LENSA BALI

Hot



Selasa, 26 Mei 2026

𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗹𝗮𝗺𝗮𝗻, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝘂𝗺𝘂𝗿

Mei 26, 2026 0
Hilang Semalaman, Pria di Nusa Penida Ditemukan Tewas di Sumur

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Seorang warga di Nusa Penida, Klungkung, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam sumur sedalam empat meter. Korban berhasil dievakuasi tim SAR pada Senin (25/05/2026) siang.

Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, menjelaskan proses evakuasi awalnya dilakukan secara mandiri oleh warga sekitar.

Warga sempat berupaya menguras air sumur menggunakan pompa air untuk memudahkan pencarian korban. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil sehingga bantuan tim SAR akhirnya diminta ke lokasi kejadian.

Tim Rescue Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida yang terdiri dari empat personel tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 Wita untuk melakukan proses evakuasi.

“Sekitar pukul 14.40 korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan meninggal dunia (MD). Selanjutnya kami serahkan ke pihak keluarga,” terang Cakra.

Peristiwa nahas tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada Babinsa Desa Bunga Mekar setelah korban diketahui tidak kunjung pulang ke rumah.

Pihak keluarga bersama warga setempat kemudian melakukan pencarian hingga malam hari, namun korban belum juga ditemukan.

Kecurigaan korban jatuh ke dalam sumur muncul pada Senin (25/05/2026) pagi setelah keluarga menemukan sejumlah barang milik korban di sekitar lokasi sumur.

“Lalu tadi pagi sekitar pukul 06.45 Wita, bibinya menemukan barang milik korban di sekitar sumur yang berada di dekat lokasi,” jelas Cakra.

Menurutnya, keluarga mulai mencurigai korban terjatuh ke dalam sumur setelah menemukan sandal dan rokok milik korban berada di sekitar area tersebut.

“Keluarga pun mencurigai korban terjatuh ke sumur karena ada sandal dan rokok korban di sekitar sumur,” imbuhnya. (ap)
Read More

Senin, 25 Mei 2026

𝗦𝘂𝗮𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗕𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗨𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗥𝗶𝗰𝘂𝗵, 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗺𝗽𝗼𝗸 𝗪𝗡𝗔 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗵𝗶𝗮𝗻

Mei 25, 2026 0
Suasana Bar di Kuta Utara Ricuh, Tiga Kelompok WNA Terlibat Perkelahian

BADUNG, Lensabali.id – Video perkelahian antarkelompok warga negara asing (WNA) di sebuah bar kawasan Kuta Utara viral di media sosial. Insiden tersebut membuat suasana tempat hiburan malam itu ricuh dengan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan.

Dalam rekaman yang beredar, lantai bar tampak dipenuhi pecahan botol kaca. Beberapa properti di dalam lokasi juga terlihat rusak akibat aksi saling serang antar pengunjung.

Sejumlah petugas keamanan berbaju hitam tampak berusaha melerai keributan, namun situasi sempat sulit dikendalikan. Beberapa pria bertelanjang dada terlihat bertindak agresif di tengah kerumunan.

Kapolres Badung, Joseph Edward Purba, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/05/2026) sekitar pukul 01.40 Wita. Namun video kejadian baru ramai tersebar di media sosial beberapa hari kemudian.

“Kami langsung selidiki perkelahian antarkelompok warga negara asing itu. (Kejadian) tepatnya di restoran Jade by Todd English di Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng,” jelas Joseph Edward.

Menurut polisi, keributan diduga dipicu kesalahpahaman antarpengunjung yang saat itu berada di bawah pengaruh alkohol. Kondisi lokasi yang padat pengunjung juga dinilai memperbesar potensi terjadinya gesekan.

“Ruangan berukuran 20 meter dikali 30 meter dengan 41 meja ini juga kurang representatif apabila menampung pengunjung yang jumlahnya melebihi 100 orang,” ujarnya.

Polisi mengidentifikasi sedikitnya tiga kelompok WNA terlibat dalam keributan tersebut. Ketegangan disebut bermula dari cekcok antar kelompok yang kemudian berkembang menjadi konflik lebih besar.

Joseph mengungkapkan situasi semakin memanas setelah adanya aksi provokasi. Salah seorang saksi disebut melihat pengunjung melempar gelas kaca hingga mengenai wajah tamu lainnya.

“Jadinya aksi saling balas antar kelompok. Karena pecah, memanas, keributan meluas seperti dalam video,” ungkapnya.

Saat ini, polisi masih memeriksa sejumlah saksi mulai dari petugas keamanan, kru bar, hingga pihak manajemen. Aparat juga mendalami berbagai faktor yang memicu keributan tersebut.

“Total pergerakan tamu yang keluar masuk lokasi acara hiburan musik saja, terpantau mencapai 462 orang sepanjang malam. Akibat perkelahian ini, beberapa tamu dilaporkan luka-luka,” pungkas Joseph Edward. (ap)
Read More

𝗞𝗶𝗻𝗴 𝗖𝗼𝗯𝗿𝗮 𝟯,𝟱 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗠𝘂𝗻𝗰𝘂𝗹 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗺𝘂𝗸𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻

Mei 25, 2026 0
King Cobra 3,5 Meter Muncul di Permukiman Warga Tabanan

TABANAN, Lensabali.id – Kemunculan ular king cobra sepanjang 3,5 meter di kawasan permukiman warga di Tabanan memicu kewaspadaan masyarakat. Meski demikian, proses evakuasi reptil berbisa tersebut berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Ketua Reptil Asih Tabanan, Ni Putu Astridayanti, mengatakan proses penangkapan berjalan relatif mudah karena posisi ular cepat terdeteksi oleh petugas.

“Saat ini musim perkembangbiakan ular king cobra maju. Tahun lalu di bulan Juni, sekarang cenderung maju ke bulan Mei,” ujar Astridayanti saat dikonfirmasi, Senin (25/05/2026).

Menurut Astrid, kemunculan king cobra di sekitar permukiman umumnya dipicu perilaku alami satwa tersebut yang sedang mencari makan.

Ia menjelaskan perubahan waktu musim berkembang biak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dua tahun lalu, kemunculan ular king cobra justru lebih dominan terjadi pada Juli.

Fenomena tersebut, lanjutnya, diduga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu. Intensitas hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Tabanan disebut menjadi salah satu faktor pemicunya.

Astrid mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular berbisa secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Jangan bertindak sendiri atau sembarangan jika tidak memiliki keahlian,” jelasnya.

Jika menemukan ular atau satwa liar berbahaya, masyarakat diminta segera melapor kepada aparat desa maupun petugas yang memiliki kemampuan penanganan reptil.

Menurut Astrid, persebaran king cobra di Tabanan cukup banyak ditemukan di wilayah utara dan barat seperti Bajera, Gadungan, Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Penebel.

Selain itu, wilayah timur dan tengah Tabanan seperti Kerambitan dan Marga juga termasuk daerah yang cukup sering ditemukan kemunculan ular king cobra. (ap)
Read More