LENSA BALI: Transportasi

Hot


Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Transportasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Oktober 2026

𝗕𝗕𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗿𝗶𝘃𝗲𝗿 𝗦𝘂𝗹𝗶𝘁 𝗗𝗶𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗳 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹

Oktober 14, 2026 0
BBM Langka di Bali, Pengguna Ojol Keluhkan Driver Sulit Didapat dan Tarif Mahal

BADUNG, Lensabali.id - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali turut mengganggu layanan transportasi online. Sejumlah pelanggan mengaku kesulitan mendapatkan pengemudi ojek online (ojol), bahkan harus menghadapi kenaikan tarif dan mencari alternatif transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Intan, warga Badung, mengalami kesulitan memesan kendaraan online untuk berangkat kerja sejak awal pekan. Pada Senin (12/10/2026), ia tidak berhasil mendapatkan pengemudi dari sejumlah layanan hingga akhirnya meminta bantuan tetangganya.

"Nggak dapat sama sekali untuk Grab maupun Gojek ataupun apapun itu online transportasi. Dan aku sempat minta tolong sama tetangga aku buat nganterin dan ternyata untungnya tetangga aku bisa buat nganterin," tutur Intan, Rabu (14/10/2026).

Meski mendapat tumpangan, perjalanan Intan tetap terhambat kemacetan akibat antrean BBM. Waktu tempuh yang biasanya hanya 10–15 menit bertambah menjadi sekitar 25 menit sehingga ia terlambat tiba di kantor.

Sebelumnya, Intan sempat mencoba memesan dua layanan transportasi online sekaligus, tetapi tak membuahkan hasil. Pengemudi Gojek sulit ditemukan, sedangkan pengemudi Grab yang tersedia berada cukup jauh dan menawarkan tarif lebih tinggi.

"Dan kalau dari harganya sendiri sebenarnya ada perubahan kalau untuk di Grab, itu bisa naik dari Rp ribu sampai Rp 10 ribu dari harga yang seperti biasanya," ucap Intan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan saat berangkat kerja. Intan juga mengalami kendala ketika hendak beribadah atau membeli kebutuhan yang tidak tersedia di sekitar tempat tinggalnya.

Pengalaman serupa dialami Bintang, kreator konten yang tinggal di Denpasar. Ia kesulitan mendapatkan ojol motor saat hendak pulang dari Pantai Segara menuju kos, meski jaraknya kurang dari dua kilometer. Bintang biasanya menggunakan ojol karena khawatir dengan keberadaan anjing di sepanjang jalan.

"Kemarin itu mau pulang dari Pantai Segara. Sampai satu jam setengah enggak dapat Gojek maupun Grab. Yang motor tuh nolak semua," ujar Bintang.

Ia kemudian mencoba memesan dengan tarif lebih tinggi, sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Namun, pesanannya tetap ditolak atau dibatalkan oleh pengemudi.

"Sampai order saya pilih harga yang termahal tuh Rp 28 ribu-Rp 30 ribu gitu, enggak mau driver-nya tuh. Asal dapat nyantol tuh cancel sama mereka, dikit-dikit cancel," tutur Bintang.

Setelah berulang kali gagal mendapatkan ojol motor, Bintang akhirnya memilih layanan mobil dengan tarif Rp 70 ribu. Padahal, menurutnya, perjalanan yang sama biasanya hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu jika menggunakan sepeda motor.

"Akhirnya dapatnya mobil GrabCar Rp 70 ribu, padahal cuman dekat banget. Enggak ada dua kilo," ucap Bintang.

Pengalaman kedua warga tersebut menggambarkan dampak lanjutan kelangkaan BBM terhadap mobilitas masyarakat Bali, mulai dari sulitnya memperoleh pengemudi hingga meningkatnya biaya perjalanan. (ap)
Read More

Kamis, 10 September 2026

𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗴𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗯𝘂𝘀 𝟮.𝟮𝟬𝟬 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴

September 10, 2026 0
Penerbangan Terganggu, Penumpang Terminal Mengwi Tembus 2.200 Orang

BADUNG, Lensabali.id- Gangguan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada peningkatan jumlah penumpang di Terminal Tipe A Mengwi, Badung. Volume penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tercatat melonjak pada Senin (7/9/2026).

Kepala Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, mengatakan kenaikan jumlah penumpang turut mendorong peningkatan keterisian armada bus hingga 11 persen.

"Peningkatan penumpang kemarin 34 persen dan armada meningkat 11 persen. Bahkan, rata-rata tujuan ke Jakarta," kata Dewa Tantara, Selasa (8/9/2026).

Dalam kondisi normal, pergerakan penumpang di Terminal Mengwi berkisar 1.600-1.900 orang setiap hari. Namun, jumlah penumpang yang diberangkatkan pada Senin melonjak hingga sekitar 2.200 orang.

"Saat ini pada pukul 16.00 Wita baru di angka 1.100 penumpang. Data ini belum berakhir, karena keberangkatan bus masih ada sampai malam," ujar Dewa Tantara.

Lonjakan tersebut membuat operasional bus AKAP ikut ditambah. Jika biasanya terdapat sekitar 70-80 armada per hari, jumlahnya meningkat menjadi 89 bus.

Khusus perjalanan menuju Jakarta, jumlah armada yang biasanya berkisar tujuh hingga sembilan bus per hari bertambah menjadi 12 armada. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat yang memilih transportasi darat.

"Kami di Terminal Mengwi tetap melayani semaksimal mungkin untuk para penumpang. Bahkan jika pada momen-momen tertentu membutuhkan bus yang lebih banyak, kami rutin lakukan koordinasi dengan Perusahaan Otobus," sebut Dewa.

Selain menambah armada, pengelola Terminal Mengwi juga memperketat pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bus yang digunakan penumpang dalam kondisi aman sebelum berangkat keluar Bali.

"Kami pastikan bus yang masuk dari Terminal Mengwi aman untuk ditumpangi, karena sudah kami lakukan ramp check berkala dan pengecekan rutin saat akan berangkat dari terminal," pungkasnya.

Sementara itu, Bandara Ngurah Rai pada Selasa (8/9) kembali melayani penerbangan dari dan menuju Tangerang, Jakarta, serta Bandung. Sebelumnya, penerbangan ke sejumlah wilayah tersebut sempat dihentikan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau. (ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗞𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗘𝗿𝘂𝗽𝘀𝗶, 𝟭𝟬𝟴 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗴𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸

September 08, 2026 0
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 108 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terdampak

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Sekitar 13 ribu penumpang terdampak pembatalan maupun penyesuaian jadwal penerbangan pada periode Minggu (6/9/2026) pukul 07.00 Wita hingga Senin (7/9/2026) pukul 11.00 Wita.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan jumlah penumpang terdampak tersebut terdiri dari sekitar 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan.

"Jumlah penumpang yang terdampak pada periode tersebut sebanyak kurang lebih 13 ribu penumpang, yang terbagi atas 4,4 ribu penumpang rute kedatangan dan 8,7 ribu penumpang rute keberangkatan," ujarnya, Senin (7/9/2026).

Selain penumpang, sebanyak 108 penerbangan di Bandara Ngurah Rai tercatat mengalami pembatalan dan atau penyesuaian jadwal. Dampak tersebut terutama terjadi pada penerbangan dari dan menuju sejumlah bandara di Pulau Jawa.

"Kami mencatat sebanyak 108 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan atau penyesuaian jadwal penerbangan," lanjutnya.

Rute yang terdampak meliputi penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, serta Bandara Husein Sastranegara Bandung. Hingga Senin pukul 11.00 Wita, sebanyak 51 penerbangan dari Bali menuju Soekarno-Hatta dibatalkan, sedangkan penerbangan kedatangan dari Soekarno-Hatta ke Bali yang dibatalkan mencapai 43 penerbangan.

Untuk rute Halim Perdanakusuma-Bali, tercatat lima penerbangan menuju Bali dan tiga penerbangan dari Bali menuju Halim Perdanakusuma dibatalkan. Sementara rute Husein Sastranegara-Bali mengalami tiga pembatalan untuk masing-masing arah penerbangan.

Sebelumnya, pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita, sebanyak 42 penerbangan di Bandara Ngurah Rai telah terdampak peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penerbangan yang terdampak saat itu merupakan rute dari dan menuju Jakarta serta penerbangan menuju Bandung.

Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan di Bandara Internasional El Tari Kupang. Sebanyak 10 penerbangan dibatalkan, terdiri atas lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan.

Airport Operation, Service, and Security Division Head PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional El Tari Kupang, I Nyoman Dedy Yuliantara, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional akibat kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan data, terdapat 10 penerbangan yang terdampak pembatalan, terdiri atas lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan," jelas Dedy, Senin (7/9/2026). Ia menambahkan, maskapai telah memberikan penanganan kepada penumpang terdampak melalui penjadwalan ulang maupun pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan masing-masing maskapai.

"Terhadap penumpang yang terdampak, pihak maskapai telah memberikan penanganan berupa penjadwalan ulang penerbangan dan atau pengembalian biaya tiket sesuai dengan ketentuan dan kebijakan masing-masing maskapai," ujarnya.

Manajemen Bandara El Tari Kupang mengimbau calon penumpang terus memantau informasi melalui kanal resmi maskapai dan memastikan status penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Pihak bandara juga memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus dilakukan untuk menyesuaikan operasional dengan perkembangan kondisi vulkanik. (ap)
Read More

Senin, 07 September 2026

𝗘𝗿𝘂𝗽𝘀𝗶 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗞𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗚𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗸𝗮𝗿𝘁𝗮-𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝟭𝟳 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗸

September 07, 2026 0

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan Jakarta-Bali, 17 Penerbangan Terdampak

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 10.00 Wita, tercatat 17 penerbangan dari dan menuju Jakarta mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.

"Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan," ujar Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, Minggu (6/9/2026).

Meski sejumlah penerbangan terdampak, operasional dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai secara umum masih berlangsung normal. Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bersama AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik.

Pihak bandara juga berkoordinasi dengan maskapai untuk memperbarui jadwal penerbangan sekaligus menangani calon penumpang yang sudah berada di terminal.

"Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali turut menyiapkan layanan service recovery yang ditujukan kepada penumpang dari penerbangan terdampak yang telah berada di terminal bandara," kata Gede.

Penumpang diimbau melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara. Hal ini penting untuk memastikan status serta jadwal penerbangan terbaru.

Hingga pukul 10.00 Wita, lima penerbangan kedatangan tercatat dibatalkan, yakni TransNusa rute CGK-DPS dengan nomor penerbangan 8B5106, 8B5104, serta Indonesia AirAsia QZ808, QZ806, dan QZ802.

Sementara dari sisi keberangkatan, 12 penerbangan terdampak. Mayoritas mengalami pembatalan, meliputi penerbangan Pelita Air, Garuda Indonesia, TransNusa, Indonesia AirAsia, dan Citilink. Satu penerbangan Garuda Indonesia GA403 rute DPS-CGK tercatat mengalami keterlambatan.

Pihak bandara menyatakan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan menyesuaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Penumpang diminta tetap mengikuti informasi resmi dari maskapai terkait perubahan jadwal penerbangan. (ap)
Read More

Selasa, 01 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗔𝗱𝗶 𝗔𝗿𝗻𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗲𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗲𝗺 𝗟𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗸 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮–𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗧 𝗞𝗔𝗜

September 01, 2026 0
Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Teken Kerja Sama Pengembangan Trem Listrik Bandara–Canggu dengan PT KAI

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mematangkan pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali. Moda yang disiapkan berupa trem listrik berbasis baterai yang nantinya menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa dan PT KAI di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Kehadiran trem diarahkan menjadi salah satu alternatif transportasi massal untuk mengurai kepadatan lalu lintas, khususnya di wilayah Badung.

Penandatanganan turut disaksikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO Angkasa Pura serta Sekda Badung IB Surya Suamba. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan pengembangan fasilitas dan sistem transportasi Bali yang sebelumnya didorong pemerintah pusat bersama Pemprov Bali.

PT KAI memilih konsep trem dibandingkan MRT maupun LRT karena dinilai lebih sesuai dengan karakter Bali. Moda ini berukuran relatif kecil, minim kebisingan, ramah lingkungan dan menggunakan baterai sehingga tidak memerlukan kabel listrik di sepanjang lintasan. Pengembangannya juga diarahkan terintegrasi dengan moda transportasi lain serta tetap memperhatikan karakter dan kearifan lokal.

Untuk tahap awal, trase Bandara–Canggu dirancang sepanjang sekitar 12 kilometer dengan dua jalur serta sejumlah area persilangan. Lebar trase sekitar tiga meter, sedangkan dimensi trem sedikit di atas dua meter sehingga relatif ramping dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.

Koridor tersebut dipilih karena memiliki mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan sekitar 150 ribu orang bergerak di kawasan Bandara–Canggu dengan jumlah kendaraan mencapai sekitar 80 ribu unit. Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya transportasi massal yang mampu menjadi alternatif kendaraan pribadi.

Dalam kondisi maksimal, trem diproyeksikan mengangkut 15 ribu hingga 20 ribu penumpang dengan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Jarak keberangkatan antartrem diperkirakan 10 menit, sementara kapasitas operasional maksimal mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari atau sekitar 40 persen dari kepadatan mobilitas di koridor tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas dorongan Bappenas dan Pemprov Bali untuk membenahi fasilitas serta sistem transportasi, terutama di Badung yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

Gubernur Koster dan Bupati Adi Arnawa Teken Kerja Sama Pengembangan Trem Listrik Bandara–Canggu dengan PT KAI

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan Bali, menjaga keindahan Bali, mendukung pariwisata dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Koster menegaskan pembangunan trem harus berjalan seiring dengan keberlanjutan ekosistem pariwisata. Keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman hingga aktivitas masyarakat di sepanjang trase harus menjadi perhatian. “Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Gubernur Koster.

Dari sisi budaya, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menegaskan pembangunan infrastruktur di Bali harus dilakukan secara hati-hati. “Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Bobby.

Groundbreaking ditargetkan berlangsung Maret 2027. Trase pertama diharapkan mulai beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2029. Sebelum pembangunan, pemerintah dan KAI akan melakukan studi teknis, kajian lanjutan, sosialisasi, pelibatan desa adat, serta koordinasi dengan pelaku pariwisata, hotel, akomodasi dan pemangku kepentingan lainnya. (hms/ap)
Read More

Senin, 24 Agustus 2026

𝟭𝟭 𝗕𝘂𝘀 𝗟𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗸 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗹 𝗚𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝗶𝗱𝗼𝗿 𝗜 𝗦𝗮𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶𝘁𝗮, 𝗨𝗷𝗶 𝗖𝗼𝗯𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗢𝗸𝘁𝗼𝗯𝗲𝗿

Agustus 24, 2026 0
11 Bus Listrik Bakal Gantikan Koridor I Sarbagita, Uji Coba Mulai Oktober

DENPASAR, Lensabali.id – Sebanyak 11 bus listrik yang menjadi bagian dari program Bali E-Mobility ditargetkan mulai menjalani uji coba pada Oktober 2026. Bus tersebut akan melayani rute GOR Ngurah Rai-Universitas Udayana (Unud)-Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Kadek Mudarta, mengatakan persiapan uji coba masih dilakukan. "Bus listrik mungkin kita akan mulai dicobakan. Targetnya sih di bulan Oktober," ujar Mudarta, Senin (24/8/2026).

Sebelas bus listrik tersebut merupakan hibah pemerintah Korea Selatan melalui kerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI). Pengadaan armada menjadi bagian dari proyek Bali E-Mobility untuk mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali.

Bus tersebut juga tercatat sebagai aset di bawah brand Sarbagita. Karena itu, pengoperasiannya akan mengambil alih rute Koridor I Trans Sarbagita, yakni jalur GOR Ngurah Rai-Unud-GWK.

"Kalau berdasarkan kajian untuk bus listrik itu koridor satunya kita, jadi koridor yang dari GOR Ngurah Rai ke Unud dan GWK," paparnya.

Terkait tarif, Dishub Bali masih mengkaji skema yang akan diterapkan selama masa uji coba. Pemerintah masih mempertimbangkan apakah layanan tersebut diberikan secara gratis atau langsung menggunakan tarif normal.

"Nanti kita cek dulu skemanya. Sebelum bisa saya katakan apakah gratis atau apakah nanti sudah langsung berbayar, tergantung skemanya," tambah Mudarta.

Jika masa uji coba berakhir dan bus listrik resmi menjadi bagian dari layanan transportasi reguler, tarif normal akan tetap diberlakukan.

Untuk menunjang operasional armada, fasilitas pengisian daya juga disiapkan di dua lokasi. Charging station akan tersedia di GOR Ngurah Rai untuk kebutuhan sebelum bus beroperasi. Sementara pada malam hari, bus dapat melakukan pengisian daya di fasilitas yang disiapkan di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali. (ap)
Read More

Selasa, 11 Agustus 2026

𝗢𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗯𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗮𝗹, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗦𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮

Agustus 11, 2026 0

Ombak Besar Hantam Pelabuhan Angkal, Penyeberangan ke Nusa Penida Ditutup Sementara

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Gelombang tinggi menerjang kawasan Pelabuhan Angkal, Kusamba, Klungkung, Selasa (11/8/2026) pagi. Air laut bahkan masuk ke area pelabuhan hingga membasahi loket tiket dan bangku antrean penumpang.

Pengawas Pelabuhan Angkal Dishub Klungkung, Made Wahyu Permana, mengatakan gelombang tinggi mulai terjadi sekitar pukul 06.30 Wita. Kondisi tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 Wita.

"Terjadi kurang lebih sampai jam 08.00 Wita. Dilihat dari aplikasi Tides, airnya memang sedang pasang dan kemungkinan kondisi angin berembus dari arah utara," ujar Wahyu saat ditemui detikBali di Pelabuhan Angkal, Selasa (11/8/2026).

Luapan air laut sempat menggenangi ruangan pelabuhan selama sekitar 1,5 jam. Beruntung, saat ombak besar datang, ruang antrean dalam kondisi kosong karena kapal pertama baru saja berangkat.

"Kebetulan tadi baru saja berangkat boat yang pertama, lalu tak lama setelah itu datang ombak besar. Beruntung di dalam ruangan sudah dalam keadaan kosong. Airnya naik sekitar satu setengah jam," imbuh Wahyu.

Melihat kondisi perairan yang belum sepenuhnya aman, pengelola pelabuhan memutuskan menunda sementara keberangkatan fast boat berikutnya menuju Nusa Penida. Penundaan dilakukan hingga kondisi gelombang kembali membaik sehingga pelayaran dapat berlangsung dengan aman.

Meski diterjang ombak, tidak ada kerusakan berarti di kawasan pelabuhan. Hanya sebuah bangku dispenser yang menyediakan air minum gratis bagi penumpang yang ikut tersapu air laut.

"Saat ini kondisinya sudah normal. Kami pantau di aplikasi, gelombang pada ketinggian 0,5 meter," pungkas Wahyu.

Sementara itu, Anggun, salah seorang pedagang di Pelabuhan Angkal, mengatakan gelombang besar bukan hal yang asing bagi warga di kawasan pesisir tersebut. Menurutnya, ombak biasanya lebih tinggi ketika memasuki fase purnama maupun tilem.

"Sudah biasa, saat purnama dan tilem pasti besar ombaknya. Tapi tadi yang bikin heboh karena di pelabuhan penumpang yang di luar pada teriak," terang Anggun. (ap)
Read More

𝗞𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗗𝗶𝗿𝗮𝘇𝗶𝗮, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗡𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗣𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶

Agustus 11, 2026 0

Kerap Dirazia, Truk Masih Nekat Parkir di Depan Terminal Mengwi

BADUNG, Lensabali.id – Pelanggaran parkir di kawasan depan Terminal Mengwi, Badung, masih terjadi meski petugas berulang kali melakukan penertiban. Sejumlah sopir truk masih nekat memarkir kendaraannya di bahu jalan dan mengabaikan rambu larangan parkir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, mengatakan petugas terus memberikan teguran kepada para pengemudi agar tidak memarkir kendaraan di lokasi tersebut.

"Memang masih ada saja pengemudi yang parkir di sana. Tim yang turun sudah terus memberikan tahu para sopir truk di sana," kata Rahmadi, Senin (10/8/2026).

Dalam sepekan terakhir, petugas masih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan teguran langsung. Namun, sebagian pengemudi disebut tetap mengabaikan imbauan dan rambu larangan parkir.

Rahmadi juga mengajak masyarakat ikut mengawasi kawasan tersebut. Jika kembali menemukan kendaraan yang parkir sembarangan saat tidak ada petugas, masyarakat dapat melaporkannya kepada Dishub Badung.

"Kalau tidak ada petugas, kami berharap masyarakat bisa segera melaporkan kepada kami. Masyarakat juga bisa ikut mengingatkan pengemudi yang masih parkir di sana," ujarnya.

Dishub Badung kini mempertimbangkan langkah penindakan yang lebih tegas dengan melibatkan kepolisian. Sopir yang tetap membandel setelah diberikan imbauan berpotensi dikenai tilang.

"Ke depan, bukan tidak mungkin kami akan melibatkan kepolisian. Jika imbauan tidak diindahkan, tentu akan ada tindakan tegas berupa tilang," tegas Rahmadi.

Para pengemudi truk diminta mematuhi aturan dan tidak menjadikan bahu jalan sebagai lokasi parkir. Penertiban diharapkan dapat menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitar Terminal Mengwi.

Sebelumnya, penertiban gabungan dilakukan pada Rabu (5/8/2026) pagi. Lebih dari 30 armada truk disebut langsung meninggalkan lokasi ketika didatangi petugas Dishub, Satlantas Polres Badung, Satpol PP, BPTD Kelas II Bali, TNI, dan unsur desa adat.

Parkir liar di kawasan tersebut selama ini dikeluhkan karena kerap menyebabkan kemacetan dan membuat lingkungan terlihat kumuh. Di sisi lain, para sopir mengaku berhenti karena sejumlah alasan, seperti beristirahat, mendinginkan ban, hingga menunggu waktu untuk menyeberang menuju Lombok.

Kasatlantas Polres Badung AKP Ni Luh Tiviasih mengatakan sebagian sopir berdalih berhenti karena mengantisipasi masalah pada kendaraan serta kondisi fisik pengemudi.

"Tadi ada beberapa sopir, alasannya mendinginkan ban supaya remnya tidak blong dan karena mengantuk. Rata-rata kami sudah datakan ada puluhan kendaraan yang trouble, dan kami sudah bersurat langsung ke BPTD di Terminal Mengwi Tipe A," terang Tiviasih.

Pada penertiban sebelumnya, polisi belum memberikan sanksi tilang dan masih sebatas melakukan teguran. Penindakan tilang saat itu masih menunggu arahan dari Korlantas Polri dan Ditlantas Polda Bali.

"Sementara untuk penindakan tilang, kami menunggu perintah lebih lanjut Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Bali. Kalau memang dari pimpinan sudah menegaskan kembali terkait dengan tilang, kami akan laksanakan itu," kata Tiviasih. (ap)
Read More

Sabtu, 08 Agustus 2026

𝗧𝗲𝗿𝗵𝗮𝗿𝘂 𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗧𝗶𝗽, 𝗗𝗿𝗶𝘃𝗲𝗿 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗕𝗲𝗹𝗶 𝗦𝗺𝗮𝘀𝗵 𝗕𝘂𝗿𝗴𝗲𝗿

Agustus 08, 2026 0
Terharu Dapat Tip, Driver Ojol Bali Akhirnya Bisa Beli Smash Burger

DENPASAR, Lensabali.id – Kisah seorang pengemudi ojek online (ojol) di Bali yang terharu setelah mendapat tip dari wisatawan asal Irlandia viral di media sosial. Uang tip tersebut digunakan sang pengemudi untuk membeli makanan yang selama ini ingin dicicipinya, yakni smash burger.

Smash burger merupakan jenis burger dengan patty yang ditekan hingga tipis saat dimasak di atas pemanggang. Teknik tersebut menghasilkan permukaan daging yang renyah dengan cita rasa yang lebih kuat.

Momen haru itu direkam sendiri oleh sang pengemudi ketika membuka bungkus makanan dan mencicipi burger tersebut. Ekspresinya tampak semringah saat menikmati makanan yang disebut cukup mahal jika dibeli menggunakan penghasilannya sehari-hari.

"Terima kasih banyak untuk Ava dan pacarmu. Wow, kita bisa mencoba smash burger," ujarnya sambil menghadap kamera.

Sebelum menggigit burger tersebut, ia bahkan sudah mengungkapkan kegembiraannya. "Ini burger terbaik dalam hidup saya," katanya.

Setelah mencicipi gigitan pertama, pengemudi tersebut tampak begitu gembira hingga memukul dahinya dan bergoyang di kursi. Ia kemudian kembali menyampaikan rasa terima kasih kepada pemberi tip.

"Karena tip dari kalian, saya bisa makan smash burger," ujarnya.

Video tersebut dibagikan Ava melalui TikTok pada 31 Juli. Wisatawan asal Irlandia itu menjelaskan, sang pengemudi Grab sebenarnya ingin mencoba smash burger, tetapi harga makanan tersebut dinilai cukup mahal dibandingkan penghasilannya. Karena itu, Ava sengaja memberikan tip agar sang pengemudi dapat membeli makanan yang diinginkannya.

"Ini adalah video ucapan terima kasih yang saya terima dari pengemudi Grab di Bali. Video ini menunjukkan betapa besar arti sebuah tip bagi seseorang di tempat yang kita kunjungi," jelas Ava.

Ia juga mengajak orang lain melihat pemberian tip dari sudut pandang berbeda. "Momen ini juga membuat kita lebih menghargai apa yang kita miliki karena nominal yang mungkin terasa kecil bagi kita ternyata bisa memberikan perubahan besar bagi orang lain," tulisnya.

Unggahan tersebut kemudian viral dan telah ditonton lebih dari 773 ribu kali serta mendapat sekitar 133 ribu tanda suka. Banyak pengguna TikTok mengaku tersentuh melihat reaksi sang pengemudi yang dinilai menunjukkan rasa terima kasih secara tulus.

Seorang pengguna yang mengaku berasal dari Indonesia bahkan mengajak masyarakat untuk lebih sering memberikan tip kepada pengemudi layanan antar sebagai bentuk apresiasi atas pekerjaan mereka.

"Hampir semua sopir ojol di Indonesia bekerja keras tanpa henti, mereka terbiasa kepanasan, kehujanan dan macet-macetan demi mengantarkan makanan kita. Sudah seharusnya kita memberikan uang tip sebagai apresiasi untuk mereka," tulisnya. (ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗗𝗶𝘀𝗵𝘂𝗯 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟯𝟬 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶

Agustus 05, 2026 0
Dishub Badung Tertibkan Lebih dari 30 Truk Parkir Sembarangan di Terminal Mengwi

BADUNG, Lensabali.id – Puluhan truk yang selama ini memadati bahu Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto di kawasan Terminal Mengwi, Badung, ditertibkan dalam operasi gabungan, Rabu (5/8/2026). Kedatangan petugas membuat para sopir serentak memindahkan kendaraannya sehingga ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi parkir liar kembali lengang.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, mengatakan sedikitnya lebih dari 30 kendaraan barang berhasil ditertibkan dalam kegiatan tersebut. Keberadaan truk-truk yang parkir di bahu jalan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Kami sudah konsolidasi untuk penertiban dengan instansi terkait. Tadi ada 30 lebih truk atau kendaraan barang kami tertibkan, dan jumlah itu saja sudah mampu memberikan hambatan lalu lintas," ujar Rahmadi.

Menurutnya, penertiban ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Dishub bersama instansi terkait bahkan sempat memasang water barrier untuk mencegah kendaraan besar parkir di lokasi tersebut. Namun, parkir liar kembali terjadi dan turut memicu keluhan warga karena area sekitar menjadi kumuh serta dipenuhi sampah.

Rahmadi menjelaskan banyak sopir memilih berhenti di lokasi tersebut karena mengikuti kendaraan lain yang lebih dahulu parkir. Untuk mencegah pelanggaran serupa, Dishub akan memasang spanduk larangan parkir sekaligus melakukan pengawasan secara berkala.

