LENSA BALI: Edukasi

Hot


Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗹𝗼𝗹𝗮𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗦𝗶𝗿𝗸𝘂𝗹𝗮𝗿, 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗕𝗮𝗶𝗸 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗞𝗞𝗡-𝗣𝗣𝗠 𝗨𝗚𝗠 𝗱𝗶 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗟𝗲𝗺𝗯𝗼𝗻𝗴𝗮𝗻

Agustus 07, 2026 0
Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Womenpreneur, Berani Berkarya tanpa Tinggalkan Jati Diri

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak perempuan Bali untuk berani mengembangkan potensi diri melalui dunia usaha tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, adat dan tradisi Bali justru menjadi kekuatan yang mendorong perempuan tumbuh mandiri, kreatif, dan produktif.

Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” yang digelar di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa budaya Bali tidak pernah membatasi ruang gerak perempuan untuk berkembang. Sebaliknya, nilai-nilai adat memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia usaha.

"Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri," ujar Putri Koster.

Ia menjelaskan bahwa perempuan Bali memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat, mewujudkan cita-cita, dan berkiprah di sektor publik, termasuk menjadi seorang womenpreneur. Namun, keberhasilan dalam berwirausaha membutuhkan mental yang kuat, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

"Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif," katanya.

Menurut Putri Koster, karakter tersebut sejatinya telah dimiliki perempuan Bali. Mereka terbiasa menjalankan berbagai tanggung jawab secara bersamaan, mulai dari mengurus keluarga, aktif dalam kegiatan adat dan sosial, hingga bekerja atau mengembangkan usaha.

"Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga," pesannya.

Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Womenpreneur, Berani Berkarya tanpa Tinggalkan Jati Diri

Ia menambahkan bahwa perempuan tetap memegang peranan penting dalam keluarga sebagai ibu dan pendamping suami. Kehadiran perempuan yang kuat dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga keharmonisan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

"Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menopang perekonomian daerah dan nasional, sekaligus menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk mengembangkan UMKM melalui berbagai program dan fasilitas yang tersedia.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi semakin banyak perempuan Bali untuk berani memulai usaha. Menurutnya, berkembangnya UMKM perempuan di sektor kerajinan, tenun, maupun industri kreatif akan membuka peluang lebih besar bagi produk lokal Bali untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. (hms/ap)
Read More

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹

Agustus 06, 2026 0
Aksi Bergerak dan Berbagi Hadir di Buleleng, Putri Koster Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

BULELENG, Lensabali.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, kembali melaksanakan program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dengan mengunjungi tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Tejakula, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai dari penyaluran bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pengolahan pangan lokal, hingga penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa program Bergerak dan Berbagi merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dijalankan TP PKK Provinsi Bali pada periode sebelumnya. Program ini dirancang untuk memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami hadir untuk menyapa sekaligus mengajak masyarakat bergerak. Bergerak artinya mengetahui apa yang harus dilakukan, mendukung program kepala desa, bupati, hingga visi dan misi Gubernur Bali. PKK tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh melalui aksi nyata," ujarnya.

Ia menambahkan, TP PKK Provinsi Bali juga terus menjalankan berbagai program lain seperti Berbelanja dan Berbagi yang dilaksanakan bergilir di seluruh kabupaten/kota serta Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

"Tujuannya adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk meluangkan waktu membersihkan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Budaya ini perlu dibangkitkan karena belakangan ini waktu masyarakat banyak tersita akibat penggunaan gawai secara berlebihan," jelasnya.

Saat berada di Desa Tejakula, Ny. Putri Koster juga mengapresiasi perkembangan garam tradisional Bali yang dinilai semakin maju setelah diterbitkannya regulasi mengenai tata kelola garam tradisional oleh Pemerintah Provinsi Bali. Kebijakan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas karena produk garam kini telah memiliki legalitas untuk dipasarkan.

"Restoran dan hotel kini banyak menggunakan garam tradisional Bali karena rasanya lebih gurih dan kaya. Ini menjadi peluang besar bagi petani garam Tejakula," ungkapnya.

Aksi Bergerak dan Berbagi Hadir di Buleleng, Putri Koster Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sudjitra, menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali yang terus hadir di seluruh kabupaten/kota melalui berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, sejumlah program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali telah diterapkan di Buleleng, mulai dari penguatan ketahanan pangan keluarga, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga penyaluran bantuan sosial.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK Kabupaten Buleleng dan perangkat daerah menyalurkan bantuan kepada lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, dan kader PKK. Bantuan yang diserahkan meliputi 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, serta 300 kotak susu.

Selain itu, masyarakat juga menerima berbagai bantuan dari perangkat daerah, antara lain paket Gemarikan, paket sembako, susu bagi ibu hamil dan balita, multivitamin, bibit cabai, telur, hingga bibit pohon sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan turut dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali. Masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta vitamin, sementara Bali Chef Community memberikan pelatihan mengolah pangan lokal kepada ibu-ibu PKK dan remaja untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian daerah.

Melalui Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali berharap masyarakat semakin aktif mendukung pembangunan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menumbuhkan kepedulian sosial sebagai fondasi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali secara berkelanjutan. (ap)
Read More

Senin, 03 Agustus 2026

𝗠𝗼𝗻𝗲𝘃 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗸𝘂𝗹 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴

Agustus 03, 2026 0
Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

BULELENG, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Sabtu (2/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan efektif sekaligus mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.

Di Kabupaten Buleleng, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, dipilih sebagai lokasi pemantauan. Penentuan desa dilakukan secara acak oleh masing-masing tim monitoring guna memperoleh gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan gerakan di lapangan.

Tim monitoring di Desa Sembiran terdiri atas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dr. I Made Dwi Dewata, S.STP., M.Si., Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra, serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes.

Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat membersihkan lingkungan sekitar, mulai dari pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan hingga tempat-tempat ibadah. Aksi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan yang ingin terus ditumbuhkan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.

Selanjutnya, masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai tata cara pelaksanaan gerakan yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga bertujuan memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa.

Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya kader PKK semata.

Menurutnya, melalui gerakan ini masyarakat diajak membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman, sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mekanisme pemukulan kulkul sebagai tanda dimulainya kegiatan. Pada pukul 05.45 Wita, kulkul dipukul tiga kali dengan ritme tertentu sebagai pemberitahuan awal kepada warga. Selanjutnya, pukul 06.00 Wita, kulkul kembali dibunyikan dua kali sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

Perbekel Desa Sembiran, I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan, menyampaikan bahwa budaya gotong royong sejatinya telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat setempat setiap pekan. Kehadiran Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dinilai semakin memperkuat semangat tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan fasilitas umum desa.

Selain melakukan pembinaan, Pemerintah Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi salah satu tujuan utama gerakan tersebut.

Usai sosialisasi, tim monitoring meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di lingkungan warga. Hasil pemantauan menunjukkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas dan merata.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu terus berkembang sebagai gerakan masyarakat yang berkelanjutan, sehingga budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, dan solidaritas sosial dapat semakin mengakar di seluruh Bali. (hms/ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗥𝗮𝗿𝗲 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗖𝘂𝗹𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗙𝗲𝘀𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 02, 2026 0
Rare Bali Culture Fest Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Cinta Budaya Bali

DENPASAR, Lensabali.id - Rare Bali Culture Festival 2026 menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan seni budaya Bali sejak usia dini. Festival bertema "Yuga Dharma Lestari: Pengabdian Luhur untuk Melestarikan Budaya Sepanjang Masa" itu digelar pada 25–26 Juli 2026 di HEPI Garden, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Festival perdana tersebut diikuti 132 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kabupaten di Bali. Beragam lomba diselenggarakan sebagai sarana pengembangan bakat dan kreativitas, mulai dari megender berpasangan, tari condong, ogoh-ogoh mini, tapel, mesatua Bali, hingga peragaan busana adat Bali.

Ketua Panitia Kadek Reno Subudiawan mengatakan kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap semakin terbatasnya ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. Festival ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang dikemas melalui pendekatan seni dan budaya.

"Melalui festival ini kami ingin menghadirkan wadah yang edukatif sekaligus menyenangkan agar anak-anak semakin mencintai budaya Bali, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter sejak usia dini," ujar Reno.

Menurutnya, peserta usia 7 hingga 12 tahun dipilih karena fase tersebut merupakan masa penting dalam pembentukan karakter sekaligus penanaman kecintaan terhadap warisan budaya. Karena itu, festival dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Selain mengasah kemampuan berkesenian, para peserta juga didorong untuk memahami nilai-nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Penilaian lomba dilakukan oleh akademisi, praktisi seni, dan seniman yang berkompeten sesuai bidang masing-masing.

Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya peserta, dukungan orang tua, sekolah, hingga komunitas seni yang turut berpartisipasi. Peserta datang dari berbagai daerah di Bali, termasuk dari Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, yang menjadi daerah terjauh dalam ajang tersebut.

Reno berharap Rare Bali Culture Fest dapat menjadi langkah awal dalam mencetak generasi penerus seni budaya Bali. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil, belajar, dan berkarya sejak dini.

"Kalau sejak kecil mereka sudah diberi kesempatan tampil dan berkarya, maka akan lahir generasi yang siap menjaga keberlanjutan seni budaya Bali," katanya.

