LENSA BALI

Hot



Jumat, 06 November 2026

𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗞𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗱𝗶𝗮𝗺𝗲𝘁𝗲𝗿 𝟮𝟬 𝗖𝗺 𝗥𝗼𝗯𝗼𝗵 𝗧𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗪𝗮𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗖𝗮𝗻𝗮𝗻𝗴, 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁

November 06, 2026 0

Pohon Kelapa Berdiameter 20 Cm Roboh Timpa Warung Canang, Pemilik Selamat

KARANGASEM, Lensabali.id – Sebuah warung yang menjual makanan ringan dan canang di Karangasem mengalami kerusakan parah setelah tertimpa pohon kelapa setinggi sekitar 15 meter. Peristiwa tersebut diduga dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan itu.

Warung milik I Nengah Tresna (46) tersebut rusak setelah pohon kelapa berdiameter sekitar 20 sentimeter tumbang dan menghantam bangunan. Sejumlah barang dagangan yang berada di dalam warung juga ikut mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut kondisi bangunan warung mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang pohon.

"Bangunan warung rusak parah, beberapa barang dagangan juga rusak setelah dihantam pohon kelapa," kata Aditya, Jumat (6/11/2026).

Meski menyebabkan kerugian material, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Pemilik warung berhasil menyelamatkan diri ketika pohon kelapa tersebut tumbang.

Penanganan pohon tumbang oleh petugas BPBD Karangasem berlangsung relatif cepat karena batang pohon mudah dievakuasi. Selanjutnya, BPBD berencana menyalurkan bantuan kepada korban untuk membantu meringankan dampak kerusakan yang dialami.

Menyikapi kondisi cuaca yang masih berpotensi menghadirkan hujan deras, BPBD Karangasem mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika berada di sekitar pohon tinggi dan berusia tua.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya di lingkungan sekitar, mengingat bencana dapat terjadi sewaktu-waktu dan di berbagai lokasi. (ap)
Read More

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗺𝗯𝗿𝗲𝘁 𝗱𝗶 𝗦𝗮𝗻𝘂𝗿, 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗜𝘁𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝘁𝘂𝗵 𝘀𝗮𝗮𝘁 𝗧𝗮𝘀𝗻𝘆𝗮 𝗛𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗿𝗮𝗺𝗽𝗮𝘀

November 06, 2026 0
Viral Aksi Jambret di Sanur, Turis Italia Terjatuh saat Tasnya Hendak Dirampas

DENPASAR, Lensabali.id – Aksi percobaan penjambretan terhadap seorang warga negara (WN) Italia saat bersepeda di kawasan Sanur, Denpasar Selatan, terekam kamera pengawas atau CCTV. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, seorang pria bersepeda motor terlihat mendekati korban dari arah belakang dan berusaha merampas tas yang diletakkan di keranjang depan sepedanya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Korban diketahui bernama Morena. Saat pelaku mencoba menarik tasnya, perempuan itu berusaha mempertahankan barang miliknya hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari sepeda.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan pelaku datang secara tiba-tiba dari belakang korban sebelum melancarkan aksinya.

"Secara tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal datang dari arah belakang korban mencoba untuk merampas tas korban yang ada di keranjang depan sepeda," ungkap Azel, Jumat (6/11/2026).

Upaya pelaku membawa kabur tas tersebut tidak berhasil karena Morena berusaha menahannya. Setelah gagal mendapatkan barang milik korban, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Rekaman CCTV yang beredar tidak memperlihatkan kelanjutan kejadian setelah pelaku kabur.

"Pelaku langsung kabur dan tidak berhasil mengambil tas milik korban," tutur Azel.

Meski tasnya berhasil dipertahankan, Morena mengalami sejumlah luka akibat terjatuh dari sepeda. Luka tersebut terdapat pada bagian kepala, hidung, dan lengan.

Korban sempat ditawari untuk dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis. Namun, ia menolak dan meminta diantarkan ke tempatnya menginap.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan memburunya agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. (ap)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗟𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗘𝗗𝗔𝗦 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗘𝗚𝗔𝗥𝗔 𝗥𝗔𝗦𝗔, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵

November 06, 2026 0
Bupati Satria Luncurkan Klungkung KEDAS dan SEGARA RASA, Perkuat Layanan Publik dan Ekonomi Daerah

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong pembaruan pelayanan publik melalui berbagai inovasi yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan dengan peluncuran dua inovasi daerah, yakni Klungkung KEDAS dan SEGARA RASA, oleh Bupati Klungkung I Made Satria di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (5/11).

Kedua inovasi tersebut diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Klungkung. Peluncuran turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, jajaran Asisten dan kepala OPD, para camat, perbekel, tokoh masyarakat, serta pengelola sentra perikanan.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa peluncuran inovasi bukan sekadar kegiatan seremonial maupun pemenuhan administrasi. Lebih dari itu, kedua program tersebut harus menjadi langkah nyata untuk menghadirkan perubahan dan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Pembangunan daerah harus menyeimbangkan dua hal utama, yaitu meningkatkan produktivitas dan tata kelola ekonomi masyarakat, sekaligus menjaga kualitas lingkungan yang berkelanjutan. Saya menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh sesuai tugas dan fungsi masing-masing," tegas Bupati Satria.

Kepala DLHP Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan bahwa Klungkung KEDAS dirancang untuk membangun sistem pengelolaan sampah berbasis sumber dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah maupun lingkungan masing-masing. Untuk mendukung pelaksanaannya, disiapkan lima program unggulan.

Program tersebut mencakup kemitraan dengan pihak ketiga, pengelolaan sampah anorganik dan residu secara terpadu, edukasi pemilahan sampah, pengangkutan gratis sampah rongsokan atau daur ulang dari Nusa Penida, serta penertiban tempat pembuangan sampah liar. Melalui kerja sama dengan pihak swasta, kapasitas pengolahan di TOSS Center Karang Dadi telah mencapai 47 ton per hari, sementara rata-rata sampah yang masuk sekitar 38 ton per hari.

Selain itu, pengangkutan sampah terpilah dari desa menuju TOSS Center mencapai 5–7 ton per hari. Program edukasi juga diperkuat melalui penyediaan modul informasi bagi masyarakat. Khusus wilayah Nusa Penida, fasilitas pengangkutan gratis sampah rongsokan dan daur ulang diharapkan dapat meningkatkan daya saing harga jual sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang lebih tertib.

Bupati Satria Luncurkan Klungkung KEDAS dan SEGARA RASA, Perkuat Layanan Publik dan Ekonomi Daerah

Sementara itu, Kepala DKPP Klungkung, Ni Luh Made Ariyati, memaparkan bahwa SEGARA RASA diarahkan untuk membenahi dan memodernisasi pengelolaan Sentra Pemindangan Kusamba. Sentra yang menjadi pusat aktivitas nelayan dan UMKM pengolah ikan tersebut memiliki 77 bangsal, enam kios, serta satu Tempat Penimbangan Ikan (TPI), dengan volume pengolahan rata-rata 5–6 ton ikan per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar di seluruh Bali.

Menurut Ariyati, pengelolaan sentra selama ini masih perlu diintegrasikan agar lebih tertata. Melalui SEGARA RASA, pembenahan dilakukan secara bertahap, mulai dari peninjauan regulasi dan penyesuaian tarif retribusi TPI yang belum diperbarui sejak 1990. Penyusunan Ranperbup terkait saat ini memasuki tahap harmonisasi di Biro Hukum Setda Provinsi Bali dan ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026, sehingga dapat diterapkan pada Desember 2026. Untuk tahap berikutnya, program akan diarahkan pada penguatan kerja sama lintas pemangku kepentingan serta pembangunan dashboard sistem informasi SEGARA RASA.

Melalui Klungkung KEDAS dan SEGARA RASA, Pemkab Klungkung berharap pembenahan pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor perikanan dan ekonomi masyarakat. Dukungan seluruh perangkat daerah serta partisipasi masyarakat menjadi kunci agar kedua inovasi tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan dan memberikan hasil nyata bagi pembangunan Klungkung. (*/ap)
Read More