LENSA BALI

Hot



Minggu, 12 Juli 2026

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗵𝘂𝗯 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗟𝗲𝘁𝗸𝗼𝗹 𝗪𝗶𝘀𝗻𝘂 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗪𝗮𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗮𝘅𝗶

Juli 12, 2026 0
Koster dan Menhub Perkuat Infrastruktur Transportasi Bali, Dari Bandara Letkol Wisnu hingga Water Taxi

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi membahas sejumlah agenda strategis penguatan transportasi udara, laut, dan darat di Bali dalam pertemuan yang berlangsung di Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung. Sejumlah program prioritas yang dibahas meliputi pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu di Buleleng, revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang, pembangunan sejumlah pelabuhan baru, hingga pengoperasian layanan Water Taxi di Bali Selatan.

Dalam forum tersebut, Menteri Perhubungan menyatakan dukungan terhadap usulan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengembangkan Bandar Udara Letkol Wisnu sebagai bandara khusus yang dapat membantu mengurangi beban pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa pengembangan Bandara Letkol Wisnu tidak diarahkan menjadi bandara komersial seperti Ngurah Rai, melainkan sebagai fasilitas pendukung untuk kebutuhan penerbangan khusus, termasuk pendaratan darurat, layanan jet pribadi, penerbangan carter, logistik, dan distribusi peralatan.

“Untuk itulah, kami harapkan Bandar Udara Letkol Wisnu ini bisa mengatasi problem lalu lintas udara di Bali. Sampai saat ini belum berpikir mengembangkan bandara komersial seperti Ngurah Rai, karena Bali ini kecil dan kita harus menjaga lahan produktif agar tidak tergerus serta melindungi ekosistem subak yang ada,” ujar Koster.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk badan usaha dan menyiapkan langkah pembebasan lahan. Pemerintah juga membuka peluang investasi bagi pihak yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan proyek tersebut.

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Bali memerlukan penguatan sistem transportasi karena tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat yang datang ke Pulau Dewata setiap tahun.

“Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kita bisa diwujudkan agar Bali Utara berkembang seperti Bali Selatan. Saya akan pastikan Letkol Wisnu di Buleleng menjadi fokus kami karena kondisinya relatif clear dan tidak lagi menghadapi persoalan lahan maupun lingkungan,” tegasnya.

Koster dan Menhub Perkuat Infrastruktur Transportasi Bali, Dari Bandara Letkol Wisnu hingga Water Taxi

Selain sektor udara, pembahasan juga mencakup revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng. Pelabuhan tersebut direncanakan dilengkapi layanan kapal Ro-Ro untuk mendukung penyeberangan dari Jawa Timur sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama saat musim libur dan arus mudik.

Pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Kusamba di Klungkung, Pelabuhan Amed di Karangasem, serta Pelabuhan Sangsit di Buleleng. Ke depan, pelabuhan-pelabuhan tersebut diharapkan mampu membuka pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru di luar Bali Selatan.

Sementara itu, program Water Taxi yang menghubungkan kawasan Bandara Ngurah Rai dengan Canggu juga menjadi perhatian. Layanan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh yang selama ini mencapai 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30 menit.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu,” kata Dudy Purwagandhi.

Melalui berbagai proyek tersebut, Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan berharap konektivitas antarkawasan semakin kuat, distribusi ekonomi lebih merata, dan kualitas layanan transportasi Bali semakin mampu menjawab tantangan pertumbuhan pariwisata dan mobilitas masyarakat. (ap)
Read More

Sabtu, 11 Juli 2026

𝗚𝗲𝗹𝗼𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗮𝘂𝘁 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝟮,𝟱 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝘄𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝘁𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻

Juli 11, 2026 0
Gelombang Laut Capai 2,5 Meter, Pengelola Pantai Pandawa Perketat Pengawasan

BADUNG, Lensabali.id - Pengelola Pantai Pandawa di Desa Adat Kutuh, Kuta Selatan, Badung, meningkatkan langkah antisipasi menyusul peringatan dini potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali. Wisatawan diminta tidak berenang maupun bermain kano demi menghindari risiko kecelakaan laut.

Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang dapat terjadi di sejumlah perairan selatan Bali pada 10-13 Juli 2026.

