LENSA BALI

Hot



Sabtu, 16 Mei 2026

𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗠𝗮𝗻𝗰𝗮𝗻𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗙𝗶𝗹𝗺 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 ‘𝗣𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗯𝗶’ 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻

Mei 16, 2026 0
Turis Mancanegara Antusias Ikut Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ di Kuta Selatan

BADUNG, Lensabali.id – Sejumlah wisatawan asing tampak antusias mengikuti pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang digelar di Zando Fight Camp, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Kamis (14/05/2026) malam. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sesi diskusi yang dihadiri mahasiswa, masyarakat umum, hingga wisatawan mancanegara.

Salah seorang penonton asal Rusia, Julia, mengaku awalnya belum mengetahui detail film tersebut. Namun ia sebelumnya sempat mendengar berbagai persoalan yang terjadi di Papua. Setelah menyaksikan dokumenter itu, Julia menilai eksploitasi alam yang ditampilkan dalam film menjadi gambaran ketimpangan sistem kapitalisme modern.

“Ini benar-benar cerita yang menyedihkan. Saya merasa dunia kapitalis sekarang semakin gila dan tidak mendukung rakyatnya sendiri. Apa yang terjadi terhadap masyarakat Papua seperti sebuah kejahatan,” ujar Julia usai pemutaran film.

Film dokumenter Pesta Babi mengangkat isu hilangnya kawasan hutan di Papua akibat konversi menjadi perkebunan industri atas nama ketahanan pangan dan transisi energi. Dokumenter tersebut juga merekam perjuangan masyarakat adat mempertahankan tanah leluhur mereka.

Julia menilai masyarakat Papua memiliki keterikatan kuat dengan hutan sebagai sumber kehidupan. Karena itu, menurutnya, pengrusakan kawasan hutan akan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat setempat.

“Masyarakat hidup di hutan dan mencari makanan dari sana. Hutan memberikan banyak hal penting bagi mereka. Apa yang dilakukan pemerintah terhadap hutan itu adalah sebuah kejahatan,” katanya.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan situasi di Rusia, khususnya di wilayah Siberia Utara yang disebut mengalami eksploitasi hutan dalam skala besar demi kepentingan ekonomi.

Sementara itu, wisatawan asal Peru, Janine, mengaku tertarik mengikuti nobar karena sebelumnya telah mendengar isu mengenai Papua. Salah satu adegan yang paling membekas baginya adalah saat alat berat menggusur kawasan hutan.

“Saat bulldozer menebangi semua pohon dan saya memikirkan orang-orang serta hewan-hewan di sana. Itu membuat saya sedih,” tutur Janine.

Penyelenggara kegiatan sekaligus pemilik Zando Fight Camp, Belda Brig Sando, mengaku tidak menyangka pemutaran film tersebut mendapat perhatian besar dari warga asing. Ia menyebut kegiatan itu bertujuan memperkenalkan realitas Papua kepada wisatawan yang tinggal maupun berlibur di Bali.

“Nggak nyangka nih, antusias dari bule-bule juga banyak jadi ya baguslah, senang juga. Untung bisa tayang sampai selesai,” ungkap Belda. (ap)
Read More

𝗨𝗯𝘂𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗟𝗮𝗴𝗶, 𝗖𝗵𝗲𝗳 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗥𝗮𝗺𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶

Mei 16, 2026 0
Ubud Food Festival 2026 Hadir Lagi, Chef Dunia Siap Ramaikan Kuliner Bali

GIANYAR, Lensabali.id – Ubud Food Festival 2026 kembali digelar pada 28–31/05/2026 dengan menghadirkan sederet chef ternama dari berbagai negara. Festival kuliner tahunan yang memasuki tahun ke-11 ini akan berlangsung di Taman Kuliner Ubud dengan tema Farmers: Guardians of Land and Sea.

Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan para chef, petani, produsen artisan, seniman, hingga pecinta kuliner dalam satu perayaan gastronomi yang meriah. Selama empat hari, pengunjung akan menikmati berbagai program seperti Demo Memasak, Food Talks, Chef’s Table, Masterclass, Special Events, hingga Food Market gratis.

Pendiri sekaligus Direktur Ubud Food Festival, Janet DeNeefe, mengatakan tahun ini festival menghadirkan lebih banyak kolaborasi internasional yang mempertemukan chef Indonesia dengan talenta kuliner terbaik Asia.

“Program tahun ini benar-benar istimewa, dengan deretan talenta internasional yang sayang untuk dilewatkan,” ujar Janet DeNeefe, Rabu (13/05/2026).

Salah satu sorotan utama datang dari chef pastry asal Australia, Kate Reid, pendiri Lune Croissanterie sekaligus mantan ahli aerodinamika Formula 1. Ia dijadwalkan berbagi kisah perjalanan kariernya dalam sesi diskusi di Indus Restaurant.

Selain itu, Kate Reid juga akan menjadi co-juri dalam penilaian Best Croissant in Bali 2026 yang melibatkan sejumlah bakery di Bali.

Festival ini turut menghadirkan jamuan makan malam eksklusif di Four Seasons Resort Bali at Sayan yang mempertemukan chef Frank Camorra dan Andrés Becerra lewat sajian bercita rasa Spanyol dan Amerika Latin.

Tak hanya itu, sejumlah chef Indonesia seperti Jovan Koraag, Ragil Imam Wibowo, hingga Renatta Moeloek juga akan menampilkan eksplorasi kuliner Nusantara berbasis bahan lokal dan tradisi memasak Indonesia. (ap)
Read More

Jumat, 15 Mei 2026

𝗠𝗲𝘀𝗸𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝗶𝗿 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗺, 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗠𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗣𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴

Mei 15, 2026 0
Meski Berpasir Hitam, Pantai Munggu Tetap Diburu Wisatawan Saat Libur Panjang

BADUNG, Lensabali.id – Pantai Munggu di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan nusantara selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus. Meski memiliki karakteristik pasir hitam, pantai ini tetap ramai dipadati pengunjung sejak sore hari.

Pantauan detikBali pada Kamis (14/05/2026), kawasan pantai dipenuhi wisatawan dari kalangan anak muda hingga keluarga. Beragam aktivitas terlihat dilakukan pengunjung, mulai dari bermain layang-layang, menikmati kuliner lokal, hingga bersantai menikmati suasana pantai.

Sejumlah wisatawan bahkan memanfaatkan pasir hitam Pantai Munggu untuk terapi kesehatan dengan mengubur bagian kaki di pasir guna membantu melancarkan sirkulasi darah.

Salah seorang pengunjung asal Denpasar, Arika (20), mengaku baru pertama kali datang ke Pantai Munggu. Menurutnya, pantai tersebut memiliki suasana berbeda dibandingkan kawasan wisata populer lain di Badung.

“Nggak masalah walaupun pasir hitam, nggak kalah sama pantai populer lain di Badung,” ujar Arika.

Selain suasananya yang relatif tenang, wisatawan juga menikmati panorama matahari terbenam yang dinilai masih nyaman dinikmati tanpa keramaian berlebihan.

Pengunjung lainnya, Mikaela (28), mengatakan dirinya rutin datang ke Pantai Munggu hampir setiap minggu karena suasananya yang lebih santai dibanding pantai lain di kawasan Canggu.

“Saya hampir tiap minggu, tiap sore ke pantai ini karena suasananya nggak terlalu penuh, tapi tetap ramai,” katanya.

Ia juga menilai kondisi pantai kini semakin bersih dan tertata sehingga membuat wisatawan lebih nyaman berkunjung. (ap)
Read More