LENSA BALI

Hot



Sabtu, 25 Juli 2026

𝗛𝗲𝗯𝗼𝗵 𝗞𝗹𝘂𝗯 𝗟𝗮𝗿𝗶 𝗪𝗡𝗔 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗗𝗶𝘀𝗸𝗿𝗶𝗺𝗶𝗻𝗮𝘁𝗶𝗳, 𝗜𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗖𝗲𝗸𝗮𝗹 𝗗𝘂𝗮 𝗪𝗡 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮

Juli 25, 2026 0
Heboh Klub Lari WNA di Bali Diduga Diskriminatif, Imigrasi Cekal Dua WN Belanda

BADUNG, Lensabali.id - Polemik komunitas lari asing di Bali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan diskriminasi terhadap warga negara Indonesia (WNI) dalam kegiatan bertajuk Bali Silent Disco. Kasus yang viral di media sosial itu kini turut mendapat perhatian Direktorat Jenderal Imigrasi hingga berujung pada pencekalan dua warga negara Belanda yang diduga menjadi penyelenggara kegiatan tersebut.

Komunitas lari bernama Entourage Bali dituding membatasi akses peserta lokal untuk bergabung. Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan keluhan warga yang mengaku ditolak atau tidak mendapatkan persetujuan masuk ke grup komunitas, sementara pendaftar dari kalangan warga negara asing disebut lebih mudah diterima.

Dugaan perlakuan berbeda itu memicu kritik luas, termasuk dari kalangan pelari asing yang tinggal di Bali. Mereka menilai praktik tersebut tidak menghormati masyarakat lokal dan bertentangan dengan semangat keterbukaan dalam komunitas olahraga.

"Ada klub lari di Bali yang melarang orang Indonesia untuk bergabung. Kita bikin video ini karena sudah waktunya untuk bersuara demi sesuatu yang benar," ujar penggiat lari asal Inggris, Josh Fothergill, melalui unggahan di media sosial.

Kritik serupa juga datang dari pelari asing lainnya yang mempertanyakan sikap komunitas tersebut. Menurut mereka, tidak pantas bagi kelompok asing menciptakan eksklusivitas yang membatasi partisipasi warga setempat di ruang publik.

Merespons polemik yang berkembang, Entourage Bali akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan menghentikan sementara seluruh kegiatannya. Melalui pernyataan resmi di media sosial, mereka menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk mendiskriminasi siapa pun.

"Pertama, kami minta maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung karena kami sama sekali tidak ada niat untuk mendiskriminasi siapa pun. Kami menyetop sementara semua acara saat ini untuk mengambil tanggung jawab penuh dan berjanji akan melakukan perubahan nyata ke depannya," tulis Entourage Bali.

Pihak komunitas mengklaim penolakan terhadap sejumlah pendaftar terjadi akibat kesalahan pengaturan sistem otomatis pada grup WhatsApp yang digunakan. Mereka menegaskan kegiatan lari yang diselenggarakan selama ini terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang kewarganegaraan.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil langkah tegas dengan memasukkan dua warga Belanda yang diduga menjadi penyelenggara kegiatan ke dalam daftar cekal. Keduanya diketahui telah meninggalkan Indonesia sebelum pemeriksaan dilakukan.

"Event lari tersebut merupakan bentuk negara dalam negara. Saat ini, WNA terkait diketahui sudah berada di luar wilayah Indonesia dan Imigrasi telah menerapkan penangkalan kepada yang bersangkutan," tegas Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko.

Imigrasi juga menegaskan warga negara asing tidak diperbolehkan bertindak sebagai penyelenggara kegiatan atau event organizer di Indonesia. Pemerintah memastikan setiap aktivitas yang melibatkan WNA harus berjalan sesuai aturan hukum guna menjaga ketertiban, keadilan, dan kenyamanan masyarakat. (ap)
Read More

𝗠𝗲𝗿𝗮𝗷𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮 𝗛𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗔𝗽𝗶, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗸𝘀𝗶𝗿 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗥𝘂𝗽𝗶𝗮𝗵

Juli 25, 2026 0
Merajan di Kusamba Hangus Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Sebuah merajan milik warga di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, mengalami kebakaran hebat hingga menghanguskan sejumlah bangunan suci. Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Kasi Damkarmat Satpol PP dan Damkarmat Klungkung, I Gde Erwan Supriantana, menjelaskan api melalap beberapa bangunan utama di dalam area merajan, termasuk balai piasan, gedong sari, dan palinggih rong tiga atau kemulan.

"Kebakaran ini melalap sejumlah bangunan suci di dalam area merajan, seperti balai piasan, gedong sari, hingga palinggih rong tiga (kemulan)," ujar Erwan.

Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga berawal dari sisa percikan api sarana persembahyangan yang belum sepenuhnya padam. Sebelumnya, pemilik rumah diketahui melaksanakan persembahyangan rutin sekitar pukul 11.00 Wita.

Kobaran api baru diketahui warga sekitar pukul 15.00 Wita saat asap tebal terlihat membumbung dari area merajan yang berada di samping Balai Banjar Tengah, Desa Kusamba. Saat pertama kali diketahui, api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan suci.

"Kobaran api baru disadari warga sekitar pukul 15.00 Wita. Saat pertama kali diketahui, api rupanya sudah membesar dan mengepul hebat dari area merajan yang berlokasi tepat di sebelah Balai Banjar Tengah Desa Kusamba," terang Erwan.

Warga setempat sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Laporan diterima sekitar pukul 15.52 Wita dan dua unit armada pemadam segera dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena atap bangunan suci menggunakan material ijuk yang mudah menyimpan bara api di bagian dalam. Petugas harus mengurai tumpukan ijuk yang terbakar agar air dapat menjangkau titik api yang masih menyala.

"Laporan kejadian kami terima sekitar pukul 15.52 Wita. Kami kemudian menurunkan dua unit armada, kapasitas 6000 dan 4000 liter ke lokasi kejadian dan tiba pada pukul 16.05 Wita," imbuhnya.

Setelah hampir dua jam melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api secara total sekitar pukul 17.40 Wita. Beruntung tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman lebih lanjut. (ap)
Read More

𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗨𝗻𝗶𝘁𝗲𝗱 𝗚𝗮𝗻𝗱𝗲𝗻𝗴 𝗔𝗱𝗶𝗱𝗮𝘀, 𝗝𝗲𝗿𝘀𝗲𝘆 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗨𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juli 25, 2026 0
Bali United Gandeng Adidas, Jersey Baru Usung Karya Seniman Lokal Bali

GIANYAR, Lensabali.id - Bali United resmi meluncurkan jersey terbaru hasil kolaborasi dengan Adidas untuk menyambut musim kompetisi mendatang. Kerja sama dengan salah satu merek apparel olahraga terbesar di dunia itu diharapkan mampu memperkuat eksistensi klub di level nasional maupun internasional.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, menyebut kemitraan dengan Adidas menjadi langkah penting dalam perjalanan klub yang telah lebih dari satu dekade berkiprah di sepak bola Indonesia.

"Adidas merupakan salah satu merek apparel olahraga terbaik di dunia sehingga kemitraan ini diyakini akan membawa dampak positif bagi perkembangan klub ke depan," ujar Yabes saat peluncuran jersey di Bali United Training Center, Gianyar, Jumat (24/7/2026).

Menurut Yabes, banyak klub elite Eropa yang meraih prestasi bersama Adidas. Karena itu, Bali United berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkenalkan nama klub ke kancah yang lebih luas.

Dalam proses desain, Bali United kembali melibatkan seniman lokal Bali, Raka Jana. Sentuhan budaya Pulau Dewata tetap menjadi identitas utama pada jersey terbaru yang akan digunakan tim.

Jersey kandang menampilkan visual Barong Ket yang melambangkan kebaikan, keberanian, dan energi pelindung. Sementara itu, jersey tandang mengangkat sosok Hanoman yang identik dengan keberanian, kesetiaan, serta semangat pantang menyerah.

Presiden Direktur sekaligus Country General Manager Adidas Indonesia, Benjamin Handradjasa, menjelaskan kerja sama tersebut lahir dari komitmen Adidas untuk mendukung perkembangan sepak bola Indonesia. Setelah melalui berbagai diskusi dengan manajemen Bali United, kedua pihak sepakat menghadirkan desain yang menggabungkan identitas lokal dengan standar internasional.

"Konsep dan desain yang kami bawa disesuaikan dengan masukan dari Bali United. Pihak global Adidas sangat tertarik dengan kolaborasi ini. Tim yang mengerjakan desain jersey Bali United juga merupakan tim yang menangani klub-klub internasional sehingga kualitasnya dibuat dengan standar yang sama seperti jersey klub dunia," ungkap Benjamin.

Selain jersey pertandingan, Adidas juga akan menyediakan berbagai kebutuhan apparel resmi tim, termasuk perlengkapan latihan dan aktivitas klub sehari-hari. Kolaborasi ini menjadi simbol perpaduan antara kualitas global dan kekayaan budaya Bali yang terus diusung Bali United. (ap)
Read More