LENSA BALI

Hot



Kamis, 02 April 2026

𝗖𝗲𝗸𝗰𝗼𝗸 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘁𝗼𝘁 𝗦𝘂𝗯𝗿𝗼𝘁𝗼 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸 𝗗𝘂𝗮 𝗣𝗿𝗶𝗮

April 02, 2026 0
Cekcok di Jalan Gatot Subroto Tengah, Pengendara Motor Dikeroyok Dua Pria

DENPASAR, Lensabali.id – Insiden serempetan kendaraan di Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar Utara, berujung aksi kekerasan. Seorang pria bernama I Wayan Rudiarka (37) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua pria tak dikenal pada Minggu (29/3/2026) malam.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka pada bagian mulut, wajah, tangan, dan kaki.

Berdasarkan informasi dari sumber kepolisian, peristiwa itu bermula ketika korban bersama istrinya mengendarai sepeda motor Honda Scoopy dari arah Jalan Ahmad Yani Utara menuju kawasan Renon.

Dalam perjalanan, sepeda motor yang mereka tumpangi diduga diserempet mobil pikap putih bernomor polisi S 8010 WQ.

Mobil tersebut tidak berhenti setelah kejadian dan justru melanjutkan perjalanan. Korban kemudian berinisiatif mengejar kendaraan tersebut hingga sempat terjadi adu mulut di tengah jalan.

Sesampainya di lokasi kejadian, posisi sepeda motor korban berada di depan mobil pikap tersebut. Namun kendaraan itu justru kembali bergerak hingga menabrak motor korban dan membuatnya terjatuh.

Tak lama setelah insiden itu, dua pria yang berada di dalam mobil pikap turun dan diduga langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Usai melakukan aksi tersebut, kedua pelaku disebut melarikan diri ke arah Jalan Nangka Utara.

“Penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan,” ujar sumber kepolisian.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya membenarkan adanya laporan terkait peristiwa tersebut. Ia memastikan kasusnya kini tengah ditangani oleh pihak kepolisian.

“Laporan sudah masuk dan masih dalam penanganan,” ujarnya. (ap)
Read More

Rabu, 01 April 2026

𝗦𝗺𝗮𝗿𝘁𝗦𝗲𝗻𝘀 𝗟𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝘀𝗼𝗿 𝗦𝗖𝟱𝗔𝟲𝗫𝗦, 𝗨𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗛𝗗𝗥 𝟯.𝟬 𝗱𝗮𝗻 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝟰𝗞 𝟭𝟮𝟬𝗳𝗽𝘀

April 01, 2026 0
SmartSens Luncurkan Sensor SC5A6XS, Usung HDR 3.0 dan Video 4K 120fps

Lensabali.id - Produsen sensor kamera asal China, SmartSens, memperkenalkan sensor kamera terbaru untuk ponsel kelas flagship yang diberi nama SC5A6XS. Sensor ini mengusung resolusi 50 megapiksel dengan format 1 inci, serta dirancang untuk meningkatkan kualitas HDR, performa di kondisi minim cahaya, dan efisiensi daya.

Sensor tersebut dibangun menggunakan proses stacked 22 nanometer dan dibekali teknologi Lofic HDR 3.0. Teknologi ini memungkinkan sensor menangani kondisi pencahayaan ekstrem dengan dynamic range hingga 115dB, sehingga detail gambar tetap terjaga baik pada area terang maupun gelap.

Pendekatan HDR yang digunakan juga berbeda karena memanfaatkan penggabungan multi-frame dalam satu eksposur. Metode ini bertujuan mengurangi artefak gerakan sehingga hasil gambar tetap stabil ketika objek bergerak.

Selain fotografi, sensor ini juga difokuskan untuk kebutuhan video. SC5A6XS mampu merekam video 4K hingga 120 frame per detik, serta mendukung 4K 60fps dengan HDR aktif.

Dari sisi perangkat keras, sensor ini memiliki ukuran piksel 1,6 mikrometer yang dipadukan dengan teknologi SFCPixel untuk meningkatkan sensitivitas terhadap cahaya.

