LENSA BALI

Hot



Sabtu, 09 Mei 2026

𝗦𝗻𝗮𝗽𝗱𝗿𝗮𝗴𝗼𝗻 𝟲 𝗚𝗲𝗻 𝟱 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗺𝗶𝗻𝗴 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗦𝗺𝗼𝗼𝘁𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗕𝗮𝘁𝗲𝗿𝗮𝗶

Mei 09, 2026 0
Snapdragon 6 Gen 5 Hadir dengan Gaming Lebih Smooth dan Hemat Baterai

Lensabali.id - Qualcomm resmi memperkenalkan dua chipset terbaru untuk segmen menengah dan entry-level, yakni Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5. Kehadiran kedua prosesor anyar ini diklaim membawa peningkatan performa, efisiensi daya, hingga pengalaman gaming yang lebih stabil untuk smartphone kelas menengah.

Senior Vice President Product Management Qualcomm Technologies, Inc., Chenwei Yan, mengatakan peluncuran chipset ini menjadi bagian dari upaya Qualcomm menghadirkan pengalaman premium ke perangkat dengan harga lebih terjangkau.

“Dengan Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5, kami memperluas ekspektasi pengguna terhadap smartphone melalui pengalaman yang didukung performa kuat dan daya tahan baterai yang andal,” ujar Chenwei Yan.

Snapdragon 6 Gen 5 menjadi sorotan utama karena membawa sejumlah teknologi yang sebelumnya identik dengan chipset kelas flagship. Qualcomm membekalinya dengan Adaptive Performance Engine 4.0 dan Adaptive Performance FPS 3.0 untuk menjaga frame rate tetap stabil saat bermain gim.

Selain itu, Qualcomm juga menghadirkan Snapdragon Game Super Resolution yang berfungsi meningkatkan kualitas visual gim sekaligus membantu menghemat konsumsi daya baterai.

Chipset ini menggunakan konfigurasi CPU baru dengan empat inti berkecepatan hingga 2,6 GHz. Peningkatan tersebut cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya yang hanya memiliki satu core utama berkecepatan 2,3 GHz.

GPU Adreno terbaru yang digunakan juga diklaim menawarkan peningkatan performa hingga 21 persen dengan efisiensi daya delapan persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Snapdragon 6 Gen 5 masih diproduksi dengan fabrikasi 4nm TSMC serta mendukung RAM LPDDR5 hingga 3.200 MHz dan penyimpanan UFS 3.1 untuk akses data lebih cepat.

Untuk sektor layar, chipset ini mendukung resolusi Full HD+ dengan refresh rate hingga 144Hz. Qualcomm juga menyematkan fitur Snapdragon Smooth Motion UI yang diklaim mampu membuat aplikasi terbuka 20 persen lebih cepat serta mengurangi stutter hingga 18 persen.

Di sektor fotografi, chipset ini mendukung kamera tunggal hingga 200 MP atau konfigurasi dual camera 16 MP + 16 MP. Perekaman video mendukung resolusi maksimal 4K 30fps dan sudah dilengkapi fitur AI seperti AI Night Vision serta AI image enhancement. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝘃𝗶𝗿𝘂𝘀 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗼𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗚𝗹𝗼𝗯𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗦𝗶𝗹𝗮𝗺

Mei 09, 2026 0
Hantavirus Disebut Berpotensi Jadi Pandemi Global Sejak Lima Tahun Silam

Lensabali.id - Meningkatnya perhatian dunia terhadap kasus Hantavirus pada 2026 ternyata bukan hal baru. Ancaman virus tersebut telah diperingatkan sejak lima tahun lalu oleh Aliansi Vaksin Dunia Gavi melalui platform VaccinesWork.

Dalam artikel bertajuk The Next Pandemic: Hantavirus yang diterbitkan pada 10/05/2021, Gavi menyoroti potensi Hantavirus berkembang menjadi ancaman kesehatan global. Kekhawatiran itu muncul setelah ditemukan kasus penularan antarmanusia di sejumlah wilayah Amerika Selatan.

“Epidemics of person-to-person transmission of the Andes virus in Argentina and Chile indicate it can evolve to sustain human-to-human transmission,” tulis VaccinesWork.

Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang ditularkan dari hewan pengerat ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui paparan udara yang terkontaminasi urine, air liur, maupun kotoran tikus yang terinfeksi.

Perhatian dunia terhadap virus ini sebenarnya sudah muncul sejak 1993 ketika wilayah Four Corners di Amerika Serikat diguncang wabah misterius yang menewaskan pasangan muda suku Navajo. Setelah dilakukan penelitian, ilmuwan menemukan jenis baru Hantavirus yang kemudian dinamai Sin Nombre Virus.

Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam pengawasan global terhadap evolusi Hantavirus. Para ahli mulai mempelajari perbedaan antara tipe “Old World” dan “New World” yang memiliki karakteristik penyakit berbeda.

Jenis Old World yang banyak ditemukan di Asia dan Eropa umumnya menyebabkan HFRS (Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Sementara tipe New World di kawasan Amerika dapat memicu HPS (Hantavirus Pulmonary Syndrome) yang memiliki tingkat kematian jauh lebih tinggi.

Meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih mengategorikan ancaman pandemi Hantavirus sebagai rendah, tingkat fatalitas virus ini tetap menjadi perhatian serius. Fatalitas HFRS berkisar 5-15 persen, sedangkan HPS dapat mencapai 35-50 persen.

Gejala awal Hantavirus kerap menyerupai flu biasa seperti demam, nyeri otot, dan muntah. Namun dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gagal ginjal, pendarahan internal, penumpukan cairan di paru-paru, hingga syok kardiovaskular.

Para ilmuwan juga menaruh perhatian pada masa inkubasi virus yang relatif panjang, yakni sekitar dua hingga empat minggu. Kondisi itu memungkinkan penderita bepergian atau berinteraksi dengan banyak orang sebelum gejala muncul. (ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 - 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗧𝗧 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗢𝗴𝗼𝗵-𝗢𝗴𝗼𝗵 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗦𝗶𝗺𝗯𝗼𝗹 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝗮𝘁𝗶 𝗗𝗶𝗿𝗶

Mei 09, 2026 0
Gubernur Koster - Wagub Giri Prasta Apresiasi STT Bali, Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Kreativitas dan Jati Diri

DENPASAR, Lensabali.id – Semangat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 masih terasa kuat di Bali. Di balik suasana sunyi yang telah berlalu, kreativitas generasi muda justru terus menyala melalui karya-karya ogoh-ogoh yang semakin artistik dan sarat makna budaya.

Hal tersebut tampak saat Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyerahkan Piagam Penghargaan dan hadiah bagi pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5).

Dalam suasana penuh kebanggaan, keduanya memberikan apresiasi kepada Sekaa Teruna Teruni (STT) yang dinilai berhasil menjaga denyut budaya Bali melalui kreativitas seni yang terus berkembang.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Wayan Koster.

Menurutnya, ogoh-ogoh kini tidak lagi sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi, tetapi telah menjadi simbol solidaritas, kreativitas, dan kecintaan generasi muda terhadap budaya leluhur Bali.

Di sela dialog bersama para penerima penghargaan, Gubernur dan Wakil Gubernur juga mengetahui besarnya perjuangan di balik pembuatan ogoh-ogoh. Proses pengerjaan disebut memakan waktu hingga lima bulan dengan biaya produksi yang bisa melampaui Rp50 juta.

Gubernur Koster - Wagub Giri Prasta Apresiasi STT Bali, Ogoh-Ogoh Jadi Simbol Kreativitas dan Jati Diri

Besarnya biaya tersebut lahir dari semangat gotong royong para pemuda banjar yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan begadang demi menghasilkan karya terbaik untuk malam pengerupukan.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan sebesar Rp5 juta kepada sepuluh STT favorit pilihan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Menjelang acara berakhir, suasana haru terasa ketika para penerima penghargaan menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Matur suksema Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar mereka bergantian.

Momentum tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah modernisasi, generasi muda Bali masih berdiri di garis depan menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan diwariskan lintas generasi. (ap)
Read More