LENSA BALI: Pariwisata

Hot


Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗘𝗺𝗶𝘀𝗶, 𝗛𝗼𝘁𝗲𝗹 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗟𝗧𝗦 𝗔𝘁𝗮𝗽

Agustus 06, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Diminta Gunakan PLTS Atap

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali mempercepat pengembangan lima kawasan rendah emisi sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan kawasan Nusa Dua dan Kuta di Kabupaten Badung, Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, serta Kepulauan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung sebagai wilayah prioritas penerapan konsep tersebut.

Pengembangan kawasan rendah emisi dilakukan melalui lima pilar utama, yakni Green Energy dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada hotel, restoran, vila, perkantoran hingga rumah tinggal; Green Mobility melalui penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai; Green Ecosystem dengan memperluas tutupan lahan hijau; Green Tourism melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di destinasi wisata; serta Green Community dengan memperkuat kualitas masyarakat berbasis kearifan lokal.

Gubernur Koster menegaskan, berbagai kebijakan ramah lingkungan sebenarnya telah berjalan, mulai dari pembatasan plastik sekali pakai hingga penggunaan kendaraan listrik. Namun, menurutnya, implementasi program tersebut harus dipercepat agar mampu meningkatkan kualitas pariwisata Bali di masa depan.

"Kita sudah melakukan pembatasan plastik sekali pakai, menerapkan energi bersih melalui kendaraan listrik dan memanfaatkan PLTS, namun tahun ini harus kita akan gencarkan lagi. Kalau ini bisa kita kerjakan, maka pariwisata Bali akan semakin berkualitas. Jangan terus menerima PHR, tapi kita harus mempersiapkan konsep bertatanan untuk kemajuan masa depan Bali," tegas Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Kawasan Emisi, Rabu (5/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Bali, Kepala BRIDA Provinsi Bali beserta jajaran kabupaten/kota, Kelompok Ahli Gubernur Bali, serta perwakilan World Resources Institute.

Dalam arahannya, Koster menilai kemandirian energi menjadi kebutuhan mendesak. Ia mengingatkan bahwa Bali masih bergantung pada pasokan listrik melalui kabel bawah laut yang sewaktu-waktu berpotensi mengalami gangguan akibat faktor alam maupun penyebab lainnya.

"Mengapa harus kita kendalikan Bali mandiri energi, karena kabel bawah laut itu bisa putus kapan saja akibat faktor alam dan lainnya. Karenanya Saya mengajak semua untuk beralih ke PLTS," ujarnya.

Menurut Koster, PLTS merupakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, efisien, sekaligus mampu menjaga kualitas udara. Ia menilai udara bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi kesehatan masyarakat sehingga kebijakan energi hijau harus menjadi prioritas seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali.

Gubernur Koster Dorong Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Diminta Gunakan PLTS Atap

"Mengapa udara harus bersih? Karena kita hidup menghirup udara, kalau udara ini kotor, maka yang kita hirup itu kotor dan akan menyebabkan kesehatan kita terganggu," jelasnya.

Gubernur juga mengingatkan kebutuhan listrik Bali terus meningkat. Beban listrik diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 MW pada tahun ini dan meningkat menjadi lebih dari 1.400 MW pada 2027. Tanpa langkah antisipasi sejak sekarang, menurutnya, risiko pemadaman bergilir dapat terjadi dan berpotensi mengganggu kawasan pariwisata utama.

Selain memperkuat penggunaan energi surya, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan polusi udara dan kebisingan.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Koster meminta BRIDA Provinsi Bali bersama BRIDA kabupaten/kota, kelompok ahli, dan perangkat daerah terkait segera menyusun konsep teknis kawasan rendah emisi, termasuk pemetaan wilayah serta aturan yang mengatur pembangunan di dalamnya.

"Brida harus merumuskan bersama Kelompok Ahli dan Dinas terkait untuk Zona Low Emission ini, petakan wilayahnya yang boleh ditreatment itu apa dan yang tidak boleh itu apa. Kemudian harus didorong bangunan hotel, restaurant, villa, perkantoran dan rumah menggunakan PLTS Atap di kawasan tersebut dengan mengikut sertakan Dinas Perizinan," tegasnya. (hms/ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗔𝗣𝗗𝗧 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶

Agustus 05, 2026 0
Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel The Westin, Nusa Dua, Badung, Rabu (5/8/2026). Konferensi teknologi pengeboran terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut dihadiri sekitar 800 delegasi dari 39 negara dan menjadi ajang bertukar gagasan mengenai masa depan industri energi yang lebih berkelanjutan.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta internasional yang memilih Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi.

"Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan," ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Bali tidak hanya bertumpu pada pesona alamnya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga warisan budaya yang menjadi identitas utama pulau ini. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang mengantarkan Bali sebagai destinasi wisata dunia tanpa kehilangan jati dirinya.

Koster juga mengungkapkan pengalamannya mengikuti forum perubahan iklim di London beberapa waktu lalu. Dari forum tersebut, ia semakin meyakini bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, penyelenggaraan APDT 2026 tidak hanya penting bagi kemajuan teknologi di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali melalui meningkatnya aktivitas pariwisata, tingkat hunian hotel, dan perputaran usaha masyarakat.

"Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali," katanya.

Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia. Sepanjang 2025, lebih dari tujuh juta wisatawan asing datang melalui jalur udara. Dari sekitar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, hampir separuhnya memilih Bali sebagai tujuan perjalanan.

"Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Karena sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus mengembangkan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

"Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya," tegasnya.

Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

Koster menjelaskan arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Implementasinya diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan plastik sekali pakai, pengembangan pertanian organik, hingga percepatan penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik.

"Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ketahanan energi tetap menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, inovasi di sektor energi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

"Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.

Menutup sambutannya, Koster berharap APDT 2026 semakin memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadirkan teknologi energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dunia. (hms/ap)
Read More

Selasa, 04 Agustus 2026

𝗦𝗶𝗿𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗹𝗮𝗴𝗲 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁 𝟲𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮

Agustus 04, 2026 0

Sira Village Bali Catat 60 Ribu Pengunjung dalam Tiga Hari Pertama

DENPASAR, Lensabali.id - Sira Village Grand Outlet Bali mencatat capaian impresif dengan menarik sekitar 60 ribu pengunjung hanya dalam tiga hari pertama sejak resmi dibuka pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan tersebut berasal dari masyarakat Bali, wisatawan domestik, hingga turis mancanegara.

Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat terhadap destinasi baru tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan menjadi bukti bahwa konsep ruang yang memadukan alam, budaya, dan aktivitas masyarakat mendapat sambutan positif.

"Ini bukan cuma soal angka, tetapi bukti bahwa mimpi besar kami membangun ruang yang menyatukan alam, budaya, dan masyarakat Bali akhirnya bisa dirasakan langsung oleh banyak orang, khususnya warga Bali," ujar Tantowi.

Daya tarik Sira Village tidak hanya terletak pada konsep belanja terbuka yang terintegrasi dengan panorama laut, tetapi juga berbagai ruang kreatif yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Suasana pembukaan semakin semarak dengan pertunjukan budaya, panggung musik, serta Island Bazaar yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menjelaskan bahwa pengunjung juga dapat menikmati pameran seni kontemporer hasil kolaborasi dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Pameran ini menjadi yang pertama digelar di ruang ritel komersial seperti Sira Village.

"Kolaborasi dengan ICAD ini bukan sekadar menghadirkan pameran seni, tetapi bentuk nyata dari visi kami menjadikan KEK Kura Kura Bali sebagai kawasan yang tumbuh berdampingan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan budaya lokal," kata Zefri.

Beragam karya kreatif ditampilkan dalam ekshibisi tersebut, mulai dari tas bernuansa kosmopolitan dengan sentuhan ikon Bali, kacamata yang dibuat dari papan skateboard bekas, hingga produk berbahan plastik daur ulang yang terinspirasi dari bentuk ikan buntal.

Pameran seni kontemporer ini akan berlangsung selama dua bulan dan menghadirkan 37 karya dari desainer, seniman rupa, hingga pelaku UMKM. Menariknya, sekitar 70 persen karya yang dipamerkan berasal dari talenta kreatif berbasis di Bali.

Founder dan Artistic Director ICAD, Diana Nazir, menilai kolaborasi ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas jangkauan seni kepada masyarakat luas. "Ini menjadi tantangan tersendiri buat kami karena biasa bergerak di galeri atau museum. Namun, ini sangat menyenangkan karena misi utama kami adalah memperluas pasar dan pengetahuan pengunjung," ujarnya. (ap)
Read More

Senin, 20 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿–𝗔𝗛𝗬 𝗦𝗶𝗻𝗸𝗿𝗼𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juli 20, 2026 0
Gubernur Koster–AHY Sinkronkan Program Pembangunan Bali, Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat infrastruktur, menjaga lingkungan, serta memastikan keberlanjutan sektor pariwisata Bali.

Dalam pemaparannya, Gubernur Koster menjelaskan bahwa pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata melampaui 7 juta orang, sementara wisatawan domestik mencapai sekitar 9,3 juta orang. Total kunjungan wisatawan tercatat sekitar 16,3 juta orang, hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

"Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan aktivitas di Bali, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan," ujar Koster.

Menurutnya, Bali masih menjadi tulang punggung pariwisata nasional dengan kontribusi sekitar 45,8 persen terhadap total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 1.522 dolar AS per kunjungan, sehingga menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp176 triliun sepanjang 2025 atau setara hampir setengah kontribusi sektor pariwisata nasional.

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali hingga 5,82 persen. Selain itu, Bali mencatat tingkat kemiskinan terendah secara nasional sebesar 3,42 persen, tingkat pengangguran 1,45 persen, serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, Koster mengingatkan adanya berbagai tantangan yang harus diantisipasi, mulai dari alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, ancaman terhadap sumber daya air, kerusakan ekosistem, hingga kemacetan akibat keterbatasan kapasitas infrastruktur. Berbagai persoalan sosial yang melibatkan wisatawan asing dan praktik usaha ilegal juga menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mengatasi hal itu, Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum sekaligus menjalankan sejumlah program prioritas, seperti pengelolaan sampah berbasis sumber, penyediaan air bersih di Karangasem dan Jembrana, serta penguatan ketahanan energi melalui pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Gubernur Koster–AHY Sinkronkan Program Pembangunan Bali, Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Pada sektor infrastruktur, Bali mendorong percepatan pembangunan konektivitas darat dan laut, termasuk pengembangan jalur logistik terintegrasi dari Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.

"Peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi kunci menjaga daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali," tegas Koster.

Sementara itu, Menko AHY menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan Bali berjalan selaras dan terarah.

"Kita akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi," ujarnya.

AHY menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, penataan ruang, pengelolaan sampah, perlindungan lahan pangan, hingga pengembangan transportasi massal dan layanan water taxi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Rakor tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinkronisasi program lintas sektor melalui evaluasi berkala guna memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Bali ke depan. (hms/ap)
Read More

Kamis, 16 Juli 2026

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juli 16, 2026 0
Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Bali–Sulut Bangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

DENPASAR, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat kerja sama antardaerah dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Victor Mailangkay menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan mempelajari pengalaman Bali dalam membangun pariwisata yang tertata dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Bali dalam mengelola destinasi wisata, memperkuat kelembagaan, serta menghadirkan regulasi yang mendukung perkembangan sektor pariwisata menjadi referensi penting bagi Sulawesi Utara yang tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

"Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali. Kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin Kabupaten Badung berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan. Pengalaman tersebut tentu menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara," ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat terhadap KEK Likupang terus diperkuat, salah satunya melalui pembangunan Politeknik Pariwisata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Utara terus bertumbuh, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan yang didukung konektivitas penerbangan langsung dari Manado.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga berharap dapat memperluas kerja sama dengan Bali, baik dalam pengelolaan destinasi wisata, pelestarian tradisi sebagai daya tarik pariwisata, maupun penguatan regulasi sektor kepariwisataan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antardaerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bali dan Sulawesi Utara bisa menjalin kerja sama yang apik. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan teknis maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui Dinas Pariwisata dan badan pengelola. Jika memang ada skema kerja sama yang baik, saya berharap dapat segera disepakati," kata Giri Prasta.

Ia menegaskan, arah pembangunan pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata. Karena itu, penataan kawasan dengan pembagian zona yang jelas dan pengelolaan yang profesional menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing destinasi.

Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Bali–Sulut Bangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Selain itu, desa wisata dinilai sebagai salah satu kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan. Menurut Giri Prasta, wisatawan modern cenderung mencari pengalaman yang autentik, sehingga desa wisata dapat menjadi pusat aktivitas yang memadukan budaya, alam, dan partisipasi masyarakat.

"Kalau ingin meningkatkan kualitas pariwisata, sebaiknya mengembangkan desa wisata. Contohnya Desa Kutuh di Kabupaten Badung yang mengelola Pantai Pandawa. Dahulu desa itu termasuk desa miskin, tetapi kini menjadi salah satu desa yang paling maju karena mampu mengelola potensi wisatanya dengan baik," ujarnya.

Keberhasilan Desa Kutuh, lanjutnya, lahir dari koordinasi yang kuat antar unsur masyarakat sehingga pengelolaan pariwisata dapat berjalan profesional dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga.

"Kuncinya adalah koordinasi yang baik di antara empat banjar yang ada di Desa Kutuh. Dengan kebersamaan, potensi wisata bisa dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa," jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama strategis antara Bali dan Sulawesi Utara dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkualitas, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah. (hms/ap)
Read More

Rabu, 08 Juli 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗘𝘅𝗽𝗲𝗿𝗶𝗲𝗻𝗰𝗲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 08, 2026 0
Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka kegiatan Penilaian Lapangan Lomba Inovasi “Nyegara Gunung Experience” yang berlangsung di TPST3R Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi daerah yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Inovasi “Nyegara Gunung Experience” mengusung konsep pariwisata regeneratif yang berfokus pada restorasi lingkungan dari hulu hingga hilir serta revitalisasi nilai-nilai kosmologi Bali. Model ini tidak hanya menempatkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemulihan lingkungan dan pelestarian budaya yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Klungkung yang menempatkan kualitas lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong inovasi di berbagai sektor. Inovasi dinilai menjadi instrumen penting dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.

"Pemkab Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan inovasi daerah sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati berharap proses penilaian tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, melainkan mampu menghasilkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah lain. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi akan semakin bermakna apabila mampu direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Ia juga meminta tim penilai untuk tidak hanya memberikan penilaian secara objektif, tetapi turut memberikan masukan dan pendampingan agar potensi wisata yang dimiliki Desa Besan dapat terus berkembang. Dengan demikian, inovasi yang telah dibangun dapat semakin matang dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

"Semoga inovasi ini menjadi kontribusi nyata Klungkung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan generasi penerus," harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Bali Swacita Nugraha Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., memberikan apresiasi terhadap konsep yang diusung Desa Besan. Menurutnya, “Nyegara Gunung Experience” merupakan terobosan yang mampu menghidupkan kembali filosofi Segara Gunung sebagai landasan pembangunan dan tata kelola pariwisata Bali.

Ia menilai inovasi tersebut berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam praktik pariwisata modern. Melalui pendekatan tersebut, pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan alam, memperkuat identitas budaya, serta membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

Minggu, 05 Juli 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗕𝗮𝘇𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗷𝗮𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗥𝗲𝗽𝘂𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Juli 05, 2026 0
Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali, Gubernur Koster: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Menjaga Reputasi Bali di Mata Dunia

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bazar Pelayanan Publik 2026 yang diselenggarakan Kejaksaan Tinggi Bali di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Sabtu (4/7).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi bersih pantai, pelepasan tukik, serta pelayanan terpadu lintas instansi itu menjadi wujud sinergi berbagai lembaga dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Acara turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, jajaran Forkopimda, serta para Kepala Kejaksaan Negeri se-Bali.

Dalam sambutannya, Koster mengatakan pelayanan publik merupakan kebutuhan mendasar yang harus mampu menjawab harapan masyarakat secara cepat, tepat, dan adaptif terhadap perkembangan situasi.

“Pelayanan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita harus responsif terhadap aspirasi yang semakin cepat, serta mampu mengimbangi dinamika di lapangan,” ujar Koster.

Ia menegaskan, sebagai destinasi wisata internasional, setiap persoalan pelayanan publik di Bali dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat luas, bahkan hingga tingkat global. Karena itu, kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari keimigrasian, kesehatan, hingga perbankan, harus terus diperkuat.

Secara khusus, Koster menyoroti layanan keimigrasian yang memiliki peran strategis dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara. Dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat dan hampir mencapai tujuh juta orang pada 2025, beban pelayanan keimigrasian di Bali menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

“Kalau kita salah dalam memberikan pelayanan, maka akan sangat berdampak bagi pariwisata Bali,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan keimigrasian tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi terkait, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia tetap terjaga.

Koster juga mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali yang menghadirkan Bazar Pelayanan Publik sebagai wadah pelayanan terpadu. Namun, ia mengingatkan agar program serupa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali, Gubernur Koster: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Menjaga Reputasi Bali di Mata Dunia

“Ini langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan layanan publik. Namun, jangan berhenti sampai di sini, harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik. Pelayanan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, serta diharapkan bisa berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain, tidak hanya di Kuta,” ujarnya.

