DENPASAR, Lensabali.id - Sira Village Grand Outlet Bali mencatat capaian impresif dengan menarik sekitar 60 ribu pengunjung hanya dalam tiga hari pertama sejak resmi dibuka pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026. Ribuan pengunjung yang memadati kawasan tersebut berasal dari masyarakat Bali, wisatawan domestik, hingga turis mancanegara.
Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat terhadap destinasi baru tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah kunjungan menjadi bukti bahwa konsep ruang yang memadukan alam, budaya, dan aktivitas masyarakat mendapat sambutan positif.
"Ini bukan cuma soal angka, tetapi bukti bahwa mimpi besar kami membangun ruang yang menyatukan alam, budaya, dan masyarakat Bali akhirnya bisa dirasakan langsung oleh banyak orang, khususnya warga Bali," ujar Tantowi.
Daya tarik Sira Village tidak hanya terletak pada konsep belanja terbuka yang terintegrasi dengan panorama laut, tetapi juga berbagai ruang kreatif yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Suasana pembukaan semakin semarak dengan pertunjukan budaya, panggung musik, serta Island Bazaar yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali, Zefri Alfaruqy, menjelaskan bahwa pengunjung juga dapat menikmati pameran seni kontemporer hasil kolaborasi dengan Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD). Pameran ini menjadi yang pertama digelar di ruang ritel komersial seperti Sira Village.
"Kolaborasi dengan ICAD ini bukan sekadar menghadirkan pameran seni, tetapi bentuk nyata dari visi kami menjadikan KEK Kura Kura Bali sebagai kawasan yang tumbuh berdampingan dengan nilai-nilai keberlanjutan dan budaya lokal," kata Zefri.
Beragam karya kreatif ditampilkan dalam ekshibisi tersebut, mulai dari tas bernuansa kosmopolitan dengan sentuhan ikon Bali, kacamata yang dibuat dari papan skateboard bekas, hingga produk berbahan plastik daur ulang yang terinspirasi dari bentuk ikan buntal.
Pameran seni kontemporer ini akan berlangsung selama dua bulan dan menghadirkan 37 karya dari desainer, seniman rupa, hingga pelaku UMKM. Menariknya, sekitar 70 persen karya yang dipamerkan berasal dari talenta kreatif berbasis di Bali.
Founder dan Artistic Director ICAD, Diana Nazir, menilai kolaborasi ini menjadi kesempatan penting untuk memperluas jangkauan seni kepada masyarakat luas. "Ini menjadi tantangan tersendiri buat kami karena biasa bergerak di galeri atau museum. Namun, ini sangat menyenangkan karena misi utama kami adalah memperluas pasar dan pengetahuan pengunjung," ujarnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar