LENSA BALI

Hot



Rabu, 02 September 2026

𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗼𝗿 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗝𝗮𝗷𝗮𝗸𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗧𝗣𝗔 𝗕𝘂𝘁𝘂𝘀 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 02, 2026 0

Investor China Jajaki Pengelolaan Sampah di TPA Butus Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Investor asal China mulai menjajaki peluang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Karangasem. Saat ini, investor tersebut masih melakukan kajian terkait teknologi yang akan digunakan sekaligus kebutuhan investasinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Made Wiguna, mengatakan pihak investor sebelumnya telah meninjau langsung kondisi TPA Butus pada pertengahan Agustus 2026. Kajian masih berlangsung untuk menentukan konsep pengolahan yang paling sesuai.

"Sudah sempat survei lokasi pertengahan Agustus 2026 lalu, sekarang masih dikaji oleh mereka. Gambaran awalnya sampah akan diolah semuanya, tidak perlu dipilah lagi," kata Wiguna, Selasa (1/9/2026).

Teknologi yang ditawarkan disebut memiliki konsep menyerupai insinerator, tetapi menggunakan metode berbeda. Sampah yang masuk nantinya direncanakan dapat langsung diolah tanpa melalui proses pemilahan terlebih dahulu.

Konsep tersebut dinilai lebih praktis dibandingkan teknologi insinerator yang sebelumnya sempat diuji coba di Karangasem. Kendati demikian, rencana investasi ini masih berada pada tahap penjajakan sehingga belum ada kepastian mengenai teknologi maupun nilai investasi yang akan ditanamkan.

Jika rencana tersebut berlanjut, Pemkab Karangasem kemungkinan perlu memberikan sejumlah kemudahan, termasuk berkaitan dengan perizinan dan penyediaan lahan. Investor juga membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan sampah sebagai bahan baku pengolahan.

"Investor juga membutuhkan kepastian pasokan terkait pasokan sampah, minimal berapa ton. Karena pasti ada minimal jumlah sampah yang harus kita sediakan tiap harinya," ujar Wiguna.

Apabila investasi terealisasi, seluruh sampah dari berbagai wilayah di Karangasem berpeluang dikonsolidasikan ke TPA Butus untuk kemudian diolah. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah yang tercecer di berbagai wilayah.

"Jika ini terealisasi, sampah-sampah se-Kabupaten bisa ditarik ke TPA Butus untuk diolah," ucap Wiguna.

DLH Karangasem berharap proses penjajakan bersama investor China tersebut dapat berlanjut hingga tahap realisasi. Terlebih, kondisi TPA Butus saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas sehingga membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. (ap)
Read More

𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗷𝗮𝗹 𝗛𝗼𝗻𝗼𝗿 𝗫𝟲𝗰, 𝗛𝗣 𝗥𝗽 𝟮 𝗝𝘂𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗼𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵

September 02, 2026 0
Menjajal Honor X6c, HP Rp 2 Jutaan dengan Bodi Tangguh

Lensabali.id - Honor kembali menawarkan pilihan smartphone di kelas Rp 2 jutaan melalui Honor X6c. Ponsel entry-level ini membawa sejumlah fitur yang cukup menarik, seperti AI Button, baterai 5.300 mAh, layar dengan refresh rate 120Hz, serta kamera utama 50 MP.

Namun, daya tarik Honor X6c tidak hanya terletak pada spesifikasinya. Ponsel ini dirancang memiliki bodi yang lebih tangguh dengan sertifikasi IP64, tetapi tetap mempertahankan bentuk smartphone yang ramping dan ringan tanpa kesan perangkat rugged.

detikINET menjajal Honor X6c varian Moonlight White dengan RAM 6 GB dan penyimpanan 256 GB untuk melihat sejauh mana kemampuan serta ketahanannya dalam penggunaan sehari-hari.

Desain Tangguh dan Nyaman

Honor X6c tampil cukup menarik untuk smartphone entry-level. Desainnya tidak dibuat terlalu tebal dengan aksen khas ponsel rugged. Dengan dimensi 163,95 x 75,6 mm dan ketebalan 8,39 mm, perangkat ini masih nyaman digenggam. Bobotnya sekitar 199 gram, cukup proporsional untuk layar 6,61 inci dan baterai 5.300 mAh.

Panel belakang menggunakan finishing glossy yang ternyata tidak terlalu licin. Permukaannya juga relatif tidak mudah meninggalkan sidik jari sehingga tetap terlihat bersih meski sering digunakan tanpa casing.

Honor turut menyertakan casing transparan dalam paket penjualan bagi pengguna yang menginginkan perlindungan tambahan.

Salah satu aspek yang menarik adalah ketangguhannya. Dalam pengujian, Honor X6c dijatuhkan beberapa kali dari ketinggian sekitar 1-1,5 meter, termasuk mengenai permukaan keras seperti lantai keramik. Setelah pengujian, tidak terlihat kerusakan berarti seperti penyok atau lecet mencolok, sementara seluruh fungsi ponsel tetap berjalan normal.

Ketahanan terhadap air juga cukup mendukung aktivitas sehari-hari. Layar masih bisa dioperasikan ketika terkena cipratan air dan perangkat tetap berfungsi saat digunakan dalam kondisi gerimis. Hal ini sejalan dengan sertifikasi IP64, meski perlindungan tersebut tidak berarti ponsel aman direndam atau digunakan untuk berenang.

Honor juga membekali X6c dengan AI Button di sisi kiri. Tombol fisik ini dapat diatur sebagai pintasan menuju aplikasi atau fungsi tertentu. Tombol tersebut juga bisa ditekan dan ditahan untuk membuka Google Lens sehingga pencarian visual dapat dilakukan lebih cepat.

Layar 120Hz

Honor X6c menggunakan layar TFT LCD 6,61 inci beresolusi 1.604 x 720 piksel atau HD+. Resolusi tersebut memang masih menjadi kompromi karena beberapa pesaing di kelas harga yang sama sudah menawarkan panel dengan resolusi lebih tinggi.

Meski begitu, layar X6c masih nyaman digunakan untuk menonton video, membuka media sosial, membaca artikel maupun menikmati berbagai konten. Kecerahan hingga 1.000 nits juga membantu ketika perangkat digunakan di luar ruangan.

Nilai tambah lainnya adalah refresh rate 120Hz. Navigasi terasa lebih mulus ketika scrolling, membuka halaman web, menjelajahi media sosial, maupun berpindah menu.
Performa untuk Harian

Honor X6c ditenagai MediaTek Helio G81 Ultra dengan RAM 6 GB. Chipset tersebut bukan ditujukan untuk mengejar performa kelas atas, tetapi cukup untuk kebutuhan harian.

Selama pengujian, perangkat mampu menangani aktivitas seperti chatting, telepon, browsing, media sosial, menonton video, mendengarkan musik hingga berpindah di antara sejumlah aplikasi dengan cukup lancar.

Untuk gaming, kemampuannya lebih cocok untuk permainan ringan. Mobile Legends: Bang Bang masih dapat dimainkan, tetapi pengalaman gaming bukan menjadi keunggulan utama perangkat ini. Pengguna yang membutuhkan performa tinggi untuk game berat perlu mempertimbangkan kelas chipset yang digunakan.

Baterai Jadi Andalan

Salah satu kekuatan Honor X6c terletak pada baterai 5.300 mAh. Dalam pemakaian yang mencakup chatting, browsing, media sosial, menonton video, mengambil foto dan sesekali bermain game, baterainya mampu bertahan seharian.

Untuk penggunaan yang lebih ringan seperti berkirim pesan, mengecek email, browsing dan mendengarkan musik, daya tahannya bahkan bisa mendekati 1,5 hingga 2 hari.

Dengan demikian, meski performanya bukan yang paling tinggi di kelas Rp 2 jutaan, daya tahan baterai menjadi nilai jual penting bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi.

Kamera 50 MP

Honor X6c membawa kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8. Dalam kondisi pencahayaan yang cukup, kamera mampu menghasilkan foto dengan detail yang masih terjaga dan warna yang cenderung natural.

Kamera ini cukup mumpuni untuk memotret pemandangan, makanan maupun objek sehari-hari. Namun ketika kondisi cahaya mulai minim, detail foto menurun dan noise lebih mudah terlihat, terutama di area gelap.

Untuk selfie dan video call, tersedia kamera depan 5 MP dengan aperture f/2.2. Hasilnya masih memadai dalam kondisi cahaya yang baik, sementara di ruangan minim cahaya foto cenderung lebih soft dan detail berkurang.

Kesimpulan

Honor X6c menawarkan kombinasi yang cukup menarik untuk smartphone Rp 2 jutaan. Bodi tangguh menjadi daya tarik utama, tetapi tetap dikemas dalam desain yang tidak terlihat seperti ponsel rugged.

Performa MediaTek Helio G81 Ultra sudah mencukupi untuk aktivitas sehari-hari dan gaming ringan. Sementara baterai 5.300 mAh, layar 120Hz, kamera utama 50 MP dan AI Button menambah nilai fungsional perangkat.

Ketangguhan menjadi keunggulan yang paling menonjol. Setelah diuji jatuh dari ketinggian sekitar 1-1,5 meter beberapa kali, perangkat tetap berfungsi normal tanpa kerusakan berarti. Bagi pengguna yang membutuhkan HP Rp 2 jutaan dengan bodi tangguh dan daya tahan baterai panjang, Honor X6c layak masuk daftar pertimbangan. (*ap)
Read More

𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮, 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗹𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗶𝘁𝗿𝗮 𝗬𝗮𝗱𝗻𝘆𝗮 𝗥𝗽𝟭𝟲𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮

September 02, 2026 0
Lestarikan Adat dan Ringankan Beban Krama, Pemkab Klungkung Salurkan Bantuan Pitra Yadnya Rp165 Juta

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan upacara Pitra Yadnya atau Ngaben Massal yang digelar secara gotong royong oleh krama adat.

Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan secara simbolis bantuan untuk pelaksanaan Pitra Yadnya kepada dua desa adat di Kecamatan Klungkung, Selasa (1/9). Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan tradisi keagamaan tetap berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria didampingi Kabag Prokopim Tjokorda Gde Romy Tanaya. Bantuan diberikan melalui dua program dengan total nilai mencapai Rp165 juta.

Rinciannya, bantuan Program Swakelola Ngaben Massal sebesar Rp115 juta diserahkan kepada Banjar Adat Kawan, Desa Adat Jumpai. Sementara itu, Desa Adat Selisihan menerima bantuan upakara Pitra Yadnya sebesar Rp50 juta.

Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari perhatian Pemkab Klungkung terhadap kehidupan adat dan budaya masyarakat. Pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan keagamaan dan tradisi yang menjadi bagian penting dari kehidupan krama dapat terlaksana secara bersama-sama.

Lestarikan Adat dan Ringankan Beban Krama, Pemkab Klungkung Salurkan Bantuan Pitra Yadnya Rp165 Juta

Bupati I Made Satria berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pelaksanaan upacara. Menurutnya, kegiatan Ngaben Massal yang dilakukan secara gotong royong juga dapat membantu masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama dengan lebih ringan.

Selain meringankan beban krama, pelaksanaan Pitra Yadnya secara massal juga memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat adat. Gotong royong yang tumbuh dalam setiap tahapan upacara menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan sosial sekaligus mempererat rasa persaudaraan.

Dukungan terhadap kegiatan adat dan keagamaan juga menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Pemkab Klungkung terus mendorong agar nilai-nilai budaya dan tradisi leluhur tetap mendapat ruang untuk berkembang serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah daerah berharap pelaksanaan karya Pitra Yadnya di Desa Adat Jumpai dan Desa Adat Selisihan dapat berlangsung lancar. Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat diharapkan terus terjaga dalam setiap upaya melestarikan adat dan budaya.

Semangat gotong royong dalam pelaksanaan Ngaben Massal sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan, tetapi juga menyangkut keberlanjutan nilai-nilai kebersamaan. Dengan dukungan semua pihak, nilai spiritual dan warisan leluhur di Bumi Serombotan diharapkan tetap lestari. (*/ap)
Read More