LENSA BALI: Infrastruktur

Hot


Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Infrastruktur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗻𝗱𝗶𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽 𝗧𝗮𝗹𝘂𝗱 𝗦𝗲𝗴𝗲𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻

Agustus 09, 2026 0
Setiap Hujan Besar Kebanjiran, Warga Candigara Klungkung Harap Talud Segera Dibangun

DENPASAR, Lensabali.id – Warga yang tinggal di bantaran Sungai Candigara, Desa Kusamba, Klungkung, kembali dihantui ancaman banjir. Kerusakan tanggul akibat luapan sungai membuat bagian pekarangan rumah warga tergerus hingga sebuah kamar mandi roboh.

Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026), kondisi bantaran sungai terlihat memprihatinkan. Selain reruntuhan kamar mandi, dua tiang pelinggih yang nyaris roboh tampak diikat menggunakan tali agar tetap berdiri. Air Sungai Candigara juga terlihat keruh, berbau, dan dipenuhi sampah.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul atau membuat talud untuk mencegah kerusakan semakin meluas, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

"Kami di sini langganan banjir. Setiap tahun kalau hujan besar pasti naik airnya. Sekarang tanggulnya roboh karena banjir seminggu lalu. Jadi semoga dibantu, minimal dibuatkan talud biar tidak habis pekarangan rumah kami," kata Komang Agus, warga bantaran Sungai Candigara, Kusamba, Minggu (9/8/2026).

Agus menduga kondisi tanggul semakin rusak setelah dilakukan pengerukan sungai. Menurutnya, getaran alat berat yang digunakan saat pengerukan kemungkinan menyebabkan talud mengalami keretakan sebelum akhirnya tergerus luapan air.

Ia mengakui warga memiliki kekeliruan karena membangun sejumlah bangunan di atas talud sungai. Namun, Agus berharap pemerintah setidaknya dapat memperbaiki tanggul yang rusak demi mengantisipasi banjir berikutnya.

"Ini saja taludnya. Karena kami khawatir setiap hujan besar datang," pintanya.

Agus juga mengenang kondisi Sungai Candigara puluhan tahun lalu. Saat masih kecil, ia mengaku kerap mandi di sungai tersebut karena kondisinya masih bersih. Kini, sungai mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah.

"Waktu kecil saya selalu mandi di sungai ini. Sekarang kondisinya seperti ini, keruh dan bau," paparnya.

Plt Perbekel Kusamba, Nengah Suriadi, mengatakan pemerintah desa telah menerima aspirasi warga. Meski mengakui pembangunan rumah di atas talud merupakan kesalahan, ia menilai pembangunan kembali tanggul sungai tetap menjadi kewenangan pemerintah.

"Mengenai ini kami sudah melayangkan surat langsung ke Bapak Bupati. Karena bagaimanapun tanggulnya itu jebol karena banjir. Sehingga kewajiban pemerintah untuk membangunnya," ujar Suriadi.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Klungkung pada Senin (27/7/2026) menyebabkan Sungai Candigara meluap. Arus air kemudian menggerus tanggul hingga merusak bagian pekarangan dan merobohkan kamar mandi serta pelinggih milik warga. (ap)
Read More

𝗗𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗥𝗽 𝟱𝟱𝟴 𝗝𝘂𝘁𝗮, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝘀𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗮𝘀

Agustus 09, 2026 0

Dana Desa Dipangkas Rp 558 Juta, Warga Pesinggahan Patungan Perbaiki Jalan Amblas

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Keterbatasan anggaran membuat warga Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, bergotong royong memperbaiki akses jalan yang amblas dan sempat mengisolasi sekitar 21 kepala keluarga (KK).

Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026) pagi, sejumlah warga bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Perbekel Desa Pesinggahan, Nyoman Suastika, bersama Bendesa Adat Pesinggahan, jajaran Polsek Dawan, Babinsa, serta mahasiswa yang tengah menjalani program KKN.

Suastika mengatakan kerusakan jalan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena jalan yang rusak berstatus nonstatus, pemerintah desa bersama warga memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya.

"Hujan deras beberapa waktu lalu membuat jalan ini rusak. Sekitar 21 Kepala Keluarga (KK) terisolir dan butuh perbaikan segera. Karena jalan ini nonstatus, maka ini merupakan tanggung jawab kami. Setelah rembuk bersama, kami sepakat memperbaikinya dengan bergotong royong," terang Suastika.

Namun, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala untuk melakukan pembangunan fisik secara langsung. Dana Desa Pesinggahan tahun ini disebut berkurang sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami sendiri pemerintah desa tidak bisa melaksanakan pembangunan fisik tahun ini karena adanya pengurangan Dana Desa sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen, dari sebelumnya Rp 926 juta di 2025. Itulah mengapa kami berinisiatif meminta sumbangan CSR dari pengusaha yang ada di Pesinggahan," imbuhnya.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga Dusun Sukahati. Setelah mengalami kerusakan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif berupa jalan setapak yang berada di lahan milik warga.

Perbaikan dilakukan secara manual dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Tahapan awal difokuskan pada pembangunan pondasi sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan rabat beton.

"Hari ini kami akan bangun pondasinya dulu, kemudian menunggu sekitar satu minggu untuk dirabat," jelas Suastika.

Suastika mengapresiasi keterlibatan warga, aparat, mahasiswa, hingga pihak pengusaha yang membantu proses perbaikan. Ia berharap semangat gotong royong tetap terjaga untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Jalan di wilayah Sangluh tersebut sebelumnya amblas setelah hujan deras pada Senin (27/7/2026). Pada waktu yang sama, hujan juga memicu luapan Sungai Candigara di Desa Kusamba hingga menyebabkan belasan rumah warga terendam. (ap)
Read More

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗽𝗼𝗻𝗲𝗴𝗼𝗿𝗼 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝘁𝗮 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗻𝘁𝗿𝗮 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗠𝗮𝗹𝗮𝗺, 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗗𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗔𝗴𝘂𝘀𝘁𝘂𝘀

Agustus 06, 2026 0
Jalan Diponegoro Singaraja Ditata Jadi Sentra Kuliner Malam, Proyek Dimulai Agustus

BULELENG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai merealisasikan penataan kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, pada Agustus 2026. Proyek senilai sekitar Rp 4,5 miliar tersebut ditargetkan selesai dalam empat bulan dan diharapkan menjadi wajah baru kawasan pusat kota dengan konsep sentra kuliner malam yang lebih tertata.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan proses tender telah rampung dan penyedia jasa telah ditetapkan. Nilai proyek mengalami efisiensi dari pagu anggaran awal sekitar Rp 5 miliar menjadi sekitar Rp 4,5 miliar.

"Anggarannya awal sekitar Rp 5 miliar, setelah proses tender dan penawaran menjadi sekitar Rp 4,5 miliar. Setelah proses lelang, penyedianya sudah ada yang memenangkan. Jadi rencananya bulan ini sudah mulai dikerjakan sekitar empat bulan. Diperkirakan pertengahan Desember sudah selesai semuanya," ujar Sutjidra, Kamis (6/8/2026).

