DENPASAR, Lensabali.id - Arya Wedakarna (AWK) memberikan penjelasan terkait kehadirannya dalam sebuah acara di Thailand yang turut menampilkan kontes waria. Kehadiran AWK menjadi perhatian setelah video dan foto kunjungannya beredar di media sosial dan menuai beragam tanggapan warganet.
Dalam kegiatan tersebut, AWK tampil mengenakan pakaian adat Bali. Ia juga didampingi seorang ajudan dari unsur TNI yang mengenakan pakaian dinas harian (PDH).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, AWK menjelaskan kehadirannya di Thailand dalam rangka menerima penghargaan dari sebuah komite pariwisata bernama MS Organizer.
"Dalam acara itu berbagai kalangan mungkin yang dianggap normal dan tidak normal, kita tahu Thailand seperti apa kan, dan saya sebagai tamu kan tidak berhak mengomentari terkait panitianya siapa, kemudian gendernya apa, kan itu etika ya," kata AWK dalam unggahannya, Rabu (2/9/2026).
AWK menegaskan keberadaannya di acara tersebut bukan dalam kapasitas sebagai pejabat negara. Ia menyebut datang sebagai tokoh budaya dan pariwisata Bali sekaligus Presiden Hindu Center of Indonesia, bukan untuk mewakili DPD RI.
"Kalau dari Arya Wedakarna pragmatis saja, bagaimana mendatangkan banyak turis ke Bali, bagaimana Bali menjadi tempat yang ramah karena di acara itu ada delegasi dari 15 negara dan mereka semua cinta sama Bali," ungkap dia.
Mengenai kontes ratu waria yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut, AWK mengaku tidak mengetahui secara detail rangkaian acara. Ia mengatakan fokus kedatangannya adalah menghadiri agenda penerimaan penghargaan.
"Mengenai pemilihan miss miss macam-macam, saya nggak paham karena mungkin itu rangkaian ya. Jadi saya duduk hadir menerima penghargaan ya sudah pulang, gitu ya," ujar dia.
AWK turut memberikan klarifikasi mengenai keberadaan seorang pria berseragam TNI yang terlihat berada di sampingnya selama acara berlangsung. Menurutnya, personel tersebut merupakan ajudan yang memang bertugas mendampinginya untuk kepentingan pengamanan.
"Memang kita kan lihat di Thailand tuh kan lagi, lagi rawan ya. Kemarin masih ada perang, perang antara Thailand, Myanmar, Kamboja," kata Arya.
"Kemudian kemarin tuh ada, di sana kan sering ada ledakan bom dan juga ada penembakan. Jadi memang melekat aja, memang tugasnya mengawal saya, nggak ada hubungannya," imbuhnya.
Dengan penjelasan tersebut, AWK menegaskan kehadirannya dalam acara di Thailand berkaitan dengan penghargaan dan agenda budaya-pariwisata, bukan sebagai representasi lembaga negara maupun untuk terlibat dalam penyelenggaraan kontes yang menjadi bagian dari acara tersebut. (ap)



.jpeg)