BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan di Bali harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak penganugerahan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (10/9/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna.
Koster mengapresiasi penyelenggaraan ENSIA 2026 oleh SUCOFINDO yang memberikan penghargaan terhadap berbagai inovasi di bidang lingkungan dan sosial. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali yang menjadikan kelestarian alam sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut dituangkan melalui visi pembangunan Bali berbasis kearifan lokal, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Konsep ini tidak hanya mengedepankan kualitas kehidupan manusia, tetapi juga menjaga lingkungan serta keberlangsungan seluruh makhluk hidup.
Prinsip tersebut diperkuat melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun yang menempatkan pembangunan berkelanjutan dan keharmonisan manusia dengan alam sebagai pijakan utama.
“Tidak boleh hidup sendiri, lalu mematikan yang lain. Hidup yang menghidupi, urip yang menguripi. Hidup harus harmonis dengan alam. Itulah ajaran leluhur kami dan menjadi konsep teknokratis pembangunan agar Bali terjaga dengan baik untuk masa depan generasi penerus,” ujar Gubernur Koster.
Salah satu implementasinya dilakukan melalui kebijakan penggunaan energi bersih dari hulu hingga hilir yang telah dituangkan dalam berbagai regulasi daerah. Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi salah satu program prioritas yang didorong Pemprov Bali sejak 2019.
Koster menyampaikan pengembangan PLTS di Bali mendapat dukungan Pemerintah Pusat. Bali diharapkan memperoleh pasokan listrik hingga 1.000 MW melalui pengembangan PLTS sebagai bagian dari program nasional berkapasitas 100 gigawatt-peak (GWp). Penguatan energi bersih ini sekaligus diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung pariwisata Bali yang berkualitas.
Selain energi, persoalan sampah menjadi perhatian pemerintah daerah. Koster mengatakan kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dalam penanganan sampah mulai memperlihatkan hasil positif, terutama di wilayah Denpasar dan Badung.
“Khusus untuk kawasan Denpasar dan Badung, tingkat pemilahan sampah telah mencapai 80 hingga 90 persen. Hal ini berdampak pada beban TPA Suwung yang makin menurun,” tambahnya.
Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi pelaksanaan ENSIA 2026. Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat tanggung jawab pelaku usaha terhadap sampah yang dihasilkan, termasuk sampah dari produk makanan berkemasan plastik.
Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan ENSIA diselenggarakan SUCOFINDO bersama Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha dan local hero yang menghadirkan inovasi nyata di bidang lingkungan dan sosial.
ENSIA juga diarahkan untuk mendorong lahirnya inovasi berkelanjutan yang mampu mempertemukan kepentingan sosial, ekonomi, dan ekologi. Antusiasme peserta tahun ini meningkat dengan masuknya 954 makalah inovasi dari 253 perusahaan serta 48 calon local hero inspiratif.
Pada ENSIA 2026, penghargaan Best of the Best Participant diraih PT Smelting. Empat peserta terbaik lainnya adalah PT PLN Nusantara Power UP Rembang, PT TIMAH Tbk Divisi Pengolahan dan Peleburan Kundur, PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu, serta PT ANTAM Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat. (hms/ap)

.jpeg)



.jpeg)



.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)





.jpeg)


