LENSA BALI

Hot



Senin, 13 Juli 2026

𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗺𝘂𝗸𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗖 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀

Juli 13, 2026 0
Jalan Permukiman Dipalang, Warga Rendang Tolak Truk Galian C Melintas

KARANGASEM, Lensabali.id - Warga Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Karangasem, memasang palang jalan secara swadaya untuk membatasi kendaraan truk galian C yang kerap melintas di jalur permukiman. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kondisi jalan yang baru selesai diperbaiki agar tidak cepat mengalami kerusakan.

Kepala Desa Rendang, I Nengah Kariasa, mengungkapkan kekhawatiran masyarakat muncul karena tingginya intensitas kendaraan berat yang melintasi kawasan tersebut setiap hari.

"Setiap hari ada banyak truk yang melintas sehingga masyarakat khawatir jalan yang baru selesai diperbaiki akan cepat rusak kembali," kata Kariasa, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, sekitar 50 truk galian C melintasi jalur tersebut setiap hari. Jika tidak ada pembatasan, warga menilai umur jalan akan jauh lebih pendek akibat beban kendaraan berat yang terus menerus melintas.

Palang jalan dipasang sekitar sepekan lalu atas inisiatif masyarakat setempat. Meski demikian, akses jalan tidak ditutup sepenuhnya. Kendaraan pribadi dan sepeda motor tetap dapat melintas seperti biasa, sementara pembatasan hanya berlaku bagi truk galian C.

"Kami tidak menutup jalan, hanya pembatasan terhadap truk saja, kalau mobil pribadi dan sepeda motor masih bisa lewat," ujar Kariasa.

Ia juga menjelaskan tidak ada petugas khusus yang berjaga di lokasi. Karena itu, para pengemudi truk diharapkan memahami tujuan pemasangan palang dan mematuhi pembatasan yang telah disepakati warga.

Kariasa menambahkan, palang jalan akan dibuka sementara saat berlangsung kegiatan keagamaan. Sementara itu, jalur lain di bagian utara desa belum dipasang pembatas karena merupakan akses utama kawasan pariwisata yang sering dilalui bus berukuran besar. (ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗻𝘂𝗴𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗶 𝗦𝗲𝘄𝗮𝗸𝗮 𝗡𝘂𝗴𝗿𝗮𝗵𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝟭𝟮 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juli 13, 2026 0
Gubernur Koster Anugerahkan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman dan Budayawan Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menganugerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 seniman, budayawan, dan pengabdi seni yang dinilai berjasa dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi, seni klasik, dan seni rakyat Bali. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (11/7).

Dua belas penerima penghargaan berasal dari berbagai bidang seni, mulai dari tari, karawitan, pedalangan, sastra daerah, seni rupa, drama gong hingga arsitektur tradisional Bali. Mereka dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Bali di tengah dinamika zaman.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Bali kepada para pelaku seni yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi kebudayaan Bali.

Selain piagam penghargaan, masing-masing penerima juga memperoleh bantuan dana sebesar Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka terhadap seni budaya Bali.

“Gubernur tidak bisa membuat karya seni, tetapi hanya bisa membuat kebijakan. Akan tetapi kebijakan tanpa ada pelaku, tidak akan ada artinya. Jadi kita harus berterima kasih kepada pelaku seni budaya Bali, mereka sebagai pelestari yang memajukan seni budaya Bali harus kita apresiasi,” ujar Koster.

Menurutnya, keberlangsungan seni budaya Bali tidak dapat dilepaskan dari peran para seniman yang secara konsisten berkarya, mengajar, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Karena itu, penghargaan kepada para pengabdi seni merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan panjang yang mereka lakukan.

Gubernur Koster Anugerahkan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman dan Budayawan Bali

Gubernur Bali dua periode itu juga mengungkapkan rasa syukur atas sinergi berbagai elemen yang membuat pelaksanaan PKB terus hidup dan berkembang. Ia menyebut terdapat empat unsur penting yang saling mendukung, yakni pencipta karya seni, pelaku seni, pemerintah sebagai pemberi dukungan kebijakan, serta masyarakat sebagai penikmat karya seni.

