LENSA BALI

Hot



Senin, 01 Juni 2026

𝗥𝗲𝘀𝗶𝗱𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗺𝗽𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗧𝗣𝗦𝗧 𝗧𝗼𝗷𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗺𝗱𝗲𝘀 𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 𝗔𝗽𝗶 𝗠𝘂𝗻𝗰𝘂𝗹 𝗔𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗚𝗮𝘀 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗧𝗶𝗺𝗯𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵

Juni 01, 2026 0
Residu Menumpuk di TPST Tojan, Pemdes Klaim Api Muncul Akibat Gas dari Timbunan Sampah

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Tumpukan sampah residu di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Dharma Asri, Desa Tojan, Kecamatan Banjarangkan, terlihat terus mengeluarkan asap dan bara api. Kondisi tersebut memunculkan perhatian warga karena asap sesekali terbawa angin hingga ke area jalan raya di sekitar lokasi.

Berdasarkan pantauan di lapangan, area TPST tampak tidak beroperasi secara optimal. Tumpukan residu memenuhi area pintu masuk dan sebagian di antaranya masih menyala. Kepulan asap terlihat muncul dari beberapa titik meski tidak membumbung terlalu tinggi.

Lokasi TPST Dharma Asri berada sekitar 50 meter dari Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Meski demikian, asap yang muncul dari timbunan sampah tersebut belum dilaporkan mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas pengguna jalan.

Perbekel Desa Tojan, I Wayan Suastawa, menegaskan pihak desa tidak melakukan pembakaran sampah secara sengaja. Menurutnya, api muncul akibat reaksi gas yang terbentuk dari timbunan residu yang terus menumpuk.

“Itu terbakar sendiri karena ada gas. Sudah beberapa kali kita melakukan pemadaman sampai memanggil petugas Damkar,” kata Suastawa saat dihubungi, Senin (01/06/2026).

Ia menjelaskan persoalan mulai muncul setelah pengiriman residu ke TOSS Center Karangdadi, Kusamba, dibatasi. Kondisi tersebut menyebabkan volume sampah yang tersimpan di TPST terus meningkat karena tidak lagi dapat dikirim seperti sebelumnya.

“Inilah persoalan kita. Kalau pembakaran kami tentu tidak melakukannya. Karena tidak boleh. Jadi itu menyala sendiri. Dan tetap kami pantau,” jelasnya.

Menurut Suastawa, pemerintah desa saat ini belum memiliki banyak alternatif penanganan selain menunggu normalisasi pengiriman residu ke TOSS Center Karangdadi.

Sementara itu, seorang warga yang berjualan di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra, Wayan Suminta (42), mengaku keberadaan asap belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas sehari-hari.

“Saya liat tetap ada asap. Tapi tidak ada baunya dan tidak menganggu,” ujar Suminta.

Di tengah meningkatnya volume sampah di sejumlah TPST di Klungkung, harapan kini tertuju pada operasional mesin pirolisis di TOSS Center Karangdadi yang saat ini masih dalam tahap perakitan dan uji coba. Mesin tersebut diklaim mampu mengolah hingga ratusan ton sampah per hari ketika beroperasi penuh. (ap)
Read More

𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘂𝘁 𝗱𝗶 𝗨𝗯𝘂𝗻𝗴, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗠𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗠𝗲𝗿𝗲𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗡𝘆𝗮𝘄𝗮 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝗮𝘀 𝗧𝗿𝘂𝗸

Juni 01, 2026 0
Kecelakaan Maut di Ubung, Pengendara Motor Meregang Nyawa Usai Terlindas Truk

DENPASAR, Lensabali.id – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Cokroaminoto, kawasan Ubung, Denpasar, Minggu (31/05/2026) malam. Seorang pemuda berinisial SL (24), warga Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga terjatuh dari sepeda motor dan terlindas truk yang melintas di lokasi kejadian.

Operator Pusdalops BPBD Kota Denpasar, Putu Darma Putra, menjelaskan laporan pertama diterima menjelang tengah malam, tepatnya sekitar pukul 23.59 Wita. Informasi tersebut diteruskan dari PMI Bali setelah adanya laporan warga terkait kecelakaan di jalur selatan McDonald's Jalan Cokroaminoto.

“Ada warga yang menghubungi PMI Bali terjadi kecelakaan di Jalan Cokroaminoto sebelah selatan McD (McDonald), lalu diteruskan ke Pusdalops Kota Denpasar dengan keterangan yang sama,” terang Putu Darma, Senin (01/06/2026).

Mendapat laporan tersebut, sejumlah unsur penanganan darurat langsung bergerak menuju lokasi. Ambulans Pantastis BPBD Kota Denpasar, relawan Namru Bali, Bali Ambulance, serta personel Satlantas Polresta Denpasar diterjunkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan awal.

Saat petugas tiba, lokasi sudah dipadati warga yang menyaksikan kejadian. Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat pada bagian kepala dan wajah.

“Setelah itu dilakukan evakuasi dari tempat kejadian menuju KMJ (kamar jenazah) Sanglah (RSUP Prof Ngoerah). Kondisi korban saat itu tertelungkup dengan luka cukup parah di bagian wajah dan telinga,” beber Darma.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi, korban diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Stylo bernomor polisi DK 4832 AFJ. Rekaman kamera pengawas menunjukkan korban diduga terjatuh sebelum akhirnya terlindas kendaraan truk yang melintas searah.

Sementara itu, rekan korban yang saat kejadian dibonceng dilaporkan selamat dan masih dapat berdiri setelah insiden berlangsung.

Pihak keluarga korban telah dihubungi dan datang ke rumah sakit untuk proses identifikasi. Jenazah korban kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Banyuwangi.

“Keluarga sudah dihubungi, dan melihat langsung ke rumah sakit. Tadi pagi, jenazah sudah dibawa ke Banyuwangi oleh keluarga,” pungkasnya.

Di sisi lain, Satlantas Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan guna mengungkap kronologi pasti kejadian, termasuk memburu sopir truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

“Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. (ap)
Read More

𝗚𝘂𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗽𝗮 𝗱𝗶 𝗠𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗸𝘀𝗶𝗿 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟰𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Juni 01, 2026 0
Gudang Dupa di Marga Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 400 Juta

TABANAN, Lensabali.id – Sebuah gudang penyimpanan dupa di Banjar Dinas Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, dilalap api pada Minggu (31/05/2026) sore. Kebakaran tersebut diduga dipicu oleh bara dupa yang digunakan saat kegiatan persembahyangan Hari Purnama.

Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma menjelaskan gudang itu merupakan milik I Dewa Gede Diksa Asmara. Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 Wita ketika salah seorang saksi, NMY (51), melakukan persembahyangan di dalam gudang sebelum melanjutkan aktivitas masyarakat atau nguopin. Pada saat yang sama, pemilik gudang sedang berada di ladang.

Sekitar satu jam kemudian, warga melihat kepulan asap muncul dari bagian atas bangunan gudang. Informasi tersebut segera disampaikan kepada warga sekitar yang kemudian berinisiatif melakukan upaya pemadaman secara manual.

Untuk mempercepat penanganan, warga juga membunyikan kentongan atau kulkul bulus sebagai tanda bahaya agar masyarakat berkumpul membantu memadamkan api.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera menuju lokasi. “Selang dua puluh menit kemudian petugas damkar tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Sekitar pukul 17.30 Wita api berhasil dipadamkan total,” jelas Sudarma.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), aparat menduga sumber api berasal dari percikan bara dupa yang jatuh ke kertas pembungkus dupa yang mudah terbakar.

“Dari olah TKP, petugas menduga api dipicu karena percikan bara dupa yang jatuh di atas kertas pembungkus dupa saat persembahyangan Hari Purnama,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, seluruh isi gudang mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian yang dialami pemilik diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 400 juta,” pungkas Sudarma. (ap)
Read More