Bazar Pelayanan Publik 2026 menghadirkan berbagai layanan dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, BUMN, sektor perbankan, hingga fasilitas kesehatan. Selain memberikan kemudahan akses layanan, kegiatan ini juga diisi aksi bersih Pantai Kuta dan pelepasan tukik sebagai simbol komitmen menjaga kebersihan lingkungan serta keberlanjutan pariwisata Bali. (hms/ap)
Read More

Jumat, 03 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘁𝗼𝗿𝗶𝘂𝗺 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 03, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan sektor pertanian harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, sinergi kedua sektor tersebut penting agar petani tidak hanya berperan menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (2/7).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang Gubernur Koster menjadi keynote speaker pada Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang.

Forum tersebut akan diikuti sekitar 90 dekan fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, dengan total peserta diperkirakan mencapai 200 orang. Agenda kegiatan meliputi seminar nasional, lokakarya, serta sejumlah kompetisi mahasiswa yang mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya.

"Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker," ujar I Putu Sudiarta.

Menanggapi undangan itu, Koster menekankan bahwa sektor pertanian tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, selama ini kawasan pertanian sering menjadi daya tarik wisata, namun nilai ekonomi yang diterima petani masih belum sebanding dengan kontribusi mereka.

"Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat," tegas Koster.

Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

Ia berpandangan bahwa petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dalam pengembangan pariwisata berbasis pertanian agar kesejahteraan mereka ikut meningkat.

Lebih lanjut, Koster menyebut Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut telah ia paparkan dalam forum internasional di London, termasuk mengenai Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik yang disebut sebagai regulasi pertama dan satu-satunya di Indonesia.

"Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali," ujarnya.

Menurut Koster, kekayaan budaya tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Bali di tingkat global. "Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali," katanya. (hms/ap)
Read More

Jumat, 19 Juni 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗞𝗲𝗷𝘂𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝘁𝗲 𝗔𝘀𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗽𝗼𝗿𝘁 𝗧𝗼𝘂𝗿𝗶𝘀𝗺 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Juni 19, 2026 0
Gubernur Koster Tegaskan Dukungan Bali untuk Kejuaraan Karate Asia 2026, Perkuat Posisi Sport Tourism Dunia

BADUNG, Lensabali.id – Bali kembali menegaskan perannya sebagai tuan rumah berbagai agenda internasional melalui penyelenggaraan 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Kabupaten Badung. Gubernur Bali Wayan Koster hadir secara langsung pada pembukaan kejuaraan bergengsi tersebut, Kamis (18/6/2026).

Ajang karate terbesar di kawasan Asia itu diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara. Selain memperebutkan gelar juara Asia, kompetisi yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026 juga menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Karate World Cup.

Kehadiran Gubernur Koster menjadi bentuk nyata dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan event olahraga internasional yang mampu mendorong pertumbuhan pariwisata sekaligus memperluas promosi Bali di tingkat global. Sebelum seremoni pembukaan, Gubernur juga menghadiri gala dinner bersama delegasi, atlet, ofisial, dan tokoh karate dari berbagai negara Asia.

Wakil Presiden Asian Karate Federation (AKF), Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

"Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia," ujarnya.

Ketua Umum PB FORKI, Hadi Tjahjanto, menilai kejuaraan ini bukan sekadar arena kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan karateka Asia. Menurutnya, kehadiran lebih dari 400 atlet menunjukkan kuatnya ikatan dan semangat kebersamaan di antara komunitas karate Asia.

Gubernur Koster Tegaskan Dukungan Bali untuk Kejuaraan Karate Asia 2026, Perkuat Posisi Sport Tourism Dunia

"Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia," katanya.

Ia menambahkan, karate tidak hanya mengedepankan kemampuan bertanding, tetapi juga menjunjung tinggi nilai hormat, sportivitas, dan fair play.

"Ini adalah perayaan persaudaraan yang melampaui kompetisi. Respek dan excellence adalah nilai yang hidup di hati setiap karateka. Kami berharap karate dapat terus menjadi sarana yang mempersatukan atlet dari seluruh Asia bahkan dunia," imbuhnya.

Pada kejuaraan ini, Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik, termasuk tiga karateka asal Bali yang memperkuat tim nasional. Salah satunya adalah Cok Istri Agung Sanistyarani yang tampil pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram.

Selain menjadi ajang perebutan gelar juara Asia dan tiket menuju Karate World Cup, kejuaraan ini juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menggelar event internasional dengan standar tinggi. (hms/ap)
Read More

Selasa, 16 Juni 2026

𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗽𝘂𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗦𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮 𝗣𝘂𝗷𝗮𝘄𝗮𝗹𝗶 𝟭𝟳-𝟮𝟭 𝗝𝘂𝗻𝗶

Juni 16, 2026 0

Pura Lempuyang Ditutup Sementara untuk Wisatawan Selama Pujawali 17-21 Juni

KARANGASEM, Lensabali.id – Pengelola Objek Wisata Pura Luhur Lempuyang memutuskan menutup sementara kunjungan wisatawan mulai 17/06/2026 hingga 21/06/2026. Kebijakan tersebut diberlakukan karena berlangsungnya rangkaian upacara pujawali yang puncaknya jatuh pada 18/06/2026.

Bendesa Adat Purwayu, I Nyoman Jati, menjelaskan bahwa selama pelaksanaan pujawali jumlah pemedek yang datang untuk bersembahyang meningkat sangat signifikan. Umat Hindu dari berbagai wilayah di Bali maupun luar daerah diperkirakan memadati kawasan pura.

"Jumlah pemedek yang datang untuk persembahyangan sangat banyak, bahkan bisa membludak dari seluruh Bali hingga luar Bali. Jadi untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan kunjungan wisatawan terpaksa kami tunda untuk sementara," ujar Jati, Selasa (16/06/2026).

Menurutnya, keputusan penutupan telah melalui paruman bersama berbagai pihak terkait, termasuk pelaku wisata dan pemandu wisata yang beroperasi di kawasan Pura Lempuyang. Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah agen perjalanan agar segera menginformasikan perubahan jadwal kepada para wisatawan.

"Surat terkait penutupan sementara Objek Wisata Lempuyang telah kami sebar sejak seminggu lalu, semoga seluruh wisatawan maklum," katanya.

Untuk mendukung kelancaran pujawali, desa adat telah menyiapkan sistem pengaturan parkir serta pengamanan yang melibatkan pecalang, kepolisian, dan unsur terkait lainnya. Petugas juga akan mengarahkan wisatawan yang masih datang selama masa penutupan.

"Nanti para pecalang juga bertugas jika seandainya ada wisatawan yang datang untuk diputar balik, karena berkaca dari pujawali sebelumnya pasti ada saja wisatawan datang karena mengaku tidak tahu ada penutupan," jelas Jati.

Sebelum penutupan, jumlah kunjungan wisatawan ke Pura Lempuyang tercatat mencapai 700 hingga 800 orang per hari. Pengelola berharap kunjungan akan kembali meningkat setelah objek wisata dibuka kembali pada 22/06/2026. (ap)
Read More

Minggu, 14 Juni 2026

𝗣𝗲𝘀𝗼𝗻𝗮 𝗗𝗮𝗻𝗮𝘂 𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗣𝗞𝗕 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴, 𝗕𝗲𝗸𝗮𝘀 𝗔𝗿𝗲𝗮 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶

Juni 14, 2026 0
Pesona Danau Viral PKB Klungkung, Bekas Area Tambang yang Kini Jadi Tempat Bersantai

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Sebuah danau buatan di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Lokasi yang kini dikenal dengan sebutan "Danau Viral" tersebut ternyata memiliki sejarah sebagai area tambang galian C sebelum berubah menjadi destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat.

Keindahan panorama dan suasana yang tenang menjadi daya tarik utama tempat ini. Terlebih saat sore hari, pengunjung dapat menikmati udara yang sejuk dengan latar pemandangan Gunung Agung yang berdiri megah di kejauhan.

Salah seorang pengunjung asal Klungkung, Wayan Agus Yoga Pratama (22), mengaku sengaja datang untuk menikmati suasana santai bersama teman-temannya.

"Tempatnya luas dan suasananya sejuk kalau sore hari. Pas sekali untuk melepas penat atau sekadar mengobrol bareng teman-teman di akhir pekan," ujarnya, Sabtu (13/06/2026).

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan pengunjung memadati tepian danau sepanjang sore. Sebagian datang bersama keluarga, pasangan, maupun sahabat untuk menikmati suasana alam yang berbeda dari hiruk-pikuk perkotaan.

Meski nama "Danau Viral" kini semakin populer, Yoga menilai hal terpenting adalah menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan tersebut agar tetap nyaman dikunjungi.

Kehadiran pengunjung juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Wayan Tangkas (37), seorang pedagang yang telah berjualan sekitar satu setengah bulan di lokasi itu, mengaku jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan.

"Setiap hari ada saja yang datang. Tapi yang ramai itu akhir pekan, terutama sore hari," kata Tangkas.

Menurutnya, kawasan tersebut dulunya merupakan lahan persawahan yang kemudian berubah menjadi area galian C. Setelah aktivitas penambangan berakhir, cekungan yang terbentuk perlahan terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.

Tangkas berharap perkembangan kawasan tersebut tetap dibarengi dengan kesadaran menjaga kebersihan. Ia bahkan rutin mengumpulkan dan membawa pulang sampah di sekitar area dagangnya demi menjaga keasrian lingkungan. (ap)
Read More

Rabu, 10 Juni 2026

𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻, 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗱𝗮𝘁𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻

Juni 10, 2026 0
Ribuan Pasang Mata Saksikan Perang Pandan, Tradisi Sakral Tenganan Dipadati Wisatawan

KARANGASEM, Lensabali.id – Tradisi mekare-kare atau perang pandan kembali menjadi magnet budaya di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Ratusan warga, wisatawan domestik, hingga mancanegara memadati desa adat tersebut untuk menyaksikan secara langsung ritual sakral yang hanya digelar sekali dalam setahun.

Sejak siang hari, pengunjung mulai berdatangan dan memenuhi area pelaksanaan tradisi. Sejumlah fotografer terlihat berburu sudut terbaik untuk mengabadikan momen ketika para peserta mulai bertarung menggunakan daun pandan berduri, ciri khas utama tradisi tersebut.

Menjelang prosesi dimulai, para pemuda dan pemudi Desa Tenganan Pegringsingan tampak sibuk mempersiapkan berbagai sarana upacara, termasuk daun pandan yang akan digunakan dalam perang pandan serta perlengkapan pendukung lainnya.

Saat ritual berlangsung, arena dipenuhi penonton yang ingin menyaksikan dari dekat jalannya tradisi. Beberapa bahkan membawa bangku sendiri atau berdiri di tempat yang lebih tinggi agar dapat melihat setiap prosesi dengan jelas.

Salah seorang pengunjung asal Badung, Made Dwipayana, mengaku terkesan dapat menyaksikan langsung tradisi yang selama ini hanya ia dengar dari cerita dan kunjungan wisata.

“Saya sebenarnya sering ke sini sama tamu, tapi kalau untuk melihat tradisi perang pandan secara langsung baru pertama. Ini karena anak saya yang ingin melihat langsung,” ujar Dwipayana, Rabu (10/06/2026).

Kelian Desa Adat Tenganan Pegringsingan, I Putu Yudiana, menjelaskan bahwa perang pandan merupakan bentuk penghormatan kepada Dewa Indra yang dipercaya sebagai Dewa Perang dalam tradisi masyarakat setempat. Ritual ini menjadi bagian penting dari rangkaian Usaba Sambah yang dilaksanakan setiap tahun.

Menurut kepercayaan masyarakat adat Tenganan Pegringsingan, perang dalam mekare-kare bukanlah simbol permusuhan, melainkan wujud tanggung jawab, keberanian, serta penghormatan para remaja terhadap keluarga dan desa adat.

Prosesi diawali dengan perjalanan para remaja menuju puncak bukit untuk menghaturkan kelapa muda atau kuud sebagai bagian dari ritual. Setelah itu, para pemuda mencari daun pandan untuk digunakan dalam pertarungan, sementara para pemudi menyiapkan boreh sebagai obat tradisional untuk merawat luka peserta.

Usai bertarung, seluruh peserta saling merangkul dan melanjutkan tradisi megibung atau makan bersama sebagai simbol persaudaraan. Tahun ini, pelaksanaan perang pandan kembali diselaraskan dengan Tenganan Pegringsingan Culture Festival sehingga pengunjung juga dapat menikmati berbagai sajian kuliner dan hiburan budaya.

“Ini tahun kelima tradisi perang pandan disinkronkan dengan festival. Semoga ini bisa lebih mengenalkan Desa Tenganan Pegringsingan secara lebih luas,” harap Yudiana. (ap)
Read More

𝗧𝗮𝗸 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗧𝗶𝗺𝗻𝗮𝘀 𝗦𝗽𝗮𝗻𝘆𝗼𝗹 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗶𝗮𝗹𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗕𝗲𝗸 𝗥𝗲𝗮𝗹 𝗠𝗮𝗱𝗿𝗶𝗱 𝗛𝗮𝗯𝗶𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juni 10, 2026 0
Tak Masuk Timnas Spanyol untuk Piala Dunia 2026, Bek Real Madrid Habiskan Waktu di Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Bek muda Dean Huijsen memanfaatkan waktu jeda kompetisi dengan berlibur di Bali bersama sejumlah rekannya. Momen tersebut dibagikan melalui akun media sosial pribadinya dan langsung menarik perhatian para penggemar sepak bola.

Dalam unggahan tersebut, pemain bertahan Real Madrid itu terlihat menikmati aktivitas wisata alam menggunakan kendaraan ATV. Huijsen tampak duduk di kursi depan sebuah ATV berwarna putih sambil mengenakan helm hitam dan kaus hijau.

Ia tidak berlibur seorang diri. Beberapa rekannya turut menemani dalam kegiatan tersebut, baik dalam kendaraan yang sama maupun ATV lain yang berada di sekitarnya.

Meski lokasi pasti tidak disebutkan, aktivitas tersebut diduga berlangsung di kawasan wisata petualangan di Bali. Kabupaten Gianyar menjadi salah satu daerah yang dikenal memiliki banyak lintasan ATV dengan panorama sungai, hutan, tebing, dan air terjun.

Kehadiran Huijsen di Bali terjadi setelah namanya tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Spanyol pada ajang Piala Dunia FIFA 2026.

Sebelumnya, bek berusia 21 tahun itu sempat diprediksi akan mendapat tempat di skuad Spanyol berkat penampilan impresifnya sepanjang musim bersama Real Madrid. Ia menjadi salah satu pemain yang cukup sering dipercaya tampil sejak menit awal.

Namun, pelatih Luis de la Fuente membuat keputusan yang mengejutkan dengan tidak memasukkan satu pun pemain Real Madrid ke dalam daftar 26 pemain yang dipilih untuk turnamen tersebut.

Di tengah kekecewaan karena gagal memperkuat negaranya di panggung dunia, Huijsen tampaknya memilih menikmati waktu libur di Pulau Dewata sebelum kembali menjalani persiapan menghadapi musim baru. (ap)
Read More

Senin, 08 Juni 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗗𝗲𝗹𝗲𝗴𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗹𝗲𝗺𝗲𝗻 𝗦𝗮𝗶𝗻𝘁 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝘀𝗯𝘂𝗿𝗴, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗥𝘂𝘀𝗶𝗮

Juni 08, 2026 0
Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Dorong Penguatan Kerja Sama Bali–Rusia

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Delegasi Parlemen Saint Petersburg yang dipimpin Ketua Parlemen Saint Petersburg, Alexandr Belski, di Jaya Sabha, Senin (8/6). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan sekaligus memperluas kerja sama antara Bali dan Rusia di berbagai bidang strategis.

Dalam kesempatan itu, Koster menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi Rusia yang menurutnya mencerminkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara kedua negara, khususnya antara Bali dan Saint Petersburg.

"Terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin antara Saint Petersburg dan Bali. Ini merupakan wujud hubungan baik antara Indonesia dan Rusia," ujar Koster.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah kerja sama telah berjalan dalam bidang pendidikan, pariwisata, dan olahraga. Menurutnya, hubungan yang telah terbangun tersebut perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua wilayah.

Koster juga mengungkapkan keinginannya untuk melakukan kunjungan ke Rusia. Meski agenda yang semula direncanakan pada Juni tahun ini harus ditunda, ia berharap kesempatan tersebut dapat diwujudkan pada waktu mendatang.

"Saya sangat berkeinginan berkunjung ke Rusia. Mudah-mudahan ke depan dapat dijadwalkan kembali," katanya.

Gubernur Bali turut menyambut positif meningkatnya jumlah wisatawan asal Rusia yang berkunjung ke Pulau Dewata. Menurutnya, wisatawan Rusia kini semakin memahami aturan yang berlaku dan menunjukkan penghormatan terhadap budaya serta tradisi masyarakat Bali.

Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg, Dorong Penguatan Kerja Sama Bali–Rusia

Selain sektor pariwisata, Koster mencatat adanya minat investasi dari warga Rusia. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, terbuka terhadap investasi asing selama dilaksanakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan tetap menghormati nilai-nilai budaya lokal.

"Ada yang datang untuk berwisata dan ada pula yang berinvestasi. Kami sangat terbuka terhadap investasi sepanjang sesuai dengan peraturan yang berlaku dan menghormati kearifan lokal Bali," tegasnya.

Untuk memperkuat hubungan kedua wilayah, Koster mengusulkan peningkatan promosi wisata secara timbal balik. Pemerintah Provinsi Bali juga akan mendorong masyarakat Bali untuk mengenal dan mengunjungi Saint Petersburg sebagai salah satu destinasi unggulan di Rusia.

"Kita perlu melakukan pertemuan secara rutin untuk mempromosikan pariwisata kedua wilayah," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Parlemen Saint Petersburg Alexandr Belski menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Rusia telah dibangun di atas fondasi persahabatan yang kuat. Ia berharap berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas dapat segera direalisasikan, termasuk pengembangan sektor transportasi yang mendukung pertumbuhan pariwisata.

"Saya sangat senang bisa datang ke Bali. Kami berharap berbagai proyek kerja sama dapat diwujudkan, termasuk pengembangan transportasi yang mendukung sektor pariwisata," ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman kerja sama budaya antara Bali dan Saint Petersburg. Pemerintah Saint Petersburg berharap Gubernur Bali dapat memenuhi undangan resmi untuk melakukan kunjungan dan menandatangani kesepakatan persahabatan kedua provinsi pada September atau Oktober 2026. (hms/ap)
Read More

Jumat, 29 Mei 2026

𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗨𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝘁𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

Mei 29, 2026 0
Anom Gumanti Usulkan Sistem Pengamanan Terintegrasi di Destinasi Wisata

TABANAN, Lensabali.id  – Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti, mendorong penguatan sistem pengamanan terpadu di kawasan pariwisata sebagai langkah strategis menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan sekaligus mempertahankan citra daerah tujuan wisata.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas pariwisata harus diimbangi dengan sistem keamanan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga komponen keamanan berbasis adat seperti pecalang dan jagabaya.

Usulan tersebut disampaikan usai penyerahan bantuan sosial dalam rangka Hari Raya Waisak di Kuta, Kamis (28/5). Ia menilai seluruh unsur keamanan perlu disatukan dalam pola kerja yang jelas, terukur, dan saling terkoordinasi.

“Ini sangat jelas yang kita butuhkan karena merupakan akses dari pariwisata. Kami berharap ini disambut baik oleh Pak Bupati untuk kemudian dibuatkan formulasinya. Kalau bisa dirajut dalam satu titik yaitu pengamanan terpadu,” ujarnya.

Politisi PDIP asal Kuta itu menegaskan, pengamanan terpadu akan lebih efektif apabila didukung regulasi yang mengatur mekanisme kerja, pembagian tugas, hingga pola koordinasi antarinstansi.

“Jadi ada TNI, Polri, instansi pemerintah dan unsur masyarakat. Jika di lapangan ada kendala, penyelesaiannya dilakukan sesuai sektor dan bidang masing-masing,” jelasnya.

Anom Gumanti menilai kondisi keamanan di kawasan Kuta saat ini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Kasus kriminalitas seperti jambret dan copet disebut mengalami penurunan signifikan, meski kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Kalau formulasinya sudah ada, bila perlu dibuatkan semacam regulasi terkait metode dan polanya karena ini melibatkan banyak instansi. Dulu untuk di Kuta, urusan jambret dan copet hampir tiap hari. Sekarang sudah jauh berkurang,” katanya.

Ia menambahkan, sekecil apa pun potensi gangguan keamanan harus ditangani secara cepat dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dari sistem pengamanan kawasan wisata. (ap)
Read More

Minggu, 17 Mei 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗔𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝘆𝗮𝗿 𝗣𝗪𝗔, 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

Mei 17, 2026 0
Gubernur Koster Apresiasi Wisatawan Asing Pembayar PWA, Sebut Jadi Fondasi Pariwisata Bali Berkualitas

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada wisatawan mancanegara yang telah berpartisipasi dalam program Pungutan Wisatawan Asing (PWA) sebesar Rp150 ribu sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian Bali. Pernyataan tersebut disampaikan melalui peluncuran konten grafis dan video resmi di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Sabtu (16/5/2026).

Konten apresiasi tersebut selanjutnya akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan penguatan implementasi PWA kepada wisatawan asing yang datang ke Bali.

Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa sejak mulai diberlakukan pada 14 Februari 2024 hingga akhir tahun, tercatat sekitar 2,1 juta wisatawan asing telah melunasi pembayaran PWA dengan total penerimaan mencapai Rp318 miliar.

“Kalau dipersentasekan, jumlah yang membayar PWA di tahun 2024 mencapai 32 persen dari total kunjungan wisatawan asing yang mencapai 6,3 juta orang,” ujar Koster.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali kemudian melakukan penyempurnaan regulasi pada 2025 melalui revisi Perda dan Pergub guna melibatkan pelaku pariwisata dalam optimalisasi program tersebut. Langkah itu dinilai mulai menunjukkan hasil positif.

Pada 2025, jumlah wisatawan asing yang membayar PWA meningkat menjadi sekitar 2,4 juta orang atau 34 persen dari total kunjungan wisatawan yang mencapai 7 juta orang. Kontribusi yang terkumpul mencapai Rp369 miliar.

“Yang menggembirakan, 96 persen pembayaran dilakukan sebelum wisatawan terbang ke Bali,” imbuhnya.

Koster menegaskan bahwa seluruh mekanisme pembayaran PWA dilakukan secara digital dan tanpa transaksi tunai. Sistem tersebut diterapkan untuk memastikan transparansi serta mencegah potensi penyalahgunaan.

