LENSA BALI

Hot



Kamis, 05 November 2026

𝗠𝗶𝗰𝗿𝗼𝘀𝗼𝗳𝘁 𝗥𝗶𝗹𝗶𝘀 𝗪𝗶𝗻𝗱𝗼𝘄𝘀 𝟭𝟭 𝟮𝟲𝗛𝟮, 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗮𝗺𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

November 05, 2026 0
Microsoft Rilis Windows 11 26H2, Bawa Peningkatan Keamanan dan Stabilitas

Lensabali.id - Microsoft mulai menghadirkan pembaruan Windows 11 26H2 atau Windows 11 2026 Update. Pembaruan ini tersedia secara gratis, termasuk bagi pengguna Windows 10 yang memenuhi persyaratan dan terdaftar dalam program dukungan resmi. Sejumlah peningkatan stabilitas serta keamanan menjadi fokus utama dalam rilis terbaru tersebut.

Meski dukungan utama Windows 10 telah berakhir pada 2025, Microsoft masih memberikan kesempatan bagi pengguna untuk beralih secara bertahap. Pengguna rumahan yang memenuhi ketentuan program dukungan keamanan saat ini masih dapat memperoleh pembaruan keamanan gratis hingga Oktober 2027.

Bagi pengguna yang ingin berpindah ke sistem operasi lebih baru, perangkat Windows 10 yang memenuhi persyaratan dapat melakukan upgrade tanpa biaya ke Windows 11 26H2. Kesamaan struktur lisensi antara kedua sistem operasi tersebut turut mempermudah proses perpindahan, baik untuk pengguna pribadi maupun perusahaan.

Fokus pada Stabilitas dan Keamanan

Windows 11 26H2 pertama kali diluncurkan pada akhir September 2026 untuk perangkat dengan arsitektur x86-64 dan Arm. Microsoft merancang pembaruan ini agar tidak menimbulkan banyak gangguan, dengan mengaktifkan sejumlah fitur yang sebenarnya telah tersedia dalam versi sebelumnya.

Selain peningkatan stabilitas, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Seiring berkembangnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan celah pada perangkat lunak, Microsoft terus memperkuat perlindungan sistem melalui pembaruan dan paket perbaikan keamanan.

Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menutup potensi kerentanan yang dapat mengancam komputer pengguna. Microsoft juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak pengguna Windows 10 untuk beralih ke sistem operasi yang lebih baru. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗛𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗴𝗲 𝗚𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗠𝗮𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘀𝗼𝗿𝗼𝘁, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗹𝘂𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗧𝗿𝗼𝘁𝗼𝗮𝗿 𝗥𝘂𝘀𝗮𝗸

November 05, 2026 0
Penataan Heritage Gajah Mada Disorot, Warga Keluhkan Jalan Berlubang hingga Trotoar Rusak

DENPASAR, Lensabali.id - Penataan kawasan Heritage Gajah Mada yang tengah dikerjakan Pemerintah Kota Denpasar mendapat beragam tanggapan masyarakat. Di tengah upaya mempercantik kawasan bersejarah tersebut, sejumlah warga menilai masih banyak fasilitas publik di wilayah lain yang membutuhkan perhatian, mulai dari jalan berlubang, penerangan minim, trotoar rusak hingga persoalan drainase.

Salah satu warga yang menyampaikan pandangannya adalah Pande Komang Ristya Triamanda. Pekerja swasta yang berprofesi sebagai desainer grafis ini mengaku setiap hari melintasi Jalan Gajah Mada dan Lapangan Puputan sebagai bagian dari perjalanan menuju tempat kerjanya.

Menurut Ristya, pembangunan patung dan penataan kawasan Gajah Mada belum menjadi kebutuhan yang paling mendesak. Ia menilai pemerintah perlu mempertimbangkan kondisi sejumlah ruas jalan lain di Denpasar yang masih membutuhkan pembenahan.

"Menurut saya pribadi, pembangunan patung dan penataan kawasan Jalan Gajah Mada saat ini belum menjadi hal yang terlalu mendesak. Mengingat masih ada beberapa ruas jalan lain di Denpasar yang menurut saya membutuhkan perhatian dan penataan lebih prioritas," ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Ia juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut pernah ditata pada 2021. Karena itu, menurutnya, perlu ada pertimbangan mengenai urgensi penataan kembali dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

"Menurut saya perlu dipertimbangkan kembali apakah penataan ulang dalam waktu yang relatif berdekatan memang menjadi kebutuhan utama saat ini. Saya merasa anggaran dan perhatian pemerintah bisa diarahkan terlebih dahulu ke kawasan lain yang kondisinya lebih membutuhkan pembenahan," imbuhnya.

Ristya menyebut beberapa ruas jalan yang menurut pengamatannya membutuhkan perhatian, antara lain Jalan Sugianyar, Jalan Merdeka, kawasan Cargo, serta Jalan Tukad di wilayah Renon. Sejumlah titik tersebut dinilai mulai mengalami kerusakan dan berlubang.

"Pertama, kondisi jalan di beberapa kawasan yang mulai rusak dan berlubang, seperti Jalan Sugianyar, Jalan Merdeka, kawasan Cargo, Jalan Tukad di area Renon, serta beberapa ruas jalan lainnya di Denpasar," sebutnya.

Selain jalan, ia menyoroti minimnya penerangan di sejumlah ruas, seperti kawasan Cargo, Gatot Subroto (Gatsu), dan Bypass Ngurah Rai. Kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi kenyamanan sekaligus keamanan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

Fasilitas trotoar juga menjadi perhatian. Ristya menyebut trotoar di Jalan Sudirman dan Hasanuddin yang pernah dilaluinya sudah mengalami kerusakan dan kurang nyaman digunakan pejalan kaki.

"Selain itu, fasilitas trotoar bagi pejalan kaki juga masih perlu dibenahi. Beberapa trotoar yang pernah saya lewati, seperti di kawasan Jalan Sudirman dan Hasanuddin, kondisinya sudah rusak dan kurang nyaman digunakan," kata perempuan 25 tahun itu.

Ia turut menilai halte Teman Bus perlu mendapat peningkatan perawatan agar dapat menunjang mobilitas masyarakat. Persoalan drainase juga disoroti, terutama aliran air dari gorong-gorong di depan SMAN 2 Denpasar yang menurut pengamatannya sudah lama belum tertangani.

"Sepengetahuan saya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum tertangani dengan baik hingga sekarang, sehingga berpotensi menyebabkan banjir," keluhnya.

Warga Soroti Waktu Pengerjaan

Keluhan mengenai penataan Gajah Mada juga disampaikan Elfira Septiani. Pegawai swasta berusia 27 tahun yang memiliki aktivitas cukup tinggi di Denpasar itu mengaku mendukung pembangunan untuk memperbaiki tata kawasan dan estetika kota. Namun, ia mempertanyakan pemilihan waktu pengerjaan yang berlangsung menjelang akhir tahun.

"Sebagai warga Denpasar sih sebenarnya senang ya kalau ada pembangunan yang tujuannya merapikan jalanan dan menambah estetika. Cuma yang aku sayangkan kenapa pembangunannya dilakukan akhir tahun," ujar perempuan 27 tahun itu.

Bekerja di industri hospitality membuat Elfira melihat akhir tahun sebagai periode dengan mobilitas masyarakat yang meningkat. Pada masa tersebut, warga dan wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara diperkirakan banyak melintasi kawasan Gajah Mada.

Ia juga menilai proses pembangunan yang berlangsung cukup lama turut mengganggu aktivitas pengguna jalan.

"Pembangunan di sana itu lambat dan agak mengganggu," katanya.

