LENSA BALI

Hot



Rabu, 01 Juli 2026

𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗘𝘃𝗮𝗸𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗪𝗡𝗔 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗛𝗼𝘁𝗲𝗹 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮

Juli 01, 2026 0
Satpol PP Evakuasi WNA Australia yang Diduga Depresi dari Hotel di Kuta

BADUNG, Lensabali.id - Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial ALB (55) diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Khusus Pariwisata Kabupaten Badung setelah diduga mengamuk di sebuah akomodasi wisata di Jalan Nakula, Kecamatan Kuta, Rabu (1/7) pagi. Tindakan tersebut dilakukan menyusul laporan dari pihak hotel yang merasa resah atas perilaku tamunya.

Kepala Seksi Operasional Satpol PP Badung, Made Astika Jaya, mengatakan laporan diterima dari manajemen hotel yang meminta bantuan petugas untuk menangani seorang tamu yang diduga mengalami gangguan psikologis.

"Info awal kami terima dari manajemen hotel," ujar Astika Jaya saat dihubungi, Rabu (1/7).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Badung mengerahkan lima personel ke lokasi sekitar pukul 08.00 WITA. Petugas diterjunkan untuk mengamankan situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap tamu maupun lingkungan sekitar hotel.

Sesampainya di lokasi, petugas terlebih dahulu berupaya menenangkan ALB melalui pendekatan persuasif. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak bersikap kooperatif.

Demi menjaga keselamatan WNA tersebut dan orang-orang di sekitarnya, petugas akhirnya mengambil tindakan represif secara terukur dengan mengikat kedua pergelangan tangannya sebelum proses evakuasi dilakukan.

Setelah kondisinya mulai tenang, ALB kemudian dibawa keluar dari hotel menggunakan kendaraan petugas dan selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah untuk menjalani pemeriksaan serta memperoleh penanganan medis lebih lanjut.

"Karena diduga mengalami depresi, selanjutnya yang bersangkutan kami serahkan ke RSUP Prof Ngoerah untuk mendapat penanganan medis," tegas Astika Jaya.

Pihak Satpol PP memastikan penanganan dilakukan sesuai prosedur dengan mengutamakan aspek keselamatan dan kemanusiaan. Dugaan kondisi psikologis yang dialami WNA tersebut selanjutnya akan ditangani oleh tim medis di RSUP Prof. Ngoerah. (ap)
Read More

𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗡𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗵𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗡𝘆𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗥𝗲𝗯𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗕𝗵𝘂𝘄𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗕𝗲𝗷𝗶

Juli 01, 2026 0
DPRD Badung Ngaturang Bhakti pada Karya Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji

BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti bersama jajaran anggota DPRD Kabupaten Badung mengikuti persembahyangan bersama dalam rangka Karya Nyatur Rebah di Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji, kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (29/6). Upacara yang berlangsung pada rahina Soma Paing Langkir ini bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kasa dan berlangsung dengan penuh kekhusyukan.

Persembahyangan tersebut turut dihadiri Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Sekretaris Daerah Badung Ida Bagus Surya Suamba, jajaran organisasi perempuan, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Prosesi yadnya dipuput oleh Ida Pedanda Gede Buruan dari Griya Pasraman Darmasaba selaku Sulinggih Siwa dan Ida Pedanda Gede Putra Dharma dari Griya Budha Purnawati Sidharta Karang Embang, Gulingan, Mengwi selaku Sulinggih Budha. Rangkaian upacara juga diiringi dengan nyejer Ida Bhatara selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti mengatakan, Karya Nyatur Rebah memiliki makna spiritual yang mendalam bagi pemerintah daerah sebagai momentum memohon keselamatan, kerahayuan, serta tuntunan dalam menjalankan amanah melayani masyarakat.

"Melalui persembahyangan bersama ini, kami memohon anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Badung dapat berjalan lancar, harmonis, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar Gumanti.

Politisi PDI Perjuangan asal Kuta itu menambahkan, keberadaan Pura Lingga Bhuwana dan Pura Beji di kawasan Puspem menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai dharma, kejujuran, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Menurutnya, pelaksanaan Karya Nyatur Rebah yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Kasa juga menjadi momentum untuk memperkuat sraddha dan bhakti umat Hindu sekaligus memperteguh komitmen pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang selaras dengan nilai spiritual dan budaya Bali. (*/ap)
Read More

𝗝𝗮𝗷𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗟𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗠𝗮𝗻𝗶𝘀 𝗱𝗶 𝗣𝗞𝗕 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗢𝗺𝘇𝗲𝘁 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟮,𝟱 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

Juli 01, 2026 0
Jajanan Tradisional Laris Manis di PKB 2026, Omzet UMKM Capai Rp2,5 Miliar

DENPASAR, Lensabali.id - Kuliner tradisional masih menjadi daya tarik utama bagi pengunjung dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Beragam hidangan khas Bali, mulai dari babi guling, cendol, laklak hingga serombotan, tercatat sebagai produk yang paling banyak diburu selama penyelenggaraan festival budaya tahunan tersebut.

Koordinator UMKM PKB 2026, Arya, mengatakan babi guling masih menjadi menu dengan penjualan tertinggi. Selain itu, minuman tradisional dan aneka jajanan khas Bali juga mendapat respons positif dari para pengunjung.

"Sementara sih yang paling banyak itu memang masih di babi guling sih yang jelas. Kemudian juga model-model minuman tradisional, ya cendol dan makanan ringan tradisional kayak laklak, serombotan," kata Arya saat ditemui di lokasi.

Tingginya minat masyarakat turut mendongkrak omzet pelaku UMKM pada kloter pertama yang berlangsung 13-27 Juni 2026. Selama periode tersebut, total transaksi yang dibukukan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Arya berharap capaian serupa bahkan lebih tinggi dapat diraih pada kloter kedua sehingga target total omzet UMKM selama penyelenggaraan PKB 2026 sebesar Rp5 miliar bisa tercapai.

"Tahun lalu kan Rp5 miliar, jadi ya kami harap mudah-mudahan tercapai juga gitu," ujarnya.

Menurutnya, penerapan sistem dua kloter bagi pelaku UMKM merupakan inovasi baru pada PKB tahun ini. Skema tersebut diterapkan sebagai hasil evaluasi penyelenggaraan sebelumnya agar kesempatan berjualan lebih merata bagi seluruh peserta.

Selain itu, jumlah stan yang dikurangi dari 52 menjadi 37 membuat area makan menjadi lebih luas dan nyaman bagi pengunjung. Kondisi tersebut dinilai turut meningkatkan potensi transaksi karena pengunjung memiliki ruang yang lebih leluasa untuk menikmati kuliner.

Salah seorang pengunjung, Diah Ayu (25), mengaku tertarik mencoba berbagai jajanan tradisional yang dijual di kawasan UMKM PKB. Ia membeli laklak, es daluman, rujak, hingga serombotan karena banyaknya pilihan yang tersedia.

"Banyak pilihan makanannya jadi kalap ke sini. Enak-enak sih rasanya dan murah juga," ujar Diah. (ap)
Read More