"Pertama karena sopir itu orang mobile, jadi dia tidak tahu ada orang parkir, dia ikut-ikutan padahal dilarang di sana. Jadi kami bersihkan supaya tidak ada yang ditiru, seolah-olah di sini boleh parkir," jelasnya.

Operasi penertiban melibatkan Dishub Badung, Satlantas Polres Badung, Satpol PP, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali, unsur TNI, serta aparat desa dinas dan desa adat Mengwitani. Pada tahap awal, petugas masih memberikan teguran tanpa menjatuhkan sanksi tilang.

Rahmadi menilai keberadaan lahan parkir khusus atau rest area bagi kendaraan barang di sekitar Terminal Mengwi menjadi kebutuhan yang mendesak. Namun, hingga kini rencana penyediaannya masih sebatas wacana.

Sejumlah sopir mengaku memarkir kendaraan untuk beristirahat atau mendinginkan rem sebelum melanjutkan perjalanan. Salah satunya, Yanto (32), yang mengatakan dirinya baru berencana kembali melanjutkan perjalanan menuju Lombok pada malam hari.

Kasatlantas Polres Badung AKP Ni Luh Tiviasih menambahkan pihaknya telah mendata puluhan kendaraan yang parkir di lokasi tersebut dan berkoordinasi dengan perusahaan masing-masing. Meski demikian, penerapan sanksi tilang masih menunggu arahan dari Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Bali.

"Sementara untuk penindakan tilang, kami menunggu perintah lebih lanjut Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Bali. Kalau memang dari pimpinan sudah menegaskan kembali terkait dengan tilang, kami akan laksanakan itu," pungkas Tiviasih. (ap)
Read More

Rabu, 29 Juli 2026

𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗷𝗶 𝗨𝗻𝗱𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝘀 𝟰𝟬𝟬 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘁𝘀𝘂 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂

Juli 29, 2026 0
Badung Kaji Underpass 400 Meter untuk Sambungkan Gatsu Barat hingga Canggu

BADUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana melanjutkan tembusan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat yang selama ini berakhir di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara. Jalur tersebut dirancang terhubung hingga kawasan Canggu dan Mengwi sebagai upaya mengurai kemacetan yang kian padat di wilayah Badung Selatan.

Namun, realisasi proyek tersebut menghadapi tantangan besar karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan permukiman padat dan sejumlah tempat suci di Banjar Batu Culung, Kelurahan Kerobokan Kaja. Kondisi itu membuat pemerintah mempertimbangkan pembangunan jalan bawah tanah atau underpass sepanjang sekitar 400 meter.

"Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah menuju Canggu sekitar panjangnya 400 meter," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,2 triliun. Sebagian besar biaya dialokasikan untuk pembebasan lahan yang nilainya diperkirakan melampaui Rp 2 triliun.

Jalan baru dengan lebar sekitar 30 meter itu dirancang menghubungkan kawasan Gatot Subroto, Canggu, hingga Mengwitani. Pemerintah menargetkan pelaksanaan proyek dimulai pada periode 2027-2028.

Menurut Adi Arnawa, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu yang terus berkembang.

"Kami persiapkan untuk eksekusi tahun 2027 sampai 2028. Kalau titik-titik kemacetan ini tidak segera kami sentuh, pariwisata kita nanti hanya tinggal kenangan saja," tegasnya.

Selain proyek tersebut, Pemkab Badung juga melanjutkan pembangunan shortcut dari Tibubeneng menuju Canggu. Saat ini proses pembebasan lahan tengah berlangsung untuk membuka jalur baru dari jalan eksisting ke arah barat kawasan Padang Linjong, Desa Canggu.

Ruas jalan itu nantinya akan tersambung hingga Mengwitani dan Werdi Bhuwana sehingga membentuk jaringan transportasi yang lebih terintegrasi. Pemerintah berharap langkah ini mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata dan memangkas waktu tempuh perjalanan di kawasan Badung dan Denpasar.

Melalui pengembangan jaringan jalan baru tersebut, Pemkab Badung optimistis kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan pariwisata dapat dikurangi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. (ap)
Read More

Senin, 20 Juli 2026

𝗚𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗟𝗮𝗹𝘂 𝗟𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿 𝗟𝗶𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗴𝗼 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻

Juli 20, 2026 0
Ganggu Arus Lalu Lintas, Truk Parkir Liar di Jalan Cargo Ditertibkan

DENPASAR, Lensabali.id - Sebanyak 21 truk terjaring dalam operasi penertiban parkir liar yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar di kawasan Jalan Cargo, Senin pagi. Penindakan dilakukan untuk mengurangi potensi gangguan lalu lintas akibat kendaraan berat yang parkir di bahu jalan.

Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kasi Gakkum) Dishub Kota Denpasar, Putu Eddy Candra Ningrat, menjelaskan sebagian besar sopir diberikan pembinaan dan diminta memindahkan kendaraannya ke lokasi yang lebih sesuai.

"Tadi kami berikan arahan agar parkir ke gudang pemilik dan ke pergudangan angkutan barang Dishub. Sedangkan 4 truk, kami tempelkan stiker karena sopir tidak ada di kendaraannya," ujar Eddy.

Menurutnya, keberadaan truk yang parkir di sepanjang bahu Jalan Cargo berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas. Kondisi tersebut dinilai cukup berisiko mengingat ruas jalan itu merupakan salah satu jalur dengan aktivitas kendaraan yang padat setiap hari.

Operasi penertiban melibatkan 10 personel Dishub Kota Denpasar yang diterjunkan setelah apel pagi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan serta pengendalian kebijakan lalu lintas dan angkutan jalan di wilayah Kota Denpasar.

Selain melakukan penertiban, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengemudi agar lebih disiplin dalam memarkir kendaraan dan mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.

"Kami sudah memberikan himbauan agar tertib dan sesuai arahan yang diberikan. Penertiban rambu-rambu juga dilakukan agar menjaga keselamatan bersama," imbuhnya.

Terkait kebutuhan fasilitas parkir dan terminal angkutan barang di Denpasar, Eddy menyebut pembahasannya masih terus dilakukan bersama pihak terkait guna mencari solusi yang tepat bagi kendaraan logistik.

"Sementara itu, mengenai rencana adanya terminal angkutan barang di Denpasar. Masih dirapatkan, mudah-mudahan ada solusi terkait hal ini," pungkasnya. (ap)
Read More

Rabu, 15 Juli 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗖𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗔𝗻𝗱𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗽𝗮𝗹 𝗞𝗮𝘆𝘂 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗟𝗼𝗴𝗶𝘀𝘁𝗶𝗸

Juli 15, 2026 0
Warga Nusa Lembongan dan Ceningan Masih Andalkan Kapal Kayu untuk Logistik

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Keterbatasan akses transportasi laut masih menjadi tantangan besar bagi distribusi logistik menuju tiga pulau di Kecamatan Nusa Penida, yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Hingga kini, warga di dua pulau terakhir masih sangat bergantung pada kapal kayu tradisional untuk mengangkut berbagai kebutuhan pokok dan material pembangunan.

Minimnya layanan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-ro) menjadi salah satu penyebab utama. Kapal penyeberangan berkapasitas besar yang beroperasi dari Pelabuhan Padangbai, Karangasem, masih memiliki jadwal terbatas dan hanya melayani rute menuju Pulau Nusa Penida.

