LENSA BALI

Hot



Sabtu, 11 Juli 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗶𝘆𝗮 𝗨𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗞𝗲-𝟰𝟱 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝘀𝗮𝗿

Juli 11, 2026 0
Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Promosikan Kriya Unggulan Bali pada Pameran HUT Ke-45 Dekranas di Makassar

MAKASSAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, bersama Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri Pameran Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026.

Mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, pameran tersebut menjadi ruang strategis bagi daerah-daerah di Indonesia untuk memperkenalkan karya terbaik para perajin sekaligus memperluas peluang pasar produk kerajinan di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam ajang tersebut, Dekranasda Provinsi Bali menampilkan beragam produk kriya unggulan hasil tangan para perajin lokal. Beberapa di antaranya berasal dari Taksu Design, Anom Gold and Silver, Kembang Sari Batik Painting, Werdhi Budaya, Warna Warni, Soka Wangi, Dhara Barong Bali, serta Kembang Pucuk Bordir.

Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster Promosikan Kriya Unggulan Bali pada Pameran HUT Ke-45 Dekranas di Makassar

Ragam produk yang dipamerkan mencerminkan kekayaan seni dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun, kemudian dikembangkan menjadi karya bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Keikutsertaan Bali dalam pameran ini menjadi bagian dari komitmen Dekranasda untuk terus mendorong pertumbuhan industri kerajinan daerah melalui promosi yang berkesinambungan, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar bagi para perajin serta pelaku UMKM.

Selain menjadi etalase karya unggulan daerah, pameran HUT Dekranas juga membuka ruang kolaborasi antardaerah dalam memperkuat industri kriya nasional agar semakin inovatif, kompetitif, dan mampu bersaing di pasar global.

Melalui partisipasi dalam ajang nasional tersebut, Dekranasda Bali optimistis produk-produk kriya daerah akan semakin dikenal luas, memberikan nilai tambah bagi para perajin, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat kerajinan dan ekonomi kreatif unggulan Indonesia. (hms/ap)
Read More

Jumat, 10 Juli 2026

𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗔𝘀𝗮𝗹 𝗞𝗮𝗻𝗮𝗱𝗮 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗝𝗶𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗶 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗷𝗮𝘁𝗮 𝗔𝗽𝗶

Juli 10, 2026 0
Pria Asal Kanada Tewas di Vila Jimbaran, Diduga Akhiri Hidup dengan Senjata Api

DENPASAR, Lensabali.id - Kepolisian masih menyelidiki kasus kematian seorang warga negara Kanada berinisial JAK (46) yang ditemukan meninggal dunia di vila tempat tinggalnya di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Korban diduga mengakhiri hidupnya dengan menggunakan senjata api.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengungkapkan, dugaan sementara mengarah pada tindakan bunuh diri. Namun, proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.

"Diduga karena bunuh diri dengan cara menembak diri sendiri menggunakan senjata api," ujar Ariasandy dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Kasus ini terungkap setelah seorang teman korban yang merupakan warga negara Inggris, Benjamin, tidak berhasil menghubungi JAK sejak pagi hari. Padahal, keduanya telah berjanji untuk bertemu karena Benjamin hendak mengantarkan sepeda motor ke vila korban.

Setelah mendapat informasi bahwa vila dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons dari penghuni, Benjamin mendatangi lokasi sekitar pukul 14.00 Wita. Ia sempat mencoba membuka pintu menggunakan kunci yang dibawanya, namun tidak berhasil.

Karena khawatir, Benjamin kemudian memutuskan mendobrak pintu vila. Saat memasuki bangunan tersebut, ia menemukan korban terbaring di atas sofa dalam kondisi mengalami luka. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Dalam pemeriksaan awal, Benjamin juga memberikan keterangan bahwa korban diketahui pernah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri saat masih tinggal di Jakarta.

"Saksi Benjamin juga menerangkan bahwa korban JAK semasa hidupnya ketika masih tinggal di Jakarta, sempat melakukan upaya bunuh diri sebanyak tiga kali," kata Ariasandy.

Selain itu, korban disebut diduga memiliki gangguan paranoid. Informasi tersebut kini turut menjadi bagian dari materi penyelidikan yang dilakukan penyidik.

