LENSA BALI

Hot



Senin, 21 September 2026

𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝗼𝗳 𝗡𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗹𝘄𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗜𝗔𝗪𝗣 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

September 21, 2026 0
𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝗼𝗳 𝗡𝗮𝘁𝗶𝗼𝗻𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗲𝗺𝘂𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗹𝘄𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗜𝗔𝗪𝗣 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

BADUNG, Lensabali.id - Parade of Nations menjadi salah satu rangkaian kegiatan The International Association of Women Police (IAWP) 2026 yang berlangsung di Bali. Parade tersebut mempertemukan polisi wanita dari berbagai negara dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan.

Kegiatan ini digelar setelah pembukaan IAWP 2026 oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di kawasan The Nusa Dua, Badung, Minggu (20/9/2026).

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya turut hadir saat melepas rombongan parade. Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan polwan dari berbagai negara sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.

"Parade of Nation ini memperkenalkan polisi-polisi wanita dunia dengan parade defile, tampilkan seragamnya, menunjukkan juga keakraban, kebersamaan antarpolisi wanita," ungkap Daniel, Minggu.

Sebanyak polwan dari 43 negara mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Selain parade defile, para peserta juga diajak menikmati berbagai pertunjukan seni dan budaya Bali.

Suasana semakin meriah ketika kesenian Genjek asal Karangasem ditampilkan. Sejumlah peserta tampak antusias mengikuti irama pertunjukan hingga ikut menari bersama.

IAWP 2026 mengusung tema 'Women Leading Global Change' dan dijadwalkan berlangsung di kawasan Nusa Dua hingga 24 September 2026. Forum ini diikuti 464 delegasi dari 43 negara.

Dalam pertemuan tersebut, para delegasi akan membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kepolisian, termasuk perkembangan teknologi, kepemimpinan, serta penguatan jejaring antarpolisi wanita di tingkat internasional.

Presiden IAWP Julia Jaeger mengapresiasi penyelenggaraan agenda tersebut di Bali. Ia mengaku terkesan dengan persiapan yang dilakukan Polri untuk menyambut para delegasi.

"Kami terkesan dengan polisi wanita Polri yang sudah menyambut kami dengan baik dan bekerja keras mempersiapkan pertemuan ini," tutur Julia saat pembukaan IAWP 2026 di Nusa Dua, Minggu.

Julia juga menyebut IAWP 2021 sejatinya dijadwalkan berlangsung di Indonesia, namun agenda tersebut terkendala pandemi COVID-19. Kini, pertemuan polwan internasional itu akhirnya dapat digelar di Bali dengan melibatkan ratusan delegasi dari berbagai negara. (ap)
Read More

𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗨𝗻𝗶𝘁𝗲𝗱 𝗧𝗮𝗸𝗹𝘂𝗸 𝟬-𝟭 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗼𝗿𝗻𝗲𝗼 𝗙𝗖 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗟𝗮𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵 𝗞𝗮𝗿𝘁𝘂 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵

September 21, 2026 0

Bali United Takluk 0-1 dari Borneo FC dalam Laga Penuh Kartu Merah

SAMARINDA, Lensabali.id - Bali United harus mengakui keunggulan Borneo FC setelah kalah 0-1 dalam laga pekan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Serdadu Tridatu musim ini.

Pertandingan berlangsung ketat dan panas. Tiga kartu merah mewarnai duel tersebut, dengan dua pemain Bali United, Rahmat Arjuna dan Tim Receveur, harus meninggalkan lapangan. Sementara Borneo FC kehilangan Rivat Marasabessy.

Borneo FC tampil agresif sejak menit awal dan membuat Bali United kesulitan mengembangkan permainan. Rahmat Arjuna di sisi kiri maupun Jort Sande tidak banyak mendapatkan ruang, sedangkan Teppei Yachid kerap mendapat kawalan ketat dari pemain tuan rumah.

Mike Hauptmeijer sempat menjadi penyelamat Bali United setelah menggagalkan dua tembakan tepat sasaran Borneo FC. Di sisi lain, absennya Queven Inacio membuat kreativitas Bali United berkurang. Tim Receveur yang menggantikannya lebih berkarakter defensif sehingga suplai bola ke lini depan tidak maksimal.

Ketegangan meningkat pada menit ke-34. Rivat Marasabessy menerima kartu merah langsung setelah terlibat insiden dengan Rahmat Arjuna. Rivat disebut terpancing emosi hingga mengayunkan tangan ke arah leher Rahmat.

