LENSA BALI

Hot



Jumat, 15 Mei 2026

𝗠𝗲𝘀𝗸𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝗶𝗿 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗺, 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗠𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗧𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗣𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴

Mei 15, 2026 0
Meski Berpasir Hitam, Pantai Munggu Tetap Diburu Wisatawan Saat Libur Panjang

BADUNG, Lensabali.id – Pantai Munggu di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan nusantara selama libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus. Meski memiliki karakteristik pasir hitam, pantai ini tetap ramai dipadati pengunjung sejak sore hari.

Pantauan detikBali pada Kamis (14/05/2026), kawasan pantai dipenuhi wisatawan dari kalangan anak muda hingga keluarga. Beragam aktivitas terlihat dilakukan pengunjung, mulai dari bermain layang-layang, menikmati kuliner lokal, hingga bersantai menikmati suasana pantai.

Sejumlah wisatawan bahkan memanfaatkan pasir hitam Pantai Munggu untuk terapi kesehatan dengan mengubur bagian kaki di pasir guna membantu melancarkan sirkulasi darah.

Salah seorang pengunjung asal Denpasar, Arika (20), mengaku baru pertama kali datang ke Pantai Munggu. Menurutnya, pantai tersebut memiliki suasana berbeda dibandingkan kawasan wisata populer lain di Badung.

“Nggak masalah walaupun pasir hitam, nggak kalah sama pantai populer lain di Badung,” ujar Arika.

Selain suasananya yang relatif tenang, wisatawan juga menikmati panorama matahari terbenam yang dinilai masih nyaman dinikmati tanpa keramaian berlebihan.

Pengunjung lainnya, Mikaela (28), mengatakan dirinya rutin datang ke Pantai Munggu hampir setiap minggu karena suasananya yang lebih santai dibanding pantai lain di kawasan Canggu.

“Saya hampir tiap minggu, tiap sore ke pantai ini karena suasananya nggak terlalu penuh, tapi tetap ramai,” katanya.

Ia juga menilai kondisi pantai kini semakin bersih dan tertata sehingga membuat wisatawan lebih nyaman berkunjung. (ap)
Read More

𝗗𝘂𝗮 𝗩𝗶𝗹𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗼𝗿𝗼𝘁 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣, 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗶𝘇𝗶𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗲𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽

Mei 15, 2026 0
Dua Vila di Nusa Lembongan Disorot Satpol PP, Dokumen Perizinan Tak Lengkap

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Klungkung melakukan inspeksi mendadak terhadap dua vila di kawasan Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Dalam sidak tersebut, pengelola kedua vila diketahui belum mampu menunjukkan dokumen perizinan secara lengkap.

Kasatpol PP dan Damkarmat Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengatakan pengawasan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat melalui media sosial resmi Satpol PP.

“Kami sudah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Ada dua lokasi utama yang kami awasi ketat di kawasan Lembongan, yakni Vila Casa Bonita dan Ocean Blue,” ujar Suwarbawa, Kamis (14/05/2026).

Lokasi pertama yang didatangi petugas adalah Villa Casa Bonita. Saat pemeriksaan berlangsung, pengelola vila bernama Ahmad tidak dapat menunjukkan izin operasional usaha akomodasi wisata tersebut.

Menurut Suwarbawa, alasan pengelola karena dokumen izin dibawa pemilik vila. Namun setelah dilakukan pengecekan melalui sistem, nama usaha maupun pemilik tidak ditemukan dalam database perizinan.

“Padahal vila ini tercatat sudah beroperasi sejak Maret lalu,” ungkapnya.

Sidak kemudian dilanjutkan ke Villa Ocean Blue. Pada lokasi kedua ini, pihak pengelola hanya mampu memperlihatkan dokumen Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

Petugas juga menemukan kondisi penyangga kolam renang vila mengalami longsor dan dinilai membahayakan keselamatan wisatawan.

“Ini sangat berbahaya bagi keselamatan wisatawan yang menggunakan fasilitas kolam renang tersebut,” tegas Suwarbawa.

Satpol PP langsung menghentikan sementara aktivitas di area kolam renang serta meminta pengelola memasang papan peringatan bahaya. Kedua manajemen vila dijadwalkan dipanggil untuk klarifikasi pada Senin (18/05/2026). (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗜𝗕 𝗠𝗮𝗻𝘁𝗿𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗿𝗲𝘀𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻, 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗞𝗲𝘄𝗮𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻

Mei 15, 2026 0
Pengamen Jalanan di Simpang IB Mantra Klungkung Kian Meresahkan, Satpol PP Kewalahan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Keberadaan pengamen jalanan di simpang empat Bypass Ida Bagus (IB) Mantra, Kusamba, Klungkung, masih menjadi keluhan masyarakat. Meski berulang kali ditertibkan Satpol PP, para pengamen disebut tetap kembali dan melakukan aksi kucing-kucingan dengan petugas.

Aktivitas tersebut bahkan sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga sekitar, terutama pedagang kaki lima dan buruh angkut pasir yang beraktivitas di kawasan simpang patung Ida Dewa Agung Istri Kanya.

Wayan Muliani (50), pedagang asal Kecamatan Dawan, menuturkan para pengamen kerap bersembunyi saat mengetahui kedatangan petugas. Namun setelah situasi dinilai aman, mereka kembali muncul di persimpangan.

“Kemarin ada yang ditangkap Satpol PP. Karena dilepas lagi, nanti mereka datang lagi. Kadang mereka juga sembunyi kalau ada petugas yang datang,” ujar Muliani kepada detikBali, Kamis (14/05/2026).

Menurut Muliani, sebagian pengamen berasal dari luar Bali, bahkan ada yang datang dari Jawa. Mereka disebut sering beristirahat di pos polisi yang berada di sudut persimpangan.

“Kadang dua tiga hari setelah ditangkap mereka muncul lagi. Kemarin kalau ibu-ibu yang bawa anak kecil dari Karangasem sudah ditangkap dan kabarnya dipulangkan,” jelasnya.

Keluhan serupa disampaikan Nengah Sujana (54), buruh angkut pasir asal Desa Kusamba. Ia menilai keberadaan pengamen tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Padahal tubuhnya masih kekar. Malah minta-minta. Kalau yang jualan di sana wajar. Mereka modal,” katanya.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung, Dewa Putu Suwarbawa, mengakui pihaknya masih menghadapi tantangan dalam menertibkan pengamen di kawasan tersebut. Ia menyebut pengawasan akan diperketat melalui patroli khusus dan penindakan berkala.

“Memang belakangan ini di perempatan Patung Istri Kanya sering digunakan para pengamen dan hal itu sangat mengganggu ketertiban umum, terutama pengguna lalu lintas,” tegas Suwarbawa. (ap)
Read More