LENSA BALI

Hot



Kamis, 13 Agustus 2026

𝗥𝗼𝗱𝗮 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝘁𝗮𝗵, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗧𝗲𝗿𝗴𝘂𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗨𝗹𝘂𝘄𝗮𝘁𝘂

Agustus 13, 2026 0
Roda Belakang Patah, Truk Terguling Timpa Mobil di Jalan Uluwatu

BADUNG, Lensabali.id – Kecelakaan melibatkan sebuah truk dump dan Toyota Innova terjadi di Jalan Uluwatu. Truk bernomor polisi DR 8092 KU yang dikemudikan Mustakim (44) terguling hingga menimpa Toyota Innova DK 1096 QT yang dikendarai I Putu Oko Budi Utomo (30).

Kedua kendaraan awalnya melaju searah dari timur menuju selatan. Saat itu, truk berada di depan mobil Innova yang mengikuti dari belakang.

Kecelakaan terjadi ketika kedua kendaraan melintasi ruas jalan yang menikung sekaligus menanjak. Pada saat tersebut, bagian roda belakang kiri truk mengalami kerusakan hingga membuat kendaraan bergerak mundur.

Truk kemudian kehilangan keseimbangan dan terguling ke arah mobil Innova yang berada di belakangnya. Kendaraan tersebut akhirnya tertimpa truk dump.

"Setibanya di tempat kejadian perkara melintasi jalan menikung dan menanjak, truk dump DR 8092 KU mengalami patah ruas roda belakang kiri, sehingga truk dump DR 8092 KU mundur dan terguling dan menimpa pengemudi mobil Toyota Innova DK 1096 QT yang berada di belakangnya," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Kamis (13/8/2026).

Beruntung, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia maupun luka berat. Dua orang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara kedua kendaraan mengalami kerusakan ringan.

Kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 ribu. Sementara kondisi kedua pengemudi dilaporkan tidak mengalami luka. (ap)
Read More

𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗽𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝘂𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝘂𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮-𝗚𝗲𝗹𝗴𝗲𝗹 𝗗𝗼𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗴𝗶𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮

Agustus 13, 2026 0
Tradisi Saparan di Pantai Kusamba, Warga Kusamba-Gelgel Doa dan Megibung Bersama

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Suasana Pantai Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, dipenuhi kebersamaan ratusan warga Desa Kampung Kusamba dan Desa Kampung Gelgel, Rabu (12/8/2026). Deburan ombak berpadu dengan lantunan doa dalam pelaksanaan tradisi Saparan yang digelar masyarakat muslim setempat.

Sejak sekitar pukul 16.00 Wita, warga mulai berdatangan ke pesisir pantai dengan membawa aneka hidangan dari rumah masing-masing. Mereka berkumpul untuk mengikuti doa bersama sekaligus tradisi makan bersama atau megibung.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa keselamatan yang dipimpin tokoh agama setempat. Setelah itu, warga duduk bersila membentuk lingkaran di atas tikar untuk menikmati makanan secara bersama-sama.

Kepala Desa Kampung Kusamba Syahrul Ramadan mengatakan Saparan yang dilaksanakan setiap akhir bulan Safar dalam kalender Hijriah menjadi momentum masyarakat untuk memanjatkan doa sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

"Tradisi Saparan ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Inti kegiatannya adalah doa bersama untuk memohon keselamatan, perlindungan dari bencana, serta ungkapan rasa syukur. Setelah doa selesai, kita lanjutkan dengan megibung bersama di tepi laut," ujar Syahrul di Pantai Kusamba, Rabu (12/8/2026).

Menurut Syahrul, megibung juga menjadi sarana menjaga silaturahmi antara warga Kampung Kusamba dan Kampung Gelgel. Tradisi tersebut sekaligus mencerminkan keharmonisan masyarakat muslim dengan warga Hindu di kawasan pesisir.

"Melalui megibung, tidak ada sekat antarwarga. Semua duduk sejajar di pantai, berbagi makanan yang dibawa. Ini bentuk nyata toleransi dan kerukunan pesisir yang sudah diwariskan oleh para leluhur kami ratusan tahun lalu," tegasnya.

Pantai Kusamba dipilih sebagai lokasi utama karena memiliki keterikatan erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Sebagian besar warga di kawasan tersebut menggantungkan penghidupan sebagai nelayan dan petani garam.

Menuju Pengakuan sebagai WBTB

Pelaksanaan Saparan tahun ini juga menjadi bagian dari proses menuju pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB). Tradisi tersebut telah masuk dalam daftar usulan WBTB nasional 2026.

Syahrul menyebut proses pengusulan telah berjalan selama sekitar dua bulan. Pelaksanaan tradisi kali ini sekaligus menjadi bagian dari penilaian tim WBTB.

"Tradisi ini sudah memasuki sejumlah tahapan yang sudah berproses sejak dua bulan lalu. Kali ini langsung dinilai oleh tim WBTB dalam proses pelaksanannya," terang Syahrul.

Bupati Klungkung I Made Satria yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi masyarakat yang konsisten mempertahankan tradisi Saparan. Ia menilai kegiatan tersebut memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

"Jujur sore ini saya merasa berbahagia menyaksikan umat muslim berkumpul menjadi satu keluarga, bersama-sama menjalankan tradisi Saparan," ujar Satria.

Ia berharap Saparan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial ataupun sekadar memperoleh pengakuan WBTB. Tradisi tersebut diharapkan terus menjadi identitas masyarakat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Mudah-mudahan tradisi ini tetap dapat dilestarikan. Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh masyarakat terutama ummat muslim, dan generasi mudanya untuk terus mewarisi ini sebagai warisan yang membanggakan kita. Karena ini bukan hanya seremoni belaka, namun menjaga kebersamaan kita," paparnya.

Satria menambahkan, nilai utama dalam megibung terletak pada kebersamaan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

"Megibung itu esensinya kita akan makan bersama, dengan tidak membedakan siapa-siapa. Kita bersama-sama menyantap hidangan bersama," imbuh Satria. (ap)
Read More

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗥𝗜 𝗸𝗲-𝟴𝟭, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗻𝗶

Agustus 13, 2026 0
Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Klungkung kembali terasa melalui Lomba Gerak Jalan Indah Putri tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK, Kamis (13/8). Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria turut menyaksikan langsung penampilan para pelajar di kawasan depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe.

Gemuruh dukungan penonton mengiringi setiap regu yang melintas. Para pelajar putri dari berbagai sekolah di Kabupaten Klungkung tampil dengan barisan yang rapi, gerakan kompak, serta beragam kreasi dan formasi untuk memeriahkan suasana bulan kemerdekaan.

Lomba tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang mendapat perhatian masyarakat. Selain menjadi ajang menunjukkan kemampuan baris-berbaris, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri.

Bupati Satria mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya menunjukkan semangat kemerdekaan yang kuat. Ia menyebut gerak jalan indah bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Saya sangat apresiasi semangat kemerdekaan yang ditunjukkan oleh anak-anak kita hari ini yang sungguh luar biasa. Gerak jalan indah bukan sekadar ajang unjuk kebolehan baris-berbaris, tetapi juga menjadi wadah pembentukan disiplin, kerja sama tim, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini,” ujar Bupati Satria.

Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Menurutnya, kekompakan yang ditampilkan dalam perlombaan merupakan hasil dari proses latihan dan kerja sama seluruh anggota regu. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama perlombaan, tetapi dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara mengatakan, lomba kali ini diikuti 24 regu. Jumlah tersebut terdiri atas 12 regu tingkat SMP/MTs dan 12 regu tingkat SMA/SMK.

Para peserta menempuh rute dengan waktu sekitar 50 menit. Perlombaan dimulai dari kawasan utara Pura Manik Bingin, kemudian bergerak ke arah timur menuju Patung Kanda Pat Sari, melewati sisi selatan, dan berakhir di depan Toko Emas Logam Mulia.

Dalam penilaian, para peserta dituntut mampu mempertahankan kerapian dan kekompakan barisan sekaligus menampilkan kreasi atau formasi sepanjang rute. Peserta juga tidak diperkenankan makan maupun minum sebelum memasuki garis finis sebagai bagian dari ketentuan perlombaan.

Antusiasme peserta dan masyarakat di sepanjang rute menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Klungkung. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat sportivitas, disiplin, kebersamaan, kreativitas, dan nasionalisme terus tumbuh di kalangan generasi muda. (*/ap)
Read More