BADUNG, Lensabali.id - Polisi mengamankan 10 orang terkait kasus pengeroyokan terhadap remaja berinisial IGSP (16) yang terjadi di depan Rumah Sakit Daerah Mangusada, Kelurahan Kapal, Kabupaten Badung. Dari hasil pendataan awal, mayoritas terduga pelaku diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif.
Pihak kepolisian menyebutkan, sembilan dari sepuluh orang yang diamankan masih duduk di bangku sekolah, sementara satu orang lainnya telah menyelesaikan pendidikan. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polres Badung.
“Ya betul, sembilan pelaku masih pelajar. Sementara satu orang lainnya tercatat sudah tamat sekolah,” ujar Pelaksana sementara Kasi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang tak dikenal saat berada di sekitar simpang Jalan Raya Lukluk. Sebelumnya, korban dan temannya berusaha menghindari kerumunan massa dan memilih menepi di dekat pertigaan depan RSD Mangusada.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerumunan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas balap liar. Saat korban berusaha berbalik arah ke barat, kelompok tersebut mendatangi dan langsung melakukan pemukulan secara brutal.
Meski korban telah tersungkur di aspal, aksi kekerasan tidak berhenti. Korban masih menerima tendangan dan pukulan menggunakan tongkat kayu, yang mengakibatkan luka serius di bagian kepala dan punggung.
“Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala hingga harus mendapat empat jahitan akibat hantaman benda tumpul. Saat ini kondisinya sudah membaik dan sudah kami mintai keterangan,” jelas Ayu Inastuti.
Penyidik masih mendalami motif pasti pengeroyokan tersebut, mengingat korban dan para pelaku diketahui tidak saling mengenal. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya konflik lama atau faktor lain yang memicu kejadian di jalur Denpasar–Gilimanuk tersebut.
Sementara itu, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan menyatakan akan meningkatkan patroli malam di wilayahnya, khususnya pada jam-jam rawan dan di titik perbatasan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa.
“Intensitas patroli malam Linmas akan kami tingkatkan, terutama di jam rawan. Fokusnya pada jalur perbatasan dan titik kumpul potensial,” ujarnya. (apn)


.jpeg)
