𝗔𝗱𝗮 𝗙𝗲𝗻𝗼𝗺𝗲𝗻𝗮 𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿 𝗡𝗲𝘄 𝗠𝗼𝗼𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮 - LENSA BALI

Hot


Minggu, 17 Mei 2026

𝗔𝗱𝗮 𝗙𝗲𝗻𝗼𝗺𝗲𝗻𝗮 𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿 𝗡𝗲𝘄 𝗠𝗼𝗼𝗻, 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗯𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮

Ada Fenomena Super New Moon, Penyeberangan Selat Bali Diminta Waspada

JEMBRANA, Lensabali.id – Pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga 22/5/2026. Kondisi tersebut diperparah dengan munculnya fenomena Super New Moon yang berpotensi meningkatkan pasang maksimum air laut.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III menyebut fenomena Super New Moon terjadi pada Minggu (17/5/2026). Fenomena ini merupakan fase bulan baru yang bertepatan dengan posisi bulan berada di titik terdekat dengan bumi atau perigee.

Dampaknya, ketinggian muka air laut di sejumlah pesisir Bali, khususnya wilayah selatan, berpotensi mengalami peningkatan dan memicu banjir pesisir atau rob selama periode 15-22/5/2026.

Manajer Usaha PT ASDP Gilimanuk, Hendra, mengatakan kondisi cuaca ekstrem di kawasan Selat Bali merupakan fenomena musiman yang rutin terjadi setiap tahun dan diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang.

“Benar (cuaca ekstrem), biasanya sampai bulan Agustus,” ujar Hendra saat dikonfirmasi, Minggu.

Ia mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memperhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, langkah antisipasi keselamatan terus diperketat oleh otoritas pelabuhan bersama operator kapal.

“Waspada terhadap perubahan cuaca. Untuk langkah antisipasi yang dilakukan, itu dari pihak KUPP yang menyampaikan, termasuk ke pihak operator kapal untuk melasing (mengikat) muatan di atas kapal,” imbuh Hendra.

Meski cuaca di Selat Bali tengah kurang bersahabat, arus kendaraan keluar masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus disebut masih dalam kondisi normal.

“Normal saja traffic-nya, tidak terjadi peningkatan yang signifikan,” kata Hendra.

Sementara itu, Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo, menjelaskan saat ini wilayah Selat Bali tengah memasuki musim angin dan gelombang tinggi dengan ketinggian ombak berkisar antara 0,75 hingga 1,5 meter.

“Sekarang musim angin dan gelombang. Ketinggian gelombang 0,75 sampai dengan 1,5 meter. Perkiraan sampai bulan Agustus,” ujar Yuli.

Ia menambahkan kondisi cuaca laut bersifat sangat fluktuatif. Jika hujan deras disertai angin kencang terjadi dan membahayakan pelayaran, penundaan operasional kapal bisa saja dilakukan demi keselamatan.

“Setiap harinya akan terjadi gelombang dan angin yang tidak menentu. Namun jika dibarengi hujan seperti tadi malam dan jika tidak memungkinkan, akan dilakukan penundaan pelayaran,” imbuhnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar