BADUNG, Lensabali.id – Pengawasan di Lapas Kerobokan diperketat setelah petugas menemukan puluhan warga binaan terindikasi positif narkoba dalam inspeksi mendadak (sidak). Dari hasil pemeriksaan urine, sebanyak 23 napi positif metamfetamin dan satu orang positif amfetamin. Sementara itu, 12 warga binaan lainnya dinyatakan negatif.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan lima warga binaan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolda Bali Irjen Pasma Royce mengatakan seluruh temuan akan ditindaklanjuti guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan maupun pihak lain dalam peredaran narkotika di dalam lapas.
"Sebagai tindak lanjut, sebanyak lima warga binaan dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan," ungkap Royce, Jumat (30/10/2026).
Amankan Sabu hingga Ekstasi
Selain melakukan tes urine, petugas menggeledah sejumlah area di lingkungan lapas. Dari kegiatan tersebut, diamankan 21 unit ponsel, dua timbangan, 5,5 butir ekstasi, sabu-sabu seberat 10,36 gram, serta sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu.
Royce menegaskan temuan dalam sidak tersebut menjadi perhatian serius. Pengawasan akan diperketat, mulai dari aktivitas warga binaan, petugas, pengunjung, hingga jalur keluar masuk barang ke lingkungan lapas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan.
"Polda Bali bersama instansi terkait akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam upaya pemberantasan narkotika," ujar Royce.
"Langkah ini merupakan bentuk komitmen aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," imbuhnya.
Royce berharap pengawasan dan penegakan hukum dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik di luar maupun di dalam lingkungan lapas. (ap)


