Lensabali.id - Keakuratan simulasi Piala Dunia milik EA Sports FC kembali menjadi sorotan setelah berhasil memprediksi Spanyol sebagai juara Piala Dunia 2026. Hasil tersebut memperpanjang rekor prediksi tepat gim sepak bola besutan EA Sports menjadi lima edisi Piala Dunia secara beruntun.
Keberhasilan tersebut bukanlah fenomena baru. Sejak Piala Dunia 2010, simulasi yang dijalankan EA Sports secara konsisten mampu menebak negara yang akhirnya mengangkat trofi juara. Meski detail pertandingan dan skor akhir tidak selalu identik dengan kenyataan, hasil akhirnya kerap sesuai dengan prediksi.
Pada Piala Dunia 2010, simulasi EA Sports memprediksi Spanyol mengalahkan Belanda di partai final, yang kemudian benar-benar terjadi. Empat tahun berselang, sistem yang sama memperkirakan Jerman menjadi juara setelah mengalahkan Argentina di Brasil.
Akurasi itu berlanjut pada edisi 2018 saat Prancis diproyeksikan menjadi kampiun usai menundukkan Kroasia. Kemudian pada Piala Dunia 2022, simulasi kembali tepat dengan menempatkan Argentina sebagai juara setelah mengalahkan Prancis di Qatar.
Kini, pada Piala Dunia 2026, EA Sports FC kembali membuktikan ketajamannya dengan memprediksi Spanyol sebagai juara dunia. Gelar tersebut akhirnya benar-benar diraih La Furia Roja setelah menaklukkan Argentina di partai final.
Lalu, bagaimana sistem ini bekerja? EA Sports FC mengandalkan basis data yang sangat besar dan terus diperbarui, mencakup ribuan pemain serta tim nasional dari seluruh dunia. Data tersebut meliputi kemampuan individu pemain, kekuatan tim secara keseluruhan, strategi permainan, performa historis, hingga berbagai indikator statistik lainnya.
Dengan bantuan kecerdasan buatan dan algoritma analitik, sistem kemudian menjalankan ribuan simulasi pertandingan untuk menghitung berbagai kemungkinan hasil turnamen. Proses tersebut dirancang agar mendekati kondisi nyata sehingga menghasilkan prediksi yang berbasis data, bukan sekadar tebakan.
Meski tidak dapat menjamin hasil secara mutlak, keberhasilan menebak juara dalam lima Piala Dunia berturut-turut menunjukkan bahwa analisis data dan teknologi simulasi modern kini memiliki pengaruh besar dalam memproyeksikan hasil kompetisi sepak bola tingkat dunia. (ap)


