LENSA BALI

Hot



Jumat, 21 Agustus 2026

𝗛𝘂𝗮𝘄𝗲𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗫 𝗩𝗶𝗲𝘄 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗿 𝗢𝗟𝗘𝗗 𝗟𝗲𝗯𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗲𝗿𝗮𝗶 𝟳.𝟬𝟬𝟬 𝗺𝗔𝗵

Agustus 21, 2026 0
Huawei Pura X View Bawa Layar OLED Lebar dan Baterai 7.000 mAh

Lensabali.id - Huawei resmi memperkenalkan Pura X View, smartphone dengan konsep layar yang berbeda dari ponsel candybar pada umumnya. Perangkat ini hadir dengan layar yang dibuat lebih lebar secara horizontal dan diklaim sebagai smartphone candybar layar lebar pertama di dunia.

Pura X View mengandalkan panel OLED berukuran 6,39 inci dengan rasio aspek 16:9,5. Huawei merancang format tersebut untuk memberikan ruang tampilan lebih luas tanpa menggunakan mekanisme layar lipat.

Huawei menyebut perangkat ini sebagai smartphone yang "born for content". Layar lebar tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman yang lebih nyaman saat menikmati video, membaca, bermain gim maupun menjalankan berbagai aktivitas produktivitas.

Spesifikasi Huawei Pura X View

Pura X View memiliki resolusi layar 2.232 x 1.320 piksel dengan bezel hanya 1,05 mm di keempat sisi. Rasio layar terhadap bodinya mencapai 96,1 persen, sementara tingkat kecerahan puncak diklaim mencapai 6.500 nits.

Huawei juga membekali layar tersebut dengan teknologi PWM dimming berfrekuensi tinggi untuk membantu memberikan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi mata.

Menariknya, meski membawa baterai berkapasitas 7.000 mAh, perangkat ini memiliki ketebalan hanya 6,68 mm dengan bobot 201 gram.

Di bagian belakang terdapat modul tiga kamera berbentuk kapsul yang disusun secara horizontal. Namun, Huawei belum membeberkan spesifikasi lengkap dari ketiga kamera tersebut.

Pura X View tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Leap Shadow Red, Linen Gray, Zero Degree White, dan Phantom Night Black. Perangkat ini memiliki RAM 12 GB dengan penyimpanan internal hingga 1 TB.

Untuk sistem operasi, Huawei Pura X View langsung menjalankan HarmonyOS 7. Sistem tersebut dikembangkan agar dapat memanfaatkan bidang layar yang lebih lebar, termasuk untuk video, membaca, bermain gim dan pekerjaan produktivitas.

Konsep layar lebar sebenarnya bukan hal baru bagi Huawei. Pada 2025, perusahaan telah memperkenalkan Pura X, ponsel lipat dengan layar utama 6,3 inci berasio 16:10.

Namun, Pura X View membawa konsep serupa ke dalam bodi candybar konvensional. Dengan demikian, pengguna bisa mendapatkan bidang tampilan yang lebih lebar tanpa harus membuka perangkat seperti ponsel lipat.

Harga Huawei Pura X View

Huawei mulai membuka reservasi Pura X View pada 20 Agustus 2026. Sementara pengalaman langsung di toko dan periode pre-sale dijadwalkan berlangsung mulai 28 Agustus 2026.

Hingga kini, Huawei belum mengungkap harga resmi Pura X View maupun chipset yang digunakan. Kehadirannya menjadi eksperimen menarik di tengah desain smartphone yang selama ini cenderung menggunakan layar tinggi dan memanjang.

Lewat Pura X View, Huawei mencoba menawarkan alternatif dengan bidang layar yang lebih lebar untuk kebutuhan konsumsi konten. Respons pasar nantinya akan menentukan apakah pendekatan tersebut mampu menjadi tren baru di industri smartphone. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗗𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗺𝗯𝗮𝗵 𝗸𝗲 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗸𝗮𝘂

Agustus 21, 2026 0
Pengusaha Tahu Gilimanuk Diamankan Usai Buang Limbah ke Kawasan Bakau

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang pengusaha pabrik tahu berinisial TMN bersama salah satu pekerjanya diamankan petugas Kelurahan Gilimanuk setelah kedapatan membuang limbah cair hasil produksi ke kawasan hutan bakau Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Jembrana, Bali.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma Kusuma mengatakan, aktivitas tersebut diketahui petugas saat melakukan pemantauan di sekitar kawasan. Sebelumnya, pihak kelurahan juga telah menerima laporan masyarakat mengenai bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah usaha tahu tersebut.

"Pelaku tertangkap basah pas kami keliling. Kemudian kami amankan. Sebelumnya juga ada informasi terkait polusi bau limbah dari usaha tahu ini," ungkap Tony saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Setelah diamankan, pemilik usaha dan pekerjanya dibawa ke Kantor Resor TNBB Karangsewu untuk dimintai keterangan. Tony menyebut tindakan membuang limbah sembarangan tersebut bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.

Aturan tersebut mengatur sanksi bagi pelanggar berupa kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 500 ribu. Namun, dalam kasus ini pihak kelurahan bersama TNBB memilih menyelesaikannya melalui mediasi.

"Pemilik pabrik tahu menyatakan memang benar membuang limbah cair hasil pengolahan ke kawasan TNBB Gilimanuk. Namun, kali ini kami mediasi," papar Tony.

Dalam mediasi tersebut, pihak TNBB memberikan arahan kepada pemilik usaha agar tidak kembali membuang limbah ke kawasan konservasi. Pengusaha juga diberi waktu tujuh hari untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) secara mandiri.

Selain IPAL, pemilik usaha diminta menyiapkan teba modern sebagai tempat pengelolaan limbah organik. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah limbah produksi kembali mencemari lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk kesanggupan, pemilik pabrik tahu telah menandatangani surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak Kelurahan Gilimanuk dan TNBB.

Tony mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar lebih memperhatikan pengelolaan limbah, khususnya di sekitar kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

"Kami mengimbau seluruh warga agar tidak lagi membuang limbah secara sembarangan yang dapat merusak lingkungan konservasi," pungkasnya. (ap)
Read More

𝗔𝗽𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗱𝗲𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗺𝗯𝘂𝘀 𝗥𝗽 𝟱𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 21, 2026 0

Api Lahap Bedeng Proyek di Canggu, Kerugian Tembus Rp 500 Juta

BADUNG, Lensabali.id - Bedeng proyek pembangunan restoran di Jalan Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, terbakar pada Kamis (20/8/2026). Kobaran api tidak hanya menghanguskan bangunan sementara, tetapi juga sejumlah kendaraan dan peralatan proyek. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan kebakaran diperkirakan bermula dari percikan kabel listrik di dalam bedeng proyek. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke sejumlah bagian lainnya.

"Kejadiannya tadi siang sekitar jam dua kurang sepuluh, awalnya ada percikan api dari kabel listrik di bedeng proyek. Karena lokasinya banyak barang gampang terbakar, api cepat banget membesar dan merembet ke mana-mana," ungkap Ayu Inastuti, Kamis (20/8/2026).

Laporan kebakaran diterima melalui layanan pengaduan 110 Mabes Polri sekitar pukul 14.11 Wita. Polisi dari Polsek Kuta Utara yang dipimpin Kompol I Ketut Sukadana kemudian mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.

"Begitu dapat laporan, anggota langsung meluncur ke lokasi sambil kontak Pemadam Kebakaran Badung. Ada tiga unit mobil Damkar yang dikerahkan sampai akhirnya api betul-betul padam sekitar pukul 14.25 Wita," ujar Ayu.

Mandor proyek Tubagus Muhibudin (39) bersama Slamet Riyanto (46) menjadi saksi awal kejadian. Keduanya sedang memeriksa area proyek ketika melihat api mulai membesar. Upaya pemadaman secara manual tidak berhasil karena kobaran api cepat membesar, ditambah kondisi angin dan banyaknya bahan mudah terbakar.

"Saksi dan para pekerja ini lagi ngecek pengerjaan proyek, tiba-tiba api sudah membesar. Mereka tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam bedeng karena apinya sudah terlanjur tinggi," ucap Ayu Inastuti.

Akibat kebakaran tersebut, satu bedeng proyek dan sebuah tenda yang digunakan sebagai garasi hangus terbakar. Satu mobil sedan Toyota Crown Royal serta sepeda motor berikut STNK juga ikut dilalap api.

Sejumlah perlengkapan proyek turut musnah, di antaranya lima unit pompa sumpit, tiga rol kabel listrik, serta berbagai peralatan dan material pembangunan. Barang pribadi milik pekerja seperti tablet, dompet berisi uang dan kartu identitas, hingga BPKB mobil juga ikut terbakar.

"Tidak ada korban atau luka. Tapi barang pribadi seperti tab, dompet isi uang dan kartu identitas, sampai BPKB mobil ikut hangus. Total kerugian ditaksir sekitar Rp 500 juta," pungkas Ayu Inastuti. (ap)
Read More