LENSA BALI

Hot



Senin, 03 Agustus 2026

𝗝𝘂𝗿𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗔𝗸𝘀𝗶, 𝗧𝘂𝗻𝘁𝘂𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗮𝗳 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗦𝘁𝗶𝗴𝗺𝗮 ‘𝗟𝗼𝗻𝗱𝗼 𝗜𝗿𝗲𝗻𝗴’

Agustus 03, 2026 0
Jurnalis Bali Gelar Aksi, Tuntut Permintaan Maaf atas Stigma ‘Londo Ireng’

DENPASAR, Lensabali.id - Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi untuk menyuarakan keberatan terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah “Londo Ireng”. Dalam aksi tersebut, para jurnalis mendesak agar Presiden menyampaikan permintaan maaf secara terbuka karena pernyataan itu dinilai merendahkan profesi pers dan kelompok masyarakat yang kritis terhadap pemerintah.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ni Kadek Novi Febriani, menegaskan bahwa jurnalis bekerja untuk kepentingan publik dengan menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, menurutnya, tuduhan yang mengaitkan jurnalis dengan kepentingan asing tidak memiliki dasar yang jelas.

"Tuduhan terhadap profesi ini juga dinilai tidak mendasar dan tidak tepat dilontarkan seorang presiden. Karena jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta ke publik, bukan untuk kepentingan asing," ujar Febri, Minggu (2/8/2026).

SJB menilai pernyataan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis yang selama ini dikenal sebagai salah satu pilar demokrasi. Dalam konteks sejarah Indonesia, istilah Londo Ireng kerap digunakan untuk menggambarkan pihak yang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan asing dibandingkan kepentingan bangsa sendiri.

Selain itu, pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan semangat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menjamin kebebasan pers dan mewajibkan negara menciptakan iklim yang aman bagi kerja jurnalistik.

Koordinator aksi, Rizki Setyo, mengatakan pelabelan tersebut tidak hanya berdampak pada jurnalis, tetapi juga berpotensi menyasar kelompok lain yang selama ini aktif menyampaikan kritik dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah.

"Jika pers dan pihak-pihak yang menyuarakan kritik dibungkam dengan stigmatisasi negatif, hal ini secara terang-terangan memperlihatkan wajah pemerintahan yang antikritik dan alergi terhadap pengawasan publik," kata Rizki.

Dalam kegiatan tersebut, SJB juga membuka petisi publik dengan menyediakan kain putih yang dapat ditandatangani masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers. Sejumlah warga tampak berpartisipasi dan menyampaikan pandangannya terkait pentingnya independensi media.

Salah seorang peserta aksi, Moch Decky Apriadi, menilai jurnalis harus tetap menjalankan tugasnya secara objektif tanpa tekanan dari pihak mana pun. "Jurnalis harus mengabarkan yang sebenarnya, kalau bagus ya bagus, kalau buruk harus diberitakan juga apa adanya," ujarnya.

Aksi tersebut juga diwarnai pertunjukan teatrikal yang menampilkan tokoh Presiden Prabowo Subianto, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Teatrikal itu menjadi simbol kritik terhadap lembaga legislatif yang dinilai belum optimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Melalui aksi ini, SJB berharap ruang demokrasi, kebebasan pers, serta hak masyarakat untuk menyampaikan kritik tetap terjaga sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi Indonesia. (ap)
Read More

𝗞𝗮𝗯𝘂𝗿 𝗸𝗲 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗶 𝗕𝗼𝘆𝗼𝗹𝗮𝗹𝗶

Agustus 03, 2026 0
Kabur ke Jawa Tengah, Pencuri Emas Warga Nusa Penida Ditangkap di Boyolali

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Aparat Polsek Nusa Penida berhasil mengungkap kasus pencurian perhiasan emas milik seorang warga dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Pelaku berinisial TIN (19) ditangkap di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setelah sempat melarikan diri keluar Bali usai menjalankan aksinya.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat (31/7/2026) setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan pelacakan terhadap keberadaan pelaku.

"Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke luar Bali sebelum akhirnya berhasil kami amankan di Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026)," ujar Kesuma, Minggu (2/8/2026).

Korban berinisial KS diketahui mengenal pelaku. Kedekatan tersebut dimanfaatkan TIN untuk mendatangi rumah korban pada Selasa (21/7/2026). Saat berada di lokasi, pelaku berpura-pura meminjam setrika agar dapat masuk ke dalam rumah tanpa menimbulkan kecurigaan.

Ketika korban lengah, pelaku diam-diam masuk ke kamar dan mengambil sejumlah perhiasan emas yang tersimpan di dalamnya. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut setelah menyadari barang berharganya telah hilang.

"Akibat kehilangan itu korban mengalami kerugian mencapai Rp37,2 juta lebih," terang Kesuma.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Jalak Nusa langsung melakukan penyelidikan intensif. Hasil penelusuran mengarah pada keberadaan pelaku yang diketahui telah meninggalkan Bali dan berada di wilayah Jawa Tengah.

Tim kemudian berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Teras untuk melakukan penangkapan. Pelarian pelaku berakhir saat petugas menemukan TIN berada di sebuah warung makan di kawasan Boyolali.

Tanpa perlawanan, perempuan berusia 19 tahun itu langsung diamankan dan dibawa kembali ke Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolsek Nusa Penida.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun. Kesuma menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari hasil Operasi Pekat Agung 2026. "Sejauh apa pun pelaku berusaha melarikan diri, akan kami kejar dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya. (ap)
Read More

𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗞𝗿𝘂𝗹𝘂𝘁, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶

Agustus 03, 2026 0
Tumpek Krulut, Koster Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Lewat Gerakan Berbagi

GIANYAR, Lensabali.id - Peringatan Tumpek Krulut yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang dalam tradisi Bali dimanfaatkan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mengajak masyarakat memperkuat nilai-nilai kepedulian, cinta kasih, dan kebersamaan. Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan berbagi makanan gratis yang melibatkan pelaku UMKM di seluruh kabupaten dan kota di Bali, Sabtu (1/8/2026).

Program tersebut dilaksanakan di sejumlah UMKM yang ditunjuk di masing-masing daerah. Selain menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi upaya menggerakkan roda ekonomi usaha mikro dan kuliner lokal yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali.

Salah satu lokasi yang dikunjungi langsung oleh Gubernur Koster adalah Warung Nasi Pindang Dadong Rintin di Desa Sakah, Gianyar. Sejak pagi, lokasi tersebut dipadati warga yang datang untuk menikmati sajian khas secara gratis dalam suasana penuh kebersamaan.

Dalam keterangannya, Koster menegaskan bahwa Tumpek Krulut tidak hanya dimaknai sebagai perayaan budaya, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis melalui tindakan nyata.

"Momentum Tumpek Krulut ini kita maknai sebagai Hari Kasih Sayang. Karena itu, mari kita saling mengasihi, saling menghormati, dan saling membantu. Hal-hal sederhana seperti berbagi kepada sesama akan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat Bali," ujar Koster.

Menurutnya, nilai kasih sayang yang diwariskan dalam tradisi Bali perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi kepada sesama, sekecil apa pun bentuknya, diyakini mampu memperkuat ikatan sosial sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat.

Koster berharap gerakan serupa tidak hanya dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, tetapi juga dapat diinisiasi oleh pemerintah kabupaten dan kota. Dengan demikian, budaya berbagi dan kepedulian sosial dapat berkembang lebih luas dan menjadi bagian dari karakter masyarakat Bali.

Pemilik Warung Nasi Pindang Dadong Rintin, Wayan Suarsa, menyambut positif kegiatan tersebut. Sebagai penerus usaha keluarga yang telah berdiri sejak 1960, ia menilai program berbagi ini memberi manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun pelaku UMKM.

Tumpek Krulut, Koster Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian Lewat Gerakan Berbagi

"Ini merupakan program yang sangat positif, baik bagi kami sebagai pelaku UMKM maupun bagi masyarakat. Bertepatan dengan Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang, kegiatan ini mengajak kita untuk saling berbagi dan peduli. Bagi kami sendiri, ini juga menjadi promosi gratis sehingga Warung Nasi Pindang Dadong Rintin bisa semakin dikenal oleh masyarakat luas," ungkapnya.

Ia berharap perhatian pemerintah terhadap UMKM terus diperkuat melalui komunikasi yang lebih intens dengan para pelaku usaha agar berbagai tantangan yang dihadapi dapat ditemukan solusinya secara bersama-sama.

Sementara itu, seorang warga asal Ubung Kaja, Retno Lestari, mengaku merasakan langsung manfaat dari program tersebut. Menurutnya, kegiatan berbagi yang dilaksanakan dalam momentum Tumpek Krulut mencerminkan kepedulian pemimpin kepada masyarakat sekaligus membantu memperkenalkan UMKM lokal kepada publik yang lebih luas.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap nilai kasih sayang, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, sejalan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat UMKM di berbagai daerah. (hms/ap)
Read More