“Tidak ada pembayaran cash, tidak ada interaksi antar orang. Jadi saya pastikan tak mungkin ada penyelewengan,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran tersebut.

Ia menjelaskan dana PWA langsung masuk ke rekening Pemerintah Provinsi Bali melalui Bank BPD Bali sebelum disalurkan ke kas daerah. Dana tersebut sepenuhnya digunakan untuk mendukung pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, serta pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata Bali.

Lebih lanjut, Koster menyebut pelaksanaan program PWA juga telah melalui audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan mendapat perhatian dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel).

Gubernur Koster Apresiasi Wisatawan Asing Pembayar PWA, Sebut Jadi Fondasi Pariwisata Bali Berkualitas

“Kita juga mendapat dukungan Jamintel. Rekomendasinya agar pungutan ini terus dioptimalkan. Dipastikan tidak ada penyelewengan, hanya saja implementasinya perlu terus diperkuat,” jelasnya.

Untuk meningkatkan efektivitas program, Pemprov Bali kini memperkuat kerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, maskapai penerbangan internasional, hingga Online Travel Agent (OTA) seperti Trip.com, Traveloka, Agoda, Tiket.com, dan Booking.com.

Selain itu, Pemprov Bali juga menjadwalkan pertemuan dengan perwakilan 34 negara sahabat guna memperluas pemahaman terkait kebijakan PWA.

Di akhir keterangannya, Koster mengajak seluruh pihak bersama-sama mendukung optimalisasi program tersebut sebagai langkah memperkuat kualitas pariwisata Bali di masa depan.

“Walaupun belum optimal, ini adalah terobosan luar biasa. Dari yang sebelumnya tidak ada, kini menjadi sumber PAD baru bagi Bali,” pungkasnya. (hms/ap)
Read More

Jumat, 15 Mei 2026

𝗠𝗲𝘀𝗸𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝗶𝗿 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗺, 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗠𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗣𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴

Mei 15, 2026 0
Meski Berpasir Hitam, Pantai Munggu Tetap Diburu Wisatawan Saat Libur Panjang

BADUNG, Lensabali.id – Pantai Munggu di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan nusantara selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus. Meski memiliki karakteristik pasir hitam, pantai ini tetap ramai dipadati pengunjung sejak sore hari.

Pantauan detikBali pada Kamis (14/05/2026), kawasan pantai dipenuhi wisatawan dari kalangan anak muda hingga keluarga. Beragam aktivitas terlihat dilakukan pengunjung, mulai dari bermain layang-layang, menikmati kuliner lokal, hingga bersantai menikmati suasana pantai.

Sejumlah wisatawan bahkan memanfaatkan pasir hitam Pantai Munggu untuk terapi kesehatan dengan mengubur bagian kaki di pasir guna membantu melancarkan sirkulasi darah.

Salah seorang pengunjung asal Denpasar, Arika (20), mengaku baru pertama kali datang ke Pantai Munggu. Menurutnya, pantai tersebut memiliki suasana berbeda dibandingkan kawasan wisata populer lain di Badung.

“Nggak masalah walaupun pasir hitam, nggak kalah sama pantai populer lain di Badung,” ujar Arika.

Selain suasananya yang relatif tenang, wisatawan juga menikmati panorama matahari terbenam yang dinilai masih nyaman dinikmati tanpa keramaian berlebihan.

Pengunjung lainnya, Mikaela (28), mengatakan dirinya rutin datang ke Pantai Munggu hampir setiap minggu karena suasananya yang lebih santai dibanding pantai lain di kawasan Canggu.

“Saya hampir tiap minggu, tiap sore ke pantai ini karena suasananya nggak terlalu penuh, tapi tetap ramai,” katanya.

Ia juga menilai kondisi pantai kini semakin bersih dan tertata sehingga membuat wisatawan lebih nyaman berkunjung. (ap)
Read More

𝗗𝘂𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗼𝗿𝗼𝘁 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣, 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗶𝘇𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽

Mei 15, 2026 0
Dua Vila di Nusa Lembongan Disorot Satpol PP, Dokumen Perizinan Tak Lengkap

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Klungkung melakukan inspeksi mendadak terhadap dua vila di kawasan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Dalam sidak tersebut, pengelola kedua vila diketahui belum mampu menunjukkan dokumen perizinan secara lengkap.

Kasatpol PP dan Damkarmat Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengatakan pengawasan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat melalui media sosial resmi Satpol PP.

“Kami sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Ada dua lokasi utama yang kami awasi ketat di kawasan Lembongan, yakni Vila Casa Bonita dan Ocean Blue,” ujar Suwarbawa, Kamis (14/05/2026).

Lokasi pertama yang didatangi petugas adalah Villa Casa Bonita. Saat pemeriksaan berlangsung, pengelola vila bernama Ahmad tidak dapat menunjukkan izin operasional usaha akomodasi wisata tersebut.

Menurut Suwarbawa, alasan pengelola karena dokumen izin dibawa pemilik vila. Namun setelah dilakukan pengecekan melalui sistem, nama usaha maupun pemilik tidak ditemukan dalam database perizinan.

“Padahal vila ini tercatat sudah beroperasi sejak Maret lalu,” ungkapnya.

Sidak kemudian dilanjutkan ke Villa Ocean Blue. Pada lokasi kedua ini, pihak pengelola hanya mampu memperlihatkan dokumen Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

Petugas juga menemukan kondisi penyangga kolam renang vila mengalami longsor dan dinilai membahayakan keselamatan wisatawan.

“Ini sangat berbahaya bagi keselamatan wisatawan yang menggunakan fasilitas kolam renang tersebut,” tegas Suwarbawa.

Satpol PP langsung menghentikan sementara aktivitas di area kolam renang serta meminta pengelola memasang papan peringatan bahaya. Kedua manajemen vila dijadwalkan dipanggil untuk klarifikasi pada Senin (18/05/2026). (ap)
Read More