KARANGASEM, Lensabali.id - Seorang siswa SMAN 2 Amlapura, Cahyanta, meninggal dunia setelah tumbang saat mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer. Cahyanta sempat mendapat perawatan di RSUD Karangasem sebelum dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
Informasi yang dihimpun, kondisi Cahyanta sebenarnya kurang fit sebelum mengikuti perlombaan. Sehari sebelumnya, siswa tersebut bahkan mengalami diare. Meski demikian, ia tetap memutuskan mengikuti gerak jalan bersama rekan-rekannya.
Kondisinya kemudian tiba-tiba menurun ketika melintas di Jalan Ahmad Yani, Subagan. Cahyanta tumbang dan langsung mendapat pertolongan dari rekan-rekan serta penonton yang berada di sekitar lokasi.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karangasem. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, mengatakan Cahyanta tiba dalam kondisi tidak sadarkan diri.
"Begitu sampai, kami langsung berikan penanganan. Namun, karena kondisinya membutuhkan penanganan lanjutan. Pasien kemudian kami rujuk ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar," ujar Lanang, Rabu (12/8/2026).
Dari pemeriksaan awal, petugas kesehatan menduga Cahyanta mengalami dehidrasi berat. Selain itu, terdapat dugaan penyakit bawaan yang sebelumnya belum diketahui sehingga kondisinya memburuk saat mengikuti kegiatan tersebut.
Cahyanta akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
Kepala SMAN 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, menyampaikan duka mendalam atas kepergian salah satu siswanya. Ia berharap keluarga Cahyanta diberikan kekuatan dan ketabahan.
"Kepergian ini meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Amlapura," ucap Puja. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar