GIANYAR, Lensabali.id – Seorang perempuan berinisial NLMD (36), perawat berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli, ditemukan meninggal dunia di kamar kos nomor 3, Jalan Raya Kembengan, Desa Tulikup, Gianyar, Jumat (9/10/2026). Korban diduga meninggal akibat bunuh diri.
Penghuni kos, Riski Oktaviana, mengatakan korban ditemukan ayahnya sekitar pukul 09.00 Wita setelah beberapa kali dihubungi tanpa mendapat jawaban.
“Nemunya tadi pukul 09.00 Wita, di kamar kos nomor 3. Yang menemukan bapaknya,” kata Riski saat ditemui, Jumat (9/10/2026).
Menurut Riski, ayah korban kemudian mendatangi kamar kos tersebut karena tidak berhasil menghubungi putrinya sejak sehari sebelumnya. Namun, pintu kamar terkunci dari dalam sehingga tidak bisa langsung dibuka.
Dengan bantuan kunci cadangan dari pemilik kos, akses ke kamar akhirnya dapat dilakukan. Sebelumnya, ayah korban sempat melihat ke dalam kamar melalui celah setelah naik ke atas meja.
“Bapaknya sempat naik meja dan motret ke dalam kamar kos L (korban). Saat itulah dia tahu anaknya sudah meninggal tergantung selendang. Selendangnya langsung dipotong dan ketika pintunya dibuka, (jasad L) jatuh,” ujar Riski.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 10.00 Wita, petugas tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans PMI Gianyar menuju RS Sanjiwani.
Riski menyebut korban baru sekitar dua bulan tinggal di kos tersebut dan jarang terlihat beraktivitas di luar kamar. Ia juga mengatakan korban beberapa kali terlibat pertengkaran dengan kekasihnya, yang menurutnya sempat mengganggu penghuni kos lainnya.
“Korban itu janda anak empat. Dia jarang keluar kamar. Sering cekcok sama pacar dari pagi sampai sore. Penghuni kos lain banyak terganggu,” katanya.
Riski juga mengaku pernah melihat selendang sembahyang tergantung di ventilasi pintu sejak sekitar tiga hari sebelumnya. Sebelum ditemukan meninggal, korban disebut sempat terlihat bepergian bersama kekasihnya.
Meski demikian, penyebab pasti kematian korban masih perlu dipastikan melalui penanganan pihak berwenang. (ap)



.jpeg)