LENSA BALI

Hot



Minggu, 11 Oktober 2026

𝗚𝗮𝗿𝗺𝗶𝗻 𝗘𝗻𝗱𝘂𝗿𝗼 𝟰 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗠𝗲𝗹𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗶𝗺𝗽𝗮𝗻𝗮𝗻 𝟲𝟰 𝗚𝗕 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗲𝗿𝗮𝗶 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝟵𝟬 𝗛𝗮𝗿𝗶

Oktober 11, 2026 0
Garmin Enduro 4 Resmi Meluncur, Penyimpanan 64 GB dan Baterai hingga 90 Hari

Lensabali.id - Garmin resmi memperkenalkan smartwatch terbarunya, Enduro 4, pada 8 Oktober 2026. Sebagai penerus Enduro 3 yang dirilis pada 2024, perangkat ini membawa peningkatan pada kapasitas memori, kinerja navigasi, serta daya tahan baterai.

Garmin Enduro 4 kini memiliki RAM 50 persen lebih besar dan kapasitas penyimpanan dua kali lipat menjadi 64 GB dibandingkan generasi sebelumnya. Menurut Garmin, peningkatan tersebut membuat antarmuka lebih lancar dan mempercepat pergerakan tampilan peta hingga 30 persen.

Dari sisi baterai, smartwatch ini diklaim mampu bertahan hingga 90 hari dalam mode smartwatch. Dengan dukungan pengisian daya tenaga surya (solar charging), daya tahannya untuk pelacakan aktivitas disebut dapat mencapai 320 jam.

Garmin juga memperkenalkan fitur navigasi baru bernama Perspective View. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat rute yang terbentang di depan selama perjalanan, sehingga membantu pengalaman navigasi saat beraktivitas di luar ruangan.

Untuk spesifikasi fisik, Enduro 4 menggunakan layar MIP berukuran 1,4 inci dengan lensa Power Sapphire. Perangkat berukuran 51 mm ini memiliki bobot 68 gram, bezel titanium, serta casing polimer yang diperkuat serat. Ketahanan airnya mencapai 10 ATM dan dilengkapi senter LED.

Garmin turut menyertakan tali ComfortFit Fabric Band dengan sistem QuickFit. Tali berbahan kain tersebut dirancang untuk menyerap kelembapan agar tetap nyaman digunakan saat berolahraga.

Selain mengandalkan solar charging, Enduro 4 dibekali dua mode baterai baru, yakni Max Accuracy dan Max Battery. Mode Max Accuracy ditujukan untuk aktivitas berdurasi lebih singkat yang membutuhkan pelacakan lebih presisi.

Teknologi solar charging memanfaatkan sinar matahari untuk menambah daya baterai. Karena itu, durasi pemakaian dengan dukungan tenaga surya dapat dipengaruhi oleh intensitas paparan sinar matahari dan aktivitas pengguna di luar ruangan.

Meski membawa sejumlah peningkatan, Garmin mempertahankan harga Enduro 4 pada angka 899 dollar AS atau sekitar Rp 16 juta, sama seperti harga generasi sebelumnya. (ap)
Read More

𝗕𝗶𝗺𝗯𝗲𝗹 𝗜𝗻𝗴𝗴𝗿𝗶𝘀 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗶𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟮𝟴 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗣𝗲𝘀𝗲𝗿𝘁𝗮

Oktober 11, 2026 0
Bimbel Inggris Gratis Badung Diikuti Lebih dari 28 Ribu Peserta

BADUNG, Lensabali.id – Program bimbingan belajar (bimbel) bahasa Inggris gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Badung mendapat sambutan luas. Hingga Oktober 2026, jumlah peserta yang terakumulasi dari berbagai jenjang pembelajaran telah mencapai 28.179 orang.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Rai Twistyanti Raharja, mengatakan program ini menyasar seluruh 62 desa dan kelurahan. Pembelajaran dibagi menjadi tiga jenjang, yakni kindergarten, elementary, dan junior high school.

"Kami menyasar seluruh desa dan kelurahan jumlahnya ada 62 desa dan kelurahan. Per banjar ada tiga jenjang, yakni kindergarten, elementary, dan junior high school," kata Rai saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026).

Ia menyebut jumlah peserta masih berpotensi meningkat seiring pendataan gelombang kedelapan yang sedang berlangsung. Hingga kini, pendataan di tingkat desa telah mencatat tambahan 1.986 peserta baru.

Untuk menjaga kualitas pembelajaran, Disdikpora membatasi kapasitas maksimal 25 peserta di setiap kelas. Pada gelombang pertama, kegiatan belajar baru berjalan di dua kelas sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program.

"Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar pengembangan kegiatan, sehingga mulai gelombang kedua hingga gelombang ketujuh, pembelajaran berjalan secara konsisten dengan pembukaan tiga kelas," ujar Rai.

Berdasarkan data hingga Oktober 2026, peserta terdiri atas 9.261 orang di tingkat beginner, 9.908 orang di tingkat elementary, dan 9.010 orang di tingkat intermediate. Program ini diharapkan membantu anak-anak Badung meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkuat daya saing di tingkat internasional.

Menurut Rai, bimbel gratis tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan bahasa, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap peluang global melalui komunikasi yang lebih baik.

"Jadi ini juga program prioritas Bapak Bupati. Sehingga ke depan diharapkan siswa di Badung bisa berbahasa Inggris," pungkas Rai. (ap)
Read More

𝗗𝗮𝗺𝗽𝗶𝗻𝗴𝗶 𝗠𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝘁𝗶 𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗔𝗯𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝗶𝘀𝗶𝗿

Oktober 11, 2026 0

Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Megawati Soekarnoputri, meninjau kondisi abrasi di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Minggu (11/10/2026) siang. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menangani kerusakan kawasan pesisir Bali.

Dalam peninjauan itu, Megawati menegaskan bahwa persoalan abrasi membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan kementerian, lembaga riset, akademisi, dan pemerintah daerah. Menurutnya, karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan harus menjadi pertimbangan utama dalam merancang kebijakan perlindungan pantai.

“Orang-orang pintar di lembaga, kementerian, harus memahami bahwa Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Jadi jangan berpikir seperti menangani benua atau daratan kontinental,” tegasnya.

Megawati juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak bekerja secara terpisah atau terjebak ego sektoral. Ia mendorong kolaborasi berbasis ilmu pengetahuan sehingga solusi yang dihasilkan mampu menjawab persoalan abrasi secara menyeluruh.

“Jadi kerjanya jangan sepotong-sepotong,” ujarnya.

Selain penguatan riset dan koordinasi, Megawati menekankan pentingnya menghidupkan kearifan lokal Bali, terutama filosofi Tri Hita Karana yang mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam. Nilai tersebut dinilai relevan sebagai landasan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memastikan kawasan pesisir tetap terpelihara secara berkelanjutan.

Ia turut menyoroti perubahan iklim sebagai tantangan serius bagi wilayah pesisir, khususnya negara kepulauan seperti Indonesia. Pemanasan global dan pencairan es di kutub berpotensi meningkatkan tekanan terhadap kawasan pantai sehingga dibutuhkan langkah antisipatif yang didukung riset, inovasi teknologi, dan kerja sama lintas sektor.

“Ingat, ancaman dari global warming, pencairan es di kutub kian terasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia. Bertahun-tahun lalu sudah dibahas dan kita sebagai penerus harus mampu mencari solusi terbaik,” katanya.

Abrasi Pantai Kuta menjadi perhatian karena dampaknya tidak hanya terlihat pada penyusutan kawasan berpasir, tetapi juga mengancam fasilitas publik dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pada 2026, kondisi pantai dilaporkan semakin mengkhawatirkan akibat cuaca ekstrem dan kuatnya gelombang laut. Kemunduran garis pantai diperkirakan mencapai 1,9 meter per tahun, sehingga ruang berpasir yang digunakan wisatawan semakin menyempit.

Terjangan gelombang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk jalur pejalan kaki, tembok pembatas, dan area aktivitas pedagang. Mengingat Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali, penanganan abrasi secara berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus menopang perekonomian masyarakat setempat.

Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum Bidang Hubungan Antarlembaga, Triono Junoasmono, menjelaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan perlindungan kawasan pesisir melalui pembangunan infrastruktur pengaman pantai. Salah satu langkah yang dilakukan ialah pembangunan pemecah gelombang (breakwater) di bagian selatan Pantai Kuta oleh Balai Wilayah Sungai bersama pemerintah daerah. Infrastruktur ini diharapkan dapat meredam energi gelombang dan mengurangi dampak abrasi.

Dampingi Megawati Tinjau Abrasi Pantai Kuta, Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Dorong Sinergi Penanganan Pesisir

“Pantai di Bali adalah aset strategis, bukan sekadar untuk wisata, tetapi juga menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Triono mengungkapkan, sekitar 30 persen dari total garis pantai Bali yang panjangnya lebih dari 1.300 kilometer telah terdampak abrasi. Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk menangani sekitar 85 kilometer garis pantai yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Dari 30 persen dari 1.300 kilometer lebih garis pantai di Bali yang terkena abrasi, kami masih menyisakan PR sepanjang 85 kilometer untuk ditangani. Mudah-mudahan dengan kunjungan Ibu Ketua Dewan Pengarah BRIN dan pihak terkait lainnya bisa segera diselesaikan,” katanya.

Ia berharap kunjungan Megawati bersama jajaran pemerintah dan pemangku kepentingan terkait dapat memperkuat koordinasi sekaligus mendorong percepatan penanganan abrasi di berbagai wilayah pesisir Bali.

Peninjauan Pantai Kuta tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BRIN Prof. Amarulla Octavian, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta. (hms/ap)
Read More