LENSA BALI

Hot



Selasa, 03 November 2026

𝗟𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸 𝗘𝗻𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗷𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗙𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗯𝗱𝗶𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

November 03, 2026 0
Lantik Enam Pejabat Fungsional, Bupati Satria Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Masyarakat

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Bupati Klungkung I Made Satria melantik dan mengambil sumpah jabatan enam pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Senin (2/11), didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dan Pj. Sekda Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya.

Enam pejabat yang dilantik yakni I Komang Astika, SE dan Komang Sumartini Pandewi, SE yang bertugas di Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan; Kadek Hery Putra Astawan, S.Tr.I.P. di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah; serta I Made Suputra, S.Kom di UPTD Pusat Layanan Terpadu Koperasi dan UMKM.

Selanjutnya, I Made Mahatma Adi Putra, SE ditempatkan di Dinas Perhubungan dan Ni Ketut Maha Yeti, SE, M.A.P di Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan. Pelantikan ini menjadi bagian dari penataan serta penguatan kapasitas aparatur dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Satria mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjalankan tugas dengan mengedepankan orientasi hasil. Setiap pekerjaan, menurutnya, harus mampu memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.

Selain itu, ia meminta seluruh pejabat terus meningkatkan kompetensi dan mengembangkan inovasi guna mendorong pelayanan publik yang semakin efektif, cepat, dan tepat sasaran. Profesionalisme aparatur juga perlu diimbangi dengan integritas, netralitas, serta kemampuan membangun sinergi dalam lingkungan kerja.

Lantik Enam Pejabat Fungsional, Bupati Satria Tekankan Integritas dan Pengabdian kepada Masyarakat

“Selamat bertugas kepada Pegawai Negeri Sipil dan Pejabat Fungsional. Bekerjalah dengan hati dan hadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Klungkung,” ujar Satria.

Ia menegaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk ikrar dan tanggung jawab di hadapan Tuhan Yang Maha Esa serta negara. Karena itu, setiap pejabat dituntut menjalankan amanah secara jujur, bertanggung jawab, dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Bupati juga mengingatkan bahwa pengabdian aparatur harus sejalan dengan visi pembangunan daerah Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Mahottama: Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur. Visi tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

Melalui pelantikan ini, Pemkab Klungkung berharap para pejabat fungsional dapat segera menjalankan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing, sekaligus memperkuat kinerja organisasi pemerintahan. Peningkatan kompetensi, integritas, dan kualitas pelayanan menjadi hal penting untuk mewujudkan birokrasi yang semakin profesional serta memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Klungkung. (ap)
Read More

Senin, 02 November 2026

𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝘆𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝗲𝗿𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝟭𝟬𝟬 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗹𝗮𝗺

November 02, 2026 0
Korban Hanyut di Pantai Keramas Ditemukan 100 Meter dari Titik Tenggelam

GIANYAR, Lensabali.id – Tim SAR gabungan berhasil menemukan Gede YP (19), pemuda yang terseret arus laut di Pantai Tuas/Nirmala, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian sejak sehari sebelumnya.

Kasi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan pencarian terhadap korban telah berlangsung hingga Senin (2/11/2026) pukul 07.30 Wita, tetapi belum membuahkan hasil.

"Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah Gede YP (19), korban terseret arus laut di Pantai Tuas/Nirmala, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar," kata Suardita dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).

Pencarian kemudian kembali dilanjutkan dengan menyisir perairan ke arah timur dan barat dari titik awal korban dilaporkan tenggelam. Area penyisiran menjangkau radius sekitar dua kilometer. Petugas juga menggunakan pesawat tanpa awak atau drone untuk membantu memantau wilayah pencarian.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar pukul 12.50 Wita, berjarak kurang lebih 100 meter ke arah timur dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.

"Setelah melakukan upaya pencarian, pada pukul 12.50 Wita korban akhirnya ditemukan sekitar 100 meter ke arah timur dari lokasi awal tenggelam," kata Suardita.

Proses evakuasi dilakukan oleh personel SAR Brimobda Bali bersama Satpolairud Polres Gianyar, Polsek Blahbatuh, Basarnas Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Gianyar, dan Balawista Kabupaten Gianyar.

Setelah dievakuasi, jenazah Yuda diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Banjar Baukawan, Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem.

"Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Seluruh personel gabungan kemudian melaksanakan apel konsolidasi sebagai penutup kegiatan pencarian," katanya. (ap)
Read More

𝗟𝗼𝗻𝗴𝘀𝗼𝗿 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗴𝗮 𝗘𝗰𝗼 𝗣𝗮𝗿𝗸, 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝗮𝗺𝘂 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗰𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻

November 02, 2026 0
Longsor Terjang Pelaga Eco Park, Dua Tamu Masih Dalam Pencarian

BADUNG, Lensabali.id – Kawasan penginapan Pelaga Eco Park di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, mengalami kerusakan parah setelah diterjang longsor pada Minggu (1/11/2026) malam. Hingga Senin (2/11/2026), dua tamu yang menempati salah satu bangunan glamping masih belum ditemukan.

Bangunan Room 6 yang dihuni kedua tamu tersebut dilaporkan hanyut tersapu material longsor dari tebing dengan ketinggian sekitar 50–70 meter. Kondisi lokasi penginapan pun tampak porak-poranda saat dipantau pada Senin.

Dari enam bangunan glamping yang tersedia, satu unit hanyut, sementara lima lainnya mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda, mulai dari ringan hingga berat akibat material longsor susulan. Area taman di sekitar penginapan juga rusak dan tertimbun tanah.

Tim SAR gabungan telah melakukan penanganan darurat dengan mengerahkan pompa air, anjing pelacak, serta melakukan penyisiran sungai. Namun, pencarian belum membuahkan hasil pada hari pertama karena terkendala cuaca dan kondisi medan yang tertutup material longsor.

Salah satu pemilik Pelaga Eco Park, Gus Tu, mengatakan staf sebenarnya telah mengarahkan para tamu yang berada di blok bawah untuk berpindah ke tempat lebih aman. Namun, sebagian penghuni disebut masih memilih bertahan di kamar masing-masing.

"Ya oleh staf saya sudah dikasih tahu untuk pindah, ke tempat yang tidak kena longsor sekarang," tutur Gus Tu.

Gus Tu mengaku tidak mengetahui secara langsung kejadian tersebut karena masih berada di Denpasar. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari staf, beberapa tamu sempat berteriak untuk memperingatkan adanya longsor.

Saat pekerja memeriksa lokasi, Room 6 yang ditempati dua tamu tersebut sudah tidak ada karena tersapu longsor. Halaman penginapan juga telah tertutup material tanah.

Dari enam kamar yang tersedia, empat di antaranya sedang ditempati tamu. Seluruh tamu kemudian dievakuasi ke area restoran untuk beristirahat sementara sambil menunggu proses penanganan.

"Tapi sekarang tamu sudah pada pulang masing-masing. Untuk cerita detail, saya tak tahu, hanya itu yang saya dapat dari staf," katanya.

Gus Tu menjelaskan, pemesanan kamar awalnya dilakukan oleh seorang warga negara Indonesia bernama Bangkit Mubarok. Sementara itu, seorang tamu pria warga negara asing yang identitasnya belum diketahui datang dan bergabung pada waktu berbeda sehingga tidak tercatat dalam pemesanan.

"Ya, datang beda-beda," singkatnya.

Tim SAR gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Selasa (3/11/2026). Operasi tidak dapat diteruskan hingga malam hari karena kondisi lokasi belum memungkinkan. Hingga pencarian hari pertama berakhir, kedua tamu yang diduga terseret material longsor masih belum ditemukan.
Read More