LENSA BALI

Hot



Selasa, 21 April 2026

𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗨𝗯𝘂𝗱, 𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗨𝘁𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗽𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵

April 21, 2026 0
Proyek Penataan Ubud, Kabel Utilitas Mulai Dipindahkan ke Bawah Tanah

GIANYAR, Lensabali.id - Upaya penataan kawasan Ubud terus dilakukan, salah satunya melalui relokasi jaringan utilitas telekomunikasi dari udara ke bawah tanah. Pengerjaan ini mulai terlihat di sisi barat Puri Agung Ubud, tepatnya di Jalan Suweta, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Sejumlah titik di sepanjang jalan tersebut tampak digali sebagai bagian dari proses pemindahan kabel demi meningkatkan estetika kawasan wisata.

"Ya gali lubang untuk relokasi jaringan utilitas. Namanya boring (pengeboran/gali lubang)," ujar salah satu pekerja, Maung, saat ditemui, Senin (20/04/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan setidaknya lima titik lubang telah dikerjakan di pinggir jalan.

Proses pengerjaan dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat bor berat seperti pada umumnya.

Belasan pekerja terlihat bergotong royong menggali lubang di lokasi tersebut.

Sebuah spanduk pemberitahuan proyek juga terpasang di tembok puri sebagai penanda adanya pekerjaan berlangsung.

Meski pengerjaan dilakukan di tepi jalan, arus lalu lintas dari dua arah tetap berjalan lancar.

Aktivitas wisatawan di kawasan tersebut juga tidak terganggu, mereka masih terlihat berlalu-lalang seperti biasa.

"Saya tidak bisa memastikan kapan selesai karena di bawah lubang itu bisa ada apa saja," kata Maung. (ap)
Read More

𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗻𝗮𝗴𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗝𝗮𝘁𝗶𝗹𝘂𝘄𝗶𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗹𝗶𝗵 𝗸𝗲 𝗗𝗿𝗼𝗻𝗲

April 21, 2026 0
Hemat Tenaga dan Waktu, Petani Jatiluwih Beralih ke Drone

TABANAN, Lensabali.id - Para petani di Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, mulai mengadopsi teknologi drone untuk mendukung proses pemupukan padi. Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mengurangi beban tenaga yang selama ini cukup besar dalam metode manual.

Bidang Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih, I Gede Made Ardana, menjelaskan bahwa penggunaan drone menjadi solusi atas luasnya area persawahan yang mencapai 227 hektare.

"Karena luas dan untuk meringkas waktu sehingga drone ini digunakan," ujar Ardana saat diwawancarai, Senin (20/04/2026).

Menurutnya, teknologi ini sebenarnya telah mulai diterapkan sejak awal tahun 2025 sebagai bagian dari upaya modernisasi pertanian di kawasan tersebut.

Dalam praktiknya, pupuk yang digunakan berupa pupuk hormon yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, memperkuat batang, serta meningkatkan hasil panen.

Pupuk tersebut terlebih dahulu dicampur dengan air sebanyak 1,5 liter sebelum dimasukkan ke dalam tangki drone untuk kemudian disemprotkan ke lahan pertanian.

Volume pupuk tersebut mampu menjangkau area hingga satu hektare dalam sekali penyemprotan.

"Pemberian pupuk ini rutin dilakukan setiap dua minggu sekali," imbuh Ardana.

Meski demikian, tidak seluruh area Subak Jatiluwih dapat dijangkau oleh drone karena adanya medan yang tidak memiliki terasering serta banyaknya pepohonan.

Selain itu, keterbatasan daya baterai juga menjadi kendala tersendiri dalam pengoperasian drone di area yang luas. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗕𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗶𝗿, 𝗟𝗮𝗻𝘀𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻

April 21, 2026 0
Pergi Buang Air, Lansia di Karangasem Hilang dan Belum Ditemukan

KARANGASEM, Lensabali.id - Seorang pria lanjut usia bernama I Wayan Mendep (65) dilaporkan hilang di Banjar Dinas Sakti, Kecamatan Rendang, Karangasem, sejak Kamis (16/04/2026). Hingga kini, keberadaan korban belum diketahui meski berbagai upaya pencarian telah dilakukan.

Ponakan korban, I Wayan Sudiana, menuturkan bahwa pamannya terakhir kali terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 18.30 Wita. Saat itu, ia diduga hendak buang air kecil, namun tidak pernah kembali.

"Setelah keesokan harinya tak kunjung kembali, kami bersama dengan masyarakat langsung melakukan pencarian dan melapor ke pihak terkait," ujar Sudiana, Senin (20/04/2026).

Pencarian awal dilakukan oleh keluarga dan warga sekitar dengan menyisir area di sekitar tempat tinggal korban.

Menurut Sudiana, lokasi rumah mereka berada di kawasan perbukitan dengan kontur medan yang cukup terjal dan terdapat sejumlah jurang.

"Kami telah melakukan pencarian kurang lebih 500 meter dari rumah, bahkan kami juga telah mencari hingga ke dasar jurang. Tapi paman saya belum juga ditemukan," katanya.

Pihak kepolisian dari Polsek Rendang turut turun tangan setelah menerima laporan tersebut.

Kapolsek Rendang Kompol I Made Berata mengatakan pencarian dilakukan secara intensif di sejumlah titik yang biasa dilalui korban.

"Selain melakukan pencarian secara fisik, masyarakat juga melakukan pencarian secara tradisional dengan membunyikan gamelan di sekitar lokasi pencarian," ujar Berata.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dari pagi hingga sore dengan harapan korban segera ditemukan. (ap)
Read More