Penataan tidak hanya mencakup pembangunan jalur pedestrian, tetapi juga pembenahan saluran limbah yang selama ini menjadi sumber bau dan memberi kesan kumuh akibat aliran limbah dari Pasar Anyar.

"Saluran limbah yang sekarang terkesan kumuh dan berbau akan kita bersihkan. Limbah dari pasar akan disalurkan dengan baik sehingga tidak lagi menimbulkan bau di lingkungan sekitar," katanya.

Pedestrian akan dibangun hingga kawasan perempatan Jalan Sawo dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ornamen serta lampu penerangan. Kawasan ini selanjutnya akan difungsikan sebagai pusat kuliner malam yang beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 23.00 Wita.

Menurut Sutjidra, seluruh pedagang kuliner yang selama ini berjualan di gang-gang sekitar Jalan Sawo akan dipusatkan di Jalan Diponegoro. Penataan tersebut diharapkan menciptakan kawasan yang lebih rapi, nyaman, sekaligus mempermudah pengawasan.

"Food truck dan pedagang kuliner akan kita tempatkan di sana. Jadi tidak ada lagi yang berjualan di jalan-jalan kecil. Kawasan akan lebih tertata, lebih aman, dan lebih nyaman," jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung berupa jaringan listrik dan sambungan air bersih bagi para pelaku usaha. Selain itu, komunitas food truck akan diberi kesempatan berjualan dengan sistem kurasi menu agar pilihan kuliner lebih beragam.

"Nanti dikurasi supaya tidak semua jualan yang sama. Ada bakso, sosis, rebusan, dan kuliner lainnya. Jadi masyarakat punya banyak pilihan," ungkap Sutjidra.

Ia juga mengajak para pemilik toko di sepanjang Jalan Diponegoro ikut berpartisipasi mempercantik kawasan dengan membersihkan dan mengecat bagian depan bangunan sehingga penataan kawasan semakin optimal.

"Kami minta pemilik toko juga mulai berbenah. Jangan hanya pemerintah yang menata jalannya, tetapi toko-tokonya juga ikut dipercantik supaya wajah kota menjadi lebih baik," pungkasnya. (ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗣𝗹𝗮𝘇𝗮 𝗛𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗴𝗲 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗸𝗮𝗱 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻, 𝗣𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗸𝗼 𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗹𝗮𝘄𝗲𝘀𝗶 𝗗𝗶𝗯𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿

Agustus 02, 2026 0

Proyek Plaza Heritage dan Tukad Badung Berjalan, Puluhan Ruko di Jalan Sulawesi Dibongkar

DENPASAR, Lensabali.id - Pemerintah Kota Denpasar mulai merealisasikan proyek revitalisasi dan penataan kawasan pusat kota yang mencakup koridor Jalan Gajah Mada, Jalan Sulawesi, Jalan Hasanuddin, hingga kawasan bantaran Tukad Badung. Program yang menggunakan skema anggaran tahun jamak mulai 2026 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat wajah kawasan heritage sekaligus memulihkan fungsi lingkungan perkotaan.

Penataan kawasan catus pata atau perempatan utama Kota Denpasar akan terintegrasi dengan revitalisasi bantaran Tukad Badung yang saat ini dikerjakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida menggunakan dana APBN. Salah satu fokus pekerjaan adalah pembangunan senderan sungai untuk mengembalikan fungsi sempadan yang selama ini terpengaruh keberadaan bangunan di sepanjang aliran sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, AA Ngurah Bagus Airawata, mengatakan pemulihan fungsi sungai menjadi prioritas setelah banjir bandang yang melanda kawasan tersebut pada 10 September 2025.

Menurutnya, penataan dilakukan untuk mengembalikan lebar alur Tukad Badung sesuai kondisi semula sehingga kapasitas sungai dalam menampung debit air dapat kembali optimal. Proses lelang jasa pengawasan proyek telah dilakukan sejak April 2026, sementara pekerjaan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2026.

Dampak penataan kawasan ini dirasakan langsung oleh bangunan yang berdiri di sepanjang sempadan sungai, khususnya di Jalan Sulawesi. Tercatat sebanyak 26 rumah toko (ruko) masuk dalam area yang harus disesuaikan dengan ketentuan garis sempadan sungai.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, menjelaskan seluruh pemilik bangunan terdampak telah menandatangani berita acara kesepakatan untuk memundurkan bangunan sejauh tiga meter dari bibir sungai.

"Dari hasil kesepakatan bersama, pemilik bangunan bersedia menyesuaikan bangunannya sesuai ketentuan sempadan sungai yang berlaku," ujarnya.

Sebanyak sembilan ruko yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir bandang telah lebih dahulu dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya. Pembongkaran dilakukan tanpa kompensasi karena bangunan tersebut berada di area sempadan sungai yang tidak diperbolehkan untuk didirikan bangunan permanen.

Sementara itu, pemerintah masih melakukan kajian terhadap sejumlah bangunan besar yang berada di kawasan tanggul sungai, termasuk Gedung Kohinoor dan Hotel Raya. Kajian diperlukan karena dokumen perizinan kedua bangunan tersebut masih tercatat aktif dan berlaku.

Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap kawasan pusat Kota Denpasar tidak hanya menjadi lebih tertata dan representatif sebagai kawasan heritage, tetapi juga mampu mengurangi risiko bencana akibat penyempitan alur sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir di kawasan perkotaan. (ap)
Read More

Rabu, 29 Juli 2026

𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗷𝗶 𝗨𝗻𝗱𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝘀 𝟰𝟬𝟬 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘁𝘀𝘂 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂

Juli 29, 2026 0
Badung Kaji Underpass 400 Meter untuk Sambungkan Gatsu Barat hingga Canggu

BADUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana melanjutkan tembusan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat yang selama ini berakhir di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara. Jalur tersebut dirancang terhubung hingga kawasan Canggu dan Mengwi sebagai upaya mengurai kemacetan yang kian padat di wilayah Badung Selatan.

Namun, realisasi proyek tersebut menghadapi tantangan besar karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan permukiman padat dan sejumlah tempat suci di Banjar Batu Culung, Kelurahan Kerobokan Kaja. Kondisi itu membuat pemerintah mempertimbangkan pembangunan jalan bawah tanah atau underpass sepanjang sekitar 400 meter.

"Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah menuju Canggu sekitar panjangnya 400 meter," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,2 triliun. Sebagian besar biaya dialokasikan untuk pembebasan lahan yang nilainya diperkirakan melampaui Rp 2 triliun.

Jalan baru dengan lebar sekitar 30 meter itu dirancang menghubungkan kawasan Gatot Subroto, Canggu, hingga Mengwitani. Pemerintah menargetkan pelaksanaan proyek dimulai pada periode 2027-2028.

Menurut Adi Arnawa, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu yang terus berkembang.

"Kami persiapkan untuk eksekusi tahun 2027 sampai 2028. Kalau titik-titik kemacetan ini tidak segera kami sentuh, pariwisata kita nanti hanya tinggal kenangan saja," tegasnya.

Selain proyek tersebut, Pemkab Badung juga melanjutkan pembangunan shortcut dari Tibubeneng menuju Canggu. Saat ini proses pembebasan lahan tengah berlangsung untuk membuka jalur baru dari jalan eksisting ke arah barat kawasan Padang Linjong, Desa Canggu.

Ruas jalan itu nantinya akan tersambung hingga Mengwitani dan Werdi Bhuwana sehingga membentuk jaringan transportasi yang lebih terintegrasi. Pemerintah berharap langkah ini mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata dan memangkas waktu tempuh perjalanan di kawasan Badung dan Denpasar.

Melalui pengembangan jaringan jalan baru tersebut, Pemkab Badung optimistis kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan pariwisata dapat dikurangi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. (ap)
Read More

Jumat, 17 Juli 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗯𝘂 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗹𝗮𝗻-𝗧𝗼𝘆𝗮𝗽𝗮𝗸𝗲𝗵, 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗥𝘂𝘁𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗶𝗿𝗮𝗺

Juli 17, 2026 0
Warga Nusa Penida Keluhkan Debu Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh, Pemborong Diminta Lebih Rutin Menyiram

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Warga Nusa Penida mengeluhkan debu tebal yang muncul akibat proyek peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pedagang yang berjualan di sepanjang jalur proyek serta para pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Keluhan itu disampaikan melalui media sosial oleh akun Facebook I Made Lumiyarta. Dalam unggahannya, ia meminta pihak pemborong meningkatkan frekuensi penyiraman jalan untuk mengurangi debu yang beterbangan, khususnya saat cuaca panas.

"Tolong pemborong pelebaran jalan Toyapakeh Sampalan, lakukanlah penyiraman jalan pagi sore dan merata. Kami pedagang pinggir jalan hampir putus asa tidak berdaya diserang debu tebal," tulis Lumiyarta.

Menurut warga, debu tidak hanya mengganggu aktivitas usaha, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kesehatan pengguna jalan. Sejumlah pengendara mengaku harus menghirup debu saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama pada siang hingga sore hari ketika kondisi cuaca lebih terik.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Klungkung, I Komang Maryana, menjelaskan bahwa penyedia jasa sebenarnya telah melakukan penyiraman jalan secara rutin dua kali sehari selama pekerjaan berlangsung.

Namun demikian, Maryana mengakui kondisi cuaca panas di Nusa Penida membuat air hasil penyiraman cepat menguap sehingga debu kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

"Mengingat cuaca di Nusa Penida sangat panas mengakibatkan air bekas penyiraman cepat menguap. Untuk mengatasi hal tersebut kami sudah memerintahkan penyedia untuk menambah jadwal penyiraman terutama di daerah padat aktivitas penduduk," ujar Maryana.

Selain menambah frekuensi penyiraman, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk mempercepat progres pekerjaan, termasuk tahapan pengaspalan yang diharapkan dapat segera mengurangi dampak debu bagi masyarakat.

"Terkait pengaspalan, kami juga sudah berkoordinasi kepada penyedia untuk segera melakukan percepatan," katanya.

Proyek peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh dikerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan pengawasan CV Dinamika Desain. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp50,6 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Proyek yang dimulai sejak 4 Mei 2026 itu ditargetkan rampung dalam waktu 240 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari kalender setelah pekerjaan selesai. (ap)
Read More

Selasa, 14 Juli 2026

𝗥𝗲𝘃𝗶𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴 𝗖𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗠𝘂𝗸𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶, 𝗘𝘀𝘁𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗠𝗮𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝘁𝗮 𝗨𝗹𝗮𝗻𝗴

Juli 14, 2026 0
Revitalisasi Patung Catur Muka Tabanan Dimulai, Estetika Jalan Gajah Mada Ditata Ulang

TABANAN, Lensabali.id - Patung Catur Muka yang menjadi salah satu ikon Kota Tabanan di kawasan Jalan Gajah Mada mulai direvitalisasi. Proses penataan ditandai dengan pembongkaran patung menggunakan alat berat pada Minggu (12/7/2026), sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah kota yang tengah berkembang.

Pantauan di lokasi pada Senin (13/7/2026), area revitalisasi telah dipagari seng, sementara alat berat dan sejumlah pekerja terlihat melakukan pembersihan material sisa pembongkaran. Revitalisasi ini dilakukan seiring penataan kawasan Jalan Gajah Mada yang sedang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika, mengungkapkan gagasan revitalisasi Patung Catur Muka berawal dari usulan kepada Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Usulan tersebut kemudian mendapat dukungan dan ditindaklanjuti oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tabanan.

"Karena sekarang Pemkab Tabanan juga sedang melakukan penataan Jalan Gajah Mada, maka patung tersebut diharapkan ikut direvitalisasi agar lebih layak dan serasi dengan kawasan tersebut," ujar Suwardika.

Menurutnya, Patung Catur Muka telah berdiri sejak dekade 1980-an dan menjadi salah satu penanda penting Kota Tabanan. Selama ini, pembaruan yang dilakukan hanya sebatas pengecatan ulang dan pemasangan prada, tanpa perubahan ukuran maupun bentuk utama patung.

Perkembangan kawasan perkotaan yang semakin pesat membuat keberadaan patung dinilai tidak lagi sebanding dengan bangunan di sekitarnya. Jika dahulu patung tampak dominan karena dikelilingi bangunan rendah, kini kehadiran gedung bertingkat membuat ikon tersebut terlihat lebih kecil.

Melalui revitalisasi ini, ukuran patung direncanakan diperbesar dengan lebar sekitar tiga meter dan tinggi mencapai enam meter, menyesuaikan kondisi lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan tampilan yang lebih proporsional sekaligus memperkuat daya tarik kawasan pusat kota.

"Revitalisasi dilakukan tanpa mengubah bentuk maupun pakem Patung Dewa Brahma. Nantinya dengan ukuran yang lebih besar agar lebih proporsional dengan kondisi kawasan saat ini," jelas Suwardika.

Ia menambahkan seluruh aspek teknis, mulai dari penyusunan anggaran hingga penunjukan pematung, menjadi kewenangan Dinas PUPR Tabanan. Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, proyek revitalisasi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar empat bulan dan diharapkan rampung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singasana.

Meski memunculkan beragam tanggapan di masyarakat, Suwardika menilai revitalisasi dilakukan demi menyesuaikan ikon kota dengan perkembangan kawasan tanpa menghilangkan nilai filosofis maupun pakem yang selama ini melekat pada Patung Catur Muka.

"Yang terpenting masyarakat mengetahui sumber dan tujuan dari revitalisasi ini, yakni untuk menyesuaikan ikon Kota Tabanan dengan perkembangan kawasan tanpa menghilangkan nilai dan pakem yang sudah ada," tegasnya. (ap)
Read More

Sabtu, 11 Juli 2026

𝗥𝗲𝘀𝗲𝘀 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗼𝘁𝗼𝗮𝗿 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗸𝗶

Juli 11, 2026 0
Reses DPRD Badung di Canggu, Warga Dorong Pembangunan Trotoar demi Keselamatan Pejalan Kaki

BADUNG, Lensabali.id – Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Suryananda Pramana menggelar kegiatan reses bersama Paiketan Krama Istri (Pakis) Banjar Adat Babakan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (10/7) malam. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini menjadi perhatian warga setempat.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, sejumlah usulan dan masukan disampaikan masyarakat. Salah satu aspirasi yang paling banyak mengemuka adalah permintaan pembangunan trotoar di sepanjang jalan wilayah Banjar Babakan.

Warga menilai keberadaan trotoar sangat dibutuhkan mengingat kawasan Babakan kini berkembang pesat sebagai daerah penunjang pariwisata Canggu. Meski aktivitas wisatawan dan masyarakat terus meningkat, hingga kini wilayah tersebut dinilai masih belum memiliki fasilitas trotoar yang memadai.

I Nyoman Sida Mahayoga menyampaikan bahwa kebutuhan trotoar telah lama menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, banyak wisatawan mancanegara yang memilih berjalan kaki pada pagi hari sehingga keberadaan jalur pedestrian dinilai penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan.

"Saya minta tolong Pak agar jalan di Babakan ini segera bisa diwujudkan pembangunan trotoarnya. Mengingat, di Babakan saat ini banyak wisatawan mancanegara yang senang memilih berjalan kaki di pagi hari," ujarnya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, I Made Suryananda Pramana menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang aktif menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.

Ia menegaskan seluruh usulan yang disampaikan akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada agar dapat direalisasikan sesuai prioritas pembangunan daerah.

"Mudah-mudahan tahun depan jalan di Babakan ini bisa dibangun trotoarnya," kata Suryananda.

Menurutnya, perkembangan pariwisata di Canggu yang berlangsung sangat pesat harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur pendukung yang memadai. Karena itu, aspirasi masyarakat terkait trotoarisasi akan terus diperjuangkan demi meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan bersama. (*/ap)
Read More

Selasa, 07 Juli 2026

𝗣𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿, 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗹𝗶𝗻 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗧 𝗦𝗠𝗜

Juli 07, 2026 0
Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Klungkung Jalin Sinergi Strategis dengan PT SMI

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat upaya percepatan pembangunan daerah melalui sinergi dengan berbagai pihak. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah dan Perjanjian Pengelolaan Debt Service Reserve Account (DSRA) bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan PT Bank BPD Bali di Jakarta, Senin (6/7).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, serta perwakilan pimpinan PT Bank BPD Bali. Kesepakatan ini mencakup pembiayaan kegiatan multisektor senilai Rp50,6 miliar yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan di Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada PT SMI atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung. Menurutnya, fasilitas pembiayaan tersebut merupakan bentuk kemitraan strategis yang akan memberikan manfaat besar bagi penguatan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bupati menegaskan bahwa pembiayaan yang diperoleh bukan sekadar dukungan finansial, melainkan instrumen penting untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang semakin baik diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat ketahanan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa fasilitas ini merupakan amanah besar. Oleh karena itu, Pemkab Klungkung berkomitmen penuh untuk mengelola dana ini dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparan, dan akuntabel," ujar Bupati Satria.

Selain perjanjian pinjaman daerah, kerja sama pengelolaan DSRA bersama PT Bank BPD Bali juga menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan fiskal daerah berjalan sehat dan terukur. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat mitigasi risiko serta menjamin pemenuhan kewajiban daerah secara berkelanjutan.

Percepat Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Klungkung Jalin Sinergi Strategis dengan PT SMI

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Klungkung juga menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT SMI berupa satu unit mobil pick up dan mesin pencacah limbah kayu. Bantuan tersebut dinilai sangat bermanfaat, terutama dalam mendukung penanganan dampak bencana pohon tumbang akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Klungkung, termasuk kawasan kepulauan.

"Peralatan ini tidak hanya akan memulihkan akses mobilitas masyarakat dengan cepat, tetapi juga sangat mendukung upaya pengelolaan lingkungan secara lebih berkelanjutan di Kabupaten Klungkung. Semoga kerja sama ini dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi terwujudnya Klungkung yang Mahottama," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa, menyampaikan bahwa PT SMI sebagai Special Mission Vehicle di bawah Kementerian Keuangan RI memiliki komitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur daerah melalui pembiayaan yang berkelanjutan dan berlandaskan tata kelola yang baik. Ia menilai kerja sama ini dapat menjadi katalis bagi percepatan program pembangunan strategis di Kabupaten Klungkung.

Faaris juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam membangun sinergi dengan PT SMI. Bahkan, Klungkung tercatat sebagai pemerintah daerah pertama yang menjalin kerja sama pembiayaan dengan PT SMI pada tahun ini. Melalui kolaborasi tersebut, kedua belah pihak berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan lebih optimal sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

Selasa, 23 Juni 2026

𝟳𝟱 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗹𝗮, 𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗡𝗼𝗹 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗻𝗮𝗿

Juni 23, 2026 0
75 Lampu Resmi Menyala, Wajah Baru Titik Nol Singaraja Mulai Bersinar

BULELENG, Lensabali.id - Sebanyak 75 lampu mulai dinyalakan di kawasan Titik Nol Kota Singaraja sebagai tanda dimulainya uji coba sistem penerangan hasil revitalisasi kawasan tersebut. Cahaya lampu trotoar langsung mengubah suasana pusat Kota Singaraja menjadi lebih terang dan menarik pada malam hari.

Meski demikian, proses penataan kawasan belum sepenuhnya selesai. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyebut progres revitalisasi telah mencapai sekitar 90 persen dan ditargetkan rampung serta diresmikan pada 29/07/2026. Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon ruang publik baru di Kabupaten Buleleng.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan pekerjaan yang tersisa masih berupa tahap penyempurnaan agar kawasan semakin nyaman bagi masyarakat.

"Ini masih tahap penyempurnaan. Nanti akan dilengkapi kursi taman dan pohon tabebuya agar kawasan lebih nyaman dan teduh bagi masyarakat," ujar Sutjidra.

Selain memperindah kawasan, Pemkab Buleleng juga menyiapkan sistem pengamanan untuk mengantisipasi aksi vandalisme maupun gangguan keamanan lainnya. Kawasan tersebut akan dipasang kamera pengawas (CCTV) dan mendapat pengawasan terpadu bersama pecalang Banjar Paketan serta Banjar Tegal, Desa Adat Buleleng.

Pemerintah juga mengantisipasi potensi balap liar dengan memasang fasilitas pengendali kecepatan atau speed trap di sejumlah titik strategis di sisi utara, timur, dan barat kawasan.

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, tiga lokasi parkir resmi telah disiapkan, yakni di area Kantor Bapenda Buleleng, Gedung Laksmi Graha, dan Kantor Bupati Buleleng.

Sutjidra memastikan penataan kawasan kota akan terus berlanjut pada tahun depan dengan cakupan yang lebih luas.

"Tahun depan penataan akan kami perluas secara masif, mulai dari kawasan Puri, Pasar Buleleng, sampai ke Setra Buleleng. Sisi utara dekat Taman Kota juga akan ditata total," tegasnya. (ap)
Read More

Jumat, 05 Juni 2026

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗚𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴-𝗚𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗥𝘂𝘀𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗮𝘀 𝗧𝗮𝗸𝗺𝘂𝗻𝗴–𝗟𝗲𝗽𝗮𝗻𝗴

Juni 05, 2026 0
Pemkab Klungkung Mulai Perbaiki Gorong-Gorong Rusak di Ruas Takmung–Lepang

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai melakukan penanganan kerusakan gorong-gorong di ruas Jalan Takmung–Lepang, Kecamatan Banjarangkan. Perbaikan tersebut menjadi bagian dari paket pekerjaan pemeliharaan berkala jalan yang saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan.

Penanganan dilakukan sebagai langkah menjaga kualitas infrastruktur jalan sekaligus mengantisipasi kerusakan yang lebih luas akibat terganggunya sistem drainase di kawasan tersebut. Ruas jalan Takmung–Lepang merupakan salah satu akses penting yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi setempat.

Paket pekerjaan pemeliharaan berkala ini dilaksanakan oleh CV Dwi Karya Perdana setelah ditetapkan sebagai pemenang tender. Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp396,99 juta dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Pekerjaan dimulai sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) pada 3 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 1 Agustus 2026. Selama masa pengerjaan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan akan ditangani secara bertahap.

Salah satu fokus utama pekerjaan adalah pembangunan kembali gorong-gorong kotak beton bertulang (box culvert) yang sebelumnya mengalami kerusakan dan berdampak pada kondisi badan jalan di sekitarnya.

Gorong-gorong tersebut dibangun menggunakan sistem precast dan lean concrete dengan ukuran dalam 80 sentimeter x 80 sentimeter serta panjang enam meter. Konstruksi ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus memperkuat struktur jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan bahwa pekerjaan tidak hanya mencakup pemasangan beton kurus, tetapi juga pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang mengalami kerusakan dan berlubang.

Pemkab Klungkung Mulai Perbaiki Gorong-Gorong Rusak di Ruas Takmung–Lepang


“Pada paket pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan Takmung–Lepang ini, selain pengerjaan beton kurus, kami juga melaksanakan pembangunan gorong-gorong pada titik jalan yang saat ini mengalami kerusakan atau berlubang. Pekerjaan ini bertujuan untuk memperbaiki sistem drainase sekaligus meningkatkan kondisi dan keamanan ruas jalan bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/6).

Menurutnya, keberadaan gorong-gorong yang berfungsi optimal sangat penting untuk mengendalikan aliran air, terutama saat musim hujan. Dengan sistem drainase yang baik, risiko genangan maupun kerusakan jalan dapat diminimalkan sehingga usia layanan infrastruktur menjadi lebih panjang.

Melalui perbaikan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap kemantapan jalan dapat terus terjaga dan masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, nyaman, serta lancar. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. (*/ap)
Read More

Rabu, 03 Juni 2026

𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗗𝗿𝗮𝗶𝗻𝗮𝘀𝗲 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮

Juni 03, 2026 0
Anom Gumanti Tegaskan Komitmen Perbaikan Infrastruktur Drainase di Kuta

BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan sistem drainase pengendali banjir di ruas Jalan Basangkasa–Sunset Road. Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri rapat sosialisasi yang digelar di Kantor Camat Kuta, Selasa (2/6/2026).

Kehadiran pimpinan legislatif Badung dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berfokus pada penanganan genangan dan banjir di kawasan Kuta.

Menurut Anom Gumanti, pembangunan infrastruktur drainase merupakan kebutuhan penting yang tidak hanya berfungsi mengatasi persoalan banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

Ia menilai kawasan Kuta sebagai salah satu pusat pariwisata Bali membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar aktivitas masyarakat dan wisatawan dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

“Keberadaan sistem drainase yang baik menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah titik kawasan tersebut,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana serta memperoleh dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang berada di sekitar lokasi proyek.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat juga memperoleh penjelasan terkait tahapan pekerjaan, manfaat pembangunan, hingga potensi dampak yang mungkin muncul selama masa konstruksi berlangsung.

Selain Ketua DPRD Badung, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Dinas PUPR, unsur kecamatan, desa dan kelurahan, tokoh masyarakat, serta warga yang terdampak langsung oleh pembangunan drainase pengendali banjir tersebut.

Dukungan DPRD Badung diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam menciptakan kawasan Kuta yang lebih tertata, aman, dan bebas dari persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan. (*/ap)
Read More

Senin, 18 Mei 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗦𝗲𝗽𝗮𝗸𝗮𝘁𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗧𝘂𝗿𝘆𝗮𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗧𝗼𝘄𝗲𝗿 𝗦𝗲𝘀𝘂𝗮𝗶 𝗠𝗲𝗸𝗮𝗻𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗔𝗽𝗽𝗿𝗮𝗶𝘀𝗮𝗹

Mei 18, 2026 0
Gubernur Koster dan Warga Sepakati Pembebasan Lahan Turyapada Tower Sesuai Mekanisme Appraisal

BULELENG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama masyarakat di kawasan Turyapada Tower KBS 6.0 Kerthi Bali, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, menyepakati proses pembebasan lahan untuk mendukung pengembangan tahap lanjutan kawasan menara komunikasi tersebut.

Kesepakatan itu dicapai saat pertemuan antara Gubernur Koster dengan warga setempat pada Minggu (17/5/2026). Dalam agenda tersebut, Koster didampingi Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam penjelasannya, Koster menyampaikan pembangunan Turyapada Tower kini memasuki tahap kedua. Pengembangan tersebut mencakup penataan kawasan terpadu, pembangunan planetarium, convention center, gondola, hingga akses jalan menuju kawasan menara yang diproyeksikan menjadi pusat siaran digital sekaligus destinasi wisata baru di Bali Utara.

Menurutnya, seluruh proses pembebasan lahan dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku dan menggunakan mekanisme appraisal independen agar berlangsung transparan serta adil bagi masyarakat pemilik lahan.

“Sudah ada titik yang disepakati untuk pembebasan lahannya dan lebarnya cukup 20 meter dan panjangnya sesuai kebutuhan sekitar 1 kilometer. Untuk harga lahannya ada lembaga yang melakukan appraisal dan proses ini dilakukan dalam waktu dekat supaya bisa dibebaskan dan dibayar langsung ke masyarakat pemilik lahan,” ujar Koster kepada awak media.

Ia menambahkan, setelah proses pembebasan lahan rampung, Pemprov Bali akan melanjutkan pembangunan fasilitas pendukung ekonomi masyarakat, termasuk area UMKM dan koperasi yang melibatkan warga sekitar kawasan Turyapada Tower.

Gubernur Koster dan Warga Sepakati Pembebasan Lahan Turyapada Tower Sesuai Mekanisme Appraisal

Koster menegaskan pembangunan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

“Tujuannya agar masyarakat memiliki tempat berusaha yang rapi. Ketika Turyapada Tower ini beroperasi, anak-anak lulusan SMA maupun SMK di kawasan ini akan diprioritaskan mendapatkan pelatihan kerja agar siap bekerja di sini,” tegasnya.

Selain pengembangan ekonomi, Pemerintah Provinsi Bali juga berencana melakukan revitalisasi rumah warga di sekitar kawasan tower. Sedikitnya sekitar 40 rumah akan ditata, termasuk perbaikan atap dan penyesuaian visual lingkungan agar kawasan terlihat lebih tertata dan menarik.

“Biayanya akan dihitung dan menggunakan dana APBD,” kata Koster.

Di sela kunjungannya, Gubernur Bali juga meninjau pengerjaan proyek communal space yang nantinya dipersiapkan sebagai pusat aktivitas UMKM masyarakat sekitar. Ia juga menyempatkan menikmati hamparan bunga pecah seribu berwarna ungu yang tumbuh di kawasan tersebut. (hms/ap)
Read More

Jumat, 01 Mei 2026

𝗥𝗲𝘃𝗶𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗠𝗮𝗱𝗮–𝗧𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗣𝗲𝘀𝗶𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗯𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗽𝗼𝗹𝗲𝘀

Mei 01, 2026 0
Revitalisasi Gajah Mada–Terminal Pesiapan Dimulai 2026, Wajah Kota Tabanan Dipoles

TABANAN, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Tabanan bersiap melakukan penataan menyeluruh di kawasan Jalan Gajah Mada hingga Terminal Pesiapan pada tahun 2026. Revitalisasi ini diarahkan untuk menciptakan ruang kota yang lebih tertib, bersih, dan memiliki nilai estetika yang kuat.

Kepala Bapelitbang Tabanan, I Made Urip Gunawan, menjelaskan bahwa langkah tersebut sekaligus menjadi solusi atas persoalan klasik di pusat kota, terutama kemacetan dan penataan pedagang.

"Benar, rencananya akan dikerjakan tahun 2026. Pasar Senggol yang selama ini berada di tengah jalan Gajah Mada akan dipindahkan ke Terminal Pesiapan agar arus lalu lintas lebih lancar. Progres rancangan ada di Dinas PUPR," ujar Urip Gunawan, Rabu (29/04/2026).

Selama ini, aktivitas Pasar Senggol yang memanfaatkan badan jalan dinilai kerap memicu kepadatan lalu lintas. Di sisi lain, persoalan kebersihan juga menjadi perhatian karena sisa aktivitas perdagangan sering meninggalkan sampah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Made Partana, mengungkapkan bahwa penataan akan difokuskan pada dua kawasan utama. Di Jalan Gajah Mada, konsep penataan mengadopsi kawasan serupa di Denpasar dengan pemasangan paving dari Banjar Sakenan hingga depan Toko Cakra.

Tak hanya itu, elemen penunjang seperti patung dan videotron akan ditambahkan untuk memperkuat daya tarik visual kawasan. Selama proses berlangsung, pedagang akan direlokasi sementara ke sisi barat Gedung Kesenian I Ketut Maria hingga ke utara Bank BPD Bali.

"Penataan di Jalan Gajah Mada difokuskan pada estetika dan kenyamanan. Harapannya kawasan ini menjadi lebih rapi dan representatif," jelas Partana.

Sementara itu, Terminal Pesiapan dirancang menjadi pusat ekonomi baru dengan pembangunan kios, penataan area depan, serta pengembangan pasar tematik seperti pasar hewan, kuliner, hingga pasar bermobil.

Konsep ini bahkan akan dilengkapi sentra kuliner yang beroperasi 24 jam. Di sisi lain, pemerintah juga berencana mengalihkan arus kendaraan berat agar tidak lagi melintas di pusat kota.

Partana menegaskan fungsi terminal tetap dipertahankan. "Penataan terminal tidak menghilangkan fungsi utamanya, tetapi menambah nilai ekonomi di bagian belakang," ujarnya.

Saat ini, dokumen lelang tengah disiapkan agar proses tender dapat segera berjalan. Pemerintah berharap proyek yang mendapat perhatian langsung dari Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya ini dapat terlaksana sesuai rencana dan didukung masyarakat. (ap)
Read More

Rabu, 22 April 2026

𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗨𝗯𝘂𝗱, 𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗨𝘁𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗽𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵

April 22, 2026 0
Proyek Penataan Ubud, Kabel Utilitas Mulai Dipindahkan ke Bawah Tanah

GIANYAR, Lensabali.id - Upaya penataan kawasan Ubud terus dilakukan, salah satunya melalui relokasi jaringan utilitas telekomunikasi dari udara ke bawah tanah. Pengerjaan ini mulai terlihat di sisi barat Puri Agung Ubud, tepatnya di Jalan Suweta, Kecamatan Ubud, Gianyar.

Sejumlah titik di sepanjang jalan tersebut tampak digali sebagai bagian dari proses pemindahan kabel demi meningkatkan estetika kawasan wisata.

"Ya gali lubang untuk relokasi jaringan utilitas. Namanya boring (pengeboran/gali lubang)," ujar salah satu pekerja, Maung, saat ditemui, Senin (20/04/2026).

Pantauan di lapangan menunjukkan setidaknya lima titik lubang telah dikerjakan di pinggir jalan.

Proses pengerjaan dilakukan secara manual tanpa menggunakan alat bor berat seperti pada umumnya.

Belasan pekerja terlihat bergotong royong menggali lubang di lokasi tersebut.

Sebuah spanduk pemberitahuan proyek juga terpasang di tembok puri sebagai penanda adanya pekerjaan berlangsung.

Meski pengerjaan dilakukan di tepi jalan, arus lalu lintas dari dua arah tetap berjalan lancar.

Aktivitas wisatawan di kawasan tersebut juga tidak terganggu, mereka masih terlihat berlalu-lalang seperti biasa.

"Saya tidak bisa memastikan kapan selesai karena di bawah lubang itu bisa ada apa saja," kata Maung. (ap)
Read More

Kamis, 12 Maret 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗮𝘄𝗮𝗹𝗹 𝗧𝗲𝗯𝗶𝗻𝗴 𝗨𝗹𝘂𝘄𝗮𝘁𝘂 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗥𝘂𝘀𝗮𝗸, 𝗣𝗨𝗣𝗥 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻

Maret 12, 2026 0
Viral Seawall Tebing Uluwatu Disebut Rusak, PUPR Badung Beri Penjelasan

BADUNG, Lensabali.id – Proyek pembangunan penahan ombak (seawall) di kawasan Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, menjadi sorotan publik setelah beredar video di media sosial yang menyebut konstruksi proyek tersebut rusak akibat hantaman gelombang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra, memberikan klarifikasi terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek penanganan tebing retak di Uluwatu saat ini masih berada pada fase pertama dari tiga tahap pembangunan yang telah direncanakan.

