LENSA BALI

Hot



Rabu, 10 Juni 2026

𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗱𝗮𝘁𝗮, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗦𝘂𝗸𝘀𝗲𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝘀𝘂𝘀 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juni 10, 2026 0
Jadi Warga Bali Pertama yang Didata, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Momentum Mengukur Perkembangan Ekonomi Kerthi Bali Melalui Pendekatan Before dan After

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan menjadi warga Bali pertama yang didata langsung oleh petugas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali.

Pendataan dilakukan di Jayasabha, Denpasar, Senin (8/6) sore, yang ditandai dengan penempelan stiker Sensus Ekonomi 2026 dan disaksikan langsung Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan.

Dalam kesempatan itu, Koster mengajak seluruh masyarakat Bali, termasuk pelaku usaha di berbagai sektor, untuk turut menyukseskan sensus dengan memberikan data yang akurat, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya.

"Dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, titiang sudah memenuhi kewajiban memberikan data dengan fakta yang baik, jujur dan benar, supaya data yang diperoleh dari hasil sensus ini betul-betul merupakan data akurat, bisa dimanfaatkan BPS untuk kepentingan perencanaan pembangunan ekonomi di Indonesia, terutama sekali di Provinsi Bali," ujarnya.

Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan sangat menentukan ketepatan kebijakan pembangunan ekonomi pada masa mendatang. Karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan sensus.

Sebagai kepala daerah sekaligus warga Bali, Koster mengajak seluruh krama Bali untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar ketika proses pendataan dilakukan, baik di rumah tangga maupun di unit-unit usaha.

"Titiang nunas, ngiring sarengin Sensus Ekonomi 2026 ini agar berjalan dengan baik, lancar, dan sukses dengan memberikan data sesuai fakta, agar data yang diperoleh dari semua masyarakat Bali betul-betul akurat," katanya.

Lebih lanjut, Koster berharap BPS dapat mengembangkan instrumen pendataan yang mampu menangkap karakteristik khas ekonomi Bali yang selama ini bertumpu pada sektor pariwisata. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar hasil sensus dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi ekonomi daerah.

Jadi Warga Bali Pertama yang Didata, Gubernur Koster Ajak Krama Bali Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Ia juga menilai Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi Ekonomi Kerthi Bali yang selama ini dikembangkan melalui enam sektor unggulan, yaitu pertanian, kelautan dan perikanan, industri, IKM-UMKM dan koperasi, ekonomi kreatif dan digital, serta pariwisata berbasis budaya.

"Kalau ini bisa dikembangkan, maka kita bisa melihat langsung before dan after dari Ekonomi Kerthi Bali," tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Gubernur Bali terhadap pelaksanaan sensus.

"Astungkara, Bapak Gubernur Bali sudah berkenan menyampaikan datanya kepada petugas sensus," ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali bertujuan memotret struktur dan peta ekonomi nasional sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Di Bali, sebanyak 3.200 petugas telah diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh kabupaten/kota, dengan sasaran rumah tangga maupun lebih dari 640 ribu unit usaha yang tersebar di Pulau Dewata. (hms/ap)
Read More

Selasa, 09 Juni 2026

𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗱𝗼𝗸 𝗠𝗲𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻, 𝗗𝘂𝗮 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗽𝗮𝘀 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝗧𝗧 𝗱𝗶 𝗥𝗲𝗻𝗼𝗻

Juni 09, 2026 0
Berkedok Meminta Bantuan, Dua Pria Rampas Motor Warga NTT di Renon

BADUNG, Lensabali.id – Seorang pemuda berinisial YAH (24) menjadi korban pengeroyokan sekaligus perampasan sepeda motor di kawasan Jalan Cok Agung Tresna, Renon, Denpasar, pada Senin (08/06/2026) dini hari. Pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura meminta bantuan sebelum melancarkan aksinya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 Wita. Korban kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Denpasar Timur pada hari yang sama sekitar pukul 11.45 Wita.

"Korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda GL warna hitam milik rekannya usai bermain biliar di kawasan Jalan Tukad Batanghari. Dalam perjalanan, korban dihampiri dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario," ujar Adi, Selasa (09/06/2026).

Berdasarkan keterangan polisi, korban dan kedua pelaku sama-sama berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Awalnya, para pelaku meminta pertolongan sehingga korban menghentikan kendaraannya di pinggir jalan.

Namun situasi berubah ketika salah satu pelaku tiba-tiba menarik kerah baju korban. YAH sempat berusaha menghindar, tetapi para pelaku terus mengejarnya.

Tak lama kemudian, salah satu pelaku melompat dan menendang korban hingga terjatuh dari sepeda motornya. Setelah itu, korban menjadi sasaran pukulan dan tendangan dari kedua pelaku.

Dalam kondisi terdesak, korban juga dikejar oleh sejumlah orang yang diduga merupakan rekan para pelaku. Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk membawa kabur sepeda motor Honda GL milik korban.

Motor itu kemudian dibawa ke arah Jalan Moh Yamin menuju kawasan selatan Kota Denpasar.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet dan memar di sejumlah bagian tubuh, termasuk bengkak pada mata kanan dan rusuk kiri. Selain itu, korban diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp17 juta.

"Polsek Denpasar Timur telah menerima laporan terkait dugaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Renon. Saat ini personel masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi para pelaku," imbuh Adi. (ap)
Read More

𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗔𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗿𝘀𝗹𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴

Juni 09, 2026 0

Truk Sampah Terbakar Saat Menuju TPA Suwung, Diduga Akibat Korsleting

DENPASAR, Lensabali.id – Sebuah truk pengangkut sampah mengalami kebakaran saat melintas di Jalan Bypass Ngurah Rai, tepatnya di depan Prima Jaya Stone, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, pada Selasa (09/06/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Kendaraan tersebut diketahui tengah menjalankan aktivitas rutin mengangkut sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Api hanya membakar tumpukan sampah yang berada di dalam bak kendaraan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa dugaan sementara kebakaran dipicu gangguan pada sistem kelistrikan kendaraan.

"Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Pengemudi yang sedang dalam perjalanan menuju TPA Suwung merasakan bagian belakang kendaraan menjadi panas. Setelah kendaraan dihentikan dan diperiksa, ternyata tumpukan sampah di bak truk sudah terbakar dan mengeluarkan api," ujarnya.

Truk Hino berwarna hijau bernomor polisi DK 9534 MD itu dikemudikan oleh Iyan (43). Menyadari adanya kebakaran, ia berusaha memadamkan api menggunakan air yang tersedia di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut belum mampu menghentikan kobaran yang terus membesar.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi turut membantu. Salah satunya Sunarji yang segera mengambil air menggunakan ember setelah mendengar teriakan meminta bantuan. Meski demikian, asap tebal dan api terus muncul dari tumpukan sampah di dalam bak kendaraan.

Petugas pemadam kebakaran kemudian mengerahkan dua unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan rescue untuk melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan.

"Dari hasil penanganan di lapangan tidak terdapat korban jiwa. Pemilik kendaraan juga tidak membuat laporan resmi karena yang terbakar hanya tumpukan sampah di dalam bak truk. Namun identitas kendaraan berupa STNK ikut terbakar dalam kejadian tersebut," jelasnya.

Kepolisian mengimbau seluruh pengemudi kendaraan angkutan agar secara rutin memeriksa kondisi mesin dan instalasi kelistrikan kendaraan guna meminimalkan risiko kebakaran saat beroperasi. (ap)
Read More