BADUNG, Lensabali.id – Kemunculan objek menyerupai sirip hiu di kawasan perairan Pantai The Nusa Dua, Badung, sempat menarik perhatian wisatawan dan masyarakat. Meski demikian, pihak ITDC memastikan kondisi kawasan wisata tersebut tetap aman dan terkendali.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengatakan hingga kini tidak ditemukan situasi yang memicu kepanikan di area pantai.
“Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini tim pengamanan di lapangan belum menemukan adanya situasi yang menimbulkan kepanikan maupun laporan yang meresahkan dari masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya, Minggu (24/05/2026).
Ia menjelaskan, dugaan kemunculan hiu itu pertama kali terpantau pada Jumat (22/05/2026) sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, Tim Patroli ITDC bersama kepolisian dan tim Pengamanan Objek Vital melihat objek menyerupai sirip ikan di area tengah laut.
Namun, pihak pengelola belum dapat memastikan apakah objek tersebut benar merupakan hiu lantaran posisinya cukup jauh dari bibir pantai dan tidak mendekati area wisatawan.
“Posisi objek berada jauh dari bibir pantai dan tidak mendekati area wisata. Tim belum dapat memastikan jenis objek karena jarak pengamatan cukup jauh,” katanya.
Pemantauan kembali dilakukan pada Sabtu (23/05/2026). Hasilnya, tim tidak lagi menemukan penampakan serupa dan aktivitas wisata di kawasan pantai berlangsung normal.
Menurut Dwiatmika, fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi pada 2013 dan 2019. Saat itu, hiu jenis blacktip terlihat mendekati perairan pantai karena mengikuti pergerakan plankton dan ikan kecil.
Ia menegaskan hiu jenis tersebut umumnya tidak agresif terhadap manusia karena memiliki karakter pemalu dan lebih banyak memangsa ikan kecil, cumi-cumi, serta krustasea.
“Fenomena serupa pernah terjadi pada tahun 2013 dan 2019, di mana hiu jenis blacktip yaitu jenis ikan hiu yang cenderung pemalu, menghindari manusia dan tidak berbahaya, terlihat mendekati perairan pantai karena mengikuti jalur plankton dan pergerakan ikan kecil,” jelasnya.
Dwiatmika menilai kemunculan hiu justru menjadi indikator bahwa ekosistem laut di kawasan Nusa Dua masih terjaga dengan baik. Meski demikian, ITDC bersama Polairud dan Balawista tetap meningkatkan pemantauan demi menjaga keamanan wisatawan.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap tenang serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan secara berkala apabila terdapat informasi terbaru yang telah terverifikasi,” pungkasnya. (ap)


