Lensabali.id - Pengguna internet, khususnya pencinta game dan emulator, diminta lebih berhati-hati saat mengunduh perangkat lunak dari GitHub. Tim Threat Intelligence NordVPN menemukan penyebaran malware yang menyamar sebagai proyek emulator PlayStation 5 (PS5) palsu untuk mencuri password serta informasi pribadi pengguna.
Malware yang disisipkan dalam program tersebut dapat memanfaatkan perangkat korban untuk mencuri kata sandi hingga informasi pribadi. Ancaman ini menyasar pengguna yang mengunduh dan menjalankan emulator palsu dari platform pengembangan perangkat lunak GitHub, demikian dikutip dari TechSpot, Selasa (3/11/2026).
Malware yang disisipkan dalam program tersebut dapat memanfaatkan perangkat korban untuk mencuri kata sandi hingga informasi pribadi. Ancaman ini menyasar pengguna yang mengunduh dan menjalankan emulator palsu dari platform pengembangan perangkat lunak GitHub, demikian dikutip dari TechSpot, Selasa (3/11/2026).
Menyamar sebagai Emulator KyttyPS5 dan AnyPS5
NordVPN mengidentifikasi dua repository palsu yang menggunakan nama KyttyPS5 dan AnyPS5. Kedua proyek tersebut dirancang menyerupai halaman emulator asli agar pengguna percaya bahwa berkas yang diunduh merupakan perangkat lunak untuk menjalankan game PlayStation 5.
Pelaku memanfaatkan kebiasaan komunitas emulator yang relatif terbiasa mengunduh berkas mentah dari GitHub, termasuk program eksperimental yang belum memiliki sertifikat digital. Kondisi ini membuat file berbahaya lebih mudah disamarkan sebagai perangkat lunak biasa.
"Penggemar emulator adalah target yang sempurna. Mereka terbiasa mengunduh perangkat lunak eksperimental dari GitHub dan menjalankan berkas tanpa tanda tangan digital, sehingga tidak ada yang terasa mencurigakan bagi mereka," ungkap CTO NordVPN, Marijus Briedis.
Malware Berupaya Melumpuhkan Defender dan Menghapus Jejak
Serangan ini juga menggunakan teknik untuk menghindari deteksi sistem keamanan komputer. Salah satu caranya adalah melumpuhkan Microsoft Defender, kemudian menghapus jejak aktivitas secara otomatis agar keberadaan malware semakin sulit diketahui.
Skema tersebut berpotensi membuat korban tidak menyadari bahwa perangkatnya telah disusupi. Bahkan, pencurian informasi pribadi dapat berlangsung tanpa diketahui pemilik komputer.
Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai jumlah pengguna yang telah terinfeksi maupun identitas spesifik varian infostealer yang digunakan. Komunitas game dan pengguna emulator pun diimbau memeriksa identitas serta rekam jejak pemilik repository sebelum mengunduh dan menjalankan berkas dari internet. (ap)


