, tidak harus digelar secara besar, namun tidak sederhana juga. Dalam tiap momen kita selalu perkenalkan apa saja yang ada, dan hal baru yang ditampilkan agar tidak terkesan template setiap tahun," ujar Susila.

Pemkab Tabanan, lanjutnya, terus mendorong Tanah Lot agar tetap menjadi destinasi unggulan dan mampu menjaga tingginya kunjungan wisatawan. Festival juga diharapkan memperkuat posisi Tabanan sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat dan berbagai komunitas di Bali. (ap)
Read More

Minggu, 23 Agustus 2026

𝗙𝗮𝘀𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗥𝘂𝘁𝗲 𝗠𝗮𝘆𝗯𝗮𝗻𝗸 𝗠𝗮𝗿𝗮𝘁𝗵𝗼𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗗𝗶𝗲𝘃𝗮𝗹𝘂𝗮𝘀𝗶, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗿𝗶 𝗦𝗼𝗿𝗼𝘁𝗶 𝗧𝗼𝗶𝗹𝗲𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗶𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘂𝗺

Agustus 23, 2026 0
Fasilitas Rute Maybank Marathon 2026 Dievaluasi, Pelari Soroti Toilet dan Air Minum

GIANYAR, Lensabali.id – Sebanyak 14.100 pelari menuntaskan Maybank Marathon 2026 yang berlangsung di Bali. Namun, di balik antusiasme peserta menyusuri rute di wilayah Gianyar, sejumlah pelari menyampaikan catatan mengenai fasilitas yang tersedia sepanjang lintasan.

Salah satu sorotan datang dari pelari kategori 42 kilometer (42K), Andi Runjani, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengaku kesulitan menemukan toilet sehingga harus menggunakan fasilitas di SPBU maupun rumah warga.

"Soal toilet, kami ke SPBU dan di rumah warga. Itupun antre karena banyak orang," kata Andi saat ditemui di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Minggu (23/8/2026).

Menurut Andi, dirinya bersama sejumlah pelari 42K tidak menemukan toilet portable di sepanjang rute. Padahal, fasilitas tersebut disebut tersedia dalam penyelenggaraan Maybank Marathon pada tahun sebelumnya.

Keluhan juga mencakup keberadaan tim penggembira serta ketersediaan air minum dingin. Menurut Andi, tim penggembira baru terlihat sekitar pukul 06.00 Wita, sementara air mineral dingin hanya tersedia di salah satu water station.

"Cheering team (tim penggembira) itu baru ada pukul 06.00 Wita. Air minum nggak ada yang dingin. Cuma ada di satu water station saja. Selain itu, aman saja," ujarnya.

Pelari lainnya turut menyoroti jarak antara water station yang menyediakan air mineral dan minuman isotonik. Bagi sebagian peserta, keduanya diperlukan secara bergantian selama berlari.

"Antara water station isotonik dan air mineralnya, jauh-jauhan. Karena saya butuh minum isotonik dan air mineral, supaya nggak kembung," kata pelari tersebut.

Namun, tidak semua peserta menganggap fasilitas toilet menjadi persoalan. Musa Tandi, pelari kategori 21K asal Toraja, Sulawesi Selatan, menilai toilet yang memanfaatkan rumah warga masih cukup membantu. Menurutnya, petunjuk lokasi toilet juga tersedia dengan jelas.

"Soal toilet, saya pikir sudah ada. Petunjuk arahnya ada dan lengkap. Tapi memang, (toilet) di rumah warga. Toilet portable ada beberapa di vanue BUTC. Jadi, buat saya aman saja," ungkap Musa.

Menanggapi masukan tersebut, Project Director Maybank Indonesia Bambang Andi mengatakan fasilitas dasar sepanjang rute akan menjadi bahan evaluasi. Ia mengakui masih terdapat kekurangan, terutama terkait penyediaan toilet portable.

"Terima kasih masukannya. Ini akan kami catat dan evaluasi di penyelenggaraan tahun depan," kata Andi.

Evaluasi juga akan menyasar fasilitas di area BUTC, termasuk para sponsor dan merchant. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan ada peserta yang mengeluhkan stok barang di salah satu tenant telah habis dalam waktu singkat.

"Salah satunya tenant Adidas. Saya saja mau belanja tapi nggak jadi karena antrean panjang. Saya juga sudah bicara dengan bosnya Adidas. Katanya, memang hanya menyediakan stok terbatas karena diluar perkiraan akan cepat habis," jelas Steffano.

Steffano menegaskan kualitas penyelenggaraan Maybank Marathon akan terus ditingkatkan setiap tahun. Evaluasi terhadap berbagai masukan peserta menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan kepercayaan para pelari.

"Kami berkomitmen dan jaga selama ini. Kami berpikir, akan membuat perhelatan marathon ini lebih besar, lebih menarik, dan tetap mengedepankan kualitasnya," pungkasnya. (ap)
Read More

Senin, 17 Agustus 2026

𝗪𝗡𝗔 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗥𝗜 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗟𝗲𝗴𝗶𝗮𝗻, 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗠𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗽𝘂𝗸

Agustus 17, 2026 0
WNA Semarakkan HUT RI di Pantai Legian, Antusias Ikut Lomba Makan Kerupuk


BADUNG, Lensabali.id - Sejumlah warga negara asing (WNA) ikut memeriahkan perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Pantai Legian, Badung, Senin (17/8/2026). Mereka antusias mengikuti berbagai permainan khas perayaan 17 Agustus.

Kegiatan yang digelar komunitas Bali Friendship itu terbuka untuk masyarakat umum. Peserta mengikuti sejumlah lomba, seperti makan kerupuk, memasukkan pensil ke botol, membawa kelereng, balap karung, hingga tarik tambang.

Perlombaan dimulai sekitar pukul 16.30 Wita dengan makan kerupuk. Suasana kemudian semakin ramai ketika peserta mengikuti permainan lainnya. Puncaknya, lomba tarik tambang berlangsung meriah dengan peserta yang terbagi dalam sejumlah kelompok.

Peter James, penyelenggara sekaligus pengurus Bali Friendship, mengatakan lokasi pantai dipilih agar kegiatan dapat diikuti siapa saja, termasuk para WNA.

"Kita adakan di pantai biar semua orang bisa join sama kita. Sore hari ini, kita adakan game-game yang Indonesia banget, jadi teman-teman dari foreigner, member kita pun senang ikut untuk join dan mengerti bahwa budaya kebersamaan dan budaya gotong royong itu masih ada di Indonesia," ujarnya.

Para pemenang mendapat hadiah sederhana berupa kerupuk. Peter menyebut hadiah tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan makanan khas Indonesia kepada peserta asing.

"Untuk para pemenang kita kasih mereka kerupuk, buat mereka tahu bahwa ini adalah makanan khas dari Indonesia dan mereka tahu bahwa betapa enaknya kerupuk," katanya.

Francesca, peserta asal Inggris, mengaku senang dapat ikut merayakan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman menarik untuk mengenal budaya Indonesia secara langsung.

"Menurut saya, ini adalah cara yang luar biasa untuk belajar lebih banyak tentang sejarah dan budaya Indonesia. Sangat menyenangkan juga bisa merayakannya di sini bersama teman-teman dan teman-teman baru di pantai hari ini," ujarnya.

Dari sejumlah perlombaan, Francesca menyebut makan kerupuk sebagai salah satu favoritnya. Ia juga menikmati balap karung dan tarik tambang.

"Mungkin favorit saya adalah makan kerupuk karena saya suka kerupuk. Tapi saya juga menikmati lomba balap karung dan tarik tambang," imbuhnya.

Francesca mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Ia menilai permainan yang diikuti berbeda dengan permainan yang pernah dimainkannya di sekolah.

"Sangat berbeda dengan permainan yang dulu saya mainkan di sekolah dibandingkan dengan permainan yang dimainkan di sini," ungkapnya.

Peserta lainnya, Jessica asal Belanda, juga mengikuti seluruh perlombaan. Ia menilai tarik tambang menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan kekuatan dan kekompakan tim.

"Tim yang lain sangat kuat, jadi itu cukup sulit. Selain permainan itu, tidak ada kesulitan berarti. Saya hanya bersenang-senang," jelasnya.

Meski cukup sulit, Jessica justru memilih tarik tambang sebagai permainan favorit. Menurutnya, permainan tersebut mengajarkan kerja sama dan semangat untuk meraih kemenangan bersama.

"Saya rasa tetap tarik tambang. Karena itu dilakukan bersama tim, dan saya sangat menyukainya. Saling mendukung sebagai sebuah tim dan berusaha untuk menang bersama," tandasnya. (ap)
Read More

Minggu, 16 Agustus 2026

𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟴𝟭 𝗥𝗜, 𝗕𝗞𝗢𝗪 𝗱𝗮𝗻 𝗚𝗢𝗪 𝘀𝗲-𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗔𝗱𝘂 𝗞𝗲𝗸𝗼𝗺𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗡𝗴𝗲𝗷𝘂𝗸 𝗞𝘂𝗰𝗶𝘁

Agustus 16, 2026 0
Semarak HUT ke-81 RI, BKOW dan GOW se-Bali Adu Kekompakan Lewat Lomba Ngejuk Kucit

DENPASAR, Lensabali.id – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di Lapangan Barat Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/8). Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Bali bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) kabupaten/kota se-Bali larut dalam berbagai perlombaan yang mengedepankan kebersamaan dan kekompakan.

Salah satu yang paling mengundang perhatian adalah lomba ngejuk kucit atau menangkap anak babi. Setiap kabupaten/kota mengirimkan dua peserta yang berasal dari unsur GOW dan organisasi perangkat daerah (OPD). Dengan mata tertutup, peserta ditantang menemukan dan menangkap kucit yang dilepas di arena hanya dengan mengandalkan pendengaran serta arahan rekan satu tim.

Aksi para peserta pun mengundang gelak tawa dan sorakan. Suasana semakin meriah ketika masing-masing tim berusaha memberikan petunjuk agar rekannya berhasil menemukan sasaran.

Ketua Umum BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam menyambut hari kemerdekaan. Lebih dari itu, perlombaan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antaranggotanya yang selama ini memiliki latar belakang, kesibukan dan keahlian berbeda.

“Saya sangat bersyukur kita berada dalam organisasi yang anggotanya berasal dari berbagai kalangan, dengan keahlian dan kesibukan yang berbeda-beda. Karena itu, kesempatan ini mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk melepas penat dari aktivitas masing-masing sekaligus mempererat kebersamaan,” ujar Seniasih Giri Prasta.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi menjadi energi bagi anggota BKOW dan GOW untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semarak HUT ke-81 RI, BKOW dan GOW se-Bali Adu Kekompakan Lewat Lomba Ngejuk Kucit

“Lomba ini menjadi momentum untuk menjaga semangat dalam mengabdi dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan secara nyata. Mari kita jaga kekompakan yang terbangun hari ini dan terus kita pertahankan ke depannya,” imbuhnya.

Selain ngejuk kucit, rangkaian perlombaan juga diisi dengan yel-yel antar-GOW kabupaten/kota, balap karung estafet, serta lomba memasak berbahan dasar ikan.

Lomba memasak sekaligus diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pangan lokal dan membiasakan keluarga mengonsumsi ikan. Selain mudah diolah menjadi berbagai menu sesuai selera masyarakat, ikan mengandung protein dan nutrisi penting untuk mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan tersebut, BKOW Bali ingin menjadikan perayaan kemerdekaan sebagai ruang memperkuat persaudaraan, toleransi, kerja sama, kekompakan dan kepedulian sosial antarkelompok organisasi wanita di Bali.

Dalam hasil perlombaan, GOW Kabupaten Bangli meraih juara yel-yel, GOW Kabupaten Badung menjadi pemenang balap karung estafet, sedangkan lomba ngejuk kucit dimenangkan GOW Kota Denpasar. Untuk lomba memasak pepes ikan, juara diraih GOW Kabupaten Klungkung.

Sementara itu, piala bergilir BKOW Provinsi Bali dalam rangkaian perlombaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berhasil dibawa pulang oleh GOW Kabupaten Tabanan. (hms/ap)
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝟰𝟱 𝗞𝗺 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗦𝗼𝗿𝗲 𝗜𝗻𝗶, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗱𝗲𝗺𝗲𝗻

Agustus 14, 2026 0
Gerak Jalan 45 Km di Karangasem Digelar Sore Ini, Truk Diminta Lewat Sidemen

KARANGASEM, Lensabali.id – Lomba gerak jalan 45 kilometer dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI akan digelar di Kabupaten Karangasem, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di jalur Amlapura-Denpasar sehingga kendaraan, khususnya truk, diimbau menggunakan jalur alternatif.

Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono mengatakan pihak kepolisian telah menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan kegiatan tersebut.

"Kami siapkan 136 personel dari Polres dan beberapa Polsek jajaran," kata Artono, Jumat (14/8/2026).

Gerak jalan akan dimulai pukul 16.00 Wita dengan titik start di Pantai Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Peserta kemudian menempuh rute Amlapura-Denpasar hingga mencapai garis finis di GOR Gunung Agung, Amlapura.

Untuk mengantisipasi kepadatan, kendaraan berat terutama truk diminta tidak melintas di jalur utama selama perlombaan berlangsung. Polisi menyarankan truk menggunakan jalur Sidemen sebagai alternatif.

"Untuk kendaraan terutama truk, kami sudah berikan imbauan untuk melalui jalur Sidemen selama perlombaan berlangsung agar tidak terjebak kemacetan," ujar Artono.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada pengguna kendaraan lainnya. Sebab, kegiatan diperkirakan berlangsung hingga tengah malam sehingga berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik yang dilalui peserta.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Made Artha Wijaya mengatakan sebanyak 43 regu akan ambil bagian dalam lomba tahun ini. Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang.

Juara pertama mendapat hadiah Rp 25 juta, juara kedua Rp 20 juta, dan juara ketiga Rp 15 juta. Panitia turut menyiapkan hadiah Rp 50 juta yang akan dibagikan kepada regu yang mampu mencapai finis dengan jumlah anggota lengkap.

"Saya harap perlombaan berjalan lancar dan tidak ada halangan berarti," ujar Artha Wijaya.

