LENSA BALI

Hot



Selasa, 17 Februari 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹! 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗧𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗻𝗼𝗻𝗼𝗵 𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝗱𝗶 𝗥𝗲𝗻𝘁𝗮𝗹 𝗣𝗦 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗮𝗿 𝗩𝗶𝗱𝗲𝗼 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗽𝗼𝗿𝗸𝗮𝗻

Februari 17, 2026 0
Viral! Aksi Tak Senonoh Remaja di Rental PS Tabanan, Penyebar Video Dilaporkan

TABANAN, Lensabali.id — Video yang merekam sepasang remaja melakukan adegan tak pantas di sebuah tempat penyewaan PlayStation (PS) di Kecamatan Kota Tabanan, Bali, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/2) siang dan terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lokasi.

Dalam rekaman yang beredar, kedua remaja terlihat berada di bilik rental yang hanya ditutup plastik tembus pandang tanpa pintu. Aksi tersebut kemudian dipergoki penjaga rental yang diduga merekam kejadian dan menegur keduanya agar menghentikan perbuatan tersebut. Usai ditegur, pasangan remaja itu tampak panik dan kembali mengenakan pakaian mereka.

Kasus ini berlanjut setelah orang tua salah satu remaja melaporkan penyebaran video tersebut ke polisi. Laporan ditujukan kepada akun media sosial yang mengunggah dan menyebarkan rekaman CCTV itu.

Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Teddy Satria Permana, membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut. “Laporannya sudah masuk dan orang tuanya yang melapor karena video anaknya disebar di media sosial,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Terkait jumlah maupun identitas akun yang dilaporkan, Teddy menyatakan belum dapat mengungkapkannya. “Mohon maaf untuk jumlah beserta nama akun media sosialnya tidak bisa kami ungkapkan sekarang. Itu rahasia,” pungkasnya. (ap)
Read More

𝗣𝗠𝗜 𝗔𝘀𝗮𝗹 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗥𝘂𝘀𝗶𝗮, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗔𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗲𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮

Februari 17, 2026 0
PMI Asal Jembrana Meninggal di Rusia, Diduga Alami Kelelahan Kerja

JEMBRANA, Lensabali.id - Kabar duka menyelimuti Gumi Makepung. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Petapan Kelod, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Ni Made Dwi Arya Wati (36), dilaporkan meninggal dunia di Saint Petersburg, Sabtu (14/2/2026).

Perempuan yang bekerja sebagai terapis spa itu diduga mengembuskan napas terakhir akibat kelelahan (fatigue), menyusul padatnya aktivitas kerja. Informasi awal menyebutkan, almarhumah sempat pingsan secara mendadak saat melayani pelanggan di tempatnya bekerja. Meski segera dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh rekan kerja dan manajemen, nyawanya tidak tertolong.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi, membenarkan adanya laporan tersebut. Namun, pihaknya masih menunggu dokumen resmi dari rumah sakit setempat untuk memastikan penyebab kematian.

“Informasi awal yang kami terima dari keluarga memang benar bahwa yang bersangkutan meninggal dunia di sana. Korban bekerja sebagai terapis spa. Untuk kepastian penyebab kematian, kami masih menunggu surat resmi dari rumah sakit di Rusia,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2/2026).

Mirah menjelaskan, Dwi Arya Wati yang akrab disapa Dek Wati berangkat ke Rusia secara legal dan mulai bekerja sejak 4 Agustus 2025 dengan kontrak selama tiga tahun. Dengan demikian, almarhumah baru menjalani sekitar enam bulan masa kerja di negara tersebut saat peristiwa duka ini terjadi. (ap)
Read More

𝗚𝗲𝗱𝗼𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗮𝗹𝗲𝗺 𝗣𝗲𝗴𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗝𝗲𝗽𝘂𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻

Februari 17, 2026 0
Gedong Linggih Pura Dalem Pegadungan Hancur Tertimpa Pohon Jepun Berusia Ratusan Tahun

BULELENG, Lensabali.id - Pohon kamboja atau jepun berusia ratusan tahun tumbang dan menimpa pelinggih utama di areal Pura Dalem Pegadungan, Kamis (13/2/2026) malam. Insiden akibat hujan deras disertai angin kencang itu menyebabkan Gedong Linggih Ratu Ngurah Dalem hancur total.

Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.30 WITA. Sejak sore hari, wilayah Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada, diguyur hujan lebat. Pohon jepun yang berdiri sekitar dua meter di sisi selatan pelinggih roboh dan langsung menghantam bangunan utama pura.

Kelian Desa Adat Pegadungan, I Nengah Budana, menjelaskan pohon tersebut sudah sangat tua dan mengalami pelapukan di bagian dalam batang. “Kemarin sore hujan sangat deras dan angin kencang. Sekitar pukul 19.30 WITA tumbang dan menimpa gedong pura dalem,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Budana menambahkan, secara historis dan niskala, pohon jepun itu diyakini telah ada sejak pura berdiri sekitar 500 tahun lalu. Karena dikeramatkan, pohon tersebut tidak pernah ditebang dan hanya akan hilang jika tumbang secara alami.

Akibat kejadian ini, Gedong Linggih berukuran kurang lebih 4x4 meter mengalami kerusakan berat dan dinyatakan hancur total. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 200 juta berdasarkan nilai bangunan saat ini.

Pasca kejadian, krama desa telah melaksanakan prosesi mapiuning dan ngulapin untuk menuntun secara niskala ke piasan sementara. Selanjutnya akan digelar upacara pecaruan Tawur Sasih Kaulu sesuai dresta setempat. “Setelah prosesi selesai, baru kami akan membahas kendala utama, terutama terkait pembiayaan perbaikan,” kata Budana.

Sementara itu, BPBD Buleleng melalui Tim Reaksi Cepat telah melakukan asesmen dan pendataan di lokasi. Hasilnya akan diusulkan untuk penanganan lebih lanjut melalui APBD kabupaten maupun BPBD Provinsi Bali. (ap)
Read More