“Itu sebenarnya kegiatan kami ada di fase satu. Jadi, fase satu itu memang untuk membentukkan jalan inspeksi dan proses meredam dan mereduksi hantaman gelombang,” ujar Rama Putra, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, tahap awal proyek difokuskan pada pembukaan akses jalan inspeksi sekaligus pemasangan struktur awal untuk meredam energi gelombang laut yang menghantam tebing.

Rama menjelaskan, struktur breakwater yang telah dipasang saat ini dirancang mampu menahan gelombang laut dengan ketinggian sekitar 4 hingga 6 meter.

Ia menambahkan, proyek tersebut menggunakan metode design and build, sehingga proses perencanaan dan pelaksanaan berjalan secara paralel.

“Nah, kemarin karena ini design and build, jadi pergerakannya paralel antara perencana dan pelaksana,” imbuhnya.

Terkait batu-batu yang terlihat berserakan dan viral di media sosial, Rama menjelaskan bahwa material tersebut merupakan bagian dari lapisan dasar jalan inspeksi yang digunakan untuk mobilisasi material serta alat berat ke area proyek.

Dengan demikian, kondisi yang terlihat di lapangan bukanlah kerusakan konstruksi sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kalau yang dilihat bebatuan yang berserakan, jadi untuk jalan inspeksi memang harus dipasang batu itu sampai ke bawah,” ujar Rama.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kerusakan pada struktur revetment maupun fasilitas penahan ombak yang sedang dibangun. Proyek penanganan tebing retak di kawasan Uluwatu juga dipastikan tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. (ap)
Read More

Jumat, 16 Januari 2026

𝗥𝗽 𝟮 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿 𝗗𝗶𝘂𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗲𝘀 𝗝𝘂𝘄𝘂𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶–𝗣𝗲𝗻𝗮𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻

Januari 16, 2026 0
Rp 2 Miliar Diusulkan untuk Perbaikan Jalan Ambles Juwuk Bali–Penatahan

BANGLI, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Bangli berencana mengajukan anggaran sebesar Rp 2 miliar melalui APBD pergeseran untuk memperbaiki jalan penghubung Desa Adat Juwuk Bali dan Desa Adat Penatahan yang ambles akibat longsor. Kerusakan parah pada jalur tersebut membuat akses warga terputus total.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangli, Dewa Agung Suryadarma, mengatakan ruas jalan di Desa Juwuk Bali menjadi titik kerusakan terparah. Perbaikan direncanakan menggunakan konstruksi jembatan dengan lebar sekitar 18 meter.

“Jalan di Desa Juwuk Bali itu paling parah. Kalau (perbaikan) dengan konstruksi jembatan lebarnya 18 meter, hampir Rp 2 miliar (biayanya),” ujar Suryadarma, Kamis (15/1/2026).

Ia menjelaskan, anggaran tersebut masih dalam tahap pengajuan. Jika disetujui dan masuk ke APBD pergeseran, pengerjaan bisa dimulai pada Februari 2026. Namun, apabila masuk ke APBD perubahan, pelaksanaan baru dimungkinkan pada Agustus 2026.

“Karena APBD 2026 sudah digedok Oktober 2025. Nah baru ada bencana tanah longsornya bulan Desember 2025. Tapi, tetap nanti pertimbangan Pak Bupati, mana yang penting dan mana yang ditunda,” jelasnya.

Selain jalur Juwuk Bali–Penatahan, Pemkab Bangli juga mengusulkan total anggaran Rp 3,5 miliar untuk menangani beberapa ruas lain yang terdampak longsor, yakni Jalan Penatahan–Manuk, Jalan Mancingan–Selat, Jalan Sribatu–Malet di Kecamatan Susut, serta Jalan Bebalang–Taman Bali dan Jalan Penelokan–Batur di Kecamatan Kintamani.

“Harus segera mendapat penanganan bencana. Paling cepat (terealisasi) di APBD pergeseran,” tegas Suryadarma.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jalan terputus total, dengan rongga longsoran menganga dari sisi utara hingga selatan badan jalan. Pembatas besi jatuh ke dasar longsor yang tersambung dengan sungai, sementara kabel listrik tampak menjuntai. Saat ini, palang bambu dipasang di kedua sisi jalan untuk menutup akses kendaraan, menyisakan jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki.

Warga Desa Juwuk Bali, Nyoman Diarta, mengatakan jalur tersebut merupakan satu-satunya jalan alternatif yang biasa digunakan warga menuju Kota Bangli maupun dari arah Tampaksiring, Gianyar.

“Saya biasa ke Bangli cuma tujuh menit kalau lewat jalan ini. Sekarang saya dan warga lain harus memutar ke Desa Demulih dan Desa Manuk. Perjalanan jadi 20 menit. Lumayan jauh,” keluhnya.

Menurut Diarta, longsor sebenarnya sudah mulai terjadi sejak Desember 2025 dan awalnya hanya mengenai sebagian badan jalan. Namun, curah hujan tinggi membuat kerusakan meluas hingga seluruh ruas ambles. “Kalau sudah musim hujan, di sini hampir tiap hari hujan. Warga yang lewat jalan kaki juga jarang. Bahaya itu,” pungkasnya. (ap)
Read More

Kamis, 18 Desember 2025

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗱𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗣𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗖𝗿𝘆𝘀𝘁𝗮𝗹 𝗕𝗮𝘆

Desember 18, 2025 0

 

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Bupati Klungkung, I Made Satria, meninjau langsung perbaikan sanderan dan pelebaran jalan menuju kawasan wisata Pantai Crystal Bay, Nusa Penida, Kamis (18/12). Kegiatan ini dilakukan di sela-sela agenda monitoring dan evaluasi (monev) pembangunan daerah guna memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai perencanaan.


Dalam peninjauan tersebut, Bupati Satria didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, serta jajaran terkait. Lokasi yang ditinjau merupakan ruas jalan yang sebelumnya sempat mengalami kerusakan dan jebol akibat kondisi alam, sehingga berpotensi mengganggu akses dan keselamatan pengguna jalan, khususnya wisatawan.


Bupati Satria menyampaikan bahwa perbaikan sanderan jalan telah rampung sepenuhnya. Selain itu, pelebaran badan jalan masing-masing dua meter di sisi kanan dan kiri juga telah diselesaikan untuk meningkatkan kapasitas serta keamanan lalu lintas menuju objek wisata unggulan tersebut.

“Astungkara, perbaikan sanderan saat ini sudah 100 persen selesai, begitu pula pelebaran jalannya. Ke depan, ruas jalan ini direncanakan akan dilakukan pengaspalan pada tahun 2026. Semoga seluruh tahapan perbaikan ini berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta wisatawan,” ujar Bupati Satria.