Akibatnya, masyarakat di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan harus mencari alternatif dengan memanfaatkan kapal kayu tradisional. Tidak hanya mengangkut sembako dan bahan bangunan, kapal-kapal tersebut juga digunakan untuk menyeberangkan kendaraan roda dua, mobil, hingga truk.

Di sejumlah pelabuhan rakyat seperti Tribuana, Banjar Bias, dan Angkal, aktivitas bongkar muat menggunakan kapal kayu telah menjadi pemandangan sehari-hari. Kapal berukuran sedang itu mampu membawa muatan hingga 15 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau-pulau seberang.

Koordinator Buruh Angkut Barang di kawasan pesisir Kusamba, Ardimas, mengatakan pengiriman material bangunan masih berlangsung hampir setiap hari. Namun pengangkutan kendaraan besar, terutama truk, tidak dilakukan secara rutin karena tingkat risikonya sangat tinggi.

Proses menaikkan kendaraan ke atas kapal membutuhkan tenaga puluhan buruh. Mereka harus memasang papan kayu sebagai jembatan penghubung antara daratan dan kapal, sementara kendaraan perlahan melintas di tengah hempasan ombak yang cukup besar.

Kondisi Pantai Kusamba yang dikenal memiliki gelombang kuat membuat proses tersebut berlangsung penuh ketegangan. Kesalahan kecil dapat menyebabkan kendaraan tercebur ke laut atau bahkan mengganggu keseimbangan kapal.

Besarnya risiko itu membuat biaya penyeberangan kendaraan menjadi sangat mahal. Untuk satu unit truk bermuatan, ongkos pengangkutan bisa mencapai Rp 7 juta. Apabila terjadi kecelakaan saat proses pemuatan, kerugian juga harus ditanggung oleh pihak yang menangani pengangkutan.

Selain menghadapi risiko keselamatan, operasional kapal kayu juga sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat gelombang tinggi atau cuaca buruk, distribusi logistik dapat terhambat karena kapal tradisional tidak memiliki kemampuan yang sama dengan kapal penyeberangan modern.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berupaya mengatasi persoalan tersebut melalui pembangunan Pelabuhan Pesinggahan. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarpulau dengan memperbanyak layanan kapal Ro-ro sehingga distribusi barang, mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, hingga kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih lancar.

Bupati Klungkung I Made Satria bahkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan guna mempercepat realisasi proyek tersebut. Pemerintah pusat juga menyatakan dukungan dengan memberikan pendampingan dari sisi regulasi dan keselamatan pelayaran.

Jika terealisasi sesuai rencana, Pelabuhan Pesinggahan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan logistik yang selama ini dihadapi masyarakat Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan tersebut. (ap)
Read More

Minggu, 12 Juli 2026

𝗥𝗲𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗧𝗿𝗼𝗻𝘁𝗼𝗻 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗱𝘂𝗸 𝗘𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸

Juli 12, 2026 0

Rem Bermasalah, Truk Tronton Seruduk Empat Kendaraan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

JEMBRANA, Lensabali.id - Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di KM 68-69 Banjar Dangin Pangkung, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 18.30 Wita. Insiden tersebut diduga dipicu oleh truk tronton yang mengalami rem blong.

Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP I Wayan Sugianta, menjelaskan kecelakaan itu melibatkan satu unit truk tronton, dua minibus, satu mikrobus, dan satu bus.

"Kecelakaan beruntun melibatkan satu truk tronton, dua minibus, satu mikrobus, dan satu bus," ungkap Sugianta, Minggu (12/7/2026).

Peristiwa bermula saat truk tronton bok Isuzu bernomor polisi N 8576 UV melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat melintas di lokasi yang merupakan kawasan lalu lintas padat, kendaraan tersebut diduga mengalami kegagalan fungsi pengereman.

Akibat rem yang tidak berfungsi dengan baik, pengemudi kehilangan kendali sehingga truk melaju tanpa kontrol dan menghantam kendaraan yang berada di depannya. Benturan tersebut memicu tabrakan beruntun yang melibatkan empat kendaraan lainnya.

Kendaraan yang terdampak terdiri dari minibus Suzuki APV bernomor polisi B 2409 PFA, Toyota Calya E 1745 SF, mikrobus Isuzu DK 7110 ZF, serta bus Hino K 7922 OC.

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh kendaraan mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Meski demikian, polisi masih melakukan pendataan terkait total kerugian yang ditimbulkan.

"Kerusakan kendaraan bervariasi, dan kerugian dalam kecelakaan masih dilakukan pendataan. Kasus kecelakaan masih kita lakukan penyelidikan," tandas Sugianta.

Petugas kepolisian saat ini masih mendalami penyebab pasti kecelakaan serta melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (ap)
Read More

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗵𝘂𝗯 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗟𝗲𝘁𝗸𝗼𝗹 𝗪𝗶𝘀𝗻𝘂 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗪𝗮𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗮𝘅𝗶

Juli 12, 2026 0
Koster dan Menhub Perkuat Infrastruktur Transportasi Bali, Dari Bandara Letkol Wisnu hingga Water Taxi

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi membahas sejumlah agenda strategis penguatan transportasi udara, laut, dan darat di Bali dalam pertemuan yang berlangsung di Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (9/7).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Badung. Sejumlah program prioritas yang dibahas meliputi pengembangan Bandar Udara Letkol Wisnu di Buleleng, revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang, pembangunan sejumlah pelabuhan baru, hingga pengoperasian layanan Water Taxi di Bali Selatan.

Dalam forum tersebut, Menteri Perhubungan menyatakan dukungan terhadap usulan Pemerintah Provinsi Bali untuk mengembangkan Bandar Udara Letkol Wisnu sebagai bandara khusus yang dapat membantu mengurangi beban pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Gubernur Koster menjelaskan bahwa pengembangan Bandara Letkol Wisnu tidak diarahkan menjadi bandara komersial seperti Ngurah Rai, melainkan sebagai fasilitas pendukung untuk kebutuhan penerbangan khusus, termasuk pendaratan darurat, layanan jet pribadi, penerbangan carter, logistik, dan distribusi peralatan.

“Untuk itulah, kami harapkan Bandar Udara Letkol Wisnu ini bisa mengatasi problem lalu lintas udara di Bali. Sampai saat ini belum berpikir mengembangkan bandara komersial seperti Ngurah Rai, karena Bali ini kecil dan kita harus menjaga lahan produktif agar tidak tergerus serta melindungi ekosistem subak yang ada,” ujar Koster.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi Bali telah membentuk badan usaha dan menyiapkan langkah pembebasan lahan. Pemerintah juga membuka peluang investasi bagi pihak yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan proyek tersebut.

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Bali memerlukan penguatan sistem transportasi karena tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat yang datang ke Pulau Dewata setiap tahun.

“Ini adalah pengembangan bandara eksisting. Harapan kita bisa diwujudkan agar Bali Utara berkembang seperti Bali Selatan. Saya akan pastikan Letkol Wisnu di Buleleng menjadi fokus kami karena kondisinya relatif clear dan tidak lagi menghadapi persoalan lahan maupun lingkungan,” tegasnya.

Koster dan Menhub Perkuat Infrastruktur Transportasi Bali, Dari Bandara Letkol Wisnu hingga Water Taxi

Selain sektor udara, pembahasan juga mencakup revitalisasi Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng. Pelabuhan tersebut direncanakan dilengkapi layanan kapal Ro-Ro untuk mendukung penyeberangan dari Jawa Timur sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur Denpasar–Gilimanuk, terutama saat musim libur dan arus mudik.

Pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap pengembangan Pelabuhan Kusamba di Klungkung, Pelabuhan Amed di Karangasem, serta Pelabuhan Sangsit di Buleleng. Ke depan, pelabuhan-pelabuhan tersebut diharapkan mampu membuka pusat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata baru di luar Bali Selatan.

Sementara itu, program Water Taxi yang menghubungkan kawasan Bandara Ngurah Rai dengan Canggu juga menjadi perhatian. Layanan ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh yang selama ini mencapai 1,5 hingga 2 jam menjadi sekitar 30 menit.

“Mudah-mudahan ini bisa terwujud sebagai alternatif transportasi dalam mengatasi kepadatan jalan di Canggu,” kata Dudy Purwagandhi.

Melalui berbagai proyek tersebut, Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan berharap konektivitas antarkawasan semakin kuat, distribusi ekonomi lebih merata, dan kualitas layanan transportasi Bali semakin mampu menjawab tantangan pertumbuhan pariwisata dan mobilitas masyarakat. (ap)
Read More

Jumat, 10 Juli 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗯𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗞𝘂𝘀𝗮𝗺𝗯𝗮, 𝗠𝗲𝗻𝗵𝘂𝗯 𝗥𝗜 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵

Juli 10, 2026 0
Bupati Satria Dorong Percepatan Pelabuhan Kusamba, Menhub RI Nyatakan Dukungan Penuh

DENPASAR, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Kusamba sebagai salah satu infrastruktur strategis yang diyakini mampu mendukung konektivitas Bali sekaligus memperkuat distribusi logistik menuju Kepulauan Nusa Penida. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat menghadiri Rapat Koordinasi bersama Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (9/7).

Rapat koordinasi tersebut membahas berbagai rencana percepatan pembangunan infrastruktur transportasi di Bali. Salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan Pelabuhan Kusamba di Kecamatan Dawan yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sistem transportasi dan distribusi barang di wilayah Bali daratan dan kepulauan.

Dalam kesempatan itu, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Kusamba sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Selain mendukung program pengembangan jalur tol laut, keberadaan pelabuhan tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik serta meningkatkan efisiensi distribusi logistik menuju Nusa Penida.

Menurut Bupati, tingginya biaya distribusi barang selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga kebutuhan pokok di Nusa Penida. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan membuat biaya transportasi logistik relatif lebih tinggi dibandingkan wilayah daratan Klungkung.

"Saat ini tingkat inflasi di Nusa Penida cukup tinggi akibat biaya logistik. Jika Pelabuhan Kusamba terwujud, pendistribusian bahan pokok dan material ke Nusa Penida akan jauh lebih lancar, sehingga harga-harga di sana bisa ditekan dan setara dengan Klungkung daratan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Bapak Gubernur Wayan Koster," ujar Bupati I Made Satria.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Kusamba tidak hanya akan memberikan manfaat bagi sektor logistik, tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata, memperlancar mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Klungkung.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi. Dalam rapat tersebut, Menhub menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Pelabuhan Kusamba dan menilai proyek tersebut memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya warga Nusa Penida.

Bupati Satria Dorong Percepatan Pelabuhan Kusamba, Menhub RI Nyatakan Dukungan Penuh

"Ini menyangkut hajat hidup dan harga kebutuhan pokok masyarakat di Nusa Penida, jadi kami jadikan prioritas. Saya minta seluruh proses administrasi segera dipersiapkan agar Pemkab Klungkung bisa langsung berkoordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal terkait di Kementerian Perhubungan," tegas Menteri Perhubungan.

Dukungan tersebut menjadi sinyal positif bagi percepatan realisasi pembangunan Pelabuhan Kusamba yang selama ini menjadi harapan masyarakat Klungkung. Dengan masuknya proyek tersebut ke dalam program prioritas Kementerian Perhubungan, proses koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis pembangunan Pelabuhan Kusamba akan menjadi salah satu solusi strategis dalam memperkuat konektivitas wilayah kepulauan, menekan biaya logistik, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata bagi masyarakat Nusa Penida dan Kabupaten Klungkung secara keseluruhan. (*/ap)
Read More

Rabu, 01 Juli 2026

𝗣𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗥𝗲𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗯𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝘀𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗵𝗮𝗻, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗶 𝗠𝗮𝗵𝗸𝗮𝗺𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗻𝗵𝘂𝗯 𝗥𝗜

Juli 01, 2026 0
Percepat Realisasi Pelabuhan Pesinggahan, Bupati Klungkung Temui Mahkamah Pelayaran Kemenhub RI

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mempercepat persiapan pembangunan Pelabuhan Pesinggahan sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Klungkung, I Made Satria, ke Kantor Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (1/7).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati I Made Satria diterima langsung Ketua Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan RI, Capt. Dr. Sahattua P. Simatupang, M.M., M.H., beserta jajaran pejabat struktural di lingkungan Mahkamah Pelayaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai aspek yang menjadi fondasi pembangunan pelabuhan.

Koordinasi ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan Pelabuhan Pesinggahan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain mempersiapkan aspek teknis, pembahasan juga difokuskan pada pemenuhan regulasi, keselamatan pelayaran, serta kepastian hukum sebagai bagian dari proses perencanaan sejak tahap awal.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa Pelabuhan Pesinggahan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pengembangan daerah. Kehadiran pelabuhan tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus meningkatkan pelayanan transportasi laut yang aman dan andal.

"Pembangunan Pelabuhan Pesinggahan ini sangat dinantikan oleh masyarakat Klungkung, baik untuk mendukung konektivitas antar-pulau, pariwisata, hingga kelancaran kegiatan keagamaan dan ekonomi setempat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan semua aspek teknis dan legalitas keselamatan pelayaran dikonsultasikan sejak dini agar proyek ini berjalan lancar tanpa kendala regulasi di kemudian hari," ujar Bupati I Made Satria.