Direktur Utama Bhaga Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA) Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani Duartha, mengatakan pengawasan di kawasan pantai diperketat dengan menyiagakan tujuh petugas penyelamat atau lifeguard setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 19.00 Wita.

"Jadi kami ada lifeguard. Kami tugaskan di beberapa titik ya, ada lima titik yang dijaga oleh lifeguard. Kemudian, kami ada pasang-pasang bendera peringatan," ujar Hepi, Jumat (10/7/2026).

Selain menempatkan petugas di sejumlah titik strategis, pengelola juga memasang bendera peringatan dan menjalin koordinasi dengan Basarnas untuk memantau perkembangan kondisi laut selama masa peringatan gelombang tinggi berlangsung.

Menurut Hepi, Pantai Pandawa selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk berenang dan bermain kano, terutama saat air laut surut. Namun, ketika kondisi gelombang meningkat dan air laut pasang, aktivitas tersebut tidak diperbolehkan demi menjaga keselamatan pengunjung.

Petugas informasi di kawasan pantai juga secara aktif memberikan edukasi kepada wisatawan yang baru tiba mengenai kondisi laut terkini dan potensi bahaya yang dapat muncul akibat gelombang tinggi.

"Di wantilan, staf informasi kami selalu mengimbau begitu mereka melihat misalnya ada bus baru datang, kemudian anak-anak turun, pastilah langsung mereka memberikan informasi kondisi air laut pada saat ini. Lagi pasang, dimohon untuk tidak main kano dan berenang," jelas Hepi.

Pengelola berharap seluruh wisatawan mematuhi arahan petugas dan mengutamakan keselamatan selama menikmati kawasan Pantai Pandawa di tengah potensi cuaca laut yang kurang bersahabat. (ap)
Read More

𝗣𝗶𝗮𝗹𝗮 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗴𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗡𝗼𝗯𝗮𝗿 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸

Juli 11, 2026 0
Piala Dunia 2026 Hadir di Bandara Ngurah Rai Lewat Nobar Gratis untuk Penumpang dan Publik

BADUNG, Lensabali.id - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menghadirkan program nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat. Kegiatan ini berlangsung mulai laga perempat final pada 10 Juli hingga partai final pada 20 Juli 2026, dengan lokasi penyelenggaraan di lantai dua Terminal Internasional.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk menghadirkan suasana kemeriahan Piala Dunia sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para pengguna jasa bandara.

"Gelaran nonton bareng ini dihadirkan untuk memeriahkan atmosfer Kejuaraan Dunia Sepak Bola 2026 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali serta untuk meningkatkan pengalaman pelanggan atau customer experience di bandara. Selain penumpang dan pengguna jasa bandara, kami mengajak masyarakat umum untuk hadir dan menikmati keseruan nonton bareng ini," ujar Nugroho, Jumat (10/7/2026).

Selain dapat diakses tanpa biaya, panitia juga menyiapkan makanan ringan dan minuman hangat bagi para pengunjung yang datang menyaksikan pertandingan bersama.

Menurut Nugroho, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi penumpang dari berbagai negara yang sedang berada di Bali untuk menikmati atmosfer kompetisi sepak bola terbesar dunia sambil mendukung tim favorit masing-masing.

"Kami berharap momen krusial di fase gugur yang sudah mulai mengerucut ini dapat dinikmati bersama. Hadirnya kegiatan nonton bareng di bandara ini menjadi sarana hiburan bagi pengguna jasa bandara dan masyarakat umum, serta merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan pengalaman berkesan untuk siapa saja yang tengah berada di bandara," lanjutnya.

Selama kegiatan berlangsung, pengunjung diwajibkan menjaga ketertiban dan keamanan. Panitia melarang membawa senjata api, senjata tajam, bendera bertiang keras, serta minuman beralkohol. Pengunjung juga tidak diperkenankan merokok maupun menggunakan rokok elektronik di area nobar.

Meski demikian, penonton tetap diperbolehkan mengenakan jersey tim favorit maupun membawa bendera negara peserta tanpa menggunakan tongkat atau material keras lainnya.

"Kami berharap kegiatan nonton bareng di bandara ini dapat menjadikan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai ruang publik yang terbuka, hangat, inklusif, serta dapat menjadi tempat hiburan alternatif bagi masyarakat umum dan seluruh pengguna jasa," tutup Nugroho. (ap)
Read More