Ia menegaskan, peningkatan kualitas infrastruktur di Nusa Penida menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Klungkung, mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi wisata unggulan yang terus mengalami peningkatan kunjungan. Infrastruktur jalan yang memadai dinilai sangat penting untuk menunjang kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran mobilitas masyarakat maupun wisatawan.


Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, menjelaskan bahwa pengerjaan perbaikan sanderan dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis dan ketahanan konstruksi agar lebih kuat dan mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Pihaknya juga memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.


Dengan selesainya perbaikan sanderan dan pelebaran jalan tersebut, akses menuju Pantai Crystal Bay diharapkan semakin aman dan nyaman. Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis upaya ini akan berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan serta peningkatan perekonomian masyarakat lokal di Nusa Penida. (editor/GP) 




Read More

Rabu, 03 Desember 2025

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝟭𝟴 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀 𝗜𝗻𝗳𝗿𝗮𝘀𝘁𝗿𝘂𝗸𝘁𝘂𝗿 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲

Desember 03, 2025 0
Pemkab Klungkung Siapkan 18 Proyek Strategis Infrastruktur Tahun 2026

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung menyiapkan sejumlah proyek infrastruktur prioritas untuk tahun 2026 sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik yang lebih baik. Program tersebut disusun untuk memperkuat fondasi pembangunan daerah, memastikan pemerataan di wilayah daratan maupun kepulauan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai langkah percepatan, Pemkab Klungkung mengajukan pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) senilai Rp229,9 miliar yang telah dicantumkan dalam pos pembiayaan APBD 2026. Dana ini akan difokuskan untuk mendukung 18 program strategis yang mencakup sektor infrastruktur, pariwisata, hingga kesehatan.

Pinjaman tersebut sebelumnya telah mendapatkan persetujuan DPRD Klungkung melalui Keputusan Nomor 24 Tahun 2025 yang disampaikan bersamaan dalam Rapat Paripurna Kedua mengenai persetujuan Ranperda APBD 2026. Persetujuan legislatif ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang lebih terarah.

Bupati Klungkung I Made Satria menjelaskan bahwa pinjaman ke PT SMI menjadi langkah krusial di tengah menurunnya kapasitas fiskal daerah akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD). Ia menilai skema pendanaan ini mampu menjaga stabilitas kas daerah sekaligus mempercepat realisasi proyek prioritas.

Pemkab Klungkung Siapkan 18 Proyek Strategis Infrastruktur Tahun 2026

“Pinjaman ini sangat strategis karena APBD Tahun Anggaran 2026 masih mengalami defisit cukup besar, salah satunya karena meningkatnya kebutuhan belanja pelayanan publik dan pembangunan,” ujar Bupati Satria, Rabu (3/12).

Menurutnya, beberapa program mendesak tidak dapat ditunda sehingga memerlukan dukungan pembiayaan alternatif. Dengan adanya pinjaman tersebut, pemerintah dapat menjalankan proyek infrastruktur utama tanpa mengganggu pelayanan dasar kepada masyarakat.

Selain melalui pinjaman daerah, Pemkab Klungkung juga menyiapkan anggaran fisik 2026 dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Pendanaan ini diharapkan dapat melengkapi pembiayaan proyek strategis yang sudah direncanakan.

Bupati Satria menegaskan bahwa seluruh program diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara menyeluruh. Ia meminta masyarakat tetap mendukung proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan fiskal daerah.

Pemkab juga berkomitmen menjaga transparansi dalam penggunaan anggaran serta memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kerja sama seluruh pihak, ia optimistis target pembangunan 2026 dapat tercapai. (*/ap)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗮𝗸𝘁𝗼𝗿 𝗔𝗱𝗮𝗽𝘁𝗶𝗳 𝗛𝗮𝗱𝗮𝗽𝗶 𝗖𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗘𝗸𝘀𝘁𝗿𝗲𝗺, 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗞𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗞𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀

Desember 03, 2025 0
Bupati Satria Ingatkan Kontraktor Adaptif Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanpa Kurangi Kualitas

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Cuaca ekstrem yang beberapa minggu terakhir kerap berubah cepat dan disertai hujan deras mulai memengaruhi ritme pengerjaan sejumlah proyek pembangunan di Klungkung. Padahal, tenggat penyelesaian hanya menyisakan sekitar dua minggu sebelum akhir tahun anggaran 2025. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai rencana.

Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan bahwa cuaca tidak boleh menjadi alasan terjadinya keterlambatan. Ia meminta seluruh kontraktor menyusun strategi kerja yang lebih adaptif, termasuk memaksimalkan waktu lembur malam apabila diperlukan, selama tidak mengorbankan kualitas pekerjaan.

“Curah hujan yang tidak menentu jangan sampai dijadikan dalih keterlambatan. Kontraktor harus bisa mengatur jadwal, bahkan lembur malam, namun tetap menjaga kualitas,” kata Bupati Satria saat memimpin monitoring dan evaluasi proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Klungkung Daratan bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Rabu (3/12).

Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah pekerjaan fisik, mulai dari Rehabilitasi Sedang UPTD Puskesmas Klungkung II dengan nilai kontrak Rp841,4 juta hingga pembangunan ruang kelas baru, ruang praktik, dan jamban di SKB Banjarangkan senilai Rp1,2 miliar. Pemeriksaan juga dilakukan pada pembangunan Bale Gong, Bale Pesandekan, Bale Kulkul, serta Candi Bentar di Pura Watu Klotok dengan kontrak Rp827 juta.

Bupati Satria Ingatkan Kontraktor Adaptif Hadapi Cuaca Ekstrem, Tanpa Kurangi Kualitas

Selain itu, pemantauan dilakukan terhadap renovasi Pustu Sulang, Kecamatan Dawan dengan nilai kontrak Rp712,7 juta. Proyek pendidikan seperti Rehabilitasi Ruang Kelas SMPN 1 Dawan, pembangunan DPT SMPN 1 Dawan senilai Rp443,8 juta, serta pembangunan DPT SMPN 2 Dawan senilai Rp400,4 juta turut menjadi bagian agenda monev.

Bupati Satria menyampaikan bahwa sebagian besar proyek berjalan sesuai jadwal dan bahkan ada yang telah rampung lebih cepat dari target. Namun demikian, ia tetap menyoroti beberapa pekerjaan yang mengalami perlambatan dan membutuhkan penanganan lebih serius.

Menurutnya, pengawasan harus diperkuat agar tidak ada proyek yang keluar dari spesifikasi teknis maupun melampaui batas waktu yang telah ditetapkan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, konsultan pengawas, dan kontraktor untuk memastikan seluruh bangunan yang dikerjakan benar-benar memenuhi standar.

“OPD terkait saya minta terus meningkatkan pengawasan. Setiap keterlambatan harus segera dicarikan solusi dan jangan sampai mengganggu kualitas,” ujar Bupati Satria.

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu mengingat proyek-proyek tersebut merupakan fasilitas vital bagi layanan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Dengan disiplin yang tinggi, ia optimistis seluruh pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.  (*/ap)
Read More