𝗔𝗻𝘁𝗶𝘀𝗶𝗽𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿, 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 - LENSA BALI

Hot


Jumat, 04 September 2026

𝗔𝗻𝘁𝗶𝘀𝗶𝗽𝗮𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗶𝗿, 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗠𝗮𝘁𝗶 𝗱𝗶 𝗣𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗻𝗼𝗿𝗺𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶


Antisipasi Banjir, Sungai Mati di Pikat Klungkung Dinormalisasi

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Aliran Sungai Mati (Tukad Mati) di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, dinormalisasi sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Sungai yang hanya dialiri air saat hujan itu selama ini kerap meluap hingga menggenangi rumah warga dan persawahan.

Sekretaris Desa Pikat, I Putu Merta, mengatakan warga menyambut baik pengerukan tersebut. Sebab, luapan sungai hampir selalu menjadi persoalan setiap musim hujan.

"Warga sangat bersyukur dengan adanya bantuan pengerukan tersebut. Karena setiap musim hujan tiba, sungai mati ini menjadi bencana langganan warga," kata Putu Merta, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, luapan Sungai Mati biasanya berdampak pada permukiman di Dusun Intaran dan Dusun Buug. Air juga kerap menggenangi lahan persawahan di sekitar Subak Telaga.

Kondisi tersebut dipicu alur sungai yang relatif sempit dan dangkal. Karena hanya mengalir ketika hujan turun, debit air yang meningkat membuat sungai lebih mudah meluap ke wilayah sekitarnya.

Normalisasi dilakukan selama 25 hari melalui kolaborasi anggaran Pemerintah Kabupaten Klungkung dan anggota legislatif asal Desa Pikat.

"Normalisasi sejauh ini dilaksanakan selama 25 hari. Biayanya berasal dari Pemkab Klungkung 15 hari dan dari anggota DPRD Klungkung dan Provinsi asal Desa Pikat, sebanyak 10 hari," terangnya.

Pengerukan dilakukan untuk memperdalam dan memperlebar alur sungai sehingga kapasitas tampung air meningkat ketika hujan deras. Namun, efektivitas normalisasi tersebut belum dapat terlihat karena hujan belum turun di wilayah tersebut.

"Sejak dikeruk, kondisi belum ada hujan," imbuh Merta.

Meski pengerukan di wilayah Desa Pikat telah rampung, warga masih menyimpan kekhawatiran terhadap aliran sungai dari wilayah sekitar. Salah satunya aliran Sungai Pikat yang berada di Desa Pesinggahan dan hingga kini belum dinormalisasi.

"Namun kondisi sekarang yang masih agak rawan itu aliran dari Sungai Pikat yang ada di Desa Pesinggahan, yang masih belum dinormalisasi. Kemungkinan akan menggenang lagi jika hujan, karena di bagian hilir masih sempit dan belum dalam," pungkasnya.

Pemerintah desa berharap normalisasi dapat mengurangi risiko genangan saat musim hujan. Di sisi lain, penanganan aliran sungai di wilayah sekitar juga dinilai penting agar upaya mengantisipasi banjir dapat berjalan lebih menyeluruh. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar