GIANYAR, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mencanangkan gerakan Gianyar Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah (Gelari Gianyar Wajar). Program ini ditujukan untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh pendidikan anak usia dini (PAUD) sebelum melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD).
Bunda PAUD Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, mengatakan program tersebut menjadi gerakan bersama untuk memperluas akses pendidikan anak usia dini. Seluruh camat, lurah, dan perbekel diminta melakukan pendataan terhadap anak usia 5 tahun yang belum mengikuti PAUD.
"Pemerintah Kabupaten Gianyar resmi mendeklarasikan gerakan Gianyar wajib belajar satu tahun prasekolah (Gelari Gianyar Wajar) sebagai gerakan bersama untuk memastikan seluruh anak usia 5-6 tahun memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar," kata Adnyani dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Pendataan dilakukan agar tidak ada anak yang terlewat dan seluruh anak usia dini di Gianyar telah memperoleh layanan PAUD sebelum memasuki SD. Pemkab juga mendorong setiap desa memiliki setidaknya satu satuan pendidikan PAUD.
"Supaya tidak ada yang terlewat dari layanan PAUD. Sekaligus memperkuat program Satu Desa Satu PAUD, Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, serta Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah," ujar Adnyani.
Menurutnya, masa usia dini merupakan periode penting dalam membangun fondasi moral, sosial, emosional, dan kognitif anak. Karena itu, proses perpindahan dari PAUD menuju SD diharapkan berlangsung secara bertahap dan menyenangkan tanpa memberikan tekanan kepada anak.
"Demi mewujudkan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan dan tanpa tekanan," katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar, Gusti Ngurah Putu Adnyana, mengatakan program wajib PAUD diharapkan menjadi dasar dalam membentuk generasi Gianyar yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berbudaya.
"Kami pastikan akses PAUD berkualitas dan inklusif, memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat, serta mendorong peran aktif keluarga sebagai pendidik pertama dan utama. Kami ingin mewujudkan generasi emas sejak dini," kata Putu Adnyana.
Program tersebut juga diharapkan memperkuat kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan dasar sekaligus menjadi salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar