LENSA BALI

Hot



Minggu, 06 September 2026

𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗔𝗻𝗷𝗹𝗼𝗸 𝗥𝗽𝟳 𝗥𝗶𝗯𝘂/𝗞𝗴, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗹𝗶𝗵 𝗸𝗲 𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴

September 06, 2026 0

Harga Kapas Anjlok Rp7 RibuKg, Petani Karangasem Beralih ke Jagung

KARANGASEM, Lensabali.id - Tanaman kapas yang sebelumnya menjadi salah satu komoditas unggulan di Karangasem, Bali, mulai ditinggalkan petani. Anjloknya harga kapas hingga Rp7 ribu per kilogram membuat sebagian petani memilih beralih ke tanaman lain yang dinilai lebih menjanjikan.

Kondisi tersebut semakin berat karena pada 2026 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Distan PP) Karangasem tidak memberikan bantuan bibit kapas. Petani yang masih ingin menanam komoditas tersebut pun harus memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri.

Salah satunya I Nengah Gede Kari, petani kapas asal Banjar Tegalanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang. Tahun ini, ia hanya menanam kapas di lahan sekitar 5 are dengan menggunakan sisa bibit bantuan pemerintah dari tahun sebelumnya.

"Harganya anjlok, sekarang hanya Rp 7 ribu per kilogram, saat panen saya hanya dapat 20 kilogram bulan lalu," kata Kari, Jumat (4/9/2026).

Kari menuturkan harga kapas pernah menyentuh Rp25 ribu per kilogram ketika dirinya pertama kali menanam beberapa tahun lalu. Namun, harga tersebut terus turun hingga kini hanya berada di kisaran Rp7 ribu per kilogram.

Tak hanya harga, hasil panen juga dipengaruhi cuaca yang sulit diprediksi. Menurut Kari, kondisi tersebut membuat biaya, tenaga, dan waktu yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

"Tahun ini saya nggak dapat bantuan bibit kapas, kurang tahu untuk petani lainnya. Yang jelas karena faktor cuaca hasil panen tak sebanding dengan tenaga dan waktu jadi rugi," ujar Kari.

Situasi itu mendorong petani mencari alternatif komoditas. Jagung dan kacang tanah menjadi pilihan karena dianggap memiliki prospek harga yang lebih baik dibandingkan kapas.

Kepala Distan PP Karangasem I Made Sugiartha membenarkan tidak adanya bantuan bibit kapas pada tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan stok bibit di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), ditambah keterbatasan anggaran daerah.

Dalam tiga tahun terakhir, bantuan bibit kapas disebut terus berkurang. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap luas tanam dan produksi kapas di Karangasem, ditambah semakin sedikit kelompok petani yang masih berminat menanamnya.

Pada 2023, luas lahan kapas mencapai 82 hektare dengan produksi sekitar 62.000 kilogram. Angka itu turun pada 2024 menjadi 45 hektare dengan produksi sekitar 49.000 kilogram. Pada 2025, luas lahan kembali menyusut menjadi sekitar 40 hektare dengan produksi hanya 27.000 kilogram.

"Faktanya memang seperti itu, terus menurun karena memang bantuan bibit yang kami berikan juga menurun. Bahkan tahun ini dan tahun depan tidak ada bantuan bibit untuk petani kapas di Karangasem," ujar Sugiartha.

Meski bantuan bibit tidak tersedia, sebagian petani masih menanam kapas secara swadaya di sejumlah lokasi. Luas lahan dan produksinya masih dalam pendataan. Sugiartha berharap pengadaan bibit dapat kembali dilakukan sehingga petani Karangasem memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas kapas.

"Mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya, kembali ada pengadaan bibit kapas untuk para petani di Karangasem," ujar Sugiartha. (ap)
Read More

𝗠𝗶𝗰𝗿𝗼𝘀𝗼𝗳𝘁 𝗗𝗲𝗳𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗗𝗲𝘁𝗲𝗸𝘀𝗶, 𝗧𝗮𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 𝗗𝗶𝗯𝗹𝗼𝗸𝗶𝗿 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽 𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲

September 06, 2026 0
Microsoft Defender Salah Deteksi, Tautan Google Diblokir karena Dianggap Malware

Lensabali.id - Microsoft Defender kembali mengalami false positive yang membuat pengguna Office 365 sempat kesulitan mengakses tautan Google Search. Sistem keamanan tersebut keliru mengategorikan sejumlah URL hasil pencarian Google sebagai ancaman siber dan kemudian memblokirnya.

Gangguan terjadi pada 2 September 2026 dan tercatat dengan kode MO1465962 di dasbor Microsoft 365 Admin. Masalah tersebut berlangsung sekitar tujuh setengah jam sebelum Microsoft menyatakan gangguan telah ditangani.

Safe Links Salah Mendeteksi URL Google

Gangguan berkaitan dengan fitur Safe Links pada Microsoft Defender for Office 365. Fitur yang dirancang untuk melindungi pengguna dari phishing dan malware tersebut justru memblokir tautan pencarian Google yang terdapat dalam email maupun pesan Microsoft Teams.

URL Google yang terdeteksi bermasalah tidak hanya diblokir ketika dibuka melalui layanan Microsoft. Akses juga dapat terhenti saat tautan tersebut dibuka menggunakan browser eksternal.

Microsoft menjelaskan, kesalahan terjadi akibat proses pemindaian yang tidak akurat pada sistem klasifikasi reputasi URL milik Defender. Perusahaan kemudian menyatakan masalah tersebut selesai pada 2 September 2026 pukul 10.17 UTC.

Setelah insiden ditangani, Microsoft melakukan peninjauan terhadap algoritma pemindaian URL untuk mencegah kesalahan serupa kembali terjadi.

Bukan Kali Pertama Defender Alami False Positive

Insiden tersebut menambah daftar masalah false positive yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan Microsoft Defender. Dalam beberapa tahun terakhir, sistem keamanan Microsoft itu beberapa kali mendapat sorotan terkait akurasi deteksi maupun dampaknya terhadap perangkat pengguna.

Defender juga pernah dilaporkan memengaruhi performa sistem sehingga sejumlah aplikasi berjalan lebih lambat. Selain itu, antivirus tersebut sempat keliru mendeteksi driver tingkat kernel yang sebenarnya sah sebagai file berbahaya.

Di sisi lain, peneliti keamanan siber masih menemukan sejumlah kerentanan zero-day pada mesin pemindai Defender. Meski tersedia secara gratis bagi pengguna Windows, persoalan keandalan dan salah deteksi tetap menjadi perhatian di kalangan pengguna serta profesional teknologi informasi.

Insiden pemblokiran Google ini kembali menunjukkan pentingnya akurasi sistem keamanan dalam membedakan ancaman siber dengan tautan yang sebenarnya aman. (*ap)
Read More

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗶𝗺 𝗣𝗣𝗞 𝗢𝗿𝗺𝗮𝘄𝗮 𝗙𝗛 𝗨𝗻𝘂𝗱, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗥𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗡𝘆𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮

September 06, 2026 0
Terima Tim PPK Ormawa FH Unud, Bupati Satria Apresiasi Rencana Desa Nyalian Jadi Desa Wisata

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan dukungan terhadap rencana pengembangan Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, menjadi Desa Wisata. Dukungan tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat menerima audiensi tim mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Sabtu (5/9/2026).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Satria didampingi Perbekel Desa Nyalian Cokorda Gde Agung Mahaputra. Pertemuan membahas pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang digagas Badan Semi Otonom Law Student Creativity Community (LSCC) FH Unud.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Desa Nyalian. Pendampingan mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat dan pemerintah desa dalam mempersiapkan berbagai aspek yang dibutuhkan menuju pengembangan desa wisata.

Bupati Satria menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, pengembangan Desa Nyalian sebagai desa wisata sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Klungkung yang tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga mendorong keterlibatan dan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Desa Nyalian yang diproyeksikan menjadi Desa Wisata. Upaya ini tentu berorientasi pada kemajuan daerah dan dipastikan membawa manfaat yang nyata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Nyalian secara berkelanjutan," ujar Bupati Satria.

Ia menilai pengembangan desa wisata perlu disiapkan secara matang dengan memperhatikan potensi lokal dan kesiapan masyarakat. Dengan demikian, aktivitas pariwisata nantinya tidak sekadar mendatangkan kunjungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Terima Tim PPK Ormawa FH Unud, Bupati Satria Apresiasi Rencana Desa Nyalian Jadi Desa Wisata

Kehadiran mahasiswa FH Unud melalui program PPK Ormawa dinilai menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan dari kalangan akademisi diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi desa secara lebih terarah.

Bupati Satria juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, perguruan tinggi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai akan memperkuat proses pengembangan Desa Nyalian agar mampu tumbuh sebagai destinasi yang memiliki karakter dan daya tarik tersendiri.

Dengan dukungan tersebut, Desa Nyalian diharapkan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal sekaligus meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Pengembangan desa wisata juga diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi serta memperluas kesempatan usaha bagi warga setempat.

Melalui program PPK Ormawa, Pemkab Klungkung berharap proses pendampingan dapat berjalan berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata. Sinergi antara pemerintah, akademisi dan masyarakat menjadi modal penting untuk mewujudkan Desa Nyalian sebagai desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*/ap)
Read More