KLUNGKUNG, Lensabali.id – Semangat dan kreativitas generasi muda mewarnai pembukaan Pameran Pendidikan dan Pentas Seni Tahun 2026 yang digelar di GOR Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (03/06/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra.
Pameran yang melibatkan peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA/SMK itu menampilkan beragam hasil karya, inovasi pendidikan, serta pertunjukan seni yang mencerminkan potensi dan kreativitas pelajar di wilayah kepulauan tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Nusa Penida ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juni 2026. Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Satu Tahun Tumbuh: Cerdas Pikiran, Rasa, dan Makna dalam Harmoni Tri Hita Karana.”
Melalui kegiatan tersebut, PGRI Nusa Penida berupaya memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan pelajar, tenaga pendidik, dan masyarakat. Pameran juga menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah untuk menampilkan capaian pembelajaran yang telah dilaksanakan selama setahun terakhir.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tjok Surya yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Klungkung menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PGRI Cabang Nusa Penida atas dedikasi dan konsistensinya dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Menurutnya, upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat sejak usia dini. Peran guru dinilai sangat strategis dalam membangun fondasi moral dan kepribadian generasi penerus.
“Pendidikan adalah investasi masa depan kita. Maka dari itu, melalui pameran ini pentingnya para guru pengajar membekali siswa pendidikan karakter sejak dini agar nantinya bisa mewujudkan generasi muda Klungkung yang cerdas dan berkualitas,” ujar Wabup Tjok Surya.
Ia juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Selain memberikan ilmu pengetahuan, guru diharapkan mampu membimbing siswa agar memiliki kemampuan menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.
Menurutnya, pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang dalam bersikap dan berinteraksi di ruang digital.
“Pemkab Klungkung sangat berkomitmen untuk terus mendukung program-program peningkatan kapasitas guru terutama di era digitalisasi ini agar generasi muda diberikan pemahaman yang maksimal dalam menggunakan sosial media (sosmed) dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar