𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗔𝗺𝗹𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮–𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 04 Juni 2026

𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺, 𝗔𝗿𝘂𝘀 𝗔𝗺𝗹𝗮𝗽𝘂𝗿𝗮–𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗧𝗲𝗿𝘀𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁

Truk Hantam Pohon di Karangasem, Arus Amlapura–Denpasar Sempat Tersendat

KARANGASEM, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Rabu malam (03/06/2026), ketika sebuah truk menabrak pohon di tepi jalan hingga menyebabkan pohon tersebut tumbang dan menutup seluruh badan jalan.

Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan serta pengaturan arus kendaraan.

"Benar ada truk nabrak pohon. Saat ini petugas masih melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi kejadian," ujar Suadnyana, Rabu (03/06/2026) malam.

Peristiwa itu melibatkan truk bernomor polisi S 9452 UO yang dikemudikan Deni Lukman Widianto (24). Kendaraan tersebut melaju dari arah Amlapura menuju Denpasar sebelum mengalami insiden di lokasi kejadian.

Saat melintas, bagian kiri atas bak belakang truk diduga mengenai pohon yang berada di pinggir jalan. Benturan keras mengakibatkan pohon roboh dan melintang di sepanjang badan jalan.

Beruntung, pada saat kejadian tidak terdapat kendaraan lain yang melintas di lokasi sehingga insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Meski demikian, tumbangnya pohon sempat menyebabkan arus lalu lintas dari dua arah tidak dapat bergerak. Kondisi tersebut membuat petugas bersama warga sekitar dan pengguna jalan melakukan upaya penanganan secara gotong royong.

Setelah proses evakuasi dilakukan, pohon yang menghalangi jalan akhirnya berhasil disingkirkan sehingga kendaraan dapat melintas kembali dengan sistem buka tutup.

Sementara itu, truk yang terlibat kecelakaan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman guna menghindari gangguan lanjutan terhadap kelancaran lalu lintas.

"Untuk arus lalu lintas saat ini sudah normal, tapi masih menerapkan sistem buka tutup. Untuk kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta," kata Suadnyana. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar