LENSA BALI

Hot



Minggu, 05 Juli 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗶𝗿 𝗣𝗗𝗔𝗠 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗔𝗸𝘁𝗶𝘃𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂

Juli 05, 2026 0
Ratusan Warga Karangasem Keluhkan Air PDAM Mati Tiga Hari, Aktivitas Harian Terganggu

KARANGASEM, Lensabali.id – Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) di Banjar Dinas Kaler, Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, mengalami krisis air bersih setelah layanan Perumda Tirta Tohlangkir (PDAM) tidak mengalir selama tiga hari terakhir. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari warga, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Salah seorang warga mengaku cadangan air di rumahnya telah habis sehingga kebutuhan rumah tangga menjadi sulit dipenuhi.

"Air sudah mati tiga hari, air di penampungan juga sudah habis, sekarang air untuk cuci piring susah," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (4/7/2026).

Kelian Banjar Dinas Kaler, I Made Budi, membenarkan bahwa gangguan distribusi air telah berdampak pada sekitar separuh dari total 300 KK di wilayahnya. Menurutnya, warga telah melaporkan persoalan tersebut kepada pihak PDAM, namun hingga kini pasokan air belum kembali normal.

"Kami sudah melapor ke pihak PDAM terkait kondisi ini, tapi sampai saat ini air belum juga mengalir. Jadi masyarakat mulai mengeluh mengingat air merupakan kebutuhan utama masyarakat," kata Budi.

Ia menjelaskan gangguan serupa memang pernah terjadi sebelumnya, tetapi biasanya hanya berlangsung sekitar satu hari. Kali ini, lamanya gangguan membuat banyak warga terpaksa mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagian warga memilih mengambil air ke rumah kerabat maupun sumber mata air di luar desa, sementara lainnya memanfaatkan sungai atau pantai untuk mandi.

"Semoga, pihak PDAM cepat merespons keluhan kami dan air kembali mengalir normal seperti biasa," harap Budi.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Ketut Mudita, menjelaskan gangguan disebabkan aliran air dari sumber menuju reservoir tidak berjalan normal sehingga memengaruhi distribusi ke pelanggan.

"Petugas kami masih melakukan penelusuran apa penyebab air dari sumber ke reservoir alirannya kecil. Kami akan upayakan agar air secepatnya bisa normal kembali," ujar Mudita. (ap)
Read More

𝗞𝗲𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗦𝗶𝗱𝗲𝗺𝗲𝗻, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟭 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

Juli 05, 2026 0
Kebakaran Kandang Ternak di Sidemen, Kerugian Capai Rp1 Miliar

KARANGASEM, Lensabali.id – Sebuah kandang ayam broiler milik I Nyoman Yuliantara di Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem, dilalap si jago merah pada Minggu (5/7/2026) dini hari. Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan kandang berukuran 12 x 60 meter serta menewaskan sekitar 22 ribu ekor ayam yang berada di dalamnya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem mengerahkan 17 personel beserta lima unit armada untuk menjinakkan api yang berkobar hebat di lokasi kejadian.

"Saat petugas kami tiba di lokasi, api sudah berkobar sangat besar. Api baru berhasil dipadamkan setelah menghabiskan sekitar 17 ribu liter air," ujar Kepala Dinas Damkartan Karangasem, Artha Negara, Minggu (5/7/2026).

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh salah seorang karyawan peternakan yang terbangun untuk melakukan pemeriksaan rutin terhadap tungku penghangat ayam. Tungku tersebut biasanya dicek setiap dua jam guna mengganti bahan bakar berupa pelet kering dari serbuk kayu.

Saat melakukan pengecekan, karyawan mendapati aliran listrik padam dan kobaran api sudah muncul dari bagian timur kandang. Ia segera membangunkan rekan kerjanya untuk berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari melaporkan kejadian tersebut kepada pemilik peternakan dan petugas pemadam kebakaran.

Namun, api dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kandang. Akibatnya, bangunan beserta puluhan ribu ayam broiler tidak berhasil diselamatkan.

Artha mengatakan dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.

"Untuk penyebab kebakaran diperkirakan karena korsleting listrik, kerugian secara keseluruhan akibat kejadian tersebut mencapai Rp 1 miliar," kata Artha. (ap)
Read More

𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗖𝗹𝗲𝗮𝗻 𝗨𝗽 "𝗕𝗮𝗰𝗸 𝘁𝗼 𝗦𝗰𝗵𝗼𝗼𝗹" 𝗱𝗶 𝗣𝗞𝗕 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝘀𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗵 𝗞𝗲𝗰𝗶𝗹 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗹𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿

Juli 05, 2026 0
Aksi Clean Up "Back to School" di PKB Gunaksa, Bupati Satria: Langkah Kecil Menularkan Dampak Besar

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Komitmen membangun budaya peduli lingkungan terus digaungkan di Kabupaten Klungkung. Hal tersebut terlihat saat Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka sekaligus mengikuti Aksi Clean Up bersama Komunitas "Malu Dong Buang Sampah Sembarangan" yang mengusung tema "Back to School" di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Minggu (5/7).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, relawan, dan generasi muda yang secara bersama-sama melakukan aksi pembersihan kawasan. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Malu Dong beserta seluruh pihak yang telah menginisiasi gerakan peduli lingkungan secara konsisten. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi modal penting dalam membangun karakter masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

"Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas dedikasi luar biasa ini. Ini adalah sesuatu yang sangat penting sekali. Dari tindakan kecil memungut sampah hari ini, kita sedang menularkan sesuatu yang besar untuk lingkungan dan masa depan kita," ujar Bupati I Made Satria.

Bupati menegaskan bahwa aksi bersih-bersih tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan bentuk edukasi yang memberikan contoh nyata kepada masyarakat agar semakin sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membiasakan diri menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah, agar tercipta budaya hidup bersih yang berkelanjutan.

Aksi Clean Up "Back to School" di PKB Gunaksa, Bupati Satria: Langkah Kecil Menularkan Dampak Besar

Bupati juga berharap momentum bertema "Back to School" mampu menanamkan nilai kepedulian lingkungan kepada para pelajar dan generasi muda sejak dini. Mereka diharapkan menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.

"Diharapkan para generasi muda dan seluruh warga yang hadir dapat menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa virus positif pelestarian lingkungan ke lingkungan rumah, sekolah, dan tempat kerja masing-masing," imbuhnya.

Melalui gerakan yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan akan terus meningkat. Semangat gotong royong dan kolaborasi diharapkan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Klungkung yang bersih, sehat, nyaman, dan selaras dengan visi pembangunan Klungkung Mahottama. (*/ap)
Read More