LENSA BALI

Hot



Minggu, 04 Oktober 2026

𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗯𝘆𝗮𝗿 𝗠𝗮𝗵𝗼𝘁𝘁𝗮𝗺𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗕𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗣𝗿𝗮𝘀𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴

Oktober 04, 2026 0

Resmikan Gebyar Mahottama, Bupati Satria: Wajib Belajar Prasekolah Jadi Fondasi Generasi Emas Klungkung

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat komitmen memajukan pendidikan sejak usia dini melalui Gebyar Mahottama sekaligus Launching Wajib Belajar Kolaborasi Lintas Jenjang Pendidikan. Kegiatan tersebut diresmikan Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya di Lapangan Umum Dawan, Kecamatan Dawan, Sabtu (3/10).

Gebyar Mahottama digelar serangkaian dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai ruang untuk membangun semangat kebersamaan dan persatuan melalui bidang pendidikan. Kegiatan ini menjadi payung bagi sejumlah agenda, mulai dari launching Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, lomba cerdas cermat, lomba mewarnai tingkat TK dan SD, hingga jalan sehat lintas jenjang pendidikan.

Bupati Satria menegaskan pendidikan anak usia dini memiliki posisi penting dalam membangun kualitas generasi masa depan. PAUD, menurutnya, bukan sekadar tempat anak bermain atau menunggu masa masuk sekolah dasar, tetapi menjadi ruang awal untuk membentuk kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, belajar mandiri serta mengenal nilai-nilai kehidupan.

Karena itu, Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dinilai perlu dimulai sejak anak berusia 5 hingga 6 tahun. Program tersebut diharapkan memastikan setiap anak memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar.

“Saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah,” ujar Bupati Satria.

Menurutnya, keberhasilan program pendidikan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan dan seluruh pemangku kepentingan agar gerakan pendidikan sejak dini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bupati juga menempatkan orang tua sebagai bagian penting dalam keberhasilan program tersebut. Pendampingan, keteladanan, pembiasaan positif serta lingkungan rumah yang mendukung dinilai memiliki pengaruh besar terhadap proses tumbuh dan berkembangnya anak.

Resmikan Gebyar Mahottama, Bupati Satria: Wajib Belajar Prasekolah Jadi Fondasi Generasi Emas Klungkung

“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya optimis cita-cita Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat diwujudkan demi melahirkan generasi emas Kabupaten Klungkung yang cerdas, mandiri, berdaya, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya.

Ketua Panitia Dewa Ayu Sri Pudjiastuti melaporkan, kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut melibatkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Tercatat 1.330 peserta didik yang terdiri atas 510 murid TK, 500 murid SD, 270 murid SMP dan 50 siswa SMA. Selain itu, kegiatan juga diikuti 357 pendidik dan tenaga kependidikan TK dan SD se-Kecamatan Dawan, sehingga jumlah keseluruhan peserta mencapai 1.887 orang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta, Pj. Sekda Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, serta Kepala Disdikpora Kabupaten Klungkung I Ketut Sujana. Melalui Gebyar Mahottama, Pemkab Klungkung berharap kolaborasi seluruh unsur pendidikan semakin kuat sehingga Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat terlaksana dan menjadi pijakan dalam menyiapkan generasi emas Klungkung. (*/ap)
Read More

Sabtu, 03 Oktober 2026

𝗥𝗔𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗚𝗮𝗿𝗮-𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗔𝗜, 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝘀𝗲𝗻 𝗛𝗣 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗦𝗽𝗲𝘀𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶

Oktober 03, 2026 0
RAM Langka Gara-gara AI, Produsen HP Mulai Pangkas Spesifikasi

Lensabali.id - Ledakan penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan dampak terhadap industri smartphone. Besarnya kebutuhan chip memori untuk pusat data AI membuat pasokan RAM dan penyimpanan semakin ketat, yang pada akhirnya berpotensi mendorong harga ponsel naik.

International Data Corporation (IDC) memperkirakan harga jual rata-rata smartphone secara global mencapai USD 581 atau sekitar Rp9,6 juta pada 2026. Nilai tersebut meningkat 27,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan harga terutama dipicu melonjaknya biaya komponen memori. IDC mencatat harga DRAM dan NAND telah meningkat lebih dari 300% secara tahunan. Infrastruktur AI kini bersaing memperebutkan kapasitas produksi memori yang selama ini juga digunakan untuk smartphone, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Dampaknya mulai terlihat di sejumlah pasar. The Guardian melaporkan beberapa model iPhone di Inggris mengalami kenaikan harga hingga 100 poundsterling. Sementara Google Pixel 11 Pro XL dijual sekitar 80 poundsterling lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya, meski hadir dengan konfigurasi memori yang lebih rendah.

Tekanan paling besar diperkirakan dirasakan produsen smartphone murah. Menurut IDC, biaya memori kini dapat mencapai lebih dari 65% dari total biaya komponen pada perangkat kelas bawah.

Kondisi tersebut turut menekan pasar smartphone global. IDC memperkirakan pengiriman ponsel pada 2026 turun 16,7% menjadi sedikit di atas 1 miliar unit. Penurunan ini disebut sebagai yang terdalam yang pernah dicatat lembaga tersebut.

