LENSA BALI

Hot



Minggu, 10 Mei 2026

𝗧𝗲𝗿𝗸𝗲𝘀𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗲𝗿, 𝗚𝗼𝗮 𝗝𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗡𝘆𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻

Mei 10, 2026 0
Terkesan Angker, Goa Jepang Klungkung Kini Nyaris Tanpa Wisatawan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Objek wisata sejarah Goa Jepang di Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, kini semakin sepi pengunjung. Kawasan yang berada di jalur utama Klungkung menuju Gianyar itu bahkan mulai terkesan angker akibat minim pengelolaan dan fasilitas yang terbengkalai.

Saat ditemui pada Sabtu (09/05/2026), kondisi lokasi tampak sunyi tanpa aktivitas wisata yang berarti. Sebuah papan bertuliskan “Cagar Budaya Goa Jepang” menjadi penanda utama keberadaan destinasi tersebut.

Di area rest area yang dikelola Desa Adat Koripan Tengah sejak sekitar 1,5 tahun terakhir, sejumlah fasilitas seperti gazebo, taman bermain anak, toilet umum, hingga tempat pengisian daya kendaraan listrik terlihat tak lagi berfungsi optimal.

Sebuah kedai yang dulunya menjadi tempat singgah wisatawan pun tampak tutup. Spanduk bertuliskan “Shree Luwih Resto, BUPDA Desa Adat Koripan Tengah, Tutup-Close” masih tergantung di area tersebut.

Wakil Bendesa Adat Koripan Tengah, Jero Patajuh Wayan Ardana, mengakui pengelolaan kawasan itu terhenti karena tidak mampu menutupi biaya operasional dan gaji karyawan.

“Sepi. Tidak ada yang datang. Sempat bertahan satu tahun. Tapi sekarang sudah tidak bisa lagi,” ujar Ardana.

Menurutnya, Desa Adat Koripan Tengah sebelumnya meminta izin kepada Dinas Pariwisata Klungkung untuk mengelola kawasan tersebut dengan harapan dapat menjadi sumber pendapatan desa adat. Namun, tanpa dukungan investasi dan pengelolaan berkelanjutan, usaha itu akhirnya berhenti di tengah jalan.

Ardana menuturkan, sebelumnya sempat ada pihak ketiga yang mengelola kawasan tersebut dan membangun sejumlah fasilitas wisata. Namun, pengelolaan itu juga tidak bertahan lama karena rendahnya jumlah kunjungan wisatawan.

“Tapi gulung tikar juga. Nggak kuat karena memang pengunjungnya sepi,” katanya.

Selain minim pengunjung, kawasan tersebut juga disebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Beberapa titik bahkan mengalami longsor dan area trotoar di sekitar lokasi kerap dibersihkan secara gotong royong oleh warga desa adat.

“Kondisinya ya begini. Sudah beberapa kali longsor juga di sana. Trotoar yang kotor, kita dari desa adat yang gotong royong membersihkannya,” ungkap Ardana.

Kini pihak desa adat berharap ada investor atau pihak ketiga yang bersedia kembali menghidupkan kawasan wisata sejarah tersebut agar tidak terus terbengkalai. (ap)
Read More

𝗡𝗲𝗻𝗲𝗸 𝗢𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗰𝗶𝗽𝘁𝗮 𝗡𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗶𝗻𝗴𝗴𝗼 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗨𝘀𝗶𝗮, 𝗨𝗰𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹

Mei 10, 2026 0
Nenek Odah Pencipta Nasi Jinggo Bali Tutup Usia, Ucapan Duka Mengalir di Media Sosial

DENPASAR, Lensabali.id – Kabar duka datang dari dunia kuliner Bali. Ni Ketut Ngasti atau yang dikenal luas sebagai Nenek Odah, sosok pencipta nasi jinggo khas Bali, meninggal dunia pada Sabtu (09/05/2026).

Kepergian Nenek Odah menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, hingga para pecinta kuliner Bali. Sosoknya dikenal sebagai perintis nasi jinggo yang kini menjadi salah satu kuliner khas paling populer di Pulau Dewata.

Kabar berpulangnya Nenek Odah disampaikan langsung oleh putranya, chef ternama Henry Alexie Bloem, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @henryalexiebloem.

Dalam unggahan tersebut, Henry membagikan sejumlah foto kenangan bersama sang ibunda sejak dirinya masih kecil hingga menjadi chef profesional. Ia juga menuliskan pesan emosional untuk ibunya.

“Selamat jalan meme, berbahagia lah di sana. Karyamu akan selalu dicari dan dikenang. Men Djenggo, pencipta nasi jinggo,” tulis Henry, dikutip Minggu (10/05/2026).

Nama nasi jinggo sendiri diketahui terinspirasi dari panggilan Henry semasa kecil yang akrab disapa Jenggo. Dari nama itulah kuliner sederhana yang dibungkus daun pisang tersebut kemudian dikenal luas oleh masyarakat Bali hingga wisatawan.

Unggahan duka tersebut dipenuhi ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan, termasuk rekan sesama chef dan tokoh publik nasional.

“Turut berduka yang sedalamnya atas berpulangnya Ibunda tercinta,” tulis Ni Luh Djelantik dalam kolom komentar.

Ucapan serupa juga datang dari Chef Juna. “My Deepest Condolences Brother. May she Rest In Peace,” tulisnya.

Saat dikonfirmasi, Henry mengaku masih fokus mempersiapkan upacara ngaben sang ibu yang direncanakan berlangsung pada 12/05/2026.

“Nanti ada waktu luang saya jawab ya, ini masih sibuk untuk persiapan upacara ngaben ibu saya,” tulis Henry. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗔𝘁𝗹𝗲𝘁, 𝗣𝗦𝗣𝗦 𝗕𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗦𝗽𝗮𝗿𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝘁𝗻𝗲𝗿

Mei 10, 2026 0
Perkuat Mental Atlet, PSPS Bakti Negara Klungkung Gelar Sparing Partner

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semangat olahraga dan seni bela diri pencak silat mewarnai GOR Swacapura, Desa Gelgel, Klungkung, Minggu (10/5), saat digelarnya kegiatan Sparing Partner PSPS Bakti Negara.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Persatuan Seni Pencak Silat (PSPS) Bakti Negara Kabupaten Klungkung.

Dalam kesempatan itu, Wabup Tjok Surya menyampaikan bahwa latihan bersama ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus uji tanding antarpendekar dari berbagai daerah di Bali.

Sebanyak lima kabupaten turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut, yakni Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah, Bangli, Buleleng, Karangasem, dan Gianyar.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan atlet lokal, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi dan pembinaan atlet pencak silat Bakti Negara dari berbagai wilayah.

Tercatat sebanyak 180 atlet mengikuti sparing partner yang dipimpin oleh 15 wasit dan juri profesional guna memastikan jalannya pertandingan berlangsung tertib dan sportif.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya menegaskan bahwa sparing partner bukan sekadar ajang adu kemampuan fisik, melainkan sarana penting untuk membentuk mental bertanding para atlet.

Perkuat Mental Atlet, PSPS Bakti Negara Klungkung Gelar Sparing Partner

“Sparing partner ini adalah momentum penting bagi para atlet untuk mengukur sejauh mana hasil latihan mereka selama ini. Dengan bertemu lawan dari luar daerah, mental mereka akan lebih teruji,” ujar Wabup Tjok Surya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas atlet sekaligus memperkuat persaudaraan antarperguruan pencak silat di Bali.

Selain menjadi ajang pembinaan prestasi, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.

Melalui pembinaan yang konsisten, seni bela diri pencak silat diharapkan tetap lestari dan semakin diminati generasi muda sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. (ap)
Read More