LENSA BALI: jembrana

Hot


Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2026

𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗗𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗖𝘂𝗿𝗶 𝗨𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝘀𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗥𝘂𝗽𝗲𝗸

Juni 12, 2026 0
Tiga Pemuda Diamankan Usai Curi Uang Sesari di Pura Tirta Segara Rupek

JEMBRANA, Lensabali.id  – Kepolisian berhasil mengungkap kasus pembobolan kotak sesari di Gedong Pelinggih Kanjeng Ratu Kidul, Pura Tirta Segara Rupek, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. Tiga pemuda berinisial IBK (23), MAD (20), dan R (18) kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Kompol I Gusti Kade Alit Murdiasa, menjelaskan bahwa ketiga terduga pelaku ditangkap di kediaman masing-masing pada Senin (08/06/2026) setelah polisi melakukan penyelidikan intensif.

"Ketiga terduga pelaku sudah diamankan dan mereka mengakui telah mengambil uang di dalam kotak sesari secara bersama-sama dengan cara merusak pintu gedong pura," ungkap Murdiasa saat dikonfirmasi, Jumat (12/06/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah seorang warga yang datang ke pura untuk melakukan kegiatan bersih-bersih menemukan pintu gedong pelinggih dalam kondisi rusak dengan bekas congkelan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pengempon pura dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk sampel sidik jari yang ditemukan di lokasi.

Hasil pemeriksaan forensik dan pencocokan data sidik jari kemudian mengarah kepada identitas para pelaku. Polisi selanjutnya bergerak cepat dan berhasil mengamankan ketiganya tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan awal, para pelaku mengakui telah merusak pintu gedong pelinggih sebelum mengambil isi kotak sesari yang berisi uang persembahyangan umat.

Adapun uang yang berhasil dibawa pelaku sebesar Rp76 ribu serta dua lembar dolar Amerika Serikat. Meski nominal kerugian tidak besar, proses hukum tetap berjalan karena tindakan tersebut menyasar tempat suci dan merusak fasilitas pura.

Polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa kotak sesari yang telah rusak, dua lembar dolar AS, serta sepeda motor yang digunakan saat menjalankan aksi pencurian.

Saat ini ketiga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus pencurian lain di wilayah Jembrana.

"Pelaku berikut barang bukti sudah diamankan ke Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk guna proses penyidikan lebih lanjut. Kami juga masih melakukan pengembangan untuk mencari tahu apakah ada TKP lain yang pernah mereka sasar," pungkas Murdiasa. (ap)
Read More

Kamis, 11 Juni 2026

𝗖𝗲𝗸𝗰𝗼𝗸 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗕𝗲𝗿𝘂𝗷𝘂𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗸𝗮, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗠𝗶𝗻𝘂𝗺 𝗣𝗼𝘁𝗮𝘀

Juni 11, 2026 0
Cekcok Rumah Tangga Berujung Duka, Warga Jembrana Meninggal Usai Minum Potas

JEMBRANA, Lensabali.id – Seorang pria berinisial EN dilaporkan meninggal dunia setelah mengonsumsi cairan potas di kediamannya di Kecamatan Jembrana, Bali, pada Selasa (09/06/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi di hadapan anggota keluarganya dan diduga dipicu persoalan rumah tangga yang telah berlangsung cukup lama.

Kapolsek Jembrana, Iptu Ngurah Widiatmika, membenarkan adanya kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sebelumnya terlibat pertengkaran dengan istrinya terkait persoalan keluarga.

“Ya, benar (kejadian tersebut),” ujar Widiatmika saat dikonfirmasi, Rabu (10/06/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WITA ketika korban dan istrinya terlibat cekcok. Setelah itu, EN meninggalkan rumah dalam kondisi emosi tanpa memberi penjelasan kepada keluarganya.

Sekitar 15 menit kemudian, korban diketahui mendatangi rumah orang tuanya dan sempat bertemu salah seorang kerabat. Saat itu, korban menyampaikan bahwa dirinya hendak mengambil bahan yang disebut akan digunakan untuk campuran emas.

“Saat itu korban mengatakan akan mengambil tembaga untuk campuran emas. Saksi tidak mengetahui bahwa yang diambil korban ternyata adalah cairan potas,” jelas Widiatmika.

Korban kemudian kembali ke rumah sambil membawa sebuah gelas plastik. Setibanya di rumah, ia langsung meminum cairan tersebut. Karena peristiwa berlangsung sangat cepat, keluarga tidak sempat melakukan upaya pencegahan.

Beberapa saat setelah itu, korban kehilangan kesadaran. Anak korban yang panik segera meminta bantuan warga sekitar untuk mengevakuasi ayahnya ke rumah sakit.

Korban kemudian dilarikan ke RSU Bunda Jembrana sekitar pukul 20.30 WITA. Namun, setelah mendapat penanganan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter dari RSU Bunda Jembrana, korban dinyatakan sudah meninggal dunia sekitar pukul 21.05 WITA,” ungkapnya.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan rumah tangga yang berkepanjangan. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. (ap)
Read More

Jumat, 05 Juni 2026

𝗟𝘂𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿–𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗺𝗯𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮, 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗴𝗲𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻

Juni 05, 2026 0
Lubang di Jembatan Jalur Denpasar–Gilimanuk Ditambal Sementara, Perbaikan Menyeluruh Segera Dilakukan

JEMBRANA, Lensabali.id - Kondisi sejumlah lubang pada jembatan di ruas Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk akhirnya mendapat penanganan sementara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi bahaya bagi pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung Bali bagian barat dan selatan itu.

Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Jembatan Tukad Meluang, Banjar Dinas Soka, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Pada jembatan tersebut ditemukan beberapa lubang yang muncul di area sambungan konstruksi.

Bahkan, salah satu lubang memiliki ukuran yang cukup besar, sekitar sebesar kepalan tangan orang dewasa. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi membahayakan pengendara, khususnya saat malam hari atau ketika arus lalu lintas padat.

Sebelum dilakukan perbaikan sementara, warga dan pengguna jalan menandai lokasi lubang dengan menancapkan batang bambu agar lebih mudah terlihat oleh pengendara yang melintas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Provinsi Bali, I Made Mardita, mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan melakukan penambalan pada bagian yang mengalami kerusakan.

"Lubangnya berada di sambungan memanjang dan melintang jembatan, dikarenakan kerusakan expantion joint jembatan," ujar Mardita saat dikonfirmasi pada Kamis (04/06/2026).

Menurutnya, kerusakan tersebut cukup serius dan memerlukan penanganan lebih komprehensif karena berkaitan dengan komponen sambungan jembatan yang berfungsi menjaga stabilitas konstruksi.

Oleh sebab itu, Balai Jalan telah menyiapkan rencana perbaikan permanen dengan mengganti bagian yang rusak setelah material yang dibutuhkan tiba di lokasi.

"Ini yang akan kami ganti nantinya dan saat ini masih menunggu kedatangan materialnya," jelas Mardita.

Selain memperbaiki bagian permukaan, pekerjaan juga dilakukan pada struktur bawah jembatan. Saat ini proses perbaikan masih berlangsung pada Jembatan Meluang yang memiliki panjang 25,6 meter serta Jembatan Payan sepanjang 38,4 meter.

"Perbaikan jembatan saat ini masih dalam proses," pungkasnya. (ap)
Read More

Selasa, 02 Juni 2026

𝗣𝗲𝗻𝘂𝗺𝗽𝗮𝗻𝗴 𝗙𝗲𝗿𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗱𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸, 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴

Juni 02, 2026 0
Penumpang Feri Meninggal Mendadak di Gilimanuk, Diduga Terserang Jantung Saat Menyeberang

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang penumpang kapal feri bernama Akuwan (63) meninggal dunia saat berada di kawasan Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (01/06/2026). Pria asal Banyuwangi, Jawa Timur, itu diduga mengalami serangan jantung ketika hendak menyeberang menuju Pulau Jawa.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.28 Wita. Saat itu petugas pengamanan yang bertugas di area pelabuhan menerima laporan mengenai seorang penumpang yang tiba-tiba mengalami gangguan kesehatan dan kondisinya terus melemah.

Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, korban merupakan pengguna jasa penyeberangan yang sedang bersiap melakukan perjalanan ke Jawa.

"Benar, ada penumpang yang sakit dan meninggal. Korban hendak menyeberang ke Jawa," ujar Yuli saat dikonfirmasi, Senin (01/06/2026).

Mendapat laporan tersebut, petugas Posal Gilimanuk segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan pelabuhan. Bersama unsur pengamanan lainnya, mereka langsung menuju lokasi untuk memberikan pertolongan awal kepada korban.

"Pemeriksaan medis awal dilakukan dengan mengecek tekanan darah serta denyut nadi korban," jelas Yuli.

Karena kondisi korban semakin memburuk, petugas kemudian mengevakuasinya menggunakan ambulans menuju Puskesmas Gilimanuk. Korban tiba sekitar pukul 08.32 Wita dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Namun, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Tiga menit setelah tiba di fasilitas kesehatan, korban dinyatakan meninggal dunia.

"Pada pukul 08.35 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan awal akibat serangan jantung," ungkap Yuli.

Ia menegaskan seluruh petugas telah berupaya maksimal memberikan bantuan sejak laporan pertama diterima hingga proses evakuasi ke puskesmas dilakukan.

Korban diketahui bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus pedagang dan tercatat sebagai warga Dusun Krajan, Desa Olesari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Setelah seluruh prosedur penanganan selesai, jenazah dipulangkan ke rumah duka.

"Jenazah sudah dibawa ke rumah duka," pungkasnya. (ap)
Read More

Sabtu, 30 Mei 2026

𝗜𝗯𝘂 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝗮𝘀 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸, 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮 𝗞𝗿𝗶𝘁𝗶𝘀

Mei 30, 2026 0
Ibu Tewas Terlindas Truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Anak Balita Kritis

JEMBRANA, Lensabali.id – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali terjadi di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk. Seorang perempuan meninggal dunia setelah terlindas truk trailer di sebelah barat Pos Polisi Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (30/05/2026). Sementara itu, anaknya yang masih berusia lima tahun mengalami luka berat dan kini dalam kondisi kritis.

Kapolsek Melaya, Kompol I Putu Suarmadi, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 Wita dan melibatkan sepeda motor Honda PCX DK 2391 FCQ serta truk trailer bernomor polisi L 9084 UR.

“Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya luka-luka,” ungkap Suarmadi saat dikonfirmasi, Sabtu (30/05/2026).

Menurut keterangan polisi, truk trailer yang dikemudikan Setiono Mariono (47) melaju dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk. Pada saat bersamaan, dua sepeda motor yang berada di belakang kendaraan besar tersebut berusaha mendahului.

Salah satu kendaraan yang terlibat adalah Honda PCX yang dikendarai Abdulloh (30), warga Jember, Jawa Timur. Saat itu ia membonceng istri dan anaknya. Di sampingnya, terdapat satu pengendara motor lain yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Saat proses mendahului berlangsung, kedua sepeda motor diduga bersenggolan. Benturan tersebut menyebabkan Honda PCX kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi kiri jalan.

Akibat kejadian itu, istri Abdulloh terlempar ke jalur roda truk dan terlindas ban belakang kendaraan trailer tersebut.

“Saat motor PCX jatuh ke kiri, penumpang yang dibonceng (istri) terjatuh tepat di jalur roda truk dan terlindas oleh ban belakang sebelah kanan truk trailer tersebut,” jelas Suarmadi.

Sementara itu, pengendara motor lain yang diduga ikut terlibat justru terjatuh ke sisi kanan jalan dan meninggalkan lokasi kejadian.

Korban perempuan mengalami cedera kepala berat yang menyebabkan meninggal dunia di tempat. Sedangkan anaknya berinisial AZLP (5) mengalami luka serius pada wajah serta cedera berat pada pergelangan tangan kiri dan segera dilarikan ke RSU Negara untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut sekaligus memburu pengendara motor misterius yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kasus ini telah ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana. (ap)
Read More

Kamis, 28 Mei 2026

𝗣𝗲𝗰𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗷𝘂, 𝗔𝗺𝗯𝘂𝗹𝗮𝗻𝘀 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗣𝗮𝗴𝗮𝗿 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮

Mei 28, 2026 0
Pecah Ban Saat Melaju, Ambulans Hantam Pagar Rumah Warga di Jembrana

JEMBRANA, Lensabali.id – Sebuah ambulans yang membawa jenazah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Melaya, Jembrana, Kamis (28/05/2026).

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita dan melibatkan satu unit ambulans minibus Suzuki APV bernomor polisi DK 1061 CX.

Kapolsek Melaya, I Putu Suarmadi, menjelaskan kendaraan saat itu melaju dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk sambil membawa jenazah serta dua orang penumpang.

“Ambulans tersebut membawa jenazah serta dua orang penumpang. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan mengalami pecah ban kiri belakang,” ungkap Suarmadi saat dikonfirmasi, Kamis (28/05/2026).

Akibat ban pecah secara mendadak, pengemudi kehilangan kendali hingga kendaraan membanting ke arah kiri jalan dan menabrak pagar rumah warga.

“Pengemudi tidak dapat menguasai kendaraan hingga membanting setir ke kiri dan menabrak pagar rumah warga,” imbuhnya.

Benturan keras membuat bagian depan ambulans mengalami kerusakan cukup parah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pengemudi ambulans bernama Umar Khatib (35) mengalami luka robek pada bagian dahi dan langsung mendapatkan penanganan medis.

“Pengemudi mengalami luka robek pada bagian dahi dan langsung mendapat perawatan medis di Puskesmas I Melaya. Sementara dua penumpang lainnya dalam kondisi sehat,” jelas Suarmadi.

Petugas kemudian mengevakuasi kendaraan agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk.

Kasus kecelakaan tunggal tersebut kini ditangani Unit Gakkum Polres Jembrana untuk proses lebih lanjut. (ap)
Read More

Kamis, 21 Mei 2026

𝗔𝗯𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 𝗥𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗦𝗶𝘄𝗶, 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗛𝗮𝗻𝗰𝘂𝗿

Mei 21, 2026 0
Abrasi Pantai Ancam Pura Tirta Rambut Siwi, Bangunan Mulai Hancur

JEMBRANA, Lensabali.id – Abrasi yang terus menghantam pesisir Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, semakin mengkhawatirkan. Gempuran ombak besar kini merusak kawasan suci Pura Tirta Rambut Siwi hingga menyebabkan sejumlah bangunan pura mengalami kerusakan berat.

Kerusakan paling parah terlihat di area bawah Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi. Tembok penyengker dan kori Pura Tirta dilaporkan hancur diterjang ombak. Selain itu, Bale Pesandegan yang berada di dalam kawasan pura juga jebol dan nyaris ambruk.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran para pemedek yang datang untuk bersembahyang. Warga khawatir abrasi yang terus berlangsung akan membuat seluruh bangunan di kawasan pura runtuh jika tidak segera ditangani.

“Abrasi sudah sangat parah, banyak bagian dari Pura Tirta sudah hancur. Ini terjadi sejak lama, harus segera mendapat penanganan biar tidak tambah parah,” ujar Juru Sapuh Pura Tirta, Mangku Widi, Rabu (20/5/2026).

Mangku Widi menegaskan kondisi abrasi kini semakin mengancam keberadaan pura. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan langkah penanganan sebelum kerusakan meluas.

“Saya dengar sih pemerintah kabupaten sudah mengusulkan penanganan abrasi ke pemerintah pusat. Mudah-mudahanlah segera bisa terealisasi,” imbuhnya.

Perbekel Yehembang Kangin, Gede Suardika, membenarkan kondisi abrasi di kawasan tersebut sudah masuk kategori serius. Menurutnya, pemerintah desa bersama pengempon pura telah melaporkan situasi tersebut kepada Pemda Jembrana dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

“Kondisi kerusakan dan faktor penyebabnya sudah skala besar, sehingga penanganan yang efektif harus sesuai secara teknis. Jadi ini kewenangannya ada di BWS,” jelas Suardika.

Ia menambahkan tim BWS Bali Penida sebenarnya telah melakukan survei lapangan beberapa waktu lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan fisik yang dilakukan di lokasi.

Sebelumnya, upaya darurat sempat dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat TNI/Polri dan pemerintah kecamatan dengan membuat tanggul sementara menggunakan karung berisi pasir.

“Kami sempat gotong royong bersama. Kami tambal pesisir dengan pasir dalam kampil. Namun karena tingkat kerusakan dan faktor penyebabnya cukup berat, upaya tersebut belum efektif,” pungkasnya. (ap)
Read More

Minggu, 17 Mei 2026

𝗟𝘂𝗺𝗯𝗮-𝗟𝘂𝗺𝗯𝗮 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗼𝘁𝗼𝗹 𝗜𝗻𝗱𝗼-𝗣𝗮𝘀𝗶𝗳𝗶𝗸 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗬𝗲𝗵𝘀𝘂𝗺𝗯𝘂𝗹

Mei 17, 2026 0
Lumba-Lumba Hidung Botol Indo-Pasifik Ditemukan Mati di Pantai Yehsumbul

JEMBRANA, Lensabali.id – Seekor lumba-lumba hidung botol ditemukan terdampar dalam kondisi mati di Pantai Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, Minggu (17/5/2026) pagi. Mamalia laut tersebut pertama kali ditemukan warga di bibir pantai saat ombak tengah pasang.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika mengatakan penemuan bangkai lumba-lumba itu bermula ketika seorang warga bernama Muhamad Sidik (41) berjalan di sepanjang pantai sekitar pukul 10.00 Wita.

“Saksi melihat ada satu ekor lumba-lumba yang terdampar di bibir pantai dan sudah dalam keadaan mati,” ujar Sartika saat dikonfirmasi, Minggu (17/5/2026).

Sidik yang berprofesi sebagai buruh harian awalnya tengah menikmati suasana pantai sebelum akhirnya melihat tubuh mamalia laut itu terhempas ombak di tepi pantai.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 10.45 Wita, petugas tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan area sekaligus pemeriksaan awal terhadap bangkai lumba-lumba.

Polisi juga berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan identifikasi terhadap satwa laut tersebut. Dari hasil pemeriksaan, lumba-lumba itu diketahui merupakan jenis lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik.

“Hasil pengukuran menunjukkan lumba-lumba tersebut memiliki panjang mencapai 215 sentimeter (cm) dengan diameter perut sebesar 120 cm. Saat diperiksa, tidak ditemukan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan pada bagian tubuh luar lumba-lumba,” jelas Sartika.

Petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun luka mencurigakan pada bagian tubuh luar mamalia laut tersebut.

Untuk mencegah bau menyengat dan menghindari potensi penyebaran penyakit, bangkai lumba-lumba kemudian dievakuasi dan dikubur di sekitar lokasi penemuan.

“Sekitar pukul 12.30 Wita, petugas gabungan mengubur bangkai lumba-lumba tersebut di sekitar lokasi penemuan,” pungkas Sartika. (ap)
Read More

𝗔𝗱𝗮 𝗙𝗲𝗻𝗼𝗺𝗲𝗻𝗮 𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿 𝗡𝗲𝘄 𝗠𝗼𝗼𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮

Mei 17, 2026 0
Ada Fenomena Super New Moon, Penyeberangan Selat Bali Diminta Waspada

JEMBRANA, Lensabali.id – Pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga 22/5/2026. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya fenomena Super New Moon yang berpotensi meningkatkan pasang maksimum air laut.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III menyebut fenomena Super New Moon terjadi pada Minggu (17/5/2026). Fenomena ini merupakan fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi atau perigee.

Dampaknya, ketinggian muka air laut di sejumlah pesisir Bali, khususnya wilayah selatan, berpotensi mengalami peningkatan dan memicu banjir pesisir atau rob selama periode 15-22/5/2026.

Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Hendra, mengatakan kondisi cuaca ekstrem di kawasan Selat Bali merupakan fenomena musiman yang rutin terjadi setiap tahun dan diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

“Benar (cuaca ekstrem), biasanya sampai bulan Agustus,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Minggu.

Ia mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, langkah antisipasi keselamatan terus diperketat oleh otoritas pelabuhan bersama operator kapal.

“Waspada terhadap perubahan cuaca. Untuk langkah antisipasi yang dilakukan, itu dari pihak KUPP yang menyampaikan, termasuk ke pihak operator kapal untuk melasing (mengikat) muatan di atas kapal,” imbuh Hendra.

Meski cuaca di Selat Bali tengah kurang bersahabat, arus kendaraan keluar masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus disebut masih dalam kondisi normal.

“Normal saja traffic-nya, tidak terjadi peningkatan yang signifikan,” kata Hendra.

Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menjelaskan saat ini wilayah Selat Bali tengah memasuki musim angin dan gelombang tinggi dengan ketinggian ombak berkisar antara 0,75 hingga 1,5 meter.

“Sekarang musim angin dan gelombang. Ketinggian gelombang 0,75 sampai dengan 1,5 meter. Perkiraan sampai bulan Agustus,” ujar Yuli.

Ia menambahkan kondisi cuaca laut bersifat sangat fluktuatif. Jika hujan deras disertai angin kencang terjadi dan membahayakan pelayaran, penundaan operasional kapal bisa saja dilakukan demi keselamatan.

“Setiap harinya akan terjadi gelombang dan angin yang tidak menentu. Namun jika dibarengi hujan seperti tadi malam dan jika tidak memungkinkan, akan dilakukan penundaan pelayaran,” imbuhnya. (ap)
Read More

Kamis, 14 Mei 2026

“𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶”, 𝗧𝗣 𝗣𝗞𝗞 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮

Mei 14, 2026 0
“Bergerak dan Berbagi”, TP PKK Provinsi Bali Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Nyata di Tiga Desa Jembrana

JEMBRANA, Lensabali.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Bali kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui aksi sosial bertajuk “Bergerak dan Berbagi” yang digelar di Kabupaten Jembrana, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menyasar tiga wilayah, yakni Desa Tuwed di Kecamatan Melaya, serta Kelurahan Baler Bale Agung dan Kelurahan Lelateng di Kecamatan Negara.

Dalam kegiatan itu, TP PKK Bali menyalurkan bantuan kepada masyarakat rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, serta kader PKK. Masing-masing lokasi menerima bantuan untuk 50 penerima berupa 30 kilogram beras, 60 butir telur, dan dua kotak susu.

Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan dalam aksi sosial tersebut mencapai 4.500 kilogram beras, 9.000 butir telur, dan 300 kotak susu. Bantuan itu diharapkan mampu meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tingkat desa dan kelurahan.

Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi atas perhatian TP PKK Provinsi Bali kepada masyarakat Jembrana. Ia menyebut kegiatan sosial serupa telah beberapa kali dilaksanakan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Ini bukan kegiatan sosial yang pertama, tetapi sudah beberapa kali dilaksanakan di wilayah kami,” ujarnya.

Menurutnya, program seperti ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan, sehingga diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi TP PKK Bali bersama sejumlah mitra kerja dan organisasi perangkat daerah.

“Bergerak dan Berbagi”, TP PKK Provinsi Bali Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Nyata di Tiga Desa Jembrana

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia juga memaparkan sejumlah program sosial lain yang dijalankan TP PKK Bali, seperti gerakan “Berbelanja dan Berbagi” hingga program “Kulkul PKK dan Posyandu” yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dalam aksi sosial kali ini, berbagai OPD dan organisasi profesi turut ambil bagian. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali misalnya, membagikan paket Gemarikan berisi ikan tuna bluefin, ikan nila, dan ikan kembung.

Selain itu, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Bali menyalurkan paket sembako, sementara Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali memberikan bantuan susu bagi balita dan ibu hamil.