Segmen ponsel dengan harga di bawah USD 100 menjadi salah satu yang paling terdampak. Pengirimannya tercatat anjlok hampir 60% secara tahunan pada kuartal II-2026. Sejumlah produsen Android pun mulai mengurangi model murah dan mengalihkan portofolio ke perangkat dengan harga lebih tinggi.

Bagi konsumen, dampak krisis memori bukan sekadar kenaikan harga. Produsen juga berpeluang memangkas kapasitas RAM maupun penyimpanan untuk mempertahankan harga jual. IDC sebelumnya memperingatkan, ponsel yang sebelumnya menawarkan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB bisa digantikan model dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB pada kisaran harga yang sama.

Krisis RAM Bisa Berlanjut hingga 2027

Tekanan pasokan memori diperkirakan belum segera berakhir. Reuters melaporkan sejumlah produsen smartphone dan laptop yang lebih kecil bahkan mulai mendesain ulang produknya karena kesulitan memperoleh komponen memori.

Jolla, misalnya, menyiapkan dua desain motherboard agar dapat menggunakan konfigurasi chip yang berbeda. Framework mengandalkan desain RAM modular, sementara sejumlah produsen lain harus memesan komponen jauh hari meski belum mengetahui secara pasti harga maupun jumlah yang akan tersedia.

CEO SK Hynix sebelumnya memperingatkan bahwa 2027 berpotensi menjadi tahun terburuk dari sisi kapasitas pasokan. Sejumlah pelaku industri bahkan belum memperkirakan kondisi pasar memori kembali normal sebelum 2028.

Jika tekanan pasokan terus berlanjut, konsumen bukan hanya menghadapi potensi kenaikan harga smartphone, tetapi juga kemungkinan mendapatkan spesifikasi RAM dan penyimpanan yang lebih rendah pada kelas harga yang sama. (*ap)
Read More

𝗣𝗿𝗼𝗷𝗲𝗰𝘁 𝗦𝘂𝗻𝗰𝗮𝘁𝗰𝗵𝗲𝗿, 𝗔𝗺𝗯𝗶𝘀𝗶 𝗚𝗼𝗼𝗴𝗹𝗲 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗗𝗮𝘁𝗮 𝗔𝗜 𝗱𝗶 𝗢𝗿𝗯𝗶𝘁

Oktober 03, 2026 0
Project Suncatcher, Ambisi Google Bangun Pusat Data AI di Orbit

Lensabali.id - Google bersiap menguji teknologi pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa melalui Project Suncatcher. Pada tahap awal, perusahaan tidak langsung mengirim pusat data berukuran penuh, melainkan satelit eksperimental berukuran sekitar lemari es.

Satelit yang diberi nama MVP tersebut membawa empat akselerator AI Tensor Processing Unit (TPU) buatan Google. Perangkat ini dirancang untuk menjalankan inferensi sekaligus melatih model AI. Peluncurannya dijadwalkan pada 1 Oktober menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Untuk memasok energi, satelit dilengkapi panel surya yang mampu menghasilkan daya sekitar satu kilowatt. Kapasitas tersebut kurang lebih setara dengan kebutuhan daya sebuah pengering rambut atau microwave.

Google menyebut perangkat keras pusat data mini tersebut telah melalui pengujian di darat. Namun, pengujian di orbit diperlukan untuk mengetahui kemampuan TPU menghadapi lingkungan luar angkasa yang memiliki suhu ekstrem dan paparan radiasi tinggi.

Radiasi dapat merusak komponen chip dan memicu fenomena yang dikenal sebagai bit flips. Selain itu, perangkat juga harus menghadapi getaran serta gaya gravitasi besar ketika proses peluncuran berlangsung.

Tantangan berikutnya adalah menjaga suhu akselerator AI. TPU menghasilkan panas dalam jumlah besar sehingga sistem pendinginan konvensional dengan radiator dinilai tidak cukup efektif untuk kebutuhan tersebut.

Google mencoba mengatasinya dengan menggunakan lapisan material antarmuka termal yang fleksibel. Material tersebut menghubungkan chip dengan pipa berbahan aluminium dan tembaga untuk membantu menyalurkan panas menuju luar angkasa.

Dalam pengujian, Google berencana menjalankan model Gemini menggunakan TPU yang dibawa satelit. Namun, pengoperasiannya tidak dapat berlangsung terus-menerus karena sistem pendingin hanya mampu bekerja sekitar 15 menit. Setelah itu, TPU harus dimatikan untuk menurunkan suhunya.

Meski masih menghadapi berbagai kendala teknis, Google telah menyiapkan pengembangan Project Suncatcher dalam skala lebih besar. Dua satelit serupa direncanakan meluncur tahun depan, dengan target jangka panjang mencapai 80 satelit yang terbang dalam formasi rapat untuk menangani permintaan AI secara lebih efektif.

Google bahkan mempertimbangkan pengembangan satelit berukuran jauh lebih besar, hingga seukuran lapangan sepak bola, sebagai bagian dari visi pusat data AI di orbit. (*ap)
Read More