Sementara itu, seorang tetangga korban di kompleks vila mengaku tidak mendengar suara keributan maupun aktivitas mencurigakan sebelum kejadian terungkap. Ia juga menyatakan tidak pernah berinteraksi langsung dengan korban selama tinggal di lingkungan tersebut.

Hingga kini, polisi masih mendalami berbagai keterangan saksi dan barang bukti yang ditemukan di lokasi. Pihak kepolisian juga belum mengungkap jenis senjata api yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

"Kita tunggu rilis dari penyidik saja," pungkas Ariasandy.

Bagi siapa pun yang sedang mengalami tekanan emosional, krisis psikologis, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari dukungan dari keluarga, teman terpercaya, tenaga kesehatan, atau layanan bantuan profesional. (ap)
Read More

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗦𝗼𝗿𝗼𝘁𝗶 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗪𝗡𝗔 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗟𝗮𝗺𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗼𝘀-𝗸𝗼𝘀𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗽𝗼𝗿

Juli 10, 2026 0
Warga Denpasar Soroti Dugaan WNA Tinggal Lama di Kos-kosan tanpa Melapor

DENPASAR, Lensabali.id - Keberadaan warga negara asing (WNA) yang diduga tinggal dalam jangka waktu lama di sejumlah rumah kos menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kota Denpasar saat masa reses. Keluhan tersebut mengemuka dalam rapat paripurna DPRD Kota Denpasar, Jumat (10/7/2026).

Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi PSI-NasDem, Anak Agung Putu Gede Anugerah Mertha, mengungkapkan masyarakat menyoroti banyaknya WNA yang terlihat beraktivitas di lingkungan permukiman dan kawasan jalanan, namun diduga belum melaporkan keberadaannya kepada aparat lingkungan setempat.

"Terindikasi banyak tinggal di wilayah di kos-kosan tanpa melaporkan diri ke kepala lingkungan dan tidak mengantongi legalitas tinggalnya," ujar Mertha saat menyampaikan hasil reses.

Selain persoalan tersebut, masyarakat Denpasar Selatan juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain, mulai dari bantuan beasiswa, penyediaan peluang kerja bagi generasi muda, hingga perbaikan berbagai fasilitas publik.

"Ada juga perbaikan infrastruktur jalan dan trotoar yang sudah rusak, lampu jalan yang padam, memfasilitasi warga yang ingin menekuni profesi sebagai pramuwisata juga terkait pengangkutan sampah agar lebih cepat," jelas Mertha.

Keluhan serupa juga muncul dari wilayah Denpasar Barat dan Denpasar Utara. Warga meminta perbaikan jalan, penataan tiang jaringan yang mengganggu aktivitas masyarakat, penanganan sampah liar, serta peningkatan kualitas penerangan jalan umum.

Sementara itu, Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suwirya, menyampaikan aspirasi masyarakat agar area bermain layang-layang tradisional di Pantai Mertasari tetap dipertahankan. Selain itu, warga juga mengusulkan perbaikan drainase, jembatan penyeberangan, hingga peningkatan patroli keamanan di kawasan Taman Pancing.

Di sisi lain, anggota Fraksi PDIP I Ketut Budha mengungkapkan permintaan masyarakat terkait peningkatan sarana prasarana lingkungan, termasuk pemasangan CCTV di sejumlah titik serta perbaikan ruas jalan yang mengalami kerusakan.

Dalam rapat yang sama, DPRD Kota Denpasar juga menyoroti laporan pertanggungjawaban APBD 2025. Ketua Pansus VII DPRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, menyoroti besarnya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) yang mencapai lebih dari Rp644,7 miliar.

Menurutnya, nilai Silpa tersebut dapat ditekan melalui perencanaan yang lebih realistis dan berbasis kinerja sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih efektif untuk mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

"Sehingga alokasi anggaran dapat dimanfaatkan lebih efektif agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat," kata Suteja.

Meski demikian, DPRD tetap memberikan apresiasi atas capaian pendapatan daerah tahun 2025 yang berhasil melampaui target. Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk terus memperkuat sektor UMKM, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas pembangunan lampu penerangan jalan, serta mengoptimalkan berbagai program yang belum mencapai target. (ap)
Read More