LENSA BALI: Klungkung

Hot


Tampilkan postingan dengan label Klungkung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Klungkung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗦𝗲𝘁𝗶𝗮𝗽 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗻𝗱𝗶𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽 𝗧𝗮𝗹𝘂𝗱 𝗦𝗲𝗴𝗲𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻

Agustus 09, 2026 0
Setiap Hujan Besar Kebanjiran, Warga Candigara Klungkung Harap Talud Segera Dibangun

DENPASAR, Lensabali.id – Warga yang tinggal di bantaran Sungai Candigara, Desa Kusamba, Klungkung, kembali dihantui ancaman banjir. Kerusakan tanggul akibat luapan sungai membuat bagian pekarangan rumah warga tergerus hingga sebuah kamar mandi roboh.

Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026), kondisi bantaran sungai terlihat memprihatinkan. Selain reruntuhan kamar mandi, dua tiang pelinggih yang nyaris roboh tampak diikat menggunakan tali agar tetap berdiri. Air Sungai Candigara juga terlihat keruh, berbau, dan dipenuhi sampah.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul atau membuat talud untuk mencegah kerusakan semakin meluas, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.

"Kami di sini langganan banjir. Setiap tahun kalau hujan besar pasti naik airnya. Sekarang tanggulnya roboh karena banjir seminggu lalu. Jadi semoga dibantu, minimal dibuatkan talud biar tidak habis pekarangan rumah kami," kata Komang Agus, warga bantaran Sungai Candigara, Kusamba, Minggu (9/8/2026).

Agus menduga kondisi tanggul semakin rusak setelah dilakukan pengerukan sungai. Menurutnya, getaran alat berat yang digunakan saat pengerukan kemungkinan menyebabkan talud mengalami keretakan sebelum akhirnya tergerus luapan air.

Ia mengakui warga memiliki kekeliruan karena membangun sejumlah bangunan di atas talud sungai. Namun, Agus berharap pemerintah setidaknya dapat memperbaiki tanggul yang rusak demi mengantisipasi banjir berikutnya.

"Ini saja taludnya. Karena kami khawatir setiap hujan besar datang," pintanya.

Agus juga mengenang kondisi Sungai Candigara puluhan tahun lalu. Saat masih kecil, ia mengaku kerap mandi di sungai tersebut karena kondisinya masih bersih. Kini, sungai mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah.

"Waktu kecil saya selalu mandi di sungai ini. Sekarang kondisinya seperti ini, keruh dan bau," paparnya.

Plt Perbekel Kusamba, Nengah Suriadi, mengatakan pemerintah desa telah menerima aspirasi warga. Meski mengakui pembangunan rumah di atas talud merupakan kesalahan, ia menilai pembangunan kembali tanggul sungai tetap menjadi kewenangan pemerintah.

"Mengenai ini kami sudah melayangkan surat langsung ke Bapak Bupati. Karena bagaimanapun tanggulnya itu jebol karena banjir. Sehingga kewajiban pemerintah untuk membangunnya," ujar Suriadi.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Klungkung pada Senin (27/7/2026) menyebabkan Sungai Candigara meluap. Arus air kemudian menggerus tanggul hingga merusak bagian pekarangan dan merobohkan kamar mandi serta pelinggih milik warga. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗱𝗲𝗸 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗲𝗺𝗮𝗻𝗮𝘀, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗦𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗠𝗶𝘀𝗸𝗼𝗺𝘂𝗻𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶

Agustus 09, 2026 0
Pemedek Pura Tangkas Kori Agung Sempat Memanas, Pengurus Sebut Miskomunikasi

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Situasi di kawasan Pura Tangkas Kori Agung sempat memanas setelah ratusan pemedek yang mengatasnamakan Pasemetonan Tangkas Kori Agung Bali-Nusantara datang ke lokasi. Kedatangan mereka mendapat pengamanan dari aparat kepolisian di tengah adanya persoalan internal terkait proses pembangunan pura.

Ketegangan terjadi setelah para pemedek mendapati gerbang pura dalam kondisi tertutup. Koordinator pemedek, Ida Bhawati Hermawan Tangkas, kemudian menyampaikan keberatan dan meminta agar rombongan dapat masuk untuk melaksanakan persembahyangan sekaligus mengikuti paruman agung.

"Sejauh ini memang belum ada titik temu dari warga (Pasemetonan) seluruh Bali dan pengempon. Hari ini kami mencoba mengadakan paruman agung dengan tujuan ada titik temu, sehingga dapat jadi acuan bagi Pasemetonan," jelas Hermawan dalam keterangannya, Minggu.

Sebelumnya, beredar poster yang mengajak seluruh pratisentana Tangkas Kori Agung Bali-Nusantara mengikuti persembahyangan bersama dan paruman agung. Perbedaan pandangan mengenai pembangunan pura kemudian disebut menjadi latar belakang munculnya ketegangan.

Namun, Sekretaris Pasemetonan Tangkas Kori Agung, Made Wijaya, membantah adanya konflik internal. Menurutnya, situasi yang terjadi di pintu masuk pura hanya disebabkan miskomunikasi karena akses sedang ditutup selama proses pembangunan berlangsung.

"Sebenarnya tidak ada apa-apa. Pintu gerbang ditutup karena ada bahan bangunan, khawatir bahan-bahan hilang," kata Wijaya.

"Ini miskomunikasi. Namanya pembangunan pura, ada seperti ini masukannya, semua cari benar. Dari pihak saya (pengurus) harus bisa mengelola semua itu, agar semuanya jalan tapi tidak boleh lepas dari bisama," imbuhnya.

Wijaya juga menegaskan pengurus tidak mempermasalahkan kedatangan ratusan pemedek. Ia justru menyebut kehadiran mereka dapat menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan pura sekaligus melaksanakan persembahyangan.

"Kedatangan pemedek ini juga bagus, mereka melihat langsung pembangunan pura, sambil mereka sembahyang. Semua baik, ini kan semeton saya. Ada kekurangan dari saya, pengempon, dari mereka semua itu biasa karena kita semua saudara," ujar Wijaya.

Kapolres Klungkung AKBP Mikael Hutabarat turut turun langsung memimpin pengamanan di lokasi. Polisi memastikan pengamanan dilakukan untuk mencegah situasi berkembang, mengingat jumlah pemedek yang datang cukup banyak.

"Polisi hanya melakukan pelayanan pengamanan agar situasi menjadi lebih baik. Mengingat massa yang datang dalam jumlah cukup banyak itu menjadi fokus kami," kata Mikael.

Setelah dilakukan dialog dan mediasi antara perwakilan pemedek dengan tokoh serta pengurus pura, kondisi berangsur kondusif. Para pemedek kemudian mengikuti persembahyangan bersama dan meninggalkan lokasi secara tertib. (ap)
Read More

𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗙𝘂𝗻 𝗥𝘂𝗻 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗠𝗲𝘁𝘂 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮

Agustus 09, 2026 0
Lepas Fun Run Surya Metu Festival, Wabup Tjok Surya Ajak Promosikan Pariwisata Nusa Penida

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra melepas Fun Run yang menjadi bagian dari rangkaian Surya Metu Festival Vol. III di kawasan Pantai Tanjung Kerambitan, Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (9/8). Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti 284 peserta dari berbagai daerah di Bali dan sekitarnya.

Peserta Fun Run tidak hanya berasal dari kalangan masyarakat umum, tetapi juga melibatkan para pekerja sektor pariwisata yang berada di Nusa Penida. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang turut menambah semarak kegiatan yang memadukan olahraga dengan promosi potensi daerah.

Wabup Tjok Surya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Surya Metu Festival Vol. III. Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang positif untuk mempertemukan kegiatan olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif dalam satu rangkaian kegiatan.

Ia menilai Fun Run memiliki daya tarik tersendiri karena peserta dapat berolahraga sekaligus menikmati suasana dan keindahan alam Nusa Penida. Momentum seperti ini dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat yang datang dari luar daerah.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Melalui Surya Metu Festival ini mari bersama-sama ikut mempromosikan pariwisata Nusa Penida agar ke depannya semakin terus berkembang,” ujar Wabup Tjok Surya.

Lepas Fun Run Surya Metu Festival, Wabup Tjok Surya Ajak Promosikan Pariwisata Nusa Penida

Ketua Panitia Surya Metu Festival Vol. III, I Dewa Ketut Rakendra, menjelaskan Fun Run kali ini menempuh jarak sekitar tujuh kilometer. Peserta memulai perjalanan dari kawasan Tanjung Kerambitan menuju titik balik di Majuh Kangin, Batumulapan, sebelum kembali ke garis finis di lokasi festival.

Rute tersebut menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan. Sepanjang perjalanan, peserta dapat menikmati hamparan pantai dan panorama pesisir Nusa Penida yang menjadi bagian dari kekayaan alam serta potensi pariwisata daerah.

Menurut Rakendra, konsep Fun Run sengaja dikemas tidak hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai pengalaman rekreasi. Peserta diajak menikmati suasana alam sekaligus merasakan semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari Surya Metu Festival.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama. Sementara itu, peserta yang berhasil mencapai garis finis lebih awal mendapatkan apresiasi sebagai tiga besar Fun Run.

Perpaduan olahraga, rekreasi, dan panorama pesisir tersebut membuat Fun Run Surya Metu Festival Vol. III menjadi kegiatan yang tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga membuka ruang promosi pariwisata Nusa Penida. Melalui kegiatan serupa, potensi wisata daerah diharapkan semakin dikenal dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat serta sektor ekonomi kreatif. (*/ap)
Read More

𝗗𝗮𝗻𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀 𝗥𝗽 𝟱𝟱𝟴 𝗝𝘂𝘁𝗮, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝘀𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗔𝗺𝗯𝗹𝗮𝘀

Agustus 09, 2026 0

Dana Desa Dipangkas Rp 558 Juta, Warga Pesinggahan Patungan Perbaiki Jalan Amblas

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Keterbatasan anggaran membuat warga Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, bergotong royong memperbaiki akses jalan yang amblas dan sempat mengisolasi sekitar 21 kepala keluarga (KK).

Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026) pagi, sejumlah warga bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Perbekel Desa Pesinggahan, Nyoman Suastika, bersama Bendesa Adat Pesinggahan, jajaran Polsek Dawan, Babinsa, serta mahasiswa yang tengah menjalani program KKN.

Suastika mengatakan kerusakan jalan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena jalan yang rusak berstatus nonstatus, pemerintah desa bersama warga memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya.

"Hujan deras beberapa waktu lalu membuat jalan ini rusak. Sekitar 21 Kepala Keluarga (KK) terisolir dan butuh perbaikan segera. Karena jalan ini nonstatus, maka ini merupakan tanggung jawab kami. Setelah rembuk bersama, kami sepakat memperbaikinya dengan bergotong royong," terang Suastika.

Namun, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala untuk melakukan pembangunan fisik secara langsung. Dana Desa Pesinggahan tahun ini disebut berkurang sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami sendiri pemerintah desa tidak bisa melaksanakan pembangunan fisik tahun ini karena adanya pengurangan Dana Desa sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen, dari sebelumnya Rp 926 juta di 2025. Itulah mengapa kami berinisiatif meminta sumbangan CSR dari pengusaha yang ada di Pesinggahan," imbuhnya.

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga Dusun Sukahati. Setelah mengalami kerusakan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif berupa jalan setapak yang berada di lahan milik warga.

Perbaikan dilakukan secara manual dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Tahapan awal difokuskan pada pembangunan pondasi sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan rabat beton.

"Hari ini kami akan bangun pondasinya dulu, kemudian menunggu sekitar satu minggu untuk dirabat," jelas Suastika.

Suastika mengapresiasi keterlibatan warga, aparat, mahasiswa, hingga pihak pengusaha yang membantu proses perbaikan. Ia berharap semangat gotong royong tetap terjaga untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.

Jalan di wilayah Sangluh tersebut sebelumnya amblas setelah hujan deras pada Senin (27/7/2026). Pada waktu yang sama, hujan juga memicu luapan Sungai Candigara di Desa Kusamba hingga menyebabkan belasan rumah warga terendam. (ap)
Read More

Jumat, 07 Agustus 2026

𝗕𝘂𝗿𝗼𝗻 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗼𝗯𝗼𝗹𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝘆𝘂𝘄𝗮𝗻𝗴𝗶

Agustus 07, 2026 0
Buron Kasus Pembobolan Warung di Klungkung Ditangkap di Banyuwangi

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klungkung berhasil menangkap seorang pria berinisial L (32), buronan kasus pembobolan warung di Kabupaten Klungkung. Pelaku yang dikenal kerap melakukan aksi serupa dibekuk saat bersembunyi di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Reno Chandra Wibowo mengatakan penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, hingga menganalisis rekaman CCTV yang mengarah pada keberadaan pelaku.

"Tim melacak keberadaan pelaku hingga ke wilayah Banyuwangi. Pada Rabu (5/8/2026), pelaku berhasil diamankan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Wonosobo Rejoagung, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono tanpa perlawanan," ujar Reno, Jumat (7/8/2026).

