LENSA BALI: Pendidikan

Hot


Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗨𝘀𝗶𝗮 𝟱-𝟲 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗜𝗸𝘂𝘁 𝗣𝗔𝗨𝗗 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗦𝗗

Agustus 09, 2026 0

Pemkab Gianyar Wajibkan Anak Usia 5-6 Tahun Ikut PAUD Sebelum Masuk SD

GIANYAR, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mencanangkan gerakan Gianyar Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah (Gelari Gianyar Wajar). Program ini ditujukan untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD).

Bunda PAUD Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan program tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini. Seluruh camat, lurah, dan perbekel diminta melakukan pendataan terhadap anak usia 5 tahun yang belum mengikuti PAUD.

"Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mendeklarasikan gerakan Gianyar wajib belajar satu tahun prasekolah (Gelari Gianyar Wajar) sebagai gerakan bersama untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar," kata Adnyani dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).

Pendataan dilakukan agar tidak ada anak yang terlewat dan seluruh anak usia dini di Gianyar telah memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki SD. Pemkab juga mendorong setiap desa memiliki setidaknya satu satuan pendidikan PAUD.

"Supaya tidak ada yang terlewat dari layanan PAUD. Sekaligus memperkuat program Satu Desa Satu PAUD, Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, serta Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah," ujar Adnyani.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting dalam membangun fondasi moral, sosial, emosional, dan kognitif anak. Karena itu, proses perpindahan dari PAUD menuju SD diharapkan berlangsung secara bertahap dan menyenangkan tanpa memberikan tekanan kepada anak.

"Demi mewujudkan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan tanpa tekanan," katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar, Gusti Ngurah Putu Adnyana, mengatakan program wajib PAUD diharapkan menjadi dasar dalam membentuk generasi Gianyar yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berbudaya.

"Kami pastikan akses PAUD berkualitas dan inklusif, memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, serta mendorong peran aktif keluarga sebagai pendidik pertama dan utama. Kami ingin mewujudkan generasi emas sejak dini," kata Putu Adnyana.

Program tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar sekaligus menjadi salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ap)
Read More

Kamis, 16 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗟𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝟭𝟮.𝟵𝟰𝟮 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗞𝗲𝗿𝘁𝗵𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗵𝘁𝗲𝗿𝗮

Juli 16, 2026 0

Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Bali Lewat Program Desa Kerthi Bali Sejahtera

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (15/7). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Bali dalam memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi guna mempercepat pembangunan desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, BRIDA Provinsi Bali, serta seluruh perguruan tinggi yang terlibat dalam gerakan bersama tersebut. Menurutnya, program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi bentuk nyata implementasi Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Koster menegaskan bahwa pembangunan Bali harus tumbuh dari desa sebagai akar kehidupan masyarakat. Karena itu, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan maupun destinasi wisata.

“Kita ingin memastikan bahwa pembangunan Bali tidak hanya berpusat di kota atau kawasan pariwisata saja, melainkan tumbuh subur dari akar rumputnya yaitu dari desa,” tegasnya.

Ia menjelaskan, visi pembangunan Bali berorientasi pada terjaganya kesucian dan keharmonisan alam beserta seluruh isinya demi mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia secara lahir maupun batin. Untuk mencapainya diperlukan kolaborasi seluruh elemen pembangunan, mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas hingga media.

“Pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita memerlukan sinergi seluruh komponen bangsa melalui kolaborasi Pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Komunitas, dan Media,” ujarnya.

Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera tahun ini melibatkan 39 perguruan tinggi dengan total 12.942 mahasiswa dan 953 dosen pembimbing lapangan yang akan terjun langsung ke desa-desa di seluruh Bali. Menurut Koster, jumlah tersebut merupakan kekuatan intelektual yang sangat besar untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di tingkat desa.

Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa Bali Lewat Program Desa Kerthi Bali Sejahtera

Kepada para mahasiswa, Gubernur menitipkan empat pesan utama, yakni menjadi pembelajar yang rendah hati, problem solver yang mampu menawarkan solusi, inovator yang menghadirkan terobosan sederhana bagi masyarakat, serta future leader yang memiliki integritas dan kepedulian sosial.

“Titiang berharap semua mahasiswa mampu meninggalkan jejak pengabdian yang nyata, bukan sekadar laporan kegiatan,” pesannya.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, Gerakan Bali Bersih Sampah, pembatasan plastik sekali pakai, perlindungan sumber daya air, penguatan pertanian organik, pengembangan UMKM, penggunaan produk lokal Bali, pelestarian budaya hingga Program Satu Keluarga Satu Sarjana.

Menutup sambutannya, Koster optimistis kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan desa yang maju, lingkungan yang lestari, ekonomi yang mandiri, serta kebudayaan Bali yang semakin kokoh.

“Titiang percaya, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka kita akan mampu mewujudkan desa yang maju, masyarakat yang sejahtera, lingkungan yang lestari, ekonomi yang berdikari, dan kebudayaan Bali yang semakin kokoh,” tutupnya. (hms/ap)
Read More

Selasa, 14 Juli 2026

𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀 𝗦𝗶𝗮𝗽 𝗕𝗲𝗿𝗷𝗮𝗹𝗮𝗻

Juli 14, 2026 0
Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem, Koster Pastikan Program Pendidikan Gratis Siap Berjalan


Pengerjaan Sekolah Rakyat Capai 95 Persen, Ditargetkan Rampung dan Mulai Beroperasi Akhir Juli 2026

KARANGASEM, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung perkembangan pembangunan sekaligus kesiapan penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (13/7).

Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare itu merupakan bagian dari program strategis Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu serta memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui layanan pendidikan dan asrama yang layak.

Dalam kunjungannya, Gubernur Koster menyapa calon siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang tengah mengikuti proses pendaftaran. Ia juga meninjau sejumlah ruang belajar yang telah dilengkapi sarana pendukung seperti meja dan kursi, lemari, papan tulis, sistem ventilasi, pencahayaan, hingga kipas angin.

Perhatian khusus juga diberikan pada kesiapan fasilitas penunjang lainnya, mulai dari asrama, kantin, tempat ibadah, toilet, penyediaan air bersih, fasilitas mencuci, hingga pasokan listrik. Koster meminta laporan rinci terkait kesiapan infrastruktur dan layanan pendidikan dari seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Ni Nengah Satriyani, melaporkan bahwa progres pembangunan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan tuntas pada 30 Juli 2026.

“Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa konsep bangunan mengusung prinsip bangunan hijau dengan memaksimalkan sirkulasi udara alami tanpa penggunaan pendingin ruangan. Untuk kebutuhan air bersih, sekolah memanfaatkan dua sumur bor yang telah berizin serta jaringan PDAM. Ke depan, pasokan air permanen akan diperkuat melalui pembangunan sistem baru yang memanfaatkan sumber air Sungai Telaga Waja.

Dari sisi kelistrikan, sekolah telah terhubung langsung dengan gardu PLN berkapasitas 345 kVA dan didukung genset sebagai cadangan energi. Kompleks pendidikan ini juga dilengkapi gedung SD, SMP, SMA, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, lapangan olahraga, dan fasilitas ibadah.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena, menjelaskan bahwa seluruh siswa akan memperoleh fasilitas pendidikan secara gratis, mulai dari seragam, buku pelajaran, laptop, hingga makanan bergizi tiga kali sehari.

Tinjau Sekolah Rakyat di Karangasem, Koster Pastikan Program Pendidikan Gratis Siap Berjalan

Selain itu, para siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan tes DNA untuk membantu mengidentifikasi potensi, bakat, serta kebutuhan pengembangan masing-masing peserta didik.

Data sementara menunjukkan jumlah pendaftar mencapai 19 siswa SD, serta masing-masing 90 siswa untuk jenjang SMP dan SMA. Untuk mendukung proses belajar, tenaga pengajar sementara berasal dari guru non-ASN dan guru yang diperbantukan dari pemerintah daerah sambil menunggu proses rekrutmen tenaga pendidik oleh pemerintah pusat.

Menutup kunjungannya, Gubernur Koster meminta seluruh pekerjaan penyelesaian asrama, ruang kelas, dapur, dan fasilitas pendukung lainnya dirampungkan sesuai jadwal.

“Jadi Titiang terus pantau perkembangan pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini, berkoordinasi dengan PUPR dan Cipta Karya. Kunjungan hari ini Titiang ingin mendapat laporan detail dan hasil kunjungannya akan saya koordinasikan ke Bapak Menteri Sosial, supaya program strategis Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto berjalan sesuai harapan niat baik Bapak Presiden,” tegasnya.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Bali akan kembali melakukan peninjauan pada akhir Juli hingga awal Agustus guna memastikan seluruh persiapan berjalan optimal. (*/ap)
Read More

Senin, 13 Juli 2026

𝗦𝗗𝗡 𝟯 𝗕𝘂𝗸𝗶𝘁 𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗦𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗕𝗮𝗿𝘂, 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀𝗺𝗲 𝗠𝗣𝗟𝗦 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴

Juli 13, 2026 0
SDN 3 Bukit Terima Dua Siswa Baru, Antusiasme MPLS Tak Berkurang

KARANGASEM, Lensabali.id – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 3 Bukit, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Senin (13/7/2026), tampak berbeda dibandingkan sekolah lain. Tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima dua peserta didik baru, yakni Gusti Bagus Arya Darma Wijaya dan Gusti Ngurah Arya Wardana Putra.

Meski jumlahnya sangat sedikit, semangat keduanya tidak surut. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah, berinteraksi dengan guru, hingga menikmati permainan edukatif yang disiapkan selama MPLS.

Bagi Arya Darma, hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang cukup istimewa. Anak yang mengaku jarang bangun pagi itu harus memulai aktivitas lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan sekolah.

"Saya tidak pernah bangun pagi, tadi dibangunin sama nenek," kata Arya Darma.

Setelah bangun, ia langsung bersiap dan diantar ayahnya ke sekolah. Ke depan, Arya berharap dapat lebih mandiri dengan berangkat sendiri karena jarak rumahnya cukup dekat dari sekolah.

"Nanti belajar bangun pagi dan berangkat sekolah sendiri karena rumah dekat," ujarnya.

Sementara itu, Wardana juga mengaku harus dibangunkan keluarganya pada hari pertama masuk sekolah. Meski demikian, ia tampak menikmati seluruh rangkaian kegiatan bersama teman sekelasnya yang hanya berjumlah satu orang.

Wali Kelas I SDN 3 Bukit, I Gusti Ayu Parianti, mengatakan sekolah tetap bersyukur menerima peserta didik baru meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai empat siswa. Selama MPLS, kedua murid tetap mendapatkan pengalaman yang sama seperti siswa baru di sekolah lain.

"Kami ingin kedua siswa merasa senang dan nyaman dulu bersekolah selama masa MPLS, jadi kami lakukan sesuatu yang ringan dan menyenangkan," ujar Parianti.

Menurutnya, minimnya jumlah siswa baru dipengaruhi kondisi demografis masyarakat sekitar. Banyak warga memilih merantau sehingga jumlah anak usia sekolah yang menetap di desa menjadi terbatas. Selain itu, sebagian orang tua juga memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah lain.

"Sebenarnya ada dua lagi anak yang masuk usia sekolah di sini, tapi orang tuanya memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah lain jadi sisa hanya dua orang siswa saja," jelasnya.

Kepala SDN 3 Bukit, I Komang Sura Nata, menuturkan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang penerimaan siswa baru. Namun, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan jumlah pendaftar tahun ini.

"Semoga tahun depan kami dapat siswa lebih banyak lagi," harap Sura Nata.

Meski hanya menerima dua murid baru, proses pendidikan tetap berjalan normal. Saat ini SDN 3 Bukit memiliki total 35 siswa dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang sama bagi setiap anak tanpa membedakan jumlah peserta didik dalam satu kelas. (ap)
Read More

Minggu, 07 Juni 2026

𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗸𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juni 07, 2026 0
Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi membuka Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno ini mengusung tema Wirasana Biravartha, yang dimaknai sebagai semangat kepahlawanan, keberanian, dan kekuatan untuk menumbuhkan generasi yang unggul, berkarakter, dan bersinar.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung. Festival ini menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Serombotan.

Ketua Panitia, Drs. I Ketut Sujana, mengatakan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 dirancang untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat kemampuan literasi peserta didik, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Gemar membaca adalah karakter dasar yang ingin kita tanamkan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Juni 2026, dengan menyuguhkan 14 rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan edukatif dan hiburan, mulai dari lomba bertutur, bedah buku, talkshow literasi budaya, literasi keuangan dan kewirausahaan, lomba video konten, hingga berbagai pentas seni dan pameran hasil pendidikan. Kegiatan juga melibatkan pelajar, guru, komunitas literasi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan literasi dan pendidikan di Kabupaten Klungkung. Pembukaan acara juga dirangkaikan dengan peluncuran Sekaa Gong Gita Handayani Mahottama yang tampil mengiringi Tari Widya Mahottama.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.

Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Melalui literasi, kita mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala berpikir, dan mendongkrak kualitas diri. Pekan ini harus menjadi momentum kuat untuk memotivasi siswa dan seluruh ekosistem sekolah agar semakin mencintai aktivitas membaca, menulis, dan belajar,” tegasnya.

Bupati Satria juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pemimpin dan tokoh Klungkung terdahulu yang berhasil menjadikan Klungkung sebagai pusat seni, sastra, dan budaya di Bali. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal sangat penting untuk memperkuat identitas serta karakter generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Bupati turut menyoroti tantangan dunia pendidikan, termasuk adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemerataan akses teknologi, serta perubahan peran guru yang kini tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembentuk karakter peserta didik. Ia berharap gerakan membaca terus dilakukan secara konsisten hingga tumbuh menjadi budaya yang mengakar di sekolah maupun masyarakat.

Usai membuka kegiatan secara resmi, Bupati Klungkung bersama jajaran meninjau stan pameran kearsipan, pendidikan, serta produk unggulan UMKM. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP PKK Ny. Eva Satria, Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, dan berbagai unsur terkait lainnya. (*/ap)
Read More

Kamis, 04 Juni 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗱𝗮, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗻𝘆𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿

Juni 04, 2026 0
Buka Pameran Pendidikan Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Semangat dan kreativitas generasi muda mewarnai pembukaan Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2026 yang digelar di GOR Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (03/06/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra.

Pameran yang melibatkan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK itu menampilkan beragam hasil karya, inovasi pendidikan, serta pertunjukan seni yang mencerminkan potensi dan kreativitas pelajar di wilayah kepulauan tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nusa Penida ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Satu Tahun Tumbuh: Cerdas Pikiran, Rasa, dan Makna dalam Harmoni Tri Hita Karana.”

Melalui kegiatan tersebut, PGRI Nusa Penida berupaya memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat. Pameran juga menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah untuk menampilkan capaian pembelajaran yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjok Surya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Klungkung menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PGRI Cabang Nusa Penida atas dedikasi dan konsistensinya dalam mendukung kemajuan pendidikan.

Buka Pameran Pendidikan Nusa Penida, Wabup Tjok Surya Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter

Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat sejak usia dini. Peran guru dinilai sangat strategis dalam membangun fondasi moral dan kepribadian generasi penerus.

“Pendidikan adalah investasi masa depan kita. Maka dari itu, melalui pameran ini pentingnya para guru pengajar membekali siswa pendidikan karakter sejak dini agar nantinya bisa mewujudkan generasi muda Klungkung yang cerdas dan berkualitas,” ujar Wabup Tjok Surya.

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain memberikan ilmu pengetahuan, guru diharapkan mampu membimbing siswa agar memiliki kemampuan menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.

Menurutnya, pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam bersikap dan berinteraksi di ruang digital.

“Pemkab Klungkung sangat berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas guru terutama di era digitalisasi ini agar generasi muda diberikan pemahaman yang maksimal dalam menggunakan sosial media (sosmed) dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. (*/ap)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗚𝗲𝗺𝗮𝗿 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮

Juni 04, 2026 0
Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (3/6).

Pekan Literasi dan Pendidikan dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Juni 2026 dengan mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Klungkung Mahottama.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan lokasi, rangkaian acara, keterlibatan sekolah, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyaring informasi secara bijak di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Menurutnya, budaya literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Klungkung.

“Pekan Literasi dan Pendidikan ini jangan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Saya minta seluruh pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, hingga sekolah-sekolah, berkolaborasi menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan minat baca dan kreativitas anak-anak,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

Ia juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berkarya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Selain aspek pendidikan, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Pekan literasi ini sangat penting untuk mengajarkan anak-anak sejak dini mencintai membaca, menulis, dan berbagai aktivitas positif lainnya. Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda Klungkung,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menilai Pekan Literasi dan Pendidikan merupakan momentum strategis untuk membangun semangat belajar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kreatif dan berdaya saing. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat budaya literasi sebagai fondasi menuju terwujudnya Klungkung Mahottama yang maju, harmonis, tenteram, dan makmur. (*/ap)
Read More

Selasa, 19 Mei 2026

𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗶𝗻𝗮𝗿 𝗦𝗧𝗘𝗠, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗔𝗱𝗮𝗽𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹

Mei 19, 2026 0
Wabup Tjok Surya Buka Seminar STEM, Dorong Guru Adaptif di Era Digital

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra membuka Seminar Pendidikan bertema “Implementasi STEM dalam Pembelajaran” di Ruang Rapat SMA Negeri 2 Semarapura, Selasa (19/5).

Kegiatan yang juga dihadiri para tenaga pendidik dari berbagai kecamatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui pertemuan langsung dan daring, guna menjangkau lebih banyak peserta.

Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan melalui penerapan metode pembelajaran berbasis STEM atau Science, Technology, Engineering, dan Mathematics di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wabup Tjok Surya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Klungkung menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perkembangan teknologi dan transformasi pendidikan digital.

Menurutnya, guru harus mampu menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan adaptif agar proses belajar menjadi lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Ia juga mengingatkan bahwa peran guru tidak hanya sebatas transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

Karena itu, Wabup Tjok Surya mendorong para guru untuk aktif memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan kepada para siswa sejak dini.

“Saya berharap para guru mampu menjadi teladan sekaligus motor penggerak pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa,” ujarnya.

Wabup Tjok Surya Buka Seminar STEM, Dorong Guru Adaptif di Era Digital

Sementara itu, Ketua Panitia A.A Istri Intan Sukma Pratiwi menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan memperkuat solidaritas antarpendidik sekaligus meningkatkan profesionalisme guru dalam menghadapi tantangan pendidikan modern.

Kegiatan seminar juga menghadirkan narasumber Ni Made Risa Kusadi, S.E., M.Pd yang memberikan pemaparan mengenai implementasi STEM dalam proses pembelajaran di sekolah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru di Kabupaten Klungkung semakin siap menerapkan pembelajaran berbasis teknologi dan inovasi guna menciptakan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing. (*/ap)
Read More

Sabtu, 16 Mei 2026

𝗜 𝗚𝘂𝘀𝘁𝗶 𝗔𝗻𝗼𝗺 𝗚𝘂𝗺𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗣𝗠𝗕 𝗦𝗠𝗣𝗡 𝟭 𝗞𝘂𝘁𝗮

Mei 16, 2026 0
I Gusti Anom Gumanti Hadiri Sosialisasi SPMB SMPN 1 Kuta

BADUNG, Lensabali.id  – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri kegiatan sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri 1 Kuta Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar di ruang pertemuan lantai III SMP Negeri 1 Kuta, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan penerimaan murid baru sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme dan ketentuan SPMB yang akan diterapkan.

Sosialisasi ini juga menjadi ruang komunikasi antara pihak sekolah, masyarakat, dan pemangku kepentingan agar proses penerimaan siswa berjalan lebih tertib dan sesuai regulasi.

Kehadiran Ketua DPRD Badung dinilai sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Badung.

Selain itu, keterlibatan DPRD juga diharapkan mampu mendorong pelaksanaan penerimaan murid baru yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

I Gusti Anom Gumanti menilai proses penerimaan siswa baru harus dilaksanakan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian informasi dan pelayanan pendidikan yang optimal.

Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diharapkan memahami seluruh tahapan dan ketentuan penerimaan peserta didik baru Tahun Pelajaran 2026/2027. (*/ap)
Read More

Rabu, 13 Mei 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗡𝗼𝗻-𝗔𝗦𝗡 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗷𝗮𝗿, 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗸𝗲𝗻𝗮𝗿𝗶𝗼 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗮𝗻

Mei 13, 2026 0
Ratusan Guru Non-ASN di Badung Terancam Berhenti Mengajar, DPRD Badung Minta Siapkan Skenario Penyelamatan

BADUNG, Lensabali.id – Ratusan guru non-Aparatur Sipil Negara (non-ASN) di Kabupaten Badung terancam tidak lagi mengajar mulai akhir 2026. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya proses belajar mengajar di sekolah negeri apabila tidak segera dicarikan solusi.

Situasi tersebut muncul setelah terbitnya Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru non-ASN pada Satuan Pendidikan yang Diselenggarakan Pemerintah Daerah. Dalam aturan itu disebutkan guru non-ASN hanya dapat menjalankan tugas hingga 31 Desember 2026.

Ketua Badan Kehormatan DPRD Badung Putu Parwata meminta pemerintah daerah segera menyiapkan langkah penyelamatan agar tenaga pendidik non-ASN tetap dapat mengajar.

Menurut politisi PDIP asal Dalung itu, para guru kontrak yang telah lama mengabdi tidak boleh diabaikan begitu saja karena keberadaan mereka masih sangat dibutuhkan sekolah.

“Kalau sampai non-ASN ini, 300 lebih tidak mengajar, berarti akan terjadi stagnasi dari proses belajar-mengajar. Ini akan menjadi beban yang tidak baik untuk anak-anak kita,” ujar Parwata, Selasa (12/5).

Ia menilai penghentian proses belajar mengajar bukan solusi yang tepat. Karena itu, Komisi IV DPRD Badung akan mempercepat koordinasi dengan Disdikpora dan Bupati Badung untuk mencari langkah strategis menghadapi kebijakan tersebut.

Sebagai upaya awal, DPRD Badung mendorong guru non-ASN mengikuti seleksi CPNS yang saat ini menyediakan sekitar 175 formasi.

Namun bagi tenaga pendidik yang belum lolos seleksi, DPRD Badung berjanji tetap menyiapkan solusi tambahan melalui rapat kerja dan usulan kebijakan khusus kepada Kementerian PAN-RB.

“Kami juga mendorong adanya skenario transisi yang difasilitasi pemerintah daerah bersama Disdikpora, sehingga tidak terjadi kekosongan tenaga pengajar di sekolah,” tegas mantan Ketua DPRD Badung tersebut. (*/ap)
Read More

Selasa, 12 Mei 2026

𝗪𝗮𝘆𝗮𝗻 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗞𝗼𝗯𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗛𝗨𝗧 𝗦𝗠𝗞𝗡 𝟯 𝗞𝗶𝗻𝘁𝗮𝗺𝗮𝗻𝗶, 𝗕𝗮𝗴𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗕𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶

Mei 12, 2026 0
Wayan Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani, Bagikan Kisah Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

BANGLI, Lensabali.id – Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-17 SMKN 3 Kintamani di Desa Dausa, Bangli, Senin (11/5). Kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta serta dua mantan Bupati Bangli disambut antusias ribuan siswa, guru, dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster tidak hanya memberikan motivasi sebagai kepala daerah, tetapi juga membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sejak kecil. Di hadapan para siswa, ia mengenang masa kecilnya yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di desa.

Koster mengaku sejak duduk di bangku kelas 4 SD sudah membantu orang tua bekerja, mulai dari memburuh di sawah, membajak lahan, hingga mengangkut bata merah dan material bangunan dengan berjalan kaki sejauh beberapa kilometer.

“Waktu SD kelas 4 saya sudah bekerja membantu keluarga. Semua hasil kerja tidak pernah saya pakai sendiri, langsung diserahkan ke ibu untuk biaya sekolah,” ungkapnya.

Ia mengatakan kehidupan keras yang dijalani sejak kecil justru membentuk karakter disiplin dan mental kuat. Dari lima bersaudara, hanya dirinya yang mampu melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi karena kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.

Berbekal kemampuan akademik di bidang matematika, fisika, dan kimia, Koster akhirnya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Untuk bertahan hidup selama kuliah, ia mengajar les privat matematika sambil membantu kebutuhan keluarganya di kampung.

“Kalau hidup susah jangan menyerah. Saya bisa sampai di titik ini karena kerja keras, disiplin, dan ditolong banyak orang baik,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan siswa.

Menurut Koster, pendidikan merupakan jalan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan generasi muda Bali. Pengalaman hidupnya menjadi alasan mengapa dirinya memberi perhatian besar terhadap sektor pendidikan.

Ia menegaskan tidak ingin ada anak Bali yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Karena itu, sejak menjadi anggota DPR RI, dirinya ikut memperjuangkan berbagai kebijakan pendidikan nasional, termasuk BOS, bantuan siswa miskin, hingga regulasi kesejahteraan guru.

Wayan Koster Kobarkan Semangat Pendidikan di HUT SMKN 3 Kintamani, Bagikan Kisah Perjuangan dari Buruh hingga Gubernur Bali

“Guru-guru sekarang yang mendapat tunjangan profesi itu lahir dari perjuangan panjang,” katanya.

Koster juga memotivasi siswa SMKN 3 Kintamani agar tidak minder berasal dari desa. Menurutnya, lulusan sekolah vokasi Bali memiliki peluang besar bekerja di sektor pariwisata internasional, kapal pesiar, hingga berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan.

“Anak-anak Bali di mana pun bekerja selalu dinilai baik. Mereka disiplin, jujur, dan mau bekerja keras,” ujarnya.

Di akhir acara, suasana semakin hangat ketika Koster menyerahkan bantuan pribadi kepada siswa bernama Komang dan Ketut sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan budaya penamaan tradisional Bali. (ap)
Read More

Minggu, 10 Mei 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗥𝗮𝗶𝗵 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗗𝗼𝗸𝘁𝗼𝗿 𝗖𝘂𝗺𝗹𝗮𝘂𝗱𝗲

Mei 10, 2026 0
Ketua DPRD Badung Apresiasi Putri Kuta Raih Gelar Doktor Cumlaude

BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri ujian akhir disertasi Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali di Gedung A Kampus Undiknas, Jumat (8/5).

Dalam sidang tersebut, Ni Putu Ari Krismajayanti berhasil menyelesaikan ujian akhir dengan nilai A dan meraih predikat cumlaude.

Ari Krismajayanti merupakan putri asli Kuta sekaligus putri pertama pasangan Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana dan Luh Gede Ekawati.

Pada disertasinya, ia mengangkat konsep Techno-Cultural Synergy yang membahas sinergi budaya, adat, dan teknologi dalam pengembangan UMKM kerajinan ate di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, di tengah era transformasi digital.

Capaian tersebut sekaligus mencatat sejarah baru bagi Undiknas Bali, karena Ari Krismajayanti menjadi doktor pertama lulusan Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undiknas.

Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi atas prestasi akademik yang diraih putri asal Kuta tersebut.

“Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Kuta. Kita tentu memberikan apresiasi atas capaian luar biasa ini sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM kita di Kuta,” ujarnya.

Menurut politisi PDIP asal Kuta itu, keberhasilan Ari Krismajayanti membuktikan sumber daya manusia lokal mampu bersaing di tingkat akademik tertinggi.

Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Badung untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. (*/ap)
Read More

Sabtu, 02 Mei 2026

𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗷𝗮𝗵𝘁𝗲𝗿𝗮𝗮𝗻, 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 𝗨𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝟭.𝟬𝟬𝟬 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗯𝗱𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗣𝗣𝗞 𝗣𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂

Mei 02, 2026 0
Tingkatkan Kesejahteraan, Bangli Usulkan 1.000 Guru Pengabdi Jadi PPPK Paruh Waktu

BANGLI, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Bangli mengusulkan peningkatan status bagi lebih dari 1.000 guru pengabdi tingkat SD dan SMP menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli, Komang Pariartha, menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diajukan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kepada pemerintah pusat.

"Kami pemerintah Kabupaten Bangli sudah mengusulkan seribuan guru ke BKD ke pemerintah pusat. Kami berharap, (para guru pengabdi) dapat diangkat minimal (status) paruh waktu," ujar Pariartha, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa seluruh guru yang diusulkan telah terdata dalam sistem data pokok pendidikan (dapodik).

Menurutnya, proses pengangkatan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat dengan melibatkan sejumlah kementerian terkait.

"Proses pengangkatannya melibatkan Kementerian Dalam Negeri dan instansi lain yang mana itu pemerintah pusat. Kami di sini hanya mengusulkan saja," jelasnya.

Kenaikan status tersebut dinilai akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan guru yang sebelumnya hanya menerima gaji dari dana BOS.

Dengan status PPPK, para guru nantinya akan memperoleh gaji dari APBD.

Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu membantu mengatasi kekurangan tenaga pengajar di Bangli, terutama di tingkat SD yang masih kekurangan lulusan PGSD. (ap)
Read More

Jumat, 01 Mei 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝟭𝟬 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗣𝗮𝘀𝗸𝗶𝗯𝗿𝗮𝗸𝗮 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗸𝗲 𝗦𝗲𝗹𝗲𝗸𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

Mei 01, 2026 0
Bupati Satria Lepas 10 Duta Paskibraka Klungkung ke Seleksi Provinsi Bali

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi melepas sekaligus memberikan arahan kepada 10 Duta Paskibraka Kabupaten Klungkung yang akan mengikuti seleksi tingkat Provinsi Bali. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Bupati Klungkung, Jumat (1/5), dalam suasana penuh semangat dan harapan.

Kesepuluh peserta yang terpilih merupakan putra-putri terbaik hasil seleksi ketat dari empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. Mereka dinilai telah menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, serta karakter yang layak mewakili daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Dalam arahannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada para peserta yang telah berhasil melewati tahapan seleksi di tingkat kabupaten. Ia menegaskan bahwa kepercayaan ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Kalian patut berbangga diri, karena kalian merupakan 10 Paskibraka perwakilan Kabupaten Klungkung yang terpilih dan merupakan putra-putri terbaik hasil seleksi ketat dari empat kecamatan,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria Lepas 10 Duta Paskibraka Klungkung ke Seleksi Provinsi Bali

Bupati Satria juga mendorong para peserta untuk menampilkan performa terbaik selama proses seleksi di tingkat provinsi. Ia berharap para duta ini mampu melangkah hingga tingkat nasional dan mengharumkan nama Kabupaten Klungkung.

Selain itu, para peserta diingatkan untuk senantiasa menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai dasar sikap dan perilaku, baik selama proses seleksi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, Bupati Satria berpesan agar para peserta menjaga kondisi fisik dan kesehatan, serta disiplin dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan seleksi yang akan dijalani.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan spiritual, dengan mengingatkan peserta untuk tidak lupa berdoa serta memohon restu orang tua sebelum berangkat mengikuti seleksi.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Klungkung, Drs. I Dewa Ketut Sueta Negara, menjelaskan bahwa seleksi tingkat Provinsi Bali akan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Mei 2026.

Selama proses seleksi, para peserta akan mengikuti berbagai tahapan penilaian dan menginap di Harris Hotel, Jalan Cokroaminoto, Denpasar, sebagai bagian dari pembinaan intensif menuju seleksi nasional. (*/ap)
Read More

Senin, 06 April 2026

𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗮𝗺𝗽𝗶𝗻𝗴𝗶 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗹𝗮 𝗦𝘁𝗮𝗳 𝗞𝗲𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗣𝗿𝗼𝘆𝗲𝗸 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺

April 06, 2026 0
Wagub Giri Prasta Dampingi Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Proyek Sekolah Rakyat di Karangasem

Progres pembangunan telah mencapai 19,41 persen

KARANGASEM, Lensabali.id - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Muhammad Qodari meninjau langsung pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Bali di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Senin (6/4/2026).

Proyek pembangunan sekolah yang menjadi bagian dari program pendidikan nasional tersebut memiliki nilai kontrak Rp255,5 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.

Dalam peninjauan tersebut, Muhammad Qodari menekankan pentingnya kualitas bangunan yang tidak hanya kokoh, tetapi juga memiliki fungsi optimal dan nilai estetika.

“Bangunan ini harus memiliki kekuatan, memberikan fungsi, dan estetika. Jadi, ketiga variabel tersebut harus dijalankan dengan baik,” pesannya.

Ia juga meminta pihak pelaksana proyek memastikan pembangunan berjalan sesuai target sehingga keberadaan Sekolah Rakyat benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Qodari menjelaskan bahwa kunjungannya ke lapangan bertujuan untuk memastikan program yang direncanakan pemerintah pusat dapat berjalan dengan baik.

“Terkait informasi yang disampaikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali mengenai adanya perbedaan desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin) di setiap daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Bali, serta adanya permohonan perluasan desil… kedua hal ini akan kami sampaikan langsung ke kementerian terkait di pusat untuk dicarikan solusi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan penyelenggaraan sekolah berasrama, karena sebagian anak maupun orang tua masih merasa enggan jika siswa harus tinggal di asrama.

Di sisi lain, Qodari menilai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tulamben sangat strategis karena berada di kawasan yang berkembang dan dekat dengan akses jalan utama.

Menurutnya, keberadaan sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Bali serta membuka peluang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami akan menyiapkan guru-guru yang terseleksi dengan baik untuk mengajar para siswa di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah, mulai dari gubernur, wakil gubernur hingga bupati dan wali kota se-Bali, untuk membantu mendata siswa yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 agar dapat mengikuti program pendidikan berasrama gratis dari Kementerian Sosial.

Wagub Giri Prasta Dampingi Kepala Staf Kepresidenan Tinjau Proyek Sekolah Rakyat di Karangasem

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menilai program Sekolah Rakyat sangat penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat miskin dan sangat miskin di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem.

“Program ini memberikan dampak bagi masyarakat. Sarana dan prasarana Sekolah Rakyat ini juga sangat memadai, lengkap dengan laptop dan akses internet. Oleh karena itu, program ini harus dikoordinasikan dengan orang tua dan para siswa agar dapat berjalan dengan baik serta mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga muncul aspirasi dari Kepala Dusun Desa Tulamben, Nyoman Suastika, yang mengusulkan agar masyarakat lokal dapat dilibatkan dalam operasional sekolah, baik sebagai tenaga pengajar, administrasi, kebersihan, maupun pengelola kebun.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan bersama Wakil Gubernur Bali meminta Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk memfasilitasi peluang bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

Sebelumnya, Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Jonny, melaporkan bahwa hingga minggu ke-15 pembangunan, yakni periode 30 Maret hingga 5 April 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Karangasem telah mencapai 19,41 persen.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung ibadah, pura, gedung serbaguna, dapur, gudang, guest house, hingga sarana olahraga dan kawasan pendukung lainnya. (hms/ap)
Read More

Rabu, 01 April 2026

𝗪𝗮𝗺𝗲𝗻𝗱𝗶𝗸𝗱𝗮𝘀𝗺𝗲𝗻: 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗞𝗲𝗸𝘂𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝟰𝟵𝟴 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗚𝘂𝗿𝘂, 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗕𝘂𝘁𝘂𝗵 𝟭.𝟬𝟬𝟬

April 01, 2026 0
Wamendikdasmen Indonesia Kekurangan 498 Ribu Guru, Karangasem Butuh 1.000

KARANGASEM, Lensabali.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa Indonesia masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik dalam jumlah besar. Secara nasional, kebutuhan guru diperkirakan masih mencapai sekitar 498 ribu orang, termasuk di Kabupaten Karangasem yang masih kekurangan sekitar 1.000 guru.

Dalam kunjungannya ke Karangasem, Rabu (1/4/2024), Fajar menjelaskan bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut adalah melalui redistribusi guru.

"Kekurangan guru terjadi di seluruh Indonesia, bukan hanya di Karangasem saja. Salah satu faktornya karena terjadinya penumpukan guru di beberapa sekolah," kata Fajar.

Ia menilai ketimpangan jumlah tenaga pendidik terjadi karena distribusi guru yang belum merata. Di satu sisi terdapat sekolah dengan jumlah guru berlebih, sementara sekolah lain justru mengalami kekurangan.

Namun demikian, kebijakan redistribusi tersebut memiliki keterbatasan karena hanya dapat dilakukan dalam lingkup satu kabupaten atau kota.

Sementara untuk perpindahan guru antarprovinsi, pemerintah masih menunggu proses pengangkatan tenaga pendidik melalui skema CPNS maupun PPPK, baik penuh waktu maupun paruh waktu.

"Kami sudah intens berkoordinasi dengan Kemenpan RB terkait pengangkatan tenaga guru agar terus ditambah, supaya kekurangan guru bisa teratasi," ujar Fajar.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem I Gusti Bagus Budiadnyana membenarkan bahwa daerahnya memang masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik.

Menurutnya, kebijakan redistribusi guru yang direncanakan pemerintah pusat dapat menjadi solusi sementara untuk mengatasi ketimpangan tersebut.

"Dengan adanya kebijakan ini, pemerataan tenaga pendidik khususnya di Karangasem dapat segera terwujud," ucap Budiadnyana. (ap)
Read More

Rabu, 25 Maret 2026

𝗣𝗼𝗿𝘀𝗲𝗻𝗶𝗷𝗮𝗿 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗸𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗖𝗲𝘁𝗮𝗸 𝗔𝘁𝗹𝗲𝘁 𝗕𝗲𝗿𝗽𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮𝘀𝗶

Maret 25, 2026 0
Porsenijar Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Kolaborasi Sekolah Cetak Atlet Berprestasi

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria secara resmi membuka Pekan Olahraga Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Klungkung Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kecamatan Klungkung, Rabu (25/3).

Pembukaan ajang olahraga pelajar tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan komitmen, disiplin, serta semangat yang tinggi.

Ia menyampaikan bahwa Porsenijar merupakan ajang multi event olahraga pelajar yang berperan penting dalam proses pembibitan dan pemassalan olahraga di Kabupaten Klungkung.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan partisipasi pelajar dalam bidang olahraga sekaligus memacu prestasi atlet muda daerah.

Bupati Satria juga mengapresiasi semangat para pelajar yang terus berlatih menjelang pelaksanaan Porsenijar. Hal tersebut terlihat dari lapangan-lapangan olahraga yang ramai dipenuhi para atlet muda sejak pagi hingga sore hari.

“Kegiatan dan suasana seperti inilah yang kita harapkan terus dijaga agar anak-anak kita memiliki aktivitas yang positif sekaligus membangun budaya hidup sehat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mencetak atlet berprestasi, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.

Sekolah, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya bibit-bibit atlet berbakat yang perlu diberikan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi melalui berbagai kejuaraan olahraga.

“Selamat bertanding kepada para atlet. Junjung tinggi sportivitas dan tunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki untuk meraih prestasi,” tambah Bupati Satria.

Porsenijar Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Kolaborasi Sekolah Cetak Atlet Berprestasi

Sementara itu, Ketua Panitia Porsenijar Kabupaten Klungkung I Nyoman Sukadana menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mengusung tema “Mengukir Prestasi Mencetak Juara Mewujudkan Klungkung Mahottama.”

Porsenijar dilaksanakan pada 24–31 Maret 2026 dengan mempertandingkan 11 cabang olahraga yang diikuti oleh pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Klungkung.

Peserta terdiri dari jenjang SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK dengan total 2.270 atlet yang berasal dari 4 kontingen SD per kecamatan, 23 sekolah jenjang SMP/MTs, serta 16 sekolah jenjang SMA/SMK.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan 322 orang panitia, petugas lapangan, serta wasit dan juri yang bertugas menyukseskan seluruh rangkaian pertandingan.

Melalui ajang ini diharapkan dapat lahir bibit-bibit atlet muda berprestasi yang nantinya dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Klungkung pada Pekan Olahraga Pelajar tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. (*/ap)
Read More

Senin, 16 Maret 2026

𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶, 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗠𝗕𝗚 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗲𝗱𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻

Maret 16, 2026 0
Libur Sekolah dan Nyepi, Program MBG di Bali Jeda Dua Pekan

DENPASAR, Lensabali.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bali akan diliburkan sementara selama hampir dua pekan, yakni mulai 18 hingga 30 Maret 2026. Kebijakan ini mengikuti masa libur sekolah sekaligus rangkaian Hari Raya Nyepi.

Penghentian sementara distribusi tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2026 tentang penghentian penyaluran MBG pada periode tersebut.

Koordinator BGN Wilayah Bali, Risca Christina, menjelaskan bahwa jadwal distribusi MBG menyesuaikan dengan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Karena bertepatan dengan liburan sekolah, jadi teman-teman Kepala SPPG kami arahkan untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah. Pemberian MBG terakhir mengikuti kebijakan dari sekolah masing-masing,” ujar Risca saat dihubungi, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, para koordinator SPPG di lapangan juga telah diminta untuk menyampaikan informasi penghentian sementara tersebut kepada pihak sekolah dan penerima manfaat agar tidak menimbulkan kebingungan.

Selama bulan puasa, beberapa sekolah masih meminta agar distribusi MBG tetap dilakukan dalam bentuk makanan kering yang dapat dikonsumsi pada hari yang sama.

Menjelang masa libur sekolah, paket makanan kering tersebut juga disiapkan sebagai cadangan bagi penerima manfaat untuk beberapa hari ke depan saat distribusi tidak berlangsung.

“Sementara makanan kering biasanya kami bundling untuk kebutuhan sekitar tiga hari,” jelas Risca.

Penambahan 134 Dapur SPPG di Bali

Di sisi lain, pemerintah pusat berencana menambah jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah pada 2026 sebagai upaya memperluas jangkauan program MBG.

Bali termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam target penambahan fasilitas tersebut.

Risca menyebutkan penambahan dapur MBG di Bali diproyeksikan mencapai ratusan unit dalam tahun ini.

“Betul, Bali termasuk daerah yang akan mendapat penambahan. Targetnya kurang lebih sekitar 134 SPPG lagi di tahun 2026,” pungkasnya. (ap)
Read More

Minggu, 15 Maret 2026

𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗕𝗮𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮𝗮𝗻 𝗔𝗜 𝗖𝗵𝗮𝘁𝗚𝗣𝗧 𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗦𝗗–𝗦𝗠𝗔

Maret 15, 2026 0
Pemerintah Batasi Penggunaan AI ChatGPT bagi Pelajar SD–SMA

JAKARTA, Lensabali.id – Pemerintah berencana membatasi penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan pendidikan, khususnya bagi siswa tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam agenda penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pedoman Pemanfaatan dan Pembelajaran Teknologi Digital dan Kecerdasan Artifisial di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Dalam keterangannya, Pratikno menegaskan bahwa siswa SD hingga SMA tidak diperkenankan menggunakan AI instan, seperti chatbot yang dapat langsung menjawab pertanyaan.

“Jadi misalnya pendidikan dasar dan menengah itu tidak diperbolehkan untuk memanfaatkan AI instan misalnya tanya ke ChatGPT dan seterusnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut merupakan bagian dari SKB tujuh menteri yang akan mengatur berbagai aspek pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, kebijakan ini bukan dimaksudkan untuk menolak teknologi, melainkan untuk memastikan pemanfaatannya berlangsung secara tepat dan mendukung proses pembelajaran.

“Kita butuh memanfaatkan teknologi itu untuk pendukung pendidikan, misalnya simulasi robotik untuk pendidikan dasar bisa menggunakan AI, tapi dirancang buat kebutuhan pendidikan,” jelas Pratikno.

Pemerintah menilai penggunaan chatbot AI instan seperti ChatGPT, Gemini, Claude, maupun Meta AI perlu diatur lebih ketat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan anak.

“Ini untuk menghindari brain rot, menghindari cognitive debt, pengurangan kognisi anak,” katanya.

Selain itu, Pratikno juga menyoroti tingginya tingkat paparan teknologi digital pada anak dan remaja di Indonesia yang dinilai dapat berdampak pada kesehatan mental.

Ia menyebutkan bahwa rata-rata screen time anak dan remaja saat ini telah mencapai lebih dari 7,5 jam per hari, sehingga waktu untuk aktivitas di luar ruangan atau green time semakin berkurang.

“Screen time-nya 7,5 jam lebih, artinya green time-nya makin kecil. Memang ada banyak faktor, tapi remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental tinggi dan terus meningkat,” ungkapnya.

Pratikno menegaskan bahwa SKB tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan perlindungan terhadap perkembangan anak.

“SKB ini bukan menghalangi, tetapi mengatur untuk memitigasi risiko di satu sisi, dan sekaligus teknologi digital dan kecerdasan artifisial ini memberdayakan, bukan memperdayakan anak-anak kita,” pungkasnya. (apn)
Read More