Lomba gerak jalan tersebut dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dimulai dari garis start hingga Desa Sengkidu. Etape kedua berlanjut dari Desa Sengkidu menuju Terminal Karangsokong, sedangkan etape ketiga ditempuh dari Terminal Karangsokong hingga garis finis di GOR Gunung Agung, Amlapura. (ap)
Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗥𝗜 𝗸𝗲-𝟴𝟭, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗻𝗶

Agustus 13, 2026 0
Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Klungkung kembali terasa melalui Lomba Gerak Jalan Indah Putri tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK, Kamis (13/8). Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria turut menyaksikan langsung penampilan para pelajar di kawasan depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe.

Gemuruh dukungan penonton mengiringi setiap regu yang melintas. Para pelajar putri dari berbagai sekolah di Kabupaten Klungkung tampil dengan barisan yang rapi, gerakan kompak, serta beragam kreasi dan formasi untuk memeriahkan suasana bulan kemerdekaan.

Lomba tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang mendapat perhatian masyarakat. Selain menjadi ajang menunjukkan kemampuan baris-berbaris, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri.

Bupati Satria mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya menunjukkan semangat kemerdekaan yang kuat. Ia menyebut gerak jalan indah bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Saya sangat apresiasi semangat kemerdekaan yang ditunjukkan oleh anak-anak kita hari ini yang sungguh luar biasa. Gerak jalan indah bukan sekadar ajang unjuk kebolehan baris-berbaris, tetapi juga menjadi wadah pembentukan disiplin, kerja sama tim, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini,” ujar Bupati Satria.

Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Menurutnya, kekompakan yang ditampilkan dalam perlombaan merupakan hasil dari proses latihan dan kerja sama seluruh anggota regu. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama perlombaan, tetapi dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara mengatakan, lomba kali ini diikuti 24 regu. Jumlah tersebut terdiri atas 12 regu tingkat SMP/MTs dan 12 regu tingkat SMA/SMK.

Para peserta menempuh rute dengan waktu sekitar 50 menit. Perlombaan dimulai dari kawasan utara Pura Manik Bingin, kemudian bergerak ke arah timur menuju Patung Kanda Pat Sari, melewati sisi selatan, dan berakhir di depan Toko Emas Logam Mulia.

Dalam penilaian, para peserta dituntut mampu mempertahankan kerapian dan kekompakan barisan sekaligus menampilkan kreasi atau formasi sepanjang rute. Peserta juga tidak diperkenankan makan maupun minum sebelum memasuki garis finis sebagai bagian dari ketentuan perlombaan.

Antusiasme peserta dan masyarakat di sepanjang rute menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Klungkung. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat sportivitas, disiplin, kebersamaan, kreativitas, dan nasionalisme terus tumbuh di kalangan generasi muda. (*/ap)
Read More

𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗥𝗼𝗮𝗱 𝗦𝗵𝗼𝘄 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀

Agustus 13, 2026 0
Dekranasda Bali Fashion Road Show Hadir di Denpasar, Dorong Desainer Lokal dan Wastra Bali Naik Kelas

DENPASAR, Lensabali.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menggelar Dekranasda Bali Fashion Road Show Goes to Denpasar di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (12/8). Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus pengembangan bagi desainer lokal dan wastra Bali agar semakin dikenal serta memiliki nilai ekonomi yang lebih kuat.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan, kegiatan tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan panggung bagi desainer Bali. Menurutnya, kreativitas para pelaku mode lokal perlu terus didorong agar mampu berkembang sekaligus memperluas pasar.

“Memang kami khusus ingin mengangkat para desainer Provinsi Bali. Kami memiliki trilogi fashion show, salah satunya Dekranasda Bali Fashion Day yang diselenggarakan setiap bulan dan diisi oleh OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali,” ujar Ny. Putri Koster.

Ia menegaskan, fashion show bukan semata-mata tentang penampilan busana, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kain tradisional Bali sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kain tidak hanya memberikan keindahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi. Hal ini sudah terlihat dari geliat dan omzet yang dihasilkan melalui program Bali Bangkit,” jelasnya.

Dekranasda Bali, lanjut Putri Koster, juga secara rutin memberikan kesempatan kepada desainer yang telah berkembang untuk memperluas jejaring hingga ke luar Bali. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan desainer yang menjadi trendsetter tanpa kehilangan akar budaya serta tetap memperkuat pasar lokal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk semakin bangga mengenakan karya desainer Bali dan kain tradisional hasil tangan para perajin lokal.

“Mari kita dengan bangga mempergunakan desainer-desainer lokal kita. Kita harus bangga menggunakan kain yang ditenun oleh orang Bali,” ajaknya.

Putri Koster juga melihat industri fashion sebagai sebuah ekosistem yang saling menghidupkan. Penggunaan kain tradisional akan menciptakan kebutuhan terhadap penjahit, kemudian membuka ruang bagi desainer dan model untuk berkembang.

“Dari kain membutuhkan tukang jahit. Tukang jahit akan tumbuh bersama para desainer. Kemudian desainer membutuhkan para model. Jadi adik-adik Bali yang cantik-cantik ini juga bisa diberdayakan oleh para desainer,” ungkapnya.

Dekranasda Bali Fashion Road Show Hadir di Denpasar, Dorong Desainer Lokal dan Wastra Bali Naik Kelas

Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengapresiasi konsistensi Dekranasda Provinsi Bali dalam memperkenalkan dan melestarikan wastra Bali. Ia menilai peran tersebut menjadi inspirasi bagi daerah untuk terus mengembangkan produk kerajinan dan fashion berbasis budaya.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Bali karena dalam kepemimpinan Ibu senantiasa menjadi inspirasi di daerah dalam menggemakan wastra Bali,” ujarnya.

Menurutnya, mengenakan kain tradisional tidak hanya berkaitan dengan gaya berbusana, tetapi juga bentuk dukungan terhadap industri kecil dan menengah serta upaya menjaga warisan budaya.

“Ketika kita memakai kain tradisional Bali, maka itu artinya kita sudah mendukung IKM dan UKM kita sekaligus menjaga kelestarian,” katanya.

Gelaran tersebut kemudian diisi peragaan busana karya sejumlah desainer Bali, mulai dari Turah Mayun AAA, Taksu Design, Lusi Damai, Paras Bali, Arunika, Deluxe, Kwace Bali hingga Body & Mind. Penampilan Gus Teja turut mengiringi rangkaian acara.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Bali berharap ekosistem fashion berbasis wastra semakin kuat, melibatkan perajin, penjahit, desainer, model hingga konsumen. Dengan demikian, kain tradisional Bali tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi kreatif. (hms/ap)
Read More

Selasa, 11 Agustus 2026

𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟴𝟭 𝗥𝗜, 𝗦𝗲𝗸𝗱𝗮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗟𝗲𝘀𝗺𝗮𝗻𝗮 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗨𝗺𝘂𝗺 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴

Agustus 11, 2026 0
Semarak HUT ke-81 RI, Sekda Anak Agung Lesmana Lepas Gerak Jalan Umum Putri di Klungkung

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kabupaten Klungkung. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana mewakili Bupati Klungkung melepas Lomba Gerak Jalan 3,2 Kilometer kategori OPD, instansi pemerintah, pemerintah desa, organisasi wanita, dan umum putri di depan Pendopo Puri Agung Klungkung, Selasa (11/8).

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat yang turut menyaksikan jalannya perlombaan. Sebanyak 33 regu ambil bagian dalam lomba yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Para peserta menempuh rute sejauh 3,2 kilometer dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 70 menit. Perlombaan dimulai dari depan Puri Agung Klungkung dan bergerak ke arah barat menuju Simpang Lima.

Dari Simpang Lima, peserta melanjutkan perjalanan melalui Jalan Flamboyan menuju pertigaan SMAN 1 Semarapura. Rute kemudian berlanjut ke arah timur melalui Jalan Kecubung hingga kawasan Traffic Light Galiran.

Selanjutnya, rombongan bergerak melalui Jalan Rama menuju pertigaan Jembatan Lebah. Peserta kemudian berbelok ke arah barat melalui Jalan Untung Diponegoro, Perempatan Patung Kanda Pat Sari, hingga Jalan Untung Surapati.

Rangkaian perjalanan akhirnya berakhir di depan Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung yang menjadi titik finis. Sepanjang rute, peserta tampil dengan berbagai formasi dan semangat yang menambah kemeriahan suasana peringatan bulan kemerdekaan.

Semarak HUT ke-81 RI, Sekda Anak Agung Lesmana Lepas Gerak Jalan Umum Putri di Klungkung

Saat melepas peserta, Sekda Anak Agung Gede Lesmana mengingatkan agar seluruh regu tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Menurutnya, nilai kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas jauh lebih penting dalam kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat tersebut.

Ia berharap lomba gerak jalan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan dan rasa persaudaraan antara pegawai OPD, pemerintah desa, organisasi wanita, serta masyarakat umum di Kabupaten Klungkung.

“Melalui momentum HUT Kemerdekaan RI ke-81, kegiatan gerak jalan ini diharapkan dapat membakar semangat patriotisme dan nasionalisme yang tinggi untuk mengenang para pejuang kemerdekaan,” ujar Sekda Lesmana.

Selain menjadi hiburan dalam menyambut bulan kemerdekaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Klungkung. Antusiasme peserta dalam mengikuti lomba menjadi bagian dari upaya mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif sekaligus menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat. (ap)
Read More

Senin, 10 Agustus 2026

𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟴𝟭 𝗥𝗜, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗠𝗣 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗮 𝟴 𝗞𝗶𝗹𝗼𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿

Agustus 10, 2026 0
Meriahkan HUT ke-81 RI, Wabup Tjok Surya Lepas Gerak Jalan SMP Putra 8 Kilometer

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra melepas Lomba Gerak Jalan 8 Kilometer tingkat SMP Putra di depan Puri Agung Klungkung, Senin (10/8/2026). Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Klungkung.

Lomba gerak jalan yang difasilitasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung tersebut diikuti 18 regu pelajar SMP putra. Semarak kegiatan turut bertambah dengan kehadiran satu regu kehormatan dari Sekeha Demen.

Para peserta menempuh rute sejauh 8 kilometer dengan titik start dan finis di depan Puri Agung Klungkung. Setelah dilepas, peserta bergerak ke arah barat menuju Simpang Lima, kemudian ke selatan melalui Jalan Flamboyan.

Dari kawasan pertigaan depan SMAN 1 Semarapura, peserta melanjutkan perjalanan ke arah barat melewati Batu Tabih hingga Perempatan Takmung. Rute kemudian berlanjut ke timur melalui Perempatan Desa Tojan, Pertigaan Desa Gelgel, Desa Kamasan, hingga Banjar Siku Kamasan.

Selanjutnya, rombongan menyusuri Jalan Rama menuju utara melewati lampu lalu lintas Galiran. Peserta kemudian berbelok ke barat di kawasan Patung Kanda Pat Sari sebelum kembali menuju garis finis di depan Puri Agung Klungkung.

Meriahkan HUT ke-81 RI, Wabup Tjok Surya Lepas Gerak Jalan SMP Putra 8 Kilometer

Sebelum melepas peserta, Wabup Tjok Surya mengingatkan para pelajar agar mengutamakan sportivitas dan menjaga kekompakan selama perlombaan. Menurutnya, gerak jalan memiliki nilai lebih dari sekadar persaingan untuk menjadi yang tercepat.

“Lomba gerak jalan ini bukan sekadar ajang kompetisi fisik semata, tetapi juga wadah yang sangat baik untuk menanamkan kedisiplinan, kerja sama tim, serta mengobarkan semangat patriotisme di dada kalian sebagai generasi penerus bangsa. Jaga kesehatan dan selamat bertanding,” ujar Wabup Tjok Surya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman positif bagi para pelajar sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap perjuangan para pahlawan dan nilai-nilai kemerdekaan. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Turut hadir mendampingi Wabup dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara serta Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana.

Penyelenggaraan Lomba Gerak Jalan 8 Kilometer ini diharapkan tidak hanya memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter generasi muda. Melalui kegiatan olahraga dan kebersamaan, nilai kedisiplinan, sportivitas, kerja sama, serta semangat nasionalisme di kalangan pelajar Klungkung diharapkan semakin kuat. (*/ap)
Read More

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗙𝘂𝗻 𝗥𝘂𝗻 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗠𝗲𝘁𝘂 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮

Agustus 09, 2026 0
Lepas Fun Run Surya Metu Festival, Wabup Tjok Surya Ajak Promosikan Pariwisata Nusa Penida

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra melepas Fun Run yang menjadi bagian dari rangkaian Surya Metu Festival Vol. III di kawasan Pantai Tanjung Kerambitan, Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (9/8). Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti 284 peserta dari berbagai daerah di Bali dan sekitarnya.

Peserta Fun Run tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga melibatkan para pekerja sektor pariwisata yang berada di Nusa Penida. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang turut menambah semarak kegiatan yang memadukan olahraga dengan promosi potensi daerah.

Wabup Tjok Surya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Surya Metu Festival Vol. III. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang positif untuk mempertemukan kegiatan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.

Ia menilai Fun Run memiliki daya tarik tersendiri karena peserta dapat berolahraga sekaligus menikmati suasana dan keindahan alam Nusa Penida. Momentum seperti ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat yang datang dari luar daerah.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Melalui Surya Metu Festival ini mari bersama-sama ikut mempromosikan pariwisata Nusa Penida agar ke depannya semakin terus berkembang,” ujar Wabup Tjok Surya.

Lepas Fun Run Surya Metu Festival, Wabup Tjok Surya Ajak Promosikan Pariwisata Nusa Penida

Ketua Panitia Surya Metu Festival Vol. III, I Dewa Ketut Rakendra, menjelaskan Fun Run kali ini menempuh jarak sekitar tujuh kilometer. Peserta memulai perjalanan dari kawasan Tanjung Kerambitan menuju titik balik di Majuh Kangin, Batumulapan, sebelum kembali ke garis finis di lokasi festival.

Rute tersebut menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan. Sepanjang perjalanan, peserta dapat menikmati hamparan pantai dan panorama pesisir Nusa Penida yang menjadi bagian dari kekayaan alam serta potensi pariwisata daerah.

Menurut Rakendra, konsep Fun Run sengaja dikemas tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai pengalaman rekreasi. Peserta diajak menikmati suasana alam sekaligus merasakan semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari Surya Metu Festival.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama. Sementara itu, peserta yang berhasil mencapai garis finis lebih awal mendapatkan apresiasi sebagai tiga besar Fun Run.

Perpaduan olahraga, rekreasi, dan panorama pesisir tersebut membuat Fun Run Surya Metu Festival Vol. III menjadi kegiatan yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga membuka ruang promosi pariwisata Nusa Penida. Melalui kegiatan serupa, potensi wisata daerah diharapkan semakin dikenal dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta sektor ekonomi kreatif. (*/ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗞𝗹𝘂𝗿𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗔𝗿𝘁 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗹𝗶 𝗞𝗮𝘀𝗶𝗵 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝟯𝟬 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 02, 2026 0

Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar Bali


DENPASAR, Lensabali.id – Ribuan masyarakat Bali memadati kawasan Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (1/8/2026), untuk merayakan Rahina Tumpek Klurut yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih atau Hari Kasih Sayang menurut dresta Bali. Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai peringatan yang dikemas melalui pertunjukan seni dan musik yang melibatkan sejumlah musisi ternama Pulau Dewata.

Sejak sore hingga malam hari, masyarakat tampak antusias menikmati penampilan para penyanyi dan grup musik Bali yang telah dikenal luas. Deretan musisi seperti Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, Yong Sagita, Bintang Band, Bayu KW, Lebri Partami, Putri Bulan, hingga Gus Veron sukses menghibur ribuan penonton yang memadati area pertunjukan.

Konser gratis yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Bangku-bangku penonton terisi penuh, sementara suasana meriah tercipta melalui lagu-lagu Bali yang dinikmati bersama oleh para pengunjung.

Di sela kegiatan, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penyelenggaraan konser tersebut merupakan bagian dari upaya memperingati dan memaknai Tumpek Klurut sebagai hari yang sarat nilai kasih sayang dalam kehidupan masyarakat Bali.

"Malam ini kita menikmati hiburan oleh para seniman dan pemain musik kita di Bali," ungkap Koster.

Menurutnya, perayaan seperti ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami makna dan filosofi yang terkandung dalam berbagai warisan kearifan lokal Bali.

"Masyarakat Bali harus tahu apa itu Tumpek Klurut dan juga nilai kearifan lokal lainnya supaya kita generasi penerus memahami dan menghayati kearifan lokal leluhur Bali yang diwariskan kepada kita semua," imbuhnya.

Tumpek Klurut di Art Center, Gubernur Koster Serahkan Tali Kasih untuk 30 Pelajar Bali

Secara filosofis, Tumpek Klurut mengandung makna kelembutan hati, kasih sayang, serta upaya membangun suasana kehidupan yang damai dan harmonis. Dalam tradisi Bali, hari suci ini juga memiliki keterkaitan erat dengan dunia seni yang dipandang sebagai media pembentuk karakter, penghalus budi pekerti, dan sarana mempererat hubungan antarmanusia.

Sebagai wujud nyata semangat kasih sayang tersebut, Gubernur Koster menyerahkan tali kasih kepada 30 siswa SMA, SMK, dan SLB dari berbagai daerah di Bali. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk perhatian kepada generasi muda yang diharapkan mampu menjadi penerus dan pemimpin Bali pada masa mendatang.

Selain kegiatan di Art Center, rangkaian peringatan Tumpek Klurut juga diisi dengan program berbagi hidangan kepada masyarakat melalui sejumlah tenant kuliner yang telah ditunjuk di masing-masing kabupaten dan kota. Pemerintah Provinsi Bali juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat diakses masyarakat melalui fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di seluruh Bali.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, peringatan Tumpek Klurut tahun ini tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum memperkuat nilai kasih sayang, kepedulian sosial, dan kebersamaan di tengah masyarakat Bali. (*/ap)
Read More

Jumat, 31 Juli 2026

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗰𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗣𝗮𝗱𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗶, 𝗨𝗠𝗞𝗠, 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀 𝗧𝘂𝗸𝗮𝗱 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴

Juli 31, 2026 0
Pemecutan Festival 2026 Padukan Seni, UMKM, dan Panggung di Atas Tukad Badung

DENPASAR, Lensabali.id – Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, kembali menggelar Pemecutan Festival pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, festival ini hadir dengan konsep berbeda melalui pembangunan panggung utama di atas aliran Tukad Badung.

Mengusung tema Jaladi Jagrati, festival tersebut menitikberatkan pada makna air sebagai simbol kehidupan, kesejahteraan, dan keberlanjutan masyarakat. Pemilihan kawasan bantaran Tukad Badung sekaligus menjadi penanda kebangkitan wilayah yang sempat terdampak banjir bandang pada 2025 lalu.

