LENSA BALI

Hot



Sabtu, 16 Mei 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗠𝗲𝗱𝘀𝗼𝘀, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗔𝗹𝗮𝘀 𝗞𝗮𝗸𝗶 𝗧𝗶𝗱𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗧𝗼𝗹 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮

Mei 16, 2026 0

Viral di Medsos, Pria Tanpa Alas Kaki Tidur di Jalur Motor Tol Bali Mandara

BADUNG, Lensabali.id – Seorang pria ditemukan tertidur pulas di jalur khusus kendaraan roda dua Tol Bali Mandara pada Jumat (15/05/2026) sekitar pukul 06.57 WITA. Kejadian tersebut viral di media sosial setelah direkam pengendara yang melintas dan khawatir kondisi pria itu membahayakan dirinya maupun pengguna jalan lainnya.

Dalam video yang beredar, pria tersebut tampak mengenakan kaus hitam yang tersingkap ke atas serta celana pendek hitam tanpa alas kaki. Ia terlihat tidur santai di jalur motor sambil menyilangkan kedua tangan di belakang kepala. Sebuah tas kecil juga tampak diselipkan di bagian depan celananya.

Perekam video sempat menduga pria tersebut dalam kondisi mabuk atau mengalami sesuatu yang membahayakan. “Mabuk apa meninggal ini? Tolong, tolong, ini ada orang tidur ini,” ujar pengendara dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Humas PT Jasamarga Bali Tol (JBT), I Wayan Purwajaya, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan petugas lapangan, pria itu tercium bau alkohol saat ditemukan di lokasi.

“Info dari lapangan memang ada bau alkohol, cuma diajak komunikasi juga tidak ada tanggapan,” kata Purwajaya saat dikonfirmasi detikBali, Jumat (15/05/2026).

Saat petugas menghampiri, pria tersebut diketahui sudah bangun dan berjalan perlahan menuju arah keluar tol. Petugas sempat mencoba membantunya dengan menawarkan kendaraan operasional, namun tidak mendapat respons.

“Pada saat dihampiri oleh petugas, yang bersangkutan sedang lari pelan menuju arah keluar, diinfokan untuk naik ke kendaraan petugas tidak dihiraukan,” jelasnya.

Petugas akhirnya memilih mengawal pria tersebut hingga keluar kawasan tol menuju arah Kedonganan atau Kelan agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan demi keselamatan bersama.

“Karena pada saat ditemukan memang tidak dalam keadaan tidur, sedang berjalan atau berlari pelan, dan juga tidak merespon untuk diajak komunikasi, jadi hanya dikawal sampai luar,” tutup Purwajaya. (ap)
Read More

𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗠𝗮𝗻𝗰𝗮𝗻𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗙𝗶𝗹𝗺 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 ‘𝗣𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗯𝗶’ 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻

Mei 16, 2026 0
Turis Mancanegara Antusias Ikut Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ di Kuta Selatan

BADUNG, Lensabali.id – Sejumlah wisatawan asing tampak antusias mengikuti pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar di Zando Fight Camp, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Kamis (14/05/2026) malam. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sesi diskusi yang dihadiri mahasiswa, masyarakat umum, hingga wisatawan mancanegara.

Salah seorang penonton asal Rusia, Julia, mengaku awalnya belum mengetahui detail film tersebut. Namun ia sebelumnya sempat mendengar berbagai persoalan yang terjadi di Papua. Setelah menyaksikan dokumenter itu, Julia menilai eksploitasi alam yang ditampilkan dalam film menjadi gambaran ketimpangan sistem kapitalisme modern.

“Ini benar-benar cerita yang menyedihkan. Saya merasa dunia kapitalis sekarang semakin gila dan tidak mendukung rakyatnya sendiri. Apa yang terjadi terhadap masyarakat Papua seperti sebuah kejahatan,” ujar Julia usai pemutaran film.

Film dokumenter Pesta Babi mengangkat isu hilangnya kawasan hutan di Papua akibat konversi menjadi perkebunan industri atas nama ketahanan pangan dan transisi energi. Dokumenter tersebut juga merekam perjuangan masyarakat adat mempertahankan tanah leluhur mereka.

Julia menilai masyarakat Papua memiliki keterikatan kuat dengan hutan sebagai sumber kehidupan. Karena itu, menurutnya, pengrusakan kawasan hutan akan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.

“Masyarakat hidup di hutan dan mencari makanan dari sana. Hutan memberikan banyak hal penting bagi mereka. Apa yang dilakukan pemerintah terhadap hutan itu adalah sebuah kejahatan,” katanya.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan situasi di Rusia, khususnya di wilayah Siberia Utara yang disebut mengalami eksploitasi hutan dalam skala besar demi kepentingan ekonomi.

Sementara itu, wisatawan asal Peru, Janine, mengaku tertarik mengikuti nobar karena sebelumnya telah mendengar isu mengenai Papua. Salah satu adegan yang paling membekas baginya adalah saat alat berat menggusur kawasan hutan.

“Saat bulldozer menebangi semua pohon dan saya memikirkan orang-orang serta hewan-hewan di sana. Itu membuat saya sedih,” tutur Janine.

Penyelenggara kegiatan sekaligus pemilik Zando Fight Camp, Belda Brig Sando, mengaku tidak menyangka pemutaran film tersebut mendapat perhatian besar dari warga asing. Ia menyebut kegiatan itu bertujuan memperkenalkan realitas Papua kepada wisatawan yang tinggal maupun berlibur di Bali.

“Nggak nyangka nih, antusias dari bule-bule juga banyak jadi ya baguslah, senang juga. Untung bisa tayang sampai selesai,” ungkap Belda. (ap)
Read More

𝗨𝗯𝘂𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗟𝗮𝗴𝗶, 𝗖𝗵𝗲𝗳 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶

Mei 16, 2026 0
Ubud Food Festival 2026 Hadir Lagi, Chef Dunia Siap Ramaikan Kuliner Bali

GIANYAR, Lensabali.id – Ubud Food Festival 2026 kembali digelar pada 28–31/05/2026 dengan menghadirkan sederet chef ternama dari berbagai negara. Festival kuliner tahunan yang memasuki tahun ke-11 ini akan berlangsung di Taman Kuliner Ubud dengan tema Farmers: Guardians of Land and Sea.

Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan para chef, petani, produsen artisan, seniman, hingga pecinta kuliner dalam satu perayaan gastronomi yang meriah. Selama empat hari, pengunjung akan menikmati berbagai program seperti Demo Memasak, Food Talks, Chef’s Table, Masterclass, Special Events, hingga Food Market gratis.

Pendiri sekaligus Direktur Ubud Food Festival, Janet DeNeefe, mengatakan tahun ini festival menghadirkan lebih banyak kolaborasi internasional yang mempertemukan chef Indonesia dengan talenta kuliner terbaik Asia.

“Program tahun ini benar-benar istimewa, dengan deretan talenta internasional yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Janet DeNeefe, Rabu (13/05/2026).

Salah satu sorotan utama datang dari chef pastry asal Australia, Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie sekaligus mantan ahli aerodinamika Formula 1. Ia dijadwalkan berbagi kisah perjalanan kariernya dalam sesi diskusi di Indus Restaurant.

Selain itu, Kate Reid juga akan menjadi co-juri dalam penilaian Best Croissant in Bali 2026 yang melibatkan sejumlah bakery di Bali.

Festival ini turut menghadirkan jamuan makan malam eksklusif di Four Seasons Resort Bali at Sayan yang mempertemukan chef Frank Camorra dan Andrés Becerra lewat sajian bercita rasa Spanyol dan Amerika Latin.

Tak hanya itu, sejumlah chef Indonesia seperti Jovan Koraag, Ragil Imam Wibowo, hingga Renatta Moeloek juga akan menampilkan eksplorasi kuliner Nusantara berbasis bahan lokal dan tradisi memasak Indonesia. (ap)
Read More