LENSA BALI

Hot



Jumat, 03 Juli 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹! 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗶 𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗔𝗣𝗩 𝗜𝘀𝗶 𝟯𝟬 𝗝𝗲𝗿𝗶𝗸𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮𝘅 𝗱𝗶 𝗦𝗣𝗕𝗨 𝗧𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗚𝗿𝗶𝘆𝗮

Juli 03, 2026 0
Viral! Polisi Selidiki Mobil APV Isi 30 Jeriken Pertamax di SPBU Taman Griya

BADUNG, Lensabali.id - Video yang memperlihatkan sebuah mobil Suzuki APV mengisi BBM jenis Pertamax ke dalam 30 jeriken di SPBU Taman Griya, Jalan Bypass Ngurah Rai, Jimbaran, Badung, viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/7/2026) itu disebut memicu antrean panjang kendaraan dan menuai sorotan warganet.

Dalam unggahan yang sempat beredar di media sosial, pengunggah mempertanyakan mengapa kendaraan tersebut dapat mengisi puluhan jeriken tanpa harus mengantre, sementara pengendara sepeda motor harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Polresta Denpasar memeriksa pengawas SPBU Taman Griya, Nengah NU (34). Dari hasil pemeriksaan diketahui mobil Suzuki APV bernomor polisi DK 1592 JH memang melakukan pengisian Pertamax ke dalam 30 jeriken.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan Pertamax merupakan BBM nonsubsidi sehingga tidak terdapat pembatasan jumlah pembelian maupun kewajiban membawa surat rekomendasi dari instansi tertentu.

"Sepengetahuan saksi sebagai pengawas pengisian, BBM nonsubsidi tidak ada batasan dan tidak diperlukan dokumen atau rekomendasi dari pihak terkait," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Berdasarkan keterangan pembeli kepada petugas SPBU, puluhan jeriken Pertamax tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional usaha watersport di kawasan Tanjung Benoa.

"Saksi menjelaskan pembelian Pertamax sebanyak 30 jeriken yang akan dipergunakan untuk kegiatan watersport di Tanjung Benoa," jelas Adi.

Polisi juga menjelaskan antrean kendaraan saat itu dipengaruhi kondisi stok Pertalite yang sedang kosong. Akibatnya, banyak pengendara beralih mengisi Pertamax sehingga antrean di jalur pengisian BBM nonsubsidi menjadi lebih panjang dari biasanya.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan pembelian Pertamax dalam kemasan masih dapat dilayani dengan memperhatikan antrean di masing-masing jalur kendaraan.

"Antrean R4 terpisah dengan antrean R2. Pembelian BBM nonsubsidi dalam kemasan bisa dilayani dengan tetap mempertimbangkan antrean di jalur masing-masing (R2 dan R4)," kata Ahad.

Meski demikian, Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan di bidang minyak dan gas. Polisi juga mengimbau masyarakat agar menunggu hasil penyelidikan sebelum menarik kesimpulan.

"Satreskrim Polresta Denpasar masih terus melakukan pendalaman guna memastikan apakah terdapat pelanggaran terhadap ketentuan perundang-undangan di bidang migas," ujar Adi.(ap)
Read More

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗧𝗿𝗮𝗶𝗹𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗿𝗴𝘂𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗕𝗼𝘅

Juli 03, 2026 0
Diduga Sopir Hilang Konsentrasi, Truk Trailer Terguling Usai Hantam Truk Box

TABANAN, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk trailer dan truk box terjadi di kawasan Bajera, Kabupaten Tabanan, Kamis (2/7/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan truk trailer terguling setelah menghantam bagian belakang truk box dan menabrak pagar sebuah bank. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu orang mengalami luka ringan.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan kedua kendaraan melaju beriringan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Truk box berada di depan, sedangkan truk trailer mengikuti dari belakang.

Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi truk trailer diduga kehilangan konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang truk box. Setelah benturan terjadi, truk trailer terus melaju hingga menghantam tembok pagar Bank BRI sebelum akhirnya terguling.

"Benturan keras tersebut membuat truk box terdorong ke depan. Pengemudinya kemudian berusaha menghindari situasi dengan membanting setir ke kiri," jelas Wiwik, Kamis.

Akibat kecelakaan tersebut, bagian belakang truk box mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, pengemudi truk box, Kurniawan (34), maupun sopir truk trailer, M Imam Abdul Hadik (24), dipastikan selamat tanpa mengalami luka.

Korban luka dialami kernet truk trailer, Sutikno (45), yang mengalami lecet pada tangan, kaki, dan wajah. Setelah kejadian, korban langsung mendapat perawatan medis di Puskesmas Selemadeg dalam kondisi sadar.

"Sementara kernet truk trailer, Sutikno (45), mengalami luka lecet pada tangan, kaki, dan wajah. Korban dalam kondisi sadar dan langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selemadeg," imbuh Wiwik.

Polisi menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 05.15 WITA dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek agar arus lalu lintas kembali normal.

"Hasil penyelidikan awal menyebutkan kecelakaan merupakan tabrakan depan-belakang yang diduga disebabkan faktor manusia, yakni pengemudi truk trailer kurang fokus dan kehilangan konsentrasi saat mengemudi," beber Wiwik.

Kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Kasus kecelakaan kini masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tabanan untuk penyelidikan lebih lanjut. (ap)
Read More

Kamis, 02 Juli 2026

𝗨𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗺𝘂𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝘂𝗵𝘂 𝗕𝗲𝗱𝘂𝗴𝘂𝗹 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟭𝟬 𝗗𝗲𝗿𝗮𝗷𝗮𝘁 𝗖𝗲𝗹𝘀𝗶𝘂𝘀

Juli 02, 2026 0
Udara Dingin Selimuti Bali, Suhu Bedugul Turun hingga 10 Derajat Celsius

TABANAN, Lensabali.id - Cuaca dingin tengah dirasakan di berbagai wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir. Kawasan Bedugul menjadi salah satu daerah dengan suhu terendah, bahkan mencapai kisaran 10 hingga 11 derajat Celsius pada malam hingga menjelang subuh.

Salah seorang warga Bedugul, Dzulkifli, mengatakan suhu dingin mulai terasa sejak sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas pada malam hari menjadi lebih berat karena udara terasa menusuk.

"Suhu 10-11 derajat Celcius saat malam hari hingga Subuh. Lagi dingin-dinginnya Bedugul," ungkap Dzulkifli, Kamis (2/7/2026).

Ia menambahkan, suhu udara pada siang hari pun hanya berkisar 16 derajat Celsius. Bahkan, warga yang telah lama tinggal di Bedugul tetap merasakan dingin yang tidak biasa.

"Kami yang asli Bedugul saja nggak kuat. Dinginnya seperti kulkas. Kami harus menggunakan dua selimut kalau malam hari," bebernya.

Fenomena udara dingin juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau.

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Mahendra, menerangkan penurunan suhu dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang berada di belahan bumi utara. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Indonesia di selatan khatulistiwa menerima penyinaran matahari yang lebih sedikit.

"Dan benua Australia juga berada dalam periode musim dingin dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi sehingga terjadi pergerakan massa udara yang sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati wilayah Bali dan sekitarnya," kata Agus.

Ia menambahkan, langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih rendah.

"Sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari ini," ujarnya.

BMKG mencatat suhu minimum dalam 24 jam terakhir berkisar 20 derajat Celsius di Jembrana, sedangkan di kawasan dataran tinggi mencapai sekitar 15 derajat Celsius. Meski demikian, Agus menegaskan kondisi tersebut merupakan siklus tahunan yang normal dan umumnya terjadi selama musim kemarau, terutama pada periode Juni hingga Agustus. (ap)
Read More