Namun, Rahmat kemudian juga diusir wasit setelah rekaman pertandingan menunjukkan dirinya lebih dulu melakukan pukulan terhadap Rivat. Kedua tim pun melanjutkan laga dengan masing-masing 10 pemain hingga babak pertama berakhir tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Borneo FC terus memberikan tekanan. Petaka bagi Bali United datang pada menit ke-54 setelah Tim Geypens melakukan pelanggaran terhadap Juan Villa di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih dan Juan Villa sukses menjalankan tugasnya untuk membawa Borneo FC unggul 1-0.

Johnny Jansen merespons dengan memasukkan Jay Herdman untuk menggantikan Brandon Wilson. Tim Receveur juga ditarik lebih ke belakang untuk membantu lini pertahanan. Irfan Jaya kemudian masuk menggantikan Kadek Arel yang mengalami masalah pada paha.

Situasi Bali United semakin berat pada menit ke-69. Tim Receveur menerima kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain Borneo FC. Serdadu Tridatu pun harus bermain dengan sembilan pemain.

Meski kehilangan dua pemain, Bali United justru mampu meningkatkan tekanan pada 15 menit terakhir. Johnny Jansen memasukkan Jens Raven dan Kadek Agung untuk menambah daya gedor. Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi tidak ada yang berbuah gol.

Skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir. Hasil tersebut membuat Bali United turun dari posisi teratas ke peringkat kelima dengan enam poin. Sementara Borneo FC meraih kemenangan pertamanya dari empat pertandingan dan naik ke posisi keempat dengan koleksi enam poin. (ap)
Read More

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽

September 21, 2026 0
Viral Dugaan Eksploitasi, Wisata Berkuda di Pererenan Ditutup

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas wisata berkuda di kawasan Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, kini resmi berhenti beroperasi. Usaha tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah viral di media sosial terkait dugaan eksploitasi dan kondisi kuda yang dinilai memprihatinkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Raka Sukadana mengatakan, salah satu kuda yang menjadi sorotan sebelumnya mengalami patah kaki hingga akhirnya mati. Sementara kuda-kuda lainnya telah dipindahkan ke wilayah Tabanan.

"Kuda yang mati itu akibat meloncat dan kakinya patah karena kaget ada kebisingan di lokasi. Sisanya sudah dipindah ke Tabanan, maka usaha di Pererenan ini sudah resmi tutup dan tidak ada aktivitas lagi," kata Raka Sukadana, Minggu (20/9/2026).

Raka juga meluruskan informasi yang menyebut aktivitas tersebut berada di kawasan Canggu. Menurutnya, lokasi usaha wisata berkuda itu berada di Pererenan. Ia menegaskan, kegiatan serupa ke depan harus memenuhi ketentuan mengenai perawatan dan kesehatan hewan.

"Apabila ke depan ada kegiatan sejenis, wajib hukumnya mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku terkait syarat minimal perawatan kesehatan kuda. Kami harapkan di lokasi baru di Tabanan nanti pemilik benar-benar mematuhi aturan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, kondisi kuda-kuda tersebut menjadi perhatian setelah seorang warga negara asing (WNA) mengunggah video yang memperlihatkan sejumlah kuda dalam kondisi kurus. Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan dugaan adanya eksploitasi terhadap hewan.

Petugas Satpol PP Badung bersama Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung kemudian mengecek lokasi pada Jumat (18/9). Dari pemeriksaan, petugas menemukan tiga ekor kuda berusia lebih dari 30 tahun yang disebut sudah tidak disewakan selama sekitar dua tahun.

Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan kuda yang viral tersebut telah mati sebelum pemeriksaan dilakukan. Menurutnya, kematian kuda itu berkaitan dengan kondisi sakit dan stres.

"Kami sudah turun ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan berkoordinasi dengan Perbekel Desa Canggu. Kuda yang viral itu memang sudah berusia di atas 30 tahun dan sudah mati karena sakit serta stres," kata Suryanegara.

Dua kuda lainnya yang masih berada di lokasi kemudian dipindahkan ke Tabanan. Suryanegara menjelaskan, sebelumnya kuda-kuda itu memang pernah disewakan kepada wisatawan untuk aktivitas menyusuri pantai, tetapi kegiatan tersebut telah dihentikan sejak dua tahun lalu.

"Dulu kuda-kuda ini memang disewakan ke turis untuk jalan-jalan di pantai, tetapi sejak dua tahun lalu sudah tidak disewakan lagi. Dua kuda yang tersisa sudah resmi dipindahkan ke Tabanan," ujarnya. (ap)
Read More