LENSA BALI

Hot



Minggu, 19 April 2026

𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗟𝗮𝗻𝗱𝗲𝗽, 𝗠𝘂𝘀𝗲𝘂𝗺 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮𝘆𝗮 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝘆𝘂𝗰𝗶𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗶𝘀 𝗣𝘂𝘀𝗮𝗸𝗮

April 19, 2026 0
Tradisi Tumpek Landep, Museum Semarajaya Gelar Penyucian Keris Pusaka

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Perayaan Tumpek Landep di Klungkung dimaknai dengan penyucian ratusan koleksi keris pusaka yang tersimpan di Museum Semarajaya, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini digelar oleh Dinas Kebudayaan setempat sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya.

Tak hanya keris, sejumlah benda berbahan logam lain yang memiliki ujung tajam juga turut disucikan dalam upacara tersebut. Tercatat, sekitar 300 koleksi menjadi bagian dari ritual yang sarat makna ini.

Kepala UPTD Museum Semarajaya, Cokorda Gde Nala Rukmaja, menjelaskan bahwa sebagian koleksi keris yang ada di museum merupakan peninggalan pascakemerdekaan.

"Yang ada di foto ini aslinya ada di Museum Nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, koleksi pusaka dari masa kerajaan dan era kolonial sebagian besar kini tersimpan di Museum Nasional Indonesia maupun Museum Bali.

Melalui momentum Tumpek Landep, Rukmaja berharap generasi muda semakin dekat dengan nilai-nilai budaya.

"Tumpak landep itu bermakna ketajaman pikiran. Landep artinya tajam. Sehingga kita berharap generasi muda kita berpikir untuk bagaimana menjaga warisan leluhur," ungkapnya.

Upaya menarik minat generasi muda juga dilakukan dengan pembaruan konsep museum, termasuk penataan ulang koleksi dan menghadirkan karya seni masyarakat.

Rukmaja menyebut langkah tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan yang kini mencapai sekitar 3 ribu orang per hari. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗿𝗴𝗼𝗸𝗶 𝗜𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗺𝗮𝗿 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗟𝗮𝗶𝗻, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗺𝗽𝘂𝗵 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗛𝘂𝗸𝘂𝗺

April 19, 2026 0
Pergoki Istri di Kamar Pria Lain, Warga Klungkung Tempuh Jalur Hukum

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Seorang pria berinisial IKA (29) di Kabupaten Klungkung melaporkan dugaan perselingkuhan istrinya, NKM (25), setelah memergokinya berada di kamar pria lain. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menjelaskan bahwa laporan resmi diterima beberapa jam setelah kejadian.

"Kejadiannya pada Jumat malam 17 April 2026 sekitar pukul 19.00 Wita, dan dilaporkan sebagai tindak pidana perzinaan sekitar pukul 00.58 Wita dini hari tadi," ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa ini bermula dari kecurigaan IKA terhadap hubungan istrinya dengan pria lain berinisial KOH (35). Untuk memastikan dugaan tersebut, ia diam-diam menautkan akun WhatsApp istrinya ke perangkat lain.

Dari percakapan yang terbaca, IKA menemukan komunikasi bernada intim hingga ajakan untuk bertemu. Berbekal informasi itu, ia kemudian mengikuti istrinya ke sebuah rumah yang diduga milik KOH.

"Setelah tiba di tempat kediaman terlapor, pelapor bingung mencari keberadaan istrinya," jelas Alit.

IKA kemudian kembali memantau WhatsApp Web hingga akhirnya mengetahui posisi istrinya berada di dalam rumah tersebut. Saat itulah ia mendapati sang istri berada di kamar bersama KOH.

Ia juga sempat merekam kondisi di dalam kamar, termasuk menemukan tisu bekas di sekitar tempat tidur yang memperkuat dugaan perselingkuhan.

Kasus ini kini ditangani sebagai dugaan tindak pidana perzinaan.

"Karena bukan merupakan suami istri yang sah, terlapor dikenakan pasal 411 KUHP UU Nomor 1 tahun 2023 tentang Perzinaan," tutup Alit. (ap)
Read More

𝗜𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 𝗠𝗮𝗽𝘀, 𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗱𝗲𝗸 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

April 19, 2026 0
Ikuti Google Maps, Mobil Pemedek Masuk Kebun di Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Sebuah mobil yang ditumpangi pemedek terperosok ke kebun warga saat hendak menuju Pura Agung Besakih melalui jalur Batusesa-Tegenan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Sabtu (18/4/2026).

Insiden ini terjadi saat kendaraan tersebut melintasi jalur yang dikenal memiliki medan berat berupa tanjakan curam dan tikungan tajam. Berdasarkan informasi, pengemudi sempat diingatkan oleh warga agar tidak melewati jalur tersebut.

Namun, peringatan itu tidak diindahkan karena pengemudi memilih mengikuti petunjuk navigasi dari Google Maps.

Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, menjelaskan bahwa di dalam mobil terdapat dua orang, yakni sopir dan satu penumpang.

"Setelah menerima informasi, kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan melakukan evakuasi terhadap mobil tersebut menggunakan mobil derek," ujarnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Berata menegaskan bahwa jalur Batusesa-Tegenan sebenarnya telah ditutup untuk pemedek selama berlangsungnya Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih.

Ia pun mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan petugas guna menghindari risiko kecelakaan serupa. (ap)
Read More