LENSA BALI

Hot



Kamis, 24 September 2026

𝗜𝗻𝗳𝗶𝗻𝗶𝘅 𝗫𝗯𝗼𝗼𝗸 𝟭𝟰 𝗡𝗲𝗼 𝗠𝗲𝗹𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿, 𝗟𝗮𝗽𝘁𝗼𝗽 𝟭,𝟮 𝗞𝗴 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟳,𝟵𝟵 𝗝𝘂𝘁𝗮

September 24, 2026 0
Infinix Xbook 14 Neo Meluncur, Laptop 1,2 Kg Harga Mulai Rp7,99 Juta

Lensabali.id - Infinix resmi meluncurkan Xbook 14 Neo di Indonesia. Laptop terbaru ini menawarkan bodi ringan dengan bobot 1,2 kg, layar 14 inci berasio 16:10, prosesor Intel Core, serta RAM dan penyimpanan yang masih dapat ditingkatkan.

Xbook 14 Neo hadir dalam sejumlah pilihan prosesor, mulai Intel Core i3-1315U hingga Core 5 320. Varian termurah dibanderol Rp7.999.000 dengan konfigurasi RAM 8 GB dan SSD 256 GB.

Laptop tersebut menyasar pelajar, mahasiswa hingga pekerja yang membutuhkan perangkat ringkas untuk mendukung mobilitas. Selain ringan, Infinix membekalinya dengan sertifikasi US Military Grade yang diklaim telah melewati pengujian temperatur ekstrem, tekanan rendah, perubahan temperatur hingga mechanical shock.

"Di tengah kenaikan harga komponen dan tantangan rantai pasok, kami melihat peluang untuk memberikan proposisi produk dan pengalaman yang lebih baik kepada konsumen. Karena itu, Infinix Xbook 14 Neo hadir dengan desain yang lebih tipis, harga terjangkau, serta ketahanan yang terus ditingkatkan," ujar Christian Sudibyo, Vice President Transsion Indonesia, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

"Infinix Xbook 14 Neo tidak hanya ditujukan untuk pelajar. Laptop ini juga dirancang untuk menunjang kebutuhan bisnis, pekerjaan kantoran, dan berbagai aktivitas yang membutuhkan mobilitas tinggi," jelas Christian.


Spesifikasi Infinix Xbook 14 Neo

Xbook 14 Neo menggunakan layar IPS 14 inci beresolusi 1.920 x 1.200 piksel (WUXGA). Panel tersebut memiliki rasio 16:10, refresh rate 60 Hz dan cakupan warna 45% NTSC. Rasio layar yang lebih tinggi memberikan ruang vertikal tambahan untuk bekerja dengan dokumen, browsing maupun spreadsheet.

Untuk performa, varian dasar menggunakan Intel Core i3-1315U, sedangkan opsi lainnya tersedia dengan Intel Core i5-1335U. Keduanya mengandalkan grafis terintegrasi Intel.

Infinix menyediakan RAM DDR4 yang bisa di-upgrade melalui dua slot SODIMM. Pilihan penyimpanan terdiri dari SSD 256 GB dan 512 GB, tergantung varian.

Dari sisi konektivitas, laptop ini memiliki USB-C full-function, tiga USB-A, HDMI 1.4 dan jack audio combo. Koneksi nirkabel didukung Wi-Fi 6 serta Bluetooth 5.2. Infinix juga menyematkan sistem pendingin untuk membantu menjaga suhu perangkat.

Fitur lainnya mencakup webcam HD 720p, opsi mematikan kamera untuk privasi, keyboard backlit dan touchpad Mylar. Ada pula fitur AI Folax yang dirancang membantu produktivitas pengguna.

Untuk daya, Xbook 14 Neo menggunakan baterai 55 Wh dengan dukungan pengisian melalui adaptor USB-C 65W. Laptop ini memiliki dimensi 314,2 x 219,7 x 17,4 mm dengan bobot 1,2 kg.

Infinix menawarkan sejumlah pilihan warna, yakni Twilight Purple, Sonic Yellow, Shadow Blue dan Volcano Grey.

Harga Infinix Xbook 14 Neo di Indonesia

Berikut daftar harga Xbook 14 Neo di Indonesia:
  1. Core i3-1315U, RAM 8 GB, SSD 256 GB: Rp7.999.000
  2. Core i3-1315U, RAM 8 GB, SSD 512 GB: Rp8.999.000
  3. Core i5-1335U, RAM 8 GB, SSD 512 GB: Rp10.490.000
  4. Core 3 304, RAM 8 GB, SSD 512 GB: Rp9.299.000
  5. Core 5 320, RAM 8 GB, SSD 512 GB: Rp10.599.000

Infinix Xbook 14 Neo mulai dipasarkan di Indonesia pada 23 September 2026 melalui platform e-commerce dan mitra resmi Infinix Indonesia. (ap)
Read More

𝗧𝗲𝗿𝗼𝗿 𝗕𝗼𝗺 𝗠𝗼𝗹𝗼𝘁𝗼𝘃 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗥𝗽𝟳𝟱𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝘃𝗶𝗮 𝗕𝗶𝘁𝗰𝗼𝗶𝗻

September 24, 2026 0
Teror Bom Molotov di Pererenan, Pelaku Minta Rp750 Juta via Bitcoin

BADUNG, Lensabali.id - Pelaku teror bom molotov di Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Bali, diduga meminta pembayaran Rp750 juta menggunakan mata uang kripto Bitcoin. Permintaan tersebut disampaikan melalui kontak Telegram yang tercantum dalam surat kaleng berisi ancaman yang diterima korban.

Kuasa hukum korban, Juanda Albert Mandena, mengatakan pihaknya sempat mencoba menghubungi akun Telegram tersebut untuk melacak pelaku. Namun, komunikasi justru diarahkan pada pembayaran menggunakan Bitcoin sehingga identitas pemilik akun sulit diketahui.

"Waktu itu pernah kami kontak, cuma dia ini suruh bayar lewat Bitcoin. Jadi kami nggak bisa tracking juga siapa pemiliknya," kata Juanda, Rabu (23/9/2026).

Aksi pelemparan bom molotov terjadi pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 04.48 Wita. Sebelumnya, korban menerima surat kaleng pada 11 September yang berisi ancaman penagihan utang sebesar Rp750 juta.

Korban bersama tim kuasa hukum kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mengwi pada sore hari. Namun, hingga kini pelaku belum berhasil diidentifikasi.

"Sorenya langsung kami lapor, tapi belum ada tindak lanjut. Ini bukan cuma soal kejahatan, tapi soal keamanan wilayah pariwisata Bali," ujar Juanda.

Menurut tim kuasa hukum, korban memang memiliki hubungan kerja sama bisnis dengan pihak yang disebut sebagai penagih. Namun, cara penagihan melalui ancaman dan pelemparan molotov dinilai telah keluar dari jalur penyelesaian hukum.

"Memang ada hubungan kerja sama, cuma kalau ada hubungan kayak gitu kan kita bicarakan, kita duduk, kita negosiasi kan. Tapi kalau dengan cara seperti ini kan enggak aman, ini cara-cara premanisme sampai lempar bom molotov," kata Juanda.

Juanda juga menyebut nominal Rp750 juta yang tercantum dalam surat tersebut diduga tidak sesuai dengan nilai kewajiban sebenarnya. Menurutnya, jumlah itu diduga dinaikkan secara sepihak oleh pihak yang melakukan penagihan.

"Nggak segitu nilainya, maksudnya kita bilang fiktif di situ karena jumlahnya fiktif. Sebenarnya nggak sebesar itu juga, karena mungkin mereka meng-up lagi nominalnya," ujar Juanda.

Sejak kejadian tersebut, tidak ada lagi ancaman atau intimidasi susulan yang diterima korban. Meski begitu, kondisi korban dan keluarganya masih diliputi rasa takut. Juanda menyebut keluarga korban, termasuk anak-anak dan anggota keluarga yang sedang sakit, masih mengalami trauma.

"Nanti kalau ada apa-apa, klien pasti lapor ke kami. Cuma kami sayangkan lambatnya proses tindak lanjut ini. Ada orang tua yang lagi sakit, ada anak-anak, ada istrinya juga, mereka syok dan takut kalau mau ke mana-mana," tuturnya.

Aksi pelemparan molotov dilakukan oleh dua orang yang mengenakan pakaian gelap dan terekam kamera CCTV di sekitar permukiman. Rekaman tersebut memperlihatkan keduanya melemparkan molotov ke area bangunan toko kecil di depan rumah korban.

Akibat kejadian itu, api membakar bagian depan bangunan hingga meninggalkan bekas hitam dan kerusakan pada dinding serta pintu kaca. Kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian dan pelaku belum teridentifikasi. (ap)
Read More

𝗗𝘂𝗮 𝗞𝗶𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿 𝗟𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗶𝗿𝗶𝗽 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗽𝗶

September 24, 2026 0
Dua Kios di Denpasar Ludes Terbakar, Saksi Dengar Ledakan Mirip Kembang Api

DENPASAR, Lensabali.id - Dua kios yang berdempetan di Jalan Padma, Tonja, Denpasar Timur, terbakar pada Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 05.15 Wita. Bangunan yang digunakan sebagai toko sol sepatu dan toko canang tersebut ludes dilalap api.

Salah seorang saksi, Lindayani (66), mengetahui kebakaran saat sedang menunaikan salat Tahajud bersama cucunya. Mereka tiba-tiba mendengar suara ledakan dari arah dua kios di seberang rumah.

"Suaranya kayak kembang api, pikir saya siapa jam segini ngidupin kembang api. Begitu saya tahu kalau kebakaran karena bau asap langsung loncat saya lepas mukena," ujar Lindayani saat ditemui di lokasi, Rabu.

Lindayani yang sehari-hari berjualan pakan hewan di toko tepat di seberang lokasi kemudian melihat api sudah membesar di dalam kedua kios. Saat itu, kobaran belum mencapai bagian atap bangunan.

"Pas saya lihat apinya sudah besar, bagian dalam sudah membara hanya belum ke atap aja," tuturnya.

Cucunya kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Lindayani juga berusaha menghubungi pemilik toko sol sepatu karena menyimpan nomor teleponnya.

"Cucu saya menghubungi pemadam, cepet pak cepet Pak, ini apinya udah jadi," ujar Lindayani menirukan percakapan saat meminta bantuan.

Sambil menunggu petugas, warga sekitar berdatangan dan berusaha melakukan penanganan awal. Mereka mendobrak pintu seng untuk membuka akses sekaligus mencoba mencegah api semakin meluas.

"Cucu saya dibantu warga lain bantu dobrak pintu yang dari seng, bantu madamin api," kata Lindayani.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar mengerahkan enam unit kendaraan ke lokasi. Namun, Lindayani menyebut api sudah membesar ketika petugas tiba.

"Pemadamnya datang udah jadi apinya, setengah jam belum datang, soalnya jauh mungkin," ujarnya.

Kedua kios merupakan bangunan kecil yang berdempetan dengan sejumlah material mudah terbakar. Pada toko canang, sebagian dinding bahkan menggunakan material triplek. Toko sol sepatu menjual aksesori, tas, sol sepatu, jasa cuci sepatu hingga sadel motor. Sementara toko canang menyediakan bunga, ceper dan berbagai sarana upacara adat.

Saat kebakaran terjadi, kedua toko dalam keadaan kosong. Toko canang biasanya mulai beroperasi sekitar pukul 06.00 Wita dan dijaga dua orang karyawati.

Lindayani menduga kebakaran berkaitan dengan masalah arus listrik. Ia juga menilai ledakan yang terdengar bukan berasal dari tabung gas.

"Kalau saya menduganya mungkin karena arus listrik, kalau ledakan gas sepertinya bukan soalnya yang punya toko kalau makan pasti beli nasi di warung," ujarnya.

Sehari sebelum kebakaran, pemilik toko sol sepatu disebut baru berpamitan kepada Lindayani. Pemilik tersebut dikabarkan hendak pulang ke kampung halamannya di Surabaya.

"Kemarin malam baru saja pamit sama saya, mau pulang motoran sendiri ke Surabaya," kata Lindayani.

Menurut Lindayani, toko sol sepatu itu baru sekitar dua tahun beroperasi di lokasi tersebut. Pemiliknya tinggal seorang diri di Denpasar, sementara anak dan istrinya berada di Surabaya. Adapun usaha toko canang disebut sudah lebih lama berjalan.

"Kalau yang toko sepatu baru dua tahunan. Dia di sini sendiri, katanya di rumah ada anak istrinya di Surabaya, kalau dagang canang udah lama," ujarnya.

Petugas akhirnya berhasil memadamkan api setelah melakukan penanganan di lokasi. Tidak ada korban karena kedua kios dalam keadaan kosong saat kejadian.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Begitu pula dengan total kerugian akibat terbakarnya dua kios tersebut yang hingga kini masih dalam pendataan. (ap)
Read More