LENSA BALI

Hot



Rabu, 11 Maret 2026

𝗕𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗶𝗴𝗶𝗴𝗶𝘁 𝗔𝗻𝗷𝗶𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴, 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗧𝗲𝘀 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘁𝗶𝗳 𝗥𝗮𝗯𝗶𝗲𝘀

Maret 11, 2026 0
Belasan Warga Digigit Anjing Liar di Buleleng, Hasil Tes Positif Rabies

BULELENG, Lensabali.id – Anjing liar yang sebelumnya menggigit belasan warga di kawasan Pasar Buleleng, Bali, dipastikan terinfeksi rabies. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap hewan tersebut.

"Sudah ada hasilnya dan positif rabies," kata Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Melandrat mengungkapkan, pascakejadian itu sejumlah warga mengusulkan agar anjing-anjing liar yang berkeliaran di wilayah Buleleng dieliminasi. Namun pihaknya tetap mendorong langkah pencegahan melalui vaksinasi sebagai upaya utama pengendalian rabies.

"Itu permintaan masyarakat, khususnya bagi anjing liar tanpa tuan. Namun kami masih memberikan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) agar lebih mengutamakan vaksinasi," jelasnya.

Sebelumnya, seekor anjing liar dilaporkan mengamuk dan menggigit 15 warga di Pasar Buleleng pada Minggu (8/3) pagi. Para korban kemudian dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Sucipto, mengatakan seluruh korban gigitan telah diarahkan untuk menjalani vaksinasi antirabies (VAR) di puskesmas.

Ia menjelaskan para korban akan mendapatkan rangkaian vaksinasi lengkap guna mencegah infeksi rabies.

"Kami lakukan antisipasi dengan pemberian vaksin lengkap. Jadi hari pertama diberikan vaksin, kemudian dilanjutkan hari ke-7 dan hari ke-14," ujar Sucipto. (ap)
Read More

Selasa, 10 Maret 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗜𝘀𝘂 𝗥𝗦𝗨𝗗 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗢𝗯𝗮𝘁, 𝗗𝗶𝗿𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗼𝗸 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗔𝗺𝗮𝗻

Maret 10, 2026 0
Viral Isu RSUD Tabanan Kehabisan Obat, Direksi Tegaskan Stok Masih Aman

TABANAN, Lensabali.id – Isu mengenai kekosongan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut mencuat setelah beredar sebuah rekaman voice note yang berisi keluhan seorang dokter senior terkait habisnya stok obat di rumah sakit tersebut.

Menanggapi hal itu, pihak direksi RSUD Tabanan memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pelayanan pasien masih dalam kondisi aman.

"Agar tidak ada isu liar di masyarakat, kami tegaskan obat yang habis yang dimaksudkan dalam voice note itu adalah obat yang sifatnya suplemen, bukan obat yang emergensi. Sementara obat yang lain khususnya emergensi atau penunjang kesehatan pasien masih tersedia," ujar Direktur RSUD Tabanan I Gede Sudiarta, Selasa (10/3/2026).

Sudiarta menjelaskan keterbatasan sejumlah jenis obat terjadi karena proses klaim BPJS Kesehatan yang belum sepenuhnya rampung secara administrasi. Dana dari klaim tersebut menjadi salah satu sumber pembiayaan operasional rumah sakit, termasuk pengadaan obat dan pembayaran jasa pelayanan.

"Jadi klaim BPJS tidak bisa dilakukan karena peralihan sistem dari manual ke digital dan memerlukan waktu yang cukup lama. Sementara di RSUD Tabanan meng-cover 95 persen pasien pengguna BPJS," jelasnya.

Direksi RSUD Tabanan juga membeberkan bahwa hingga 31 Desember 2025, akumulasi utang pengadaan obat sejak penerapan sistem BPJS mencapai lebih dari Rp 36 miliar. Rinciannya terdiri dari utang obat sekitar Rp 19 miliar serta bahan medis habis pakai (BMHP) sekitar Rp 16 miliar.

Sementara itu, stok persediaan obat hingga akhir 2025 tercatat lebih dari Rp 8 miliar, sedangkan BMHP sekitar Rp 895 juta.

Wakil Direktur Operasional RSUD Tabanan, Ni Wayan Primayani, menambahkan bahwa proses digitalisasi sistem klaim turut menyebabkan sejumlah berkas administrasi harus dilengkapi kembali.

"Saat ini ada sekitar 8 ribu - 9 ribu berkas klaim yang masih harus dilengkapi datanya dari manual ke digital. Sehingga banyak tertunda untuk lengkapi berkas klaim. Rata-rata klaim setiap bulan yakni Rp 7 miliar," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketika klaim belum cair, maka anggaran belanja rumah sakit otomatis ikut terdampak, termasuk untuk pembelian obat dan pembayaran jasa pelayanan.

"Kami upayakan siasati dengan membeli obat yang kualitasnya sedikit di bawah yang biasanya kami sediakan. Yang terpenting adalah pelayanan yang wajib kepada masyarakat," pungkasnya. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗧𝗼𝗹𝗲𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝘂𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗴𝗲𝗹

Maret 10, 2026 0
Pererat Toleransi, Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya Buka Puasa Bersama di Kampung Gelgel

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri Bupati Klungkung I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra bersama masyarakat Muslim Kampung Gelgel, Selasa (10/3).

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurul Huda, Kampung Gelgel, Kecamatan Klungkung ini juga dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria serta Ny. Kusuma Surya Putra.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah yang turut didampingi unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan perangkat daerah disambut hangat oleh tokoh masyarakat, alim ulama, serta warga setempat.

Kampung Gelgel sendiri dikenal sebagai salah satu pemukiman Muslim tertua di Bali yang hingga kini menjadi simbol kuat moderasi beragama dan harmoni kehidupan masyarakat di Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas undangan masyarakat Kampung Gelgel yang telah menghadirkan ruang kebersamaan melalui kegiatan buka puasa bersama tersebut.

Menurutnya, momentum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual semata, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Pererat Toleransi, Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya Buka Puasa Bersama di Kampung Gelgel

“Kehadiran titiang bersama Bapak Wakil merupakan bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi atas kerukunan yang telah terjaga selama berabad-abad di Kampung Gelgel. Toleransi yang sudah terjalin dengan baik ini harus terus kita jaga bersama,” ujar Bupati Satria.

Ia juga mengajak umat Islam untuk terus menjaga persaudaraan, baik sesama umat Islam maupun dengan umat beragama lainnya, sebagai bagian dari semangat menyama braya yang menjadi nilai luhur masyarakat Bali.

Bupati Satria menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saya mewakili Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Klungkung mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa serta Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat persaudaraan dan membangun harmoni dalam keberagaman,” tambahnya.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat toleransi, kebersamaan, dan persaudaraan antarumat beragama dapat terus terjaga dan menjadi fondasi kuat bagi kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. (*/ap)
Read More