LENSA BALI

Hot



Rabu, 08 April 2026

𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮! 𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗡𝗼𝗩𝗼𝗶𝗰𝗲 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗝𝘂𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗔𝗻𝗱𝗿𝗼𝗶𝗱

April 08, 2026 0
Waspada! Malware NoVoice Diduga Curi Data WhatsApp dari Jutaan Perangkat Android

Lensabali.id – Sebuah malware baru bernama NoVoice dilaporkan menyebar melalui puluhan aplikasi yang tersedia di Google Play Store. Perangkat lunak berbahaya ini diketahui mampu mencuri data pengguna WhatsApp dan telah diunduh lebih dari 2,3 juta kali oleh pengguna Android.

Laporan dari perusahaan keamanan siber McAfee mengungkapkan bahwa malware tersebut disisipkan dalam lebih dari 50 aplikasi yang beredar di toko aplikasi resmi Google. Aplikasi yang terindikasi terinfeksi mencakup berbagai kategori populer, mulai dari pembersih penyimpanan, galeri foto, hingga permainan.

Menariknya, aplikasi-aplikasi tersebut tidak meminta izin akses yang terlihat mencurigakan dan tetap menjalankan fungsi sesuai yang dijanjikan kepada pengguna. Hal ini membuat malware tersebut sulit terdeteksi pada tahap awal.

McAfee tidak merinci seluruh daftar aplikasi yang terlibat. Namun, salah satu yang disebut adalah aplikasi pembersih bernama SwiftClean, yang tercatat telah diunduh lebih dari 100 ribu kali di Google Play Store.

Setelah aplikasi terinfeksi dipasang dan dijalankan, malware NoVoice akan mencoba memperoleh akses root pada perangkat dengan memanfaatkan celah keamanan pada sistem Android versi lama.

Selanjutnya, malware akan terhubung dengan server command-and-control (C2) untuk mengirimkan berbagai informasi perangkat, seperti spesifikasi hardware, versi kernel, versi Android, daftar aplikasi yang terpasang, hingga status root perangkat.

Jika proses eksploitasi berhasil, malware tersebut dapat menghapus atau memasang aplikasi tanpa diketahui pengguna, bahkan mengambil alih kendali penuh perangkat. Kondisi ini memungkinkan operator malware mengakses berbagai data dari aplikasi yang terpasang di ponsel korban.

Salah satu aplikasi yang menjadi target utama adalah WhatsApp. Ketika aplikasi pesan instan itu dibuka di perangkat yang terinfeksi, malware akan mengumpulkan data sensitif yang memungkinkan pelaku mereplikasi sesi akun korban.

Data yang dikumpulkan mencakup database enkripsi, kunci protokol Signal, nomor telepon, hingga detail cadangan Google Drive. Informasi ini kemudian dikirim ke server milik operator malware sehingga mereka berpotensi mengkloning sesi WhatsApp korban di perangkat lain.

Meski demikian, celah keamanan yang dimanfaatkan malware NoVoice sebenarnya telah diperbaiki dalam pembaruan Android antara tahun 2016 hingga 2021. Artinya, perangkat yang rutin diperbarui umumnya telah terlindungi dari ancaman ini. (ap)
Read More

𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗳𝗼𝗿𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗮𝗵𝗮𝗺𝗶 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗦𝗣𝗠

April 08, 2026 0
Transformasi Posyandu, Ibu Putri Koster Ajak Kader Pahami Enam SPM

GIANYAR, Lensabali.id - Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa kader Posyandu memegang peran penting dalam mendukung pembangunan di tingkat desa. Oleh karena itu, ia mengharapkan para kader memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai program yang dijalankan.

Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk “Membina dan Berbagi” yang digelar di Wantilan Pura Manik Corong, Desa Sumita, serta Wantilan Balai Kanginan, Desa Babakan, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Selasa (7/4/2026).

Ia menjelaskan bahwa transformasi Posyandu yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 membawa perubahan signifikan terhadap peran lembaga ini.

Dengan cakupan tugas yang kini meliputi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan pembangunan di tingkat desa.

“Kesuksesan pelaksanaan program Posyandu akan berpengaruh pada 85 persen keberhasilan pembangunan di desa/kelurahan. Hal ini juga akan berdampak pada keberhasilan pembangunan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, Posyandu memiliki pendekatan bottom-up, di mana kader aktif turun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi warga.

Selanjutnya, berbagai permasalahan tersebut dicatat dan difasilitasi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah secara berjenjang.

“Kader Posyandu adalah harapan kita. Untuk itu, mereka harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman sesuai dengan bidang tugas masing-masing,” imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas kader, Putri Koster juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis sumber.

Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga sebelum diserahkan ke fasilitas pengolahan seperti TPS3R maupun TPST.

“Sampah-sampah yang kita hasilkan sebaiknya dikelola dari sumbernya, baik dengan memilah, memilih, dan mengumpulkan sesuai jenisnya sebelum diserahkan untuk dibawa dan diolah di TPS3R dan TPST. Dengan begitu, kita sama-sama bertanggung jawab atas apa yang kita hasilkan,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang tidak bertanggung jawab dapat menjadi ancaman bagi masa depan lingkungan serta generasi mendatang.

Transformasi Posyandu, Ibu Putri Koster Ajak Kader Pahami Enam SPM

Dalam kegiatan tersebut, sebagai bentuk dukungan bagi kader di tingkat desa, TP Posyandu Provinsi Bali juga menyalurkan bantuan berupa 3.780 kilogram beras, 7.560 butir telur, dan 250 kotak susu kepada 126 kader Posyandu dari Desa Sumita dan Desa Babakan.

Kegiatan “Membina dan Berbagi” juga diisi dengan paparan mengenai transformasi Posyandu oleh Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata.

Ia menjelaskan bahwa tugas Posyandu kini tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan, tetapi juga mencakup pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Posyandu yang sebelumnya dikenal sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) kini telah bertransformasi menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).

Model pelayanan ini menitikberatkan pada layanan kesehatan terpadu sepanjang siklus hidup, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas kader serta memperkuat kelembagaan Posyandu di tingkat desa dan kelurahan.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Gianyar saat ini memiliki 4.300 kader Posyandu yang seluruhnya telah terdaftar dalam sistem.

“Kami juga memiliki aplikasi sistem informasi Posyandu yang memungkinkan akses informasi terintegrasi hingga tingkat kabupaten,” pungkasnya. (hms/ap)
Read More

𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗖𝘂𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗵𝗮𝗯𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗻𝘀𝗶𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗿, 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗣𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗗𝗶𝗰𝗶𝗱𝘂𝗸 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶

April 08, 2026 0
Motor Curian Kehabisan Bensin Saat Kabur, Ojol Pencuri Motor Diciduk Polisi

BADUNG, Lensabali.id – Seorang pengemudi ojek online berinisial VWL alias Valen (25) harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga mencuri sepeda motor milik seorang pedagang di depan rumah makan Padang di Jalan Raya Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Aksi pelarian pelaku bahkan sempat terhambat setelah motor curian yang dibawanya mogok akibat kehabisan bahan bakar.

Kapolsek Abiansemal Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengungkapkan bahwa pelaku berhasil diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan pengintaian di wilayah Badung hingga Denpasar.

"Kami mengamankan pelaku di Jalan Ciung Wanara, Blahkiuh, setelah melakukan penyelidikan dan pengintaian di wilayah Badung serta Denpasar," ungkapnya, Selasa (7/4/2026).

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Senin (6/4) saat korban, Sengki (47), tengah sibuk melayani pembeli di rumah makan tempatnya bekerja. Saat itu, sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DK 4990 KBX miliknya terparkir di teras rumah makan.

Menurut Karang, kejadian bermula ketika korban berniat pergi ke Pasar Badung. Namun, ia kembali ke dalam warung karena ada pelanggan yang hendak membayar, lalu melanjutkan pekerjaan mencuci piring di bagian belakang.

"Saat itu korban menaruh kunci di kontak tapi mesin belum dinyalakan karena harus melayani pelanggan yang mau bayar makan. Istri korban juga sempat menyapu di area parkir namun tidak memperhatikan jika motor tersebut sudah dibawa kabur pelaku," jelas Karang.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui tidak beraksi seorang diri. Ia mengaku menjalankan pencurian tersebut bersama seorang rekannya berinisial B yang hingga kini masih dalam pengejaran polisi.

"Tersangka akhirnya mengaku mencuri bareng temannya yang masih kami kejar. Pelaku ini sehari-harinya sebagai ojek online di daerah Denpasar Barat," imbuh mantan Kapolsek Denpasar Timur tersebut.

Polisi juga mengungkapkan bahwa pelaku yang berasal dari Sumba Barat Daya itu berencana menjual sepeda motor hasil curian untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. (ap)
Read More