LENSA BALI: Pariwisata

Hot


Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽

September 21, 2026 0
Viral Dugaan Eksploitasi, Wisata Berkuda di Pererenan Ditutup

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas wisata berkuda di kawasan Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, kini resmi berhenti beroperasi. Usaha tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah viral di media sosial terkait dugaan eksploitasi dan kondisi kuda yang dinilai memprihatinkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Raka Sukadana mengatakan, salah satu kuda yang menjadi sorotan sebelumnya mengalami patah kaki hingga akhirnya mati. Sementara kuda-kuda lainnya telah dipindahkan ke wilayah Tabanan.

"Kuda yang mati itu akibat meloncat dan kakinya patah karena kaget ada kebisingan di lokasi. Sisanya sudah dipindah ke Tabanan, maka usaha di Pererenan ini sudah resmi tutup dan tidak ada aktivitas lagi," kata Raka Sukadana, Minggu (20/9/2026).

Raka juga meluruskan informasi yang menyebut aktivitas tersebut berada di kawasan Canggu. Menurutnya, lokasi usaha wisata berkuda itu berada di Pererenan. Ia menegaskan, kegiatan serupa ke depan harus memenuhi ketentuan mengenai perawatan dan kesehatan hewan.

"Apabila ke depan ada kegiatan sejenis, wajib hukumnya mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku terkait syarat minimal perawatan kesehatan kuda. Kami harapkan di lokasi baru di Tabanan nanti pemilik benar-benar mematuhi aturan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, kondisi kuda-kuda tersebut menjadi perhatian setelah seorang warga negara asing (WNA) mengunggah video yang memperlihatkan sejumlah kuda dalam kondisi kurus. Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan dugaan adanya eksploitasi terhadap hewan.

Petugas Satpol PP Badung bersama Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung kemudian mengecek lokasi pada Jumat (18/9). Dari pemeriksaan, petugas menemukan tiga ekor kuda berusia lebih dari 30 tahun yang disebut sudah tidak disewakan selama sekitar dua tahun.

Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan kuda yang viral tersebut telah mati sebelum pemeriksaan dilakukan. Menurutnya, kematian kuda itu berkaitan dengan kondisi sakit dan stres.

"Kami sudah turun ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan berkoordinasi dengan Perbekel Desa Canggu. Kuda yang viral itu memang sudah berusia di atas 30 tahun dan sudah mati karena sakit serta stres," kata Suryanegara.

Dua kuda lainnya yang masih berada di lokasi kemudian dipindahkan ke Tabanan. Suryanegara menjelaskan, sebelumnya kuda-kuda itu memang pernah disewakan kepada wisatawan untuk aktivitas menyusuri pantai, tetapi kegiatan tersebut telah dihentikan sejak dua tahun lalu.

"Dulu kuda-kuda ini memang disewakan ke turis untuk jalan-jalan di pantai, tetapi sejak dua tahun lalu sudah tidak disewakan lagi. Dua kuda yang tersisa sudah resmi dipindahkan ke Tabanan," ujarnya. (ap)
Read More

Sabtu, 19 September 2026

𝗚𝗿𝗼𝘂𝗻𝗱 𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗶𝗻𝗴 𝗢𝗮𝗸𝘄𝗼𝗼𝗱 𝗝𝗶𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

September 19, 2026 0
Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Giri Prasta Tekankan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

BADUNG, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut positif pembangunan Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Kehadiran akomodasi baru tersebut dinilai menjadi bagian dari penguatan fasilitas pendukung pariwisata, dengan tetap menempatkan kualitas, keberlanjutan, serta karakter dan kearifan lokal Bali sebagai perhatian utama.

Hal itu disampaikan Giri Prasta saat menghadiri ground breaking ceremony Oakwood Jimbaran Villas & Residences Bali, Jumat (18/9/2026). Menurutnya, Bali masih memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata sehingga pengembangannya perlu dilakukan secara terukur dan melibatkan sinergi pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Ia mengingatkan bahwa pembangunan fasilitas pariwisata tidak berhenti pada aspek fisik. Penataan kawasan, mutu pelayanan, kenyamanan wisatawan, kelestarian lingkungan, hingga kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi.

Dalam penataan kawasan wisata, Giri Prasta juga menyinggung pendekatan Tripartite Attraction Design Model. Pendekatan ini menempatkan daya tarik utama destinasi, kawasan penyangga, serta fasilitas pendukung sebagai satu kesatuan yang perlu dirancang dan dikelola secara terpadu.

Menurutnya, konsep tersebut sejalan dengan kebutuhan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan keberlanjutan destinasi. Pembangunan diharapkan tetap memberi ruang bagi perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat Bali.

Kolaborasi dengan sektor swasta juga disebut memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem pariwisata. Investasi yang masuk diharapkan bukan hanya meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi, tetapi juga membuka kesempatan kerja, menggerakkan perekonomian, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ground Breaking Oakwood Jimbaran, Giri Prasta Tekankan Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Di sisi lain, Giri Prasta menilai promosi pariwisata harus dilakukan secara tepat dan terarah. Upaya tersebut perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas destinasi dan pelayanan agar Bali mampu mempertahankan daya tariknya di pasar internasional tanpa kehilangan identitas budaya dan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Operasional Ascott, Mr. Patrick Leg Rand, menjelaskan Oakwood Jimbaran Villas & Residences dikembangkan sebagai properti yang menghadap kawasan Teluk Jimbaran. Konsep yang diusung memadukan kenyamanan kontemporer dengan karakter khas Bali.

Identitas properti tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang merefleksikan kehangatan, ketenangan, dan karakter Jimbaran. Konsep itu diterapkan secara menyeluruh, mulai dari identitas visual hingga pengalaman serta pola komunikasi yang dibangun dengan para tamu.

Dengan pengembangan tersebut, Oakwood Jimbaran Villas & Residences diharapkan dapat menambah pilihan akomodasi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pariwisata di kawasan Jimbaran. Kehadirannya juga diharapkan memberi kontribusi terhadap penguatan sektor pariwisata Bali secara lebih luas. (*/ap)
Read More

Selasa, 15 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗧𝘂𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗪𝗖𝗗 𝟮𝟬𝟯𝟭, 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗲𝗹𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗼𝗻𝗴𝗸𝗿𝗮𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶

September 15, 2026 0
Gubernur Koster Dukung Bali Bidik Tuan Rumah WCD 2031, Berpeluang Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan terhadap upaya Indonesia mencalonkan Bali sebagai tuan rumah World Congress of Dermatology (WCD) 2031. Dukungan itu disampaikan saat menerima jajaran Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) di Jayasabha, Denpasar, Selasa (15/9/2026).

Ketua Umum PERDOSKI Periode 2024–2027, dr. Hanny Nilasari, mengatakan Indonesia tengah mempersiapkan proses bidding WCD 2031 dengan Bali sebagai lokasi yang diajukan. Pemilihan tuan rumah dijadwalkan berlangsung pada 2027 di Meksiko dan akan diikuti enam negara yang bersaing mendapatkan kepercayaan sebagai penyelenggara.

WCD merupakan salah satu forum internasional bergengsi di bidang dermatologi. Kongres ini mempertemukan dokter spesialis, pakar dan akademisi dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan, perkembangan ilmu, pengalaman klinis serta memperluas jejaring internasional dalam bidang dermatologi, venereologi dan estetika.

Jika Bali terpilih, penyelenggaraan WCD 2031 diperkirakan menarik lebih dari 12.000 peserta internasional. Jumlah tersebut belum termasuk pendamping peserta sehingga dinilai memiliki potensi besar terhadap aktivitas ekonomi, terutama pariwisata dan industri MICE di Bali.

“Kami mohon dukungan Pak Gubernur agar Bali, Indonesia, bisa menjadi tuan rumah ajang bergengsi ini. Ada enam negara yang mengajukan diri. Perkiraannya lebih dari 12 ribu peserta, belum lagi pendampingnya,” ujar dr. Hanny Nilasari.

Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Koster menyatakan kesiapan Pemprov Bali untuk mendukung pencalonan Bali. Pemerintah daerah juga siap memberikan rekomendasi serta membantu kebutuhan yang diperlukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam proses bidding.

“Tentu saya dukung. Saya berikan rekomendasi untuk itu. Apa-apa yang diperlukan untuk World Congress of Dermatology, sampaikan,” kata Gubernur Koster.

Koster optimistis Bali mampu bersaing dengan negara-negara lain. Keyakinan itu tidak lepas dari pengalaman Bali menjadi lokasi berbagai pertemuan internasional berskala besar, termasuk KTT G20 dan World Water Forum ke-10. Pengalaman tersebut menunjukkan kesiapan Bali dari sisi fasilitas, infrastruktur dan layanan penyelenggaraan event global.

Ia mencontohkan keberhasilan Bali terpilih sebagai tuan rumah World Water Forum ke-10 pada 2024. Dari 36 negara yang memiliki hak suara, hanya enam negara yang tidak memberikan dukungan kepada Bali. Menurut Koster, hasil tersebut memperlihatkan tingginya kepercayaan internasional terhadap kapasitas Bali dalam menggelar forum dunia.

Gubernur Koster Dukung Bali Bidik Tuan Rumah WCD 2031, Berpeluang Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Pengalaman menjadi tuan rumah KTT G20 juga menjadi modal penting. Bali dinilai telah membuktikan kemampuan dalam menerima para kepala negara, delegasi dan peserta dari berbagai belahan dunia dengan dukungan infrastruktur pariwisata yang memadai.

Selain kesiapan penyelenggaraan, daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional menjadi keunggulan tersendiri. Kekayaan alam dan budaya yang berpadu dengan fasilitas pariwisata dinilai mampu menjadi nilai tambah dalam proses bidding WCD 2031.

“Daya tarik Bali luar biasa untuk event internasional,” ujar Koster.

Jika terpilih, WCD 2031 tidak hanya memberikan peluang terhadap pertumbuhan pariwisata dan ekonomi Bali. Kongres tersebut juga dapat memperluas jejaring internasional di bidang kesehatan melalui pertemuan ribuan dokter spesialis, pakar dan akademisi dengan tenaga medis Indonesia.

Pertukaran ilmu dan pengalaman yang tercipta diharapkan semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi kegiatan ilmiah dan medis sekaligus pusat MICE bertaraf internasional. Pemprov Bali pun menyatakan siap berkoordinasi dengan PERDOSKI untuk mendukung berbagai kebutuhan pencalonan hingga proses bidding berlangsung.

Dengan pengalaman sebagai tuan rumah sejumlah agenda dunia serta dukungan pemerintah daerah, Koster meyakini Bali memiliki modal kuat untuk memenangkan persaingan dan membawa WCD 2031 ke Indonesia. (hms/ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗟𝗦𝗧 𝗦𝘂𝗿𝗳𝗶𝗻𝗴 & 𝗠𝘂𝘀𝗶𝗰 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗸𝗼𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻

September 08, 2026 0

Tutup LST Surfing & Music Festival 2026, Bupati Satria Dorong Jadi Ikon Pariwisata Nusa Lembongan

KLUNGKUNG, Lensabali.id — LST Surfing and Music Festival 2026 resmi berakhir setelah ditutup Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra di Pantai Mahagiri, Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Senin (7/9/2026).

Festival yang digelar selama dua hari, 6–7 September 2026, tersebut merupakan agenda tahunan yang diinisiasi Lembongan Surf Team (LST) bersama Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI). Kegiatan tahun ini kembali memadukan olahraga selancar dengan hiburan musik dan berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi para peselancar, festival tersebut juga diarahkan untuk memperkuat promosi pariwisata Nusa Lembongan. Unsur budaya dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan festival, mulai dari panitia, peserta, wisatawan hingga masyarakat Nusa Lembongan.

Menurutnya, keberlanjutan event tersebut penting untuk terus dijaga dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Festival diharapkan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Nusa Lembongan sebagai salah satu tujuan wisata unggulan.

"Saya berharap LST Surfing and Music Festival dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik dan dampak yang semakin besar bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama menjadikan festival ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi sebagai salah satu ikon kegiatan yang mampu memperkuat daya tarik Nusa Lembongan, memberikan ruang bagi talenta muda, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," ujar Bupati Satria.

Tutup LST Surfing & Music Festival 2026, Bupati Satria Dorong Jadi Ikon Pariwisata Nusa Lembongan

Selain pengembangan event, Satria menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan kelestarian lingkungan laut. Menurutnya, kemajuan destinasi wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem yang menjadi bagian penting dari daya tarik Nusa Lembongan.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta generasi muda dinilai memiliki peran yang sama dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia LST Surfing and Music Festival 2026 I Gede Bujana mengatakan, acara penutupan menjadi puncak apresiasi bagi para atlet selancar sekaligus seluruh masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan festival.

“Puncak malam diramaikan oleh deretan musisi seperti Superman Is Dead (SID), KIS ft Yessy Diana, 3W, Leeyonk Sinatra, El'Laura, Rock n Roll Bastard, Malibu Stone, Rock Candy, Wayan Darmita, Circle-Q, serta sajian musik dari DJ Inop, DJ Ade Danu, dan DJ Alan,” ucapnya.

Dengan berakhirnya festival tahun ini, LST dan PSOI diharapkan dapat terus menjaga konsistensi penyelenggaraan sekaligus meningkatkan kualitas event. Kolaborasi olahraga, musik, pariwisata, budaya, dan UMKM menjadi modal untuk menjadikan LST Surfing and Music Festival sebagai kegiatan yang semakin dikenal dan memberi dampak nyata bagi Nusa Lembongan. (*/ap)
Read More

Minggu, 06 September 2026

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗶𝗺 𝗣𝗣𝗞 𝗢𝗿𝗺𝗮𝘄𝗮 𝗙𝗛 𝗨𝗻𝘂𝗱, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗥𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗡𝘆𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

September 06, 2026 0
Terima Tim PPK Ormawa FH Unud, Bupati Satria Apresiasi Rencana Desa Nyalian Jadi Desa Wisata

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, menjadi Desa Wisata. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat menerima audiensi tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Sabtu (5/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Satria didampingi Perbekel Desa Nyalian Cokorda Gde Agung Mahaputra. Pertemuan membahas pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang digagas Badan Semi Otonom Law Student Creativity Community (LSCC) FH Unud.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Desa Nyalian. Pendampingan mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam mempersiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan menuju pengembangan desa wisata.

Bupati Satria menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan Desa Nyalian sebagai desa wisata sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Klungkung yang tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga mendorong keterlibatan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Desa Nyalian yang diproyeksikan menjadi Desa Wisata. Upaya ini tentu berorientasi pada kemajuan daerah dan dipastikan membawa manfaat yang nyata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Nyalian secara berkelanjutan," ujar Bupati Satria.

Ia menilai pengembangan desa wisata perlu disiapkan secara matang dengan memperhatikan potensi lokal dan kesiapan masyarakat. Dengan demikian, aktivitas pariwisata nantinya tidak sekadar mendatangkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Terima Tim PPK Ormawa FH Unud, Bupati Satria Apresiasi Rencana Desa Nyalian Jadi Desa Wisata

Kehadiran mahasiswa FH Unud melalui program PPK Ormawa dinilai menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan dari kalangan akademisi diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi desa secara lebih terarah.

Bupati Satria juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai akan memperkuat proses pengembangan Desa Nyalian agar mampu tumbuh sebagai destinasi yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

Dengan dukungan tersebut, Desa Nyalian diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Pengembangan desa wisata juga diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta memperluas kesempatan usaha bagi warga setempat.

Melalui program PPK Ormawa, Pemkab Klungkung berharap proses pendampingan dapat berjalan berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata. Sinergi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Desa Nyalian sebagai desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/ap)
Read More

Minggu, 30 Agustus 2026

𝗛𝗶𝗴𝗵 𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝘂𝗹𝗮𝗺𝗯𝗲𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗵, 𝗣𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗻𝗴𝗶 𝗥𝗽𝟮𝟮𝟱 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗽𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗶

Agustus 30, 2026 0
High Season di Tulamben Jadi Berkah, Porter Bisa Kantongi Rp225 Ribu per Hari

KARANGASEM, Lensabali.id – Ramainya wisatawan yang datang ke Pantai Tulamben, Karangasem, saat musim liburan turut membawa berkah bagi para porter peralatan diving. Mereka sibuk mengangkut perlengkapan menyelam, mulai dari tabung oksigen hingga pakaian selam, dari lokasi penyimpanan menuju bibir pantai.

Para porter bekerja secara terorganisir dan tidak saling berebut wisatawan. Masing-masing telah memiliki kerja sama dengan perusahaan diving yang menggunakan jasa mereka.

Pantai Tulamben memang menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut. Ketika memasuki musim ramai atau high season, meningkatnya kunjungan wisatawan ikut mendongkrak pendapatan para porter yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas diving.

"Kalau wisatawan ramai kami dapat lebih. Kalau sepi yang sedikit kami dapat uang," ucap salah satu porter, Ni Kadek Mustini, saat ditemui di Pantai Tulamben, Minggu (30/8/2026).

Di Pantai Tulamben terdapat empat kelompok pramuantar atau porter. Mayoritas anggotanya merupakan perempuan yang bekerja mengenakan seragam biru lengan panjang bertuliskan 'Tulamben porter'.

Mustini mengatakan pendapatan porter sangat bergantung pada jumlah wisatawan. Saat kunjungan ramai, penghasilan mereka rata-rata mencapai Rp105 ribu per hari. Jika wisatawan sangat padat, pendapatan bahkan dapat meningkat hingga sekitar Rp225 ribu sehari.

Sebaliknya, ketika pantai sepi, pendapatan porter dapat merosot drastis. Mereka terkadang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu karena tarif yang diterima sebesar Rp15 ribu untuk setiap kali mengangkut peralatan diving.

Pramuantar lainnya, Ni Nengah Jesani, mengatakan pekerjaan sebagai porter memiliki suka dan duka. Keramaian wisatawan menjadi hal yang paling dinantikan karena secara langsung meningkatkan penghasilan mereka.

Namun, kondisi berbeda terjadi ketika kunjungan wisatawan menurun. Jika perusahaan yang menjadi mitra tidak mendapatkan wisatawan, para porter pun bisa kehilangan penghasilan pada hari tersebut.

"Saat dapat penghasilan sedikit bahkan kadang tidak dapat, kami hanya bisa pasrah," ujar Jesani.

Para porter biasanya sudah berada di kawasan Pantai Tulamben sejak pagi, bahkan sebelum wisatawan berdatangan. Selain mengangkut perlengkapan diving, mereka turut membersihkan sampah di sekitar pantai sebelum memulai aktivitas. Mereka kemudian kembali ke rumah pada sore hari.

"Semoga wisatawan yang datang ke Pantai Tulamben selalu ramai, karena ini merupakan pekerja kami satu-satunya," harap Jesani.

Kepala Desa Tulamben, I Nyoman Pica, juga berharap tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat, khususnya saat high season. Menurutnya, ramainya wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi porter, tetapi juga pemandu diving, sopir, pedagang, serta pelaku usaha lainnya di sekitar pantai.

Pica mengatakan kunjungan wisatawan biasanya mulai meningkat pada pertengahan tahun dan kembali menurun ketika memasuki musim hujan.

"Saat ini memang ramai karena high season dan cuaca bersahabat. Jadi wisatawan nyaman melakukan aktivitas diving," kata Pica.

Kondisi laut juga menjadi faktor penting yang menentukan jumlah wisatawan yang datang untuk menyelam. Sekitar dua pekan sebelumnya, misalnya, kunjungan sempat menurun akibat air laut keruh dan gelombang yang cukup besar.

"Kunjungan wisatawan tergantung kondisi di lapangan, jadi tidak selalu ramai tiap hari meski sedang masa high season," ujar Pica. (ap)
Read More

Sabtu, 29 Agustus 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗩𝗪 𝗦𝗮𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵-𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁, 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗠𝗶𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Agustus 29, 2026 0
Ratusan VW Sambangi Jatiluwih-Tanah Lot, Bawa Misi Promosi Wisata Tabanan

TABANAN, Lensabali.id - Ratusan mobil Volkswagen (VW) menjelajahi sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang digelar komunitas Volkswagen Indonesia Association (VIA) tersebut turut menjadi ajang memperkenalkan potensi pariwisata sekaligus mendorong aktivitas UMKM lokal.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan I Gede Susila mengatakan Pemkab Tabanan menyambut positif kegiatan komunitas yang berlangsung di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini dampaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat serta UMKM lokal Tabanan," ujar Susila, Sabtu (29/8/2026).

Susila menilai tur tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para pencinta mobil klasik, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan berbagai destinasi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas.

Rangkaian perjalanan diawali dari Ciputra Beach Resort, Banjar Langudu, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri. Rombongan kemudian bergerak menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dan melanjutkan perjalanan ke kawasan parkir Pura Luhur Batukaru.

Sebelum menuju lokasi terakhir di The Jukung, kawasan DTW Tanah Lot, perwakilan peserta juga dijadwalkan menyambangi Kantor Bupati Tabanan. Mereka membawa 100 paket sembako yang akan diserahkan kepada tukang suwun dan veteran di Tabanan.

"Para peserta dapat menikmati panorama alam Tabanan utara dan bisa diperkenalkan secara lebih luas ke publik," imbuh Susila.

Ketua VIA, Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, mengatakan tur VW tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi VIA. Agenda tersebut juga dirangkai dengan pelantikan anggota baru di Tabanan.

"Semoga ini menjadi sarana kebersamaan bagi seluruh anggota klub. Selain bersenang, acara ini juga untuk sosial sesuai tagline kami fun, unity, dan harmony," kata Nanan. (ap)
Read More

Kamis, 27 Agustus 2026

𝗗𝗧𝗪 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗮𝗸𝘁𝗶𝗳, 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻

Agustus 27, 2026 0
DTW Jatiluwih Kembangkan Wisata Interaktif, Turis Bisa Ikut Panen

TABANAN, Lensabali.id – DTW Jatiluwih, Tabanan, terus mengembangkan atraksi wisata agar pengalaman pengunjung tidak sebatas menikmati panorama sawah terasering. Pengelola kini menyiapkan sejumlah aktivitas yang memungkinkan wisatawan terlibat langsung dalam kegiatan pertanian dan budaya setempat.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengatakan wisatawan nantinya dapat mengikuti aktivitas seperti panen hingga membuat berbagai alat tradisional yang berkaitan dengan kehidupan persawahan.

"Kami sekarang menyiapkan aktivitas untuk wisatawan supaya mereka tidak hanya melihat sawah saja, tetapi bisa ikut langsung, seperti ikut panen dan membuat alat-alat tradisional yang berhubungan dengan persawahan," ungkap Purna, Kamis (27/8/2026).

Pria yang akrab disapa John itu berharap pengembangan tersebut dapat memperkuat konsep wisata berbasis alam dan budaya. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat pemandangan, tetapi juga memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan tradisi pertanian Jatiluwih.

Saat ini, daya tarik tersebut semakin terasa karena kawasan Jatiluwih tengah memasuki masa panen raya. Aktivitas petani yang masih berlangsung menjadi pemandangan sekaligus pengalaman tersendiri, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Pengelola juga merancang pengembangan hutan rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kawasan tersebut nantinya diarahkan untuk kegiatan penghijauan dan penanaman pohon.

"Kami berencana membuat hutan rakyat juga, seperti penanaman pohon untuk pelestarian. Konsepnya seperti di Kebun Raya Bali," jelas John.

Pengembangan aktivitas pertanian, konservasi, serta panorama terasering diharapkan mampu membuat Jatiluwih menawarkan wisata yang lebih edukatif, interaktif, dan berkelanjutan.

Kunjungan Turis Meningkat

Di tengah pengembangan atraksi, kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih juga mengalami peningkatan. Memasuki periode high season, jumlah kunjungan rata-rata mencapai sekitar 1.500 orang per hari.

John menyebut peningkatan mulai terlihat sejak Juli 2026 dan diperkirakan berlangsung hingga akhir September. Wisatawan asal Eropa menjadi salah satu kelompok yang mendominasi kunjungan selama periode tersebut.

"Sekarang memang sedang high season khususnya wisatawan Eropa. Rata-rata kunjungan sekitar 1.500 per hari," ujar John.

Setelah September, jumlah kunjungan diperkirakan kembali menurun. Namun, arus wisatawan biasanya kembali meningkat menjelang periode libur akhir tahun. (ap)
Read More

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗘𝗺𝗶𝘀𝗶, 𝗛𝗼𝘁𝗲𝗹 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗟𝗧𝗦 𝗔𝘁𝗮𝗽

Agustus 06, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Diminta Gunakan PLTS Atap

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali mempercepat pengembangan lima kawasan rendah emisi sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster menetapkan kawasan Nusa Dua dan Kuta di Kabupaten Badung, Ubud di Kabupaten Gianyar, Sanur di Kota Denpasar, serta Kepulauan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung sebagai wilayah prioritas penerapan konsep tersebut.

Pengembangan kawasan rendah emisi dilakukan melalui lima pilar utama, yakni Green Energy dengan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada hotel, restoran, vila, perkantoran hingga rumah tinggal; Green Mobility melalui penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai; Green Ecosystem dengan memperluas tutupan lahan hijau; Green Tourism melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di destinasi wisata; serta Green Community dengan memperkuat kualitas masyarakat berbasis kearifan lokal.

Gubernur Koster menegaskan, berbagai kebijakan ramah lingkungan sebenarnya telah berjalan, mulai dari pembatasan plastik sekali pakai hingga penggunaan kendaraan listrik. Namun, menurutnya, implementasi program tersebut harus dipercepat agar mampu meningkatkan kualitas pariwisata Bali di masa depan.

"Kita sudah melakukan pembatasan plastik sekali pakai, menerapkan energi bersih melalui kendaraan listrik dan memanfaatkan PLTS, namun tahun ini harus kita akan gencarkan lagi. Kalau ini bisa kita kerjakan, maka pariwisata Bali akan semakin berkualitas. Jangan terus menerima PHR, tapi kita harus mempersiapkan konsep bertatanan untuk kemajuan masa depan Bali," tegas Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Kawasan Emisi, Rabu (5/8/2026).

Rapat tersebut dihadiri Kepala Bappeda Provinsi Bali, Kepala BRIDA Provinsi Bali beserta jajaran kabupaten/kota, Kelompok Ahli Gubernur Bali, serta perwakilan World Resources Institute.

Dalam arahannya, Koster menilai kemandirian energi menjadi kebutuhan mendesak. Ia mengingatkan bahwa Bali masih bergantung pada pasokan listrik melalui kabel bawah laut yang sewaktu-waktu berpotensi mengalami gangguan akibat faktor alam maupun penyebab lainnya.

"Mengapa harus kita kendalikan Bali mandiri energi, karena kabel bawah laut itu bisa putus kapan saja akibat faktor alam dan lainnya. Karenanya Saya mengajak semua untuk beralih ke PLTS," ujarnya.

Menurut Koster, PLTS merupakan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, efisien, sekaligus mampu menjaga kualitas udara. Ia menilai udara bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi kesehatan masyarakat sehingga kebijakan energi hijau harus menjadi prioritas seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Bali.

Gubernur Koster Dorong Lima Kawasan Rendah Emisi, Hotel hingga Vila Diminta Gunakan PLTS Atap

"Mengapa udara harus bersih? Karena kita hidup menghirup udara, kalau udara ini kotor, maka yang kita hirup itu kotor dan akan menyebabkan kesehatan kita terganggu," jelasnya.

Gubernur juga mengingatkan kebutuhan listrik Bali terus meningkat. Beban listrik diperkirakan mencapai lebih dari 1.200 MW pada tahun ini dan meningkat menjadi lebih dari 1.400 MW pada 2027. Tanpa langkah antisipasi sejak sekarang, menurutnya, risiko pemadaman bergilir dapat terjadi dan berpotensi mengganggu kawasan pariwisata utama.

Selain memperkuat penggunaan energi surya, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan polusi udara dan kebisingan.

Mengakhiri arahannya, Gubernur Koster meminta BRIDA Provinsi Bali bersama BRIDA kabupaten/kota, kelompok ahli, dan perangkat daerah terkait segera menyusun konsep teknis kawasan rendah emisi, termasuk pemetaan wilayah serta aturan yang mengatur pembangunan di dalamnya.

"Brida harus merumuskan bersama Kelompok Ahli dan Dinas terkait untuk Zona Low Emission ini, petakan wilayahnya yang boleh ditreatment itu apa dan yang tidak boleh itu apa. Kemudian harus didorong bangunan hotel, restaurant, villa, perkantoran dan rumah menggunakan PLTS Atap di kawasan tersebut dengan mengikut sertakan Dinas Perizinan," tegasnya. (hms/ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗔𝗣𝗗𝗧 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶

Agustus 05, 2026 0
Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel The Westin, Nusa Dua, Badung, Rabu (5/8/2026). Konferensi teknologi pengeboran terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut dihadiri sekitar 800 delegasi dari 39 negara dan menjadi ajang bertukar gagasan mengenai masa depan industri energi yang lebih berkelanjutan.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta internasional yang memilih Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi.

"Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan," ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Bali tidak hanya bertumpu pada pesona alamnya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga warisan budaya yang menjadi identitas utama pulau ini. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang mengantarkan Bali sebagai destinasi wisata dunia tanpa kehilangan jati dirinya.

Koster juga mengungkapkan pengalamannya mengikuti forum perubahan iklim di London beberapa waktu lalu. Dari forum tersebut, ia semakin meyakini bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, penyelenggaraan APDT 2026 tidak hanya penting bagi kemajuan teknologi di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali melalui meningkatnya aktivitas pariwisata, tingkat hunian hotel, dan perputaran usaha masyarakat.

"Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali," katanya.

Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia. Sepanjang 2025, lebih dari tujuh juta wisatawan asing datang melalui jalur udara. Dari sekitar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, hampir separuhnya memilih Bali sebagai tujuan perjalanan.

"Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Karena sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus mengembangkan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

"Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya," tegasnya.

Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

Koster menjelaskan arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Implementasinya diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan plastik sekali pakai, pengembangan pertanian organik, hingga percepatan penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik.

"Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ketahanan energi tetap menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, inovasi di sektor energi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

"Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.

Menutup sambutannya, Koster berharap APDT 2026 semakin memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadirkan teknologi energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dunia. (hms/ap)
Read More

Selasa, 04 Agustus 2026

𝗦𝗶𝗿𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗹𝗮𝗴𝗲 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁 𝟲𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮

Agustus 04, 2026 0

Sira Village Bali Catat 60 Ribu Pengunjung dalam Tiga Hari Pertama

DENPASAR, Lensabali.id - Sira Village Grand Outlet Bali mencatat capaian impresif dengan menarik sekitar 60 ribu pengunjung hanya dalam tiga hari pertama sejak resmi dibuka pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan tersebut berasal dari masyarakat Bali, wisatawan domestik, hingga turis mancanegara.

Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat terhadap destinasi baru tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan menjadi bukti bahwa konsep ruang yang memadukan alam, budaya, dan aktivitas masyarakat mendapat sambutan positif.

"Ini bukan cuma soal angka, tetapi bukti bahwa mimpi besar kami membangun ruang yang menyatukan alam, budaya, dan masyarakat Bali akhirnya bisa dirasakan langsung oleh banyak orang, khususnya warga Bali," ujar Tantowi.

Daya tarik Sira Village tidak hanya terletak pada konsep belanja terbuka yang terintegrasi dengan panorama laut, tetapi juga berbagai ruang kreatif yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Suasana pembukaan semakin semarak dengan pertunjukan budaya, panggung musik, serta Island Bazaar yang melibatkan pelaku UMKM lokal.

Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menjelaskan bahwa pengunjung juga dapat menikmati pameran seni kontemporer hasil kolaborasi dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Pameran ini menjadi yang pertama digelar di ruang ritel komersial seperti Sira Village.

"Kolaborasi dengan ICAD ini bukan sekadar menghadirkan pameran seni, tetapi bentuk nyata dari visi kami menjadikan KEK Kura Kura Bali sebagai kawasan yang tumbuh berdampingan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan budaya lokal," kata Zefri.

Beragam karya kreatif ditampilkan dalam ekshibisi tersebut, mulai dari tas bernuansa kosmopolitan dengan sentuhan ikon Bali, kacamata yang dibuat dari papan skateboard bekas, hingga produk berbahan plastik daur ulang yang terinspirasi dari bentuk ikan buntal.

Pameran seni kontemporer ini akan berlangsung selama dua bulan dan menghadirkan 37 karya dari desainer, seniman rupa, hingga pelaku UMKM. Menariknya, sekitar 70 persen karya yang dipamerkan berasal dari talenta kreatif berbasis di Bali.

Founder dan Artistic Director ICAD, Diana Nazir, menilai kolaborasi ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas jangkauan seni kepada masyarakat luas. "Ini menjadi tantangan tersendiri buat kami karena biasa bergerak di galeri atau museum. Namun, ini sangat menyenangkan karena misi utama kami adalah memperluas pasar dan pengetahuan pengunjung," ujarnya. (ap)
Read More

Senin, 20 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿–𝗔𝗛𝗬 𝗦𝗶𝗻𝗸𝗿𝗼𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juli 20, 2026 0
Gubernur Koster–AHY Sinkronkan Program Pembangunan Bali, Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (20/7). Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat infrastruktur, menjaga lingkungan, serta memastikan keberlanjutan sektor pariwisata Bali.

Dalam pemaparannya, Gubernur Koster menjelaskan bahwa pariwisata Bali terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata melampaui 7 juta orang, sementara wisatawan domestik mencapai sekitar 9,3 juta orang. Total kunjungan wisatawan tercatat sekitar 16,3 juta orang, hampir empat kali lipat dari jumlah penduduk Bali yang berkisar 4,5 juta jiwa.

"Ini menunjukkan tingginya mobilitas dan aktivitas di Bali, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan," ujar Koster.

Menurutnya, Bali masih menjadi tulang punggung pariwisata nasional dengan kontribusi sekitar 45,8 persen terhadap total kunjungan wisatawan asing ke Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara mencapai 1.522 dolar AS per kunjungan, sehingga menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp176 triliun sepanjang 2025 atau setara hampir setengah kontribusi sektor pariwisata nasional.

Capaian tersebut turut mendorong pertumbuhan ekonomi Bali hingga 5,82 persen. Selain itu, Bali mencatat tingkat kemiskinan terendah secara nasional sebesar 3,42 persen, tingkat pengangguran 1,45 persen, serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat.

Namun di balik pertumbuhan tersebut, Koster mengingatkan adanya berbagai tantangan yang harus diantisipasi, mulai dari alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, ancaman terhadap sumber daya air, kerusakan ekosistem, hingga kemacetan akibat keterbatasan kapasitas infrastruktur. Berbagai persoalan sosial yang melibatkan wisatawan asing dan praktik usaha ilegal juga menjadi perhatian pemerintah.

Untuk mengatasi hal itu, Pemprov Bali terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum sekaligus menjalankan sejumlah program prioritas, seperti pengelolaan sampah berbasis sumber, penyediaan air bersih di Karangasem dan Jembrana, serta penguatan ketahanan energi melalui pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Gubernur Koster–AHY Sinkronkan Program Pembangunan Bali, Dorong Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Pada sektor infrastruktur, Bali mendorong percepatan pembangunan konektivitas darat dan laut, termasuk pengembangan jalur logistik terintegrasi dari Ketapang–Gilimanuk hingga Karangasem guna mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.

"Peningkatan kapasitas infrastruktur menjadi kunci menjaga daya saing dan keberlanjutan pariwisata Bali," tegas Koster.

Sementara itu, Menko AHY menekankan pentingnya sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pembangunan Bali berjalan selaras dan terarah.

"Kita akan terus mengecek progres melalui rakor lanjutan untuk memastikan semua tetap on track, satu visi, satu rencana, dan satu eksekusi," ujarnya.

AHY menjelaskan bahwa pemerintah memprioritaskan pembangunan infrastruktur, konektivitas, penataan ruang, pengelolaan sampah, perlindungan lahan pangan, hingga pengembangan transportasi massal dan layanan water taxi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan Bali yang berkelanjutan.

Rakor tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinkronisasi program lintas sektor melalui evaluasi berkala guna memastikan setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Bali ke depan. (hms/ap)
Read More

Kamis, 16 Juli 2026

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗦𝘂𝗹𝘂𝘁 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juli 16, 2026 0
Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Bali–Sulut Bangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

DENPASAR, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. Johannes Victor Mailangkay bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Kantor Gubernur Bali, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut menjadi wadah mempererat kerja sama antardaerah dalam mengembangkan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Victor Mailangkay menjelaskan bahwa kunjungannya bertujuan mempelajari pengalaman Bali dalam membangun pariwisata yang tertata dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan Bali dalam mengelola destinasi wisata, memperkuat kelembagaan, serta menghadirkan regulasi yang mendukung perkembangan sektor pariwisata menjadi referensi penting bagi Sulawesi Utara yang tengah mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang.

"Kami datang untuk menimba pengalaman dari Bali. Kami juga bersyukur dapat bertemu Bapak Giri Prasta yang selama memimpin Kabupaten Badung berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah secara signifikan. Pengalaman tersebut tentu menjadi inspirasi bagi kami dalam mengembangkan pariwisata di Sulawesi Utara," ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat terhadap KEK Likupang terus diperkuat, salah satunya melalui pembangunan Politeknik Pariwisata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulawesi Utara terus bertumbuh, terutama dari Tiongkok dan Korea Selatan yang didukung konektivitas penerbangan langsung dari Manado.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga berharap dapat memperluas kerja sama dengan Bali, baik dalam pengelolaan destinasi wisata, pelestarian tradisi sebagai daya tarik pariwisata, maupun penguatan regulasi sektor kepariwisataan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antardaerah merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bali dan Sulawesi Utara bisa menjalin kerja sama yang apik. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Persoalan teknis maupun regulasi nantinya dapat dikoordinasikan lebih lanjut melalui Dinas Pariwisata dan badan pengelola. Jika memang ada skema kerja sama yang baik, saya berharap dapat segera disepakati," kata Giri Prasta.

Ia menegaskan, arah pembangunan pariwisata saat ini tidak lagi semata-mata mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi harus berorientasi pada peningkatan kualitas destinasi dan pengalaman wisata. Karena itu, penataan kawasan dengan pembagian zona yang jelas dan pengelolaan yang profesional menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya saing destinasi.

Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Bali–Sulut Bangun Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan

Selain itu, desa wisata dinilai sebagai salah satu kekuatan utama yang perlu terus dikembangkan. Menurut Giri Prasta, wisatawan modern cenderung mencari pengalaman yang autentik, sehingga desa wisata dapat menjadi pusat aktivitas yang memadukan budaya, alam, dan partisipasi masyarakat.

"Kalau ingin meningkatkan kualitas pariwisata, sebaiknya mengembangkan desa wisata. Contohnya Desa Kutuh di Kabupaten Badung yang mengelola Pantai Pandawa. Dahulu desa itu termasuk desa miskin, tetapi kini menjadi salah satu desa yang paling maju karena mampu mengelola potensi wisatanya dengan baik," ujarnya.

Keberhasilan Desa Kutuh, lanjutnya, lahir dari koordinasi yang kuat antar unsur masyarakat sehingga pengelolaan pariwisata dapat berjalan profesional dan manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga.

"Kuncinya adalah koordinasi yang baik di antara empat banjar yang ada di Desa Kutuh. Dengan kebersamaan, potensi wisata bisa dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat desa," jelas mantan Bupati Badung dua periode tersebut.

Pertemuan itu diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama strategis antara Bali dan Sulawesi Utara dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat yang berkualitas, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah. (hms/ap)
Read More

Rabu, 08 Juli 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗘𝘅𝗽𝗲𝗿𝗶𝗲𝗻𝗰𝗲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 08, 2026 0
Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka kegiatan Penilaian Lapangan Lomba Inovasi “Nyegara Gunung Experience” yang berlangsung di TPST3R Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi daerah yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Inovasi “Nyegara Gunung Experience” mengusung konsep pariwisata regeneratif yang berfokus pada restorasi lingkungan dari hulu hingga hilir serta revitalisasi nilai-nilai kosmologi Bali. Model ini tidak hanya menempatkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemulihan lingkungan dan pelestarian budaya yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Klungkung yang menempatkan kualitas lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong inovasi di berbagai sektor. Inovasi dinilai menjadi instrumen penting dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.

"Pemkab Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan inovasi daerah sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati berharap proses penilaian tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, melainkan mampu menghasilkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah lain. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi akan semakin bermakna apabila mampu direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Ia juga meminta tim penilai untuk tidak hanya memberikan penilaian secara objektif, tetapi turut memberikan masukan dan pendampingan agar potensi wisata yang dimiliki Desa Besan dapat terus berkembang. Dengan demikian, inovasi yang telah dibangun dapat semakin matang dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

"Semoga inovasi ini menjadi kontribusi nyata Klungkung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan generasi penerus," harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Bali Swacita Nugraha Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., memberikan apresiasi terhadap konsep yang diusung Desa Besan. Menurutnya, “Nyegara Gunung Experience” merupakan terobosan yang mampu menghidupkan kembali filosofi Segara Gunung sebagai landasan pembangunan dan tata kelola pariwisata Bali.

Ia menilai inovasi tersebut berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam praktik pariwisata modern. Melalui pendekatan tersebut, pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan alam, memperkuat identitas budaya, serta membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

Minggu, 05 Juli 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗕𝗮𝘇𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗷𝗮𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗥𝗲𝗽𝘂𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Juli 05, 2026 0
Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali, Gubernur Koster: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Menjaga Reputasi Bali di Mata Dunia

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi faktor penting dalam menjaga reputasi Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bazar Pelayanan Publik 2026 yang diselenggarakan Kejaksaan Tinggi Bali di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Sabtu (4/7).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan aksi bersih pantai, pelepasan tukik, serta pelayanan terpadu lintas instansi itu menjadi wujud sinergi berbagai lembaga dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Acara turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung I Bagus Alit Sucipta, jajaran Forkopimda, serta para Kepala Kejaksaan Negeri se-Bali.

Dalam sambutannya, Koster mengatakan pelayanan publik merupakan kebutuhan mendasar yang harus mampu menjawab harapan masyarakat secara cepat, tepat, dan adaptif terhadap perkembangan situasi.

“Pelayanan adalah kebutuhan utama masyarakat. Kita harus responsif terhadap aspirasi yang semakin cepat, serta mampu mengimbangi dinamika di lapangan,” ujar Koster.

Ia menegaskan, sebagai destinasi wisata internasional, setiap persoalan pelayanan publik di Bali dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat luas, bahkan hingga tingkat global. Karena itu, kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari keimigrasian, kesehatan, hingga perbankan, harus terus diperkuat.

Secara khusus, Koster menyoroti layanan keimigrasian yang memiliki peran strategis dalam memberikan kenyamanan bagi wisatawan mancanegara. Dengan jumlah kunjungan wisatawan asing yang terus meningkat dan hampir mencapai tujuh juta orang pada 2025, beban pelayanan keimigrasian di Bali menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

“Kalau kita salah dalam memberikan pelayanan, maka akan sangat berdampak bagi pariwisata Bali,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan kualitas layanan keimigrasian tidak hanya menjadi tanggung jawab instansi terkait, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar citra Bali sebagai destinasi unggulan dunia tetap terjaga.

Koster juga mengapresiasi inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali yang menghadirkan Bazar Pelayanan Publik sebagai wadah pelayanan terpadu. Namun, ia mengingatkan agar program serupa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

Buka Bazar Pelayanan Publik Kejati Bali, Gubernur Koster: Pelayanan Publik Berkualitas Jadi Kunci Menjaga Reputasi Bali di Mata Dunia

“Ini langkah yang tepat untuk mendorong peningkatan layanan publik. Namun, jangan berhenti sampai di sini, harus ditindaklanjuti secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang optimal, transparan, dan akuntabel.

“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini dengan baik. Pelayanan dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, serta diharapkan bisa berkelanjutan dan diperluas ke wilayah lain, tidak hanya di Kuta,” ujarnya.

Bazar Pelayanan Publik 2026 menghadirkan berbagai layanan dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, BUMN, sektor perbankan, hingga fasilitas kesehatan. Selain memberikan kemudahan akses layanan, kegiatan ini juga diisi aksi bersih Pantai Kuta dan pelepasan tukik sebagai simbol komitmen menjaga kebersihan lingkungan serta keberlanjutan pariwisata Bali. (hms/ap)
Read More

Jumat, 03 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘁𝗼𝗿𝗶𝘂𝗺 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 03, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan sektor pertanian harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, sinergi kedua sektor tersebut penting agar petani tidak hanya berperan menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (2/7).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang Gubernur Koster menjadi keynote speaker pada Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang.

Forum tersebut akan diikuti sekitar 90 dekan fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, dengan total peserta diperkirakan mencapai 200 orang. Agenda kegiatan meliputi seminar nasional, lokakarya, serta sejumlah kompetisi mahasiswa yang mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya.

"Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker," ujar I Putu Sudiarta.

Menanggapi undangan itu, Koster menekankan bahwa sektor pertanian tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, selama ini kawasan pertanian sering menjadi daya tarik wisata, namun nilai ekonomi yang diterima petani masih belum sebanding dengan kontribusi mereka.

"Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat," tegas Koster.

Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

Ia berpandangan bahwa petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dalam pengembangan pariwisata berbasis pertanian agar kesejahteraan mereka ikut meningkat.

Lebih lanjut, Koster menyebut Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut telah ia paparkan dalam forum internasional di London, termasuk mengenai Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik yang disebut sebagai regulasi pertama dan satu-satunya di Indonesia.

"Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali," ujarnya.

Menurut Koster, kekayaan budaya tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Bali di tingkat global. "Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali," katanya. (hms/ap)
Read More