KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat komitmen memajukan pendidikan sejak usia dini melalui Gebyar Mahottama sekaligus Launching Wajib Belajar Kolaborasi Lintas Jenjang Pendidikan. Kegiatan tersebut diresmikan Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya di Lapangan Umum Dawan, Kecamatan Dawan, Sabtu (3/10).
Gebyar Mahottama digelar serangkaian dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai ruang untuk membangun semangat kebersamaan dan persatuan melalui bidang pendidikan. Kegiatan ini menjadi payung bagi sejumlah agenda, mulai dari launching Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, lomba cerdas cermat, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga jalan sehat lintas jenjang pendidikan.
Bupati Satria menegaskan pendidikan anak usia dini memiliki posisi penting dalam membangun kualitas generasi masa depan. PAUD, menurutnya, bukan sekadar tempat anak bermain atau menunggu masa masuk sekolah dasar, tetapi menjadi ruang awal untuk membentuk kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, belajar mandiri serta mengenal nilai-nilai kehidupan.
Karena itu, Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dinilai perlu dimulai sejak anak berusia 5 hingga 6 tahun. Program tersebut diharapkan memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.
“Saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah,” ujar Bupati Satria.
Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan seluruh pemangku kepentingan agar gerakan pendidikan sejak dini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Bupati juga menempatkan orang tua sebagai bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Pendampingan, keteladanan, pembiasaan positif serta lingkungan rumah yang mendukung dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses tumbuh dan berkembangnya anak.
“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya optimis cita-cita Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat diwujudkan demi melahirkan generasi emas Kabupaten Klungkung yang cerdas, mandiri, berdaya, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya.
Ketua Panitia Dewa Ayu Sri Pudjiastuti melaporkan, kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Tercatat 1.330 peserta didik yang terdiri atas 510 murid TK, 500 murid SD, 270 murid SMP dan 50 siswa SMA. Selain itu, kegiatan juga diikuti 357 pendidik dan tenaga kependidikan TK dan SD se-Kecamatan Dawan, sehingga jumlah keseluruhan peserta mencapai 1.887 orang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta, Pj. Sekda Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, serta Kepala Disdikpora Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana. Melalui Gebyar Mahottama, Pemkab Klungkung berharap kolaborasi seluruh unsur pendidikan semakin kuat sehingga Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat terlaksana dan menjadi pijakan dalam menyiapkan generasi emas Klungkung. (*/ap)