Festival ini dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, perangkat desa, serta para sponsor. Ke depan, panitia berharap Rare Bali Culture Fest dapat menjadi agenda tahunan yang menjangkau lebih banyak peserta serta terus berkembang sebagai ruang pembinaan generasi muda pecinta budaya Bali. (ap)
Read More

Senin, 13 Juli 2026

𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗣𝘂𝗻𝗰𝗮𝗸 𝗛𝗞𝗚 𝗣𝗞𝗞 𝗸𝗲-𝟱𝟰, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗘𝗺𝗮𝘀 𝟮𝟬𝟰𝟱

Juli 13, 2026 0

Ny. Putri Koster Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045


Kolaborasi Nasional dan Penguatan 10 Program Pokok PKK Didorong untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Berdaya Saing

MAKASSAR, Lensabali.id – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/7).

Kehadiran TP PKK Bali menjadi bagian dari komitmen memperkuat sinergi dengan TP PKK Pusat dan seluruh TP PKK daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Peringatan HKG PKK tahun ini mengangkat tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut mencerminkan tekad PKK untuk terus mendukung program prioritas nasional melalui pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil yang memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.

Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu, Ny. Tri Tito Karnavian, dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan PKK memiliki kekuatan besar dalam mendukung pembangunan karena ditopang lebih dari enam juta kader yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kader PKK menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui pendekatan langsung kepada keluarga dan masyarakat.

Puncak HKG PKK ke-54 dihadiri sekitar 2.000 kader dan pengurus PKK dari seluruh Indonesia. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara TP PKK Pusat dengan sembilan kementerian dan lembaga pemerintah sebagai langkah memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat.

Ny. Putri Koster Hadiri Puncak HKG PKK ke-54, Perkuat Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Pada acara yang sama, TP PKK Pusat menyerahkan penghargaan Adi Bakti Utama kepada kader yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Salah satu penerima penghargaan tersebut berasal dari Bali, yakni Ni Wayan Kencana Bakti, yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam menggerakkan program PKK.

Pelindung TP PKK sekaligus Ketua Umum Seruni Kabinet Merah Putih, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, mengapresiasi semangat dan dedikasi para kader PKK di seluruh Indonesia yang terus aktif menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa perempuan dan ibu memiliki peran sentral dalam membangun kualitas keluarga, mulai dari pola asuh anak, pengelolaan ekonomi rumah tangga hingga pembentukan generasi masa depan.

“Perempuan dan ibu merupakan tiang dalam keluarga. Mereka berperan besar dalam pola asuh anak, pengelolaan keuangan keluarga, hingga membangun generasi yang berkualitas. Karena itu, saya mengajak seluruh kader PKK untuk terus bersemangat menghadapi berbagai tantangan di daerah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawab bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Melalui peringatan HKG PKK ke-54, semangat gotong royong, kolaborasi, dan pengabdian kader PKK diharapkan semakin kuat sehingga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (hms/ap)
Read More

Sabtu, 04 Juli 2026

𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗱𝗶 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿, 𝗧𝗣 𝗣𝗞𝗞 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝘆𝗮𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

Juli 04, 2026 0
Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Gianyar, TP PKK Bali Perkuat Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat

GIANYAR, Lensabali.id – Tim Penggerak PKK Provinsi Bali terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat melalui Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di tiga desa di Kabupaten Gianyar ini menjadi bentuk kolaborasi antara TP PKK, perangkat daerah, dan masyarakat dalam memperluas akses pelayanan sosial hingga tingkat desa.

Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Gianyar beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut. Apresiasi itu disampaikan saat menghadiri aksi sosial yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh Banjar Bayar, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Wantilan Pura Dalem Sembuwuk, Desa Pejeng Kaje, serta Wantilan Desa Adat Bona, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (3/7).

Menurut Seniasih, program Bergerak dan Berbagi merupakan implementasi nyata dari 10 Program Pokok PKK yang diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama kelompok yang memerlukan perhatian dan pendampingan.

“Di tengah tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, diperlukan komitmen bersama antara TP PKK, pemerintah, dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan. Tujuannya agar masyarakat memperoleh akses layanan yang lebih dekat, cepat, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi di Gianyar, TP PKK Bali Perkuat Layanan dan Pemberdayaan Masyarakat

Ia menegaskan, kader PKK memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari tingkat pusat hingga desa. Karena itu, semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat harus terus diperkuat.

“Kader PKK harus mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat, bekerja secara sinergis, serta menjadi jembatan antara program pemerintah dan kebutuhan riil warga,” tambahnya.

Dalam aksi sosial tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan 50 paket bantuan berisi kebutuhan pokok dan susu kepada 50 penerima manfaat yang terdiri atas ibu hamil, penyandang disabilitas, lanjut usia, balita, serta kader TP PKK desa setempat.

Selain itu, disalurkan pula 50 bibit pohon produktif berupa mangga, alpukat, dan manggis sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong penghijauan lingkungan.

Usai penyerahan bantuan, Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, meninjau berbagai layanan yang diberikan kepada masyarakat, di antaranya pelatihan dan demonstrasi memasak serta pemeriksaan kesehatan.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Provinsi Bali berharap gerakan sosial berbasis kolaborasi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali.(hms/ap)
Read More

Rabu, 01 Juli 2026

𝗟𝗶𝗯𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗛𝗞𝗚 𝗣𝗞𝗞 𝗸𝗲-𝟱𝟰, 𝗧𝗣 𝗣𝗞𝗞 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮

Juli 01, 2026 0
Libatkan Pelajar dalam HKG PKK ke-54, TP PKK Bali Perkuat Karakter dan Pelestarian Budaya

DENPASAR, Lensabali.id - Tim Penggerak PKK Provinsi Bali melibatkan pelajar SMA dari seluruh kabupaten/kota dalam berbagai perlombaan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Provinsi Bali. Kegiatan tersebut dirancang sebagai media pembinaan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sejak usia dini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa pembentukan karakter anak tidak dapat hanya dibebankan kepada dunia pendidikan. Menurutnya, keluarga, khususnya sosok ibu, memegang peranan penting sebagai pendidik pertama yang membentuk kepribadian anak sebelum memasuki lingkungan sekolah.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara keluarga dan institusi pendidikan menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial maupun budaya.

“Sekolah memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti, etika, dan sopan santun yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa,” ujar Ny. Putri Koster saat membuka Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Gedung Narigraha, Rabu (1/7).

Lomba senam tersebut diikuti oleh pelajar SMA dari seluruh Bali. Setiap kabupaten dan kota mengirimkan satu tim yang beranggotakan 20 peserta untuk berkompetisi dalam suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Libatkan Pelajar dalam HKG PKK ke-54, TP PKK Bali Perkuat Karakter dan Pelestarian Budaya

Selain mengampanyekan pentingnya gaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga, ajang tersebut juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat interaksi positif antarpelajar dari berbagai daerah.

Ny. Putri Koster mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai wahana belajar, bukan semata mengejar kemenangan. Sportivitas, kekompakan, dan sikap saling menghormati, menurutnya, merupakan nilai yang harus selalu dijunjung tinggi, sembari menghindari rasa iri maupun persaingan yang tidak sehat.

Rangkaian HKG PKK ke-54 juga diisi dengan lomba memasak dan paduan suara yang melibatkan pelajar SMA se-Bali. Kedua kegiatan itu menjadi bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kesehatan fisik, kreativitas, dan pelestarian budaya daerah.

Dalam lomba memasak, para peserta diajak memahami pentingnya mengolah makanan bergizi secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan alami. Kebiasaan tersebut dinilai mampu membentuk pola konsumsi yang lebih sehat tanpa bergantung pada penggunaan penyedap rasa secara berlebihan.

Sementara melalui lomba paduan suara, para pelajar diperkenalkan kembali pada lagu-lagu daerah Bali sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya. TP PKK Provinsi Bali berharap seluruh rangkaian kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki rasa bangga dan tanggung jawab dalam melestarikan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. (hms/ap)
Read More

Minggu, 28 Juni 2026

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝗻𝗼 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗸𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗗𝗜 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗮𝘀𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗺𝗯𝗮𝗹𝗶 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁

Juni 28, 2026 0

Koster Bulan Bung Karno Tegaskan Kekuatan PDI Perjuangan Berasal dari Rakyat dan Kembali untuk Rakyat


Di Hadapan Presiden ke-5 RI, Wayan Koster Tegaskan Seluruh Rangkaian Kegiatan Berpihak pada Rakyat

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, melaporkan pelaksanaan Bulan Bung Karno 2026 di hadapan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, dalam acara penutupan Bulan Bung Karno di Bali Beach Convention Center, The Meru Sanur, Minggu (28/6).

Didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Koster menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sejak Maret hingga Juni 2026 merupakan implementasi nyata tema "Setialah Kepada Sumbermu."

Menurutnya, seluruh agenda yang digelar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial ataupun perlombaan, melainkan menjadi media pendidikan ideologi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi rakyat, pembinaan generasi muda, hingga pengabdian kepada masyarakat.

"Dengan demikian, seluruh kegiatan Bulan Bung Karno menjadi bukti bahwa kekuatan PDI Perjuangan akan selalu bersumber dari rakyat dan kembali untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat," ujar Koster.

Ia menjelaskan, sebanyak 16 kegiatan telah dilaksanakan selama empat bulan terakhir. Agenda tersebut meliputi Liga Kampung Soekarno Cup III, Utsawa Widyatarka Susastra Bali, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kompetisi Mixology Arak Bali, Barista Kopi Bali, Gerakan Merawat Pertiwi, hingga sosialisasi sertifikasi Kekayaan Intelektual.

Selain itu, digelar pula Upacara Hari Lahir Pancasila, peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno bertajuk Satyam Eva Jayate, Lomba Bapang Barong Ketet dan Mekendang Tunggal, Fashion Show Bulan Bung Karno, Lomba Desain Motif Endek Bali, Lomba Baca Puisi, Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Bali Era Baru, serta Lomba Konten Kreatif "Bali Bersih Sampah".

Koster Bulan Bung Karno Tegaskan Kekuatan PDI Perjuangan Berasal dari Rakyat dan Kembali untuk Rakyat

Koster menilai seluruh rangkaian kegiatan tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni menghadirkan implementasi ajaran Trisakti Bung Karno secara konkret. Aspek kedaulatan politik diwujudkan melalui pendidikan ideologi dan penguatan karakter kebangsaan. Sementara berdikari di bidang ekonomi diterapkan lewat pemberdayaan UMKM, promosi kopi Bali, Arak Bali, tenun Endek, serta berbagai produk lokal.

Adapun prinsip berkepribadian dalam kebudayaan diwujudkan melalui pelestarian bahasa, sastra, seni, dan budaya Bali sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia.

"PDI Perjuangan bukan hanya partai politik elektoral. PDI Perjuangan adalah partai ideologi, partai pelopor, partai gotong royong, dan rumah perjuangan kaum marhaen," tegasnya.

Di akhir laporannya, Koster menyampaikan apresiasi kepada Megawati Soekarnoputri atas arahan ideologis yang selama ini menjadi pedoman perjuangan kader di Bali. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Prananda Prabowo, seluruh kader partai, panitia, dan peserta yang telah menyukseskan seluruh rangkaian Bulan Bung Karno 2026.

"Kami mengajak agar Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi gerakan permanen untuk membumikan Pancasila, membela wong cilik, merawat bumi pertiwi, memajukan kebudayaan bangsa, dan mewujudkan Indonesia Raya," pungkasnya. (hms./ap)
Read More

𝗠𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗼𝗲𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝗻𝗼 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juni 28, 2026 0
Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, menghadiri penutupan Bulan Bung Karno Tahun 2026 yang digelar DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Bali Beach Convention Center, The Meru Sanur, Denpasar, Minggu (28/6). Megawati hadir didampingi Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital, Prananda Prabowo, bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Acara tersebut juga dihadiri jajaran pengurus partai, kepala daerah se-Bali, anggota legislatif, tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, pelajar, mahasiswa, seniman, atlet, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga ribuan kader PDI Perjuangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa penutupan Bulan Bung Karno bukan sekadar akhir dari rangkaian kegiatan, melainkan momentum refleksi sekaligus bentuk pertanggungjawaban ideologis partai kepada masyarakat.

"Hari ini adalah momentum refleksi. Momentum untuk mempertanggungjawabkan kerja-kerja ideologis Partai kepada rakyat. Momentum untuk melaporkan kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri bahwa kader-kader PDI Perjuangan Bali tetap teguh berdiri di jalan Bung Karno, menghidupkan api perjuangan melalui kerja nyata di tengah rakyat," ujarnya.

Koster mengingatkan bahwa bulan Juni memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia. Pada bulan inilah Bung Karno melahirkan Pancasila sebagai dasar negara, lahir sebagai Proklamator Kemerdekaan, sekaligus berpulang meninggalkan warisan pemikiran yang tetap relevan hingga kini.

Karena itu, menurutnya, Bulan Bung Karno tidak dimaknai sebagai nostalgia sejarah, melainkan ruang untuk mengaktualisasikan gagasan, memperkuat pendidikan ideologi, serta membangun karakter bangsa.

Mengutip pesan Bung Karno, JASMERAH atau Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, Koster menegaskan bahwa sejarah menjadi pijakan dalam menentukan arah masa depan bangsa.

Megawati Soekarnoputri Hadiri Penutupan Bulan Bung Karno 2026 di Bali

"Atas dasar itulah DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menyelenggarakan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026 sebagai gerakan kebudayaan, gerakan pendidikan, gerakan lingkungan hidup, gerakan ekonomi kerakyatan, gerakan olahraga rakyat, dan gerakan penguatan ideologi Pancasila," tegasnya.

Ia menjelaskan, tema Bulan Bung Karno Tahun 2026, "Setialah Kepada Sumbermu", dengan subtema "Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber Kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat", menjadi pengingat bahwa kekuatan partai lahir dari kepercayaan rakyat, bukan dari kekuasaan ataupun jabatan.

"Partai hanya akan tetap hidup apabila tetap menyatu dengan denyut kehidupan rakyat, mendengarkan suara rakyat, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta menjaga api semangat rakyat agar terus menyala. Inilah hakikat ajaran Bung Karno tentang politik yang berpihak kepada kaum marhaen," katanya.

Penutupan Bulan Bung Karno berlangsung semarak melalui pembacaan puisi oleh Putri Koster, penampilan para juara berbagai lomba, atraksi seni budaya, hingga penyerahan penghargaan kepada para pemenang.

Sepanjang Bulan Bung Karno 2026, berbagai kegiatan digelar di seluruh Bali, mulai dari Liga Kampung Soekarno Cup III, Utsawa Widyatarka Susastra Bali, Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun, Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mixology Arak Bali, Barista Kopi Bali, Gerakan Merawat Pertiwi, Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual, hingga lomba konten kreatif "Bali Bersih Sampah". Perayaan juga dirangkaikan dengan peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno melalui kegiatan Satyam Eva Jayate yang melibatkan sekitar 1.300 peserta. (hms/ap)
Read More

Selasa, 23 Juni 2026

𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗽𝗮𝘀𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗧𝗶𝗺 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗶𝗻𝗮 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗶𝗻𝗮 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗔𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗲-𝟳

Juni 23, 2026 0
Pemprov Bali Tingkatkan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Klungkung Lewat Bina Posyandu Angkatan Ke-7

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali melalui Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali terus memperkuat kualitas pelayanan Posyandu dengan menggelar Bina Posyandu Angkatan Ke-7 bagi Tim Pembina dan Pengurus Posyandu Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan, hingga Desa se-Kabupaten Klungkung. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 22–24 Juni 2026, di UPTD Bapelkesmas Provinsi Bali.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 96 peserta yang berasal dari berbagai jenjang kepengurusan Posyandu di Kabupaten Klungkung.

Menurutnya, pelatihan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan para pengurus sekaligus menyosialisasikan transformasi Posyandu menjadi lembaga pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Perlu ada penyamaan persepsi dari seluruh jajaran Tim Pembina Posyandu mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa," ujarnya.

Pemprov Bali Tingkatkan Kapasitas Tim Pembina Posyandu Klungkung Lewat Bina Posyandu Angkatan Ke-7

Dwi Dewata menambahkan, kegiatan ini juga diikuti Ketua dan Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Klungkung yang dijabat oleh istri Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, bersama seluruh Tim Pembina serta Pengurus Posyandu dari tingkat kabupaten hingga desa.

Ia menilai Bina Posyandu menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan para pembina agar mampu menjalankan fungsi pendampingan dan pembinaan secara optimal di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan bahwa Posyandu kini telah berkembang menjadi pusat pelayanan dasar terpadu yang tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan.

"Transformasi ini menjadikan Posyandu sebagai wadah integrasi program pemerintah di tingkat desa/kelurahan sehingga berbagai layanan masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih efektif, terkoordinatif, dan tepat sasaran," katanya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai implementasi enam bidang SPM sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, kebijakan strategis Posyandu, pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pekerjaan umum dan perumahan rakyat, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang disampaikan oleh narasumber dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. (hms/ap)
Read More

Selasa, 16 Juni 2026

𝗜𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗣𝗜𝗞-𝗥 𝗟𝗲𝗮𝗿𝗻𝗶𝗻𝗴 𝗛𝘂𝗯 𝗔𝗱𝗶𝘄𝗮𝗿𝗻𝗮 𝗡𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗚𝗲𝗻𝗥𝗲 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗴𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮

Juni 16, 2026 0
Ikuti PIK-R Learning Hub Adiwarna Nusantara, Wabup Tjok Surya Dorong Duta GenRe Jadi Agen Perubahan Generasi Muda

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, mengikuti kegiatan PIK-R Learning Hub Adiwarna Nusantara secara virtual dari Ruang V-Conference Kantor Bupati Klungkung, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Direktorat Bina Ketahanan Remaja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) Tahun 2026 sekaligus memperingati Hari Lahir ke-16 Generasi Berencana (GenRe) Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah terus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan bangsa melalui berbagai pendekatan edukatif dan preventif, salah satunya melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang selama ini menjadi wadah pembinaan bagi remaja di sekolah maupun masyarakat.

Direktur Bina Ketahanan Remaja, Irma Ardiana, menjelaskan bahwa Adiwarna Nusantara ADUJAKNAS 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas generasi muda melalui refleksi, apresiasi, dan peningkatan kompetensi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang terus berkembang.

