DENPASAR, Lensabali.id - Sebanyak 23 orang mengaku menjadi korban dugaan penipuan dalam transaksi jual-beli emas di Bali. Total kerugian yang dilaporkan disebut mencapai sekitar Rp6,8 miliar.
Kasus tersebut telah dilaporkan salah satu korban berinisial L ke Polda Bali pada Jumat (11/9/2026). Laporan polisi bernomor LP/B/782/IX/2026/SPKT/POLDA BALI itu mencantumkan tiga orang sebagai terlapor.
Salah satu terlapor berinisial ML disebut menjabat Direktur Keuangan PT Emas Now. Sementara dua terlapor lainnya, PAL dan JKR, masih didalami keterlibatannya oleh penyidik.
"Masih lidik (penyelidikan)," ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy saat ditemui di Mapolda Bali, Selasa (15/9/2026).
Pelapor mengaku tertarik berinvestasi setelah perusahaan tersebut menawarkan skema penjualan kembali atau buyback emas dengan harga tinggi. Sejak Desember 2025, korban mulai melakukan transaksi hingga tercatat sebanyak 21 kali.
Dalam periode 26 Mei hingga 29 Juni 2026, transaksi korban mencapai 197,250 gram emas dengan nilai sekitar Rp676,7 juta. Transaksi tersebut diterima oleh ML dengan ketentuan pembayaran dilakukan sesuai jatuh tempo yang ditetapkan perusahaan.
Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, korban mengaku belum menerima pembayaran atas emas yang telah diserahkan.
"Hingga saat ini pelapor belum menerima pembayarannya," tambah Ariasandy.
Korban kemudian melayangkan somasi kepada perusahaan sebanyak dua kali. Karena tidak memperoleh respons, korban mendatangi kantor perusahaan. Namun, kantor tersebut disebut sudah dalam keadaan tutup.
Saat berada di lokasi, korban bertemu dengan 22 orang lainnya yang mengaku mengalami persoalan serupa. Mereka juga menyatakan menjadi korban transaksi emas yang pembayarannya belum diterima.
"Saat itu pelapor bertemu dengan 22 orang lainnya yang ada di kantor tersebut dan menjelaskan juga menjadi korban atas penjualan emas yang tidak dibayarkan," tutur Ariasandy.
Polda Bali masih mengembangkan laporan tersebut untuk mengungkap rangkaian transaksi serta peran masing-masing pihak yang dilaporkan. Saat didatangi detikBali, toko emas tersebut juga dalam kondisi tutup dan tidak terlihat aktivitas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari pihak terlapor terkait laporan dugaan penipuan tersebut. (ap)


