LENSA BALI

Hot



Jumat, 03 Juli 2026

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗧𝗿𝗮𝗶𝗹𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗿𝗴𝘂𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗕𝗼𝘅

Juli 03, 2026 0
Diduga Sopir Hilang Konsentrasi, Truk Trailer Terguling Usai Hantam Truk Box

TABANAN, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk trailer dan truk box terjadi di kawasan Bajera, Kabupaten Tabanan, Kamis (2/7/2026) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan truk trailer terguling setelah menghantam bagian belakang truk box dan menabrak pagar sebuah bank. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu orang mengalami luka ringan.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan kedua kendaraan melaju beriringan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Truk box berada di depan, sedangkan truk trailer mengikuti dari belakang.

Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi truk trailer diduga kehilangan konsentrasi sehingga menabrak bagian belakang truk box. Setelah benturan terjadi, truk trailer terus melaju hingga menghantam tembok pagar Bank BRI sebelum akhirnya terguling.

"Benturan keras tersebut membuat truk box terdorong ke depan. Pengemudinya kemudian berusaha menghindari situasi dengan membanting setir ke kiri," jelas Wiwik, Kamis.

Akibat kecelakaan tersebut, bagian belakang truk box mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, pengemudi truk box, Kurniawan (34), maupun sopir truk trailer, M Imam Abdul Hadik (24), dipastikan selamat tanpa mengalami luka.

Korban luka dialami kernet truk trailer, Sutikno (45), yang mengalami lecet pada tangan, kaki, dan wajah. Setelah kejadian, korban langsung mendapat perawatan medis di Puskesmas Selemadeg dalam kondisi sadar.

"Sementara kernet truk trailer, Sutikno (45), mengalami luka lecet pada tangan, kaki, dan wajah. Korban dalam kondisi sadar dan langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selemadeg," imbuh Wiwik.

Polisi menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 05.15 WITA dan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek agar arus lalu lintas kembali normal.

"Hasil penyelidikan awal menyebutkan kecelakaan merupakan tabrakan depan-belakang yang diduga disebabkan faktor manusia, yakni pengemudi truk trailer kurang fokus dan kehilangan konsentrasi saat mengemudi," beber Wiwik.

Kerugian material akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp30 juta. Kasus kecelakaan kini masih ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Tabanan untuk penyelidikan lebih lanjut. (ap)
Read More

Kamis, 02 Juli 2026

𝗨𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗺𝘂𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗦𝘂𝗵𝘂 𝗕𝗲𝗱𝘂𝗴𝘂𝗹 𝗧𝘂𝗿𝘂𝗻 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟭𝟬 𝗗𝗲𝗿𝗮𝗷𝗮𝘁 𝗖𝗲𝗹𝘀𝗶𝘂𝘀

Juli 02, 2026 0
Udara Dingin Selimuti Bali, Suhu Bedugul Turun hingga 10 Derajat Celsius

TABANAN, Lensabali.id - Cuaca dingin tengah dirasakan di berbagai wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir. Kawasan Bedugul menjadi salah satu daerah dengan suhu terendah, bahkan mencapai kisaran 10 hingga 11 derajat Celsius pada malam hingga menjelang subuh.

Salah seorang warga Bedugul, Dzulkifli, mengatakan suhu dingin mulai terasa sejak sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut membuat aktivitas pada malam hari menjadi lebih berat karena udara terasa menusuk.

"Suhu 10-11 derajat Celcius saat malam hari hingga Subuh. Lagi dingin-dinginnya Bedugul," ungkap Dzulkifli, Kamis (2/7/2026).

Ia menambahkan, suhu udara pada siang hari pun hanya berkisar 16 derajat Celsius. Bahkan, warga yang telah lama tinggal di Bedugul tetap merasakan dingin yang tidak biasa.

"Kami yang asli Bedugul saja nggak kuat. Dinginnya seperti kulkas. Kami harus menggunakan dua selimut kalau malam hari," bebernya.

Fenomena udara dingin juga dirasakan di sejumlah wilayah lain di Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut merupakan fenomena yang lazim terjadi saat musim kemarau.

Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Agus Mahendra, menerangkan penurunan suhu dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang berada di belahan bumi utara. Kondisi tersebut menyebabkan wilayah Indonesia di selatan khatulistiwa menerima penyinaran matahari yang lebih sedikit.

"Dan benua Australia juga berada dalam periode musim dingin dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi sehingga terjadi pergerakan massa udara yang sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati wilayah Bali dan sekitarnya," kata Agus.

Ia menambahkan, langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer sehingga suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa lebih rendah.

"Sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari ini," ujarnya.

BMKG mencatat suhu minimum dalam 24 jam terakhir berkisar 20 derajat Celsius di Jembrana, sedangkan di kawasan dataran tinggi mencapai sekitar 15 derajat Celsius. Meski demikian, Agus menegaskan kondisi tersebut merupakan siklus tahunan yang normal dan umumnya terjadi selama musim kemarau, terutama pada periode Juni hingga Agustus. (ap)
Read More

𝗣𝗿𝗶𝗮 𝟱𝟬 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗶 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻

Juli 02, 2026 0
Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas Mengapung di Klungkung, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan


KLUNGKUNG, Lensabali.id - Seorang pria berusia 50 tahun bernama I Nyoman Cita ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di aliran sungai di sebelah selatan Jembatan Bypass, dekat Kantor KPU Klungkung, Kamis (2/7/2026) pagi. Penemuan jasad korban mengejutkan warga setelah polisi menemukan sejumlah luka robek pada tubuh yang diduga berkaitan dengan tindak kekerasan.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Made Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 07.30 WITA dalam posisi telungkup saat tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi.

"Dari hasil pemeriksaan visual di TKP, ditemukan sesosok mayat dalam posisi telungkup. Pada tubuh korban ditemukan luka robek pada bagian pinggang belakang sisi kiri dan kanan, serta pada perut bagian depan," terang Alit, Kamis (2/7/2026).

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sejak Rabu (1/7) malam setelah diduga pergi mandi di aliran Sungai Pesona Lepang. Sekitar pukul 21.45 WITA, keluarga melaporkan korban yang tak kunjung pulang kepada Polsek Banjarangkan.

Menerima laporan tersebut, personel kepolisian bersama keluarga dan warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Namun, upaya penyisiran dihentikan menjelang tengah malam karena kondisi gelap dan minim penerangan.

Pencarian dilanjutkan kembali pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Tidak lama kemudian, tim yang menyisir dari atas Jembatan Bypass melihat sesosok jasad mengapung terbawa arus sungai.

Setelah menerima laporan dari saksi, petugas segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan lokasi, serta mengevakuasi jasad korban menggunakan ambulans menuju RSUD Klungkung.

"Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan lokasi sekitar aliran sungai. Setelah dievakuasi dari air, jasad Nyoman Cita langsung dilarikan ke RSUD Klungkung menggunakan ambulans," papar Alit.

Meski dugaan awal mengarah pada korban hanyut dan tenggelam, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian. Luka robek yang ditemukan pada bagian pinggang dan perut korban dinilai memerlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi.

"Luka yang ditemukan di tubuh korban diduga akibat tindak kekerasan. Namun untuk mengetahui penyebab pasti kematian, harus dilakukan autopsi," pungkas Alit. (ap)
Read More