𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗯𝘂 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗹𝗮𝗻-𝗧𝗼𝘆𝗮𝗽𝗮𝗸𝗲𝗵, 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗥𝘂𝘁𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗶𝗿𝗮𝗺 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 17 Juli 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗯𝘂 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗹𝗮𝗻-𝗧𝗼𝘆𝗮𝗽𝗮𝗸𝗲𝗵, 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗥𝘂𝘁𝗶𝗻 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗶𝗿𝗮𝗺

Warga Nusa Penida Keluhkan Debu Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh, Pemborong Diminta Lebih Rutin Menyiram

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Warga Nusa Penida mengeluhkan debu tebal yang muncul akibat proyek peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pedagang yang berjualan di sepanjang jalur proyek serta para pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Keluhan itu disampaikan melalui media sosial oleh akun Facebook I Made Lumiyarta. Dalam unggahannya, ia meminta pihak pemborong meningkatkan frekuensi penyiraman jalan untuk mengurangi debu yang beterbangan, khususnya saat cuaca panas.

"Tolong pemborong pelebaran jalan Toyapakeh Sampalan, lakukanlah penyiraman jalan pagi sore dan merata. Kami pedagang pinggir jalan hampir putus asa tidak berdaya diserang debu tebal," tulis Lumiyarta.

Menurut warga, debu tidak hanya mengganggu aktivitas usaha, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kesehatan pengguna jalan. Sejumlah pengendara mengaku harus menghirup debu saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama pada siang hingga sore hari ketika kondisi cuaca lebih terik.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Klungkung, I Komang Maryana, menjelaskan bahwa penyedia jasa sebenarnya telah melakukan penyiraman jalan secara rutin dua kali sehari selama pekerjaan berlangsung.

Namun demikian, Maryana mengakui kondisi cuaca panas di Nusa Penida membuat air hasil penyiraman cepat menguap sehingga debu kembali muncul dalam waktu relatif singkat.

"Mengingat cuaca di Nusa Penida sangat panas mengakibatkan air bekas penyiraman cepat menguap. Untuk mengatasi hal tersebut kami sudah memerintahkan penyedia untuk menambah jadwal penyiraman terutama di daerah padat aktivitas penduduk," ujar Maryana.

Selain menambah frekuensi penyiraman, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kontraktor pelaksana untuk mempercepat progres pekerjaan, termasuk tahapan pengaspalan yang diharapkan dapat segera mengurangi dampak debu bagi masyarakat.

"Terkait pengaspalan, kami juga sudah berkoordinasi kepada penyedia untuk segera melakukan percepatan," katanya.

Proyek peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh dikerjakan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan pengawasan CV Dinamika Desain. Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak lebih dari Rp50,6 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Proyek yang dimulai sejak 4 Mei 2026 itu ditargetkan rampung dalam waktu 240 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 360 hari kalender setelah pekerjaan selesai. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar