Lensabali.id - Microsoft mencatat rekor baru dalam pembaruan keamanan Patch Tuesday edisi Oktober 2026. Perusahaan teknologi tersebut menambal 1.413 celah keamanan yang terdaftar sebagai CVE hanya dalam satu bulan.
Peningkatan jumlah perbaikan ini dikaitkan dengan pemanfaatan model bahasa besar atau large language models (LLM). Teknologi AI tersebut digunakan untuk membantu memindai kode dan mengidentifikasi potensi kelemahan keamanan pada berbagai produk Microsoft.
Windows Mendapat Perhatian Besar
Program pencarian kerentanan berbasis AI itu mendorong peningkatan jumlah temuan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Dari total 1.413 celah yang diperbaiki, Windows menjadi salah satu fokus utama perbaikan keamanan.
Besarnya jumlah pembaruan juga menjadi tantangan bagi tim teknologi informasi di perusahaan. Pengelola sistem perlu menentukan prioritas agar celah yang paling berisiko dapat segera ditangani.
Tiga Celah Zero-Day Jadi Sorotan
Di antara ribuan celah yang diperbaiki, Microsoft menyoroti tiga kerentanan zero-day yang dinilai sangat serius. Salah satunya dilaporkan telah dieksploitasi secara aktif oleh pelaku kejahatan siber.
Celah zero-day menjadi perhatian khusus karena dapat dimanfaatkan penyerang sebelum pengguna atau pengelola sistem sempat menerapkan perlindungan yang diperlukan. Karena itu, pemasangan pembaruan keamanan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko serangan.
Microsoft Perkenalkan Risk Cohorts
Untuk membantu administrator menghadapi banyaknya pembaruan, Microsoft memperkenalkan metode eksperimental bernama risk cohorts. Metode ini mengelompokkan celah keamanan berdasarkan karakteristik risiko yang serupa sehingga tim IT dapat lebih mudah menentukan perbaikan yang harus didahulukan.
Microsoft juga mengingatkan pengguna mengenai berakhirnya dukungan sejumlah sistem operasi. Mulai November 2026, Windows 11 versi 24H2 dan Windows 10 Enterprise LTSB 2016 disebut tidak lagi menerima pembaruan keamanan bulanan.
Pengguna dan pengelola perangkat disarankan memeriksa status dukungan sistem operasi masing-masing serta merencanakan pembaruan ke versi yang masih didukung. (*ap)


