LENSA BALI

Hot



Minggu, 01 November 2026

𝟮𝟰 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗶𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗞𝗲𝗿𝗼𝗯𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗡𝗮𝗿𝗸𝗼𝗯𝗮, 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗗𝗶𝗯𝗮𝘄𝗮 𝗸𝗲 𝗣𝗼𝗹𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

November 01, 2026 0

24 Warga Binaan Lapas Kerobokan Positif Narkoba, Lima Dibawa ke Polda Bali

BADUNG, Lensabali.id – Pengawasan di Lapas Kerobokan diperketat setelah petugas menemukan puluhan warga binaan terindikasi positif narkoba dalam inspeksi mendadak (sidak). Dari hasil pemeriksaan urine, sebanyak 23 napi positif metamfetamin dan satu orang positif amfetamin. Sementara itu, 12 warga binaan lainnya dinyatakan negatif.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengamankan lima warga binaan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolda Bali Irjen Pasma Royce mengatakan seluruh temuan akan ditindaklanjuti guna mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan maupun pihak lain dalam peredaran narkotika di dalam lapas.

"Sebagai tindak lanjut, sebanyak lima warga binaan dibawa ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan," ungkap Royce, Jumat (30/10/2026).

Amankan Sabu hingga Ekstasi

Selain melakukan tes urine, petugas menggeledah sejumlah area di lingkungan lapas. Dari kegiatan tersebut, diamankan 21 unit ponsel, dua timbangan, 5,5 butir ekstasi, sabu-sabu seberat 10,36 gram, serta sejumlah alat yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu.

Royce menegaskan temuan dalam sidak tersebut menjadi perhatian serius. Pengawasan akan diperketat, mulai dari aktivitas warga binaan, petugas, pengunjung, hingga jalur keluar masuk barang ke lingkungan lapas. Langkah ini dilakukan untuk mencegah peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan.

"Polda Bali bersama instansi terkait akan terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam upaya pemberantasan narkotika," ujar Royce.

"Langkah ini merupakan bentuk komitmen aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," imbuhnya.

Royce berharap pengawasan dan penegakan hukum dapat berjalan maksimal. Ia menegaskan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, baik di luar maupun di dalam lingkungan lapas. (ap)
Read More

Sabtu, 31 Oktober 2026

𝗧𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗗𝗮𝗻𝗮 𝗡𝗮𝘀𝗮𝗯𝗮𝗵 𝗥𝗽 𝟭𝟵,𝟯 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝗻𝗴, 𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗟𝗣𝗗 𝗕𝘂𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗮𝗻𝗸𝘀𝗶 𝗔𝗱𝗮𝘁

Oktober 31, 2026 0
Terungkap Dana Nasabah Rp 19,3 Miliar Dipakai Trading, Ketua LPD Buahan Disanksi Adat

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Ketua LPD Buahan berinisial IGNS dikenai sanksi adat setelah diduga menyelewengkan dana nasabah hingga Rp 19,3 miliar. Perbekel Buahan, I Gede Ari Wastika, mengatakan keputusan tersebut diambil melalui paruman agung.

Sanksi yang dijatuhkan berupa larangan menggunakan fasilitas desa adat, seperti setra atau kuburan dan balai banjar, termasuk tidak memperoleh pelayanan adat lainnya.

"Sanksi tersebut tidak hanya berlaku kepada IGNS secara pribadi, tetapi juga mencakup keluarga kecilnya yang masih tercatat dalam satu kartu keluarga (KK). Ketentuan itu akan terus diberlakukan sampai yang bersangkutan mampu mengembalikan dana masyarakat," ungkap Wastika, Jumat (30/10/2026).

Kasus ini mulai terungkap pada September 2025 ketika seorang nasabah hendak menarik tabungannya. Meski akhirnya uang diberikan, IGNS disebut meminta nasabah tersebut menunggu sekitar satu bulan.

Informasi itu kemudian menyebar dan memicu nasabah lain mendatangi LPD Buahan untuk menarik simpanan. Namun, warga tidak dapat mencairkan uang mereka karena dana diduga telah digunakan oleh IGNS.

Dugaan penyimpangan semakin menguat pada Januari 2026 setelah pemeriksaan rekening koran di salah satu bank di Kecamatan Marga. Penelusuran menemukan transaksi pemindahan dana dari rekening LPD Buahan di BPD Marga ke rekening istrinya di salah satu bank pelat merah dengan total mencapai Rp 19,3 miliar.

Wastika menyebut, sepanjang Januari hingga April 2026, dana yang diduga digunakan IGNS mencapai sekitar Rp 9 miliar. Transaksi kembali berlangsung pada Juni 2026. Bahkan, dalam sehari, IGNS disebut melakukan transfer hingga 30 kali dengan nilai keseluruhan mencapai Rp 750 juta.