Reno menjelaskan, aksi pencurian tersebut terjadi di warung milik Ni Nengah Citrajata (51) yang berlokasi di Jalan Galang Sanja, Dusun Kanginan, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 04.30 Wita.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku merusak gerendel pintu sekaligus kamera CCTV. Setelah berhasil masuk ke dalam warung, ia membawa kabur satu tabung gas LPG 3 kilogram dan 40 bungkus rokok berbagai merek.

"Dari seluruh barang yang diambil pelaku, korban mengalami kerugian mencapai Rp2,76 juta," terang Reno.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan korban ke Polres Klungkung. Hasil penyelidikan mengungkap pelaku telah melarikan diri ke Jawa Timur sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Dalam pemeriksaan, L mengaku menjual sebagian rokok hasil curian di kawasan Jalan Puputan, Semarapura Klod, seharga Rp500 ribu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sementara sisa rokok yang belum terjual dikonsumsinya sendiri.

Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Klungkung untuk menjalani proses hukum. Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam aksi pencurian serupa mengingat yang bersangkutan merupakan residivis kasus pembobolan warung. (ap)
Read More

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗦𝗶𝗿𝗸𝘂𝗹𝗮𝗿, 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗞𝗞𝗡-𝗣𝗣𝗠 𝗨𝗚𝗠 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻

Agustus 07, 2026 0
Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Pemkab Klungkung Sambut Baik Hasil KKN-PPM UGM di Nusa Lembongan

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi menerima jajaran civitas akademika dan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam agenda Presentasi Hasil dan Penarikan Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2026, di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (7/8).

Acara tersebut menandai berakhirnya rangkaian pengabdian Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM yang telah dilaksanakan selama 50 hari di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida.

Dalam kesempatan tersebut, tim KKN-PPM UGM memaparkan laporan akhir yang berfokus pada Penguatan Pengelolaan Sampah Hulu-Hilir Berbasis Ekonomi Sirkular. Program kerja ini mencakup empat pilar utama:
  1. Pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sampah mandiri dengan sasaran rumah tangga, sekolah, serta sektor hotel, restoran, dan kafe (horeka).
  2. Pengembangan pertanian terpadu guna mendukung efisiensi zero waste sekaligus ketahanan pangan lokal.
  3. Penerapan teknologi pengolahan sampah residu pada tahap hulu hingga hilir.
  4. Gerakan promosi kesehatan sebagai strategi Quick Win menuju kawasan bebas sampah

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Nusa Penida 2026, Ir. Kurnia Widiastuti, menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Pemkab Klungkung Sambut Baik Hasil KKN-PPM UGM di Nusa Lembongan

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas pendampingan dan kerja sama yang diberikan selama mahasiswa kami menjalankan program. Ini menjadi kesempatan belajar yang luar biasa bagi para mahasiswa," ujar Kurnia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan maupun kekhilafan para mahasiswa selama berinteraksi dengan warga setempat.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyambut positif seluruh rekomendasi serta masukan yang dirumuskan oleh tim mahasiswa UGM. Ia menegaskan bahwa Pemkab Klungkung sangat tertarik untuk menindaklanjuti program-program inovatif tersebut ke dalam kebijakan nyata.

"Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UGM yang telah mengedukasi masyarakat Nusa Penida. Pariwisata merupakan sektor utama kami, dan alangkah baiknya jika potensi alam yang ada turut dibarengi dengan pengembangan wisata edukasi, khususnya terkait pengelolaan sampah," ungkap Bupati Satria. Ia menambahkan bahwa hasil riset dan formulasi program UGM akan dijadikan referensi penting bagi Pemkab Klungkung. Pemerintah daerah berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama yang lebih luas dengan UGM di masa mendatang, termasuk dalam menyusun model edukasi pengelolaan sampah bagi para wisatawan.

Turut hadir dalam kegiatan penarikan tersebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Dewa Komang Aswin, Camat Nusa Penida I Kadek Yoga Kusuma, serta jajaran Rektorat UGM. (*/ap)
Read More

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗧𝗼𝗷𝗮𝗻 𝗞𝗶𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗮 𝗥𝗮𝗸𝘀𝗮𝘀𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗣𝘂𝘁𝗶𝗵 𝗠𝗶𝗻𝗶

Agustus 06, 2026 0
Pemuda Desa Tojan Kibarkan Bendera Raksasa dan Bagikan Ratusan Merah Putih Mini

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di Kabupaten Klungkung. Seorang pemuda di Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, mengibarkan bendera Merah Putih raksasa secara swadaya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Pantauan di lokasi pada Kamis (6/8/2026), bendera berukuran 5 x 7,5 meter tersebut berkibar di atas tiang pipa setinggi 15 meter dan menjadi perhatian warga yang melintas di jalur utama desa.

Made Agus Angga Saputra mengungkapkan tradisi memasang bendera berukuran besar telah lama dilakukan warga di banjarnya setiap bulan kemerdekaan. Seluruh proses, mulai dari pembuatan hingga pemasangan, dilakukan secara mandiri dengan biaya pribadi.

"Memang di Banjar Jelantik Kuribatu, rata-rata kami setiap tahun menaikkan bendera besar-besar. Bendera ini kami buat sendiri dengan biaya sendiri," ujar Angga.

Menurutnya, suasana peringatan kemerdekaan di desanya sebelum pandemi COVID-19 jauh lebih semarak. Kala itu, banyak warga yang tinggal di sepanjang jalan raya ikut memasang bendera raksasa di depan rumah masing-masing. Namun, tradisi tersebut perlahan berkurang setelah pandemi.

Meski demikian, Angga bersama keluarga dan para pemuda setempat berkomitmen menjaga tradisi tersebut agar semangat nasionalisme tetap hidup di tengah masyarakat.

"Tahun ini, saya tetap berupaya memasang bersama keluarga. Harapannya kami bisa tetap semangat menjaga semangat perjuangan para pendahulu kami. Kami terus berjuang bersama memajukan bangsa," katanya.

Angga mengaku kecintaannya terhadap simbol-simbol perjuangan bangsa juga dipengaruhi oleh sosok sang kakek yang merupakan seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Nilai-nilai patriotisme yang diwariskan keluarganya menjadi alasan ia terus mempertahankan tradisi mengibarkan bendera raksasa setiap bulan Agustus.

Tak hanya memasang bendera berukuran besar, Angga juga menyiapkan ratusan bendera Merah Putih berukuran kecil untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang melintas. Bendera tersebut dapat dipasang di sepeda motor maupun mobil sebagai bentuk partisipasi menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan.

"Ya, ini kami juga bagi-bagi bendera. Ukuran kecil buat diikat di sepeda motor dan ada juga yang ditempel di mobil," ujarnya. (ap)
Read More

𝗥𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗡𝗴𝗮𝗯𝗲𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴

Agustus 06, 2026 0
Ringankan Beban Krama, Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Massal di Lima Desa Adat Klungkung

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menyalurkan bantuan stimulan Upakara Pitra Yadnya (Ngaben Massal) kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra di lima desa adat yang tersebar di tiga kecamatan, Kamis (5/8).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati disambut antusias oleh krama desa yang tengah mempersiapkan berbagai sarana upacara menjelang pelaksanaan puncak Ngaben Massal. Selain menyerahkan bantuan, keduanya juga menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat yang bergotong royong menyiapkan prosesi yadnya.

Adapun desa adat yang menerima bantuan meliputi Desa Adat Karang, Kecamatan Nusa Penida, sebesar Rp150 juta untuk pelaksanaan Ngaben Massal bagi 88 sawa. Selanjutnya Banjar Adat Sangkanbuana, Desa Adat Sangkanbuana, menerima bantuan Rp105 juta untuk 23 sawa.

Bantuan juga disalurkan kepada Banjar Adat Pegeding, Desa Adat Sangkanbuana, sebesar Rp150 juta untuk 35 sawa, Desa Adat Gunaksa sebesar Rp105 juta bagi 26 sawa, serta Desa Adat Besan sebesar Rp150 juta yang akan mengupacarai 60 sawa.

Program bantuan Upakara Pitra Yadnya merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Klungkung yang bertujuan mendukung pelestarian adat dan budaya Bali sekaligus meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara keagamaan.

Sesuai kebijakan pemerintah daerah, bantuan diberikan sebesar Rp5 juta untuk setiap sawa dengan nilai maksimal Rp150 juta bagi setiap kelompok atau desa adat yang melaksanakan Ngaben Massal secara bersama-sama.

Ringankan Beban Krama, Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Massal di Lima Desa Adat Klungkung

Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan nyata kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, pelaksanaan Ngaben Massal tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi media memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan semangat nyama braya di tengah kehidupan masyarakat adat.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan beban dalam melaksanakan prosesi Pitra Yadnya/Ngaben Massal. Titiang atas nama pribadi dan Pemerintah mendoakan dumogi upacara labda karya dan sang palatra polih genah sane becik, Nyujur Sunia Loka dan Amor Ing Acintya,” ujar Bupati Satria.

Penyaluran bantuan yang dilakukan menjelang puncak pelaksanaan Ngaben Massal pada 7 Agustus 2026 ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam melestarikan adat, agama, dan budaya Bali sebagai identitas serta warisan yang harus terus dijaga. (*/ap)
Read More

𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗷𝘂𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗦𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗗𝘂𝗮 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻𝗶

Agustus 06, 2026 0
Kabel Menjuntai di Klungkung Dikeluhkan Warga, Sudah Dua Bulan Belum Ditangani

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Warga Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, mengeluhkan keberadaan kabel yang menjuntai di sepanjang Jalan Pantai Klotok karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Meski telah dilaporkan kepada pemerintah desa sejak lebih dari dua bulan lalu, hingga kini belum ada tindak lanjut.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Tojan, I Ketut Sugiana, mengatakan kondisi kabel yang semakin rendah berpotensi mencelakai pengendara, terutama saat malam hari ketika pencahayaan di kawasan tersebut minim.

"Kami lihat kabel yang menjuntai ini sudah terlalu ke bawah dan bisa membahayakan warga. Ini sudah ada dua bulan lebih. Kami sudah coba melapor ke pihak pemerintah desa, tapi belum direspons," ujar Sugiana, Kamis (6/8/2026).

Sugiana berharap instansi terkait segera mengambil langkah penanganan sebelum insiden yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.

"Kita minta untuk diperbaiki dan dirapikan segera. Jangan sampai ada korban dulu," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel terlihat menggantung rendah di beberapa titik sepanjang Jalan Pantai Klotok. Bahkan, sebagian kabel juga tampak berada di area trotoar sehingga membuat sejumlah pengendara harus mengurangi kecepatan dan menghindarinya saat melintas.

Menurut Sugiana, kondisi tersebut sangat berisiko karena kabel bisa mengenai tubuh, khususnya bagian leher pengendara sepeda motor.

"Ini bisa dilihat, pengendara bisa kena lehernya. Kalau malam jalanan gelap. Jadi sangat berbahaya," katanya.

Ia berharap laporan masyarakat kali ini mendapat perhatian serius, mengingat persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung juga telah menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas penataan kabel semrawut. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra meminta seluruh pihak terkait memastikan pemasangan kabel, khususnya milik penyedia layanan telekomunikasi, dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan. (ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗜𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗥𝗮𝗸𝗼𝗿 𝗠𝗲𝗻𝗱𝗮𝗴𝗿𝗶, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗢𝗣𝗗 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵

Agustus 05, 2026 0
Ikuti Rakor Mendagri, Bupati Satria Ajak OPD Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih

SURABAYA, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang digelar di Ruang Singhasari, Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Selasa (4/8). Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Kegiatan ini diikuti oleh para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia dengan tujuan memperkuat komitmen bersama dalam mencegah tindak pidana korupsi serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berorientasi pada pelayanan publik.

Dalam rakor tersebut, sejumlah isu strategis menjadi pembahasan utama, mulai dari pemetaan risiko pada sektor-sektor rawan korupsi, penguatan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, peningkatan tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, hingga penguatan kepemimpinan kepala daerah yang berintegritas.

Bupati Satria menilai forum tersebut memiliki peran penting sebagai wadah penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang semakin profesional, efektif, dan bebas dari praktik korupsi.

Menurutnya, penguatan integritas tidak cukup hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga harus dibangun melalui budaya kerja yang menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan kepada masyarakat.

Usai mengikuti rakor, Bupati Satria meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk segera menindaklanjuti berbagai poin penting yang disampaikan dalam forum tersebut, khususnya terkait upaya pencegahan risiko dan penguatan sistem pengawasan internal.

Ikuti Rakor Mendagri, Bupati Satria Ajak OPD Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Ia menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus terus meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pengelolaan keuangan yang transparan, pengawasan yang efektif, serta pengambilan keputusan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Mengikuti rakor ini merupakan wujud komitmen nyata Pemkab Klungkung dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Saya mengajak seluruh OPD agar menindaklanjuti poin-poin penting pencegahan risiko serta memperkuat pengawasan internal secara berkelanjutan sehingga pencegahan korupsi bukan hanya sebatas kepatuhan administratif, melainkan budaya kerja dan pelayanan publik yang berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berintegritas. Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Melalui keikutsertaan dalam rapat koordinasi nasional ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pencegahan korupsi, meningkatkan kualitas pengawasan internal, serta menghadirkan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (*/ap)
Read More

Selasa, 04 Agustus 2026

𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗙𝗚𝗗 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗞𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗧𝗿𝗶 𝗛𝗶𝘁𝗮 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵

Agustus 04, 2026 0
Wabup Tjok Surya Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, membuka Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Sampah Rumah Tangga Berbasis Tri Hita Karana Kelurahan Semarapura Tengah di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat dan kearifan lokal Bali.

