KLUNGKUNG, Lensabali.id – Tumpukan sampah residu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dharma Asri, Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, terlihat terus mengeluarkan asap dan bara api. Kondisi tersebut memunculkan perhatian warga karena asap sesekali terbawa angin hingga ke area jalan raya di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, area TPST tampak tidak beroperasi secara optimal. Tumpukan residu memenuhi area pintu masuk dan sebagian di antaranya masih menyala. Kepulan asap terlihat muncul dari beberapa titik meski tidak membumbung terlalu tinggi.
Lokasi TPST Dharma Asri berada sekitar 50 meter dari Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Meski demikian, asap yang muncul dari timbunan sampah tersebut belum dilaporkan mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas pengguna jalan.
Perbekel Desa Tojan, I Wayan Suastawa, menegaskan pihak desa tidak melakukan pembakaran sampah secara sengaja. Menurutnya, api muncul akibat reaksi gas yang terbentuk dari timbunan residu yang terus menumpuk.
“Itu terbakar sendiri karena ada gas. Sudah beberapa kali kita melakukan pemadaman sampai memanggil petugas Damkar,” kata Suastawa saat dihubungi, Senin (01/06/2026).
Ia menjelaskan persoalan mulai muncul setelah pengiriman residu ke TOSS Center Karangdadi, Kusamba, dibatasi. Kondisi tersebut menyebabkan volume sampah yang tersimpan di TPST terus meningkat karena tidak lagi dapat dikirim seperti sebelumnya.
“Inilah persoalan kita. Kalau pembakaran kami tentu tidak melakukannya. Karena tidak boleh. Jadi itu menyala sendiri. Dan tetap kami pantau,” jelasnya.
Menurut Suastawa, pemerintah desa saat ini belum memiliki banyak alternatif penanganan selain menunggu normalisasi pengiriman residu ke TOSS Center Karangdadi.
Sementara itu, seorang warga yang berjualan di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra, Wayan Suminta (42), mengaku keberadaan asap belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari.
“Saya liat tetap ada asap. Tapi tidak ada baunya dan tidak menganggu,” ujar Suminta.
Di tengah meningkatnya volume sampah di sejumlah TPST di Klungkung, harapan kini tertuju pada operasional mesin pirolisis di TOSS Center Karangdadi yang saat ini masih dalam tahap perakitan dan uji coba. Mesin tersebut diklaim mampu mengolah hingga ratusan ton sampah per hari ketika beroperasi penuh. (ap)