Tak hanya bantuan pangan, kegiatan juga dirangkaikan dengan layanan kesehatan gratis, vaksinasi rabies, hingga bimbingan teknis pengolahan kue dan pangan lokal yang melibatkan kader PKK setempat. Kehadiran program terpadu tersebut menjadi bentuk nyata penguatan pelayanan sosial berbasis masyarakat di Bali. (hms/ap)
Read More

Senin, 11 Mei 2026

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗟𝗼𝗸𝗮 𝗦𝗮𝗯𝗵𝗮 𝗠𝗮𝗱𝘆𝗮 𝗩𝗜𝗜𝗜 𝗠𝗚𝗣𝗦𝗦𝗥 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮, 𝗠𝗼𝗺𝗲𝗻𝘁𝘂𝗺 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗲𝘁𝗼𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗲𝗸

Mei 11, 2026 0
Wagub Giri Prasta Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana, Momentum Perkuat Kebersamaan Semeton Pasek

JEMBRANA, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Sabtu (9/5). Kegiatan lima tahunan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan nilai kebersamaan di kalangan semeton Pasek.

Dalam sambutannya, Giri Prasta yang juga menjabat Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali mengajak seluruh semeton Pasek agar tetap menjaga persatuan serta menjalankan nilai-nilai Catur Swadharmaning Kepasekan, yakni Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan.

Menurutnya, keberadaan MGPSSR tidak hanya menjadi wadah persaudaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian adat, seni, tradisi, dan budaya Bali di tengah perubahan zaman yang terus berkembang.

Ia menegaskan bahwa kekuatan organisasi sangat ditentukan oleh soliditas anggotanya. “Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Kalau kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal. Masikian ngih,” tegas Wagub Bali asal Desa Pelaga tersebut.

Giri Prasta juga mengingatkan bahwa leluhur Pasek dikenal sebagai sosok yang wikan atau bijaksana dan berpengetahuan luas. Karena itu, ia berharap tidak ada perpecahan di antara semeton Pasek yang justru dapat melemahkan semangat kebersamaan yang telah diwariskan sejak dahulu.

Dalam kesempatan itu, ia meminta siapapun yang nantinya terpilih menjadi Manggala MGPSSR Kabupaten Jembrana agar segera menyusun kepengurusan dan melakukan pendataan menyeluruh terkait keberadaan Ida Pandita Mpu Nabe, Ida Pandita Mpu, jumlah Ida Bawati, hingga data Pura Dadia Pasek di seluruh wilayah Jembrana.

“Pendataan ini sangat penting agar kita mengetahui kondisi di lapangan, termasuk apabila ada Pura Dadia Pasek yang perlu direstorasi sehingga bisa segera dilakukan perbaikan,” jelasnya.

Wagub Giri Prasta Buka Loka Sabha Madya VIII MGPSSR Jembrana, Momentum Perkuat Kebersamaan Semeton Pasek

Di akhir sambutannya, Giri Prasta berharap pelaksanaan Loka Sabha berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi serta semeton Pasek di Kabupaten Jembrana. Ia juga menyerahkan punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan berharap forum Loka Sabha dapat menjadi ruang mempererat persaudaraan, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat budaya musyawarah mufakat dalam organisasi.

“Kegiatan ini hendaknya menjadi momentum untuk saling menguatkan dan menjaga kebersamaan semeton Pasek,” ujarnya. (hms/ap)
Read More

Minggu, 10 Mei 2026

𝗠𝗼𝗱𝘂𝘀 𝗘𝗱𝗶𝘁 𝗗𝗼𝗸𝘂𝗺𝗲𝗻 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿, 𝗦𝗶𝗻𝗱𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗦𝗮𝗽𝗶 𝗣𝗮𝗹𝘀𝘂 𝗗𝗶𝗰𝗶𝗱𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸

Mei 10, 2026 0
Modus Edit Dokumen Digital Terbongkar, Sindikat Sapi Palsu Diciduk di Gilimanuk

JEMBRANA, Lensabali.id – Polres Jembrana membongkar dugaan sindikat pemalsuan dokumen pengiriman ternak sapi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Dua pria berinisial S (41) dan AS (34) ditangkap karena diduga terlibat dalam pembuatan Sertifikat Kesehatan Hewan (SKH) palsu untuk mengirim 25 ekor sapi ke luar Bali.

Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menjelaskan kasus tersebut terungkap setelah petugas Karantina memeriksa sebuah truk pengangkut ternak di Pelabuhan Gilimanuk.

“Petugas menemukan dokumen SKH yang diduga palsu. Setelah dicek, identitas pengirim yang tercantum ternyata tidak pernah merasa mengirim sapi dan pihak Karantina memastikan tidak pernah menerbitkan dokumen tersebut,” ungkap Citra, Sabtu (09/05/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap kedua pelaku pada Jumat malam (08/05/2026). S diketahui berperan menjual dokumen palsu kepada pengirim ternak, sedangkan AS bertugas memalsukan dokumen secara digital.

“AS merupakan mantan pekerja di perusahaan pengiriman sapi. Dia memfoto dokumen asli, lalu mengeditnya menggunakan laptop. Ia mengubah identitas kendaraan, tanggal, jumlah ternak, hingga membuat barcode tanda tangan elektronik palsu agar terlihat resmi,” jelas Citra.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti, mulai dari dokumen SKH palsu tujuan Pekanbaru, laptop, telepon genggam, stempel palsu Badan Karantina Indonesia, uang tunai Rp 26 juta, hingga 151 eartag ternak.

Menurut Citra, satu dokumen palsu dijual seharga Rp 1,2 juta per ekor sapi. Dengan muatan 25 ekor sapi dalam satu pengiriman, transaksi yang terjadi mencapai puluhan juta rupiah.

“Berdasarkan data di handphone pelaku, ditemukan sekitar 15 dokumen palsu yang sudah dibuat sejak awal Mei. Kami menduga ini adalah bagian dari sindikat,” imbuhnya.

Kedua tersangka kini dijerat Pasal 391 ayat (1) dan/atau ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pemalsuan surat dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Dokter Hewan Karantina Gilimanuk, Putu Agus Kusuma Admaja, mengapresiasi pengungkapan kasus tersebut. Ia memastikan 25 ekor sapi yang diamankan akan dikembalikan ke daerah asal demi mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).

“Untuk kirim ternak antarpulau, pengusaha wajib punya Sertifikat Veteriner resmi dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali sebelum diproses di karantina,” tegas Agus. (ap)
Read More

Kamis, 07 Mei 2026

𝗚𝗶𝗴𝗶 𝗣𝗮𝘂𝘀 𝗦𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗡𝘆𝗮𝗿𝗶𝘀 𝗗𝗶𝗷𝗮𝗿𝗮𝗵 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗡𝗲𝗸𝗿𝗼𝗽𝘀𝗶

Mei 07, 2026 0
Gigi Paus Sperma Terdampar di Jembrana Nyaris Dijarah Saat Nekropsi

JEMBRANA, Lensabali.id – Proses nekropsi bangkai paus sperma yang terdampar di pesisir Pantai Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, masih terus berlangsung. Di tengah upaya mengungkap penyebab kematian mamalia laut tersebut, petugas menemukan indikasi perusakan pada bagian mulut yang diduga terkait percobaan pengambilan gigi oleh pihak tak dikenal.

Kerumunan warga masih terlihat memadati lokasi sejak pagi hingga sore hari. Rasa penasaran mendorong sebagian masyarakat mendekat, bahkan beberapa di antaranya nekat menerobos garis pembatas meski telah diperingatkan petugas.

Hingga Rabu (06/05/2026) pukul 18.00 Wita, proses nekropsi belum rampung. Hujan deras yang mengguyur kawasan pantai turut memperlambat jalannya penanganan di lapangan.

Sebelumnya, paus tersebut ditemukan terdampar pada Selasa (05/05/2026). Saksi sempat melihat hewan itu masih hidup sekitar pukul 14.00 Wita di perairan dangkal. Namun, surutnya air laut membuat paus akhirnya terjebak di daratan dan dinyatakan mati sekitar pukul 16.00 Wita.

Relawan Jaringan Satwa Indonesia (JSI), drh. Abdullatif Muhammad, menjelaskan bahwa nekropsi baru bisa dilakukan setelah kondisi air memungkinkan. “Yang dinekropsi itu paus sperma jenis kelamin betina dengan panjang 17 meter. Karena kemarin terkendala air pasang, baru siang tadi bisa dilakukan dan sampai sore ini belum selesai,” ujarnya.

Ia menyebutkan dua dugaan awal penyebab kematian. Pertama, kondisi terdampar dapat memicu crush syndrome akibat hilangnya daya apung air. Kedua, paus berpotensi mengalami gangguan pernapasan karena air masuk melalui blow hole saat tubuhnya terombang-ambing.

Untuk memastikan penyebab pasti, lebih dari 20 sampel organ telah diambil guna diuji di laboratorium, termasuk analisis DNA.

Terkait dugaan hilangnya gigi, Abdullatif mengakui belum dapat memastikan jumlahnya. Namun, ia menegaskan adanya bekas upaya perusakan. “Yang jelas, kami menemukan ada upaya-upaya mengambil gigi. Ada retakan dan bekas upaya pengambilan paksa,” tegasnya.

Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan pihaknya memperketat pengamanan di lokasi. “Kemarin anggota bermalam di lokasi untuk pengamanan. Saat ini kita masih menunggu proses nekropsi selesai, selanjutnya akan dilakukan penguburan,” ujarnya. (ap)
Read More

Selasa, 05 Mei 2026

𝗧𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗥𝗽 𝟮𝟱 𝗝𝘂𝘁𝗮

Mei 05, 2026 0
Tabrakan Dua Truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk, Kerugian Rp 25 Juta

JEMBRANA, Lensabali.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua kendaraan berat terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, wilayah Kecamatan Mendoyo, Senin (4/5/2026) pagi. Sebuah truk Hino mengalami kerusakan parah setelah menabrak bagian belakang truk tronton yang hendak parkir di bahu jalan.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika membenarkan kejadian tersebut.

"Benar telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Mendoyo pagi tadi," ujarnya.

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.15 Wita dan melibatkan truk Hino bernomor polisi P 8288 UG serta truk tronton DK 8069 HG.

Peristiwa bermula saat truk Hino yang dikemudikan Muhammad Hariawan (38) melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Diduga, pengemudi kurang konsentrasi saat melintas di lokasi kejadian.

Di saat bersamaan, truk tronton yang dikemudikan Rustam Pramono (48) sudah berada di sisi kiri jalan dan bersiap untuk parkir.

Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

"Penyebab kecelakaan diduga karena pengemudi truk P 8288 UG kurang konsentrasi sehingga menabrak kendaraan di depannya yang hendak parkir," jelas Sartika.

Akibat benturan tersebut, bagian depan truk Hino mengalami kerusakan berat. (ap)
Read More

Jumat, 01 Mei 2026

𝗣𝗲𝗿𝗰𝗼𝗯𝗮𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗺𝗯𝗿𝗲𝘁 𝗗𝗶𝗴𝗮𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗲𝗻𝗲𝗸 𝗟𝗮𝗻𝘀𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗟𝗮𝗿𝗶 𝗧𝘂𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗻𝗴

Mei 01, 2026 0

Percobaan Jambret Digagalkan Nenek Lansia di Jembrana, Pelaku Lari Tunggang Langgang

JEMBRANA, Lensabali.id – Sebuah video yang menampilkan percobaan penjambretan terhadap seorang lansia di Lingkungan Ketapang, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, menjadi perbincangan di media sosial. Korban berinisial K (84) berhasil menggagalkan aksi pelaku dengan melakukan perlawanan.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, mengungkapkan pihaknya telah menindaklanjuti kejadian tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.

"Sudah langsung ditindaklanjuti dan melakukan penyelidikan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 18.30 Wita," ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Peristiwa bermula ketika korban baru selesai menunaikan salat Magrib dan tengah duduk di bagian belakang warung miliknya.

"Tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak dikenal masuk ke dalam warung dan langsung meraih bagian leher korban yang saat itu masih mengenakan mukena," kata Alit.

Korban yang diserang secara mendadak tidak tinggal diam. Ia sempat terlibat tarik-menarik dengan pelaku di dalam warung.

Dalam kondisi terdesak, korban mengambil langkah berani untuk mempertahankan diri.

"Korban menendang pelaku pada bagian kemaluannya. Hal itu membuat pelaku melepaskan pegangannya dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah selatan," jelas Alit.

Usai pelaku kabur, korban berteriak meminta bantuan. Warga sekitar sempat mencoba mengejar, namun pelaku berhasil meloloskan diri dengan sepeda motor.

Polisi menyebut pelaku diduga mengincar kalung emas yang dikenakan korban. Saat ini, penyelidikan terus dilakukan berdasarkan ciri-ciri yang telah dikantongi. (ap)
Read More

Senin, 13 April 2026

𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗟𝗲𝗰𝗲𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗕𝗲𝗴𝗮𝗹 𝗣𝗮𝗵𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝘁𝘂𝗵 𝗸𝗲 𝗜𝗿𝗶𝗴𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘁𝗮𝗵 𝗧𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴

April 13, 2026 0
Usai Diduga Lecehkan Korban, Pelaku Begal Paha Terjatuh ke Irigasi dan Patah Tulang

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang pria berinisial D (22) di Kabupaten Jembrana mengalami kecelakaan tunggal setelah diduga melakukan aksi pelecehan seksual terhadap seorang perempuan. Insiden tersebut berujung pada cedera serius setelah pelaku terjatuh ke saluran irigasi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 19.30 Wita di wilayah Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Korban berinisial MJ saat itu tengah dalam perjalanan pulang usai berolahraga.

Dalam perjalanan, korban dibuntuti oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor. Saat melintas di jalan sepi, pelaku diduga melakukan aksi perabaan terhadap korban sebelum melarikan diri.

Namun pelariannya tidak berlangsung lama. Diduga kehilangan kendali, pelaku terjatuh ke saluran irigasi dan tertindih kendaraannya. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan menghubungi ambulans.

Akibat kejadian itu, pelaku mengalami patah tulang dan harus dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan perawatan medis.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gede Alit Darmana, membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Untuk dugaan pelecehan masih kami dalami,” ujarnya, menegaskan penyelidikan masih berlangsung. (ap)
Read More

Selasa, 07 April 2026

𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗿𝘀𝗹𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗺𝗮𝗿 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗶𝗿 𝗞𝘂𝗻𝗶𝗻𝗴

April 07, 2026 0
Dugaan Korsleting Picu Kebakaran Kamar Rumah Warga di Desa Air Kuning

JEMBRANA, Lensabali.id – Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Banjar Tengah, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, pada Senin (6/4) siang. Insiden tersebut menghanguskan satu kamar tidur beserta sejumlah barang yang berada di dalamnya.

Rumah yang terbakar diketahui milik Nur Hidayatus Sukriah (30). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi sekitar pukul 11.00 WITA.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Selamet Pristiono (61) yang kebetulan melintas di depan rumah korban.

Saat itu, ia melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atas rumah yang dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang bekerja.

Menyadari adanya kebakaran, saksi segera meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api agar tidak merambat ke bagian rumah lainnya.

Warga kemudian bergerak cepat melakukan upaya pemadaman secara gotong royong sambil melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Air Kuning.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Jembrana untuk penanganan lebih lanjut.

Kasat Pol PP Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas Damkar langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Namun saat tim tiba di tempat kejadian, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.

“Saat anggota kami tiba di lokasi, api sudah padam. Namun anggota kami melakukan penanganan lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada potensi munculnya titik api baru,” ujarnya.

Dari hasil pendataan sementara, bagian rumah yang terbakar adalah satu kamar tidur yang berisi sejumlah barang, seperti satu unit handphone, kasur, kipas angin, serta lemari plastik.

Petugas menduga kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di dalam kamar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah sedang dalam keadaan kosong.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Sementara untuk kerugian materiil masih dalam pendataan lebih lanjut,” kata Eko Susila.

Dalam penanganan kejadian itu, dua unit mobil pemadam kebakaran sempat dikerahkan ke lokasi.

Meski api sudah padam, kehadiran petugas tetap diperlukan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Pihak Satpol PP Jembrana juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala serta penggunaan perangkat listrik sesuai standar dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa. (ap)
Read More

Kamis, 02 April 2026

𝗚𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗶𝘁 𝗗𝗶𝗷𝗮𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗣𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗹𝗼𝗸𝗮𝗱𝗲

April 02, 2026 0
Gang Sempit Dijadikan Jalur Pintas, Warga Gilimanuk Lakukan Blokade

JEMBRANA, Lensabali.id – Warga Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, meluapkan protes terhadap kendaraan besar yang melintas di gang permukiman. Aksi tersebut bahkan berujung pada pemblokiran akses gang setelah sejumlah bus dan truk nekat menggunakan jalur sempit sebagai jalan pintas menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Keluhan warga itu disampaikan langsung kepada Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikuauma. Warga menilai kondisi tersebut sangat membahayakan karena gang yang berada di tengah permukiman padat sebenarnya hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil.

Selama ini masyarakat masih menoleransi jika sepeda motor atau mobil pribadi melintas, terutama ketika arus mudik meningkat. Namun kehadiran kendaraan bertonase besar seperti bus dan truk memicu kekhawatiran warga.

“Kemarin itu kami diinformasikan oleh warga adanya truk dan bus yang melintas di gang kecil di tengah pemukiman. Kalau dilewati truk dan bus jelas berbahaya dan merusak. Apalagi sudah sampai memutus beberapa kabel,” ujar Tony saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

Menurut Tony, penggunaan gang tersebut bukanlah kebijakan resmi dari pihak pelabuhan maupun aparat kepolisian. Jalur itu digunakan secara sepihak oleh sejumlah sopir yang berusaha menghindari kemacetan panjang di jalan utama menuju pelabuhan.

Kemacetan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir akibat tingginya arus kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Dampak dari melintasnya kendaraan besar itu pun mulai dirasakan warga. Selain menyebabkan kerusakan badan jalan, kendaraan tersebut juga berpotensi merusak berbagai fasilitas umum.

“Dampaknya mulai dari kerusakan badan jalan hingga terganggunya fasilitas umum seperti kabel listrik dan kabel provider yang melintang rendah di atas gang,” tambah Tony.

Karena kekhawatiran terus meningkat, warga akhirnya menutup akses gang secara mandiri untuk mencegah kendaraan besar kembali melintas di kawasan permukiman.

Langkah tersebut diambil agar gang lingkungan tidak lagi digunakan sebagai jalur alternatif oleh kendaraan berat, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Tony memastikan pihak kelurahan telah menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait guna menertibkan kendaraan besar yang mencoba menggunakan jalur permukiman.

“Kami berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan kendaraan besar yang melintas sembarangan dan memastikan gang permukiman tidak lagi dijadikan akses alternatif menuju pelabuhan,” tegasnya.

Ia juga membenarkan bahwa sejumlah bus dan truk sempat masuk ke gang-gang kecil karena antrean kendaraan menuju pelabuhan memanjang hingga kawasan kota.

“Antrean pagi tadi itu sampai gereja. Kemungkinan karena penerapan TBB di Ketapang jadi berdampak di sini (Pelabuhan Gilimanuk),” jelas Tony. (ap)
Read More

Kamis, 26 Maret 2026

𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗣𝗶𝗻𝘁𝘂 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝗸𝗲𝘁𝗮𝘁, 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗧𝘂𝗻𝗷𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗱𝗲𝗻𝘁𝗶𝘁𝗮𝘀

Maret 26, 2026 0
Pengawasan Pintu Masuk Bali Diperketat, Pendatang Wajib Tunjukkan Identitas

JEMBRANA, Lensabali.id — Pengawasan terhadap warga yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, diperketat menjelang arus balik Lebaran 2026. Pendatang yang tidak memiliki identitas maupun tujuan jelas berpotensi dipulangkan ke daerah asalnya.

Pantauan di Terminal Gilimanuk pada Kamis (26/3/2026) menunjukkan arus kedatangan penduduk pendatang (duktang) masih relatif terkendali. Meski belum terjadi lonjakan signifikan, petugas gabungan telah disiagakan untuk melakukan pemeriksaan administrasi terhadap setiap pendatang yang tiba.

Pemeriksaan tersebut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, hingga Linmas.

"Petugas berasal dari Dukcapil, Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, serta Linmas. Ini sebagai langkah antisipasi menjelang puncak arus balik libur Lebaran 2026," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dukcapil Jembrana, I Komang Sujana, Kamis.

Saat ini, proses pemeriksaan dipusatkan di pos kependudukan yang berada di Terminal Gilimanuk. Petugas melakukan verifikasi faktual untuk memastikan identitas serta tujuan kedatangan para pendatang.

Selain diminta menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP), para pendatang juga diminta menjelaskan tujuan kedatangan mereka di Bali serta menunjukkan pihak penjamin yang bertanggung jawab.

"Selama bisa menunjukkan bukti pendukung seperti fotokopi atau foto KTP di ponsel, memiliki NIK valid, serta ada penjamin yang jelas, masih diberikan toleransi," ujar Sujana.

Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga ketertiban administrasi kependudukan sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan pendatang setelah masa libur Lebaran. (ap)
Read More

Selasa, 17 Maret 2026

𝗣𝘂𝗻𝗰𝗮𝗸 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗠𝘂𝗱𝗶𝗸, 𝗔𝗻𝘁𝗿𝗲𝗮𝗻 𝟮𝟭 𝗞𝗺 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗕𝗶𝗸𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗲𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻

Maret 17, 2026 0
Puncak Arus Mudik, Antrean 21 Km di Gilimanuk Bikin Pemudik Kelelahan

JEMBRANA, Lensabali.id  – Puncak arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, menghadirkan situasi yang melelahkan bagi para pemudik. Hingga Selasa (17/3/2026) siang, antrean kendaraan masih mengular panjang di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk, bahkan mencapai Desa Tuwed atau sekitar 21 kilometer dari pelabuhan.

Pantauan di lapangan hingga pukul 12.00 Wita menunjukkan arus kendaraan bergerak sangat lambat. Untuk mengurai kepadatan, aparat kepolisian bersama otoritas pelabuhan melakukan rekayasa dengan mengalihkan truk-truk besar ke area kargo, agar kendaraan pribadi dan sepeda motor dapat lebih cepat masuk ke pelabuhan.

Kondisi ini dikeluhkan para pemudik, salah satunya Ahmad Jailan (49), warga Denpasar yang hendak menuju Jember. Ia mengaku harus menunggu hingga 22 jam hanya untuk mencapai area pelabuhan.

“Ini tahun terparah. Saya antre 22 jam baru bisa masuk wilayah pelabuhan. Biasanya paling lama 5–7 jam itu sudah sampai di Banyuwangi,” keluhnya.

Ahmad berangkat dari Denpasar pada Senin (16/3) pukul 14.00 Wita dan baru tiba di depan pelabuhan keesokan harinya sekitar pukul 11.30 Wita. Ia menilai kemacetan diperparah oleh ketidaktertiban sejumlah pengemudi di jalan.

“Bus banyak yang ngeblong (mengambil jalur lawan), jadi arus lalu lintas terhambat. Belum lagi truk-truk besar masih banyak yang melintas dan ada yang mogok juga, makin parah,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan Made Putra, pemudik tujuan Bandung yang juga terjebak antrean panjang hingga 17 jam. Perjalanan yang seharusnya lancar justru menjadi pengalaman melelahkan baginya.

“Berangkat dari Denpasar jam 5 sore kemarin, baru sampai sini jam 11 siang tadi. Sangat melelahkan, apalagi ini tahun pertama saya mudik antar istri pulang kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, mengonfirmasi adanya peningkatan volume penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Bali menuju Jawa.

“Ada kenaikan tipis 0,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 306.839 orang,” jelasnya.

Berdasarkan data Posko Gilimanuk periode H-10 hingga H-5, tercatat sebanyak 309.135 penumpang telah menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Jumlah kendaraan yang keluar Bali juga mencapai 97.787 unit atau meningkat 2,8% dibanding tahun sebelumnya.

Pada H-5 saja, jumlah penumpang yang menyeberang dalam 24 jam mencapai 76.495 orang, dengan rincian 14.398 sepeda motor dan 6.350 mobil pribadi. Total penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 251 trip dalam sehari.

Lonjakan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran, sekaligus menjadi tantangan besar dalam pengelolaan arus mudik di jalur penyeberangan Bali–Jawa. (ap)
Read More