LENSA BALI

Hot



Sabtu, 22 Agustus 2026

𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗟𝗮𝗴𝗶, 𝗗𝗞𝗟𝗛 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗖𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗰𝘂

Agustus 22, 2026 0
TPA Suwung Terbakar Lagi, DKLH Bali Sebut Cuaca Panas Jadi Pemicu

JEMBRANA, Lensabali.id – Kebakaran kembali terjadi di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali. Api yang muncul di tumpukan sampah berhasil dikendalikan dalam waktu 17 menit setelah petugas mengerahkan dua mobil tangki air yang bersiaga di lokasi.

Kepala DKLH Bali I Made Dwi Arbani mengatakan kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.05 Wita. Dua mobil tangki milik UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

"Tadi terisolasi sehingga 17 menit sudah (padam)," ungkap Dwi saat ditemui di lokasi.

Selain armada tangki, petugas juga mengerahkan tiga alat berat berupa ekskavator. Alat tersebut digunakan untuk mengeruk dan menggeser tumpukan sampah sehingga titik api lebih mudah dijangkau dan dipadamkan.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.22 Wita. Setelah itu, petugas melanjutkan proses pendinginan dengan bantuan armada Pemadam Kebakaran guna memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

"Kami sudah antisipasi dengan dua tangki air dengan nozzle. SOP kami begitu kalau ada emergency. Nanti alat berat bantu untuk geser sampah," papar Dwi.

Setelah proses penanganan selesai, aktivitas TPA Suwung kembali normal. Truk pengangkut sampah juga sudah diperbolehkan kembali masuk ke kawasan TPA sekitar pukul 14.01 Wita.

Cuaca Panas Jadi Pemicu

Dwi menyebut kondisi cuaca yang panas diduga menjadi pemicu kebakaran di tumpukan sampah. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, UPTD Pengelolaan Sampah DKLH Bali selalu menyiagakan dua mobil tangki air lengkap dengan nozzle di kawasan TPA.

Selain kesiapsiagaan armada, penyiraman juga dilakukan secara rutin untuk menjaga suhu tumpukan sampah. Penyiraman dilakukan setidaknya sekali dalam sepekan di seluruh area TPA dan dapat ditingkatkan sesuai kondisi.

"Yang rutin lagi, kami menyemprot pakai air dari pemadam sesuai kebutuhan (untuk mencegah kebakaran)," terang Dwi.

Dengan langkah tersebut, petugas berharap potensi kebakaran di area TPA Suwung dapat segera dikendalikan apabila kembali muncul, sekaligus mencegah api meluas ke bagian lain dari tumpukan sampah. (ap)
Read More

𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝟮 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗲𝘁𝗮𝗽𝗮𝗸

Agustus 22, 2026 0
Hilang 2 Hari, Petani di Klungkung Ditemukan Tewas di Jalan Setapak

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Seorang petani, Tambun, ditemukan meninggal dunia setelah sempat tidak pulang selama dua hari. Pria tersebut sebelumnya pamit kepada keluarga untuk pergi ke sawah di wilayah Klungkung, Bali.

Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa mengatakan Tambun berangkat ke sawah pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Namun, hingga malam hari korban tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga sempat menduga Tambun menginap di rumah sepupunya. Akan tetapi, hingga Jumat malam dan Sabtu pagi, keberadaan korban belum diketahui sehingga keluarga kembali melakukan pencarian di sekitar area tegalan.

"Awalnya keluarga menduga korban menginap di rumah sepupunya. Namun, hingga Jumat malam dan Sabtu pagi, korban belum juga pulang sehingga keluarga kembali melakukan pencarian di sekitar area tegalan," ujar Alit, Sabtu (22/8/2026).

Pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu sekitar pukul 11.00 Wita. Anak korban, I Wayan Suartika (44), mendapat informasi dari istrinya bahwa Tambun ditemukan tergeletak di jalan setapak di sebelah timur Kuburan Tinon.

Suartika kemudian mendatangi lokasi dan mendapati ayahnya dalam posisi tengkurap. Saat ditemukan, Tambun sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Klungkung.

"Mendapat kabar tersebut, saksi mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam posisi tengkurap serta sudah dalam keadaan tewas. Saksi kemudian melapor ke Polsek Klungkung," terang Alit.

Petugas gabungan dari Polsek Klungkung, Polres Klungkung, dan BPBD Klungkung kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Jenazah korban dievakuasi menggunakan mobil BPBD Klungkung menuju RSUD Klungkung sekitar pukul 12.22 Wita.

Berdasarkan keterangan keluarga, Tambun tidak memiliki riwayat penyakit kronis sebelumnya. Pihak keluarga juga telah menerima kejadian tersebut dan memilih tidak melanjutkan perkara ke proses hukum.

"Pihak keluarga sudah menerima musibah ini dan tidak melanjutkan ke proses hukum. Mengenai penyebab pasti tewasnya korban, saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak RSUD Klungkung," jelas Alit.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya Tambun. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗸𝗲𝗺𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗹𝗶𝘁𝗲 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗲𝗻𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻

Agustus 22, 2026 0
Pemerintah Siapkan Skema Pembatasan Pertalite Berdasarkan Jenis Kendaraan

JAKARTA, Lensabali.id - Pemerintah tengah menyiapkan skema pembatasan pembelian Pertalite dengan mempertimbangkan jenis kendaraan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyaluran subsidi BBM lebih tepat sasaran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, jenis kendaraan akan menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk memperkirakan kelompok kesejahteraan pemiliknya.

"Kita kemarin berbasis dari jenis kendaraan. Dari jenis kendaraan kan mencerminkan desil," kata Airlangga di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026).

Dalam sistem desil, masyarakat dikelompokkan dari desil 1 hingga 10 berdasarkan tingkat kesejahteraan. Semakin tinggi angka desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan kelompok tersebut.

Meski demikian, Airlangga belum membeberkan secara rinci kendaraan seperti apa yang nantinya masuk dalam skema pembatasan. Pemerintah masih mematangkan mekanisme sebelum aturan tersebut diterapkan.

"Nanti kita matangkan lagi, kita matengin," singkat Airlangga.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok desil 9 dan 10. Namun, penerapannya tidak langsung mencakup seluruh kelompok tersebut.

Pada tahap awal, pemerintah berencana membatasi pembelian Pertalite bagi masyarakat yang berada di desil 10. Kebijakan tersebut ditargetkan mulai diterapkan dalam beberapa bulan mendatang dan diharapkan berjalan sebelum pergantian tahun.

"Nggak diperketat. Cuma akan dipastikan nanti yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang Desil 10, kita batasin dulu," ujar Purbaya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pemerintah menilai pembatasan tersebut dapat membantu menekan belanja subsidi BBM sekaligus memastikan manfaat subsidi diterima kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.

Namun, hingga kini pemerintah belum menetapkan secara final jenis kendaraan maupun mekanisme teknis pembelian Pertalite yang akan dibatasi. Ketentuan lebih lengkap masih menunggu pembahasan lanjutan. (ap)
Read More