GIANYAR, Lensabali.id - Kabupaten Gianyar mencatatkan prestasi dengan masuk dalam 10 besar kabupaten termaju di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) mencapai 3,95. Meski demikian, pemerintah daerah masih memprioritaskan pembenahan sektor infrastruktur, khususnya jalan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Gianyar, I Ketut Sedana, menyebut perbaikan infrastruktur menjadi fokus utama karena berpengaruh langsung terhadap mobilitas masyarakat.
"Ya, kami genjot di infrastruktur jalan. Karena dampaknya ke akses mobilitas masyarakat di Gianyar," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Sedana menjelaskan, seluruh capaian pembangunan daerah dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik, kemudian diolah oleh BRIN dalam 12 pilar pembangunan.
Dari keseluruhan pilar tersebut, sektor infrastruktur menjadi perhatian utama karena nilainya masih relatif rendah, yakni 3,71 dalam skala 0 hingga 5.
"Pilar infrastruktur kami kecil, nilainya 3 koma. Yang lain, sudah empat koma semua," kata Sedana.
Ia mengakui, dalam setahun terakhir banyak keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, termasuk di wilayah Ubud dan Payangan. Saat ini, sejumlah ruas telah diperbaiki, sementara penanganan jalan rusak lainnya terus dilakukan secara berkala.
"Pak Bupati Gianyar I Made Mahayastra bilang, 2027 jangan ada lagi jalan berlubang," ungkapnya.
Selain jalan, perhatian juga diarahkan pada pemerataan akses air bersih. Sejumlah wilayah masih mengandalkan sumber air desa karena belum terjangkau layanan PDAM.
Sedana menambahkan, upaya peningkatan layanan publik terus berjalan, termasuk penerapan teknologi GPS pada transportasi sekolah. Dengan peningkatan anggaran, diharapkan nilai IDSD Gianyar dapat meningkat pada penilaian berikutnya.
"Jadi, harapannnya, yang dilaporkan 2026 diterbitkan 2027, nilai IDSD bisa empat koma," katanya. (ap)


