LENSA BALI

Hot



Rabu, 07 Oktober 2026

𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗥𝗲𝘀𝘁𝗿𝗶𝗰𝘁𝗲𝗱 𝗖𝗵𝗮𝘁, 𝗜𝗻𝗶 𝟰 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗹𝗮𝗸𝘂

Oktober 07, 2026 0

WhatsApp Punya Restricted Chat, Ini 4 Pembatasan yang Berlaku

Lensabali.id - WhatsApp mulai menguji fitur privasi baru bernama Restricted Chat kepada sebagian pengguna beta Android dan iOS. Fitur ini dikembangkan dari Advanced Chat Privacy dengan sejumlah pembatasan tambahan untuk menjaga percakapan tetap lebih terlindungi.

Salah satu perubahan utama Restricted Chat adalah pembatasan akses percakapan melalui perangkat yang ditautkan atau linked devices. Selain itu, terdapat empat aktivitas yang tidak dapat dilakukan ketika fitur tersebut diaktifkan.

1. Media tidak tersimpan otomatis
Foto, video, dan berbagai media yang dikirim dalam percakapan Restricted Chat tidak akan otomatis tersimpan ke galeri perangkat. Media tersebut tidak langsung muncul di galeri seperti pada percakapan WhatsApp biasa.

2. Chat tidak dapat diekspor
Pengguna juga tidak bisa menggunakan fitur ekspor chat pada percakapan yang telah dilindungi Restricted Chat. Dengan demikian, riwayat percakapan tidak dapat disalin keluar dari WhatsApp melalui fitur ekspor bawaan.

3. Meta AI tidak dapat digunakan
Restricted Chat turut membatasi penggunaan Meta AI. Pengguna tidak dapat memanggil atau berinteraksi dengan Meta AI menggunakan isi percakapan yang sudah dilindungi fitur tersebut.

Pembatasan ini menjadi lapisan tambahan agar isi chat tidak diproses melalui fitur AI di WhatsApp.

4. Tidak dapat dibuka di perangkat tertaut
Perubahan paling signifikan dibandingkan Advanced Chat Privacy adalah akses melalui linked devices. Percakapan yang dilindungi Restricted Chat hanya dapat dibuka dari perangkat utama akun WhatsApp.

Artinya, chat tersebut tidak tersedia pada perangkat lain yang ditautkan, seperti komputer maupun ponsel sekunder. Dikutip dari WABetaInfo, pembatasan ini juga dapat mengurangi jalur akses yang memanfaatkan koneksi linked devices, termasuk oleh agen AI atau klien WhatsApp tidak resmi.

Tetap menggunakan enkripsi end-to-end

Restricted Chat bukan pengganti enkripsi end-to-end WhatsApp. Pesan dan panggilan tetap dilindungi enkripsi tersebut, baik fitur Restricted Chat digunakan maupun tidak.

Fitur ini bersifat opsional dan harus diaktifkan secara manual pada percakapan tertentu. Pengguna dapat mengaktifkannya melalui halaman informasi chat dengan mengeklik nama kontak atau grup di bagian atas percakapan.

Masih dalam tahap pengujian

Restricted Chat saat ini belum tersedia untuk seluruh pengguna. Di Android, fitur tersebut diuji melalui WhatsApp beta versi 2.26.39.11, sedangkan versi iOS yang mendukungnya adalah 26.39.10.20.

Meski menggunakan versi yang kompatibel, belum semua pengguna beta mendapatkan fitur tersebut. Berdasarkan pantauan KompasTekno, Restricted Chat juga belum tersedia bagi pengguna WhatsApp di Indonesia.

WhatsApp hingga kini belum mengumumkan jadwal peluncuran fitur tersebut secara luas kepada seluruh pengguna. (*ap)
Read More

𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗸𝗲 𝗣𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝟭𝟭𝟳 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗝𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗙𝗜𝗙𝗔 𝗔𝗦𝗘𝗔𝗡 𝗖𝘂𝗽 𝟮𝟬𝟮𝟲

Oktober 07, 2026 0

Indonesia Naik ke Peringkat 117 Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Lensabali.id - Timnas Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand melalui drama adu penalti. Hasil tersebut turut membawa Tim Garuda naik dalam ranking FIFA ke posisi 117 dengan koleksi 1.166 poin.

Final Indonesia kontra Thailand berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam. Kedua tim tampil agresif sejak awal dan saling melancarkan serangan.

Indonesia yang lebih dominan belum mampu memecah kebuntuan hingga babak pertama berakhir. Skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Thailand harus bermain dengan 10 pemain setelah Nicholas Mickelson menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Ole. Kartu merah diberikan setelah pemain tersebut mendapat kartu kuning kedua.

Indonesia kemudian membuka keunggulan melalui tendangan bebas Dean James pada menit ke-84. Namun, Thailand mampu merespons hanya tiga menit berselang lewat sepakan keras Iklas yang mengubah skor menjadi 1-1.

Pertandingan berlanjut ke extra time. Bermain dengan 10 pemain, Thailand justru kembali mencetak gol melalui Peeradol setelah memanfaatkan kesalahan lini belakang Indonesia. Tim Garuda tertinggal 1-2.

Indonesia tidak menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir pertandingan. Elkan Baggott mencetak gol setelah menerima umpan dari Rizky Ridho sehingga skor kembali menjadi 2-2 hingga extra time selesai.

