KARANGASEM, Lensabali.id – Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 3 Bukit, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem, Senin (13/7/2026), tampak berbeda dibandingkan sekolah lain. Tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima dua peserta didik baru, yakni Gusti Bagus Arya Darma Wijaya dan Gusti Ngurah Arya Wardana Putra.
Meski jumlahnya sangat sedikit, semangat keduanya tidak surut. Mereka tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan pengenalan sekolah, berinteraksi dengan guru, hingga menikmati permainan edukatif yang disiapkan selama MPLS.
Bagi Arya Darma, hari pertama sekolah menjadi pengalaman yang cukup istimewa. Anak yang mengaku jarang bangun pagi itu harus memulai aktivitas lebih awal agar tidak terlambat mengikuti kegiatan sekolah.
"Saya tidak pernah bangun pagi, tadi dibangunin sama nenek," kata Arya Darma.
Setelah bangun, ia langsung bersiap dan diantar ayahnya ke sekolah. Ke depan, Arya berharap dapat lebih mandiri dengan berangkat sendiri karena jarak rumahnya cukup dekat dari sekolah.
"Nanti belajar bangun pagi dan berangkat sekolah sendiri karena rumah dekat," ujarnya.
Sementara itu, Wardana juga mengaku harus dibangunkan keluarganya pada hari pertama masuk sekolah. Meski demikian, ia tampak menikmati seluruh rangkaian kegiatan bersama teman sekelasnya yang hanya berjumlah satu orang.
Wali Kelas I SDN 3 Bukit, I Gusti Ayu Parianti, mengatakan sekolah tetap bersyukur menerima peserta didik baru meskipun jumlahnya menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai empat siswa. Selama MPLS, kedua murid tetap mendapatkan pengalaman yang sama seperti siswa baru di sekolah lain.
"Kami ingin kedua siswa merasa senang dan nyaman dulu bersekolah selama masa MPLS, jadi kami lakukan sesuatu yang ringan dan menyenangkan," ujar Parianti.
Menurutnya, minimnya jumlah siswa baru dipengaruhi kondisi demografis masyarakat sekitar. Banyak warga memilih merantau sehingga jumlah anak usia sekolah yang menetap di desa menjadi terbatas. Selain itu, sebagian orang tua juga memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah lain.
"Sebenarnya ada dua lagi anak yang masuk usia sekolah di sini, tapi orang tuanya memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah lain jadi sisa hanya dua orang siswa saja," jelasnya.
Kepala SDN 3 Bukit, I Komang Sura Nata, menuturkan pihak sekolah telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang penerimaan siswa baru. Namun, kondisi tersebut belum mampu meningkatkan jumlah pendaftar tahun ini.
"Semoga tahun depan kami dapat siswa lebih banyak lagi," harap Sura Nata.
Meski hanya menerima dua murid baru, proses pendidikan tetap berjalan normal. Saat ini SDN 3 Bukit memiliki total 35 siswa dan berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang sama bagi setiap anak tanpa membedakan jumlah peserta didik dalam satu kelas. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar