LENSA BALI: Karangasem

Hot


Tampilkan postingan dengan label Karangasem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karangasem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2026

𝗕𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴 𝟳 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗞𝗼𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹

September 26, 2026 0

Berjuang 7 Hari, Sopir Truk Korban Pembakaran di Karangasem Meninggal

KARANGASEM, Lensabali.id  - Gede Selamet, sopir truk asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, yang menjadi korban pembakaran oleh bosnya, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. Selamet sebelumnya mengalami luka bakar sekitar 68 persen di sekujur tubuh.

Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Desa Muncan, I Wayan Tunas. Ia mendapat informasi mengenai meninggalnya Selamet pada Jumat (25/9/2026) pagi.

"Nggih benar, tadi sekitar pukul 08.30 Wita saya dapat kabar jika Gede Selamet meninggal dunia," kata Tunas, Jumat (25/9/2026).

Tunas mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu pemulangan jenazah Selamet dari RSUP Prof Ngoerah. Keluarga masih melakukan pembahasan terkait rencana pemulangan jenazah ke Desa Muncan.

"Kemungkinan setelah purnama baru dibawa pulang jenazahnya, tetapi masih menunggu keputusan dari pihak keluarga juga. Nanti saya info lagi kepastiannya," ujar Tunas.

Selamet sebelumnya menjalani perawatan intensif sejak Jumat (18/9/2026) setelah diduga dibakar oleh bosnya akibat persoalan uang setoran. Kondisinya mengalami luka bakar serius hingga sekitar 68 persen dari bagian tubuh.

Selama menjalani perawatan, keluarga juga menghadapi persoalan biaya pengobatan. Biaya tersebut disebut tidak dapat menggunakan BPJS Kesehatan karena korban merupakan korban tindak kriminal. Pengobatan pun mengandalkan bantuan masyarakat, relawan, komunitas, dan donatur lainnya.

Hingga Kamis (24/9), donasi yang terkumpul baru sekitar Rp 35 juta, sementara tagihan pengobatan telah mencapai Rp 88 juta. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebelumnya juga memberikan bantuan Rp 25 juta yang langsung disalurkan ke rekening RSUP Prof Ngoerah.

Peristiwa pembakaran terjadi pada 18 September lalu. Selamet diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya berinisial Putu CP saat berada di dalam kamar. Setelah kejadian, korban berlari keluar dengan tubuh terbakar sembari meminta pertolongan.

Pembakaran tersebut diduga bermula dari perselisihan mengenai uang setoran. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan membawanya ke Polsek Selat untuk menjalani pemeriksaan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. (ap)
Read More

Selasa, 22 September 2026

𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗧𝗿𝘂𝗸, 𝗕𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝟳 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗕𝘂𝗶

September 22, 2026 0
Bakar Sopir Truk, Bos di Karangasem Ditahan dan Terancam 7 Tahun Bui

KARANGASEM, Lensabali.id - Polisi menetapkan I Putu CP (37) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembakaran terhadap sopir truk berinisial GS (21) di Karangasem. Tersangka kini telah ditahan di Rutan Polres Karangasem.

Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi dua alat bukti.

"Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti dan sudah dilakukan penahanan di rutan Polres Karangasem," kata Artono, Senin (21/9/2026).

Dari hasil penyelidikan, polisi menduga aksi tersebut dipicu persoalan uang setoran. Saat itu, I Putu CP disebut menagih setoran kepada GS, tetapi jumlah yang diberikan korban tidak sesuai dengan yang seharusnya.

Perselisihan kemudian terjadi di antara keduanya. Dalam kondisi emosi, I Putu CP diduga membakar GS hingga menyebabkan korban mengalami luka bakar serius.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 467 ayat (2) subsider Pasal 466 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berencana yang mengakibatkan luka berat. Ia terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi di rumah korban. GS disebut berlari keluar dari kamar dengan kondisi tubuh terbakar sambil meminta pertolongan setelah diduga dibakar oleh bosnya.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi korban cukup serius sehingga harus mendapatkan perawatan lebih lanjut di Denpasar.

"Benar, korbannya sudah dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah dengan kondisi luka bakar serius," kata Santika, Jumat (18/9/2026).

I Putu CP kemudian diamankan polisi beberapa jam setelah kejadian. Ia dibawa ke Polsek Selat untuk menjalani pemeriksaan sebelum proses penyidikan berlanjut hingga penetapan sebagai tersangka. (ap)
Read More

Sabtu, 19 September 2026

𝗦𝗲𝘁𝗼𝗿𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸 𝗦𝗲𝘀𝘂𝗮𝗶, 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿 𝗕𝗼𝘀

September 19, 2026 0

Setoran Tak Sesuai, Sopir Truk di Karangasem Dibakar Bos

KARANGASEM, Lensabali.id - Seorang sopir truk berinisial GS mengalami luka bakar serius setelah diduga dibakar oleh bosnya sendiri di rumah korban, Karangasem, Bali, Jumat (18/9/2026). GS kini telah dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk mendapatkan penanganan medis.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kondisi korban cukup serius akibat luka bakar yang dialaminya.

"Benar, korbannya sudah dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah dengan kondisi luka bakar serius," kata Santika, Jumat (18/9/2026).

Santika menambahkan, polisi telah mengamankan pria yang diduga sebagai pelaku. "Pelaku juga sudah diamankan, pelaku merupakan bos korban," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula ketika bos GS mendatangi rumah korban untuk menanyakan uang setoran truk yang belum diserahkan selama beberapa hari. Saat itu, GS diketahui sedang beristirahat karena sakit selama sekitar dua hari sehingga tidak dapat bekerja.

Keduanya kemudian terlibat cekcok terkait persoalan setoran. GS disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang dari jumlah yang seharusnya disetorkan. Diduga tidak menerima jumlah tersebut, pelaku kemudian melempar uang ke lantai.

Tak lama kemudian, pelaku diduga menyiramkan Pertalite yang sebelumnya dibawa ke rumah korban. GS selanjutnya diduga dibakar hingga api mengenai tubuhnya. Kobaran api juga membakar bagian kamar berukuran sekitar 3x4 meter yang ditempati korban.

Dalam kondisi tubuh terbakar, GS berlari keluar kamar untuk meminta pertolongan. Seorang warga yang melihat kejadian tersebut kemudian berteriak meminta bantuan. Api yang membakar tubuh korban akhirnya berhasil dipadamkan.

GS selanjutnya dibawa ke Puskesmas Selat untuk mendapat pertolongan awal. Karena mengalami luka bakar serius, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Sementara itu, polisi telah mengamankan terduga pelaku. Kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan penyebab aksi pembakaran terhadap korban. (ap)
Read More

Jumat, 18 September 2026

𝗕𝗮𝗵𝘂 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗹𝗮𝘁-𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗝𝗲𝗯𝗼𝗹, 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗦𝗲𝗴𝗲𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝗯𝗮𝗶𝗸𝗶

September 18, 2026 0

Bahu Jalan Selat-Rendang Karangasem Jebol, Warga Minta Segera Diperbaiki

KARANGASEM, Lensabali.id - Bahu jalan penghubung Kecamatan Selat dan Rendang, tepatnya di Banjar Dinas Padangaji Tengah, Desa Peringsari, Kecamatan Selat, Karangasem, mengalami kerusakan sejak sekitar lima bulan terakhir. Hingga kini, bagian jalan yang jebol tersebut belum mendapat penanganan.

Pantauan di lokasi, Rabu (16/9/2026), menunjukkan bahu jalan yang ambles telah diberi plang peringatan bagi pengendara. Warga juga memasang karung berisi pasir di sekitar titik kerusakan untuk menahan aliran air hujan agar tidak semakin menggerus sisi jalan.

Warga setempat, Putu Nanda, mengatakan kerusakan tersebut sudah cukup lama menjadi perhatian masyarakat. Ia yang hampir setiap hari melintas di jalur itu khawatir kerusakan bahu jalan nantinya merembet hingga ke badan jalan.

"Sudah sekitar lima bulan lalu bahu jalan ini jebol, tetapi sampai sekarang belum diperbaiki. Takutnya ruas jalan ikut amblas," kata Nanda, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, perbaikan perlu segera dilakukan sebelum kondisi semakin parah. Penanganan lebih awal dinilai dapat mencegah kerusakan meluas sekaligus menghindari kebutuhan biaya yang lebih besar jika bagian jalan yang terdampak semakin luas.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRKIM Karangasem I Wayan Artawan menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.

Artawan mengatakan pihaknya telah menyampaikan laporan mengenai kerusakan itu kepada Pemprov Bali sejak beberapa bulan lalu. Namun, sampai sekarang belum ada informasi mengenai waktu pelaksanaan perbaikan.

"Kami sudah sampaikan. Namun, kapan diperbaiki belum ada info. Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan pihak provinsi," ujar Artawan.

Dinas PUPRKIM Karangasem selanjutnya akan kembali berkoordinasi dengan Pemprov Bali untuk menindaklanjuti kondisi tersebut. Warga berharap perbaikan segera dilakukan sehingga kerusakan tidak semakin meluas dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. (ap)
Read More

Senin, 14 September 2026

𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗟𝗶𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗔𝗴𝗮𝗺𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗶𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮 𝗚𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗔𝗿𝘁 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 14, 2026 0
Seni Lintas Agama Meriahkan Tirta Gangga Art Festival di Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Tirta Gangga Art Festival kembali digelar di Karangasem, Bali, dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni dan budaya dari berbagai latar belakang. Festival yang berlangsung pada 13-19 September 2026 itu tidak hanya menampilkan kesenian Bali dan Hindu, tetapi juga seni budaya lintas agama.

Kepala Pengelola Taman Tirta Gangga, Anak Agung Made Kosalya, mengatakan festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan sekaligus memperkenalkan beragam kesenian dan kebudayaan yang berkembang di Bali.

Selain tari massal, rangkaian kegiatan juga diisi parade budaya dan sejumlah perlombaan yang berlangsung selama festival.

"Sudah tentunya festival ini kami menyelenggarakan atau menampilkan seni-seni budaya, bukan saja seni budaya Hindu atau Bali, tetapi kami juga menampilkan seni budaya dari lintas agama," kata Kosalya saat ditemui di sela-sela acara, Minggu (13/9/2026).

Menurut Kosalya, keberagaman menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Bali. Pulau Dewata tidak hanya memiliki tradisi seni yang erat dengan budaya Hindu, tetapi juga kehidupan masyarakat dari berbagai agama yang hidup berdampingan dengan toleransi.

Selain menjadi wadah pelestarian budaya, festival ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perkembangan pariwisata, khususnya di Karangasem. Kehadiran festival diharapkan menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Gumi Lahar.

"Harapan kami dengan penyelenggaraan festival ini, jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Bali khususnya ke Karangasem makin meningkat," harap Kosalya.

Ia juga mengajak pelaku pariwisata, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama mendorong kebangkitan pariwisata Karangasem. Salah satunya melalui kegiatan seni dan budaya yang dapat memperkaya daya tarik daerah.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata atau Gus Par turut menyambut positif penyelenggaraan Tirta Gangga Art Festival. Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan lebih luas potensi pariwisata Karangasem sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan.

Gus Par berharap festival ini dapat semakin memperkuat citra Karangasem sebagai salah satu tujuan wisata di Bali. Pertumbuhan pariwisata juga diharapkan membawa dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang masuknya investasi ke daerah.

"Ini sangat bagus sekali untuk mengangkat nama Karangasem untuk ke depannya. Mudah-mudahan ke depan pariwisata makin meningkat, kunjungan wisata juga makin meningkat," harap Gus Par. (ap)
Read More

Jumat, 11 September 2026

𝗠𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗔𝘆𝗮𝗺 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮, 𝗨𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗶𝘁𝗼𝗻 𝟮 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗶𝗲𝘃𝗮𝗸𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗗𝗮𝗺𝗸𝗮𝗿 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 11, 2026 0
Mangsa Ayam di Kandang Warga, Ular Piton 2 Meter Dievakuasi Damkar Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Seekor ular piton sepanjang sekitar dua meter dievakuasi petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem setelah masuk ke kandang ternak milik warga. Ular tersebut diketahui telah memangsa seekor ayam sebelum akhirnya ditangkap petugas.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Santika, mengatakan keberadaan ular diketahui setelah pemilik kandang melihat hewan melata tersebut masuk ke area ternak. Karena khawatir membahayakan ternak lainnya, warga kemudian meminta bantuan petugas.

"Saat kami tiba di lokasi, kami langsung menangkap ular tersebut tanpa perlawanan," kata Suartika, Jumat (11/9/2026).

Proses evakuasi berlangsung mudah lantaran ular dalam kondisi kekenyangan setelah memangsa ayam. Petugas kemudian membawa piton tersebut ke Pos Damkar untuk penanganan lebih lanjut.

"Ular tersebut dengan mudah ditangkap karena sedang kekenyangan setelah memangsa satu ekor ayam," jelasnya.

Damkartan Karangasem menyebut laporan ular masuk ke rumah maupun kandang ternak cukup sering diterima dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian ular yang dievakuasi bahkan ditemukan setelah memangsa hewan peliharaan atau ternak milik warga.

"Sejak Januari lalu sampai sekarang sudah ada sekitar 46 kali kami melakukan evakuasi ular masuk ke pekarangan rumah warga," ujar Suartika.

Setelah dievakuasi, ular tersebut akan ditangani lebih lanjut untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan dilepasliarkan kembali ke habitat yang sesuai.

Petugas menduga kondisi cuaca panas belakangan ini turut membuat ular keluar dari sarangnya. Ular diduga mencari lokasi yang lebih sejuk atau lembap sekaligus mencari mangsa untuk bertahan hidup.

Damkartan mengimbau warga yang tinggal di sekitar rawa, semak-semak, atau wilayah yang berpotensi menjadi habitat ular agar meningkatkan kewaspadaan. Kandang ternak dan area sekitar rumah juga disarankan rutin diperiksa untuk mencegah ular bersarang.

Selain menangani evakuasi ular, Damkartan Karangasem juga kerap menerima laporan terkait sarang tawon yang mengganggu aktivitas warga serta berbagai penyelamatan lainnya. Di sisi lain, petugas tetap menjalankan tugas utama penanganan kebakaran, termasuk kebakaran lahan yang belakangan cukup sering terjadi. (ap)
Read More

Kamis, 10 September 2026

𝗗𝘂𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝗸𝗶 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝘀𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗲𝘃𝗮𝗸𝘂𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮.𝟬𝟬𝟬 𝗠𝗱𝗽𝗹

September 10, 2026 0
Dua Pendaki Tersesat di Gunung Agung Dievakuasi dari Ketinggian 2.000 Mdpl

KARANGASEM, Lensabali.id - Dua pendaki yang sempat tersesat di Gunung Agung akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya ditemukan tim SAR gabungan di sebuah jurang pada ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), Rabu (9/9/2026).

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengatakan kedua pendaki tidak mengalami cedera. Saat ditemukan, kondisi mereka hanya mengalami kelelahan.

"Keduanya sudah ditemukan dalam keadaan selamat di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Bhayangkara, Rabu (9/9/2026).

Meski ditemukan di area jurang, keduanya dipastikan tidak terjatuh. Mereka murni tersesat ketika berada di kawasan Gunung Agung.

"Keduanya murni tersesat tidak ada terjatuh walaupun ditemukan di jurang," ujar Bhayangkara.

Setelah menemukan keduanya, tim SAR gabungan terlebih dahulu mengecek kondisi fisik para pendaki. Setelah dinyatakan aman, mereka kemudian dievakuasi menuju Pos Pura Pasar Agung.

Sesampainya di lokasi, kedua pendaki menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Puskesmas Selat. Hasil pemeriksaan menunjukkan keduanya dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Keduanya kemudian dijemput oleh rekannya untuk dibawa ke Denpasar," ujar Bhayangkara.

Kedua pendaki diketahui mulai melakukan pendakian Gunung Agung pada Selasa (8/9/2026) melalui jalur Pura Pasar Agung. Saat perjalanan turun, mereka diduga kehilangan arah dan tersesat di kawasan hutan pada ketinggian sekitar 2.800 mdpl.

Keduanya kemudian tidak dapat dihubungi sejak Rabu sekitar pukul 02.00 Wita. Laporan mengenai pendaki yang tersesat tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 08.25 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian di kawasan Gunung Agung. Operasi turut melibatkan pemandu lokal yang memahami jalur pendakian Gunung Agung hingga kedua pendaki berhasil ditemukan. (ap)
Read More

Minggu, 06 September 2026

𝗦𝗗𝗡 𝟰 𝗧𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀

September 06, 2026 0

SDN 4 Tianyar Barat Karangasem Terbakar, Tiga Ruangan Hangus

KARANGASEM, Lensabali.id  - Kebakaran melanda SDN 4 Tianyar Barat, Karangasem. Api membakar tiga ruangan di sekolah tersebut, yakni ruang guru, perpustakaan, dan ruang kelas VI.

Kepala Dusun Tegal Sari, I Nyoman Puspita, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui oleh warga yang rumahnya berada tidak jauh dari sekolah. Saat diketahui, api sudah berkobar cukup besar.

"Api berkobar cukup besar, ada tiga ruangan terbakar, yaitu ruang guru, perpustakaan, dan ruang kelas VI," kata Puspita.

Sejumlah warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak banyak membantu lantaran kobaran api sudah cukup besar.

Barang-barang yang berada di ruang guru, perpustakaan, dan ruang kelas VI tidak berhasil diselamatkan. Hanya satu barang yang sempat diamankan warga dari dalam bangunan.

"Hanya televisi saja yang sempat diselamatkan, selebihnya hangus terbakar semuanya," ujar Puspita.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem kemudian mengerahkan 11 personel bersama empat unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 20 ribu liter air.

Beruntung, kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di lingkungan sekolah. "Beruntung api tidak merembet ke bangunan lainnya yang ada di sekolah tersebut," ucap Puspita.

Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk memastikan sumber api dan kronologi kejadian. (ap)
Read More

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗿𝗶𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗲𝗺𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗸𝗮𝗽𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗿 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 06, 2026 0
Diduga Terlibat Keributan, Pria Ditemukan Terkapar di Pinggir Jalan Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Video seorang pria terkapar di pinggir jalan di wilayah Susuan, Karangasem, beredar dan menjadi perhatian. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab kejadian tersebut.

Kapolsek Karangasem Kompol I Nyoman Merta Kariana mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, korban telah dibawa ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

"Anggota masih lidik, untuk korban sudah dibawa ke RSUD Karangasem. Nanti saya info lagi kalau sudah pasti," kata Kariana.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria tergeletak di pinggir jalan. Peristiwa tersebut diduga berkaitan dengan keributan, namun penyebab maupun rangkaian kejadian secara lengkap masih dalam penyelidikan polisi.

Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan terkapar, pria tersebut diduga sempat minum bersama sejumlah rekannya di sekitar arena sabung ayam yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Saat berada di lokasi tersebut, korban disebut sempat terlibat cekcok dengan seseorang. Belum diketahui secara pasti persoalan yang memicu perselisihan tersebut.

Cekcok itu kemudian diduga berkembang menjadi keributan. Dalam kejadian tersebut, korban diduga mengalami pemukulan menggunakan sebatang kayu di depan sebuah gang yang berada di pinggir Jalan Susuan, Karangasem.

Korban kemudian disebut ambruk hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi terkapar di pinggir jalan. Warga selanjutnya membawa korban ke RSUD Karangasem untuk memperoleh perawatan.

Polisi masih mendalami informasi yang beredar untuk memastikan kejadian sebenarnya, termasuk penyebab keributan dan pihak-pihak yang terlibat. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar untuk memastikan kronologi peristiwa tersebut. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗮𝗽𝗮𝘀 𝗔𝗻𝗷𝗹𝗼𝗸 𝗥𝗽𝟳 𝗥𝗶𝗯𝘂/𝗞𝗴, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗹𝗶𝗵 𝗸𝗲 𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴

September 06, 2026 0

Harga Kapas Anjlok Rp7 RibuKg, Petani Karangasem Beralih ke Jagung

KARANGASEM, Lensabali.id - Tanaman kapas yang sebelumnya menjadi salah satu komoditas unggulan di Karangasem, Bali, mulai ditinggalkan petani. Anjloknya harga kapas hingga Rp7 ribu per kilogram membuat sebagian petani memilih beralih ke tanaman lain yang dinilai lebih menjanjikan.

Kondisi tersebut semakin berat karena pada 2026 Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (Distan PP) Karangasem tidak memberikan bantuan bibit kapas. Petani yang masih ingin menanam komoditas tersebut pun harus memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri.

Salah satunya I Nengah Gede Kari, petani kapas asal Banjar Tegalanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang. Tahun ini, ia hanya menanam kapas di lahan sekitar 5 are dengan menggunakan sisa bibit bantuan pemerintah dari tahun sebelumnya.

"Harganya anjlok, sekarang hanya Rp 7 ribu per kilogram, saat panen saya hanya dapat 20 kilogram bulan lalu," kata Kari, Jumat (4/9/2026).

Kari menuturkan harga kapas pernah menyentuh Rp25 ribu per kilogram ketika dirinya pertama kali menanam beberapa tahun lalu. Namun, harga tersebut terus turun hingga kini hanya berada di kisaran Rp7 ribu per kilogram.

Tak hanya harga, hasil panen juga dipengaruhi cuaca yang sulit diprediksi. Menurut Kari, kondisi tersebut membuat biaya, tenaga, dan waktu yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh.

"Tahun ini saya nggak dapat bantuan bibit kapas, kurang tahu untuk petani lainnya. Yang jelas karena faktor cuaca hasil panen tak sebanding dengan tenaga dan waktu jadi rugi," ujar Kari.

Situasi itu mendorong petani mencari alternatif komoditas. Jagung dan kacang tanah menjadi pilihan karena dianggap memiliki prospek harga yang lebih baik dibandingkan kapas.

Kepala Distan PP Karangasem I Made Sugiartha membenarkan tidak adanya bantuan bibit kapas pada tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan stok bibit di Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas), ditambah keterbatasan anggaran daerah.

Dalam tiga tahun terakhir, bantuan bibit kapas disebut terus berkurang. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap luas tanam dan produksi kapas di Karangasem, ditambah semakin sedikit kelompok petani yang masih berminat menanamnya.

Pada 2023, luas lahan kapas mencapai 82 hektare dengan produksi sekitar 62.000 kilogram. Angka itu turun pada 2024 menjadi 45 hektare dengan produksi sekitar 49.000 kilogram. Pada 2025, luas lahan kembali menyusut menjadi sekitar 40 hektare dengan produksi hanya 27.000 kilogram.

"Faktanya memang seperti itu, terus menurun karena memang bantuan bibit yang kami berikan juga menurun. Bahkan tahun ini dan tahun depan tidak ada bantuan bibit untuk petani kapas di Karangasem," ujar Sugiartha.

Meski bantuan bibit tidak tersedia, sebagian petani masih menanam kapas secara swadaya di sejumlah lokasi. Luas lahan dan produksinya masih dalam pendataan. Sugiartha berharap pengadaan bibit dapat kembali dilakukan sehingga petani Karangasem memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas kapas.

"Mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya, kembali ada pengadaan bibit kapas untuk para petani di Karangasem," ujar Sugiartha. (ap)
Read More

Jumat, 04 September 2026

𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗜𝗞𝗠 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝗴𝗮 𝗞𝗮𝘀𝗻𝗮 𝗧𝗲𝗺𝘂𝗸𝘂𝘀

September 04, 2026 0
Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Penguatan IKM dan Bunga Kasna Temukus

KARANGASEM, Lensabali.id – Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi yang digelar TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem didorong tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang yang mempertemukan petani, pelaku IKM/UMKM dan masyarakat secara langsung. Pola tersebut dinilai dapat memangkas rantai distribusi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Koster menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi di Taman Budaya Kapten AA Made Karang Candra Buana, Karangasem, Jumat (4/9). Ia hadir didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, para Ketua TP PKK kabupaten/kota se-Bali serta kepala perangkat daerah terkait.

Program Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi dilaksanakan secara rutin setiap bulan dan berpindah dari satu kabupaten/kota ke daerah lainnya. Selain membuka ruang pemasaran bagi produk lokal, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan kolaborasi kader TP PKK agar semakin dekat dengan masyarakat.

Menurut Putri Koster, keberadaan pasar rakyat harus benar-benar memberikan manfaat kepada produsen. Karena itu, petani diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjual hasil pertanian secara langsung, bukan melalui pedagang perantara.

“Kesempatan ini saya harapkan dapat digunakan langsung oleh para petani kita untuk menjual produknya. Petani, ya, bukan pedagang di pasar,” tegas Ibu Putri Koster.

Masuk Pasar yang Lebih Luas

Selain produk IKM dan hasil pertanian, Putri Koster turut menyoroti potensi bunga kasna atau edelweis yang tumbuh di kawasan Temukus, Karangasem. Ia meminta potensi tersebut mendapat perhatian lebih serius agar dapat dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki pasar dan nilai ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

Salah satu peluang yang dinilai cukup terbuka adalah pemanfaatan bunga kasna sebagai bagian dari bunga dalam canang, sarana persembahyangan umat Hindu di Bali. Kebutuhan canang yang berlangsung hampir setiap hari dinilai dapat menjadi pasar potensial bagi produk bunga kasna.

“Mari kita lakukan MoU atau kerja sama untuk masyarakat Temukus agar bunga kasna dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bunga pada canang, apalagi kebutuhan canang cukup tinggi karena digunakan hampir setiap hari. Saya berharap penggunaan bunga kasna tidak hanya saat rahina Galungan,” ujarnya.

Putri Koster berharap pengembangan bunga kasna dilakukan secara menyeluruh, mulai dari produksi di tingkat masyarakat hingga pengolahan dan pemasaran. Dengan pengelolaan yang terintegrasi, bunga kasna diharapkan tidak hanya menjadi tanaman khas Temukus, tetapi juga sumber penghasilan baru bagi masyarakat setempat.

Pasar Rakyat di Karangasem, Putri Koster Dorong Penguatan IKM dan Bunga Kasna Temukus

Libatkan 124 IKM

Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem Ny. Mas Parwata melaporkan, sebanyak 124 IKM ambil bagian dalam Pasar Rakyat kali ini. Peserta terdiri atas 19 IKM kain tenun tradisional endek, termasuk tenun geringsing, 66 IKM kuliner, serta 39 IKM yang bergerak di bidang hasil pertanian dan produk olahan.

Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran TP PKK Provinsi Bali yang dinilai memberikan perhatian sekaligus semangat bagi masyarakat Karangasem. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi kader untuk terus hadir dan membantu warga yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi kader TP PKK Kabupaten Karangasem untuk terus peduli terhadap warga yang membutuhkan. Kami tentu akan berupaya melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan,” ungkapnya.

Pasar Rakyat juga dirangkai dengan pemberian bantuan kepada 100 penerima. Bantuan dari TP PKK Provinsi Bali terdiri atas 2.000 kilogram beras, 200 krat telur atau sekitar 6.000 butir, serta 100 liter minyak tanusan.

Sementara itu, TP PKK kabupaten/kota se-Bali masing-masing menyerahkan 10 paket bingkisan yang dibeli dari produk yang tersedia di Pasar Rakyat. Konsep tersebut diharapkan menciptakan manfaat ganda, yakni membantu pemasaran produk petani dan IKM/UMKM sekaligus meringankan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.

Kegiatan turut dihadiri Bupati Karangasem bersama Wakil Bupati Karangasem dan jajaran terkait. (hms/ap)
Read More

Rabu, 02 September 2026

𝗜𝗻𝘃𝗲𝘀𝘁𝗼𝗿 𝗖𝗵𝗶𝗻𝗮 𝗝𝗮𝗷𝗮𝗸𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗱𝗶 𝗧𝗣𝗔 𝗕𝘂𝘁𝘂𝘀 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

September 02, 2026 0

Investor China Jajaki Pengelolaan Sampah di TPA Butus Karangasem

KARANGASEM, Lensabali.id - Investor asal China mulai menjajaki peluang pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Butus, Karangasem. Saat ini, investor tersebut masih melakukan kajian terkait teknologi yang akan digunakan sekaligus kebutuhan investasinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, I Made Wiguna, mengatakan pihak investor sebelumnya telah meninjau langsung kondisi TPA Butus pada pertengahan Agustus 2026. Kajian masih berlangsung untuk menentukan konsep pengolahan yang paling sesuai.

"Sudah sempat survei lokasi pertengahan Agustus 2026 lalu, sekarang masih dikaji oleh mereka. Gambaran awalnya sampah akan diolah semuanya, tidak perlu dipilah lagi," kata Wiguna, Selasa (1/9/2026).

Teknologi yang ditawarkan disebut memiliki konsep menyerupai insinerator, tetapi menggunakan metode berbeda. Sampah yang masuk nantinya direncanakan dapat langsung diolah tanpa melalui proses pemilahan terlebih dahulu.

Konsep tersebut dinilai lebih praktis dibandingkan teknologi insinerator yang sebelumnya sempat diuji coba di Karangasem. Kendati demikian, rencana investasi ini masih berada pada tahap penjajakan sehingga belum ada kepastian mengenai teknologi maupun nilai investasi yang akan ditanamkan.

Jika rencana tersebut berlanjut, Pemkab Karangasem kemungkinan perlu memberikan sejumlah kemudahan, termasuk berkaitan dengan perizinan dan penyediaan lahan. Investor juga membutuhkan kepastian mengenai ketersediaan sampah sebagai bahan baku pengolahan.

"Investor juga membutuhkan kepastian pasokan terkait pasokan sampah, minimal berapa ton. Karena pasti ada minimal jumlah sampah yang harus kita sediakan tiap harinya," ujar Wiguna.

Apabila investasi terealisasi, seluruh sampah dari berbagai wilayah di Karangasem berpeluang dikonsolidasikan ke TPA Butus untuk kemudian diolah. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi persoalan sampah yang tercecer di berbagai wilayah.

"Jika ini terealisasi, sampah-sampah se-Kabupaten bisa ditarik ke TPA Butus untuk diolah," ucap Wiguna.

DLH Karangasem berharap proses penjajakan bersama investor China tersebut dapat berlanjut hingga tahap realisasi. Terlebih, kondisi TPA Butus saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas sehingga membutuhkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. (ap)
Read More

Senin, 31 Agustus 2026

𝗔𝗻𝗴𝗶𝗻 𝗞𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗧𝘂𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗧𝗶𝗺𝗽𝗮 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵

Agustus 31, 2026 0

Angin Kencang Terjang Karangasem, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Palinggih


KARANGASEM, Lensabali.id – Angin kencang memicu sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Karangasem, Minggu (30/8/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem mencatat sedikitnya lima kejadian pohon tumbang yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Bebandem, Karangasem, dan Selat.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta mengatakan seluruh kejadian telah ditangani. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian peristiwa tersebut.

"Sampai saat ini, laporan yang kami terima ada lima kejadian pohon tumbang. Semuanya sudah berhasil kami tangani dengan bantuan dari beberapa pihak dan masyarakat," kata Sugiharta, Minggu (30/8/2026).

Kejadian pertama berlangsung di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem. Pohon flamboyan setinggi sekitar 15 meter roboh hingga menutup badan jalan. Kondisi tersebut sempat menghambat arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Pohon tumbang juga terjadi di Desa Seraya, Kecamatan Karangasem. Kali ini pohon glodok roboh dan melintang di akses jalan sehingga menyebabkan lalu lintas di wilayah tersebut sempat mengalami kemacetan.

Di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, pohon enau setinggi sekitar 15 meter tumbang dan menimpa dapur milik I Nyoman Saba. Bagian atap dapur mengalami kerusakan cukup parah akibat tertimpa batang pohon.

Sementara itu, dua kejadian lainnya dilaporkan terjadi di Desa Duda Utara, Kecamatan Selat. Pohon aren menimpa rumah sekaligus palinggih milik I Made Suma hingga menyebabkan kerusakan. Pohon aren lainnya juga tumbang dan mengenai gudang milik I Nyoman Arkiwa.

"Untuk kerugian secara total akibat kejadian pohon tumbang yang terjadi di beberapa wilayah sekitar Rp 40 juta," ujar Sugiharta.

BPBD Karangasem mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas, baik di luar maupun di dalam rumah. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi pohon di sekitar lingkungan karena potensi tumbang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ketika angin kencang melanda. (ap)
Read More

Minggu, 30 Agustus 2026

𝗛𝗶𝗴𝗵 𝗦𝗲𝗮𝘀𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝘂𝗹𝗮𝗺𝗯𝗲𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗵, 𝗣𝗼𝗿𝘁𝗲𝗿 𝗕𝗶𝘀𝗮 𝗞𝗮𝗻𝘁𝗼𝗻𝗴𝗶 𝗥𝗽𝟮𝟮𝟱 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗽𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗿𝗶

Agustus 30, 2026 0
High Season di Tulamben Jadi Berkah, Porter Bisa Kantongi Rp225 Ribu per Hari

KARANGASEM, Lensabali.id – Ramainya wisatawan yang datang ke Pantai Tulamben, Karangasem, saat musim liburan turut membawa berkah bagi para porter peralatan diving. Mereka sibuk mengangkut perlengkapan menyelam, mulai dari tabung oksigen hingga pakaian selam, dari lokasi penyimpanan menuju bibir pantai.

Para porter bekerja secara terorganisir dan tidak saling berebut wisatawan. Masing-masing telah memiliki kerja sama dengan perusahaan diving yang menggunakan jasa mereka.

Pantai Tulamben memang menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk menikmati keindahan bawah laut. Ketika memasuki musim ramai atau high season, meningkatnya kunjungan wisatawan ikut mendongkrak pendapatan para porter yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas diving.

"Kalau wisatawan ramai kami dapat lebih. Kalau sepi yang sedikit kami dapat uang," ucap salah satu porter, Ni Kadek Mustini, saat ditemui di Pantai Tulamben, Minggu (30/8/2026).

Di Pantai Tulamben terdapat empat kelompok pramuantar atau porter. Mayoritas anggotanya merupakan perempuan yang bekerja mengenakan seragam biru lengan panjang bertuliskan 'Tulamben porter'.

Mustini mengatakan pendapatan porter sangat bergantung pada jumlah wisatawan. Saat kunjungan ramai, penghasilan mereka rata-rata mencapai Rp105 ribu per hari. Jika wisatawan sangat padat, pendapatan bahkan dapat meningkat hingga sekitar Rp225 ribu sehari.

Sebaliknya, ketika pantai sepi, pendapatan porter dapat merosot drastis. Mereka terkadang hanya membawa pulang sekitar Rp30 ribu karena tarif yang diterima sebesar Rp15 ribu untuk setiap kali mengangkut peralatan diving.

Pramuantar lainnya, Ni Nengah Jesani, mengatakan pekerjaan sebagai porter memiliki suka dan duka. Keramaian wisatawan menjadi hal yang paling dinantikan karena secara langsung meningkatkan penghasilan mereka.

Namun, kondisi berbeda terjadi ketika kunjungan wisatawan menurun. Jika perusahaan yang menjadi mitra tidak mendapatkan wisatawan, para porter pun bisa kehilangan penghasilan pada hari tersebut.

"Saat dapat penghasilan sedikit bahkan kadang tidak dapat, kami hanya bisa pasrah," ujar Jesani.

Para porter biasanya sudah berada di kawasan Pantai Tulamben sejak pagi, bahkan sebelum wisatawan berdatangan. Selain mengangkut perlengkapan diving, mereka turut membersihkan sampah di sekitar pantai sebelum memulai aktivitas. Mereka kemudian kembali ke rumah pada sore hari.

"Semoga wisatawan yang datang ke Pantai Tulamben selalu ramai, karena ini merupakan pekerja kami satu-satunya," harap Jesani.

Kepala Desa Tulamben, I Nyoman Pica, juga berharap tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat, khususnya saat high season. Menurutnya, ramainya wisatawan tidak hanya memberikan manfaat bagi porter, tetapi juga pemandu diving, sopir, pedagang, serta pelaku usaha lainnya di sekitar pantai.

Pica mengatakan kunjungan wisatawan biasanya mulai meningkat pada pertengahan tahun dan kembali menurun ketika memasuki musim hujan.

"Saat ini memang ramai karena high season dan cuaca bersahabat. Jadi wisatawan nyaman melakukan aktivitas diving," kata Pica.

Kondisi laut juga menjadi faktor penting yang menentukan jumlah wisatawan yang datang untuk menyelam. Sekitar dua pekan sebelumnya, misalnya, kunjungan sempat menurun akibat air laut keruh dan gelombang yang cukup besar.

"Kunjungan wisatawan tergantung kondisi di lapangan, jadi tidak selalu ramai tiap hari meski sedang masa high season," ujar Pica. (ap)
Read More

Sabtu, 29 Agustus 2026

𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗻𝗱𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻, 𝟭𝟳,𝟲 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲 𝗛𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗗𝘂𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗶

Agustus 29, 2026 0

Karangasem Dilanda Kebakaran Lahan, 17,6 Hektare Hangus dalam Dua Hari

KARANGASEM, Lensabali.id - Kebakaran melanda sejumlah lahan di Kabupaten Karangasem, Bali, dalam dua hari terakhir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Karangasem mencatat total lahan yang terbakar mencapai 17,6 hektare di empat titik berbeda.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkartan Karangasem, I Made Suartika, mengatakan petugas harus menempuh jarak cukup jauh untuk mencapai sejumlah lokasi kebakaran. Dalam dua hari, satu titik ditangani pada hari pertama, kemudian tiga titik lainnya pada hari berikutnya.

"Dua hari yang lalu kami melakukan penanganan satu titik, kemarin ada tiga titik. Bahkan kebakaran kemarin penanganannya baru selesai dini hari tadi," kata Suartika, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Suartika, seluruh kebakaran lahan berhasil ditangani sebelum api merembet ke permukiman maupun kebun warga yang berada di sekitar lokasi. Kondisi lahan yang kering membuat potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai.

Selain kebakaran lahan, Damkar Karangasem juga menerima laporan kebakaran sampah di sekitar Pura Goa Raja, Besakih, pada Jumat (28/8). Kobaran api sempat membuat warga khawatir karena lokasinya berdekatan dengan bangunan pura.

"Kebakaran sampah di sebelah Pura Goa Raja, Besakih, penanganannya juga dibantu oleh Damkar Klungkung karena jaraknya lebih dekat," ujar Suartika.

Saat ini petugas dan armada Damkartan Karangasem masih disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran berikutnya. Sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Kubu dan Abang, disebut memiliki kondisi lahan yang sangat kering selama musim kemarau.

Suartika mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menyalakan api, terutama di sekitar lahan yang dipenuhi ilalang atau vegetasi kering.

"Kami selalu standby 24 jam, begitu ada laporan kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan. Semoga saja tidak ada kebakaran lagi," imbuhnya. (ap)
Read More

Senin, 24 Agustus 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗿𝗼𝘆𝗼𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗗𝗶𝗮𝗺𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶

Agustus 24, 2026 0
Viral Pengeroyokan di Karangasem, Tiga Pelaku Diamankan Polisi

KARANGASEM, Lensabali.id – Video pengeroyokan seorang pemuda di kawasan Pangitebel, Karangasem, Bali, viral di media sosial. Peristiwa tersebut disebut bermula dari aksi menggeber sepeda motor yang kemudian ditegur oleh pemuda setempat.

Kepala Dusun Pangitebel, I Gede Darma, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, pengeroyokan berlangsung di sekitar SPBE Pangitebel dan melibatkan tiga orang yang diduga dalam kondisi mabuk.

"Benar, kejadiannya di samping SPBE, warga lokal dikeroyok tiga orang yang mabuk," kata Darma, Selasa (24/8/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima Darma, ketiga orang tersebut diduga berasal dari Sumba dan tinggal di wilayah Denpasar. Mereka disebut sedang berkunjung ke Pangitebel dan mengonsumsi minuman beralkohol di salah satu rumah warga.

Perselisihan kemudian terjadi setelah salah seorang dari mereka menggeber sepeda motor berulang kali. Aksi tersebut ditegur oleh pemuda setempat hingga berujung cekcok.

Situasi kemudian memanas dan berubah menjadi perkelahian. Awalnya, korban disebut berhadapan dengan dua orang, sebelum satu orang lainnya ikut bergabung sehingga pengeroyokan menjadi tiga lawan satu.

"Awalnya 2 lawan 1, tapi datang lagi 1 temannya sehingga jadinya 3 lawan satu orang," ujar Darma.

Warga yang mengetahui keributan tersebut kemudian berdatangan untuk melerai. Ketiga orang yang terlibat selanjutnya meninggalkan lokasi dan sempat dikejar oleh sejumlah warga.

Darma memastikan persoalan tersebut telah ditangani kepolisian. Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana mengatakan tiga orang yang diduga terlibat dalam perkelahian telah diamankan setelah polisi menerima laporan masyarakat.

Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi serta pihak-pihak yang terlibat untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.

"Pelaku yang terlibat perkelahian sudah kami amankan, untuk kronologi lengkap kejadiannya nanti saya info lebih lanjut," ujar Suadnyana.

Saat ini, polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk rangkaian kejadian yang mendahului aksi pengeroyokan. (ap)
Read More

Rabu, 19 Agustus 2026

𝗠𝗼𝗯𝗶𝗹 𝗗𝗶𝗺𝗼𝗱𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗔𝗻𝗴𝗸𝘂𝘁 𝗕𝗕𝗠 𝗦𝘂𝗯𝘀𝗶𝗱𝗶, 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝗯𝗲𝗸𝘂𝗸

Agustus 19, 2026 0
Mobil Dimodifikasi untuk Angkut BBM Subsidi, Pria di Karangasem Dibekuk

KARANGASEM, Lensabali.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Karangasem. Seorang pria berinisial IKS ditangkap saat mengendarai mobil yang telah dimodifikasi untuk menampung ratusan liter Pertalite.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan penangkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai sebuah mobil yang diduga kerap mengangkut Pertalite untuk kemudian dijual kembali ke kawasan pesisir.

Petugas kemudian melakukan patroli di sekitar Jalan Raya Seraya, Karangasem, pada Selasa (11/8/2026). Saat melintas di wilayah Kelurahan Seraya, polisi menemukan Suzuki APV yang ciri-cirinya sesuai dengan informasi yang diterima.

"Saat melintas di wilayah Kelurahan Seraya, petugas mendapati satu unit mobil Suzuki APV sesuai dengan informasi," ujar Ariasandy, Selasa (18/8/2026).

Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi menemukan tangki tambahan berwarna hitam yang dipasang secara khusus untuk menampung BBM. Di dalam tangki tersebut terdapat 190 liter Pertalite.

Selain BBM, petugas juga mengamankan 13 lembar barcode yang diduga digunakan untuk membeli BBM bersubsidi. Sejumlah peralatan lain turut ditemukan, di antaranya mesin pompa minyak, saklar pompa, selang, terpal, serta ban bekas.

IKS beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kepada penyidik, IKS mengaku mendapatkan Pertalite dari wilayah Subagan dan Kecamatan Bebandem, Karangasem.

"Pelaku mengakui bahwa BBM tersebut dibeli dari wilayah Subagan dan Bebandem. BBM selanjutnya akan dijual kepada nelayan di wilayah Seraya dengan harga di atas harga eceran," tutur Ariasandy.

Atas dugaan penyalahgunaan tersebut, IKS dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

IKS terancam hukuman pidana penjara maksimal enam tahun serta denda paling tinggi Rp 60 miliar. (ap)
Read More

Jumat, 14 Agustus 2026

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝟰𝟱 𝗞𝗺 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗗𝗶𝗴𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗦𝗼𝗿𝗲 𝗜𝗻𝗶, 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗱𝗲𝗺𝗲𝗻

Agustus 14, 2026 0
Gerak Jalan 45 Km di Karangasem Digelar Sore Ini, Truk Diminta Lewat Sidemen

KARANGASEM, Lensabali.id – Lomba gerak jalan 45 kilometer dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI akan digelar di Kabupaten Karangasem, Jumat (14/8/2026). Kegiatan tersebut diperkirakan berdampak pada arus lalu lintas di jalur Amlapura-Denpasar sehingga kendaraan, khususnya truk, diimbau menggunakan jalur alternatif.

Kasi Humas Polres Karangasem Ipda I Nengah Artono mengatakan pihak kepolisian telah menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan kegiatan tersebut.

"Kami siapkan 136 personel dari Polres dan beberapa Polsek jajaran," kata Artono, Jumat (14/8/2026).

Gerak jalan akan dimulai pukul 16.00 Wita dengan titik start di Pantai Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis. Peserta kemudian menempuh rute Amlapura-Denpasar hingga mencapai garis finis di GOR Gunung Agung, Amlapura.

Untuk mengantisipasi kepadatan, kendaraan berat terutama truk diminta tidak melintas di jalur utama selama perlombaan berlangsung. Polisi menyarankan truk menggunakan jalur Sidemen sebagai alternatif.

"Untuk kendaraan terutama truk, kami sudah berikan imbauan untuk melalui jalur Sidemen selama perlombaan berlangsung agar tidak terjebak kemacetan," ujar Artono.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada pengguna kendaraan lainnya. Sebab, kegiatan diperkirakan berlangsung hingga tengah malam sehingga berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas di sejumlah titik yang dilalui peserta.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Made Artha Wijaya mengatakan sebanyak 43 regu akan ambil bagian dalam lomba tahun ini. Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang.

Juara pertama mendapat hadiah Rp 25 juta, juara kedua Rp 20 juta, dan juara ketiga Rp 15 juta. Panitia turut menyiapkan hadiah Rp 50 juta yang akan dibagikan kepada regu yang mampu mencapai finis dengan jumlah anggota lengkap.

"Saya harap perlombaan berjalan lancar dan tidak ada halangan berarti," ujar Artha Wijaya.

Lomba gerak jalan tersebut dibagi menjadi tiga etape. Etape pertama dimulai dari garis start hingga Desa Sengkidu. Etape kedua berlanjut dari Desa Sengkidu menuju Terminal Karangsokong, sedangkan etape ketiga ditempuh dari Terminal Karangsokong hingga garis finis di GOR Gunung Agung, Amlapura. (ap)
Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗸𝗮𝗹𝗮-𝗡𝗶𝘀𝗸𝗮𝗹𝗮, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗴𝗮𝘁𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗸𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗸𝗶𝗵

Agustus 13, 2026 0
Perkuat Keseimbangan Sekala-Niskala, Pemprov Bali Ngaturang Pekeling di Besakih

KARANGASEM, Lensabali.id – Memperingati HUT ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8). Persembahyangan berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir.

Ngaturang Pekeling tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Bali menjaga keseimbangan pembangunan secara sekala dan niskala. Pembangunan Bali tidak hanya diarahkan pada pencapaian fisik, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga tetap berpijak pada nilai spiritual dan kearifan lokal.

Dalam persembahyangan itu, Gubernur Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh proses pembangunan Bali senantiasa memperoleh tuntunan dan restu.

Doa juga dipanjatkan agar jajaran pemerintah diberikan kerahayuan, keselamatan, kelancaran, serta kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Momentum HUT ke-68 Provinsi Bali sekaligus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk memperkuat arah pembangunan yang harmonis. Kemajuan Bali diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga alam, manusia, dan kebudayaan sebagai tiga unsur penting kehidupan masyarakat Bali.

Perkuat Keseimbangan Sekala-Niskala, Pemprov Bali Ngaturang Pekeling di Besakih

Semangat tersebut selaras dengan konsep pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan sekala-niskala sebagai landasan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga menjaga nilai, jati diri, serta keharmonisan kehidupan masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa kemajuan yang dicapai harus tetap memberikan ruang bagi keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. Dengan demikian, pembangunan hari ini tidak mengurangi kualitas kehidupan dan warisan Bali yang akan diteruskan kepada generasi mendatang.

Persembahyangan berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali.

Rangkaian upacara dipuput Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Seluruh prosesi berlangsung penuh kekhidmatan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa dianugerahi keadaan yang rahayu, aman, damai, dan harmonis.

Melalui peringatan HUT ke-68, Pemprov Bali kembali meneguhkan komitmen melanjutkan pembangunan dengan menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Kemajuan diharapkan tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga mampu menjaga alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan. (hms/ap)
Read More

𝗦𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗦𝗠𝗔𝗡 𝟮 𝗔𝗺𝗹𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹 𝗨𝘀𝗮𝗶 𝗧𝘂𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝟭𝟳 𝗞𝗺

Agustus 13, 2026 0
Siswa SMAN 2 Amlapura Meninggal Usai Tumbang di Tengah Gerak Jalan 17 Km

KARANGASEM, Lensabali.id - Seorang siswa SMAN 2 Amlapura, Cahyanta, meninggal dunia setelah tumbang saat mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer. Cahyanta sempat mendapat perawatan di RSUD Karangasem sebelum dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Informasi yang dihimpun, kondisi Cahyanta sebenarnya kurang fit sebelum mengikuti perlombaan. Sehari sebelumnya, siswa tersebut bahkan mengalami diare. Meski demikian, ia tetap memutuskan mengikuti gerak jalan bersama rekan-rekannya.

Kondisinya kemudian tiba-tiba menurun ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Subagan. Cahyanta tumbang dan langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekan serta penonton yang berada di sekitar lokasi.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, mengatakan Cahyanta tiba dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Begitu sampai, kami langsung berikan penanganan. Namun, karena kondisinya membutuhkan penanganan lanjutan. Pasien kemudian kami rujuk ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar," ujar Lanang, Rabu (12/8/2026).

Dari pemeriksaan awal, petugas kesehatan menduga Cahyanta mengalami dehidrasi berat. Selain itu, terdapat dugaan penyakit bawaan yang sebelumnya belum diketahui sehingga kondisinya memburuk saat mengikuti kegiatan tersebut.

Cahyanta akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.

Kepala SMAN 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu siswanya. Ia berharap keluarga Cahyanta diberikan kekuatan dan ketabahan.

"Kepergian ini meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Amlapura," ucap Puja. (ap)
Read More