LENSA BALI

Hot



Senin, 18 Mei 2026

𝗡𝘂𝗯𝗶𝗮 𝗡𝗲𝗼 𝟱 𝟱𝗚 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗼 𝟱 𝗚𝗧 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗥𝗜, 𝗨𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗚𝗮𝗺𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗲𝗺𝗶𝘂𝗺

Mei 18, 2026 0
Nubia Neo 5 5G dan Neo 5 GT Hadir di RI, Usung Fitur Gaming Premium

Lensabali.id – Nubia resmi memperkenalkan lini smartphone gaming terbaru mereka di Indonesia melalui kehadiran Nubia Neo 5 5G dan Nubia Neo 5 GT. Kedua perangkat tersebut menyasar pengguna mobile gaming yang menginginkan performa tinggi dengan harga lebih kompetitif.

Peluncuran Nubia Neo 5 Series digelar dalam acara gaming showcase di Gandaria City, Jakarta, pada 16-17 Mei 2026. Dalam seri terbaru ini, Nubia menghadirkan sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada smartphone gaming flagship.

Mulai dari shoulder trigger 550Hz, sistem pendingin berukuran besar, hingga kipas pendingin internal khusus untuk varian Nubia Neo 5 GT.

“nNubia Neo 5 Series dirancang bagi para gamer yang membutuhkan performa stabil, respons cepat, dan daya tahan baterai untuk bermain lebih lama,” ujar Country Manager nubia Indonesia, Zhuang Yongke.

Nubia Neo 5 GT hadir sebagai model tertinggi di seri ini dengan layar AMOLED 1.5K ber-refresh rate 144Hz yang dirancang memberikan pengalaman gaming lebih mulus dan responsif.

Perangkat tersebut juga dibekali cooling fan internal yang diklaim menjadi fitur pertama di kelasnya. Sistem pendingin itu dipadukan dengan VC Cooling dan Graphene dengan total area pendinginan mencapai 29.508 mm².

Untuk performa, Nubia Neo 5 GT menggunakan chipset fabrikasi 4nm yang diklaim mampu menghadirkan efisiensi daya lebih baik dan performa gaming stabil.

Fitur pendukung gaming lainnya meliputi Neo Triggers 5.0 550Hz, Magic Touch Algorithm 3.0 hingga 3.049Hz, NeoTurbo Engine, AI Game Space 5.0, serta 360° Game Antenna.

Di sektor daya, smartphone ini dibekali baterai dual-cell 6.210mAh dengan dukungan fast charging 80W dan fitur Bypass Charging untuk mengurangi panas saat bermain sambil mengisi daya.

Sementara itu, Nubia Neo 5 5G hadir sebagai opsi lebih terjangkau dengan chipset 6nm yang difokuskan pada keseimbangan performa dan efisiensi daya.

Meski berada di kelas lebih rendah, perangkat tersebut tetap membawa fitur gaming utama seperti Neo Triggers 5.0 550Hz, NeoTurbo Engine, AI Game Space 5.0, dan 360° Game Antenna.

Untuk harga, Nubia Neo 5 5G varian 8GB/256GB dibanderol Rp 5.699.000. Sedangkan Nubia Neo 5 GT dijual mulai Rp 6.499.000 untuk varian 8GB/256GB dan Rp 6.999.000 untuk versi 12GB/256GB. (ap)
Read More

𝗠𝗶𝗰𝗿𝗼𝘀𝗼𝗳𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗚𝟰𝟮 𝗛𝗮𝗱𝗮𝗽𝗶 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗜 𝗱𝗶 𝗞𝗲𝗻𝘆𝗮

Mei 18, 2026 0
Microsoft dan G42 Hadapi Kendala Energi untuk Bangun Data Center AI di Kenya

Lensabali.id - Rencana pembangunan data center kecerdasan buatan (AI) milik Microsoft bersama perusahaan teknologi Abu Dhabi, G42, di Kenya dilaporkan menghadapi hambatan serius terkait pasokan energi listrik.

Berdasarkan laporan Bloomberg, proyek tersebut tertunda karena pemerintah Kenya belum mampu memenuhi permintaan jaminan kapasitas listrik tahunan yang dibutuhkan untuk mendukung operasional fasilitas AI tersebut.

Presiden Kenya, William Ruto, mengungkapkan kebutuhan energi data center itu sangat besar hingga berpotensi membebani sistem kelistrikan nasional.

Ia bahkan menggambarkan Kenya kemungkinan harus memadamkan listrik di separuh wilayah negara demi memastikan fasilitas tersebut tetap beroperasi secara stabil.

Proyek pembangunan data center ini pertama kali diumumkan pada Mei 2024 saat Ruto melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Fasilitas tersebut rencananya dibangun di kawasan Olkaria, Rift Valley, dengan memanfaatkan sumber energi panas bumi atau geothermal.

Dalam kerja sama tersebut, G42 bertugas memimpin pembangunan fasilitas data center, sedangkan Microsoft menyediakan dukungan layanan cloud Azure untuk kebutuhan pelanggan di kawasan Afrika Timur.

Pada tahap awal, fasilitas itu ditargetkan memiliki kapasitas 100 megawatt dan dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini. Namun dalam pengembangan jangka panjang, kapasitasnya dirancang meningkat hingga mencapai 1 gigawatt.

Besarnya kebutuhan daya inilah yang kemudian menjadi tantangan utama proyek tersebut. Saat ini, kapasitas listrik nasional Kenya berada di kisaran 3.000 hingga 3.200 megawatt, sementara beban konsumsi puncaknya mencapai sekitar 2.444 megawatt.

Apabila proyek mencapai kapasitas penuh 1 gigawatt, data center tersebut diperkirakan akan menyerap sekitar sepertiga total kapasitas listrik nasional Kenya.

Bahkan pada tahap awal 100 megawatt saja, fasilitas tersebut disebut akan menggunakan porsi besar dari pembangkit panas bumi Olkaria yang saat ini menghasilkan sekitar 950 megawatt listrik.

Meski proyek mengalami penundaan, pemerintah Kenya memastikan pembicaraan dengan Microsoft masih terus berlangsung. Sekretaris Kementerian Informasi Kenya, John Tanui, menyebut skala proyek masih memerlukan sejumlah penyesuaian teknis.

Kerja sama Microsoft dan G42 sendiri menjadi sorotan sejak Microsoft menggelontorkan investasi senilai 1,5 miliar dollar AS ke perusahaan tersebut pada 2024. (ap)
Read More

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮 𝗣𝗮𝗷𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗥𝗲𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵

Mei 18, 2026 0
Wagub Giri Prasta Sampaikan Pendapat Akhir atas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

DENPASAR, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan pendapat akhir Gubernur Bali terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dalam Rapat Paripurna ke-37 Masa Persidangan III Tahun 2025–2026, Senin (18/5).

Dalam penyampaiannya, Giri Prasta menegaskan bahwa retribusi daerah merupakan bagian penting dari kemandirian fiskal daerah dalam pelaksanaan otonomi dan desentralisasi pemerintahan.

Menurutnya, penerapan kebijakan retribusi di Bali juga harus mencerminkan nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai filosofi keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Bali.

Ia menjelaskan, perubahan terhadap Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2024 diperlukan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD), meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan pemungutan pajak dan retribusi daerah.

“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kerja samanya dalam pembahasan Raperda ini,” ujar Giri Prasta.

Wagub Giri Prasta Sampaikan Pendapat Akhir atas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Daerah

Sementara itu, laporan DPRD Provinsi Bali yang dibacakan I Nyoman Budiutama menyebutkan bahwa secara umum struktur dan substansi Raperda telah sesuai dengan sistematika perda induk serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Raperda tersebut disusun dengan mengacu pada regulasi terkait pemerintahan daerah, hubungan keuangan pusat dan daerah, pengelolaan keuangan daerah, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), hingga aturan teknis di bidang kesehatan, pajak daerah, dan retribusi.

“Dalam upaya menyempurnakan perubahan Rancangan Peraturan Daerah tersebut, Tim Pembahas Raperda memberikan masukan agar Pemerintah Daerah terus melakukan inovasi dan terobosan investasi guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” jelasnya.

Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sumber daya manusia, serta penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung pada setiap objek retribusi agar kontribusinya terhadap pendapatan daerah semakin optimal. (hms/ap)
Read More