LENSA BALI

Hot



Selasa, 07 April 2026

𝗔𝘀𝘁𝗿𝗼𝗻𝗮𝘂𝘁 𝗔𝗿𝘁𝗲𝗺𝗶𝘀 𝗜𝗜 𝗔𝗯𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗺𝗶 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗶𝗣𝗵𝗼𝗻𝗲 𝟭𝟳 𝗣𝗿𝗼 𝗠𝗮𝘅

April 07, 2026 0
Astronaut Artemis II Abadikan Bumi Pakai iPhone 17 Pro Max

Lensabali.id - Sebuah momen menarik terjadi dalam perjalanan misi Artemis II milik NASA. Saat wahana Orion melaju mengitari Bulan, para astronaut berhasil mengabadikan pemandangan Bumi dari kejauhan. Hal yang membuat publik terkejut, foto tersebut diambil menggunakan iPhone 17 Pro Max.

Dua astronaut yang berada di dalam kapsul Orion, Reid Wiseman dan Christina Koch, terlihat memanfaatkan waktu mereka untuk mengamati Bumi dari luar angkasa. Dalam kesempatan tersebut, keduanya turut merekam pemandangan langka itu menggunakan iPhone yang mereka bawa selama misi.

Momen ini pertama kali dibagikan oleh NASA melalui akun resmi mereka di platform X. Dalam unggahan tersebut NASA menulis, “Pemandangan ini benar-benar terasa berbeda 🌍. @Astro_Christina dan @astro_reid meluangkan waktu sejenak untuk melihat kembali Bumi saat mereka terus melaju jauh ke luar angkasa menuju Bulan.”

Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian warganet di berbagai belahan dunia dan menjadi viral di media sosial.

Banyak pengguna internet awalnya menduga foto tersebut diambil menggunakan kamera profesional, mengingat kualitas gambar yang tampak tajam dan dramatis.

Namun kemudian NASA mengonfirmasi bahwa foto tersebut diambil menggunakan kamera iPhone 17 Pro Max.

Temuan itu juga diperkuat oleh sejumlah pengguna media sosial yang menelusuri metadata foto. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa gambar tersebut diambil menggunakan kamera depan iPhone 17 Pro Max.

Dalam misi Artemis II, NASA memang membekali setiap anggota kru dengan perangkat iPhone untuk mendokumentasikan perjalanan mereka di luar angkasa.

Dilaporkan terdapat empat unit iPhone 17 Pro Max yang ikut dalam perjalanan menuju Bulan dengan kecepatan sekitar 25.000 mil per jam.

Meski dibawa ke luar angkasa, iPhone tersebut tidak digunakan sebagai alat komunikasi. Perangkat itu tidak terhubung dengan internet maupun Bluetooth, dan hanya difungsikan sebagai alat dokumentasi foto dan video.

Apple sendiri menyebut bahwa misi ini menjadi salah satu tonggak penting, karena untuk pertama kalinya iPhone resmi memenuhi standar penggunaan jangka panjang di orbit dan perjalanan luar angkasa.

Namun iPhone bukan satu-satunya perangkat dokumentasi yang dibawa dalam misi tersebut.

Para astronaut juga dilengkapi dengan kamera GoPro Hero 11 dan Nikon D5 untuk kebutuhan pengambilan gambar yang lebih teknis.

Komandan misi, Reid Wiseman, menggambarkan pengalaman memotret Bumi dari luar angkasa sebagai tantangan tersendiri.

“Rasanya seperti keluar ke halaman belakang rumah, lalu mencoba memotret Bulan. Itulah yang saya rasakan saat mencoba memotret Bumi,” ujarnya kepada tim kontrol misi di Houston.

Sementara itu, Christina Koch mengaku terkesima dengan pemandangan yang terlihat dari kejauhan.

Ia menyebut bahwa garis pantai benua, aliran sungai, hingga awan badai dapat terlihat dengan jelas dari luar angkasa, bahkan kilau cahaya di Kutub Selatan juga tampak dari jarak yang sangat jauh.

Misi Artemis II sendiri menjadi salah satu langkah penting dalam eksplorasi luar angkasa modern.

Diluncurkan pada 1 April, misi ini membawa empat astronaut — Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen — untuk mengelilingi Bulan dalam perjalanan selama sekitar 10 hari.

Selain itu, misi ini juga mencatat sejarah baru karena Christina Koch menjadi perempuan pertama yang terbang mengelilingi Bulan sejak era Apollo lebih dari setengah abad lalu. (*/ap)
Read More

𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗮𝗺𝗻𝘆𝗮

April 07, 2026 0
Bali Milik Dunia, Gubernur Koster Ajak Wisatawan Jaga Budaya dan Alamnya

DENPASAR, Lensabali.id - Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa Provinsi Bali merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang telah berkembang sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai oleh Rossiya Segodnya International Media Group melalui koresponden Asia Pasifik, Uliana Miroshkina, pada Sabtu malam (4/4/2026) di Jayasabha, Denpasar, bertepatan dengan rahina Saraswati.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster didampingi Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba.

Koster menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran sangat besar dalam perekonomian Bali. Berdasarkan data tahun 2024, kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi Bali mencapai 66 persen.

Selain itu, sektor ini juga memberikan sumbangan signifikan terhadap devisa pariwisata nasional, yakni mencapai 53,6 persen dari total devisa pariwisata Indonesia pada tahun 2024.

Dari sisi kunjungan wisatawan, Bali juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Pulau Dewata tercatat mencapai 7,05 juta orang, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 6,3 juta wisatawan.

“Jadi ekonomi Bali betul-betul ditentukan oleh sektor pariwisata. Karena itulah pariwisata Bali mesti dikelola dengan konsep pariwisata berbasis budaya, berkualitas dan bermartabat,” ujar Koster.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal perkembangan pariwisata Bali, budaya menjadi daya tarik utama yang memikat perhatian masyarakat dunia.

Menurutnya, ketertarikan wisatawan terhadap Bali sudah terlihat sejak sekitar tahun 1963, ketika banyak wisatawan asing datang untuk menyaksikan kehidupan budaya masyarakat Bali.

Saat itu, kawasan Ubud di Kabupaten Gianyar menjadi salah satu pusat perhatian dunia karena aktivitas seni masyarakatnya, seperti tari, gamelan, lukisan, serta seni pahat yang berkembang secara alami di tengah kehidupan masyarakat.

Cerita para wisatawan yang datang kemudian menyebar ke berbagai negara, sehingga semakin banyak orang tertarik untuk berkunjung ke Bali.

“Dari cerita itu, makin banyak masyarakat dunia ke Bali sampai menginap di rumah-rumah warga. Mereka menyatu dengan kehidupan masyarakat Bali dan hal ini terus berkembang,” ungkapnya.

Seiring waktu, Bali tidak hanya dikenal karena kekayaan seni dan budayanya, tetapi juga karena keindahan alam serta keramahan masyarakatnya.

Koster menegaskan bahwa perkembangan pariwisata Bali tidak dapat dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi identitas utama Pulau Dewata.

Bali Milik Dunia, Gubernur Koster Ajak Wisatawan Jaga Budaya dan Alamnya

Karena itu, pemerintah provinsi terus memperkuat kebijakan untuk menjaga pariwisata Bali tetap berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.

Beberapa kebijakan strategis yang telah diterbitkan antara lain Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali, serta Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru bagi Wisatawan Mancanegara, yang memuat aturan Do and Don’t bagi wisatawan selama berada di Bali.

Dalam wawancara tersebut, Gubernur Koster juga mengajak masyarakat dunia untuk bersama-sama menjaga Bali sebagai destinasi wisata global.

“Ke Bali bukan semata-mata untuk berlibur saja, tetapi harus ikut menjaga dan mencintai Bali, bahwa Bali ini milik dunia yang harus dirawat secara bersama-sama,” ujarnya.

Ia mengibaratkan Bali seperti seorang gadis cantik yang harus tetap terjaga keindahan dan keasliannya di tengah perkembangan zaman.

“Kalau kita tidak menjaganya dengan baik, dunia tidak akan mempunyai Bali lagi yang sangat menarik. Ibaratkan gadis cantik, dia harus tetap cantik walau perkembangan zaman, tetapi keorisinilan Bali tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Pernyataan tersebut pun mendapat apresiasi dari jurnalis Rusia yang melakukan wawancara di Jayasabha tersebut. (hms/ap)
Read More

Senin, 06 April 2026

𝗜𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗹𝘂𝘀 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝘂𝗷𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗟𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗦𝘁𝗼𝗿𝗶𝗲𝘀 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁

April 06, 2026 0
Instagram Plus Mulai Diuji, Pengguna Bisa Lihat Stories Tanpa Terlihat

Lensabali.id - Meta mulai menguji layanan langganan baru di Instagram yang disebut Instagram Plus. Fitur premium ini memungkinkan pengguna menikmati sejumlah fasilitas tambahan, termasuk kemampuan untuk melihat Instagram Stories secara diam-diam tanpa diketahui oleh pemilik akun.

Uji coba layanan tersebut saat ini dilaporkan berlangsung di tiga negara, yakni Filipina, Jepang, dan Meksiko.

Sebagian pengguna di wilayah tersebut disebut sudah menemukan opsi untuk berlangganan Instagram Plus dengan biaya berkisar 1,07 dolar AS hingga 2,20 dolar AS per bulan, atau sekitar Rp18 ribu hingga Rp37 ribu.

Layanan baru ini berfokus pada fitur Instagram Stories, yaitu konten sementara yang otomatis menghilang dalam waktu 24 jam setelah diunggah.

Melalui layanan berbayar ini, Meta tampaknya ingin meningkatkan pengalaman pengguna, seiring meningkatnya popularitas Stories dibandingkan unggahan di feed.

Salah satu fitur utama yang ditawarkan Instagram Plus adalah kemampuan untuk melihat Stories tanpa tercatat dalam daftar penonton.

Selain itu, pengguna yang berlangganan juga dapat mengetahui berapa kali Stories mereka ditonton ulang, sekaligus memeriksa daftar penonton untuk memastikan apakah seseorang tertentu telah melihat unggahan tersebut.

Tak hanya itu, pelanggan Instagram Plus juga memperoleh fasilitas tambahan berupa perpanjangan durasi Stories hingga 48 jam.

Pengguna juga dapat memberikan “Superlike” pada Stories serta meningkatkan visibilitas satu unggahan setiap minggu melalui fitur Spotlight.

Instagram Plus juga menghadirkan opsi untuk membuat beberapa daftar audiens khusus, yang merupakan pengembangan dari fitur Close Friends yang sudah lebih dulu tersedia.

Sebelumnya, Meta memang telah mengonfirmasi rencana untuk menguji layanan langganan premium di sejumlah platform mereka, termasuk Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Sejak 2023, perusahaan tersebut juga telah menghadirkan layanan berbayar Meta Verified, yaitu program langganan centang biru untuk akun Instagram dan Facebook.

Meski demikian, keberadaan Instagram Plus masih dalam tahap uji coba dan belum dipastikan akan dirilis secara luas.

Meta disebut masih melakukan evaluasi terhadap berbagai fitur yang ada sebelum memutuskan peluncuran resmi kepada publik. (*/ap)
Read More