LENSA BALI

Hot



Minggu, 16 Agustus 2026

𝗖𝗿𝗲𝗮𝘁𝗼𝗿 𝗦𝘂𝗶𝘁𝗲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝗶𝘅𝗲𝗹 𝟭𝟭, 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗙𝗶𝘁𝘂𝗿 𝗦𝘁𝘂𝗱𝗶𝗼 𝗠𝗶𝗻𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗼𝗿

Agustus 16, 2026 0
Creator Suite Hadir di Pixel 11, Bawa Fitur Studio Mini untuk Kreator

Lensabali.id – Google semakin serius membidik pasar kreator konten melalui lini Pixel 11. Perusahaan teknologi tersebut membekali aplikasi kamera bawaan ponsel dengan rangkaian fitur baru bernama Creator Suite yang dirancang untuk memudahkan proses produksi konten.

Fitur tersebut ditujukan terutama bagi kreator pemula yang masih mengandalkan ponsel untuk merekam, mengedit, hingga mempublikasikan karya. Google ingin memangkas waktu produksi sekaligus mengurangi kebutuhan melakukan pengambilan gambar berulang.

Creator Suite hadir seperti studio produksi mini dalam ponsel. Di dalamnya terdapat sejumlah perangkat pendukung, seperti teleprompter, peningkat kualitas suara vokal, pengukur level mikrofon eksternal, hingga frame guides yang membantu pengguna menyesuaikan komposisi dengan berbagai format media sosial.

Pimpinan tim kamera Pixel, Isaac Reynolds, mengatakan Google melihat kebutuhan besar dari kreator yang harus mengerjakan hampir seluruh proses produksi seorang diri.

Menurutnya, terdapat perbedaan besar antara kreator papan atas yang telah memiliki tim produksi dengan kreator skala kecil yang masih berjuang membuat konten secara konsisten.

"Mereka (kreator kecil) berjuang keras untuk merilis konten setiap minggu atau bahkan setiap hari, meskipun mereka masih memiliki pekerjaan purna waktu. Mereka mulai mendapatkan penghasilan dari sana yang tentu sangat menggiurkan, tapi belum bisa sepenuhnya menggantikan pekerjaan utama mereka," jelas Reynolds.

Era Baru Kreator Konten

Pertumbuhan platform video pendek seperti TikTok turut mengubah cara orang memandang profesi kreator. Kini, seseorang dapat menjangkau ribuan penonton hanya dengan bermodalkan sebuah ponsel dan konten sederhana yang menarik.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kreator berkembang dalam dua arah. Di satu sisi, semakin banyak kreator profesional yang didukung agensi dan tim produksi. Namun di sisi lain, kemudahan membuat konten juga membuka peluang bagi individu tanpa sumber daya besar untuk ikut masuk ke industri tersebut.

Jumlah pengikut pun tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Dengan sistem rekomendasi platform, kreator baru tetap memiliki peluang menjangkau audiens luas tanpa harus lebih dulu memiliki basis pengikut besar.

Google sebelumnya telah berupaya mendekati kalangan kreator dengan menggandeng Alex Cooper, pembawa acara podcast Call Her Daddy. Kini, melalui Creator Suite di Pixel 11, Google memperluas pendekatannya dengan menyasar kreator kecil yang mengandalkan smartphone sebagai perangkat utama produksi konten. (ap)
Read More

𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗠𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗮𝗵𝗮𝗽, 𝗔𝗥𝗧 𝗱𝗶 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗥𝗮𝘂𝗽 𝗥𝗽 𝟯𝟯,𝟭𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 16, 2026 0
Curi Emas Majikan Bertahap, ART di Tabanan Raup Rp 33,15 Juta

TABANAN, Lensabali.id – Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial MLM ditangkap Satreskrim Polres Tabanan setelah mencuri sejumlah perhiasan emas milik majikannya, Dewa Putu Adi Pradana Yasa, di Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali.

Perhiasan yang dicuri berupa dua kalung, dua gelang, dan satu cincin. Aksi tersebut dilakukan secara bertahap hingga korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 juta.

"Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah mengambil perhiasan emas milik korban secara bertahap," ujar Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Made Teddy Satria Permana, melalui siaran pers, Minggu (16/8/2026).

Kasus ini terungkap setelah korban mendapat informasi dari pengasuh anaknya bahwa listrik di rumah padam dan terdapat orang mencurigakan yang masuk ke dalam rumah pada Senin (10/8) malam. Saat itu, korban sedang bekerja di Hotel Alila Seminyak.

Karena khawatir, korban meminta pengasuh dan anak-anaknya tetap berada di kamar serta memastikan pintu terkunci. Ia kemudian meminta bantuan tetangga, I Nyoman Wishnu Suryadhana, untuk mengecek kondisi rumah.

Setelah listrik kembali menyala, I Nyoman Wishnu bersama seorang warga bernama Pak Bagus masuk ke rumah. Mereka mendapati laci dalam kondisi berantakan dan sempat merekam situasi tersebut.

