LENSA BALI

Hot



Senin, 23 Maret 2026

𝗢𝗴𝗼𝗵-𝗢𝗴𝗼𝗵 “𝗦𝗲𝗱𝗮𝗽 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺” 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗯𝗮𝗵𝗮𝘀, 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗔𝗻𝗴𝗲𝗹𝗶𝗻𝗲

Maret 23, 2026 0

Ogoh-Ogoh “Sedap Malam” Ramai Dibahas, Seniman Tegaskan Tak Terkait Kasus Angeline

GIANYAR, Lensabali.id - Ogoh-ogoh bertajuk “Sedap Malam” karya seniman Ida Bagus Nyoman Surya Wigenem atau yang dikenal sebagai Gusman Surya menjadi perbincangan luas di media sosial. Sejumlah warganet bahkan mengaitkan karya tersebut dengan sosok Angeline Megawe, gadis kecil yang ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, sekitar 11 tahun lalu.

Menanggapi spekulasi tersebut, Gusman menegaskan bahwa ogoh-ogoh ciptaannya sama sekali tidak berkaitan dengan kasus tragis itu. Ia mengaku baru mengetahui adanya asumsi tersebut setelah karya itu viral di media sosial.

"Saya baru tahu dua hari ini saat viral. Memang dikira soal kasus itu, tapi ini nggak ada hubungannya," ujar Gusman saat ditemui di Tampaksiring, Gianyar, Sabtu (21/3/2026).

Ogoh-ogoh “Sedap Malam” divisualisasikan sebagai sosok anak kecil berambut panjang yang mengenakan celana dalam berenda putih kusam dan menggenggam setangkai bunga sedap malam. Kepala figur tersebut sedikit tertunduk dengan tatapan mata yang tampak tajam.

Gusman menggarap detail anatomi dan ekspresi karakter bocah itu secara realistis. Ia menjelaskan, inspirasi karya tersebut justru berangkat dari karakter bunga sedap malam yang memiliki aroma kuat saat malam hari.

"Bunga sedap malam tercium wangi hanya saat malam hari. Aura mistisnya terasa," tutur Gusman.

Ia juga memberikan sentuhan khusus pada bagian mata agar memberikan kesan hidup ketika dilihat dari berbagai sudut.

"Bagian mata saya warnai hitam glosy (mengkilat) supaya memantulkan sinar. Agar seolah-olah pandangan mata ogoh-ogoh mengikuti orang yang melihat," imbuhnya.

Proses Penggarapan 2 Pekan

Gusman menjelaskan ogoh-ogoh “Sedap Malam” dirancang dengan konsep realis yang menjadi ciri khas karya seniman di kawasan Tampaksiring. Proses pengerjaannya relatif singkat, sekitar dua pekan.

Meski begitu, ia mengakui pembuatan figur anak kecil memiliki tantangan tersendiri. Menurutnya, menghadirkan anatomi tubuh anak secara proporsional jauh lebih sulit dibandingkan karakter orang dewasa.

"Ogoh-ogoh dengan berbagai anatomi sudah pernah saya buat. Orang tua, orang kekar, orang gemuk, kurus, sudah pernah. Membuat ogoh-ogoh karakter anak kecil ternyata sulit," ujarnya.

Ogoh-ogoh setinggi sekitar 2,8 meter itu dibuat khusus untuk anak-anak Banjar Kelodan, Tampaksiring. Patung tersebut kemudian diarak bersama ogoh-ogoh milik Sekaa Teruna (ST) Sentana Luhur saat malam pengerupukan pada Rabu (18/3) lalu.

Gusman menambahkan, ogoh-ogoh tersebut juga telah melalui prosesi pralina sesuai tradisi setempat. Sesuai rencana, karya itu akan dibongkar dan dibakar pada bulan depan.

"Intinya, ogoh-ogoh ini tidak ada hubungannya dengan kasus Angeline. Saya tidak mungkin membuat ogoh-ogoh yang terinspirasi dari seseorang yang sudah meninggal. Biarlah dia (Angeline) tenang di alam sana," pungkas Gusman. (ap)
Read More

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗠𝘂𝘀𝗼𝗿𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗞𝗢𝗡𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗢𝗹𝗮𝗵𝗿𝗮𝗴𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗗𝗮𝘆𝗮 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

Maret 23, 2026 0

Buka Musorprov KONI Bali, Gubernur Koster Olahraga Bali Harus Berprestasi dan Jadi Daya Tarik Pariwisata

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta serta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.

Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa selain budaya dan adat istiadat, olahraga juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon daerah yang mampu menarik kunjungan wisatawan berkualitas ke Bali.

“Dengan pelaksanaan sejumlah event olahraga yang mampu melibatkan atlet luar negeri tentu saja akan meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata yang datang ke Bali. Hal ini tentu saja akan memberi peluang bagi majunya cabang olahraga,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga berskala nasional maupun internasional dapat menjadi strategi untuk mendorong prestasi atlet sekaligus memperkuat sektor pariwisata.

Koster menilai selama ini potensi tersebut belum digarap secara optimal. Oleh karena itu, pada periode kepemimpinannya yang kedua, olahraga akan didorong menjadi salah satu ikon penting dalam pembangunan Bali.

“Selama ini hal itu belum digerakkan secara optimal, sehingga pada periode kedua ini olahraga akan didorong menjadi ikon prestasi terbaik di Bali. Jika semua pihak bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik, maka akan bisa mencapai lebih dari itu,” imbuhnya.

Ia juga meminta pengurus KONI Bali agar fokus membina cabang olahraga yang sesuai dengan potensi alamiah serta karakter daerah Bali.

“Jangan bertarung pada jenis cabang olahraga yang bukan kemampuan kita. Naturalnya Bali kita harus tahu,” tegas Koster.

Menurutnya, pencapaian prestasi yang gemilang hanya dapat diraih apabila pembinaan atlet dilakukan secara terarah dan fokus pada cabang olahraga yang memiliki peluang besar untuk berkembang.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pembibitan atlet sejak dini, penguatan organisasi olahraga, serta penyediaan sarana pendukung guna menciptakan ekosistem olahraga yang sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan harapannya kepada Nyoman Giri Prasta yang menjadi calon tunggal Ketua KONI Bali agar mampu memberikan dedikasi terbaik dalam memajukan olahraga di Bali.

Ia menilai momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menjadi kesempatan penting bagi atlet Bali untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Buka Musorprov KONI Bali, Gubernur Koster Olahraga Bali Harus Berprestasi dan Jadi Daya Tarik Pariwisata

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat Markus Othniel Mamahit dalam sambutan Ketua KONI Pusat menyampaikan apresiasi atas prestasi Bali pada PON 2024, yang berhasil menempati peringkat ketujuh dari 39 kontingen dengan raihan 36 medali emas, 38 perak, dan 60 perunggu.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi seluruh elemen olahraga di Bali.

Musorprov KONI Bali ini juga menjadi forum penting untuk mengevaluasi kinerja organisasi sebelumnya, merumuskan arah kebijakan olahraga ke depan, sekaligus memilih kepengurusan baru yang diharapkan mampu meningkatkan prestasi olahraga Bali.

Calon Ketua KONI Bali Nyoman Giri Prasta dalam kesempatan itu menekankan pentingnya pendataan atlet secara sistematis mulai dari tingkat banjar, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota.

“Pendataan atlet harus akurat, dari banjar, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Sulit memang bicara data, tapi lebih sulit lagi kalau tanpa data,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan sains dan teknologi olahraga (sport science) dalam proses pembinaan atlet serta penguatan sinergi antara pengurus KONI, cabang olahraga, dan pemerintah daerah.

Menatap agenda besar ke depan, Giri Prasta menegaskan kesiapan Bali menghadapi Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng serta PON 2028 sebagai momentum untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah. (hms/ap)
Read More

𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗷𝘂𝗻 𝗸𝗲 𝗝𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗯𝘂 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝘂𝗱𝗶 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁

Maret 23, 2026 0
Mobil Terjun ke Jurang di Kubu Karangasem, Pengemudi Tewas di Tempat

KARANGASEM, Lensabali.id - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Raya Rendang–Kubu, tepatnya di Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, pada Minggu (22/3/2026) sore. Sebuah mobil bernomor polisi DK 1437 ACB yang dikemudikan I Gede Eri Setiawan (31) terperosok ke jurang dan mengakibatkan pengemudinya meninggal dunia.

Insiden tersebut diduga terjadi saat kendaraan melintasi jalur menikung. Mobil yang dikemudikan Eri diduga hilang kendali hingga akhirnya terjun ke jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.

"Pengemudi sudah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," kata Kasat Lantas Polres Karangasem AKP I Gusti Agung Putu Maha Putra, Senin (23/3/2026).

Berdasarkan keterangan warga sekitar, sebelum kecelakaan terjadi Eri diketahui sempat menghadiri acara tiga bulanan kerabatnya yang berlangsung tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dalam kegiatan tersebut, korban diduga sempat mengonsumsi minuman beralkohol sebelum melanjutkan perjalanan.

Meski korban telah dinyatakan meninggal di lokasi, warga bersama petugas kepolisian tetap mengevakuasi jenazah ke Puskesmas Kubu II untuk penanganan lebih lanjut.

Korban diketahui merupakan warga Banjar Dinas Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian dahi, memar pada tangan kanan, serta patah pada kedua kaki.

Sementara itu, kendaraan yang dikemudikan korban mengalami kerusakan cukup parah akibat terjun ke jurang dengan kedalaman ratusan meter tersebut. (ap)
Read More