Dengan kombinasi tersebut, SmartSens mengklaim hasil foto di kondisi minim cahaya akan lebih bersih dengan tingkat noise yang lebih rendah.

Untuk sistem fokus, sensor ini mengandalkan kombinasi AllPix ADAF full-pixel dan phase detection parsial yang disebut mampu memberikan autofokus lebih cepat serta akurat dalam berbagai kondisi pencahayaan.

Selain itu, SmartSens juga meningkatkan efisiensi energi sekitar 11 persen saat mode HDR aktif, yang dinilai dapat membantu mengurangi panas saat perekaman video dalam durasi panjang.

Saat ini sensor SC5A6XS telah memasuki tahap sampling dan dijadwalkan mulai diproduksi massal pada kuartal kedua 2026.

Salah satu perangkat yang disebut berpotensi menggunakan sensor ini adalah lini smartphone flagship dari Huawei, kemungkinan pada seri Pura generasi berikutnya.

Kehadiran sensor ini dinilai menarik karena mencoba masuk ke pasar sensor 1 inci yang selama ini banyak didominasi oleh produsen seperti Sony.

Jika performa HDR dan kemampuan videonya sesuai dengan klaim, SC5A6XS berpotensi menjadi alternatif baru bagi produsen smartphone yang ingin meningkatkan kualitas kamera tanpa bergantung pada pemasok lama. (ap)
Read More

𝗞𝗼𝗺𝗶𝘀𝗶 𝗜𝗜 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝗲𝗿 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗗𝗟𝗛𝗞 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴

April 01, 2026 0
Komisi II DPRD Badung Gelar Raker dengan DLHK Bahas Dampak Penutupan TPA Suwung

BADUNG, Lensabali.id - Komisi II DPRD Kabupaten Badung menggelar rapat kerja (raker) dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung guna membahas langkah penanganan sampah menyusul kebijakan penutupan pembuangan sampah organik ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang mulai diberlakukan pada 1 April 2026.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Badung Made Sada, didampingi anggota dewan Made Wijaya, Wayan Luwir Wiana, dan Wayan Edy Sanjaya. Pertemuan tersebut turut dihadiri seluruh anggota Komisi II DPRD Badung, Sekretaris DLHK Badung Made Rai Warastuthi, serta camat, lurah, dan perbekel dari wilayah Kuta, Kuta Utara, dan Kuta Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Made Sada menjelaskan bahwa Kabupaten Badung memiliki masa transisi sekitar 15 bulan sebelum Pembangkit Energi Listrik Sampah (PESL) mulai beroperasi. Selama masa tersebut, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan sistem pengelolaan sampah, terutama melalui pemilahan dari sumbernya.

Menurutnya, langkah tersebut harus didukung dengan penyediaan fasilitas yang memadai bagi masyarakat, seperti bag composter, tong komposter, serta pembangunan teba modern di tingkat rumah tangga.

“PAD Badung sekian triliun, coba kita gunakan 20 persen untuk sampah, permasalahan sampah ini pasti selesai. Apalagi sekarang tenaga DLHK hampir seribu, jika ini ditambah dengan kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah harus menjadi budaya,” tegasnya.

Selain penyediaan sarana, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan penegakan aturan terhadap masyarakat yang tidak melakukan pemilahan sampah.

“Bagi mereka yang tidak mau memilah sampahnya, kita berikan sanksi, jangan diambil. Tentu ini juga harus ada yang mengawasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Wayan Luwir Wiana mendorong agar DLHK bersama perangkat kecamatan dan desa lebih aktif memberikan edukasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

“Kami di Komisi II mendorong DLHK, Camat, dan Lurah semua bergerak melakukan pengawasan untuk memilah sampah itu residunya di masing-masing kecamatan. Jadi sampah organiknya biar tidak dibawa lagi ke TPA Suwung,” katanya.

Ia juga menilai bahwa pemerintah daerah perlu menyiapkan solusi jangka panjang, salah satunya dengan mempertimbangkan pembelian lahan baru sebagai lokasi pengelolaan sampah. (*/ap)
Read More