LENSA BALI

Hot



Kamis, 03 September 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗵𝗮𝗶𝗹𝗮𝗻𝗱, 𝗔𝗿𝘆𝗮 𝗪𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗞𝗹𝗮𝗿𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶

September 03, 2026 0
Hadiri Kontes Waria di Thailand, Arya Wedakarna Beri Klarifikasi

DENPASAR, Lensabali.id - Arya Wedakarna (AWK) memberikan penjelasan terkait kehadirannya dalam sebuah acara di Thailand yang turut menampilkan kontes waria. Kehadiran AWK menjadi perhatian setelah video dan foto kunjungannya beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan warganet.

Dalam kegiatan tersebut, AWK tampil mengenakan pakaian adat Bali. Ia juga didampingi seorang ajudan dari unsur TNI yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH).

Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, AWK menjelaskan kehadirannya di Thailand dalam rangka menerima penghargaan dari sebuah komite pariwisata bernama MS Organizer.

"Dalam acara itu berbagai kalangan mungkin yang dianggap normal dan tidak normal, kita tahu Thailand seperti apa kan, dan saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gendernya apa, kan itu etika ya," kata AWK dalam unggahannya, Rabu (2/9/2026).

AWK menegaskan keberadaannya di acara tersebut bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara. Ia menyebut datang sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali sekaligus Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan untuk mewakili DPD RI.

"Kalau dari Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah karena di acara itu ada delegasi dari 15 negara dan mereka semua cinta sama Bali," ungkap dia.

Mengenai kontes ratu waria yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, AWK mengaku tidak mengetahui secara detail rangkaian acara. Ia mengatakan fokus kedatangannya adalah menghadiri agenda penerimaan penghargaan.

"Mengenai pemilihan miss miss macam-macam, saya nggak paham karena mungkin itu rangkaian ya. Jadi saya duduk hadir menerima penghargaan ya sudah pulang, gitu ya," ujar dia.

AWK turut memberikan klarifikasi mengenai keberadaan seorang pria berseragam TNI yang terlihat berada di sampingnya selama acara berlangsung. Menurutnya, personel tersebut merupakan ajudan yang memang bertugas mendampinginya untuk kepentingan pengamanan.

"Memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja," kata Arya.

"Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya," imbuhnya.

Dengan penjelasan tersebut, AWK menegaskan kehadirannya dalam acara di Thailand berkaitan dengan penghargaan dan agenda budaya-pariwisata, bukan sebagai representasi lembaga negara maupun untuk terlibat dalam penyelenggaraan kontes yang menjadi bagian dari acara tersebut. (ap)
Read More

𝗝𝘂𝗸𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗠𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗖𝗲𝗸𝗰𝗼𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗿𝗶𝘃𝗲𝗿 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹

September 03, 2026 0
Jukir di Munggu Bali Minta Maaf Usai Cekcok dengan Driver Ojol Viral

BADUNG, Lensabali.id - Petugas parkir (jukir) di kawasan Jalan Raya Tanah Lot, Desa Munggu, Badung, meminta maaf setelah perselisihannya dengan seorang pengemudi ojek online (ojol) viral di media sosial. Permintaan maaf disampaikan melalui sebuah video yang diunggah akun media sosial Desa Munggu, Rabu (2/9/2026).

Dalam video tersebut, jukir berinisial IMDA menyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang dinilai menimbulkan ketidaknyamanan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan dalam menjalankan tugas.

"Saya selaku petugas parkir memohon maaf atas kekeliruan pelayanan kami. Kami siap berbenah karena sebagai manusia pasti ada kekurangan," ujar IMDA.

IMDA menyampaikan permintaan maaf didampingi jajaran desa adat dan pemerintah Desa Munggu. Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi antara dirinya dan pengemudi ojol telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam video itu turut dijelaskan bahwa pengelolaan parkir di kawasan Jalan Raya Tanah Lot memiliki dasar regulasi adat. Sistem tersebut mengacu pada Pararem Bersama Desa Adat Munggu, Kerta Bujangga, dan Pande Nomor 2 Tahun 2025.

Meski demikian, pihak desa adat tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul akibat kejadian tersebut. Pemerintah Desa Munggu juga memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap tata kelola parkir di wilayah setempat.

Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta, mengatakan masukan dari masyarakat di media sosial menjadi perhatian untuk melakukan pembenahan bersama desa adat.

"Terima kasih atas masukan netizen. Kami akan berbenah bersama bendesa adat agar Munggu tetap aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pelaku usaha," tegas Darta.

Sebelumnya, perselisihan antara jukir dan pengemudi ojol tersebut viral setelah dipicu persoalan pungutan parkir. Saat itu, pengemudi ojol sedang mengambil pesanan layanan belanja online GoMart dan terlihat terlibat adu mulut dengan petugas parkir yang dinilai menagih uang parkir secara paksa dan arogan.

Pengemudi ojol tersebut menyebut transaksi resmi melalui aplikasi tidak mencantumkan biaya parkir tambahan yang harus dibayarkan oleh pengemudi maupun konsumen. Ia juga menyinggung keluhan pihak minimarket mengenai penurunan omzet serta dugaan intimidasi yang membuat pelanggan merasa tidak nyaman berbelanja.

