LENSA BALI

Hot



Selasa, 03 Februari 2026

𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗥𝗦𝗗 𝗠𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀𝗮𝗱𝗮, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗔𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗱𝗼𝗺𝗶𝗻𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿

Februari 03, 2026 0
Remaja Dikeroyok di Depan RSD Mangusada, Polisi Amankan Pelaku yang Didominasi Pelajar

BADUNG, Lensabali.id - Polisi mengamankan 10 orang terkait kasus pengeroyokan terhadap remaja berinisial IGSP (16) yang terjadi di depan Rumah Sakit Daerah Mangusada, Kelurahan Kapal, Kabupaten Badung. Dari hasil pendataan awal, mayoritas terduga pelaku diketahui masih berstatus sebagai pelajar aktif.

Pihak kepolisian menyebutkan, sembilan dari sepuluh orang yang diamankan masih duduk di bangku sekolah, sementara satu orang lainnya telah menyelesaikan pendidikan. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik Polres Badung.

“Ya betul, sembilan pelaku masih pelajar. Sementara satu orang lainnya tercatat sudah tamat sekolah,” ujar Pelaksana sementara Kasi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (3/2/2026).

Berdasarkan keterangan sementara, korban diduga diserang secara tiba-tiba oleh sekelompok orang tak dikenal saat berada di sekitar simpang Jalan Raya Lukluk. Sebelumnya, korban dan temannya berusaha menghindari kerumunan massa dan memilih menepi di dekat pertigaan depan RSD Mangusada.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerumunan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas balap liar. Saat korban berusaha berbalik arah ke barat, kelompok tersebut mendatangi dan langsung melakukan pemukulan secara brutal.

Meski korban telah tersungkur di aspal, aksi kekerasan tidak berhenti. Korban masih menerima tendangan dan pukulan menggunakan tongkat kayu, yang mengakibatkan luka serius di bagian kepala dan punggung.

“Korban mengalami luka robek di bagian belakang kepala hingga harus mendapat empat jahitan akibat hantaman benda tumpul. Saat ini kondisinya sudah membaik dan sudah kami mintai keterangan,” jelas Ayu Inastuti.

Penyidik masih mendalami motif pasti pengeroyokan tersebut, mengingat korban dan para pelaku diketahui tidak saling mengenal. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya konflik lama atau faktor lain yang memicu kejadian di jalur Denpasar–Gilimanuk tersebut.

Sementara itu, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan menyatakan akan meningkatkan patroli malam di wilayahnya, khususnya pada jam-jam rawan dan di titik perbatasan yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa.

“Intensitas patroli malam Linmas akan kami tingkatkan, terutama di jam rawan. Fokusnya pada jalur perbatasan dan titik kumpul potensial,” ujarnya. (apn)
Read More

𝗟𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘁𝗮𝗺𝗮, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀, 𝗖𝗲𝗽𝗮𝘁, 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗞𝘂𝗻𝗰𝗶 𝗞𝗶𝗻𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵

Februari 03, 2026 0
Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Gubernur Koster Fokus, Cepat, dan Berintegritas Jadi Kunci Kinerja Pimpinan Perangkat Daerah

DENPASAR, Lensabali.id - Gubernur Bali Wayan Koster melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/2/2026).

Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 175/04-C/HK/2026. Adapun pejabat yang dilantik antara lain Dr. Drs. I Made Rentin, AP., M.Si sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Masyarakat, dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Selanjutnya, Ida Bagus Gede Sudarsana, S.H. dilantik sebagai Inspektur Daerah Provinsi Bali, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali.

Posisi Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali kini diisi oleh I Made Dwi Arbani, S.TP., M.Si, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali.

Sementara itu, tiga jabatan Pimpinan Tinggi Pratama lainnya diisi melalui promosi pejabat administrator. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali dijabat oleh Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag., M.Si; Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Bali dijabat Ngurah Satria Wardana, S.H., M.H.; serta Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali dijabat I Made Suparta, AP., MT.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa dirinya akan memberikan pengarahan khusus kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menekankan pentingnya bekerja secara fokus, cepat, tulus, dan lurus dalam menjalankan tugas sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Lantik Enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Gubernur Koster Fokus, Cepat, dan Berintegritas Jadi Kunci Kinerja Pimpinan Perangkat Daerah

“Di periode kedua ini, saya ingin tancap gas. Karena itu sedapat mungkin saya tidak mau melakukan perubahan lagi, kecuali ada yang pensiun atau ada hal yang bersifat khusus,” ujar Gubernur Koster.

Ia menegaskan, stabilitas birokrasi harus dijaga karena menjadi tulang punggung penyelenggaraan pemerintahan. Oleh sebab itu, pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dilakukan berdasarkan sistem merit, yakni mempertimbangkan prestasi, kompetensi, dan pengalaman.

Koster juga menyinggung penugasan khusus yang sebelumnya diemban Made Rentin saat memimpin Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Menurutnya, tugas tersebut tergolong berat dan membutuhkan penanganan cepat.

“Ada pejabat yang pensiun, namun juga ada yang bersifat spesifik, seperti Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Pak Rentin. Tugas yang dijalani berat dan harus diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa Made Rentin sebelumnya dipilih langsung karena dinilai memiliki kepemimpinan yang responsif saat menjabat Kepala BPBD Provinsi Bali. Namun, karena kondisi kesehatannya saat ini, ia diberikan kesempatan untuk menjalani perawatan hingga pulih sepenuhnya. (hms/ap)
Read More

𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗣𝗮𝘀𝗲𝗸 𝗚𝗲𝗹𝗴𝗲𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟱𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Februari 03, 2026 0
Enam Pelinggih Pura Panti Pasek Gelgel Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

GIANYAR, Lensabali.id - Musibah kebakaran menghanguskan enam pelinggih di Pura Panti Pasek Gelgel yang berlokasi di Jalan Mahendradata, Kelurahan Bitera, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (2/2/2026). Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena area pura dalam kondisi sepi saat kejadian.

“Terjadi peristiwa kebakaran enam buah pelinggih. Kejadiannya, tadi pukul 10.20 Wita,” ujar Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama I Made Kabel yang melihat kobaran api disertai asap tebal dari dalam area pura. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada Jro Mangku Pura Panti Pasek Gelgel, Nyoman Cakra, serta diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

Sekitar 10 menit berselang, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi melalui gang akses menuju pura. Proses pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api hingga akhirnya api berhasil dikendalikan.

“Tim pemadam kebakaran dan personel Polsek Gianyar melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada sumber api lagi,” kata Suardita. Api sepenuhnya dipadamkan sekitar pukul 11.40 Wita.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal api bersumber dari dupa yang dinyalakan saat persembahyangan Purnama. Akibat kejadian tersebut, enam pelinggih dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta kini hanya tersisa puing-puing.

“Tidak ada korban jiwa. Karena pura sedang sepi,” pungkas Suardita. (ap)
Read More