LENSA BALI

Hot



Rabu, 04 November 2026

𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮! 𝗘𝗺𝘂𝗹𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗣𝗦𝟱 𝗣𝗮𝗹𝘀𝘂 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝘁𝗛𝘂𝗯 𝗗𝗶𝘀𝘂𝘀𝘂𝗽𝗶 𝗠𝗮𝗹𝘄𝗮𝗿𝗲 𝗣𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝗗𝗮𝘁𝗮

November 04, 2026 0
Waspada! Emulator PS5 Palsu di GitHub Disusupi Malware Pencuri Data



Lensabali.id - Pengguna internet, khususnya pencinta game dan emulator, diminta lebih berhati-hati saat mengunduh perangkat lunak dari GitHub. Tim Threat Intelligence NordVPN menemukan penyebaran malware yang menyamar sebagai proyek emulator PlayStation 5 (PS5) palsu untuk mencuri password serta informasi pribadi pengguna.

Malware yang disisipkan dalam program tersebut dapat memanfaatkan perangkat korban untuk mencuri kata sandi hingga informasi pribadi. Ancaman ini menyasar pengguna yang mengunduh dan menjalankan emulator palsu dari platform pengembangan perangkat lunak GitHub, demikian dikutip dari TechSpot, Selasa (3/11/2026).

Menyamar sebagai Emulator KyttyPS5 dan AnyPS5

NordVPN mengidentifikasi dua repository palsu yang menggunakan nama KyttyPS5 dan AnyPS5. Kedua proyek tersebut dirancang menyerupai halaman emulator asli agar pengguna percaya bahwa berkas yang diunduh merupakan perangkat lunak untuk menjalankan game PlayStation 5.

Pelaku memanfaatkan kebiasaan komunitas emulator yang relatif terbiasa mengunduh berkas mentah dari GitHub, termasuk program eksperimental yang belum memiliki sertifikat digital. Kondisi ini membuat file berbahaya lebih mudah disamarkan sebagai perangkat lunak biasa.

"Penggemar emulator adalah target yang sempurna. Mereka terbiasa mengunduh perangkat lunak eksperimental dari GitHub dan menjalankan berkas tanpa tanda tangan digital, sehingga tidak ada yang terasa mencurigakan bagi mereka," ungkap CTO NordVPN, Marijus Briedis.

Malware Berupaya Melumpuhkan Defender dan Menghapus Jejak

Serangan ini juga menggunakan teknik untuk menghindari deteksi sistem keamanan komputer. Salah satu caranya adalah melumpuhkan Microsoft Defender, kemudian menghapus jejak aktivitas secara otomatis agar keberadaan malware semakin sulit diketahui.

Skema tersebut berpotensi membuat korban tidak menyadari bahwa perangkatnya telah disusupi. Bahkan, pencurian informasi pribadi dapat berlangsung tanpa diketahui pemilik komputer.

Hingga kini, belum ada informasi pasti mengenai jumlah pengguna yang telah terinfeksi maupun identitas spesifik varian infostealer yang digunakan. Komunitas game dan pengguna emulator pun diimbau memeriksa identitas serta rekam jejak pemilik repository sebelum mengunduh dan menjalankan berkas dari internet. (ap)
Read More

Selasa, 03 November 2026

𝗔𝗱𝗼𝗽𝘀𝗶 𝗔𝗜 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗹𝘂𝗮𝘀, 𝟯,𝟮𝟰 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗔𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗣𝗮𝗸𝗮𝗶 𝗚𝗲𝗻𝗔𝗜

November 03, 2026 0
Adopsi AI Kian Meluas, 3,24 Miliar Orang Aktif Pakai GenAI

Lensabali.id – Teknologi kecerdasan buatan generatif atau generative AI (GenAI) semakin luas digunakan masyarakat dunia. Hingga Oktober 2026, jumlah pengguna aktif berbagai platform GenAI tercatat mencapai 3,24 miliar orang atau setara dengan 38,9% dari total populasi global.

Data tersebut menunjukkan lebih dari sepertiga penduduk dunia telah memanfaatkan layanan AI generatif dalam aktivitas mereka. Angka pengguna ini meningkat lebih dari 1,2 miliar orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan Digital 2027 Global Overview Report yang diterbitkan We Are Social bersama Meltwater, pertumbuhan pengguna GenAI mencapai 57,2% dalam setahun hingga Oktober 2026. Peningkatan ini mencerminkan semakin cepatnya penerimaan teknologi AI di berbagai belahan dunia.

"Analisis terbaru Manochi mengungkapkan bahwa lebih dari 1 dari 3 orang di seluruh dunia kini menggunakan AI generatif setiap bulan," tulis We Are Social dalam laporannya, Selasa (3/11/2026).

Perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah pengguna yang mengakses setidaknya satu dari platform Large Language Model (LLM) teratas selama Oktober 2026. Meski demikian, angka itu tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah individu unik. Satu orang memungkinkan menggunakan beberapa akun, baik untuk kepentingan pribadi maupun pekerjaan, sekaligus mengakses berbagai layanan AI.

Di antara banyaknya platform yang tersedia, ChatGPT masih menempati posisi teratas sebagai layanan GenAI paling banyak digunakan di dunia. Platform tersebut berada di atas Gemini, Copilot, Claude, DeepSeek, Grok, Meta AI, hingga Dola.

Laporan itu juga mengingatkan bahwa pemeringkatan aplikasi seluler dan layanan berbasis web menggunakan metode pengukuran berbeda. Karena itu, jumlah pengguna dari kedua kanal tersebut tidak dapat langsung dijumlahkan, mengingat seseorang bisa mengakses layanan yang sama melalui aplikasi maupun browser.

Survei GWI yang dikutip dalam laporan tersebut turut mengungkap alasan masyarakat menggunakan AI. Mencari informasi menjadi kebutuhan utama, sebagaimana disampaikan oleh 60,4% pengguna. Berikutnya, sebanyak 40,6% memanfaatkan AI untuk memperoleh saran atau solusi atas persoalan yang dihadapi.

Sementara itu, 38,4% responden menggunakan teknologi tersebut untuk belajar dan meningkatkan keterampilan. Kebutuhan hiburan juga menjadi salah satu alasan penggunaan AI, dengan lebih dari seperempat pengguna menyebut aktivitas tersebut sebagai tujuan mereka.

Temuan ini memperlihatkan bahwa pemanfaatan AI telah berkembang melampaui kebutuhan pekerjaan. Teknologi generatif kini semakin dekat dengan rutinitas masyarakat, mulai dari mencari informasi dan menyelesaikan persoalan hingga belajar serta menikmati hiburan. (*ap)
Read More

𝗕𝗮𝘀𝗮𝗿𝗻𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗹𝘂𝗮𝘀 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗶𝘀𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗻𝗴𝘀𝗼𝗿 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗴𝗮 𝗘𝗰𝗼 𝗣𝗮𝗿𝗸 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟯,𝟱 𝗞𝗺

November 03, 2026 0
Basarnas Perluas Penyisiran Korban Longsor Pelaga Eco Park hingga 3,5 Km

BADUNG, Lensabali.id – Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian dua korban yang hilang akibat longsor di Pelaga Eco Park, Kecamatan Petang, Badung. Area penyisiran yang semula mencakup radius 2,5 kilometer direncanakan diperluas hingga 3–3,5 kilometer untuk memaksimalkan upaya menemukan kedua korban.

"Luas radius pencarian tetap kami kembangkan sekarang 2,5 kilometer dan besok mungkin dikembangkan menjadi 3 atau 3,5 kilometer," ujar Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Selasa (3/11/2026).

Proses pencarian yang melibatkan Basarnas bersama sejumlah unsur gabungan masih dilakukan secara manual. Kondisi medan longsor membuat alat berat belum dapat menjangkau titik kejadian, sehingga petugas mengandalkan peralatan seperti mesin senso untuk membersihkan material.

Cuaca mendung juga menjadi kendala dalam operasi. Pada Selasa sore, tim SAR harus menarik personel lebih awal demi mempertimbangkan faktor keselamatan. Hingga pencarian dihentikan sementara, keberadaan kedua korban belum berhasil diketahui.

"Sampai dengan sore hari ini masih nihil dan tim SAR gabungan masih proses pencarian di sungai maupun di lokasi kejadian," kata Sidakarya.

Operasi pencarian secara maksimal direncanakan berlangsung selama sepekan, sebelum batas waktu operasi SAR berakhir. Selain membersihkan material longsor menggunakan peralatan manual, petugas juga melakukan penyemprotan dengan pompa untuk memastikan kemungkinan adanya korban yang tertimbun material.

Sebelumnya, pencarian telah dimulai sejak Senin pagi dengan membagi personel menjadi tiga tim. Masing-masing menyisir titik kejadian, kawasan hulu bendungan, hingga aliran sungai yang terdampak longsor.

Peristiwa longsor pada Minggu (1/11/2026) malam tersebut menghantam sejumlah bangunan glamping di kawasan Pelaga Eco Park. Dua tamu dilaporkan hilang dan diduga tertimbun material atau terseret aliran longsoran.

Kepolisian telah mengungkap identitas kedua korban, yakni Sascha Erich Schubery (56), warga negara Jerman, serta Bangkit Khoirul Mubarok (27), warga Indonesia. Namun, hingga Selasa sore, keduanya masih belum ditemukan.

"Kita tetap berusaha dengan tim SAR gabungan mencari menggunakan alpon, menggunakan alat manual ya, putanggo dan lainnya, kita mengerahkan satu anjing pelacak dalam pencarian hari ini," tukas Sidakarya. (ap)
Read More