"Saat masuk itu, mereka melihat kondisi laci yang berantakan dan sempat merekam situasi di dalam rumah," kata Teddy.

Korban tiba di rumah sekitar pukul 22.00 Wita dan mendapati sejumlah warga sudah berada di lokasi. Setelah memeriksa tempat penyimpanan barang berharga, korban menyadari sejumlah perhiasan emas miliknya telah hilang.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan bahwa MLM melakukan pencurian secara bertahap. Aksi pertama dilakukan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 12.00 Wita dengan mengambil satu kalung emas. Dua hari kemudian, MLM kembali mengambil dua cincin dan dua gelang rantai milik anak korban.

Sebagai ART, MLM memiliki akses masuk ke rumah serta mengetahui lokasi penyimpanan perhiasan. Barang-barang tersebut kemudian dijual kepada seorang perempuan di Jalan Hasanuddin, Denpasar. Dari penjualan itu, MLM memperoleh Rp 33,15 juta.

Polisi telah mengamankan uang hasil penjualan tersebut sebagai barang bukti. MLM juga telah ditahan di Polres Tabanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih mengembangkan kasus untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

MLM dijerat Pasal 476 KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (ap)
Read More

𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗼𝗸𝗲 𝗟𝗮𝗴𝘂 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗵𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘁𝗿𝗶𝗼𝘁𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮

Agustus 16, 2026 0
Apresiasi Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan, Ibu Putri Koster Jadi Media Menanamkan Patriotisme Generasi Muda

BU:LELENG, Lensabali.id – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dikemas secara kreatif di Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng. Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan yang digelar Karang Taruna setempat, Minggu (16/8), mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster.

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Desa Sembiran tersebut dinilai menjadi sarana yang dekat dengan dunia anak dan remaja untuk mengenalkan kembali nilai-nilai perjuangan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.

Di hadapan para peserta, Ibu Putri Koster mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dengan cara mengisi kemerdekaan melalui karya dan kegiatan positif sesuai bidang masing-masing.

“Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dari pijakan masing-masing sesuai dengan profesi yang ditekuni,” ujarnya.

Menurut Ibu Putri Koster, nilai kepahlawanan seperti keberanian, persatuan, cinta tanah air, pengorbanan dan semangat pantang menyerah perlu diperkenalkan sejak usia dini. Penanaman nilai tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang menarik agar mudah diterima oleh generasi muda.

Ia pun mengapresiasi Karang Taruna Desa Sembiran yang memilih lagu nasional dan perjuangan sebagai medium untuk menyampaikan pesan tersebut. Musik, kata dia, dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mendekatkan anak-anak dan remaja dengan sejarah bangsa.

“Lagu-lagu nasional dan perjuangan mengandung semangat patriotisme para pahlawan. Kita titipkan semangat itu kepada anak-anak melalui pemahaman terhadap lagu-lagu kebangsaan,” tuturnya.

Ibu Putri Koster berharap peserta tidak hanya menguasai lirik dan teknik bernyanyi, tetapi juga memahami makna yang terkandung dalam setiap lagu. Dengan begitu, pesan perjuangan tidak berhenti di atas panggung, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak generasi muda menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa serta mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan dari berbagai bentuk ancaman.

Ketua Panitia Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan Desa Sembiran, Wayan Edi Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin kuatnya ketertarikan anak-anak dan remaja pada lagu-lagu yang viral di media sosial.

Apresiasi Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan, Ibu Putri Koster Jadi Media Menanamkan Patriotisme Generasi Muda

“Sesuai arahan Ibu Putri Koster, melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak dan remaja kembali menghafal dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan,” katanya.

Ia menegaskan, lomba tidak semata-mata bertujuan membuat peserta hafal lagu, tetapi juga mengajak mereka memahami pesan perjuangan yang terkandung dalam syairnya.

“Jadi, anak-anak jangan hanya tahu dan hafal lagu TikTok. Ada lagu-lagu yang diciptakan sebagai penyemangat perjuangan saat merebut kemerdekaan. Syairnya masih relevan untuk menjaga semangat kita dalam mengisi kemerdekaan,” imbuhnya.

Sebanyak 37 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut yang terbagi dalam kategori anak-anak dan remaja. Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti seleksi pada 8 Agustus 2026.

Sebagai bentuk penghargaan, Ibu Putri Koster memberikan hadiah kepada seluruh peserta. Sebanyak 10 peserta terbaik kategori remaja memperoleh Rp1 juta per orang, sedangkan 10 besar kategori anak-anak menerima Rp500 ribu. Adapun 17 peserta lainnya masing-masing mendapat Rp200 ribu.

Kegiatan semakin semarak dengan bingkisan dari Krisna Oleh-Oleh untuk seluruh peserta. Ibu Putri Koster juga berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat melalui kuis yang disertai bingkisan dari Balimall.id. (hms/ap)
Read More