Percepat Realisasi Pelabuhan Pesinggahan, Bupati Klungkung Temui Mahkamah Pelayaran Kemenhub RI

Menurutnya, konsultasi sejak awal merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meminimalkan potensi hambatan pada tahap pelaksanaan. Dengan demikian, proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif serta memenuhi seluruh standar keselamatan pelayaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Pelayaran Kementerian Perhubungan RI, Capt. Dr. Sahattua P. Simatupang, menyambut baik langkah proaktif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Pihaknya menyatakan kesiapan memberikan masukan, telaah, serta pendampingan terkait aspek keselamatan pelayaran dan hukum maritim yang menjadi persyaratan dalam pembangunan pelabuhan baru.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Mahkamah Pelayaran diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas sektor, sehingga setiap tahapan perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai regulasi, mengutamakan keselamatan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah pusat, Pemkab Klungkung optimistis pembangunan Pelabuhan Pesinggahan dapat segera direalisasikan. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan menjadi infrastruktur vital yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, memperlancar distribusi barang dan jasa, meningkatkan aksesibilitas antarpulau, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung secara berkelanjutan. (*/ap)
Read More

𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗚𝗿𝗲𝗲𝗻 𝗜𝘀𝗹𝗮𝗻𝗱 𝟮𝟬𝟯𝟬, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗷𝗮𝗸𝗶 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗮 𝗞𝗲𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗩𝗶𝗻𝗙𝗮𝘀𝘁

Juli 01, 2026 0
Wujudkan Nusa Penida Green Island 2030, Bupati Klungkung Jajaki Kerja Sama Kendaraan Listrik dengan VinFast

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mempercepat langkah menuju terwujudnya Nusa Penida sebagai kawasan berbasis energi hijau. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Bupati Klungkung, I Made Satria, ke kantor produsen kendaraan listrik global VinFast di Jakarta, Selasa (30/6), guna membahas peluang kerja sama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari program Green Island 2030.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati I Made Satria didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya. Rombongan diterima langsung jajaran pimpinan VinFast, yakni Deputy CEO of Mobility Services Operations Nguyen Ngoc Thuy Linh, GSM Carbiz B2B Manager Stevani Albertin, dan RVE Director Raymond Wibisono.

Pertemuan berlangsung produktif dengan membahas berbagai peluang kolaborasi untuk mempercepat transformasi energi bersih di Nusa Penida. Pemerintah Kabupaten Klungkung dan VinFast sepakat menindaklanjuti pembahasan tersebut melalui penyusunan surat permohonan resmi sebagai dasar dimulainya proses kerja sama antarkedua pihak.

Bupati I Made Satria menegaskan, percepatan program Green Island merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi memperkuat daya saing sektor pariwisata yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

"Kami berkomitmen penuh melakukan percepatan program Green Island di Nusa Penida. Fokus utama kami saat ini adalah transisi menuju kawasan pariwisata berkelanjutan melalui penerapan mobilitas hijau berbasis kendaraan listrik, yang akan kami jadikan sebagai proyek percontohan (pilot project)," ujar Bupati I Made Satria.

Wujudkan Nusa Penida Green Island 2030, Bupati Klungkung Jajaki Kerja Sama Kendaraan Listrik dengan VinFast

Sebagai tindak lanjut, peluncuran program kerja sama direncanakan dipusatkan di Nusa Penida. Momentum tersebut nantinya juga akan menjadi awal pembangunan ekosistem kendaraan listrik, termasuk penentuan lokasi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik roda dua maupun roda empat.

Keberadaan SPKLU diharapkan menjadi infrastruktur penting yang mendukung operasional kendaraan listrik di kawasan wisata. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, wisatawan maupun masyarakat akan semakin mudah beralih ke moda transportasi ramah lingkungan yang bebas emisi.

Meski demikian, jadwal peluncuran resmi kerja sama masih menunggu penyelesaian seluruh proses administrasi dan legalitas. Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama VinFast sepakat akan menetapkan waktu pelaksanaan setelah seluruh tahapan tersebut rampung sehingga implementasi program dapat berjalan optimal.

Selain membangun ekosistem kendaraan listrik, Pemkab Klungkung juga terus memperkuat berbagai infrastruktur pendukung di Nusa Penida. Perbaikan akses jalan utama serta peningkatan layanan penyediaan air bersih menjadi bagian penting yang disiapkan untuk menunjang kawasan pariwisata bertaraf internasional.

Melalui sinergi pembangunan infrastruktur dan penerapan mobilitas hijau, Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis target Nusa Penida sebagai Green Island dengan 100 persen energi hijau pada tahun 2030 dapat terwujud. Langkah ini diharapkan menjadikan Nusa Penida sebagai percontohan destinasi wisata berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kenyamanan wisatawan, dan kelestarian lingkungan. (*/ap)
Read More

Selasa, 16 Juni 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗶𝗽 𝗣𝗮𝗱𝗮𝗻𝗴𝗯𝗮𝗶–𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗽𝗮𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻

Juni 16, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Penambahan Trip Padangbai–Nusa Penida untuk Tekan Disparitas Harga Pangan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster meminta Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama instansi terkait mempercepat langkah penyamaan harga kebutuhan pokok antara wilayah daratan Klungkung dan Nusa Penida. Salah satu upaya yang didorong adalah peningkatan frekuensi pelayaran pengangkut barang dari Padangbai menuju Nusa Penida.

Arahan tersebut disampaikan saat memimpin rapat tindak lanjut persetujuan lintas pelayaran Padangbai–Nusa Penida di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (15/6).

Menurut Koster, perbedaan harga sejumlah komoditas pokok selama ini dipengaruhi oleh keterbatasan distribusi dan jumlah perjalanan kapal yang masih minim. Karena itu, ia meminta dilakukan uji coba penambahan frekuensi pelayaran dari dua kali menjadi tiga kali setiap hari.

"Jika penambahan trip ini berhasil dilakukan, maka ke depan perbedaan harga antara Klungkung daratan dengan Nusa Penida tidak akan terjadi lagi, karena pasokan lancar dan stoknya juga menjadi aman, sekalipun akan terjadi penambahan subsidi dari dua kali sebesar Rp1,4 miliar menjadi tiga kali sebesar Rp2,1 miliar," tegasnya.

Koster bahkan menilai pola layanan perintis yang saat ini diterapkan memungkinkan distribusi logistik dan kebutuhan pokok menuju Nusa Penida dilakukan hingga tiga sampai empat kali dalam sehari. Dengan meningkatnya frekuensi pengiriman, stabilitas pasokan diharapkan dapat terjaga sekaligus mengurangi risiko kelangkaan barang.

Bupati Klungkung I Made Satria mengakui bahwa disparitas harga yang terjadi selama ini dipicu oleh keterbatasan stok serta antrean pengiriman barang akibat jumlah trip yang belum memadai. Karena itu, menurutnya, diperlukan kebijakan baru yang mampu memperlancar distribusi logistik ke wilayah kepulauan tersebut.

Gubernur Koster Dorong Penambahan Trip Padangbai–Nusa Penida untuk Tekan Disparitas Harga Pangan

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Kadek Mudarta menjelaskan bahwa hasil kajian Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali menunjukkan lintasan Padangbai–Nusa Penida saat ini belum layak dikomersialisasikan secara penuh berdasarkan tingkat keterisian penumpang dan struktur tarif yang berlaku.

Selain itu, Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa dalam satu lintasan pelayaran tidak diperkenankan terdapat dua skema layanan sekaligus, yakni perintis dan komersial. Oleh karena itu, operasional komersial baru dapat dilakukan apabila subsidi terhadap layanan kapal yang ada dicabut terlebih dahulu.

Pemerintah pun mempertimbangkan pendekatan bertahap melalui penyesuaian tarif dan evaluasi berkala selama enam bulan. Apabila tingkat keterisian kapal konsisten di atas 60 persen dan operasional menunjukkan keuntungan positif, maka proses komersialisasi dapat dilanjutkan.

Langkah berikutnya mencakup pembentukan badan usaha atau pola kerja sama pengelolaan kapal, penghentian subsidi secara bertahap, penetapan lintasan komersial, hingga penambahan armada guna memperkuat konektivitas antara Bali daratan dan Nusa Penida. (hms./ap)
Read More