LENSA BALI: jembrana

Hot


Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jembrana. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 September 2026

𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗧𝗲𝘄𝗮𝘀 𝗦𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗹𝗲𝗱𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗥𝗲𝘀𝘁 𝗔𝗿𝗲𝗮 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸

September 23, 2026 0
Sopir Truk Tewas Setelah Ban Depan Meledak di Rest Area Denpasar-Gilimanuk

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang sopir truk tewas setelah ban depan kendaraannya meledak saat diperiksa di Rest Area Pekutatan, Jembrana. Peristiwa tersebut terjadi setelah korban mendengar suara aneh dari bagian roda depan kanan truk.

Korban diketahui bernama Sudiman. Saat kejadian, ia mengemudikan truk Hino Lohan bernomor polisi L 8915 UB yang membawa muatan makanan ringan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Ia bersama rekannya, Samsul Hadi (30).

Sekitar pukul 19.00 Wita, keduanya mendengar suara berulang dari arah roda depan kanan ketika melintas di sekitar Jembatan Pulukan. Korban kemudian menghentikan kendaraan di area parkir Rest Area Pekutatan untuk memeriksa sumber suara tersebut.

"Benar adanya peristiwa tersebut. Setelah mendengar ada suara aneh, korban menghentikan truk di parkiran Rest Area Pekutatan untuk memeriksa sumber suara tersebut," ungkap Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw, Senin (21/9/2026).

Setibanya di lokasi, Samsul lebih dulu turun dan memeriksa bagian bawah kabin di sekitar ban depan kanan. Karena tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, ia kemudian kembali berdiri.

Sudiman selanjutnya ikut memeriksa bagian roda dengan merangkak ke bawah kabin. Namun, saat pemeriksaan berlangsung, ban depan truk tiba-tiba meledak dengan suara keras.

"Samsul yang terkejut langsung memeriksa kondisi Sudiman. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka parah di bagian kepala hingga mengeluarkan darah," papar Nikijuluw.

Samsul kemudian meminta bantuan kepada tukang press ban di sekitar rest area untuk memanggil ambulans. Ia juga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pekutatan sekitar pukul 19.15 Wita.

"Anggota yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. Namun, akibat peristiwa itu korban dinyatakan meninggal," tandas Nikijuluw. (ap)
Read More

Senin, 21 September 2026

𝗕𝗮𝘁𝗲𝗿𝗮𝗶 𝗕𝗧𝗦 𝗥𝗽𝟮𝟰 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗗𝗶𝗰𝘂𝗿𝗶, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝟯 𝗧𝗲𝗸𝗻𝗶𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗱𝗮𝗵

September 21, 2026 0
Baterai BTS Rp24 Juta Dicuri, Polisi Tangkap 3 Teknisi dan Seorang Penadah

JEMBRANA, Lensabali.id - Polisi membongkar dugaan sindikat pencurian baterai tower BTS di Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Bali. Empat orang diamankan, terdiri dari tiga teknisi instalasi tower BTS dan seorang pria yang diduga berperan sebagai penadah.

Tiga terduga pelaku utama masing-masing berinisial RAS asal Jombang serta S dan DS asal Jember. Sementara terduga penadah berinisial AM ditangkap di wilayah Karangaji, Jepara, Jawa Tengah.

Para pelaku disebut bekerja sebagai teknisi instalasi tower BTS di wilayah Bali. Pengetahuan mereka mengenai kondisi dan sistem tower diduga dimanfaatkan untuk melancarkan aksi pencurian.

Kasus ini terungkap setelah teknisi maintenance berinisial PS (47) menerima alarm gangguan pada baterai tower di Desa Perancak pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Saat mengecek lokasi sekitar pukul 09.00 Wita, ia mendapati engsel pagar tower telah rusak.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dua unit baterai Lithium merek Huawei milik XL dengan nilai sekitar Rp24 juta diketahui hilang dari rak BTS. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku.

RAS bersama rekannya, IS, disebut menjadi otak aksi tersebut. Mereka sebelumnya pernah melakukan pemasangan alat di lokasi sehingga mengetahui kondisi tower. Modus yang digunakan yakni merusak pintu pagar, melepas sekrup, kemudian memotong kabel baterai yang terhubung ke rak BTS.

RAS yang berperan sebagai sopir sekaligus memantau situasi ditangkap di Banyuwangi pada Senin (14/9). Sehari kemudian, S dan DS diamankan di kediaman masing-masing di Jember. Dari pemeriksaan, polisi mendapat informasi mengenai jalur penjualan baterai curian.

Barang tersebut disebut dijual kepada AM melalui perantara RB yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). AM membeli dua baterai tersebut seharga Rp5 juta. Dari transaksi itu, RB mentransfer Rp3,6 juta kepada DS yang kemudian dibagi rata kepada empat pelaku, masing-masing Rp900 ribu.

Berbekal informasi tersebut, polisi bergerak ke Jawa Tengah dan menangkap AM di Karangaji, Jepara, pada Rabu (16/9). Dalam pemeriksaan, para pelaku juga mengaku pernah melakukan aksi serupa di empat lokasi lain yang berada di wilayah hukum Polres Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan penangkapan empat terduga pelaku. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mobil Daihatsu Xenia putih, lima ponsel, tang, obeng, kunci universal rak baterai, serta beberapa baterai tower Huawei dalam kondisi utuh maupun telah dibongkar.

"Saat ini para pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Jembrana untuk penanganan hukum lebih lanjut," singkat Alit saat dikonfirmasi, Jumat (18/9/2026). (ap)
Read More

Sabtu, 19 September 2026

𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸, 𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝟭𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗟𝗼𝗸𝗮𝘀𝗶

September 19, 2026 0

Kecelakaan di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Remaja 17 Tahun Meninggal di Lokasi

JEMBRANA, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas melibatkan sebuah truk boks dan dua sepeda motor terjadi di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 12.30 Wita. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang remaja berusia 17 tahun meninggal dunia.

Kecelakaan melibatkan truk boks Mitsubishi bernomor polisi P 8565 VR yang dikemudikan NT (44), warga Banyuwangi, serta Honda Vario DK 2561 ZI dan Honda Beat DK 6648 ZO.

Peristiwa bermula saat truk boks melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi berupaya mendahului kendaraan yang berada di depannya.

Namun, saat melakukan manuver tersebut, pengemudi diduga tidak cukup memperhatikan arus kendaraan dari arah berlawanan. Pada waktu bersamaan, Honda Vario yang dikendarai GIK (17) melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk hingga tabrakan tidak dapat dihindari.

"Truk box mendahului kendaraan lain dari arah barat ke timur dan tidak memperhatikan sepeda motor Vario yang datang dari arah berlawanan," ungkap Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika saat dikonfirmasi detikBali, Jumat.

Benturan membuat sepeda motor Vario oleng ke kiri dan kemudian menyenggol Honda Beat DK 6648 ZO yang dikendarai RAP (16). Kedua pengendara sepeda motor tersebut kemudian terjatuh bersama kendaraannya ke badan jalan.

