LENSA BALI: Pendidikan

Hot


Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2026

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗔𝘂𝗱𝗶𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗪𝗛𝗗𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗗𝗠 𝗛𝗶𝗻𝗱𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗨𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿

September 21, 2026 0
Terima Audiensi WHDI Bali, Ibu Putri Koster Dorong Sinergi Perkuat SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas penguatan kerja sama dalam pendidikan karakter, pemahaman nilai-nilai agama Hindu, serta pemberdayaan masyarakat.

Ibu Putri Koster menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan WHDI Bali beserta berbagai program yang dijalankan. Sebagai organisasi perempuan Hindu, WHDI dinilai memiliki peran strategis dalam membantu memperluas pemahaman masyarakat terhadap ajaran dan nilai-nilai agama Hindu.

“WHDI penting untuk terus tumbuh dan aktif di tengah masyarakat sebagai wadah komunikasi dan informasi mengenai ajaran agama Hindu. Dari sini kita dapat memperkuat pemahaman umat sekaligus membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Ibu Putri Koster.

Menurutnya, pemahaman keagamaan tidak cukup hanya berada pada tataran pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui tata krama, perilaku yang baik, serta kemampuan membangun toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

“Pemahaman agama harus mampu menjadi pegangan dalam kehidupan, termasuk bagaimana kita menjaga tata krama, perilaku, serta toleransi dalam hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya,” imbuhnya.

Dalam audiensi tersebut, Ketua WHDI Bali, Tjokorda Istri Sri Ramaswati, turut menyampaikan rencana pelaksanaan webinar bertajuk “Catur Guru”. Kegiatan tersebut menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi digital.

Terima Audiensi WHDI Bali, Ibu Putri Koster Dorong Sinergi Perkuat SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter

Materi Catur Guru diharapkan dapat menjadi pegangan bagi anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Salah satu perhatian yang diangkat adalah persoalan perundungan atau bullying yang masih dapat terjadi di lingkungan pergaulan generasi muda.

“Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Catur Guru, kita berharap mereka memiliki pegangan dalam berpikir dan berperilaku sehingga tidak keluar dari koridor nilai-nilai agama. Pemahaman yang kuat terhadap Catur Guru diharapkan mampu membentuk karakter individu menjadi lebih baik, kuat, beretika, dan memiliki sopan santun,” ujar Tjokorda Istri Sri Ramaswati.

Ibu Putri Koster berharap kiprah WHDI Bali dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya pada aspek keagamaan, WHDI diharapkan turut berperan dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan, pengajaran agama, maupun berbagai kegiatan sosial.

Kolaborasi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan WHDI Bali diharapkan dapat menjadi kerja bersama yang berkelanjutan sekaligus meninggalkan legacy dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu.

“Sinergi ini kita harapkan mampu menjadi legacy bagi organisasi dalam memajukan sumber daya manusia Hindu. Dengan ruang gerak yang berlandaskan ajaran Hindu serta tetap berpijak pada adat, dresta, dan kearifan lokal, kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” pungkas Ibu Putri Koster. (hms/ap)
Read More

Jumat, 18 September 2026

𝗧𝗿𝗮𝗸𝘁𝗶𝗿 𝗦𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗦𝗠𝗣𝗡 𝟭𝟯 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗡𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗶𝗻𝗴𝗴𝗼, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗝𝗮𝗱𝗶𝗹𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻

September 18, 2026 0
Traktir Siswa SMPN 13 Denpasar Nasi Jinggo, Gubernur Koster Jadilah Pemimpin Bali Masa Depan

DENPASAR, Lensabali.id – Suasana akrab mewarnai kunjungan Gubernur Bali Wayan Koster ke SMPN 13 Denpasar di Padangsambian Kelod, Denpasar, Jumat (18/9/2026) siang. Di hadapan ratusan siswa dan guru, Koster tidak hanya berbincang santai, tetapi juga makan bersama sambil menikmati nasi jinggo yang ditraktirnya bersama Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Kedatangan Koster langsung mendapat sambutan antusias dari keluarga besar sekolah. Sejumlah siswa dan guru terlihat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama hingga meminta tanda tangan Gubernur Bali.

Koster menjelaskan, kunjungannya kali ini tidak berkaitan dengan agenda resmi pemerintahan. Ia sengaja datang setelah sebelumnya bertemu sejumlah siswa SMPN 13 Denpasar yang mengundangnya berkunjung ke sekolah.

“Saya hadir bukan resmi, tapi diundang anak-anak,” ujar Koster.

Menurutnya, undangan tersebut menjadi janji yang ingin ditepati. “Anak-anak ingin saya mengunjungi SMPN 13. Jadi saya datang menepati janji,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Koster menyempatkan diri melihat kondisi lingkungan sekolah. Ia menilai fasilitas fisik SMPN 13 Denpasar sudah baik dan memberikan apresiasi kepada para guru yang terus menjalankan proses pembelajaran.

“Sekolah saya lihat sangat bagus. Bangunan fisik bagus. Terima kasih kepada guru-guru yang sudah mengajar dengan baik,” ucapnya.

Koster kemudian menitipkan pesan kepada para siswa agar tidak berhenti belajar dan mulai mempersiapkan diri sebagai generasi penerus Bali. Ia berharap para siswa kelak tidak hanya menjadi pribadi yang berprestasi, tetapi juga pemimpin yang mampu memberikan manfaat lebih luas.

“Anak-anak, terima kasih sudah belajar baik. Jadilah pemimpin yang baik untuk Bali, bahkan luar Bali. Saya harap belajar terus dengan baik,” pesannya.

Ia juga meminta pihak sekolah maupun siswa menyampaikan secara langsung apabila masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi. Menurut Koster, komunikasi tersebut penting agar berbagai kekurangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang kurang, tolong sampaikan langsung. Melengkapi hal yang belum tuntas,” ujar Koster.

Kepala SMPN 13 Denpasar Ni Made Sukarini menyambut baik kehadiran Gubernur Bali. Ia menilai kunjungan tersebut memiliki arti lebih dari sekadar silaturahmi karena memberikan dorongan moral bagi siswa dan seluruh warga sekolah.

“Kami merasa bangga atas kunjungan Bapak. Tidak sekadar kunjungan, tetapi motivasi luar biasa,” ungkap Sukarini.

Menurut Sukarini, sekolah terus berusaha membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan, aman dan nyaman. Lingkungan tersebut diharapkan mampu membantu siswa berkembang serta mengejar cita-cita mereka.

SMPN 13 Denpasar berdiri sejak 2019 dengan 27 ruang yang berada dalam bangunan tiga lantai. Fasilitas fisik sekolah juga telah menjalani revitalisasi pada tahun sebelumnya. Sukarini berharap kunjungan Koster dapat menjadi tambahan semangat bagi warga sekolah untuk meningkatkan prestasi di berbagai bidang.

Traktir Siswa SMPN 13 Denpasar Nasi Jinggo, Gubernur Koster Jadilah Pemimpin Bali Masa Depan

“Semoga kunjungan Bapak bisa memotivasi lagi prestasi dan kemajuan kami, akademik maupun prestasi olahraga, seni, dan lain-lain,” katanya.

Ia berharap SMPN 13 Denpasar terus berkembang dan mampu mengejar capaian sekolah-sekolah lain yang lebih dahulu berdiri.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara juga mengapresiasi kehadiran Koster di tengah aktivitasnya sebagai Gubernur Bali. “Hari ini luar biasa. Kesempatan kehadiran Gubernur di tengah kesibukan,” ujar Jaya Negara.

Ia meminta siswa dan pihak sekolah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kebutuhan maupun aspirasi yang masih dirasakan.

“Silakan sampaikan saja unek-unek kepada Bapak Gubernur, apa yang kurang,” katanya.

Kunjungan berlangsung santai dengan interaksi langsung antara Gubernur, siswa dan guru. Sebelum meninggalkan sekolah, Koster menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan seluruh keluarga besar SMPN 13 Denpasar.

“Terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang hangat,” tutupnya. (ap)
Read More

Kamis, 17 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗯𝗮𝗵 𝗔𝘀𝗲𝘁 𝗨𝗧 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟰,𝟴𝟵 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

September 17, 2026 0
Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset UT Senilai Rp4,89 Miliar

DENPASAR, Lensabali.id – Universitas Terbuka (UT) Denpasar menyerahkan kembali lahan milik Pemerintah Provinsi Bali sekaligus menghibahkan aset bangunan dan peralatan kepada Pemprov Bali. Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru UT Denpasar, Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9).

Lahan yang dikembalikan memiliki luas 1.975 meter persegi dan berada di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan. Sebelumnya, lahan tersebut digunakan sebagai Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) UT Denpasar. Bersamaan dengan pengembalian lahan, UT menyerahkan hibah berupa gedung beserta peralatan dan mesin yang berada di dalamnya dengan total nilai perolehan mencapai Rp4,89 miliar.

Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto menjelaskan, pemanfaatan lahan Pemprov Bali oleh UT telah berlangsung sejak 2007 setelah pemerintah daerah menerbitkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007. Pemanfaatannya kemudian diperkuat melalui Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tanggal 21 April 2015 yang berlaku selama lima tahun hingga 2020 dan dilanjutkan dengan perpanjangan kerja sama pada 2021.

Di atas lahan tersebut, UT membangun gedung seluas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008. Bangunan tersebut didukung Izin Mendirikan Bangunan Nomor 02/52/187/DS/DP/2010 tertanggal 11 Januari 2010.

“Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi," ujar Prof. Ali.

Menurutnya, pengembalian lahan dan hibah aset merupakan bagian dari penataan Barang Milik Universitas Terbuka. Setelah UT Denpasar pindah ke gedung baru di Jalan Raya Sesetan pada 2024, proses penataan administrasi dan pengelolaan aset dilakukan agar berjalan tertib, transparan, serta akuntabel.

"Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya," jelasnya.

Aset yang dihibahkan meliputi satu unit gedung dan bangunan senilai Rp4.148.127.000 serta 169 unit peralatan dan mesin dengan nilai perolehan Rp746.159.250. Dengan demikian, keseluruhan nilai perolehan aset yang diserahkan mencapai Rp4.894.286.250.

Berbagai perlengkapan tersebut antara lain AC, backdrop, exhaust fan, layar proyektor, lemari, meja dan workstation, meja resepsionis, perkakas, rak kayu hingga sketsel ruangan. Berdasarkan inventarisasi, aset berada dalam kondisi baik dengan sebagian lainnya mengalami kerusakan ringan.

Prof. Ali turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Bali terhadap perkembangan UT di Bali. Ia secara khusus menyebut peran Wayan Koster yang sebelumnya turut terlibat dalam proses pendirian UT ketika menjabat sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Sementara itu, Gubernur Koster menilai aset yang diterima Pemprov Bali masih memiliki manfaat besar karena kondisi bangunan dinilai layak digunakan. Sebelum serah terima, Koster juga meninjau langsung gedung di Jalan Gurita.

“Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp. 4,89 miliar," ujarnya.

Koster menyampaikan terima kasih kepada Rektor UT atas hibah tersebut. Ia menilai aset itu dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat maupun kebutuhan organisasi pemerintahan.

“Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan," katanya.

Koster juga mengungkapkan kedekatan historisnya dengan UT. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendukbud RI pada 1988, ia banyak melakukan riset mengenai kebijakan peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan, termasuk bagaimana menyediakan pendidikan bagi masyarakat di wilayah Indonesia yang luas dan sulit dijangkau.

“Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya.

Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset UT Senilai Rp4,89 Miliar

Menurutnya, kondisi geografis dan sosial Indonesia membutuhkan model pendidikan yang mudah diakses masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil. “Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu diantaranya adalah UT."

Koster menilai UT kini berkembang pesat sejak berdiri pada 1988. “Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya.

Melihat perkembangan tersebut, Koster meminta UT mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Bali yang saat ini masih berada di bawah 40 persen. UT juga diharapkan mendukung program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi.

Kepala BPKAD Bali I Ketut Maduyasa mengatakan Pemprov Bali akan segera menindaklanjuti pemanfaatan aset tersebut. Gedung akan lebih dulu ditata dan diperbaiki sebelum digunakan.

"Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov Bali bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali," ungkapnya. (hms/ap)
Read More

Rabu, 02 September 2026

𝗦𝗜-𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼 𝗨𝗻𝗱𝗶𝗸𝘀𝗵𝗮 𝗣𝗮𝗱𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗜 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗘𝗚 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗗𝗲𝘁𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗗𝗶𝗻𝗶 𝗞𝗲𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗻

September 02, 2026 0
SI-Konseling Pro Undiksha Padukan AI dan EEG untuk Deteksi Dini Kekerasan


BULELENG, Lensabali.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan SI-Konseling Pro, sebuah sistem informasi konseling berbasis web yang ditujukan untuk memperkuat deteksi dini sekaligus pencegahan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah.

Inovasi tersebut dipimpin oleh Kadek Suranata dengan melibatkan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) serta Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (PD ABKIN) Bali. Pengembangannya dilakukan melalui Program Hilirisasi Riset Strategis-Skema Pengujian Produk Tahun 2026 yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

SI-Konseling Pro dikembangkan melalui Neuroharmony Laboratory dengan memadukan teknologi Electroencephalography (EEG), kecerdasan buatan (AI), asesmen psikologis, serta nilai kearifan lokal Bali Tri Kaya Parisudha.

Sistem tersebut menyediakan sejumlah fitur, antara lain asesmen DASS-21, konsultasi bimbingan dan konseling secara daring, pelaporan kasus kekerasan secara terstruktur dan anonim, hingga analisis EEG sebagai pendukung proses prekonseling.

Data neurofisiologis siswa dari analisis EEG ditampilkan melalui dashboard untuk memberikan informasi tambahan kepada guru BK, terutama mengenai indikator konsentrasi dan regulasi emosi. Namun, teknologi ini hanya digunakan sebagai alat bantu skrining dan tidak menggantikan peran guru dalam proses konseling.

Suranata mengatakan inovasi tersebut dirancang agar hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi maupun prototipe, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan sekolah.

"Kami ingin riset dosen tidak berhenti sebagai publikasi atau prototipe, tetapi dapat dihilirkan menjadi inovasi yang benar-benar dimanfaatkan," ujar Suranata, Senin (31/8/2026).

Selain teknologi, SI-Konseling Pro mengintegrasikan nilai Tri Kaya Parisudha yang mencakup manacika, wacika, dan kayika. Prinsip tersebut menekankan keharmonisan pikiran, perkataan, dan perbuatan sebagai bagian dari pendekatan konseling untuk mendorong pola pikir, komunikasi, serta perilaku siswa yang lebih positif.

Dalam pengembangannya, tim juga menggunakan baseline norma neurofisiologis dari 35 subjek di Bali sebagai salah satu acuan untuk membantu memastikan interpretasi data lebih sesuai dengan karakteristik lokal.

Pengujian sistem telah dilakukan di sejumlah sekolah mitra di Denpasar dan Singaraja. Tim mengumpulkan data baseline DASS-21 dari 400 siswa di delapan sekolah, sekaligus melakukan uji pre-post test terhadap 65 siswa.

Suranata berharap SI-Konseling Pro dapat terus disempurnakan dan dimanfaatkan secara lebih luas untuk memperkuat layanan bimbingan dan konseling serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman bagi siswa.

"Harapannya, SI-Konseling Pro tidak berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi solusi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah," harap Suranata. (ap)
Read More

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗶𝗲𝘀 𝗡𝗮𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀 𝗸𝗲-𝟱𝟵 𝗙𝗘𝗕 𝗨𝗻𝘂𝗱, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗿𝗶𝗯𝘂𝘀𝗶 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶

September 02, 2026 0
Hadiri Dies Natalis ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Perkuat Kontribusi bagi Pembangunan Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana (Unud) yang berlangsung di halaman kampus FEB Unud, Selasa (1/9/2026). Momentum tersebut dimanfaatkan Koster untuk menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan Bali.

Dalam sambutannya, Koster menyebut Universitas Udayana memiliki posisi strategis sebagai lembaga pendidikan tinggi yang selama ini turut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Hubungan antara Pemprov Bali dan Unud, menurutnya, juga terus diperkuat melalui koordinasi dan kerja sama.

“Pakar yang tergabung di Pemprov Bali sebagian dari UNUD dan secara institusi maupun pribadi, saya dengan Bapak Rektor memiliki hubungan yang sangat baik, terus berkoordinasi untuk menyelaraskan kerjasama antara Pemprov dengan UNUD,” ucapnya.

Koster menilai Unud merupakan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali sekaligus menjadi rujukan pendidikan tinggi bagi kawasan Indonesia Timur. Ia juga menyinggung makna nama Udayana yang diambil dari sosok raja yang memiliki pengaruh besar dalam sejarah Bali dan membawa pulau ini pada masa kejayaan.

Menurut Koster, sejarah tersebut menjadi salah satu inspirasi dalam menjalankan pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia menegaskan pembangunan tidak boleh melepaskan karakter, potensi dan jati diri daerah.

“Ini saya jadikan pedoman agar alam, manusia dan alam Bali tetap ajeg. Bali harus betul-betul dibangun sesuai dengan karakteristik dan potensi lokalnya. Ini yang sedang saya kerjakan dengan sangat serius melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun,” urainya.

Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, lanjutnya, mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari alam, manusia hingga kebudayaan. Ketiganya harus berjalan beriringan, tumbuh secara seimbang dan saling menjaga agar keberlanjutan Bali tetap terpelihara.

Dalam konteks pendidikan ekonomi, Koster menilai konsep Ekonomi Kerthi Bali yang telah dituangkan dalam sebuah buku relevan untuk dikenalkan kepada sivitas akademika FEB Unud. Konsep tersebut dinilai penting agar pengembangan pengetahuan ekonomi tidak terlepas dari kondisi dan potensi lokal Bali.

“Saya berharap konsep ini dikenalkan di kampus karena sangat bagus, Supaya pengetahuan yang kita bangun benar-benar menyentuh dan menyatu dengan karakter serta potensi daerah Bali. Saya siap memberi kuliah umum tentang Ekonomi Kerthi Bali di FEB,” imbuhnya.

Menutup sambutannya, Koster berharap FEB Unud semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga meminta usia 59 tahun menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan reputasi fakultas.

Hadiri Dies Natalis ke-59 FEB Unud, Gubernur Koster Perkuat Kontribusi bagi Pembangunan Bali

“Ini yang sangat saya harapkan, khususnya pada FEB yang genap berusia 59 tahun. Jadikan dies natalis menjadi momentum untuk bergerak maju agar FEB makin kuat, tangguh dan makin terkenal. Menjadi kebanggaan masyakarat Bali dan Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FEB Unud Prof. Dr. Ni Putu Wiwin Setyari memaparkan sejumlah capaian fakultas. FEB Unud kini menjadi salah satu fakultas ekonomi terkemuka di kawasan Indonesia Timur, dengan ribuan alumni yang telah berkiprah di berbagai sektor. Dari 12 program studi yang dimiliki, 10 di antaranya telah meraih akreditasi unggul.

Wiwin menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur fakultas dan dukungan berbagai pihak. Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-59, “Empowering Collective Impact: Driving Change Beyond Limits, Together as One”, ia mengajak keluarga besar FEB menerjemahkan semangat kolaborasi tersebut ke dalam kontribusi yang lebih konkret.

“Saya berharap ini bukan hanya sekadar slogan tapi penegasan bahwa keunggulan dari kerja keras harus diterjemahkan dalam tindakan nyata hingga bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Rangkaian perayaan Dies Natalis ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan FEB Unud Wiwin Setyari. Potongan pertama kemudian diserahkan kepada Gubernur Bali Wayan Koster. (hms/ap)
Read More

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝟱-𝟲 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗣𝗔𝗨𝗗 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗦𝗗

Agustus 09, 2026 0

Pemkab Gianyar Wajibkan Anak Usia 5-6 Tahun Ikut PAUD Sebelum Masuk SD

GIANYAR, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mencanangkan gerakan Gianyar Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah (Gelari Gianyar Wajar). Program ini ditujukan untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD).

Bunda PAUD Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan program tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini. Seluruh camat, lurah, dan perbekel diminta melakukan pendataan terhadap anak usia 5 tahun yang belum mengikuti PAUD.

"Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mendeklarasikan gerakan Gianyar wajib belajar satu tahun prasekolah (Gelari Gianyar Wajar) sebagai gerakan bersama untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar," kata Adnyani dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Pendataan dilakukan agar tidak ada anak yang terlewat dan seluruh anak usia dini di Gianyar telah memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki SD. Pemkab juga mendorong setiap desa memiliki setidaknya satu satuan pendidikan PAUD.

"Supaya tidak ada yang terlewat dari layanan PAUD. Sekaligus memperkuat program Satu Desa Satu PAUD, Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, serta Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah," ujar Adnyani.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting dalam membangun fondasi moral, sosial, emosional, dan kognitif anak. Karena itu, proses perpindahan dari PAUD menuju SD diharapkan berlangsung secara bertahap dan menyenangkan tanpa memberikan tekanan kepada anak.

"Demi mewujudkan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan tanpa tekanan," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar, Gusti Ngurah Putu Adnyana, mengatakan program wajib PAUD diharapkan menjadi dasar dalam membentuk generasi Gianyar yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berbudaya.

"Kami pastikan akses PAUD berkualitas dan inklusif, memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, serta mendorong peran aktif keluarga sebagai pendidik pertama dan utama. Kami ingin mewujudkan generasi emas sejak dini," kata Putu Adnyana.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar sekaligus menjadi salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ap)
Read More

Kamis, 16 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗟𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝟭𝟮.𝟵𝟰𝟮 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗞𝗲𝗿𝘁𝗵𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗵𝘁𝗲𝗿𝗮

Juli 16, 2026 0

Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Bali Lewat Program Desa Kerthi Bali Sejahtera

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (15/7). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mempercepat pembangunan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, BRIDA Provinsi Bali, serta seluruh perguruan tinggi yang terlibat dalam gerakan bersama tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi bentuk nyata implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus tumbuh dari desa sebagai akar kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan maupun destinasi wisata.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, visi pembangunan Bali berorientasi pada terjaganya kesucian dan keharmonisan alam beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara lahir maupun batin. Untuk mencapainya diperlukan kolaborasi seluruh elemen pembangunan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas hingga media.

“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.

Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera tahun ini melibatkan 39 perguruan tinggi dengan total 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan yang akan terjun langsung ke desa-desa di seluruh Bali. Menurut Koster, jumlah tersebut merupakan kekuatan intelektual yang sangat besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Bali Lewat Program Desa Kerthi Bali Sejahtera

Kepada para mahasiswa, Gubernur menitipkan empat pesan utama, yakni menjadi pembelajar yang rendah hati, problem solver yang mampu menawarkan solusi, inovator yang menghadirkan terobosan sederhana bagi masyarakat, serta future leader yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pembatasan plastik sekali pakai, perlindungan sumber daya air, penguatan pertanian organik, pengembangan UMKM, penggunaan produk lokal Bali, pelestarian budaya hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Menutup sambutannya, Koster optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan desa yang maju, lingkungan yang lestari, ekonomi yang mandiri, serta kebudayaan Bali yang semakin kokoh.

“Titiang percaya, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tutupnya. (hms/ap)
Read More

Selasa, 14 Juli 2026

𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻

Juli 14, 2026 0
Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem, Koster Pastikan Program Pendidikan Gratis Siap Berjalan


Pengerjaan Sekolah Rakyat Capai 95 Persen, Ditargetkan Rampung dan Mulai Beroperasi Akhir Juli 2026

KARANGASEM, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung perkembangan pembangunan sekaligus kesiapan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (13/7).

Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare itu merupakan bagian dari program strategis Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui layanan pendidikan dan asrama yang layak.

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyapa calon siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang tengah mengikuti proses pendaftaran. Ia juga meninjau sejumlah ruang belajar yang telah dilengkapi sarana pendukung seperti meja dan kursi, lemari, papan tulis, sistem ventilasi, pencahayaan, hingga kipas angin.

Perhatian khusus juga diberikan pada kesiapan fasilitas penunjang lainnya, mulai dari asrama, kantin, tempat ibadah, toilet, penyediaan air bersih, fasilitas mencuci, hingga pasokan listrik. Koster meminta laporan rinci terkait kesiapan infrastruktur dan layanan pendidikan dari seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, melaporkan bahwa progres pembangunan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan tuntas pada 30 Juli 2026.

“Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep bangunan mengusung prinsip bangunan hijau dengan memaksimalkan sirkulasi udara alami tanpa penggunaan pendingin ruangan. Untuk kebutuhan air bersih, sekolah memanfaatkan dua sumur bor yang telah berizin serta jaringan PDAM. Ke depan, pasokan air permanen akan diperkuat melalui pembangunan sistem baru yang memanfaatkan sumber air Sungai Telaga Waja.

Dari sisi kelistrikan, sekolah telah terhubung langsung dengan gardu PLN berkapasitas 345 kVA dan didukung genset sebagai cadangan energi. Kompleks pendidikan ini juga dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dan fasilitas ibadah.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena, menjelaskan bahwa seluruh siswa akan memperoleh fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari seragam, buku pelajaran, laptop, hingga makanan bergizi tiga kali sehari.

Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem, Koster Pastikan Program Pendidikan Gratis Siap Berjalan

Selain itu, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan tes DNA untuk membantu mengidentifikasi potensi, bakat, serta kebutuhan pengembangan masing-masing peserta didik.

Data sementara menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 19 siswa SD, serta masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Untuk mendukung proses belajar, tenaga pengajar sementara berasal dari guru non-ASN dan guru yang diperbantukan dari pemerintah daerah sambil menunggu proses rekrutmen tenaga pendidik oleh pemerintah pusat.

Menutup kunjungannya, Gubernur Koster meminta seluruh pekerjaan penyelesaian asrama, ruang kelas, dapur, dan fasilitas pendukung lainnya dirampungkan sesuai jadwal.

“Jadi Titiang terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Kunjungan hari ini Titiang ingin mendapat laporan detail dan hasil kunjungannya akan saya koordinasikan ke Bapak Menteri Sosial, supaya program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto berjalan sesuai harapan niat baik Bapak Presiden,” tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bali akan kembali melakukan peninjauan pada akhir Juli hingga awal Agustus guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal. (*/ap)
Read More

Senin, 13 Juli 2026

𝗦𝗗𝗡 𝟯 𝗕𝘂𝗸𝗶𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗦𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗕𝗮𝗿𝘂, 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀𝗺𝗲 𝗠𝗣𝗟𝗦 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴

Juli 13, 2026 0
SDN 3 Bukit Terima Dua Siswa Baru, Antusiasme MPLS Tak Berkurang

KARANGASEM, Lensabali.id – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 3 Bukit, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Senin (13/7/2026), tampak berbeda dibandingkan sekolah lain. Tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima dua peserta didik baru, yakni Gusti Bagus Arya Darma Wijaya dan Gusti Ngurah Arya Wardana Putra.

Meski jumlahnya sangat sedikit, semangat keduanya tidak surut. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah, berinteraksi dengan guru, hingga menikmati permainan edukatif yang disiapkan selama MPLS.

Bagi Arya Darma, hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang cukup istimewa. Anak yang mengaku jarang bangun pagi itu harus memulai aktivitas lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan sekolah.

"Saya tidak pernah bangun pagi, tadi dibangunin sama nenek," kata Arya Darma.

Setelah bangun, ia langsung bersiap dan diantar ayahnya ke sekolah. Ke depan, Arya berharap dapat lebih mandiri dengan berangkat sendiri karena jarak rumahnya cukup dekat dari sekolah.

"Nanti belajar bangun pagi dan berangkat sekolah sendiri karena rumah dekat," ujarnya.

Sementara itu, Wardana juga mengaku harus dibangunkan keluarganya pada hari pertama masuk sekolah. Meski demikian, ia tampak menikmati seluruh rangkaian kegiatan bersama teman sekelasnya yang hanya berjumlah satu orang.

Wali Kelas I SDN 3 Bukit, I Gusti Ayu Parianti, mengatakan sekolah tetap bersyukur menerima peserta didik baru meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai empat siswa. Selama MPLS, kedua murid tetap mendapatkan pengalaman yang sama seperti siswa baru di sekolah lain.

"Kami ingin kedua siswa merasa senang dan nyaman dulu bersekolah selama masa MPLS, jadi kami lakukan sesuatu yang ringan dan menyenangkan," ujar Parianti.

Menurutnya, minimnya jumlah siswa baru dipengaruhi kondisi demografis masyarakat sekitar. Banyak warga memilih merantau sehingga jumlah anak usia sekolah yang menetap di desa menjadi terbatas. Selain itu, sebagian orang tua juga memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah lain.

"Sebenarnya ada dua lagi anak yang masuk usia sekolah di sini, tapi orang tuanya memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah lain jadi sisa hanya dua orang siswa saja," jelasnya.

Kepala SDN 3 Bukit, I Komang Sura Nata, menuturkan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang penerimaan siswa baru. Namun, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan jumlah pendaftar tahun ini.

"Semoga tahun depan kami dapat siswa lebih banyak lagi," harap Sura Nata.

Meski hanya menerima dua murid baru, proses pendidikan tetap berjalan normal. Saat ini SDN 3 Bukit memiliki total 35 siswa dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang sama bagi setiap anak tanpa membedakan jumlah peserta didik dalam satu kelas. (ap)
Read More

Minggu, 07 Juni 2026

𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗸𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juni 07, 2026 0
Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi membuka Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno ini mengusung tema Wirasana Biravartha, yang dimaknai sebagai semangat kepahlawanan, keberanian, dan kekuatan untuk menumbuhkan generasi yang unggul, berkarakter, dan bersinar.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung. Festival ini menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Serombotan.

Ketua Panitia, Drs. I Ketut Sujana, mengatakan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 dirancang untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat kemampuan literasi peserta didik, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Gemar membaca adalah karakter dasar yang ingin kita tanamkan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Juni 2026, dengan menyuguhkan 14 rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan edukatif dan hiburan, mulai dari lomba bertutur, bedah buku, talkshow literasi budaya, literasi keuangan dan kewirausahaan, lomba video konten, hingga berbagai pentas seni dan pameran hasil pendidikan. Kegiatan juga melibatkan pelajar, guru, komunitas literasi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan literasi dan pendidikan di Kabupaten Klungkung. Pembukaan acara juga dirangkaikan dengan peluncuran Sekaa Gong Gita Handayani Mahottama yang tampil mengiringi Tari Widya Mahottama.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.

Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Melalui literasi, kita mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala berpikir, dan mendongkrak kualitas diri. Pekan ini harus menjadi momentum kuat untuk memotivasi siswa dan seluruh ekosistem sekolah agar semakin mencintai aktivitas membaca, menulis, dan belajar,” tegasnya.

Bupati Satria juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pemimpin dan tokoh Klungkung terdahulu yang berhasil menjadikan Klungkung sebagai pusat seni, sastra, dan budaya di Bali. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal sangat penting untuk memperkuat identitas serta karakter generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Bupati turut menyoroti tantangan dunia pendidikan, termasuk adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemerataan akses teknologi, serta perubahan peran guru yang kini tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembentuk karakter peserta didik. Ia berharap gerakan membaca terus dilakukan secara konsisten hingga tumbuh menjadi budaya yang mengakar di sekolah maupun masyarakat.

Usai membuka kegiatan secara resmi, Bupati Klungkung bersama jajaran meninjau stan pameran kearsipan, pendidikan, serta produk unggulan UMKM. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP PKK Ny. Eva Satria, Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, dan berbagai unsur terkait lainnya. (*/ap)
Read More

Kamis, 04 Juni 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿

Juni 04, 2026 0
Buka Pameran Pendidikan Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Semangat dan kreativitas generasi muda mewarnai pembukaan Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2026 yang digelar di GOR Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (03/06/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra.

Pameran yang melibatkan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK itu menampilkan beragam hasil karya, inovasi pendidikan, serta pertunjukan seni yang mencerminkan potensi dan kreativitas pelajar di wilayah kepulauan tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nusa Penida ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Satu Tahun Tumbuh: Cerdas Pikiran, Rasa, dan Makna dalam Harmoni Tri Hita Karana.”

Melalui kegiatan tersebut, PGRI Nusa Penida berupaya memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat. Pameran juga menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah untuk menampilkan capaian pembelajaran yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjok Surya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Klungkung menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PGRI Cabang Nusa Penida atas dedikasi dan konsistensinya dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Buka Pameran Pendidikan Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat sejak usia dini. Peran guru dinilai sangat strategis dalam membangun fondasi moral dan kepribadian generasi penerus.

“Pendidikan adalah investasi masa depan kita. Maka dari itu, melalui pameran ini pentingnya para guru pengajar membekali siswa pendidikan karakter sejak dini agar nantinya bisa mewujudkan generasi muda Klungkung yang cerdas dan berkualitas,” ujar Wabup Tjok Surya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain memberikan ilmu pengetahuan, guru diharapkan mampu membimbing siswa agar memiliki kemampuan menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

Menurutnya, pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam bersikap dan berinteraksi di ruang digital.

“Pemkab Klungkung sangat berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas guru terutama di era digitalisasi ini agar generasi muda diberikan pemahaman yang maksimal dalam menggunakan sosial media (sosmed) dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. (*/ap)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗚𝗲𝗺𝗮𝗿 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮

Juni 04, 2026 0
Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (3/6).

Pekan Literasi dan Pendidikan dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Juni 2026 dengan mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Klungkung Mahottama.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan lokasi, rangkaian acara, keterlibatan sekolah, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyaring informasi secara bijak di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Menurutnya, budaya literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Klungkung.

“Pekan Literasi dan Pendidikan ini jangan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Saya minta seluruh pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, hingga sekolah-sekolah, berkolaborasi menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan minat baca dan kreativitas anak-anak,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

Ia juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berkarya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Selain aspek pendidikan, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Pekan literasi ini sangat penting untuk mengajarkan anak-anak sejak dini mencintai membaca, menulis, dan berbagai aktivitas positif lainnya. Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda Klungkung,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menilai Pekan Literasi dan Pendidikan merupakan momentum strategis untuk membangun semangat belajar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kreatif dan berdaya saing. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat budaya literasi sebagai fondasi menuju terwujudnya Klungkung Mahottama yang maju, harmonis, tenteram, dan makmur. (*/ap)
Read More

Selasa, 19 Mei 2026

𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗶𝗻𝗮𝗿 𝗦𝗧𝗘𝗠, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗔𝗱𝗮𝗽𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹

Mei 19, 2026 0
Wabup Tjok Surya Buka Seminar STEM, Dorong Guru Adaptif di Era Digital

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra membuka Seminar Pendidikan bertema “Implementasi STEM dalam Pembelajaran” di Ruang Rapat SMA Negeri 2 Semarapura, Selasa (19/5).

Kegiatan yang juga dihadiri para tenaga pendidik dari berbagai kecamatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan langsung dan daring, guna menjangkau lebih banyak peserta.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penerapan metode pembelajaran berbasis STEM atau Science, Technology, Engineering, dan Mathematics di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Klungkung menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan digital.

Menurutnya, guru harus mampu menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif agar proses belajar menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa peran guru tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Karena itu, Wabup Tjok Surya mendorong para guru untuk aktif memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan kepada para siswa sejak dini.

“Saya berharap para guru mampu menjadi teladan sekaligus motor penggerak pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa,” ujarnya.

Wabup Tjok Surya Buka Seminar STEM, Dorong Guru Adaptif di Era Digital

Sementara itu, Ketua Panitia A.A Istri Intan Sukma Pratiwi menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan memperkuat solidaritas antarpendidik sekaligus meningkatkan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Kegiatan seminar juga menghadirkan narasumber Ni Made Risa Kusadi, S.E., M.Pd yang memberikan pemaparan mengenai implementasi STEM dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di Kabupaten Klungkung semakin siap menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi guna menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (*/ap)
Read More

Sabtu, 16 Mei 2026

𝗜 𝗚𝘂𝘀𝘁𝗶 𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗣𝗠𝗕 𝗦𝗠𝗣𝗡 𝟭 𝗞𝘂𝘁𝗮

Mei 16, 2026 0
I Gusti Anom Gumanti Hadiri Sosialisasi SPMB SMPN 1 Kuta

BADUNG, Lensabali.id  – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri 1 Kuta Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di ruang pertemuan lantai III SMP Negeri 1 Kuta, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penerimaan murid baru sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme dan ketentuan SPMB yang akan diterapkan.

Sosialisasi ini juga menjadi ruang komunikasi antara pihak sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan agar proses penerimaan siswa berjalan lebih tertib dan sesuai regulasi.

Kehadiran Ketua DPRD Badung dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Badung.

Selain itu, keterlibatan DPRD juga diharapkan mampu mendorong pelaksanaan penerimaan murid baru yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

I Gusti Anom Gumanti menilai proses penerimaan siswa baru harus dilaksanakan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian informasi dan pelayanan pendidikan yang optimal.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami seluruh tahapan dan ketentuan penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. (*/ap)
Read More

Rabu, 13 Mei 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗡𝗼𝗻-𝗔𝗦𝗡 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿, 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗸𝗲𝗻𝗮𝗿𝗶𝗼 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻

Mei 13, 2026 0
Ratusan Guru Non-ASN di Badung Terancam Berhenti Mengajar, DPRD Badung Minta Siapkan Skenario Penyelamatan

BADUNG, Lensabali.id – Ratusan guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di Kabupaten Badung terancam tidak lagi mengajar mulai akhir 2026. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya proses belajar mengajar di sekolah negeri apabila tidak segera dicarikan solusi.

Situasi tersebut muncul setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru non-ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah. Dalam aturan itu disebutkan guru non-ASN hanya dapat menjalankan tugas hingga 31 Desember 2026.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Badung Putu Parwata meminta pemerintah daerah segera menyiapkan langkah penyelamatan agar tenaga pendidik non-ASN tetap dapat mengajar.

Menurut politisi PDIP asal Dalung itu, para guru kontrak yang telah lama mengabdi tidak boleh diabaikan begitu saja karena keberadaan mereka masih sangat dibutuhkan sekolah.

“Kalau sampai non-ASN ini, 300 lebih tidak mengajar, berarti akan terjadi stagnasi dari proses belajar-mengajar. Ini akan menjadi beban yang tidak baik untuk anak-anak kita,” ujar Parwata, Selasa (12/5).

Ia menilai penghentian proses belajar mengajar bukan solusi yang tepat. Karena itu, Komisi IV DPRD Badung akan mempercepat koordinasi dengan Disdikpora dan Bupati Badung untuk mencari langkah strategis menghadapi kebijakan tersebut.

Sebagai upaya awal, DPRD Badung mendorong guru non-ASN mengikuti seleksi CPNS yang saat ini menyediakan sekitar 175 formasi.

Namun bagi tenaga pendidik yang belum lolos seleksi, DPRD Badung berjanji tetap menyiapkan solusi tambahan melalui rapat kerja dan usulan kebijakan khusus kepada Kementerian PAN-RB.

“Kami juga mendorong adanya skenario transisi yang difasilitasi pemerintah daerah bersama Disdikpora, sehingga tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah,” tegas mantan Ketua DPRD Badung tersebut. (*/ap)
Read More

Selasa, 12 Mei 2026

𝗪𝗮𝘆𝗮𝗻 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗞𝗼𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗛𝗨𝗧 𝗦𝗠𝗞𝗡 𝟯 𝗞𝗶𝗻𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻𝗶, 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶

Mei 12, 2026 0
Wayan Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani, Bagikan Kisah Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

BANGLI, Lensabali.id – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 SMKN 3 Kintamani di Desa Dausa, Bangli, Senin (11/5). Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta dua mantan Bupati Bangli disambut antusias ribuan siswa, guru, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster tidak hanya memberikan motivasi sebagai kepala daerah, tetapi juga membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sejak kecil. Di hadapan para siswa, ia mengenang masa kecilnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di desa.

Koster mengaku sejak duduk di bangku kelas 4 SD sudah membantu orang tua bekerja, mulai dari memburuh di sawah, membajak lahan, hingga mengangkut bata merah dan material bangunan dengan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer.

“Waktu SD kelas 4 saya sudah bekerja membantu keluarga. Semua hasil kerja tidak pernah saya pakai sendiri, langsung diserahkan ke ibu untuk biaya sekolah,” ungkapnya.

Ia mengatakan kehidupan keras yang dijalani sejak kecil justru membentuk karakter disiplin dan mental kuat. Dari lima bersaudara, hanya dirinya yang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Berbekal kemampuan akademik di bidang matematika, fisika, dan kimia, Koster akhirnya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Untuk bertahan hidup selama kuliah, ia mengajar les privat matematika sambil membantu kebutuhan keluarganya di kampung.

“Kalau hidup susah jangan menyerah. Saya bisa sampai di titik ini karena kerja keras, disiplin, dan ditolong banyak orang baik,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan siswa.

Menurut Koster, pendidikan merupakan jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan generasi muda Bali. Pengalaman hidupnya menjadi alasan mengapa dirinya memberi perhatian besar terhadap sektor pendidikan.

Ia menegaskan tidak ingin ada anak Bali yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Karena itu, sejak menjadi anggota DPR RI, dirinya ikut memperjuangkan berbagai kebijakan pendidikan nasional, termasuk BOS, bantuan siswa miskin, hingga regulasi kesejahteraan guru.

Wayan Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani, Bagikan Kisah Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

“Guru-guru sekarang yang mendapat tunjangan profesi itu lahir dari perjuangan panjang,” katanya.

Koster juga memotivasi siswa SMKN 3 Kintamani agar tidak minder berasal dari desa. Menurutnya, lulusan sekolah vokasi Bali memiliki peluang besar bekerja di sektor pariwisata internasional, kapal pesiar, hingga berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Anak-anak Bali di mana pun bekerja selalu dinilai baik. Mereka disiplin, jujur, dan mau bekerja keras,” ujarnya.

Di akhir acara, suasana semakin hangat ketika Koster menyerahkan bantuan pribadi kepada siswa bernama Komang dan Ketut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan budaya penamaan tradisional Bali. (ap)
Read More

Minggu, 10 Mei 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗥𝗮𝗶𝗵 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗗𝗼𝗸𝘁𝗼𝗿 𝗖𝘂𝗺𝗹𝗮𝘂𝗱𝗲

Mei 10, 2026 0
Ketua DPRD Badung Apresiasi Putri Kuta Raih Gelar Doktor Cumlaude

BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri ujian akhir disertasi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali di Gedung A Kampus Undiknas, Jumat (8/5).

Dalam sidang tersebut, Ni Putu Ari Krismajayanti berhasil menyelesaikan ujian akhir dengan nilai A dan meraih predikat cumlaude.

Ari Krismajayanti merupakan putri asli Kuta sekaligus putri pertama pasangan Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana dan Luh Gede Ekawati.

Pada disertasinya, ia mengangkat konsep Techno-Cultural Synergy yang membahas sinergi budaya, adat, dan teknologi dalam pengembangan UMKM kerajinan ate di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, di tengah era transformasi digital.

Capaian tersebut sekaligus mencatat sejarah baru bagi Undiknas Bali, karena Ari Krismajayanti menjadi doktor pertama lulusan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi atas prestasi akademik yang diraih putri asal Kuta tersebut.

“Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kuta. Kita tentu memberikan apresiasi atas capaian luar biasa ini sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM kita di Kuta,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP asal Kuta itu, keberhasilan Ari Krismajayanti membuktikan sumber daya manusia lokal mampu bersaing di tingkat akademik tertinggi.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Badung untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. (*/ap)
Read More