FGD tersebut mengangkat dua agenda utama, yakni memotret kondisi tata kelola sampah yang telah berjalan di Kabupaten Klungkung serta merumuskan strategi pengelolaan sampah rumah tangga yang berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana sebagai pedoman menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan apresiasi kepada Universitas Udayana yang telah memilih Kelurahan Semarapura Tengah sebagai lokasi penelitian terkait pengelolaan sampah berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, keterlibatan kalangan akademisi sangat penting dalam menghasilkan kajian yang mampu memberikan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat.

“Kami berharap hasil penelitian dari Universitas Udayana ini tidak berhenti di atas kertas sebagai teori belaka, melainkan menjadi bahan kajian komprehensif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan demi kebaikan masyarakat,” ujar Wabup Tjok Surya.

Wabup Tjok Surya Buka FGD Tata Kelola Sampah Berbasis Tri Hita Karana di Semarapura Tengah

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penanganan persoalan sampah tidak dapat hanya mengandalkan penyediaan sarana, prasarana, maupun teknologi pengolahan semata. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh perubahan perilaku dan keterlibatan aktif masyarakat sejak dari lingkungan rumah tangga.

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari proses pemilahan dan pengurangan sampah di sumbernya. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan sistem pengelolaan yang efektif dan berkelanjutan.

Wabup juga menyoroti pentingnya peran lembaga adat dalam mendukung upaya tersebut. Di Bali, keberadaan desa adat memiliki pengaruh kuat dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan mesin atau alat semata, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat sejak dari rumah tangga. Peran lembaga adat sangat besar dan berpengaruh di Bali, sehingga sinergi antara dinas dan adat menjadi syarat mutlak keberhasilan tata kelola lingkungan ini,” tegasnya.

Melalui forum diskusi ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap lahir berbagai rekomendasi dan solusi yang aplikatif untuk memperkuat tata kelola sampah rumah tangga di Kelurahan Semarapura Tengah maupun wilayah Kabupaten Klungkung secara umum. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Ida Bagus Gede Eka Putra, akademisi Universitas Udayana I Komang Gde Sukarsa, Lurah Semarapura Tengah, Bendesa Adat, serta sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya. (*/ap)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗟𝘂𝗻𝗰𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗳𝘁 𝗟𝗮𝘂𝗻𝗰𝗵𝗶𝗻𝗴 𝗖𝗮𝗹𝗹 𝗖𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿 𝟭𝟭𝟮, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗿𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴

Agustus 04, 2026 0

Bupati Satria Luncurkan Soft Launching Call Center 112, Perkuat Layanan Darurat Terintegrasi di Klungkung


KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis teknologi. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Soft Launching layanan darurat terintegrasi Call Center 112 yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra di Ruang Rapat Kantor Inspektorat Kabupaten Klungkung, Senin (3/8).

Peluncuran layanan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan sistem pelayanan kedaruratan yang lebih cepat, mudah diakses, dan terintegrasi bagi seluruh masyarakat Klungkung. Melalui satu nomor panggilan, masyarakat dapat memperoleh bantuan dalam berbagai situasi darurat tanpa harus menghubungi banyak instansi secara terpisah.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa keberhasilan layanan Call Center 112 sangat bergantung pada kolaborasi seluruh perangkat daerah dan instansi terkait. Karena itu, sistem ini dirancang sebagai pusat koordinasi yang mampu menghubungkan berbagai unsur pelayanan kedaruratan dalam satu jaringan terpadu.

Menurutnya, kehadiran Call Center 112 bukan sekadar pemanfaatan teknologi informasi, tetapi juga bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, respons terhadap berbagai kondisi darurat dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif.

“Ketika terjadi kebakaran, kecelakaan, kondisi medis darurat, bencana, ataupun situasi lain yang membutuhkan penanganan segera, masyarakat tidak perlu bingung mencari nomor telepon berbagai instansi. Cukup menghubungi nomor 112, dan pemerintah akan bergerak secara terpadu,” ujar Bupati Satria.

Bupati juga menyoroti tantangan pelayanan kedaruratan di Kabupaten Klungkung yang memiliki karakteristik wilayah daratan dan kepulauan, khususnya Nusa Penida. Kondisi geografis tersebut menuntut adanya sistem komunikasi dan koordinasi yang kuat agar pelayanan dapat menjangkau seluruh wilayah secara optimal.

Bupati Satria Luncurkan Soft Launching Call Center 112, Perkuat Layanan Darurat Terintegrasi di Klungkung

Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen terus mengembangkan layanan ini melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang lebih modern, serta penguatan sistem komunikasi dan evaluasi secara berkelanjutan.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menjadikan Call Center 112 sebagai simbol kehadiran pemerintah yang cepat, tanggap, dan tulus melayani, dengan semangat Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta tekad bersama membangun Klungkung yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tambahnya.

Ketua Tim Fokus Early Warning System (EWS), Wibo Novoardi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menghadirkan layanan tersebut. Ia menilai Call Center 112 akan memberikan nilai tambah bagi kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Menurutnya, Klungkung menjadi daerah kelima yang melaksanakan peluncuran layanan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa, menjelaskan bahwa pengembangan Call Center 112 telah dimulai sejak tahun 2024. Layanan bebas pulsa ini berfungsi sebagai pusat komando tunggal (single emergency number) yang dapat digunakan untuk melaporkan berbagai kondisi darurat seperti kebakaran, kecelakaan lalu lintas, tindak kriminal, bencana alam, hingga kegawatdaruratan medis. Ia menegaskan bahwa kehadiran Call Center 112 tidak menggantikan layanan yang sudah ada, melainkan melengkapi sistem pelayanan agar koordinasi penanganan keadaan darurat dapat berlangsung lebih efektif dan terintegrasi. (*/ap)
Read More

𝗗𝘂𝗮 𝗪𝗡 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗗𝗲𝗽𝗼𝗿𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗜𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺𝗶 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿𝗮𝗻

Agustus 04, 2026 0
Dua WN China di Nusa Penida Terancam Deportasi, Imigrasi Dalami Dugaan Pelanggaran

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Kantor Imigrasi Klungkung tengah mendalami dugaan pelanggaran keimigrasian yang melibatkan dua warga negara (WN) China yang menjalankan usaha di Nusa Penida. Langkah tersebut dilakukan setelah inspeksi mendadak yang digelar tim gabungan bersama Pemerintah Kabupaten Klungkung menemukan indikasi ketidaksesuaian dokumen keimigrasian dengan aktivitas yang dilakukan.

Kasubsi TI Inteldakim Imigrasi Klungkung, Asanda Eventualis Tejarahman, mengungkapkan temuan tersebut berasal dari sidak yang menyasar sejumlah usaha milik warga negara asing di Desa Ped, Nusa Penida.

"Dari sidak yang dipimpin Bupati Klungkung ke tiga lokasi, memang kami temukan ada WN China yang visanya kita temukan bermasalah. Saat ini kami menindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan," ujar Asanda, Senin (3/8/2026).

Dua warga negara China yang dimaksud berinisial WN dan KL. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya diduga menggunakan visa bisnis, namun ditemukan menjalankan aktivitas sebagai instruktur selam di Nusa Penida.

Menurut Asanda, pihak Imigrasi segera memanggil kedua WNA tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Jika terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian, sanksi terberat yang dapat dikenakan adalah deportasi.

"Memang ada visa yang tidak sesuai. Rencana hari ini atau paling lambat besok kita akan panggil. Hasilnya, jika memang ada kesalahan, paling parah kita deportasi," tegasnya.

Selain kasus tersebut, Imigrasi Klungkung juga meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan adanya tenaga kerja asing ilegal. Fokus utama pengawasan diarahkan pada WNA yang masuk menggunakan visa kunjungan atau liburan namun diduga bekerja secara aktif di wilayah Nusa Penida.

"Kalau kasus WN China ini dalam prosesnya bisa jadi kita berikan waktu selama ada upaya perbaikan. Karena memang sudah jelas ada visanya. Kita justru fokus ke WNA yang diam-diam bekerja dengan visa liburan," kata Asanda.

Dalam pelaksanaan pengawasan, Imigrasi mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk keterbatasan personel serta belum tersedianya pos pengawasan khusus di Nusa Penida. Meski demikian, pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing akan terus diperkuat.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar pemantauan terpadu terkait tenaga kerja asing dan kepatuhan usaha pariwisata di Nusa Penida. Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Klungkung I Made Satria itu menyasar sejumlah usaha milik WNA yang beroperasi di Desa Ped.

Satria menegaskan seluruh pelaku usaha asing wajib memenuhi ketentuan yang berlaku, mulai dari dokumen keimigrasian, izin usaha, perizinan bangunan, hingga kewajiban perpajakan daerah.

"Kunjungan ini untuk memastikan setiap usaha dari warga negara asing yang ada di Kecamatan Nusa Penida mematuhi regulasi yang berlaku," kata Satria.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila pelaku usaha mengabaikan kewajiban tersebut. "Kami akan memberikan surat peringatan. Jika sampai SP3 segala perizinannya tidak juga dilengkapi, dan masih ada permasalahan keimigrasian, kami tidak segan untuk menutup usahanya," tegasnya.

Pemkab Klungkung menegaskan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan agar seluruh aktivitas usaha di Nusa Penida berjalan sesuai aturan serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan masyarakat setempat. (ap)
Read More

𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟴𝟭 𝗥𝗜, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗣𝘂𝘁𝗶𝗵 𝗱𝗶 𝗧𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀

Agustus 04, 2026 0
Sambut HUT ke-81 RI, Bupati Satria Pimpin Gerakan Pemasangan Bendera Merah Putih di Titik Strategis

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Klungkung menggelar gerakan pemasangan Bendera Merah Putih secara serentak di sejumlah titik strategis, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangkitkan semangat nasionalisme dan patriotisme di tengah masyarakat.

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra serta Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana. Gerakan diawali dari kawasan depan Kantor Bupati Klungkung sebelum dilanjutkan ke sejumlah lokasi publik lainnya.

Pemasangan Bendera Merah Putih dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus mengajak masyarakat untuk turut menyemarakkan bulan kemerdekaan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan bahwa pengibaran Bendera Merah Putih tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya, melalui aksi tersebut pemerintah ingin memberikan contoh secara langsung kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi mengibarkan Bendera Merah Putih di rumah, lingkungan kerja, sekolah, maupun ruang publik lainnya selama bulan Agustus.

Sambut HUT ke-81 RI, Bupati Satria Pimpin Gerakan Pemasangan Bendera Merah Putih di Titik Strategis

“Kami ingin memberikan teladan secara langsung. Harapannya, semangat nasionalisme ini dapat tertular kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Klungkung untuk bersama-sama mengibarkan Bendera Merah Putih di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati Satria.

Sementara itu, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra mengimbau seluruh elemen masyarakat, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, hingga masyarakat umum untuk mulai memasang Bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai ajakan untuk terus berkontribusi mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, serta semangat menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sebanyak 200 Bendera Merah Putih untuk dipasang dan disebarluaskan di sejumlah kawasan strategis di wilayah Kabupaten Klungkung.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin terasa di seluruh wilayah. Selain mempercantik kawasan publik, kehadiran Bendera Merah Putih diharapkan mampu membangkitkan semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/ap)
Read More

Senin, 03 Agustus 2026

𝗢𝗺𝗯𝗮𝗸 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗚𝗼𝗮 𝗟𝗮𝘄𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝗰𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗜𝗺𝗯𝗮𝘂 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗱𝗲𝗸 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘄𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮𝗮𝗻

Agustus 03, 2026 0
Ombak Besar di Goa Lawah, Pecalang Imbau Pemedek Tingkatkan Kewaspadaan

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Aktivitas ritual keagamaan di kawasan Pantai Goa Lawah, Klungkung, berlangsung di tengah kondisi gelombang laut yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir. Situasi tersebut membuat pecalang dan petugas keamanan adat meningkatkan pengawasan serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menjalankan prosesi di pesisir pantai.

Pantai Goa Lawah selama ini menjadi salah satu lokasi penting pelaksanaan berbagai ritual keagamaan Hindu, termasuk prosesi nganyut dan melukat. Padatnya aktivitas pamedek di area bibir pantai membuat aspek keselamatan menjadi perhatian utama, terutama saat kondisi laut kurang bersahabat.

Pecalang Desa Pesinggahan sekaligus penjaga Pantai Goa Lawah, Wayan Alit, mengatakan gelombang dan arus laut belakangan ini terpantau lebih kuat dibanding biasanya sehingga warga diminta tidak mengabaikan faktor keselamatan selama menjalankan ritual.

"Kondisi ombak belakangan ini cukup besar dan arusnya lumayan kencang. Kami minta para pamedek yang melangsungkan prosesi nganyut atau melukat agar selalu waspada, jangan terlalu ketengah, dan mengikuti petunjuk dari petugas," ujar Wayan Alit saat ditemui di Pantai Goa Lawah, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, meskipun seluruh rangkaian kegiatan keagamaan hingga kini berjalan lancar, pengawasan di kawasan pantai terus diperketat. Petugas secara rutin memberikan peringatan kepada warga yang berada terlalu dekat dengan garis pantai, terutama ketika gelombang mulai meninggi.

Gelombang di kawasan Goa Lawah dikenal dapat berubah secara tiba-tiba, khususnya saat air laut pasang. Untuk mengantisipasi potensi kecelakaan, belasan personel pecalang disiagakan secara bergiliran di sepanjang area pantai yang menjadi lokasi aktivitas ritual.

Selain itu, para orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain terlalu dekat dengan ombak. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan.

"Kami ingin seluruh rangkaian upacara warga berjalan lancar dan khusyuk, tapi keselamatan tetap yang paling utama. Jika ombak mendadak tinggi, kami tentu langsung meminta warga untuk mundur sebentar ke batas aman," tegas Alit.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan karena kawasan pantai tersebut pernah mengalami insiden yang merenggut korban jiwa. Seorang warga yang sedang menjalankan upacara keagamaan dilaporkan pernah terseret ombak hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.

"Jangan kejadian lagi. Juga hal-hal lain yang tidak kita inginkan bersama," pungkasnya.

Melalui pengawasan yang diperketat dan kepatuhan warga terhadap arahan petugas, diharapkan seluruh prosesi keagamaan di Pantai Goa Lawah dapat berlangsung aman, tertib, dan tetap khusyuk tanpa mengabaikan faktor keselamatan. (ap)
Read More

𝗥𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗦𝗮𝗹𝘂𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗡𝗴𝗮𝗯𝗲𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮

Agustus 03, 2026 0
Ringankan Beban Krama, Bupati Satria Salurkan Bantuan Ngaben Massal di Nusa Penida

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria menyerahkan Bantuan Sesajen Pitra Yadnya (Ngaben Massal) Berbasis Desa Adat kepada sejumlah desa adat dan banjar adat di Kecamatan Nusa Penida, Senin (3/8). Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam mendukung pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang tetap hidup di tengah masyarakat.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Satria juga melaksanakan kegiatan melayat sekaligus bertemu dengan masyarakat yang tengah mempersiapkan pelaksanaan upacara Ngaben Massal. Kehadiran pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan dukungan moral maupun bantuan nyata kepada krama adat yang akan melaksanakan rangkaian upacara Pitra Yadnya.

Pada kesempatan itu, bantuan stimulan diserahkan kepada Desa Adat Sebunibus sebesar Rp150 juta, Banjar Adat Nyuh Kukuh sebesar Rp75 juta, serta Banjar Adat Serangen yang berada di wilayah Desa Adat Ped sebesar Rp55 juta.

Program bantuan sesajen Ngaben Massal merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Klungkung yang sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Klungkung dalam memperkuat eksistensi adat, tradisi, seni, dan budaya Bali.

Melalui program ini, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan langsung kepada masyarakat adat agar pelaksanaan upacara keagamaan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan beban ekonomi yang terlalu berat bagi krama yang terlibat.

Ringankan Beban Krama, Bupati Satria Salurkan Bantuan Ngaben Massal di Nusa Penida

Bupati Satria mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan kehadiran pemerintah dalam mendukung pelaksanaan upacara yadnya yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali.

Menurutnya, pelaksanaan Ngaben Massal tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan semangat nyama braya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat adat.

“Semoga dengan bantuan ini nantinya dapat memberikan manfaat dan tentunya melancarkan Upacara Pitra Yadnya/Ngaben Massal Desa Adat, serta sawa (almarhum) mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, Nyujur Sunia Loka dan Amor Ing Acintya,” ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, bantuan sesajen untuk penunjang Ngaben Massal diberikan dengan besaran Rp5 juta per sawa atau paling banyak Rp150 juta untuk setiap kelompok atau desa adat. Skema bantuan tersebut dirancang untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang melaksanakan upacara secara gotong royong melalui desa adat maupun banjar adat.

Penyerahan bantuan dilakukan menjelang puncak pelaksanaan Ngaben Massal yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap program ini dapat terus mendukung kelancaran pelaksanaan upacara adat dan keagamaan sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya Bali yang menjadi identitas masyarakat Klungkung. (ap)
Read More

𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝘂𝘀 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗣𝗦𝗡 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗣𝗦𝗡 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗶𝘁𝗿𝗮 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗶𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮

Agustus 03, 2026 0
Sambut Pengurus Baru PSN Klungkung, Bupati Satria PSN Harus Jadi Mitra Strategis Pembinaan Karakter Generasi Muda

KLUNGKUNG, Lensabali.id  - Bupati Klungkung I Made Satria menerima audiensi jajaran pengurus baru Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Daerah Kabupaten Klungkung masa bakti 2026–2031 di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Minggu (2/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi Pinandita dalam mendukung pembangunan karakter masyarakat berbasis nilai-nilai agama dan budaya.

Audiensi ini dilaksanakan setelah suksesnya penyelenggaraan Lokasabha III PSN Korda Kabupaten Klungkung yang digelar pada 19 Juli 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, pengurus baru memperkenalkan susunan kepengurusan sekaligus menyampaikan arah kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Ketua PSN Korda Kabupaten Klungkung, Pinandita I Wayan Sumanaya, memaparkan hasil pelaksanaan Lokasabha III yang berlangsung sesuai mekanisme organisasi. Selain itu, ia juga menjelaskan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan dalam upaya meningkatkan peran Pinandita di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, PSN berkomitmen memperkuat pembinaan spiritual umat Hindu sekaligus menjaga kelestarian adat, seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Klungkung. Untuk itu, pihaknya berharap hubungan kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat terus ditingkatkan.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga rohani atau Pinandita sangat penting demi menciptakan keharmonisan masyarakat serta penguatan karakter kebudayaan di Klungkung. PSN Klungkung siap membantu pemerintah daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi,” ujar Pinandita I Wayan Sumanaya.

Dalam audiensi tersebut, PSN Korda Klungkung juga menyampaikan sejumlah aspirasi organisasi. Salah satunya terkait kebutuhan sekretariat sebagai pusat kegiatan dan pelayanan organisasi. Mengingat selama satu dekade berdiri PSN belum memiliki kantor sendiri, pihaknya memohon dukungan penggunaan aset bangunan milik pemerintah daerah untuk dijadikan sekretariat.

Sambut Pengurus Baru PSN Klungkung, Bupati Satria PSN Harus Jadi Mitra Strategis Pembinaan Karakter Generasi Muda

Selain itu, PSN juga mengajukan dukungan alokasi belanja langsung guna menunjang operasional organisasi serta pelaksanaan program pembinaan yang menyentuh masyarakat secara luas.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru PSN Korda Klungkung. Ia menilai keberadaan organisasi Pinandita memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat.

