LENSA BALI

Hot



Senin, 16 Februari 2026

𝗙𝗲𝗻𝗼𝗺𝗲𝗻𝗮 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗶𝘁 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮, 𝗚𝗲𝗿𝗵𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗵𝗮𝗿𝗶 𝗖𝗶𝗻𝗰𝗶𝗻 𝗔𝗽𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗱𝗶 𝟭𝟳 𝗙𝗲𝗯𝗿𝘂𝗮𝗿𝗶

Februari 16, 2026 0
Fenomena Langit Langka, Gerhana Matahari Cincin Api Terjadi 17 Februari

JAKARTA, Lensabali.id — Fenomena langit langka berupa gerhana matahari cincin api diprediksi terjadi pada 17 Februari 2026. Dalam peristiwa ini, bulan melintas tepat di depan matahari tanpa menutupinya sepenuhnya, sehingga tepi matahari tampak membentuk cincin cahaya terang di sekeliling bulan.

Gerhana cincin api terjadi ketika bulan berada pada jarak yang lebih jauh dari bumi di lintasan orbitnya. Kondisi tersebut membuat ukuran tampak bulan lebih kecil dibandingkan matahari saat fase bulan baru, sehingga cahaya matahari masih terlihat di bagian tepinya.

Jalur utama cincin api akan melintasi kawasan Antarktika. Sementara itu, sejumlah wilayah di belahan selatan bumi hanya akan menyaksikan gerhana sebagian, ketika bulan menutupi sebagian piringan matahari.

Rangkaian gerhana diawali fase parsial, saat bulan mulai menutupi tepi matahari. Bagi pengamat di jalur utama, fase annularity terjadi ketika bulan berada tepat di tengah matahari dan menciptakan efek cincin api. Pada puncaknya, matahari tidak pernah sepenuhnya gelap, sebelum perlahan kembali ke fase parsial hingga gerhana berakhir. (ap)
Read More

𝗕𝗮𝗷𝘂 𝗥𝗼𝗯𝗲𝗸 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗖𝗲𝗸𝗰𝗼𝗸 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗦𝘂𝘁𝗿𝗮𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗽𝘂𝗵 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺

Februari 16, 2026 0
Baju Robek Usai Cekcok di Parkiran, Sutradara Bali Tempuh Jalur Hukum

GIANYAR, Lensabali.id - Sebuah video penganiayaan terhadap sutradara film asal Bangli, Dwitra J Ariana, viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di area parkir Pura Kebo Edan, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (15/2/2026) malam, dan menyebabkan pakaian korban robek.

Dwitra menegaskan peristiwa itu tidak dipicu persoalan parkir. “Kejadian tanggal 15 Februari 2026 pukul 20.17 Wita. Bukan dipicu soal parkiran,” ujarnya saat dihubungi, Senin (16/2/2026).

Menurut penuturannya, kejadian bermula saat sebuah mobil hitam bernomor polisi DK 1902 FJ memotong laju kendaraannya di area parkiran. Terkejut, Dwitra mengerem mendadak sambil membunyikan klakson. Ia kemudian berniat menyalip karena menilai cara berkendara mobil tersebut tidak wajar.

“Setelah kondisi kembali aman, saya bersiap menyalip. Saya klakson agak panjang untuk meningkatkan awareness-nya karena cara mengemudinya aneh,” terang Dwitra.

Namun, aksi tersebut memicu emosi pengendara mobil hitam. Keduanya kemudian menepi, dan pengendara tak dikenal itu menghampiri Dwitra yang masih berada di balik kemudi. Tanpa banyak bicara, pria tersebut menarik kerah baju Dwitra hingga robek.

“Bang Jago menghampiri saya yang masih duduk di belakang kemudi. Tidak terduga, serta-merta menarik kerah baju saya hingga robek parah. Sempat hampir terpancing emosi saya, tetapi saya ingat saya sedang bersama dua anak dan istri,” tuturnya.

Dwitra mengaku sempat merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Ia juga berencana melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. “Rencana akan kami lapor ke polisi. Kejadiannya di wilayah Polsek Blahbatuh,” pungkasnya. (ap)
Read More

𝗔𝘁𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗞𝗲𝗰𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗿𝗼𝗻𝗴𝘀𝗮𝗶 𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗺𝗹𝗲𝗸 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗵𝗲 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗮

Februari 16, 2026 0

Atraksi Budaya Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di Kawasan The Nusa Dua

BADUNG, Lensabali.id - Atraksi seni budaya kembali digelar di kawasan The Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung. Pertunjukan Kecak dan Barongsai Dance Show yang berlangsung pada Jumat (13/2) sore menjadi bagian dari rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan momentum menjelang Hari Valentine. Kegiatan ini diselenggarakan oleh InJourney Tourism Development Corporation sebagai bagian dari agenda tematik kawasan.

Rangkaian acara diawali dengan atraksi Barongsai di area bibir pantai The Bay pada pukul 17.00–17.30 Wita. Selanjutnya, Barongsai bergerak menuju Taksu Art Stage sebelum kembali tampil sebagai pembuka pertunjukan Tari Kecak pada pukul 17.30–18.00 Wita. Pertunjukan Kecak kemudian berlanjut hingga pukul 19.00 Wita sebagai penutup kegiatan.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan kegiatan ini merupakan upaya menghadirkan ruang ekspresi seni budaya bagi pengunjung kawasan. Menurutnya, perpaduan Barongsai dan Tari Kecak mencerminkan keberagaman budaya yang hidup berdampingan dalam dinamika pariwisata.

“Perpaduan pertunjukan Barongsai dan Tari Kecak tidak hanya merepresentasikan keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang hidup dengan aktivitas seni dan tradisi,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, pengunjung juga menerima cokelat sebagai simbol perayaan Imlek dan Valentine. Pengelola menilai penyelenggaraan atraksi budaya secara berkala mampu mendukung aktivitas pariwisata sekaligus menjadi sarana pelestarian seni dan tradisi.

“Ke depan, The Nusa Dua akan terus berinovasi menghadirkan atraksi berkualitas yang selaras dengan semangat keberlanjutan, pelestarian budaya, dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia,” tegasnya.(apn)
Read More