Sebagai pengguna sepeda motor, Elfira berharap pemerintah memberi perhatian pada jalan berlubang di sejumlah kawasan Denpasar. Sementara sebagai pejalan kaki, ia menginginkan fasilitas trotoar dan halte turut dibenahi agar lebih nyaman digunakan masyarakat.

Menurutnya, trotoar yang layak juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas komunitas yang rutin menggelar kegiatan berjalan kaki di sejumlah kawasan kota.

"Di daerah tersebut masih sering ada komunitas yang berkegiatan dengan cara jalan kaki. Jadi, aku harap trotoarnya di daerah tersebut dapat dibangun dengan proper," harapnya. (ap)
Read More

𝗔𝗱𝗼𝗽𝘀𝗶 𝗔𝗜 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗹𝘂𝗮𝘀, 𝟯,𝟮𝟰 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗚𝗲𝗻𝗔𝗜

November 05, 2026 0
Adopsi AI Kian Meluas, 3,24 Miliar Orang Aktif Pakai GenAI

Lensabali.id – Teknologi kecerdasan buatan generatif atau generative AI (GenAI) semakin luas digunakan masyarakat dunia. Hingga Oktober 2026, jumlah pengguna aktif berbagai platform GenAI tercatat mencapai 3,24 miliar orang atau setara dengan 38,9% dari total populasi global.

Data tersebut menunjukkan lebih dari sepertiga penduduk dunia telah memanfaatkan layanan AI generatif dalam aktivitas mereka. Angka pengguna ini meningkat lebih dari 1,2 miliar orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan Digital 2027 Global Overview Report yang diterbitkan We Are Social bersama Meltwater, pertumbuhan pengguna GenAI mencapai 57,2% dalam setahun hingga Oktober 2026. Peningkatan ini mencerminkan semakin cepatnya penerimaan teknologi AI di berbagai belahan dunia.

"Analisis terbaru Manochi mengungkapkan bahwa lebih dari 1 dari 3 orang di seluruh dunia kini menggunakan AI generatif setiap bulan," tulis We Are Social dalam laporannya, Selasa (3/11/2026).

Perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah pengguna yang mengakses setidaknya satu dari platform Large Language Model (LLM) teratas selama Oktober 2026. Meski demikian, angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah individu unik. Satu orang memungkinkan menggunakan beberapa akun, baik untuk kepentingan pribadi maupun pekerjaan, sekaligus mengakses berbagai layanan AI.

Di antara banyaknya platform yang tersedia, ChatGPT masih menempati posisi teratas sebagai layanan GenAI paling banyak digunakan di dunia. Platform tersebut berada di atas Gemini, Copilot, Claude, DeepSeek, Grok, Meta AI, hingga Dola.

Laporan itu juga mengingatkan bahwa pemeringkatan aplikasi seluler dan layanan berbasis web menggunakan metode pengukuran berbeda. Karena itu, jumlah pengguna dari kedua kanal tersebut tidak dapat langsung dijumlahkan, mengingat seseorang bisa mengakses layanan yang sama melalui aplikasi maupun browser.

Survei GWI yang dikutip dalam laporan tersebut turut mengungkap alasan masyarakat menggunakan AI. Mencari informasi menjadi kebutuhan utama, sebagaimana disampaikan oleh 60,4% pengguna. Berikutnya, sebanyak 40,6% memanfaatkan AI untuk memperoleh saran atau solusi atas persoalan yang dihadapi.

Sementara itu, 38,4% responden menggunakan teknologi tersebut untuk belajar dan meningkatkan keterampilan. Kebutuhan hiburan juga menjadi salah satu alasan penggunaan AI, dengan lebih dari seperempat pengguna menyebut aktivitas tersebut sebagai tujuan mereka.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI telah berkembang melampaui kebutuhan pekerjaan. Teknologi generatif kini semakin dekat dengan rutinitas masyarakat, mulai dari mencari informasi dan menyelesaikan persoalan hingga belajar serta menikmati hiburan. (*ap)
Read More