Gelar juara akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Empat eksekutor Indonesia, yakni Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama, sukses menjalankan tugas. Sementara dua penendang Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal mencetak gol.

Indonesia pun memastikan gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan tersebut berdampak pada perolehan poin ranking FIFA, dengan Tim Garuda naik ke posisi 117 dengan 1.166 poin.

Thailand juga mengalami kenaikan meski gagal menjadi juara. Tim Gajah Perang naik satu tingkat ke posisi 93 dengan koleksi 1.251 poin. (*ap)
Read More

𝗥𝗮𝗶𝗵 𝗝𝘂𝗮𝗿𝗮 𝟮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝘀 𝗩𝗲𝗴𝗮𝘀, 𝗕𝗮𝗿𝘁𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗔𝗿𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

Oktober 07, 2026 0
Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Arak Bali ke Panggung Internasional

Las Vegas, Lensabali.id – Nama Bali kembali berkibar di panggung internasional. Bartender asal Desa Gobleg, Banjar Buleleng, Gede Rico Hardiana Widnyana, berhasil meraih Juara 2 dalam The TDuB World Championship – Grand Finals di Circus-Circus Hotel and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 4–5 Oktober 2026.

Kejuaraan tersebut merupakan salah satu ajang Grand Slam Event by the World Flair Association yang mempertemukan para juara dari berbagai negara. Sebanyak 33 peserta dari 18 negara ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Bali mengirimkan dua wakil, yakni I Wayan Eka Darmawan dan Gede Rico Hardiana Widnyana. Keduanya tidak hanya datang untuk berkompetisi, tetapi juga membawa misi memperkenalkan kemampuan bartender Bali sekaligus potensi Arak Bali ke pasar internasional.

Perjalanan Rico menuju podium dunia berlangsung cukup ketat. Pada babak penyisihan, ia sempat berada di posisi ke-10. Namun, penampilannya yang kreatif, energik dan sarat keterampilan flair bartending membawanya menembus babak final hingga akhirnya keluar sebagai runner-up dan membawa pulang sabuk perak (silver championship belt).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanata, mengatakan capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Bali sekaligus membuktikan talenta ekonomi kreatif daerah mampu bersaing di kompetisi dunia.

Menurutnya, flair bartending bukan sekadar keterampilan meracik dan menyajikan minuman. Seorang bartender dituntut menguasai teknik, kreativitas, ketepatan, keamanan, panggung hingga profesionalisme.

Keikutsertaan bartender Bali di ajang tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kapasitas sekaligus promosi Arak Bali. Produk lokal itu diperkenalkan melalui pendekatan kreatif yang selaras dengan perkembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, sembari membawa karakter, nilai budaya dan identitas Bali kepada masyarakat internasional.

”Fasilitasi keikutsertaan dalam ajang internasional ini merupakan bentuk dukungan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster kepada talenta lokal agar memperoleh pengalaman, jejaring dan eksposur global,” ujar Wiryanata. Ia berharap langkah tersebut turut memperkuat citra produk lokal Bali dan membuka ruang promosi Arak Bali di pasar internasional.

Rico menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya sekaligus berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan selama persiapan hingga keberangkatan ke Las Vegas.

”Terima kasih bapak Gubernur Bali (Wayan Koster, red) dan Pemerintah Provinsi Bali yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi keberangkatan ke Las Vegas,” ujarnya seusai menerima trofi sabuk perak (silver championship belt).

”Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Bali ke panggung dunia dan berhasil meraih Juara 2. Ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami. Kami juga membawa misi untuk memperkenalkan Arak Bali kepada dunia melalui kreativitas dan keterampilan flair bartending,” ujar Rico.

Raih Juara 2 Dunia di Las Vegas, Bartender Bali Bawa Arak Bali ke Panggung Internasional

Rico bersama kontingen Bali juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan keluarga, serta Asosiasi Tresnaning Arak Brem Bali, khususnya brand Dewan, Bumbung, Iwak, Wanara Petak, Selaka Ning, Palwana, Bali Pala, ArumBali dan Baliku. Dukungan juga datang dari Bank BPD Bali, Perumda Kerta Bali Saguna, Doctor Bar, Flairforever serta berbagai pihak yang mendukung proses persiapan dan kompetisi.

Bagi Rico, prestasi tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bagian dari upaya membawa nama Bali semakin dikenal dunia.

“Sabuk perak ini kami persembahkan untuk Bali. Semoga capaian ini dapat menjadi motivasi bagi bartender dan generasi muda Bali lainnya untuk terus berprestasi dan membawa produk serta budaya Bali semakin dikenal di dunia,” tambahnya.

Wiryanata menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Bali Era Baru, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, budaya dan pariwisata berkelanjutan. Talenta lokal diharapkan mampu tampil sebagai pelaku industri sekaligus duta yang membawa identitas Bali ke panggung global.

”Prestasi Rico di Las Vegas sekaligus menambah catatan positif kiprah talenta Bali di kancah internasional. Dengan kreativitas, kompetensi dan dukungan berbagai pihak, Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata dunia, tetapi juga mampu melahirkan talenta kreatif yang berprestasi dan membawa identitas produk lokal, termasuk Arak Bali, ke panggung internasional,” ujar Wiryanata. (hms/ap)
Read More