LENSA BALI

Hot



Rabu, 02 September 2026

𝗦𝗜-𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼 𝗨𝗻𝗱𝗶𝗸𝘀𝗵𝗮 𝗣𝗮𝗱𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗘𝗚 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗗𝗲𝘁𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝗞𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻

September 02, 2026 0
SI-Konseling Pro Undiksha Padukan AI dan EEG untuk Deteksi Dini Kekerasan


BULELENG, Lensabali.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan SI-Konseling Pro, sebuah sistem informasi konseling berbasis web yang ditujukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Inovasi tersebut dipimpin oleh Kadek Suranata dengan melibatkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Bali. Pengembangannya dilakukan melalui Program Hilirisasi Riset Strategis-Skema Pengujian Produk Tahun 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

SI-Konseling Pro dikembangkan melalui Neuroharmony Laboratory dengan memadukan teknologi Electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan (AI), asesmen psikologis, serta nilai kearifan lokal Bali Tri Kaya Parisudha.

Sistem tersebut menyediakan sejumlah fitur, antara lain asesmen DASS-21, konsultasi bimbingan dan konseling secara daring, pelaporan kasus kekerasan secara terstruktur dan anonim, hingga analisis EEG sebagai pendukung proses prekonseling.

Data neurofisiologis siswa dari analisis EEG ditampilkan melalui dashboard untuk memberikan informasi tambahan kepada guru BK, terutama mengenai indikator konsentrasi dan regulasi emosi. Namun, teknologi ini hanya digunakan sebagai alat bantu skrining dan tidak menggantikan peran guru dalam proses konseling.

Suranata mengatakan inovasi tersebut dirancang agar hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi maupun prototipe, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan sekolah.

"Kami ingin riset dosen tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi dapat dihilirkan menjadi inovasi yang benar-benar dimanfaatkan," ujar Suranata, Senin (31/8/2026).

Selain teknologi, SI-Konseling Pro mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha yang mencakup manacika, wacika, dan kayika. Prinsip tersebut menekankan keharmonisan pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai bagian dari pendekatan konseling untuk mendorong pola pikir, komunikasi, serta perilaku siswa yang lebih positif.

Dalam pengembangannya, tim juga menggunakan baseline norma neurofisiologis dari 35 subjek di Bali sebagai salah satu acuan untuk membantu memastikan interpretasi data lebih sesuai dengan karakteristik lokal.

Pengujian sistem telah dilakukan di sejumlah sekolah mitra di Denpasar dan Singaraja. Tim mengumpulkan data baseline DASS-21 dari 400 siswa di delapan sekolah, sekaligus melakukan uji pre-post test terhadap 65 siswa.

Suranata berharap SI-Konseling Pro dapat terus disempurnakan dan dimanfaatkan secara lebih luas untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman bagi siswa.

"Harapannya, SI-Konseling Pro tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah," harap Suranata. (ap)
Read More

𝗞𝗲𝗷𝗮𝗿 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗚𝗣 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗠𝗮𝗿𝗾𝘂𝗲𝘇 𝗗𝗶𝗵𝗮𝗻𝘁𝘂𝗶 𝗥𝗲𝗸𝗼𝗿 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝗻𝗱𝗮𝗹𝗶𝗸𝗮

September 02, 2026 0

Kejar Gelar MotoGP 2026, Marquez Dihantui Rekor Buruk di Mandalika

Lensabali.id – Marc Marquez semakin dekat dengan Jorge Martin dalam persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026. Hasil sempurna di seri Aragon membuat pebalap asal Spanyol itu memangkas jarak dengan pemuncak klasemen menjadi 19 poin.

Marquez kini mengoleksi 237 poin, sedangkan Martin masih berada di posisi teratas dengan keunggulan 19 poin. Marco Bezzecchi menguntit di urutan ketiga dengan 232 poin.

Persaingan perebutan gelar masih terbuka lebar. MotoGP 2026 menyisakan sembilan seri atau 18 balapan, termasuk MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang dijadwalkan menjadi seri ke-17 pada Oktober mendatang.

Meski peluang menjadi juara semakin besar, Marquez memilih tidak terburu-buru memikirkan klasemen. Pebalap berusia 33 tahun itu ingin menjalani kompetisi secara bertahap dan fokus pada setiap balapan.

Namun, ketika berbicara mengenai Mandalika, Marquez memiliki alasan khusus untuk waspada. Sirkuit tersebut menyimpan sejumlah kenangan buruk selama tiga edisi terakhir MotoGP Indonesia.

"Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk [buatku], karena setiap tahun aku mendapatkan memori buruk dari sana," ceplos juara dunia MotoGP tujuh kali itu, dilansir dari detikSport.

Marquez kemudian menegaskan dirinya ingin tetap berkonsentrasi pada seri terdekat dan tidak membiarkan catatan masa lalu memengaruhi persiapannya.

"Namun, selain itu, aku merasa baik-baik saja dengan sirkuit-sirkuit yang lain. Jadi balapan demi balapan. Sekarang, mari memulihkan tenaga dari balapan ini dan fokus ke Misano," dia menambahkan.

Mandalika memang belum menjadi trek yang bersahabat bagi Marquez. Dalam tiga edisi terakhir MotoGP Indonesia, mantan pebalap Honda dan Gresini tersebut selalu gagal menyelesaikan balapan.

Pada balapan musim lalu, Marquez bahkan terlibat kecelakaan dengan Marco Bezzecchi hingga mengalami patah tulang selangka. Cedera tersebut menjadi salah satu pengalaman buruk yang masih membekas hingga kini.

Dengan sembilan seri tersisa, Marquez kini punya peluang besar untuk terus memangkas jarak dari Martin. Namun, sebelum mengejar gelar, ia harus terlebih dahulu melewati sejumlah tantangan, termasuk kembali ke Sirkuit Mandalika yang selama ini menjadi salah satu trek paling sulit baginya. (*ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗶𝗲𝘀 𝗡𝗮𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀 𝗸𝗲-𝟱𝟵 𝗙𝗘𝗕 𝗨𝗻𝘂𝗱, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶

September 02, 2026 0
Hadiri Dies Natalis ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Perkuat Kontribusi bagi Pembangunan Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) yang berlangsung di halaman kampus FEB Unud, Selasa (1/9/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan Koster untuk menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Bali.

Dalam sambutannya, Koster menyebut Universitas Udayana memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan tinggi yang selama ini turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Hubungan antara Pemprov Bali dan Unud, menurutnya, juga terus diperkuat melalui koordinasi dan kerja sama.

“Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari UNUD dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerjasama antara Pemprov dengan UNUD,” ucapnya.

Koster menilai Unud merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi bagi kawasan Indonesia Timur. Ia juga menyinggung makna nama Udayana yang diambil dari sosok raja yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Bali dan membawa pulau ini pada masa kejayaan.

Menurut Koster, sejarah tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam menjalankan pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh melepaskan karakter, potensi dan jati diri daerah.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, lanjutnya, mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, manusia hingga kebudayaan. Ketiganya harus berjalan beriringan, tumbuh secara seimbang dan saling menjaga agar keberlanjutan Bali tetap terpelihara.

Dalam konteks pendidikan ekonomi, Koster menilai konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dituangkan dalam sebuah buku relevan untuk dikenalkan kepada sivitas akademika FEB Unud. Konsep tersebut dinilai penting agar pengembangan pengetahuan ekonomi tidak terlepas dari kondisi dan potensi lokal Bali.

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, Supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Koster berharap FEB Unud semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga meminta usia 59 tahun menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan reputasi fakultas.

Hadiri Dies Natalis ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Perkuat Kontribusi bagi Pembangunan Bali

“Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari memaparkan sejumlah capaian fakultas. FEB Unud kini menjadi salah satu fakultas ekonomi terkemuka di kawasan Indonesia Timur, dengan ribuan alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor. Dari 12 program studi yang dimiliki, 10 di antaranya telah meraih akreditasi unggul.

Wiwin menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur fakultas dan dukungan berbagai pihak. Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-59, “Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One”, ia mengajak keluarga besar FEB menerjemahkan semangat kolaborasi tersebut ke dalam kontribusi yang lebih konkret.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Rangkaian perayaan Dies Natalis ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB Unud Wiwin Setyari. Potongan pertama kemudian diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. (hms/ap)
Read More