Ketegangan kemudian meningkat ketika pengemudi menyampaikan protes secara langsung kepada petugas parkir. Ia mempertanyakan dasar penarikan uang parkir dan meminta adanya aturan resmi yang dapat menjadi acuan.

"Saya Gojek, GoMart, tidak ada tagihan parkir di aplikasi. Kalau memang ada rincian tagihan resmi parkir di aplikasi, saya ikhlas bayar, lima kali lipat pun saya ikhlas bayar," kata pria yang belum diketahui namanya.

Menurut pengemudi tersebut, persoalan yang dipermasalahkan bukan semata nominal Rp 2.000, melainkan kejelasan aturan serta dugaan tindakan intimidatif yang disebut berulang kali dialami pengemudi ojol.

Kini, persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pemerintah Desa Munggu bersama desa adat juga menyatakan akan mengevaluasi pengelolaan parkir agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan aktivitas di kawasan tersebut tetap nyaman bagi masyarakat, pengunjung, maupun pelaku usaha. (ap)
Read More

𝗝𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗿𝗶𝘆𝗮𝗻𝘂𝘀𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗜𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝗞𝗼𝗺𝗽𝗲𝘁𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗢𝗿𝗶𝘀𝗶𝗻𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

September 03, 2026 0
Jelang Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster IKM Bali Harus Kreatif, Kompetitif dan Tetap Jaga Orisinalitas

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster meminta para perajin dan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus memperkuat kreativitas serta melahirkan produk dengan karakter yang jelas. Di tengah persaingan pasar yang semakin luas, karya lokal Bali dinilai memiliki modal kuat berupa kekayaan seni, budaya dan warisan leluhur.

Namun, kreativitas tersebut harus dibangun dengan tetap menghormati karya dan hak pihak lain. Ny. Putri menegaskan, upaya mengembangkan produk tidak boleh dilakukan dengan meniru atau menjiplak karya yang sudah ada.

“Untuk mampu bersaing di segala lini, kita tentu harus terus berkreasi dan kreatif mengembangkan karya-karya seni serta warisan leluhur. Tetapi, jangan sampai merusak produk orang lain,” tegasnya.

Pesan itu disampaikan saat Ny. Putri memimpin rapat persiapan keikutsertaan Dekranasda Bali dalam Pameran Kriyanusa 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (2/9). Dalam pertemuan tersebut, berbagai persiapan dimatangkan agar produk yang dibawa Bali mampu tampil optimal dalam ajang tingkat nasional tersebut.

Ny. Putri juga meminta penataan peserta dilakukan berdasarkan kelompok jenis kerajinan. Menurutnya, pengelompokan akan membuat area pamer lebih tertata sekaligus memberikan kemudahan bagi pengunjung untuk melihat dan menemukan produk sesuai kebutuhan.

Sebanyak 23 IKM Bali akan ambil bagian dalam Pameran Kriyanusa 2026. Para peserta diminta tidak sekadar membawa produk, tetapi menyeleksi karya terbaik yang dinilai paling sesuai dengan karakter dan lokasi pameran.

“Momentum ini kita gunakan untuk memperkenalkan karya lokal kita. Peserta pameran saya minta memilih karya terbaik sesuai dengan wilayah atau lokasi pameran agar produk yang dibawa tepat sasaran sekaligus memudahkan kita dalam menawarkan produk,” ungkapnya.

Jelang Kriyanusa 2026, Ny. Putri Koster IKM Bali Harus Kreatif, Kompetitif dan Tetap Jaga Orisinalitas

Pameran Kriyanusa 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Kehadiran 23 IKM Bali menjadi peluang untuk memperkenalkan ragam kriya daerah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas di tingkat nasional.

Keikutsertaan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan promosi. Ajang Kriyanusa juga menjadi ruang bagi perajin untuk memperluas jaringan, membaca perkembangan pasar dan menunjukkan bahwa kerajinan Bali mampu mempertahankan akar tradisi sekaligus mengikuti perubahan selera konsumen.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata mengatakan produk yang dibawa ke pameran merupakan kerajinan tradisional yang memiliki nilai estetika dan budaya. Produk-produk tersebut juga merefleksikan tradisi serta kearifan lokal yang berkembang di Bali.

Ragam produk yang disiapkan mencakup kerajinan anyaman dan kayu, fesyen berbahan tenun tradisional Bali, hingga kriya berbahan logam dan kulit. Pemilihan tersebut diharapkan mampu menggambarkan kekayaan kriya Bali sekaligus memperlihatkan kemampuan perajin mengolah warisan budaya menjadi produk kreatif bernilai tambah.

Dengan persiapan yang matang dan karya yang memiliki identitas kuat, Dekranasda Bali berharap kehadiran 23 IKM pada Kriyanusa 2026 dapat menjadi momentum memperkuat posisi produk kriya Bali di pasar nasional tanpa kehilangan karakter dan orisinalitasnya. (hms/ap)
Read More