LENSA BALI

Hot



Sabtu, 12 September 2026

𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗿𝗮𝗺𝗶𝗸, 𝗜𝗻𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗲𝗿𝗶𝗮𝗹 𝗠𝗲𝘄𝗮𝗵 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗔𝗽𝗽𝗹𝗲 𝗪𝗮𝘁𝗰𝗵

September 12, 2026 0

Dari Emas hingga Keramik, Ini Material Mewah yang Pernah Dipakai Apple Watch

Lensabali.id - Apple kembali menghadirkan material premium pada Apple Watch Series 12. Varian keramik hadir dalam dua pilihan warna, Pearl White dan Night Blue, dengan harga mulai USD 899 atau sekitar Rp14,1 juta. Untuk ukuran casing 46 mm, harganya mencapai USD 949 atau sekitar Rp14,9 juta.

Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan Apple Watch Series 12 berbahan aluminium yang dibanderol mulai USD 399 atau sekitar Rp6,2 juta.

Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 sama-sama menggunakan chip S11, sensor kesehatan generasi baru, fitur Readiness, serta kemampuan Audio Intelligence. Series 12 dirancang lebih tipis dan ringan untuk penggunaan sehari-hari, sedangkan Ultra 4 menyasar pengguna yang aktif berolahraga dan berkegiatan di luar ruangan.

Kembali Hadir Setelah Tujuh Tahun

Meski Apple tidak secara resmi menghidupkan kembali nama "Apple Watch Edition", penggunaan keramik pada Series 12 seolah menjadi penanda kembalinya material premium ke lini jam pintar tersebut.

Keramik ditujukan bagi pengguna yang menginginkan tampilan lebih eksklusif sekaligus daya tahan ekstra. Pilihan ini juga mengingatkan kembali pada perjalanan Apple dalam menggunakan berbagai material untuk produk jam pintarnya.

Pada Apple Watch generasi pertama, Apple sempat menawarkan casing berbahan emas 18 karat. Material tersebut menjadi salah satu pilihan paling mewah yang pernah digunakan Apple untuk perangkat wearable-nya.

Memasuki Apple Watch Series 2, Apple kemudian memperkenalkan material keramik. Material tersebut kembali digunakan pada Series 3 dan Series 5 sebelum akhirnya tidak lagi menjadi pilihan utama sejak 2019.

Setelah periode tersebut, Apple lebih konsisten membagi material berdasarkan kelas produknya. Aluminium menjadi pilihan yang lebih terjangkau, sementara stainless steel dan titanium digunakan untuk varian yang menyasar segmen premium.

Kehadiran kembali keramik pada Apple Watch Series 12 membuat sejarah material perangkat ini kembali menarik perhatian. Apple bukan hanya menawarkan spesifikasi dan fitur, tetapi juga menjadikan material sebagai bagian dari pembeda antara satu varian dengan lainnya.

Dengan harga yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan versi aluminium, varian keramik Series 12 jelas menyasar konsumen yang tidak sekadar mencari fungsi sebuah smartwatch, tetapi juga mengutamakan tampilan dan kesan eksklusif. (*ap)
Read More

𝗣𝗲𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗨𝗻𝗶𝘁𝗲𝗱 𝗗𝗶𝗱𝗲𝗻𝗱𝗮 𝗥𝗽𝟲𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮, 𝗝𝗮𝗻𝘀𝗲𝗻: 𝗦𝘂𝗽𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗧𝗮𝗵𝘂 𝗔𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻

September 12, 2026 0
Petasan Bikin Bali United Didenda Rp60 Juta, Jansen Suporter Harus Tahu Aturan

GIANYAR, Lensabali.id - Bali United harus menerima sanksi denda Rp60 juta dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat insiden petasan saat pertandingan di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Petasan tersebut dinyalakan pada menit ke-82 dan dilempar di sekitar sisi tribun timur yang ditempati suporter.

Oknum yang diduga melempar petasan juga telah diamankan oleh petugas kepolisian. Meski hanya satu petasan, insiden tersebut tetap membuat Serdadu Tridatu mendapat konsekuensi finansial dari Komdis PSSI.

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengatakan kehadiran ribuan suporter memberikan atmosfer luar biasa bagi tim. Namun, ia menegaskan antusiasme di tribun tetap harus berjalan sesuai aturan pertandingan.

"Untuk masalah suporter, saya sangat senang dengan atmosfer dengan hadirnya banyak suporter. Tapi soal aturan, suporter harus tahu aturan karena flare, kembang api, maupun petasan memang sudah dilarang dibawa ke stadion," ujar Johnny dalam konferensi pers, Jumat (11/9/2026), jelang laga melawan Isenmulang FC.

Menurut Johnny, dukungan suporter merupakan energi penting bagi pemain ketika tampil di kandang. Karena itu, ia berharap semangat tersebut tetap dipertahankan tanpa diwujudkan melalui tindakan yang justru merugikan klub.

"Di luar itu saya sangat senang dengan dukungan suporter," katanya.

Denda akibat petasan ini bukan kali pertama diterima Bali United. Pada musim 2026/2027, klub beberapa kali mendapat sanksi dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah akibat pelanggaran yang dilakukan suporter.

Sejumlah pelanggaran sebelumnya antara lain penyalaan flare, kembang api dan petasan, hingga pelemparan kursi ke tengah lapangan. Rangkaian sanksi tersebut menjadi perhatian klub agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Johnny pun meminta seluruh pendukung Bali United lebih disiplin selama berada di stadion. Menurutnya, dukungan suporter tetap dapat menjadi kekuatan besar bagi tim selama disalurkan dengan cara yang sesuai ketentuan.

Atmosfer positif di Stadion Dipta dinilai penting untuk menjaga semangat Serdadu Tridatu saat bermain di hadapan publik sendiri. Karena itu, Johnny berharap dukungan besar dari tribun tetap hadir tanpa harus berujung pada sanksi bagi klub. (ap)
Read More

𝗶𝗣𝗵𝗼𝗻𝗲 𝟭𝟳 𝗠𝗮𝗸𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗿𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗠𝗼𝘁𝗶𝗼𝗻 𝟭𝟮𝟬𝗛𝘇 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮 𝗦𝗲𝗹𝗳𝗶𝗲 𝟮𝟰𝗠𝗣

September 12, 2026 0

iPhone 17 Makin Menarik dengan ProMotion 120Hz dan Kamera Selfie 24MP

Lensabali.id - Salah satu kekurangan iPhone standar yang paling sering dikritik akhirnya dihapus Apple. Setelah bertahun-tahun mempertahankan refresh rate 60Hz, iPhone 17 kini membawa teknologi ProMotion 120Hz ke model reguler.

Kehadiran 120Hz membuat pengalaman menggunakan iPhone 17 terasa jauh lebih mulus. Scrolling media sosial, perpindahan aplikasi hingga bermain game dengan frame rate tinggi terasa lebih responsif dibandingkan generasi sebelumnya.

Layar yang digunakan masih berupa Super Retina XDR OLED berukuran 6,1 inci. Panel tersebut juga mengusung teknologi LTPO sehingga refresh rate dapat menyesuaikan aktivitas pengguna. Ketika menampilkan konten statis, refresh rate bisa diturunkan untuk membantu menghemat baterai.

Apple turut memberikan lapisan anti-reflective baru. Fitur ini membuat pantulan cahaya lebih minim ketika ponsel digunakan di luar ruangan, sekaligus memberikan perlindungan tambahan terhadap goresan ringan.

Desain Masih Familiar

Dari sisi desain, iPhone 17 tidak membawa perubahan radikal. Apple masih mempertahankan bentuk yang familier dengan bingkai aluminium aerospace-grade dan kaca belakang bertekstur lebih kesat.

Modul kamera vertikal juga tetap digunakan, sementara Action Button dan Camera Control terasa lebih matang. Haptic feedback pada Camera Control terasa lebih presisi sehingga risiko salah menekan ketika mengatur fokus atau zoom dapat diminimalkan.

Pilihan warnanya pun dibuat lebih berani dibandingkan generasi sebelumnya. Meski bukan model Pro, iPhone 17 tetap memberikan kesan premium saat digenggam.

Kamera Depan Naik ke 24MP

Perubahan menarik lainnya terdapat pada kamera depan. Apple meningkatkan resolusinya dari 12MP menjadi 24MP dengan lensa enam elemen baru.

Hasilnya terasa pada detail foto. Tekstur wajah, rambut dan objek di sekitar terlihat lebih tajam, sementara kemampuan menangani latar belakang terang juga semakin baik.

Peningkatan ini membuat kamera depan iPhone 17 cukup menarik bagi pembuat konten maupun pengguna yang aktif mengunggah foto dan video ke media sosial.

Di belakang, Apple masih mempertahankan kamera utama 48MP dan ultrawide 12MP. Kamera utama mendapat dukungan Photonic Engine generasi terbaru untuk membantu menghasilkan foto dengan detail lebih baik, termasuk pada kondisi minim cahaya.

Kamera ultrawide juga memiliki autofocus sehingga dapat digunakan untuk fotografi makro. Namun, absennya kamera telephoto optik masih menjadi pembeda utama dengan lini Pro. Pengguna hanya mendapatkan kemampuan crop zoom 2x yang kualitasnya dapat menurun ketika diperbesar pada layar yang lebih besar.

A19 dan Apple Intelligence

Untuk performa, iPhone 17 ditenagai chipset A19 berbasis proses fabrikasi 3nm generasi ketiga. Chip tersebut tidak hanya menawarkan performa tinggi, tetapi juga dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan kecerdasan buatan secara lebih efisien.

RAM 8GB menjadi salah satu komponen penting untuk mendukung Apple Intelligence yang dapat berjalan langsung di perangkat. Integrasi AI juga membuat Siri terasa lebih kontekstual dalam menjalankan berbagai tugas.

Dalam penggunaan berat, termasuk bermain game seperti Genshin Impact dan Zenless Zone Zero dengan pengaturan grafis tinggi, perangkat memang terasa hangat. Namun, panas tersebut tidak sampai membuat performa turun secara drastis.

Baterai Tetap Bisa Diandalkan

Kekhawatiran bahwa layar 120Hz akan menguras baterai lebih cepat cukup terjawab melalui kombinasi panel LTPO dan efisiensi chipset A19.

Dalam penggunaan harian, iPhone 17 mampu bertahan dari pagi hingga malam dengan Screen-on-Time sekitar 7-8 jam. Aktivitas seperti menonton YouTube, mendengarkan Spotify melalui Bluetooth, berselancar di media sosial hingga bermain game masih dapat dilakukan tanpa harus sering mencari charger.

Untuk pengisian daya, MagSafe kini menawarkan kecepatan nirkabel yang lebih baik dengan adaptor kompatibel. Namun, pengisian melalui USB-C belum mendapat peningkatan signifikan. Transfer datanya juga masih menggunakan standar USB 2.0.

Secara keseluruhan, iPhone 17 menjadi salah satu model standar Apple yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. ProMotion 120Hz akhirnya menghilangkan kompromi terbesar pada layar, sementara kamera depan 24MP, chipset A19, Apple Intelligence dan daya tahan baterai melengkapi pengalaman pengguna.

Bagi pengguna iPhone 13, 14 atau 15, peningkatan ke iPhone 17 terasa cukup signifikan. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat pada spesifikasi, tetapi juga langsung terasa dalam penggunaan sehari-hari. (*ap)
Read More