KARANGASEM, Lensabali.id – Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi yang digelar TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem didorong tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang yang mempertemukan petani, pelaku IKM/UMKM dan masyarakat secara langsung. Pola tersebut dinilai dapat memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Koster menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Taman Budaya Kapten AA Made Karang Candra Buana, Karangasem, Jumat (4/9). Ia hadir didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali serta kepala perangkat daerah terkait.
Program Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan berpindah dari satu kabupaten/kota ke daerah lainnya. Selain membuka ruang pemasaran bagi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kolaborasi kader TP PKK agar semakin dekat dengan masyarakat.
Menurut Putri Koster, keberadaan pasar rakyat harus benar-benar memberikan manfaat kepada produsen. Karena itu, petani diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjual hasil pertanian secara langsung, bukan melalui pedagang perantara.
“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya. Petani, ya, bukan pedagang di pasar,” tegas Ibu Putri Koster.
Masuk Pasar yang Lebih Luas
Selain produk IKM dan hasil pertanian, Putri Koster turut menyoroti potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di kawasan Temukus, Karangasem. Ia meminta potensi tersebut mendapat perhatian lebih serius agar dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki pasar dan nilai ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Salah satu peluang yang dinilai cukup terbuka adalah pemanfaatan bunga kasna sebagai bagian dari bunga dalam canang, sarana persembahyangan umat Hindu di Bali. Kebutuhan canang yang berlangsung hampir setiap hari dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi produk bunga kasna.
“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus agar bunga kasna dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bunga pada canang, apalagi kebutuhan canang cukup tinggi karena digunakan hampir setiap hari. Saya berharap penggunaan bunga kasna tidak hanya saat rahina Galungan,” ujarnya.
Putri Koster berharap pengembangan bunga kasna dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi di tingkat masyarakat hingga pengolahan dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, bunga kasna diharapkan tidak hanya menjadi tanaman khas Temukus, tetapi juga sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.
Libatkan 124 IKM
Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata melaporkan, sebanyak 124 IKM ambil bagian dalam Pasar Rakyat kali ini. Peserta terdiri atas 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun geringsing, 66 IKM kuliner, serta 39 IKM yang bergerak di bidang hasil pertanian dan produk olahan.
Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran TP PKK Provinsi Bali yang dinilai memberikan perhatian sekaligus semangat bagi masyarakat Karangasem. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi kader untuk terus hadir dan membantu warga yang membutuhkan.
“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader TP PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Kami tentu akan berupaya melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan,” ungkapnya.
Pasar Rakyat juga dirangkai dengan pemberian bantuan kepada 100 penerima. Bantuan dari TP PKK Provinsi Bali terdiri atas 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau sekitar 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.
Sementara itu, TP PKK kabupaten/kota se-Bali masing-masing menyerahkan 10 paket bingkisan yang dibeli dari produk yang tersedia di Pasar Rakyat. Konsep tersebut diharapkan menciptakan manfaat ganda, yakni membantu pemasaran produk petani dan IKM/UMKM sekaligus meringankan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.
Kegiatan turut dihadiri Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati Karangasem dan jajaran terkait. (hms/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar