LENSA BALI

Hot



Rabu, 21 Oktober 2026

𝗠𝗶𝗻𝗶𝗺 𝗥𝗮𝗺𝗯𝘂, 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗥𝗽 𝟭𝟰,𝟳 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻

Oktober 21, 2026 0

Minim Rambu, Proyek Penataan Kota Negara Rp 14,7 Miliar Dikeluhkan Usai Kecelakaan

JEMBRANA, Lensabali.id - Proyek penataan kawasan Kota Negara di Jalan Ngurah Rai, Jembrana, Bali, menjadi sorotan setelah sejumlah kecelakaan terjadi di area pengerjaan. Proyek senilai Rp 14,7 miliar itu dikeluhkan warga karena minimnya rambu petunjuk, keberadaan material di badan jalan, serta kondisi lokasi yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Terbaru, sebuah mobil pikap boks bernomor polisi DK 8514 AI mengalami kecelakaan tunggal pada Senin (19/10/2026). Kendaraan tersebut menabrak median jalan hingga rusak parah dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Andy, pegawai toko di sekitar lokasi, mengatakan insiden itu bukan yang pertama. Sehari sebelumnya, sebuah Honda Brio hitam juga dilaporkan menabrak taman di tengah jalan hingga naik ke atas taman.

"Malam sebelumnya juga ada mobil Brio hitam yang menabrak taman tengah jalan sampai naik ke atas taman. Banyak warga yang membantu angkat mobil," ungkap Andy, Selasa (20/10/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga setempat, I Gede Yasa (52). Ia menilai rambu di sekitar proyek sulit terlihat pada malam hari. Drum besi dan tumpukan material yang berada di tengah jalan juga dianggap meningkatkan risiko kecelakaan. Selain itu, debu dari aktivitas proyek turut mengganggu warga pada siang hari.

"Biasanya rambu jalan itu kan memantulkan cahaya kendaraan biar terlihat. Banyak material proyek juga ada dan bahaya sekali. Siang hari juga debunya sangat mengganggu, terutama saat kelangkaan BBM kemarin, kasihan warga sudah panas debu lagi," tutur Yasa.

Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2026 itu semula dijadwalkan berakhir pada Senin (19/10/2026). Namun, pengerjaan koridor jalan sepanjang 1,2 kilometer tersebut diperpanjang selama 21 hari, mulai Selasa (20/10/2026), dengan target penyelesaian pada 9 November 2026.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRHub Jembrana, I Nyoman Wiartha, membenarkan adanya perubahan kontrak berupa penyesuaian pekerjaan dan tambahan waktu pelaksanaan.

"Ada adendum pergeseran, ada adendum waktu," ujar Wiartha.

Ia menjelaskan keterlambatan terjadi karena persetujuan gambar kerja terperinci atau shop drawing belum diperoleh sesuai jadwal. Persetujuan yang tertunda mencakup desain kawasan tenant atau plaza di sebelah barat Pasar Umum Negara, penataan median, serta penempatan tanaman.

Selain itu, pengerjaan sempat terhambat karena desain awal lampu penerangan jalan umum (PJU) ditolak. Wiartha menyebut desain tersebut telah diperbaiki dan kini dapat diterima.

"Adendum waktu disebabkan karena shop drawing kita untuk area tenant itu baru disetujui. Kedua, masalah median juga. Median itu kan ada shop drawing untuk penempatan pohon, itu juga baru disetujui. Terus, desain lampu yang ditolak itu sudah kami perbaiki," pungkasnya. (ap)
Read More

𝗝𝗼𝗵𝗻𝗻𝘆 𝗝𝗮𝗻𝘀𝗲𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗨𝗻𝗶𝘁𝗲𝗱 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗺𝗮𝗶𝗻 𝗠𝘂𝗱𝗮

Oktober 21, 2026 0

Johnny Jansen Siapkan Fondasi Masa Depan Bali United Lewat Pemain Muda

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menilai perkembangan tim membutuhkan proses dan waktu. Meski hasil pertandingan belum konsisten, ia melihat permainan anak asuhnya menunjukkan potensi untuk membangun fondasi klub yang lebih kuat pada masa mendatang.

"Bagi kami, prosesnya dari A sampai Z. Kadang hasilnya bagus, kadang kurang. Namun, itulah proses perkembangan. Dari segi permainan, kami sering mendominasi pertandingan," ujar Johnny, Selasa (20/10/2026).

Pelatih asal Belanda itu menilai pembinaan serta kesempatan bermain secara reguler menjadi kunci dalam membentuk pemain muda berkualitas. Bek Kadek Arel dan Tim Geypens menjadi contoh pemain yang mulai memperoleh pengalaman di kompetisi profesional meski masih berusia 21 tahun.

"Arel dan Tim Geypens contohnya. Mereka masih berusia 21 tahun dan sudah rutin bermain di level profesional," katanya.

Selain keduanya, Johnny turut menyoroti perkembangan penyerang muda Jens Raven. Meski sempat mendapat kritik, Raven mampu memberikan respons positif dengan mencetak gol pada pertandingan pekan lalu.

Terkait peluang Raven memperoleh menit bermain lebih banyak setelah Jort van der Sande mengalami cedera, Johnny menegaskan bahwa pemain muda harus terus berjuang dan menunjukkan kemampuannya. Raven dinilai masih perlu meningkatkan kualitas permainan, terutama saat menghadapi bek lawan yang lebih kuat dan berpengalaman.

"Sama seperti Arel dan pemain lainnya, Jens masih muda dan harus berjuang. Dia harus memanfaatkan kekuatannya dan terus berproses karena akan menghadapi bek tengah lawan yang kuat," tegasnya.

Bagi Johnny, pembangunan Bali United tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan dalam jangka pendek. Pengalaman bertanding, kesempatan berkembang, dan peningkatan kemampuan individu menjadi bagian penting untuk membentuk skuad yang lebih kompetitif pada masa depan. (ap)
Read More

Selasa, 20 Oktober 2026

𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗲𝘀, 𝗗𝘂𝗮 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗥𝗼𝗯𝗼𝗵

Oktober 20, 2026 0

Fondasi Ambles, Dua Rumah di Bantaran Sungai Kamasan Klungkung Roboh

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Dua rumah warga di Jalan Srikandi V, Banjar Sangging, Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung, Bali, roboh setelah fondasi bangunan di bantaran sungai ambles. Peristiwa yang diketahui pada Selasa (20/10/2026) itu tidak menimbulkan korban jiwa karena kedua rumah sedang kosong.

Salah seorang pemilik rumah, Ni Kadek Astini (58), mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu kejadian. Saat itu, ia sedang menghadiri sebuah acara.

"Saya tidak tahu kapan tepatnya roboh karena waktu itu sedang ada acara," kata Astini, Selasa (20/10/2026).

Astini menduga rumahnya ambruk sekitar pukul 12.00 Wita pada Senin (19/10). Ia terkejut ketika kembali dan mendapati bangunannya telah roboh. Sementara itu, rumah lain yang turut terdampak disebut sudah tidak ditempati selama sekitar satu bulan.

"Pulang-pulang sudah seperti ini. Kalau rumah yang satunya memang tidak ditinggali sudah sekitar satu bulan," imbuhnya.

Kasi Humas Polres Klungkung, I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut baru diterima pada Selasa sekitar pukul 09.00 Wita. Kedua rumah diketahui berdiri di atas lahan kontrakan milik Anak Agung Gede Rai Adnyana.

"Dua pemilik rumah yang terdampak yakni Ni Wayan Muliani (53), seorang Sekretaris Desa Akah, serta Ni Kadek Astini (58), seorang karyawan honorer yang mengontrak di atas lahan milik Anak Agung Gede Rai Adnyana," terang Alit.

Kerusakan rumah Muliani meliputi senderan sisi selatan yang jebol sepanjang lima meter, garasi roboh, tembok retak, dan lantai rusak. Kerugian dari bangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp 75 juta.

Sementara itu, rumah Astini mengalami kerusakan pada senderan dan tembok penyengker sisi selatan sepanjang tujuh meter. Sebuah pelinggih dan kandang ayam berbahan beton miliknya juga terperosok ke alur Tukad Subak Toye Hee, dengan kerugian sekitar Rp 20 juta. Total kerugian kedua rumah ditaksir mencapai Rp 95 juta.

Kedua bangunan berada di kawasan Perumahan Koperasi Srinadi Klungkung, tepat di atas senderan sungai yang saat ini sedang dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Pemilik rumah telah meminta penjelasan dan tanggung jawab dari pengembang perumahan serta pihak BWS. Namun, dalam koordinasi awal, pemilik belum dapat menunjukkan izin bangunan.

Melalui PPK Irigasi dan Rawa, I Wayan Juliarta, BWS Bali-Penida menyatakan bersedia membantu pembangunan kembali senderan sungai dengan syarat pemilik mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga jarak bangunan minimal satu meter dari alur sungai.

Dugaan awal penyebab kerusakan mencakup posisi bangunan yang berada di atas alur sungai, kondisi tanah urugan, serta kemungkinan pengaruh pekerjaan proyek senderan. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan teknis. (ap)
Read More