"Akibat peristiwa itu, pengendara Honda Vario, GIK, meninggal dunia di TKP akibat mengalami luka robek parah di bagian pelipis kanan. Sementara itu, pengendara Honda Beat serta sopir truk boks selamat tanpa mengalami luka," papar Sartika.

Usai kecelakaan, personel Polsek Mendoyo mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan. Polisi juga memeriksa sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti untuk kepentingan penanganan perkara.

"Saat ini penanganan kasus kecelakaan lalu lintas tersebut dilimpahkan dan ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Jembrana," tandas Sartika. (ap)
Read More

Minggu, 13 September 2026

𝗛𝗶𝘂 𝗣𝗮𝘂𝘀 𝟴 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗺𝗽𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝘀𝗶𝘀𝗶𝗿 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮

September 13, 2026 0
Hiu Paus 8 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Pesisir Jembrana

JEMBRANA, Lensabali.id - Seekor hiu paus (Rhincodon typus) ditemukan mati setelah terdampar di pesisir Pantai Pengeragoan, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (12/9/2026) pagi. Bangkai satwa laut berukuran besar itu kemudian dievakuasi dan dikuburkan oleh tim gabungan.

Hiu paus berjenis kelamin jantan tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 08.30 Wita. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada perangkat desa dan kepolisian untuk mendapat penanganan.

Kasat Polairud Polres Jembrana AKP I Putu Suparta mengatakan, dari pemantauan awal di lokasi, satwa tersebut memiliki ciri khas hiu paus.

"Berdasarkan pemantauan di lokasi, satwa tersebut memiliki ciri fisik tubuh besar memanjang, kulit berwarna gelap dengan pola bintik-bintik putih, serta sirip punggung yang menonjol," ungkap Suparta saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).

Personel Polsek Pekutatan bersama Satuan Polairud Polres Jembrana kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan area. Penanganan turut melibatkan Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Banyuwedang Singaraja dan BPSPL Jembrana.

Berdasarkan pemeriksaan tim dokter JSI, hiu paus tersebut memiliki ukuran yang cukup besar. Panjang tubuhnya sekitar 8 meter, dengan lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, dan lebar mulut mencapai 2,15 meter.

"Dari hasil pemeriksaan dan identifikasi yang dilakukan oleh tim dokter JSI, hiu paus jantan tersebut diketahui memiliki panjang badan sekitar 8 meter, lebar badan 3,5 meter, lingkar badan 4,8 meter, serta lebar mulut mencapai 2,15 meter," papar Suparta.

Untuk mengetahui penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut, tim dokter hewan JSI bersama instansi terkait melakukan nekropsi. Pemeriksaan dilakukan untuk mendapatkan data biologis sekaligus melihat kondisi fisik hiu paus sebelum mati.

Suparta menegaskan, seluruh proses penanganan dilakukan dengan koordinasi dan kehati-hatian karena hiu paus termasuk satwa yang dilindungi.

"Penanganan kami lakukan secara bersama-sama dengan instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang konservasi serta kesehatan satwa. Penanganan terhadap bangkai satwa dilakukan secara tepat serta tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar," jelasnya.

Setelah pemeriksaan medis rampung, bangkai hiu paus dievakuasi menggunakan alat berat ekskavator untuk kemudian dikuburkan di sekitar lokasi. Seluruh proses penanganan berlangsung lancar dan selesai sekitar pukul 17.30 Wita.

"Seluruh proses kegiatan berjalan lancar. Bangkai paus tersebut juga sudah selesai dilakukan penguburan," tandas Suparta. (ap)
Read More

Rabu, 09 September 2026

𝗦𝗲𝗹 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗷𝗮𝗿𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗗𝗮𝗺𝗸𝗮𝗿 𝗞𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝟯 𝗔𝗿𝗺𝗮𝗱𝗮

September 09, 2026 0

Sel Tahanan Kejari Jembrana Terbakar, Damkar Kerahkan 3 Armada

JEMBRANA, Lensabali.id - Bangunan sel tahanan wanita dan anak di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana terbakar pada Selasa (8/9/2026) pagi. Kebakaran menghanguskan sejumlah barang, termasuk tiga televisi LED, dokumen atau arsip, hingga perabotan.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui petugas keamanan Kejari Negara sekitar pukul 09.18 Wita. Saat berjaga di pos keamanan, petugas mencium bau hangus yang cukup menyengat.

Awalnya, bau tersebut diduga berasal dari aktivitas petugas kebersihan yang sedang membakar sampah. Namun, aroma hangus semakin kuat sehingga petugas memutuskan mencari sumbernya.

"Merasa ada yang tidak beres, saksi langsung berpatroli mencari sumber bau dan mendapati bangunan sel tahanan sudah terbakar," ungkap Kepala Satpol PP Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, saat dikonfirmasi.

Petugas sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Karena kobaran api semakin besar, petugas kemudian menghubungi Mako Pemadam Kebakaran Jembrana.

"Mendapat laporan tersebut, Regu Damkar yang sedang siaga langsung ke lokasi. Sebanyak tiga armada damkar dikerahkan ke lokasi, yakni Armada Altora, Tangki Merah, dan Armada Hino Penembak. Total air yang dihabiskan untuk pemadaman mencapai 8.500 liter," papar Eko.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menjinakkan api hingga lokasi dinyatakan aman. Bangunan yang terbakar berukuran 7x4 meter persegi dan terdiri dari dua ruang sel.

"Sejumlah barang di dalam bangunan tersebut ikut hangus dilalap si jago merah. Barang-barang yang terbakar di antaranya tiga TV LED, dokumen/arsip, meja dan kursi kayu, sofa, serta lemari kayu," jelas Eko.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran dan jumlah kerugian materiil masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

"Penyebab (kebakaran) masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian. Beruntung nihil korban dalam peristiwa ini," tandas Eko. (ap)
Read More

Selasa, 08 September 2026

𝗣𝗮𝗺𝗶𝘁 𝗸𝗲 𝗞𝗲𝗯𝘂𝗻, 𝗟𝗮𝗻𝘀𝗶𝗮 𝟴𝟯 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶

September 08, 2026 0
Pamit ke Kebun, Lansia 83 Tahun di Jembrana Ditemukan di Sungai

JEMBRANA, Lensabali.id - Gusti Komang Suatra (83), warga Banjar Tibusambi, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, sempat dilaporkan hilang setelah berpamitan pergi ke kebun. Lansia tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, namun linglung di pinggir sungai.

Koordinator Pos SAR Jembrana Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan Suatra dilaporkan hilang pada Minggu (6/9/2026). Tim SAR kemudian memulai pencarian pada Senin pagi setelah menerima laporan dari keluarga.

"Korban berpamitan pada Minggu (6/9) sekitar pukul 13.00 Wita. Pencarian dilakukan mulai pagi tadi. Tim juga sempat menyisir area menggunakan drone thermal pada pukul 09.10 Wita, namun hasil awal masih nihil," ungkap Dewa Hendri saat dikonfirmasi detikBali, Senin (7/9/2026).

Pencarian berlanjut hingga siang hari dengan memperluas penyisiran ke arah timur. Titik pencarian kemudian mengarah ke kawasan sungai yang berada cukup jauh dari lokasi awal korban diperkirakan hilang.

Sekitar pukul 15.40 Wita, keberadaan Suatra akhirnya diketahui setelah seorang pemancing menemukan lansia tersebut di pinggir sungai.

"Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sungai pada koordinat 8°22'0.03"S - 114°46'31.12"E, atau sekitar 2 kilometer ke arah utara dari titik perkiraan hilang (LKP). Korban dalam kondisi linglung, lalu dievakuasi ke rumah warga terdekat," jelas Dewa Hendri.

Setelah ditemukan, Suatra dipastikan dalam kondisi selamat. Keluarga bersama perangkat desa kemudian menjemput dan membawa korban kembali ke rumahnya.

"Berdasarkan hasil koordinasi, korban langsung dibawa pulang. Operasi SAR resmi diusulkan untuk dihentikan dan seluruh unsur gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing," pungkas Dewa Hendri.

Dengan ditemukannya Suatra, operasi pencarian yang melibatkan unsur gabungan tersebut dihentikan. Seluruh personel selanjutnya dikembalikan ke kesatuan masing-masing. (ap)
Read More

Sabtu, 05 September 2026

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮𝘀𝗶, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗕𝗼𝗸𝘀 𝗢𝗹𝗲𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗽𝗲𝗿𝗼𝘀𝗼𝗸 𝗸𝗲 𝗦𝗲𝗹𝗼𝗸𝗮𝗻

September 05, 2026 0
Diduga Hilang Konsentrasi, Truk Boks Oleng hingga Terperosok ke Selokan

JEMBRANA, Lensabali.id - Sebuah truk boks bermuatan minuman bersoda mengalami kecelakaan di jalur Denpasar-Gilimanuk, Jembrana, Jumat (4/9/2026). Kendaraan tersebut oleng, menabrak pohon, kemudian terguling hingga masuk ke selokan di pinggir persawahan.

Kasatlantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta mengatakan kecelakaan terjadi ketika truk melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi diduga kehilangan konsentrasi sehingga kendaraan bergerak keluar jalur.

"Kendaraan oleng ke kiri karena pengemudi kurang konsentrasi, kemudian bergerak ke kiri hingga masuk ke dalam got," ungkap Sugianta, Jumat (4/9/2026).

Truk kemudian menabrak pohon perindang yang berada di sisi jalan. Benturan tersebut membuat kendaraan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terguling dan terperosok ke dalam got di area persawahan.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kecelakaan hanya mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, terutama bagian depan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Hanya kendaraan mengalami kerusakan pada body depan penyok," jelas Sugianta.

Polisi mengingatkan pengemudi untuk selalu menjaga konsentrasi dan kewaspadaan, terutama ketika melintasi jalur antarkota yang memiliki jarak tempuh cukup panjang.

Sugianta juga meminta pengendara tidak memaksakan diri ketika kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk. Istirahat dinilai menjadi pilihan terbaik untuk mencegah kecelakaan akibat kehilangan konsentrasi.

"Jika lelah dan ngantuk lebih baik beristirahat," pungkas Sugianta. (ap)
Read More

Jumat, 04 September 2026

𝗞𝗿𝗶𝘀𝗶𝘀 𝗔𝗶𝗿 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝘂, 𝟰𝟳,𝟭 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗚𝗮𝗴𝗮𝗹 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻

September 04, 2026 0
Krisis Air akibat Kemarau, 47,1 Hektare Lahan Pertanian Jembrana Gagal Panen

JEMBRANA, Lensabali.id - Kekeringan yang melanda Kabupaten Jembrana berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian. Dari total 138,3 hektare lahan yang terdampak, sebanyak 47,1 hektare tanaman tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan puso.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Putu Eka Arta mengatakan lahan terdampak tersebar di lima kecamatan, yakni Negara, Jembrana, Melaya, Mendoyo, dan Pekutatan.

"Dari total 138,3 hektare lahan yang terdampak kekeringan, astungkara seluas 11 hektare di antaranya berhasil pulih. Namun sayangnya, terdapat 47,1 hektare lahan tanaman yang tidak bisa diselamatkan dan harus dinyatakan puso," ungkap Eka Arta, Kamis (3/9/2026).

Tingkat kerusakan tanaman bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Komoditas padi menjadi tanaman yang paling banyak terdampak di seluruh kecamatan yang mengalami kekeringan.

Selain padi, tanaman jagung juga terdampak di Kecamatan Pekutatan. Kerusakan tercatat mencapai 4 hektare di Subak Air Satang, Desa Medewi, dan 1 hektare di Subak Pangkung Serangsang, Desa Gumbrih.

Penanganan kekeringan telah dilakukan pada lahan seluas 125,85 hektare. Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana berkolaborasi dengan BPBD, PLN, Balai Wilayah Sungai (BWS), Bank Indonesia, Korem 163/Wirasatya, serta Kejaksaan Negeri Jembrana dalam upaya tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengoptimalkan sekaligus menambah fasilitas sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air pertanian. Namun, ketersediaan air tetap menjadi kendala utama di sejumlah wilayah.

"Solusi utama yang diterapkan di lapangan untuk menangani kekeringan ini adalah dengan memberlakukan sistem pergiliran air secara ketat, serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas sumur bor yang telah tersedia di masing-masing subak," jelas Eka Arta.

Keterbatasan debit air dari sumur bor membuat kebutuhan seluruh lahan terdampak belum dapat terpenuhi. Akibatnya, sebagian tanaman padi tidak memperoleh pasokan air yang cukup dan pertumbuhannya terganggu.

"Permasalahan utama di lapangan adalah sumur bor yang ada tidak mampu mengairi keseluruhan luas wilayah yang terdampak. Akibat keterbatasan debit air pada sistem pergiliran tersebut, beberapa lahan tanaman padi tidak mampu tumbuh secara maksimal dan pada akhirnya menjadi puso," pungkas Eka Arta. (ap)
Read More

Kamis, 03 September 2026

𝗜𝗱𝗲𝗻𝘁𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗔𝗶𝗿 𝗞𝘂𝗻𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽, 𝗪𝗡 𝗣𝗼𝗹𝗮𝗻𝗱𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴

September 03, 2026 0
Identitas Mayat di Pantai Air Kuning Terungkap, WN Polandia yang Hilang

JEMBRANA, Lensabali.id - Identitas mayat yang ditemukan dalam kondisi membusuk di Pantai Air Kuning, Jembrana, akhirnya terungkap. Korban dipastikan merupakan Marcin Dawid Ryzycki, warga negara (WN) Polandia yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah berenang di Pantai Tembles.

Identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polres Jembrana bersama pihak RSU Negara. Polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk teman korban, WNA Jepang bernama Takayuki Nagano.

"Identitas tersebut diperoleh berdasarkan sejumlah ciri yang dikenali serta informasi dari pihak yang sebelumnya mengetahui laporan kehilangan," ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Cheery Sinta Maygrand Simamora, dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Cheery mengatakan, setelah menerima laporan mengenai penemuan mayat, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur operasional standar (SOP). Proses identifikasi dilakukan secara intensif dengan mencocokkan berbagai informasi dan temuan di lapangan.

Kepastian identitas korban turut diperkuat oleh ciri fisik serta barang-barang yang masih melekat pada tubuh jenazah. Polisi kemudian mencocokkannya dengan informasi terkait WN Polandia yang sebelumnya dilaporkan hilang.

"Dari ciri-ciri, aksesori yang dipakai, keterangan teman korban, diyakini itu korban yang tenggelam di Pantai Tembles," tegas Cheery.

Saat ini, Polres Jembrana masih berkoordinasi dengan instansi terkait, perwakilan konsulat, serta keluarga korban. Koordinasi tersebut dilakukan untuk proses penanganan jenazah hingga pemulangan ke negara asal.

Sebelumnya, Marcin Dawid Ryzycki dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (30/8) malam.

Peristiwa bermula saat Marcin datang ke lokasi yoga Time Less di kawasan pesisir bersama seorang rekannya, TN, yang merupakan WN Jepang, sekitar pukul 18.00 Wita. Sekitar satu jam kemudian, Marcin melepas pakaiannya dan turun ke laut untuk berenang, sementara rekannya tetap menunggu di area yoga.

Hingga sekitar pukul 21.00 Wita, Marcin tidak kunjung kembali ke daratan. Pengelola lokasi yoga sempat melakukan pencarian secara mandiri di sepanjang pesisir pada malam itu, namun upaya tersebut belum menemukan hasil.

Pencarian akhirnya menemui titik terang setelah mayat ditemukan di Pantai Air Kuning. Setelah melalui proses pemeriksaan dan pencocokan sejumlah bukti, polisi memastikan jenazah tersebut merupakan Marcin yang sebelumnya hilang di Pantai Tembles. (ap)
Read More

Selasa, 01 September 2026

𝗕𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗧𝗲𝗺𝗯𝗹𝗲𝘀, 𝗪𝗡𝗔 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝗿𝗲𝘁 𝗔𝗿𝘂𝘀

September 01, 2026 0
Berenang Malam di Pantai Tembles, WNA Hilang Terseret Arus


JEMBRANA, Lensabali.id – Seorang warga negara asing (WNA) dilaporkan hilang setelah berenang di perairan Pantai Tembles, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu (30/8/2026) malam. Hingga Senin (31/8/2026) siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap WNA tersebut.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana membenarkan adanya laporan mengenai WNA yang hilang saat berenang di kawasan Pantai Tembles.

"Benar adanya laporan WNA yang hilang saat mandi di pesisir Pantai Pantai Tembles. Laporan diterima Polsek Mendoyo," ungkap Alit, Senin (31/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, WNA berinisial MD datang ke lokasi yoga di sekitar Pantai Tembles bersama rekannya, warga negara Jepang berinisial NT, pada Minggu malam. Sekitar pukul 19.00 Wita, MD kemudian melepas pakaian dan masuk ke laut untuk berenang.

NT tetap berada di pinggir pantai menunggu rekannya. Namun hingga sekitar pukul 21.00 Wita, MD tidak kunjung kembali ke daratan. Pengelola tempat yoga yang mengetahui kondisi tersebut kemudian melakukan pencarian di sepanjang pesisir.

Upaya pencarian secara mandiri tidak menemukan keberadaan korban. Pengelola selanjutnya berkoordinasi dengan Kelian Adat Banjar Yehbuah dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

"Anggota sudah ke lokasi pukul 22.45 Wita untuk melakukan pencarian," ungkap Alit.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan hingga Senin siang. Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana turut mengerahkan rubber boat untuk menyisir perairan serta drone thermal guna membantu pencarian di kawasan pesisir Pantai Tembles.

Hingga saat ini, korban belum ditemukan. Tim gabungan masih menyisir sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi terakhir korban terlihat.

"Proses pencarian masih dilakukan. Semoga segera ditemukan dengan keadaan selamat," tandas Alit. (ap)
Read More

Minggu, 23 Agustus 2026

𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝟱𝟬 𝗔𝗿𝗲 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗹𝗮𝗽 𝗔𝗽𝗶

Agustus 23, 2026 0
Bakar Sampah Sembarangan, 50 Are Lahan di Jembrana Ludes Dilalap Api

JEMBRANA, Lensabali.id - Kebakaran melanda lahan seluas sekitar 50 are di Jembrana, Bali, setelah api dari aktivitas pembakaran sampah warga merambat ke area sekitarnya. Kobaran api sempat meluas hingga membutuhkan penanganan petugas pemadam kebakaran selama sekitar dua jam.

Peristiwa tersebut dilaporkan warga pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 19.48 Wita. Regu I Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Jembrana kemudian langsung diterjunkan ke lokasi.

Kepala Satpol PP Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana mengatakan petugas tiba sekitar 10 menit setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Petugas bergerak menuju lokasi kejadian dengan waktu tempuh sekitar 10 menit setelah menerima informasi dari warga," ungkap Eko, Minggu (23/8/2026).

Untuk menjinakkan api yang terus merambat di area lahan, petugas mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran. Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan penggunaan air mencapai 16.500 liter.

Eko menjelaskan kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah di sekitar lokasi. Api kemudian merambat ke lahan dan membesar hingga menghanguskan area seluas kurang lebih 50 are.

"Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas salah satu warga yang membakar sampah di sekitar lokasi, hingga api merambat dan membesar menyeberang ke area lahan," papar Eko.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Sementara nilai kerugian materiil akibat kebakaran hingga kini masih belum dapat dipastikan.

Eko mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama saat kondisi cuaca kering yang membuat lahan lebih mudah terbakar.

"Kami mengimbau untuk masyarakat agar lebih berhati-hati terlebih saat musim kemarau yang rawan kebakaran lahan," tandas Eko. (ap)
Read More

Jumat, 21 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸 𝗗𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗕𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗶𝗺𝗯𝗮𝗵 𝗸𝗲 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗸𝗮𝘂

Agustus 21, 2026 0
Pengusaha Tahu Gilimanuk Diamankan Usai Buang Limbah ke Kawasan Bakau

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang pengusaha pabrik tahu berinisial TMN bersama salah satu pekerjanya diamankan petugas Kelurahan Gilimanuk setelah kedapatan membuang limbah cair hasil produksi ke kawasan hutan bakau Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Jembrana, Bali.

Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma Kusuma mengatakan, aktivitas tersebut diketahui petugas saat melakukan pemantauan di sekitar kawasan. Sebelumnya, pihak kelurahan juga telah menerima laporan masyarakat mengenai bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah usaha tahu tersebut.

"Pelaku tertangkap basah pas kami keliling. Kemudian kami amankan. Sebelumnya juga ada informasi terkait polusi bau limbah dari usaha tahu ini," ungkap Tony saat dikonfirmasi, Jumat (21/8/2026).

Setelah diamankan, pemilik usaha dan pekerjanya dibawa ke Kantor Resor TNBB Karangsewu untuk dimintai keterangan. Tony menyebut tindakan membuang limbah sembarangan tersebut bertentangan dengan Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.

Aturan tersebut mengatur sanksi bagi pelanggar berupa kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 500 ribu. Namun, dalam kasus ini pihak kelurahan bersama TNBB memilih menyelesaikannya melalui mediasi.

"Pemilik pabrik tahu menyatakan memang benar membuang limbah cair hasil pengolahan ke kawasan TNBB Gilimanuk. Namun, kali ini kami mediasi," papar Tony.

Dalam mediasi tersebut, pihak TNBB memberikan arahan kepada pemilik usaha agar tidak kembali membuang limbah ke kawasan konservasi. Pengusaha juga diberi waktu tujuh hari untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) secara mandiri.

Selain IPAL, pemilik usaha diminta menyiapkan teba modern sebagai tempat pengelolaan limbah organik. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah limbah produksi kembali mencemari lingkungan sekitar.

Sebagai bentuk kesanggupan, pemilik pabrik tahu telah menandatangani surat pernyataan yang disaksikan oleh pihak Kelurahan Gilimanuk dan TNBB.

Tony mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar lebih memperhatikan pengelolaan limbah, khususnya di sekitar kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

"Kami mengimbau seluruh warga agar tidak lagi membuang limbah secara sembarangan yang dapat merusak lingkungan konservasi," pungkasnya. (ap)
Read More

Senin, 17 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗳𝗮𝗹 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗣𝗕𝗨 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮𝘅 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀

Agustus 17, 2026 0
Hafal Proklamasi, Warga di SPBU Jembrana Dapat Pertamax Gratis

JEMBRANA, Lensabali.id – Ada cara unik untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di sebuah SPBU di Jembrana. Warga yang mampu menghafalkan dan melafalkan Teks Proklamasi mendapat hadiah bahan bakar minyak (BBM) gratis.

Sejumlah warga yang tengah mengantre mengisi BBM ikut mencoba tantangan tersebut. Hingga pukul 11.00 Wita, baru dua peserta yang berhasil melafalkan teks dengan lancar tanpa melihat contekan.

Suasana kemerdekaan juga terasa dari penampilan petugas sif pagi SPBU Sudirman. Mereka mengenakan pakaian bernuansa perjuangan, bahkan salah satu petugas tampil dengan kostum menyerupai veteran perang.

Pengelola SPBU Sudirman, Iskandar Alfan, mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk mengajak masyarakat meningkatkan rasa cinta terhadap Tanah Air sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan.

"Tahun ini agak beda, jadi tidak hanya challenge saja, tapi karyawan SPBU kita khususnya yang kerja pagi mengenakan pakaian nuansa perjuangan," ungkap Iskandar saat ditemui, Senin.

Menurut Iskandar, tantangan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, terutama di kalangan generasi muda, sekaligus mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

"Tadi kita lihat ada beberapa yang mengikuti, ada yang hafal dan ada juga yang tidak. Untuk mereka yang hafal salah satu kita berikan dua liter Pertamax gratis dan yang hafal keduanya kita berikan 4 liter. Kegiatan ini sampai Pukul 12.00 Wita," papar Iskandar.

Salah satu peserta yang berhasil mendapatkan BBM gratis ialah Putu Cahya Ananta Putra (14), warga Budeng yang masih duduk di bangku SMP. Ia mengaku baru mulai menghafalkan Teks Proklamasi setelah mendapat informasi dari sang ibu.

"Dapat dua liter. Baru tadi dapat info dari Ibuk makanya langsung ke sini. Sekitar satu jam belajar akhirnya bisa dan dapat BBM gratis," kata Cahya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sederhana SPBU Sudirman mengemas peringatan HUT RI agar lebih interaktif, sekaligus mengajak masyarakat kembali mengingat teks bersejarah yang menjadi tonggak kemerdekaan Indonesia. (ap)
Read More

Sabtu, 15 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗘𝗸𝗮𝘀𝗮𝗿𝗶, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗚𝘂𝘆𝘂𝗯 𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 15, 2026 0
Hadiri Karya Agung di Ekasari, Wagub Giri Prasta Dorong Krama Guyub Lestarikan Adat dan Budaya Bali

JEMBRANA, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak Karya Agung Memungkah, Ngenteg Linggih, Mapududusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini Mendasar Tawur Agung Labuh Gentuh di Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari, Desa Adat Ekasari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Kamis (13/8/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menandatangani prasasti karya yang disaksikan Ida Pedanda Kawi Sunia, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, perbekel, bendesa, serta krama Desa Adat Ekasari.

Giri Prasta mengajak seluruh krama untuk tetap guyub dalam menjalankan swadharma agama sekaligus menjaga keberlangsungan adat, tradisi, seni dan budaya Bali. Menurutnya, kemajuan desa adat harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan akar budaya.

Ia mendoakan agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

“Titiang nyaksi, ida dane krama sami sampun ngemargiang pemargi Karya Agung puniki. Astungkara memargi antar, sida-sidaning don lan nemu labda karya,” doa Giri Prasta.

Sebagai bentuk dukungan, Wagub Bali menghaturkan punia sebesar Rp25 juta kepada Manggala Prawartaka Karya, Kadek Darta. Ia juga memberikan dana motivasi masing-masing Rp5 juta kepada Sekaa Baleganjur, Sekaa Tari Rejang Dewa, Sekaa Gong Kebyar Sadnyasari dan Sekaa Gong Kebyar Adnyasari.

Giri Prasta menegaskan, Desa Adat Ekasari boleh berkembang dan maju, namun kemajuan tersebut jangan sampai mengikis identitas serta nilai-nilai yang menjadi akar kehidupan masyarakat Bali.

“Setuju?” tanya Giri Prasta kepada krama yang hadir. Pertanyaan tersebut langsung dijawab serentak dengan suara setuju.

Selain pelestarian adat dan budaya, Giri Prasta turut mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pelestarian Taman Gumi Banten. Menurutnya, ketersediaan bahan upakara dari lingkungan desa adat akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

“Saya sudah berbicara dengan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, agar mengajak masyarakat melestarikan Taman Gumi Banten, disaat ada upacara semua bahan upakara seperti busung bisa kita datangkan dari taman ini langsung, agar Kabupaten Jembrana Berdikari secara Ekonomi,” jelasnya.

Hadiri Karya Agung di Ekasari, Wagub Giri Prasta Dorong Krama Guyub Lestarikan Adat dan Budaya Bali

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya Kadek Darta menyampaikan bahwa persiapan karya telah dilakukan sejak 31 Mei 2026. Karya tersebut digelar setiap 30 tahun sekali dan puncaknya mendapat perhatian dari Wagub Giri Prasta.

Ia juga mengingat kembali dukungan Giri Prasta ketika menjabat Bupati Badung melalui program pembangunan dan revitalisasi pura pada 2024.

“Suksma Bapak Wakil Gubernur Bali atas bantuannya, demogi Ida Bhatara mapaice kerahayuan. Saking sayangnya Bapak Nyoman Giri Prasta ring Krama Desa Adat Ekasari, malam ini beliau meluangkan waktunya menghadiri uleman puncak karya ini, sekali lagi matur suksma,” ujar Kadek Darta.

Kadek Darta menambahkan, Pura Desa lan Pura Puseh Adat Adnyasari diempon lima banjar adat dengan jumlah sekitar 600 kepala keluarga. Untuk mendukung pelaksanaan karya, setiap krama bergotong royong memberikan kontribusi Rp1,5 juta, ditambah punia dari warga yang merantau di luar Desa Adat Ekasari. (hms/ap)
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

𝗝𝘂𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽, 𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝟭𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽

Agustus 14, 2026 0
𝗝𝘂𝗮𝗹 𝗝𝗮𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝗲𝗺𝗮𝗻 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗪𝗵𝗮𝘁𝘀𝗔𝗽𝗽, 𝗥𝗲𝗺𝗮𝗷𝗮 𝟭𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang remaja perempuan berinisial KMP (17) di Jembrana, Bali, diamankan polisi karena diduga menjadi perantara prostitusi online yang melibatkan dua temannya yang juga masih di bawah umur. KMP menawarkan kedua korban kepada pria melalui aplikasi WhatsApp dan memperoleh imbalan dari setiap transaksi.

"Pelaku dan dua korban masih di bawah umur. Pelaku bertindak sebagai penghubung dan mengambil upah sebesar Rp 200 ribu dari setiap transaksi," ungkap Kapolres Jembrana AKBP Cheery Sinta Maygrand Simamora saat konferensi pers di Auditorium Pemkab Jembrana, Jumat (14/8/2026).

Kasus tersebut terungkap setelah Tim Satreskrim Polres Jembrana menggerebek sebuah penginapan pada Rabu (22/7). Di lokasi, polisi mengamankan KMP bersama dua temannya, CNTK (17) dan CTR (15), yang masih berstatus pelajar SMA.

KMP diketahui telah putus sekolah dan tidak bekerja. Berdasarkan pemeriksaan, ia diduga telah menjalankan praktik prostitusi online sekaligus menawarkan dirinya selama hampir satu tahun sebelum kemudian mengajak kedua temannya.

Perkara bermula ketika KMP menerima pesan WhatsApp dari seorang pria yang meminta dicarikan tiga perempuan. KMP kemudian mengatakan hanya memiliki dua teman yang dapat dihubungi. Setelah pemesan menyetujui, ia menghubungi CNTK dan CTR.

KMP menawarkan CNTK dengan tarif Rp 1 juta dan CTR Rp 1,5 juta. Menurut Cheery, ketiganya memang berteman. KMP diduga menawarkan kedua korban setelah mengetahui mereka pernah bercerita mengenai kesulitan keuangan.

"Pelaku dan kedua korban ini berteman. Pelaku berinisiatif menawarkan keduanya karena sebelumnya para korban sempat bercerita sedang mengalami kesulitan keuangan," jelas Cheery.

Ketiganya kemudian menuju penginapan yang telah disepakati. Setibanya di lokasi, KMP bertemu dengan pemesan dan menerima Rp 1 juta sebagai pembayaran awal untuk CNTK. Sementara pemesan CTR belum datang.

Polisi yang memperoleh informasi dari masyarakat terkait dugaan perantara prostitusi anak kemudian melakukan penyelidikan dan penggerebekan. Petugas mengamankan ketiga remaja tersebut sebelum transaksi kedua berlangsung.

Dari lokasi, polisi menyita uang tunai Rp 1 juta dan tiga unit ponsel yang diduga berkaitan dengan perkara. KMP kini berstatus sebagai Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) dan dijerat Pasal 419 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal tersebut mengatur tindak pidana menghubungkan atau memudahkan orang lain melakukan perbuatan cabul atau persetubuhan dengan anak. "KMP terancam hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun," imbuh Cheery.

Karena pelaku dan korban sama-sama masih anak, kepolisian memastikan proses penanganan disertai pendampingan psikologis dan hukum sesuai ketentuan. Polisi juga mengingatkan orang tua agar memperkuat pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas anak di media sosial.

"Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan dan komunikasi dengan anak, terutama dalam pergaulan harian dan penggunaan media sosial. Jangan mudah percaya pada ajakan mencurigakan dan stop melakukan eksploitasi terhadap anak untuk keuntungan pribadi," pungkas Cheery. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗹𝗮𝗻 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗗𝗲𝗹𝗼𝗱𝗯𝗿𝗮𝘄𝗮𝗵, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗱𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝘂𝘀

Agustus 14, 2026 0
Hadiri Karya di Pura Desa lan Puseh Delodbrawah, Wagub Giri Prasta Adat dan Budaya Bali Harus Menjadi Landasan Generasi Penerus

JEMBRANA, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengajak krama Desa Adat Delodbrawah, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, untuk terus menjaga persatuan dalam menjalankan swadharma agama serta mempertahankan adat dan budaya Bali.

Pesan tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Ngusaba Desa Padudusan Agung Menawa Ratna lan Tawur Manca Rupa Wrespati Kalpa di Pura Desa lan Pura Puseh Desa Adat Delodbrawah, Kamis (13/8/2026).

Dalam kesempatan itu, Wagub Giri Prasta turut mendoakan agar seluruh rangkaian karya berjalan lancar dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Ia berharap krama tetap kompak dalam menjalankan berbagai kewajiban adat.

“Titiang merasa bangga atas terlaksananya karya ini. Semoga krama Desa Adat Delodbrawah senantiasa sagilik saguluk, salunglung sabayantaka, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja,” ujar Wagub Giri Prasta.

Kehadiran Wagub Giri Prasta didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menghaturkan punia sebesar Rp25 juta yang diterima Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya.

Selain itu, bantuan diberikan kepada sekaa gamelan jegog sebesar Rp5 juta serta masing-masing Rp500 ribu kepada para penari yang terlibat dalam rangkaian karya.

Menurut Wagub Giri Prasta, pelaksanaan upacara merupakan bentuk bhakti krama kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Desa lan Pura Puseh. Karena itu, nilai-nilai baik dalam pelaksanaan adat harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hadiri Karya di Pura Desa lan Puseh Delodbrawah, Wagub Giri Prasta Adat dan Budaya Bali Harus Menjadi Landasan Generasi Penerus

“Jadi, apa yang sudah baik ini agar terus dilestarikan supaya generasi penerus kita, oka-oka atau anak-anak, alit-alit, hingga cucu, menjadikannya sebagai landasan dalam menjalankan swadharma di desa adat agar berjalan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Ketut Narya menjelaskan, rangkaian upacara telah dimulai sejak 31 Juli 2026. Puncak karya berlangsung pada 11 Agustus, sedangkan seluruh rangkaian dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026.

“Karya ini kami selenggarakan dengan tujuan menstanakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di Pura Desa lan Pura Puseh sekaligus sebagai pengikat keharmonisan alam beserta isinya secara niskala dan sekala di desa adat, dengan doa agar seluruh krama dianugerahi keamanan dan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi kehadiran Wagub Giri Prasta yang dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan adat dan budaya Bali.

“Kedatangan Bapak Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta pada upacara ini merupakan kehormatan bagi kami semua. Kehadiran ini merupakan bentuk kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Jembrana terhadap kelestarian adat dan budaya Bali yang telah menjadi jati diri desa adat,” katanya. (hms/ap)
Read More

Sabtu, 08 Agustus 2026

𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗧𝗣 𝗣𝗞𝗞 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮

Agustus 08, 2026 0
Pasar Rakyat TP PKK Bali di Jembrana, Ny. Putri Koster Dorong UMKM dan Berbagi dengan Warga

115 UMKM lokal ambil bagian, TP PKK Bali salurkan 100 paket sembako dan 200 tas belanjaan kepada warga Jembrana

JEMBRANA, Lensabali.id -  Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Putri Koster mendorong penguatan UMKM sekaligus berbagi dengan masyarakat melalui Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali yang digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Jembrana, Jumat (7/8).

Pasar Rakyat kali ini melibatkan 115 UMKM lokal yang menawarkan berbagai produk kerajinan, pertanian, peternakan, kelautan, perkebunan, tenun, hingga kuliner. Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali juga menyerahkan 100 paket sembako dan 200 tas belanjaan kepada warga Jembrana.

Setiap paket sembako berisi 20 kg beras, dua krat telur, dan satu liter minyak tanusan. Sementara itu, 200 tas belanjaan terdiri atas 100 tas hasil belanja TP PKK Provinsi Bali dan 100 tas hasil belanja TP PKK kabupaten se-Bali.

Putri Koster mengatakan Pasar Rakyat menjadi wadah untuk mendukung pemasaran produk UMKM sekaligus mendekatkan program TP PKK kepada masyarakat. Melalui kegiatan Berbelanja dan Berbagi, pengurus TP PKK yang hadir tidak hanya berbelanja produk UMKM, tetapi juga membagikan hasil belanja tersebut kepada warga yang membutuhkan.

“Ketua dan pengurus TP PKK se-Bali tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga ikut berbelanja dan membagikan belanjaannya kepada warga yang berhak di kabupaten yang dikunjungi. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan secara nyata program yang sedang kita kerjakan,” ujar Putri Koster.

Menurut Putri Koster, kegiatan Berbelanja dan Berbagi dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan lokasi yang bergantian di kabupaten se-Bali. Kegiatan tersebut juga melibatkan Ketua TP PKK kabupaten se-Bali untuk bersama-sama mendukung UMKM dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di daerah yang dikunjungi.

“Ketika ibu-ibu bergerak, maka satu kepak sayap bergerak mengimbangi pergerakan sayap satunya lagi, yaitu bupati, sehingga mampu bergerak beriringan, seimbang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ani Setiawarini Kembang Hartawan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali di Jembrana. Menurutnya, kegiatan tersebut membantu membuka ruang pemasaran bagi produk UMKM lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Pasar Rakyat hari ini dilaksanakan pukul 06.00 hingga 18.00 WITA dengan menghadirkan berbagai produk kerajinan, pertanian, peternakan, kelautan, perkebunan, tenun, dan kuliner. Dengan Pasar Rakyat ini, pelaku UMKM terbantu dari sisi pemasaran sehingga turut mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Jembrana,” ungkapnya.

Pasar Rakyat TP PKK Bali di Jembrana, Ny. Putri Koster Dorong UMKM dan Berbagi dengan Warga

Selain mendorong UMKM, Putri Koster mengajak TP PKK di masing-masing kabupaten untuk mengembangkan potensi seni dan budaya khas daerah. Salah satunya melalui penyelenggaraan lomba yang mengangkat kesenian lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata dan daya tarik daerah.

“Ke depan, masing-masing kabupaten saya harap menyiapkan ciri khas seni yang dimiliki untuk dilombakan. Misalnya, Kabupaten Jembrana melombakan tari makepung dengan diiringi musik jegog, dengan maksud ikut mengembangkan kesenian lokal, pariwisata, dan daya tarik destinasi,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Putri Koster juga meminta jajaran TP PKK kabupaten/kota memberikan dukungan kepada anak-anak maupun warga dengan gangguan kesehatan kronis yang membutuhkan pengobatan di RSBM, Denpasar. Dukungan dapat diberikan dalam bentuk fasilitasi akomodasi dan konsumsi agar masyarakat yang membutuhkan dapat mengakses pelayanan kesehatan.

Secara keseluruhan, bantuan dalam 100 paket sembako yang disalurkan pada kegiatan tersebut terdiri atas 2.000 kg beras, 200 krat atau sekitar 6.000 butir telur, serta 100 liter minyak tanusan. (hms/ap)
Read More

Jumat, 07 Agustus 2026

𝗦𝘁𝗲𝗿𝗶𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗯𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸, 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗶𝗻𝗶 𝗛𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗕𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗭𝗼𝗻𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝘁𝘂

Agustus 07, 2026 0
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk, Pedagang Kini Hanya Boleh Berjualan di Zona Tertentu

JEMBRANA, Lensabali.id – Kebijakan sterilisasi penuh yang diterapkan PT ASDP Indonesia Ferry di Pelabuhan Gilimanuk dan Ketapang sejak Rabu (5/8) mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang asongan. Pembatasan akses hingga larangan berjualan di atas kapal membuat pendapatan mereka menurun.

Salah seorang pedagang, Sumirni (51), mengaku kini hanya diperbolehkan berjualan di area yang telah ditentukan. Kondisi tersebut berbeda dengan sebelumnya ketika ia masih bisa naik ke kapal untuk menjajakan kopi kepada para penumpang.

"Dulu bisa jualan lebih dari 15 gelas kopi. Tetapi sekarang harus jualan sampai malam biar bisa mendapat penghasilan seperti sebelumnya," ujar Sumirni saat ditemui di Pelabuhan Gilimanuk, Kamis (6/8/2026).

Dalam kebijakan baru itu, seluruh akses keluar-masuk pelabuhan yang tidak resmi ditutup. Seluruh pengguna jasa maupun pihak yang berkepentingan wajib melalui pintu resmi dan loket penukaran tiket, baik saat masuk maupun keluar kawasan pelabuhan.

Selain itu, pedagang asongan diwajibkan mengenakan seragam, rompi khusus, serta kartu identitas resmi. Pedagang yang tidak memenuhi persyaratan tersebut tidak diperkenankan berjualan di lingkungan pelabuhan.

ASDP juga melarang aktivitas berdagang di area dermaga maupun di atas kapal. Kebijakan ini membuat ruang usaha para pedagang menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Pelabuhan Gilimanuk, Pak Gampang, mengakui omzet para pedagang menurun karena penumpang cenderung berbelanja ketika sudah berada di atas kapal. Meski demikian, ia menyatakan para pedagang akan mematuhi aturan yang berlaku.

"Kalau di bawah saat antrean masuk kapal itu tidak begitu lama, daya beli pasti lebih kecil. Kalau di atas kapal, pelanggan yang mau beli nasi maupun kopi bisa menikmati di atas kapal," katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 90 pedagang asongan yang tergabung dalam paguyuban. Seluruhnya akan didaftarkan untuk memperoleh rompi resmi sebagai syarat menjalankan aktivitas berdagang di area pelabuhan.

Sementara itu, Manager Humas ASDP Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menegaskan pedagang asongan tidak dilarang berjualan sepenuhnya. Menurutnya, mereka tetap dapat beraktivitas di zona publik dan komersial, sedangkan area dermaga serta kapal masuk dalam zona terbatas demi meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.

"Kembali lagi, esensinya yang penting adalah berizin resmi, menggunakan APD, dan beraktivitas tertib sesuai di zona yang sudah ditentukan," ujar Bintang. (ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗡𝗶𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗣𝗮𝘁𝗮𝗵 𝗞𝗮𝗸𝗶 𝘂𝘀𝗮𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗲𝗿𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗪𝗶𝗙𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗷𝘂𝗻𝘁𝗮𝗶

Agustus 05, 2026 0
Petani Nira di Jembrana Patah Kaki usai Terjerat Kabel WiFi yang Menjuntai

JEMBRANA, Lensabali.id - Seorang petani nira asal Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, I Ngurah Putu Oka, mengalami kecelakaan tunggal setelah terjerat kabel jaringan internet yang menjuntai di Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Insiden yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.45 Wita itu mengakibatkan korban mengalami patah kaki dan terancam tidak dapat kembali bekerja.

Berdasarkan laporan kepolisian, Oka yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat tiba di lokasi kejadian, korban diduga tidak melihat kabel WiFi yang melintang rendah di badan jalan hingga sepeda motornya menghantam kabel tersebut dan kehilangan kendali.

Anak korban, I Komang Pande Suartawan, mengungkapkan ayahnya saat itu sedang mengantarkan nira kelapa ke sejumlah warung makan di Kota Negara, sebagaimana rutinitas yang dilakukan setiap hari.

"Di saat kabel itu terbentang rendah kebetulan Bapak melintas, lehernya terjerat kabel sehingga terjatuh dan mengalami patah kaki kanan," ungkap Pande saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami patah pada kaki kanan dan sepeda motornya mengalami kerusakan di bagian depan. Setelah menjalani operasi, Oka telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Namun, keluarga menyebut cedera yang dialami berpotensi membuatnya tidak lagi mampu bekerja sebagai petani nira.

"Kondisi Bapak masih istirahat, sudah dioperasi dan hari ini sudah pulang. Bapak saya petani nira dan mengirim nira ke warung-warung. Sekarang cacat seumur hidup, tidak bisa bekerja lagi," ujar Pande.

Pihak keluarga juga menyayangkan respons penyedia layanan internet yang dinilai tidak menunjukkan tanggung jawab atas insiden tersebut. Menurut Pande, provider hanya menawarkan kompensasi sebesar Rp500 ribu yang dianggap tidak sebanding dengan kerugian yang dialami korban.

"Sempat chatting-an lewat pesan singkat dan ditawarkan kompensasi Rp 500 ribu. Sampai pulang dari rumah sakit, pihak provider tidak ada tanggapan sama sekali. Pihak provider ini sengaja memperlambat proses," tegasnya.

Selain itu, keluarga turut mempertanyakan penanganan laporan oleh kepolisian yang dinilai berjalan lambat. Pande mengaku laporan baru diproses kembali saat dirinya mengurus persyaratan administrasi BPJS Ketenagakerjaan.

"Waktu kejadian langsung saya laporkan ke polisi, namun tidak ada kelanjutan apa pun. Baru tadi saat saya urus keperluan BPJS Ketenagakerjaan di kepolisian, baru dibuatkan laporan kembali. Saya heran kenapa. Untuk pemanggilan pihak provider, baru tadi dibuatkan surat panggilan dari Polsek Negara," tambah Pande.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kapolsek Negara AKP Andi Prasetio belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut maupun proses penanganan kasus yang dilaporkan keluarga korban. (ap)
Read More

𝗧𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗩𝗲𝗹𝗼𝘇 𝗣𝗶𝗰𝘂 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗰𝗲𝘁𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝘂𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿-𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸

Agustus 05, 2026 0
Tabrakan Truk dan Veloz Picu Kemacetan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk tronton dan mobil Toyota Veloz terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Swastika, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Selasa (4/8/2026). Insiden yang berlangsung di kawasan Tikungan Rudias itu sempat menyebabkan perlambatan arus kendaraan di jalur utama penghubung Bali bagian barat dan selatan.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 Wita. Truk tronton Hino bernomor polisi DK 8198 DK yang dikemudikan F, warga Lombok Timur, terlibat tabrakan dengan Toyota Veloz DK 1632 ACW yang dikendarai SA, warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan.

Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk tronton melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat memasuki ruas jalan yang menikung ke kanan dan dilanjutkan dengan jalan lurus menurun, kendaraan besar tersebut diduga melebar hingga memasuki jalur berlawanan.

"Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan (Gilimanuk menuju Denpasar) datang kendaraan Toyota Veloz yang melaju di jalurnya. Karena jarak yang dekat, kecelakaan lalu lintas tidak dapat dihindari," ungkap Sugianta.

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan mengalami kerusakan. Truk tronton mengalami pecah kaca depan dan penyok pada bemper kanan, sedangkan Toyota Veloz mengalami kerusakan berat di bagian depan kendaraan.

Meski kerusakan kendaraan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini," tegas Sugianta.

Kapolsek Pekutatan Kompol Benyamin Nikijuluw mengatakan kecelakaan itu sempat mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur nasional Denpasar-Gilimanuk. Petugas kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus mengatur arus kendaraan agar kemacetan tidak semakin panjang.

"Anggota langsung turun ke TKP untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas sampai kedua kendaraan berhasil dievakuasi," ujar Benyamin.

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, arus lalu lintas di kawasan Tikungan Rudias kembali berangsur normal. Polisi masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (ap)
Read More