Menurutnya, ekosistem budaya yang sehat hanya dapat tumbuh apabila seluruh unsur tersebut berjalan beriringan dan saling menguatkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi para seniman agar dapat terus berkarya.

Menutup sambutannya, Koster mengajak seluruh pemimpin di Bali untuk memiliki komitmen yang sama dalam mencintai dan melindungi seni budaya daerah. Ia menegaskan bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan kebudayaan tetap tumbuh sebagai identitas utama Bali.

Penghargaan Adi Sewaka Nugraha sendiri merupakan anugerah tertinggi yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada seniman, budayawan, dan pengabdi seni atas dedikasi mereka dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali secara berkelanjutan. (*/ap)
Read More

𝗦𝘁𝗮𝗿𝘁 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗼𝘀𝗶𝘀𝗶 𝗞𝗲-𝟭𝟯, 𝗩𝗲𝗱𝗮 𝗘𝗴𝗮 𝗙𝗶𝗻𝗶𝘀 𝗗𝗲𝗹𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗠𝗼𝘁𝗼𝟯 𝗝𝗲𝗿𝗺𝗮𝗻

Juli 13, 2026 0

Start dari Posisi Ke-13, Veda Ega Finis Delapan Besar di Moto3 Jerman

Lensabali.id - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa menjanjikan pada ajang Moto3 Jerman 2026 di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026). Memulai balapan dari posisi ke-13, Veda berhasil menutup lomba di peringkat kedelapan setelah melalui persaingan ketat sepanjang 23 putaran.

Sejak lampu start padam, Veda langsung berupaya memperbaiki posisi dan sempat naik ke urutan ke-11. Namun, ketatnya persaingan di kelompok tengah membuatnya kembali turun ke posisi ke-14 pada lap-lap awal.

Sementara itu, Brian Uriarte yang memulai balapan dari posisi terdepan tampil konsisten menjaga keunggulan. Meski mendapat tekanan dari para rival sejak lap keempat, pembalap tersebut tetap mampu bertahan di barisan depan.

Memasuki pertengahan balapan, Veda mulai menemukan ritmenya. Pada putaran ketujuh, ia berhasil naik ke posisi ke-11 sebelum kembali memperbaiki peringkat setelah insiden yang melibatkan Adrian Cruces dan Joel Esteban di tikungan ketujuh.

Kecelakaan tersebut membuka peluang bagi Veda untuk merangsek hingga posisi ketujuh. Meski sempat menjaga peluang menembus enam besar, persaingan yang semakin ketat membuat pembalap Indonesia itu kembali turun ke posisi sembilan.

Kesempatan kembali datang ketika Alvaro Carpe melebar dari lintasan. Situasi tersebut mengangkat posisi Veda ke urutan kedelapan dan membuatnya tetap berada dalam persaingan kelompok depan.

Di barisan teratas, duel sengit terjadi antara Brian Uriarte dan Maximo Quiles. Keduanya beberapa kali saling menyalip dalam perebutan posisi pertama, terutama memasuki fase akhir balapan.

Saat lomba menyisakan empat putaran, Quiles sempat mengambil alih pimpinan balapan. Namun, pertarungan terus berlangsung hingga lap terakhir yang berlangsung dramatis.

Pada putaran penentuan, Uriarte berhasil merebut kembali posisi terdepan dan mengamankan kemenangan di Moto3 Jerman 2026. Sementara itu, Veda Ega tampil impresif pada lap-lap akhir dengan memperbaiki posisinya dan memastikan finis di peringkat kedelapan.

Hasil tersebut menjadi pencapaian positif bagi Veda Ega yang mampu menembus delapan besar setelah memulai balapan dari posisi ke-13. Penampilan konsisten di Sachsenring sekaligus menunjukkan perkembangan kompetitif pembalap muda Indonesia tersebut di ajang Moto3 musim 2026. (ap)
Read More