LENSA BALI

Hot



Sabtu, 04 Juli 2026

𝗡𝗮𝘀𝗮𝗯𝗮𝗵 𝗟𝗣𝗗 𝗕𝗲𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗚𝗲𝗿𝘂𝗱𝘂𝗸 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿, 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗲𝘀𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗻𝗮 𝗦𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗮𝗻

Juli 04, 2026 0
Nasabah LPD Bedulu Geruduk DPRD Gianyar, Desak Penyelesaian Dana Simpanan

GIANYAR, Lensabali.id - Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Komunitas Nasabah LPD Bedulu mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Gianyar, Kamis (2/7/2026). Kedatangan mereka bertujuan meminta DPRD memfasilitasi mediasi sekaligus mengawal penyelesaian persoalan dana simpanan nasabah yang hingga kini belum memperoleh kepastian.

Audiensi berlangsung di ruang rapat DPRD Gianyar dan diterima oleh Wakil Ketua II DPRD Gianyar, I Ketut Astawa Suyasa, Ketua Komisi III I Wayan Ekayana, beserta jajaran anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut, para nasabah menyampaikan kekecewaan karena persoalan yang telah berlangsung hampir satu tahun belum menunjukkan penyelesaian yang jelas.

Ketua Forum Komunitas Nasabah LPD Bedulu, I Wayan Setiawan, mengatakan kehadiran para nasabah bukan untuk memperkeruh keadaan, melainkan mencari solusi yang memberikan kepastian bagi masyarakat.

"Kami datang bukan untuk mencari konflik, tetapi mencari solusi yang nyata. Sudah hampir satu tahun persoalan ini berjalan dan masyarakat belum mendapatkan kepastian. Kami meminta DPRD memanggil seluruh pihak terkait dan memastikan ada penyelesaian konkret," ujar Setiawan.

Selain meminta percepatan penyelesaian, forum nasabah juga mendorong agar dugaan pelanggaran hukum, apabila ditemukan dalam proses penanganan kasus tersebut, diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami tidak ingin hanya mendengar pemaparan. Yang kami butuhkan adalah problem solving dan kepastian tindak lanjut," tegasnya.

Dalam audiensi itu, sejumlah nasabah turut menyampaikan harapan agar DPRD mengawal proses penyelesaian hingga dana simpanan masyarakat dapat dikembalikan. Mereka menilai pengawasan dari lembaga legislatif sangat diperlukan agar persoalan tidak terus berlarut.

Perwakilan nasabah, AA Gde Parwata, berharap DPRD benar-benar mengawal penyelesaian kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami memohon DPRD mengawal persoalan ini sampai dana masyarakat bisa kembali. Kami hanya ingin hak kami dipenuhi," katanya.

Sementara itu, nasabah lainnya, Dayu Siti, meminta adanya kejelasan mengenai tanggung jawab pengurus LPD dan Bendesa Adat Bedulu. Ia juga berharap seluruh aset serta dokumen LPD dapat diamankan sebagai bagian dari proses penyelesaian perkara.

"Selama hampir setahun kami sudah mengikuti semua prosedur, tetapi belum ada kepastian. Kami berharap seluruh aset dan dokumen LPD diamankan untuk kepentingan penyelesaian," ungkapnya. (ap)
Read More

𝗦𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗧𝗮𝗸𝘀𝘂 𝗠𝘂𝗿𝘁𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝗸𝘂𝗹𝗲𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juli 04, 2026 0
Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Suguhkan Garapan Spektakuler pada PKB XLVIII 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil memikat perhatian ratusan penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali. Sebagai Duta Kabupaten Badung, sanggar ini menyuguhkan pertunjukan yang enerjik, artistik, sekaligus sarat nilai filosofis sesuai tema besar PKB tahun ini.

Penampilan tersebut merupakan buah dari persiapan yang dilakukan secara intensif selama beberapa bulan. Sebelum naik ke panggung PKB, para seniman muda Legian juga telah melalui proses evaluasi bersama Bupati Badung dan jajaran DPRD Badung untuk memastikan kualitas musikalitas serta kekompakan para penabuh.

Ketua Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, I Made Nova Antara, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi seluruh anggota sanggar. Menurutnya, seluruh garapan yang dibawakan dirancang selaras dengan tema Atma Kertih yang diusung PKB XLVIII 2026.

"Tahun ini kami menampilkan 4 materi. Yang pertama adalah Tari Wiranata yang menggambarkan heroik tentang kepahlawanan. Yang kedua, Tabuh Keklentangan yang bertemakan Manuk Dewata yang merupakan sarana pengabenan. Yang ketiga, kami menampilkan tari kreasi dengan judul Luwih Linggih, yaitu sebuah perjalanan atma yang notabene diberikan tempat yang baik dan istimewa," ujar Nova Antara.

Pertunjukan kemudian ditutup melalui tabuh kreasi Ugal-Agil yang mengisahkan perjalanan atma melewati Titi Ugal-Agil, sebuah jembatan penuh ujian dalam filosofi masyarakat Bali. Keseluruhan rangkaian karya dirancang sebagai refleksi penghormatan terhadap perjalanan dan kemuliaan sang atma.

"Tema ini sesuai dengan tema PKB yakni Atma Kertih, yaitu memuliakan sang atma. Jadi semuanya tercermin dari setiap garapan yang kami bawakan hari ini," imbuhnya.

Sebanyak 44 seniman yang seluruhnya merupakan krama Desa Adat Legian menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan demi menyajikan penampilan terbaik di panggung PKB.

Nuansa teatrikal yang dihadirkan dalam tabuh kreasi semakin memperkuat pertunjukan. Visualisasi prosesi pengabenan, sosok raksasa sebagai simbol penguji atma, penari yang diangkat tinggi dengan kain menjuntai, hingga transformasi bokoran menjadi hiasan kepala daksina linggih menghadirkan sajian artistik yang sarat makna spiritual.

Penampilan Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan pun mendapat sambutan meriah dari penonton, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi seniman muda Legian tetap terjaga dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang memperkaya panggung Pesta Kesenian Bali 2026. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗧𝗮𝘄𝘂𝗿 𝗟𝗮𝗯𝘂𝗵 𝗚𝗲𝗻𝘁𝘂𝗵 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝘁𝘂𝘀 𝗣𝗮𝘁𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗦𝗶𝗯𝗮𝗻𝗴𝗴𝗲𝗱𝗲, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗹𝗮𝗱𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿

Juli 04, 2026 0
Hadiri Karya Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Sibanggede, Wagub Giri Prasta Semangat Krama Menjadi Teladan dalam Menjaga Warisan Leluhur

BADUNG, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri pelaksanaan Upacara Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7). Upacara tersebut menjadi bagian dari rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, lan Ngusaba Nini di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede.

Dalam sambrama wacana, Giri Prasta menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat adat dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, keberlanjutan pelaksanaan karya adat mencerminkan kuatnya nilai swadharma, gotong royong, dan kebersamaan krama dalam menjaga keseimbangan kehidupan sekala maupun niskala.

“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya mengetahui bagaimana para leluhur secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi itu kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh krama,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Catus Pata Desa Sibanggede memiliki makna yang sangat penting karena berada di pusat desa dan dikelilingi perempatan jalan pada empat penjuru mata angin. Kawasan tersebut juga menjadi titik bertemunya unsur puri, pura, pasar, dan pusat aktivitas masyarakat sehingga memiliki nilai sosial, budaya, sekaligus spiritual yang tinggi.

Menurut Giri Prasta, para leluhur Desa Sibanggede telah menunjukkan kearifan dalam menetapkan kawasan tersebut sebagai lokasi pelaksanaan karya utama yang diselenggarakan setiap 30 tahun sekali.

Hadiri Karya Tawur Labuh Gentuh di Catus Pata Desa Sibanggede, Wagub Giri Prasta Semangat Krama Menjadi Teladan dalam Menjaga Warisan Leluhur

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian tradisi, ia mengungkapkan bahwa perhatian terhadap pelaksanaan karya tersebut telah diberikan sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung, termasuk melalui dukungan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Badung.

Mengakhiri sambutannya, Giri Prasta mengusulkan agar dibuat prasasti yang memuat siklus pelaksanaan karya utama sebagai pengingat bagi generasi mendatang. Dokumentasi tersebut dinilai penting agar tradisi tetap terjaga dan diwariskan secara berkelanjutan.

Selain menyaksikan prosesi Tawur Labuh Gentuh, Wakil Gubernur Bali juga mengikuti prosesi mundut pralingga Ida Bhatara serta menyerahkan punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, menjelaskan bahwa Karya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh merupakan hasil keputusan paruman krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026, sedangkan Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan digelar dua hari kemudian, yakni pada 9 Juli 2026.

Ia menambahkan, pelaksanaan karya didukung hibah Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, punia dari krama Desa Adat Sibanggede, serta kontribusi para pelaku usaha setempat. Semangat gotong royong juga terlihat melalui keterlibatan warga dari 12 banjar yang bersama-sama menyiapkan berbagai sarana upakara. (hms/ap)
Read More