KARANGASEM, Lensabali.id – Memperingati HUT ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan persembahyangan dan Upacara Ngaturang Pekeling di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Rabu (12/8). Persembahyangan berlangsung bertepatan dengan Tilem Sasih Karo, rahina Buda Umanis Tambir.
Ngaturang Pekeling tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Bali menjaga keseimbangan pembangunan secara sekala dan niskala. Pembangunan Bali tidak hanya diarahkan pada pencapaian fisik, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga tetap berpijak pada nilai spiritual dan kearifan lokal.
Dalam persembahyangan itu, Gubernur Koster bersama jajaran Pemprov Bali menghaturkan bhakti sekaligus memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar seluruh proses pembangunan Bali senantiasa memperoleh tuntunan dan restu.
Doa juga dipanjatkan agar jajaran pemerintah diberikan kerahayuan, keselamatan, kelancaran, serta kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Momentum HUT ke-68 Provinsi Bali sekaligus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk memperkuat arah pembangunan yang harmonis. Kemajuan Bali diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga alam, manusia, dan kebudayaan sebagai tiga unsur penting kehidupan masyarakat Bali.
.jpeg)
Semangat tersebut selaras dengan konsep pembangunan Bali yang menempatkan keseimbangan sekala-niskala sebagai landasan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga menjaga nilai, jati diri, serta keharmonisan kehidupan masyarakat.
Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa kemajuan yang dicapai harus tetap memberikan ruang bagi keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. Dengan demikian, pembangunan hari ini tidak mengurangi kualitas kehidupan dan warisan Bali yang akan diteruskan kepada generasi mendatang.
Persembahyangan berlangsung khidmat dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta istri, Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali.
Rangkaian upacara dipuput Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun dari Kadatuan Kawista Pura, Grya Belatungan, Tabanan. Seluruh prosesi berlangsung penuh kekhidmatan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan agar Bali senantiasa dianugerahi keadaan yang rahayu, aman, damai, dan harmonis.
Melalui peringatan HUT ke-68, Pemprov Bali kembali meneguhkan komitmen melanjutkan pembangunan dengan menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Kemajuan diharapkan tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga mampu menjaga alam, budaya, dan kehidupan Bali secara berkelanjutan. (hms/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar