LENSA BALI

Hot



Senin, 23 Februari 2026

𝗥𝘂𝗮𝘀 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗦𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗗𝗲𝗿𝗮𝘀, 𝗔𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗸𝗲 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁

Februari 23, 2026 0
Ruas Jalan Desa Songan Terdampak Arus Deras, Akses ke Pura Sempat Tersendat

BANGLI, Lensabali.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kintamani sejak Sabtu (21/2) siang menyebabkan ruas jalan menuju Pura Hulundanu Batur Songan di Desa Songan, Bangli, tergerus arus air.

Camat Kintamani Ketut Erry Soena Putra membenarkan peristiwa tersebut. “Ya, betul ada banjir. Tapi tidak menggenang. Sudah beberapa kali kejadian,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurut Erry, debit air meningkat beberapa jam setelah hujan turun dengan intensitas tinggi. Aliran deras dari wilayah barat Desa Songan mengarah ke Danau Batur, melewati jalur menuju pura.

Jalan Ulun Danu dan Jalan Pura Yeh Panes yang berada di sisi timur memiliki kontur lebih rendah, sehingga menjadi jalur limpasan air kiriman dari sisi barat desa.

“Di Pura Hulundanu Batur Songan juga hujan. Tapi yang dilewati arus deras air kiriman itu jalur menuju pura itu. Aliran air langsung ke danau. Airnya mengalir bawa lumpur dan pasir,” jelasnya.

Meski arus cukup deras, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Warga setempat telah mengantisipasi dengan memasang karung pasir di depan rumah karena peristiwa serupa kerap terjadi saat musim hujan.

Erry menambahkan, sejumlah rumah sempat kemasukan air, namun sudah dibersihkan. Beberapa titik masih tertutup lapisan lumpur tebal dan sedang dikoordinasikan untuk penanganan menggunakan alat berat.

“Kemarin pas airnya besar, belum dapat dilintasi. Sekarang airnya sudah surut ke danau semua dan tidak menggenang. Sehingga, sudah dapat dilintasi kendaraan,” pungkasnya. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗷𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗮 𝗥𝗮𝗻𝗽𝗲𝗿𝗱𝗮 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗜𝗱𝗲𝗻𝘁𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮

Februari 23, 2026 0
Pemkab Klungkung Ajukan Dua Ranperda Strategis, Perkuat Identitas dan Pelestarian Budaya

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat identitas daerah melalui langkah regulatif. Hal ini ditandai dengan kehadiran Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dalam Rapat Paripurna I Pembahasan Dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Sabha Nawa Natya Gedung DPRD Klungkung, Senin (23/2).

Rapat tersebut mengagendakan Pemandangan Umum Bupati terhadap dua Ranperda strategis yang dinilai memiliki keterkaitan erat dalam penguatan karakter daerah.

Adapun dua Ranperda yang dibahas meliputi:
  1. Ranperda tentang Pemajuan Kebudayaan.
  2. Ranperda tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan dan Sarana Umum.

Bupati Satria menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas inisiatif dan sinergi dalam pengusulan serta pembahasan kedua regulasi tersebut. Menurutnya, keberadaan payung hukum sangat penting untuk memastikan perlindungan dan pembinaan kebudayaan berjalan terarah.

Pemkab Klungkung Ajukan Dua Ranperda Strategis, Perkuat Identitas dan Pelestarian Budaya

“Tentu terkait dua ranperda ini sangat penting sekali tentang bagaimana kita memastikan terhadap perlindungan budaya kita ada dasar hukumnya dan tentu bagaimana pembinaan dan pelestarian dari masyarakat untuk berkreativitas untuk kemajuan budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hingga kini belum terdapat dasar hukum yang komprehensif terkait pedoman penamaan jalan dan sarana umum. Padahal, penataan tersebut berpengaruh pada identitas wilayah sekaligus pelayanan publik.

Menurutnya, kejelasan penamaan ruang publik akan mempermudah sistem administrasi, memperkuat nilai historis, serta menegaskan karakter lokal yang berbasis sejarah dan kearifan setempat.

“Jadi melalui kedua regulasi ini, Klungkung tidak hanya tertata secara fisik melalui penamaan sarana umum yang jelas, tetapi juga tumbuh secara spiritual dan mental melalui pelestarian kebudayaan yang berkelanjutan,” tutupnya.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana beserta jajaran perangkat daerah terkait. (*/ap)
Read More

𝗠𝗨𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗲𝗸𝗮𝘁𝗻𝘆𝗮 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗠𝗼𝗺𝗲𝗻 𝗜𝘀𝘁𝗶𝗺𝗲𝘄𝗮

Februari 23, 2026 0
MUI Bali Nilai Dekatnya Nyepi dan Idul Fitri Sebagai Momen Istimewa

DENPASAR, Lensabali.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali menilai berhimpitnya Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum istimewa bagi masyarakat Bali.

Ketua MUI Bali, Mahrusun Hadyono, menyebut kedekatan dua hari besar tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata.

“Terkait berhimpitnya antara Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah merupakan momentum istimewa untuk menjalin dan membangun kembali kerukunan umat beragama antara keduanya,” ujarnya di Denpasar, Sabtu.

Tahun ini, Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, sedangkan Idul Fitri diperkirakan pada 21 Maret 2026, hanya berselang dua hari. Bahkan, pada sebagian organisasi Islam, jaraknya bisa menjadi satu hari.

Menurut Mahrusun, momentum ini penting karena tidak selalu terjadi. Kedua komunitas agama yang hidup berdampingan di Bali diharapkan mampu menunjukkan harmonisasi dan kedewasaan dalam menjaga toleransi.

MUI Bali juga mengimbau umat Muslim untuk menaati seruan bersama terkait pelaksanaan Nyepi, mengingat rangkaian Catur Brata Penyepian berlangsung lebih dulu, sementara umat Islam masih menjalankan ibadah tarawih menjelang Lebaran.

“Khususnya umat Muslim agar mentaati dan memenuhi seruan bersama terkait pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang bersamaan dengan jelang perayaan Idul Fitri, tetap menjaga kerukunan antara kedua umat beragama,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengalaman tahun 2004 saat Nyepi dan Idul Fitri jatuh pada hari yang sama menjadi bukti toleransi dapat dijaga dengan baik.

“Hal tersebut berdasarkan kejadian beberapa tahun yang lalu tahun 2004, dimana saat itu Nyepi bersamaan dengan hari Idul Fitri, tapi berjalan lancar, Hari suci Nyepi juga berjalan khidmat, ini karena kearifan kedua tokoh agama,” katanya.

MUI Bali berharap komunikasi antar-tokoh agama dan masyarakat terus diperkuat agar suasana Maret mendatang tetap kondusif dan khidmat. (ap)
Read More