Terkait permohonan sekretariat dan dukungan operasional, Bupati menyatakan akan mengupayakan solusi terbaik meskipun saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi tantangan fiskal. Ia juga akan menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk melakukan koordinasi dan kajian lebih lanjut terhadap usulan tersebut agar dapat disesuaikan dengan kemampuan daerah serta kebutuhan organisasi.

Lebih lanjut, Bupati Satria berharap PSN dapat terus mengambil peran aktif dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, para rohaniawan memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi penerus agar tetap berpegang pada nilai agama, budaya, dan etika kehidupan. “Generasi muda harus kita bina dengan baik agar tidak melenceng. Kalau generasi muda kita tidak benar, mau dibawa ke mana Kabupaten Klungkung ini?” tegas Bupati Satria. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan yang dihadiri jajaran Pinandita, pengurus, serta anggota PSN Korda Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

𝗞𝗮𝗯𝘂𝗿 𝗸𝗲 𝗝𝗮𝘄𝗮 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗶 𝗕𝗼𝘆𝗼𝗹𝗮𝗹𝗶

Agustus 03, 2026 0
Kabur ke Jawa Tengah, Pencuri Emas Warga Nusa Penida Ditangkap di Boyolali

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Aparat Polsek Nusa Penida berhasil mengungkap kasus pencurian perhiasan emas milik seorang warga dengan nilai kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Pelaku berinisial TIN (19) ditangkap di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, setelah sempat melarikan diri keluar Bali usai menjalankan aksinya.

Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat (31/7/2026) setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan dan pelacakan terhadap keberadaan pelaku.

"Usai melancarkan aksinya, pelaku sempat melarikan diri ke luar Bali sebelum akhirnya berhasil kami amankan di Boyolali, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026)," ujar Kesuma, Minggu (2/8/2026).

Korban berinisial KS diketahui mengenal pelaku. Kedekatan tersebut dimanfaatkan TIN untuk mendatangi rumah korban pada Selasa (21/7/2026). Saat berada di lokasi, pelaku berpura-pura meminjam setrika agar dapat masuk ke dalam rumah tanpa menimbulkan kecurigaan.

Ketika korban lengah, pelaku diam-diam masuk ke kamar dan mengambil sejumlah perhiasan emas yang tersimpan di dalamnya. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut setelah menyadari barang berharganya telah hilang.

"Akibat kehilangan itu korban mengalami kerugian mencapai Rp37,2 juta lebih," terang Kesuma.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Jalak Nusa langsung melakukan penyelidikan intensif. Hasil penelusuran mengarah pada keberadaan pelaku yang diketahui telah meninggalkan Bali dan berada di wilayah Jawa Tengah.

Tim kemudian berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Teras untuk melakukan penangkapan. Pelarian pelaku berakhir saat petugas menemukan TIN berada di sebuah warung makan di kawasan Boyolali.

Tanpa perlawanan, perempuan berusia 19 tahun itu langsung diamankan dan dibawa kembali ke Bali untuk menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolsek Nusa Penida.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun. Kesuma menegaskan pengungkapan kasus tersebut menjadi bagian dari hasil Operasi Pekat Agung 2026. "Sejauh apa pun pelaku berusaha melarikan diri, akan kami kejar dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya. (ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟰𝟬 𝗦𝗧𝗧 𝗟𝗼𝗸𝗮 𝗕𝗶𝗻𝗮 𝗠𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗮, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮: 𝗦𝗲𝗸𝗲𝗵𝗮 𝗧𝗿𝘂𝗻𝗮 𝗚𝗮𝗿𝗱𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗱𝗲𝗽𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 02, 2026 0

Hadiri HUT ke-40 STT Loka Bina Manggala, Wabup Tjok Surya: Sekeha Truna Garda Terdepan Pelestarian Seni dan Budaya Bali

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 Sekeha Truna Truni (STT) Loka Bina Manggala yang berlangsung di Balai Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Sabtu (1/8). Kehadiran Wabup menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap peran generasi muda dalam menjaga keberlangsungan adat, seni, dan budaya Bali.

Perayaan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri perwakilan DPR RI, Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Klungkung I Nyoman Suwirta, Anggota DPRD Kabupaten Klungkung Ni Ketut Sukarni, Bendesa Adat Besang Kawan dan Besang Kangin, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ketua STT Loka Bina Manggala, I Kadek Arya Pradnyantara, mengatakan peringatan HUT ke-40 tahun ini mengusung tema “Mulat Sarira, Bangkit Nincapang Karya”. Tema tersebut mengajak seluruh anggota untuk melakukan introspeksi diri sebagai landasan memperbaiki kualitas diri dan organisasi.

Menurutnya, semangat tersebut harus diwujudkan melalui karya nyata, mempererat rasa persaudaraan, serta meningkatkan kontribusi terhadap organisasi, desa adat, dan masyarakat. Ia berharap tema yang diangkat tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi pedoman dalam menjaga kekompakan dan keberlanjutan organisasi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan apresiasi atas konsistensi STT Loka Bina Manggala yang selama empat dekade tetap aktif menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus berperan dalam pelestarian budaya di lingkungan desa adat.

Ia menegaskan bahwa sekeha truna memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai tradisi, seni, adat, dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Hadiri HUT ke-40 STT Loka Bina Manggala, Wabup Tjok Surya: Sekeha Truna Garda Terdepan Pelestarian Seni dan Budaya Bali

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Sekeha Truna Loka Bina Manggala karena konsisten melestarikan tradisi, seni, adat, dan budaya,” ujar Wabup Tjokorda Surya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung eksistensi generasi muda, Wabup mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026 Pemkab Klungkung telah meluncurkan program berbasis kebudayaan yang ditujukan khusus bagi sekeha truna. Program tersebut diwujudkan melalui pemberian Dana Apresiasi Seni dan Budaya kepada seluruh STT di Kabupaten Klungkung.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan stimulus dan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus menjaga warisan budaya daerah. Terlebih, budaya menjadi salah satu fondasi utama yang menopang keberlangsungan sektor pariwisata Bali.

Menutup sambutannya, Wabup Tjokorda Surya mengucapkan selamat ulang tahun ke-40 kepada STT Loka Bina Manggala. Ia berharap organisasi kepemudaan tersebut terus berkembang menjadi sekeha truna yang tangguh, berkarakter, inovatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di masa depan. Perayaan HUT juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, pengundian doorprize, serta berbagai pertunjukan hiburan yang melibatkan anggota STT dan masyarakat setempat. (*/ap)
Read More