LENSA BALI

Hot



Selasa, 17 Maret 2026

𝗣𝘂𝗻𝗰𝗮𝗸 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗠𝘂𝗱𝗶𝗸, 𝗔𝗻𝘁𝗿𝗲𝗮𝗻 𝟮𝟭 𝗞𝗺 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗕𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗲𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻

Maret 17, 2026 0
Puncak Arus Mudik, Antrean 21 Km di Gilimanuk Bikin Pemudik Kelelahan

JEMBRANA, Lensabali.id  – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, menghadirkan situasi yang melelahkan bagi para pemudik. Hingga Selasa (17/3/2026) siang, antrean kendaraan masih mengular panjang di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk, bahkan mencapai Desa Tuwed atau sekitar 21 kilometer dari pelabuhan.

Pantauan di lapangan hingga pukul 12.00 Wita menunjukkan arus kendaraan bergerak sangat lambat. Untuk mengurai kepadatan, aparat kepolisian bersama otoritas pelabuhan melakukan rekayasa dengan mengalihkan truk-truk besar ke area kargo, agar kendaraan pribadi dan sepeda motor dapat lebih cepat masuk ke pelabuhan.

Kondisi ini dikeluhkan para pemudik, salah satunya Ahmad Jailan (49), warga Denpasar yang hendak menuju Jember. Ia mengaku harus menunggu hingga 22 jam hanya untuk mencapai area pelabuhan.

“Ini tahun terparah. Saya antre 22 jam baru bisa masuk wilayah pelabuhan. Biasanya paling lama 5–7 jam itu sudah sampai di Banyuwangi,” keluhnya.

Ahmad berangkat dari Denpasar pada Senin (16/3) pukul 14.00 Wita dan baru tiba di depan pelabuhan keesokan harinya sekitar pukul 11.30 Wita. Ia menilai kemacetan diperparah oleh ketidaktertiban sejumlah pengemudi di jalan.

“Bus banyak yang ngeblong (mengambil jalur lawan), jadi arus lalu lintas terhambat. Belum lagi truk-truk besar masih banyak yang melintas dan ada yang mogok juga, makin parah,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Made Putra, pemudik tujuan Bandung yang juga terjebak antrean panjang hingga 17 jam. Perjalanan yang seharusnya lancar justru menjadi pengalaman melelahkan baginya.

“Berangkat dari Denpasar jam 5 sore kemarin, baru sampai sini jam 11 siang tadi. Sangat melelahkan, apalagi ini tahun pertama saya mudik antar istri pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengonfirmasi adanya peningkatan volume penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa.

“Ada kenaikan tipis 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 306.839 orang,” jelasnya.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk periode H-10 hingga H-5, tercatat sebanyak 309.135 penumpang telah menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Jumlah kendaraan yang keluar Bali juga mencapai 97.787 unit atau meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya.

Pada H-5 saja, jumlah penumpang yang menyeberang dalam 24 jam mencapai 76.495 orang, dengan rincian 14.398 sepeda motor dan 6.350 mobil pribadi. Total penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 251 trip dalam sehari.

Lonjakan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, sekaligus menjadi tantangan besar dalam pengelolaan arus mudik di jalur penyeberangan Bali–Jawa. (ap)
Read More

𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗕𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗲𝗻 𝗣𝗼𝗿𝗻𝗼 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗼𝘀𝘁𝘂𝗺 𝗢𝗷𝗼𝗹, 𝟯 𝗪𝗡𝗔 𝗗𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻

Maret 17, 2026 0
Polisi Bongkar Konten Porno Berkostum Ojol, 3 WNA Diamankan

BADUNG, Lensabali.id – Jagat maya sempat dihebohkan oleh beredarnya video asusila yang menampilkan sosok menyerupai pengemudi ojek online di Bali. Kasus tersebut akhirnya diungkap Satreskrim Polres Badung bersama Imigrasi Ngurah Rai dengan menangkap tiga warga negara asing (WNA) yang terlibat dalam produksi konten tersebut.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengungkapkan, ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka karena memproduksi dan menyebarkan konten bermuatan pornografi demi keuntungan ekonomi.

“Dalam perkara ini, kami sudah menetapkan para pelaku, ada tiga. Perbuatan ini dilakukan dengan modus operandi dan motif mencari keuntungan dari video dan konten porno,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (17/3/2026).

Adapun ketiga tersangka masing-masing berinisial MMZL (perempuan asal Prancis), NBS (pria asal Italia), dan ERB (pria asal Prancis). MMZL dan NBS berperan sebagai pemeran dalam video, sementara ERB bertindak sebagai manajer sekaligus pengunggah konten ke platform dewasa.

Polisi mengungkap penggunaan atribut ojek online dilakukan semata-mata untuk menarik perhatian publik dan memicu viralitas. Jaket ojol yang dikenakan bahkan dibeli secara bebas di toko.

“Jadi untuk menarik perhatian atau untuk membuat viral, ia menggunakan jaket ojek. Jadi warga negara Italia (yang pakai), bukan lokal,” jelas Joseph.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penelusuran tim siber terhadap video viral yang diduga diproduksi di wilayah hukum Polres Badung pada Jumat (13/3/2026). Dalam prosesnya, polisi sempat memeriksa seorang pengemudi ojol asli yang pernah bekerja sama dengan salah satu pelaku.

Pengemudi tersebut sebelumnya sempat disalahartikan oleh warganet sebagai pemeran dalam video karena kedekatannya dengan pelaku, termasuk pernah membuat konten bersama di media sosial.

“Satreskrim Polres Badung melakukan profiling terkait dengan video konten yang viral yang bermuatan pornografi di media sosial. Kemudian, Satreskrim melakukan interogasi terhadap saksi ojek online yang pernah membuat konten bersama dengan terduga pelaku,” tutur Joseph.

Setelah mengantongi identitas para pelaku, polisi berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk melacak keberadaan mereka. Dua tersangka, MMZL dan NBS, diamankan saat hendak meninggalkan Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Sementara itu, tersangka ERB yang berperan sebagai pengelola konten ditangkap di kawasan Canggu, Kuta Utara, Badung pada Senin (16/3/2026).

“Mendapatkan informasi bahwa dua terduga pelaku hendak terbang meninggalkan Provinsi Bali. Kemudian, terduga pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolres Badung untuk dilakukan proses lebih lanjut,” terang Joseph. (ap)
Read More

𝗧𝗶𝗺 𝗥𝗲𝗰𝗲𝘃𝗲𝘂𝗿: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗿𝗱𝗮𝗱𝘂 𝗧𝗿𝗶𝗱𝗮𝘁𝘂

Maret 17, 2026 0
Tim Receveur Dari Penonton di Bali Jadi Gelandang Serdadu Tridatu

GIANYAR, Lensabali.id – Sebuah candaan yang akhirnya menjadi kenyataan. Itulah kisah yang dialami gelandang Bali United asal Belanda, Tim Receveur, yang kini resmi menjadi bagian dari skuad Serdadu Tridatu setelah sempat berkelakar ingin bermain di klub tersebut beberapa tahun lalu.

Momen itu bermula saat Receveur berlibur ke Bali pada 2019. Ketika itu ia bertemu sahabatnya, Stefano Lilipaly, yang lebih dahulu berkarier bersama Bali United. Dalam kesempatan tersebut, ia sempat menyaksikan langsung pertandingan Bali United.

Tanpa disangka, pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya. Bahkan saat itu Receveur sempat bercanda bahwa suatu hari ia ingin bermain bersama klub kebanggaan Pulau Dewata tersebut.

Candaan tersebut akhirnya menjadi kenyataan beberapa tahun kemudian. Bali United merekrut Tim Receveur dari klub Belanda Almere City pada musim Super League 2025/2026.

Sejak bergabung, gelandang asal Belanda itu cukup cepat beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Hingga pekan ke-25 kompetisi, ia telah mencatatkan 23 penampilan, menyumbang 2 gol dan 2 assist, serta mengoleksi 4 kartu kuning dan 1 kartu merah.

Kisah tersebut terungkap saat Receveur diwawancarai media Belanda Voetbal International yang menyoroti perjalanan kariernya hingga berlabuh di Bali United.

“Saya berada di sana pada tahun 2019 dan kebetulan bertemu dengan Stefano Lilipaly yang sudah memulai petualangan itu lebih awal. Kemudian saya pergi menonton salah satu pertandingan Bali United dan itu benar-benar gila,” ujar Tim Receveur dikutip dari Voetbal International.

“Bahkan saat itu saya berkata sambil bercanda ini sepertinya cocok untuk saya. Sangat istimewa bahwa ini benar-benar terjadi enam tahun kemudian,” sambungnya.

Selain pengalaman bermain, Receveur juga mengaku terkesan dengan fasilitas latihan yang dimiliki Bali United, khususnya Bali United Training Center yang berada di kawasan pesisir.

“Kami benar-benar latihan tepat di tepi laut. Saat bermain, kami mendengar deburan ombak. Ini sangat menyenangkan,” katanya.

Media Officer Bali United, Alexander Mahaputra, membenarkan bahwa wawancara tersebut dilakukan oleh media Belanda yang berkunjung langsung ke Bali.

“Memang ada beberapa media Belanda yang pernah datang ke Bali dan datang ke Bali United Training Center. Selain melakukan wawancara dengan pelatih, beberapa pemain asal Belanda juga sempat di interview,” ujar Alexander saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, sejumlah media asing juga cukup aktif menjalin komunikasi dengan pihak klub, baik dengan pelatih maupun pemain asal Belanda yang saat ini memperkuat Bali United. (ap)
Read More