Berdasarkan pengakuannya, seluruh dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi melalui aktivitas trading di platform Olymp Trade. "Pengakuan yang bersangkutan, uang itu dia gunakan untuk trading Olymp Trade," ungkap Ari Wastika.

Dalam paruman adat, IGNS disebut menyatakan kesanggupan mengembalikan dana nasabah melalui cicilan Rp 3 juta setiap bulan. Namun, nominal tersebut dinilai tidak sebanding dengan kerugian yang mencapai Rp 19,3 miliar.

"Kalau dilihat secara logika, sangat sulit uang masyarakat itu bisa kembali kalau hanya mencicil Rp 3 juta. Akan membutuhkan waktu sangat lama," ujarnya.

IGNS juga disebut berjanji menjual sejumlah aset untuk mengganti kerugian nasabah. Meski demikian, hasil penghitungan menunjukkan aset yang berpotensi dijual diperkirakan hanya bernilai sekitar Rp 1 miliar. Aset tersebut meliputi rumah dan tanah warisan serta dua unit sepeda motor.

Bentuk Tim Khusus

Hingga kini, nasabah LPD Buahan masih belum mendapat kepastian mengenai pengembalian simpanan. Bahkan, terdapat nasabah yang memiliki tabungan hingga Rp 2 miliar dan belum dapat menarik dananya.

Ari Wastika mengatakan desa adat berencana membentuk tim khusus untuk menangani pemulihan LPD sekaligus mengupayakan pengembalian dana masyarakat. Namun, sampai Jumat (30/10), tim tersebut belum terbentuk.

Mengenai kemungkinan pelaporan kasus ini ke polisi, Wastika menyebut keputusan sepenuhnya bergantung pada masyarakat. Warga dihadapkan pada dilema karena khawatir proses hukum justru menghambat pengembalian dana.

"Masyarakat sekarang dalam kondisi terjepit, serba salah. Jika dilaporkan ke polisi, mereka khawatir dananya tidak kembali. Namun, jika tidak dilaporkan, oknum pelaku ini yang merasa senang," pungkasnya.
Read More

𝗔𝗻𝗷𝗶𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗠𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗲𝘀, 𝗩𝗮𝗸𝘀𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗿𝗮𝘁 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻

Oktober 31, 2026 0

Anjing yang Serang Warga di Melaya Positif Rabies, Vaksinasi Darurat Dilakukan

JEMBRANA, Lensabali.id – Anjing yang menyerang dan menggigit dua warga di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dipastikan positif rabies berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium. Kepastian tersebut disampaikan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (PPP) Jembrana setelah menerima hasil uji dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas PPP Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, mengatakan hasil pemeriksaan diterima melalui pesan pada Kamis (29/10/2026) malam. Meski demikian, pihaknya masih menunggu dokumen resmi hasil laboratorium.

"Hasil kita terima melalui pesan malam kemarin dan hasilnya positif. Namun, berkas asli dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar belum kita terima," ungkap Sugiarta saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Sebelum hasil pemeriksaan keluar, petugas telah melakukan langkah penanganan di wilayah tempat terjadinya kasus gigitan. Upaya tersebut meliputi vaksinasi darurat serta eliminasi selektif terhadap anjing liar yang dinilai berpotensi menjadi sumber penularan rabies.

"Kemarin sudah vaksinasi dan eliminasi selektif untuk anjing liar yang berpeluang menularkan rabies. Kami selalu berusaha menekan penyebaran dengan berbagai upaya," ujar Sugiarta.

Sebelumnya, anjing berbulu putih keabu-abuan itu menyerang dua warga pada Sabtu (24/10/2026). Korban pertama, Ni Ketut Sutari, mengalami gigitan pada bagian kaki saat pagi hari dan telah mendapatkan vaksin anti rabies (VAR).

Pada sore harinya, anjing yang sama kembali menyerang warga lainnya, Ni Putu Sekar Rini. Kali ini, gigitan mengenai bagian wajah korban. Mengingat luka yang dialami masuk kategori risiko tinggi, korban langsung diberikan serum anti rabies (SAR).

Hingga kini, pemilik anjing tersebut belum diketahui. Hewan itu diduga terinfeksi rabies karena menunjukkan perilaku agresif. Setelah menyerang dua warga, anjing tersebut dieliminasi dan sampel otaknya dikirim ke BBVet Denpasar untuk pemeriksaan laboratorium.

Sugiarta menambahkan, kasus gigitan positif rabies di Kabupaten Jembrana masih menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, tercatat sebanyak 81 kasus gigitan yang dinyatakan positif rabies.

"Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, kasus gigitan positif rabies di Jembrana tercatat 81 kasus," kata Sugiarta. (ap)
Read More