Lurah Pemecutan, Agus Yudi Kusumajaya, menjelaskan bahwa panggung sengaja dibangun di kawasan sungai sebagai simbol pemulihan dan optimisme masyarakat. “Panggung sengaja dibangun di bantaran sungai sebagai simbol bahwa kawasan ini telah bangkit dari bencana banjir yang pernah terjadi. Penataan Tukad Badung juga menjadi salah satu pertimbangan sehingga lokasi ini layak dimanfaatkan sebagai ruang publik,” ujarnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, hiburan musik dalam festival kali ini dikemas dengan konsep akustik yang diharapkan menghadirkan suasana lebih santai dan nyaman bagi pengunjung.

Selain di bantaran Tukad Badung, rangkaian kegiatan juga berlangsung di sepanjang Jalan Bukit Barisan yang akan diramaikan stan UMKM lokal. Kehadiran pelaku usaha mikro tersebut menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat promosi produk lokal.

Menurut Yudi, Pemecutan Festival dirancang sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah kreativitas warga dan sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami memilih pelaksanaan lebih awal karena mendekati 17 Agustus biasanya banyak kegiatan serupa digelar, sehingga masyarakat bisa menikmati seluruh rangkaian acara dengan lebih maksimal,” katanya.

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhi beragam kegiatan mulai dari lomba memancing, pertunjukan seni siswa SD se-Kelurahan Pemecutan, hiburan bondres, jalan santai, lomba kemerdekaan, kuis antarsekaa teruna, hingga penampilan musik sebagai penutup festival.

Panitia juga menyiapkan sejumlah kantong parkir di kawasan Parkir Bank BCA Hasanuddin, depan KFC Dharma, serta Jalan Gunung Kerinci. Yudi memastikan pelaksanaan festival tidak mengganggu arus lalu lintas utama karena penutupan jalan hanya dilakukan di kawasan Jalan Bukit Barisan yang menjadi pusat kegiatan. (ap)
Read More

Jumat, 24 Juli 2026

𝗟𝗼𝘃𝗶𝗻𝗮 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗖𝗿𝗼𝘀𝘀 𝗖𝗼𝘂𝗻𝘁𝗿𝘆 𝟴 𝗞𝗺, 𝟮𝟱𝟬 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗿𝗶 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿

Juli 24, 2026 0
Lovina Festival 2026 Hadirkan Cross Country 8 Km, 250 Pelari Sudah Terdaftar

BULELENG, Lensabali.id - Lovina Festival 2026 menghadirkan inovasi baru dengan menggelar Lovina Cross Country 8 Km, sebuah ajang lari yang diharapkan menjadi embrio sport tourism di Bali Utara. Hingga menjelang pelaksanaan pada 26 Juli 2026, sebanyak 250 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa Cross Country menjadi agenda baru dalam rangkaian festival tahun ini. Rute lomba akan dimulai dan berakhir di kawasan Tasik Madu, Desa Kaliasem, melintasi Desa Kalibukbuk, Kaliasem, dan Temukus dengan jarak tempuh 8 kilometer.

"Ini pertama kali dilaksanakan pada Lovina Festival. Sampai saat ini sudah terdaftar 250 peserta yang akan menempuh rute sejauh 8 km," ujar Reika saat konferensi pers di Lovina.

Ajang ini dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan pelajar, dengan total hadiah mencapai Rp 30 juta. Pemenang kategori umum akan menerima hadiah utama Rp 5 juta, sedangkan juara kategori pelajar memperoleh Rp 2,5 juta.

Pelaku pariwisata Pantai Lovina sekaligus penggagas kegiatan, I Nyoman Arya Astawa, menuturkan bahwa penyelenggaraan Cross Country menjadi langkah awal memperkenalkan Lovina sebagai destinasi sport tourism. Ia berharap event tersebut dapat berkembang menjadi lomba lari bertaraf internasional pada tahun-tahun mendatang.

"Harapan kami mendatangkan wisatawan dari luar daerah, dan tahun depan skalanya bisa internasional," kata Arya.

Menurutnya, minat peserta dari luar Buleleng sangat tinggi. Sekitar 85 persen pendaftar berasal dari luar daerah, sehingga berpotensi memberikan dampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi penginapan di kawasan Lovina.

Daya tarik utama lomba ini terletak pada lintasan yang mengusung konsep Nyegara Gunung. Peserta akan menikmati perpaduan panorama pantai, hamparan sawah, dan perbukitan khas Bali Utara dalam satu rute yang jarang ditemukan di daerah lain.

Untuk menambah pengalaman peserta, panitia juga menyiapkan berbagai atraksi budaya di sepanjang lintasan, mulai dari baleganjur, tektekan, hingga sajian buah-buahan gratis dari masyarakat setempat. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memperkuat promosi pariwisata Lovina. (ap)
Read More