Kegiatan tahun ini mengusung tema “Gen Z Impact: Gerak Nyata untuk Indonesia”, yang menggambarkan semangat generasi muda untuk menghadirkan perubahan melalui aksi nyata, inovasi, dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional.

“Tema ini menegaskan peran Gen Z sebagai generasi yang tidak hanya memiliki gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi dan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Irma Ardiana.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program yang mendorong peningkatan kapasitas generasi muda. Menurutnya, keberadaan Duta GenRe memiliki peran penting sebagai teladan sekaligus penggerak di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Ikuti PIK-R Learning Hub Adiwarna Nusantara, Wabup Tjok Surya Dorong Duta GenRe Jadi Agen Perubahan Generasi Muda

Ia berharap para Duta GenRe mampu menjadi generasi yang memiliki perencanaan masa depan yang baik, memiliki wawasan luas, serta mampu mengedukasi teman sebaya mengenai berbagai isu penting, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan karakter.

“Saya berharap Duta GenRe yang ada di masing-masing sekolah dapat menjadi generasi yang mampu merencanakan masa depannya dengan baik serta menjadi agen perubahan dalam menyampaikan informasi-informasi positif terkait kesehatan, pendidikan, dan berbagai informasi penting lainnya. Hal ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menyiapkan Generasi Emas Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Wabup Tjok Surya.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan Generasi Emas Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda sebagai pelopor perubahan. Dengan bekal pengetahuan, karakter yang kuat, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman, generasi muda diharapkan mampu menjadi aset pembangunan yang membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa.

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Forum GenRe Indonesia Kabupaten Klungkung sebagai bentuk dukungan bersama dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (*/ap)
Read More

Selasa, 09 Juni 2026

𝗧𝗣 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽𝗮𝘁 𝗜𝗺𝗽𝗹𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝘀𝗶 𝟲 𝗦𝗣𝗠 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗝𝗲𝗺𝗯𝗿𝗮𝗻𝗮

Juni 09, 2026 0
TP Posyandu Bali Percepat Implementasi 6 SPM melalui Aksi Sosial di Jembrana

JEMBRANA, Lensabali.id – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali terus mengakselerasi pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) melalui kegiatan Aksi Sosial (Aksos) “Membina dan Berbagi” yang digelar di Kabupaten Jembrana, Senin (8/6/2026). Selain memberikan pemahaman terkait transformasi Posyandu, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sembako kepada para kader.

Kegiatan berlangsung di Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Dauhwaru serta Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Pekraman Kerta Jaya, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Sebanyak 120 kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menegaskan bahwa transformasi Posyandu menjadi lembaga yang menangani enam bidang SPM merupakan langkah penting untuk memperluas jangkauan pelayanan dasar kepada masyarakat. Menurutnya, kader Posyandu memegang peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendukung pembangunan desa melalui kerja sama lintas sektor yang terintegrasi.

"Dengan pembagian tugas berdasarkan masing-masing bidang Standar Pelayanan Minimal, berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti melalui sinergi antara kader, pemerintah desa, dan perangkat daerah terkait," ujarnya.

Ia menjelaskan, transformasi tersebut bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar sekaligus memperbaiki kualitas hidup berbagai kelompok, mulai dari anak-anak, ibu, lansia hingga masyarakat rentan lainnya.

Selain itu, Posyandu kini diharapkan mampu menjadi pusat layanan informasi berbasis data yang dapat menampung aspirasi masyarakat sekaligus menjadi rujukan pemerintah desa dalam menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurut Putu Anom Agustina, Posyandu juga harus menerapkan pendekatan adaptif dan responsif. Adaptif berarti mampu menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat, sementara responsif berarti sigap mengenali persoalan yang muncul dan mendorong penyelesaiannya secara berkelanjutan.

Saat ini Posyandu telah bertransformasi dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang menangani enam bidang pelayanan dasar, meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Made Dwi Dewata, menekankan pentingnya validitas data yang dikumpulkan para kader. Data tersebut akan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan daerah.

Ia juga mengajak para kader aktif mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pada kesempatan tersebut, setiap kader menerima bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencapai 3,6 ton beras, 7.200 butir telur, dan 240 kotak susu.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Jembrana, Ny. Ani Setiawarini Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa saat ini Jembrana memiliki 329 Posyandu dengan 2.648 kader, di mana 65 Posyandu telah menjalankan Program Posyandu 6 SPM. Ia berharap dukungan dan pendampingan dari TP Posyandu Provinsi Bali dapat mempercepat implementasi program tersebut di seluruh wilayah Jembrana. (hms/ap)
Read More

𝗡𝘆. 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗚𝗶𝗿𝗶𝗽𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗽𝗮𝘁𝗲𝗻 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗹𝗶𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗻𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗸 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮

Juni 09, 2026 0
Ny. Seniasih Giriprasta: Kabupaten Layak Anak Harus Hadirkan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak yang Nyata

BANGLI, Lensabali.id – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giriprasta, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA) tidak boleh hanya diukur dari perolehan predikat atau penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kebijakan dan program mampu menghadirkan pemenuhan hak serta perlindungan anak secara nyata hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber utama dalam Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali bersama Forum PUSPA Provinsi Bali di Gedung Bhukti Mukti Bhakti (BMB) Setda Kabupaten Bangli, Senin (8/6).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, Forum Anak Daerah, hingga organisasi yang bergerak di bidang perlindungan perempuan dan anak.

"Kita tidak boleh hanya mengejar predikat. Yang paling penting adalah memastikan hak-hak anak benar-benar terpenuhi dan perlindungan terhadap perempuan serta anak dapat dirasakan hingga tingkat keluarga dan masyarakat," tegas Ny. Seniasih Giriprasta.

Menurutnya, indikator keberhasilan sesungguhnya terletak pada manfaat yang dirasakan anak dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, Forum PUSPA perlu terus diperkuat sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjangkau berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menilai perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk Forum Anak, Forum GenRe, PKK, organisasi perempuan, desa adat, media, dunia usaha, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.

Ny. Seniasih menjelaskan bahwa banyak persoalan yang terjadi di masyarakat tidak selalu terdeteksi melalui mekanisme formal. Oleh sebab itu, organisasi dan komunitas yang berada dekat dengan masyarakat memiliki peran penting dalam mendengar aspirasi serta mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi perempuan dan anak.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru yang perlu diantisipasi bersama. Pengaruh media sosial dan arus informasi yang begitu cepat menuntut peran keluarga untuk lebih aktif dalam memberikan pengawasan dan pendidikan karakter kepada anak.

Ny. Seniasih Giriprasta: Kabupaten Layak Anak Harus Hadirkan Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak yang Nyata

"Anak-anak membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergotong royong dan hadir bersama untuk memastikan anak-anak Bali tumbuh sehat, aman, berkarakter, serta memiliki masa depan yang baik," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, menegaskan bahwa anak merupakan aset masa depan bangsa yang harus memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perlakuan salah lainnya.

Ia menyampaikan bahwa Forum PUSPA Kabupaten Bangli terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki komitmen yang sama dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Dalam kesempatan itu juga dipaparkan berbagai capaian Kabupaten Bangli dalam penyelenggaraan KLA. Setelah meraih predikat Pratama selama tiga tahun berturut-turut, Bangli berhasil meningkatkan capaian menjadi kategori Madya pada tahun 2024. Berbagai program pendukung terus diperkuat sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Bali yang sehat, unggul, dan berdaya saing. (hms/ap)
Read More

Minggu, 07 Juni 2026

𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝟮𝟬𝟮𝟲 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗸𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗰𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻

Juni 07, 2026 0
Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung resmi membuka Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Bulan Bung Karno ini mengusung tema Wirasana Biravartha, yang dimaknai sebagai semangat kepahlawanan, keberanian, dan kekuatan untuk menumbuhkan generasi yang unggul, berkarakter, dan bersinar.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung. Festival ini menjadi salah satu upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Serombotan.

Ketua Panitia, Drs. I Ketut Sujana, mengatakan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 dirancang untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat kemampuan literasi peserta didik, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

“Gemar membaca adalah karakter dasar yang ingin kita tanamkan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda mulai dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi. Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Juni 2026, dengan menyuguhkan 14 rangkaian kegiatan,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat disuguhkan beragam kegiatan edukatif dan hiburan, mulai dari lomba bertutur, bedah buku, talkshow literasi budaya, literasi keuangan dan kewirausahaan, lomba video konten, hingga berbagai pentas seni dan pameran hasil pendidikan. Kegiatan juga melibatkan pelajar, guru, komunitas literasi, pelaku UMKM, serta masyarakat umum.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan literasi dan pendidikan di Kabupaten Klungkung. Pembukaan acara juga dirangkaikan dengan peluncuran Sekaa Gong Gita Handayani Mahottama yang tampil mengiringi Tari Widya Mahottama.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, melainkan menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.

Pekan Literasi dan Pendidikan Klungkung 2026 Resmi Dibuka, Bupati Satria Dorong Budaya Baca Berkelanjutan

“Literasi adalah fondasi utama dalam membangun generasi yang berkualitas. Melalui literasi, kita mengasah kemampuan berpikir kritis, memperluas cakrawala berpikir, dan mendongkrak kualitas diri. Pekan ini harus menjadi momentum kuat untuk memotivasi siswa dan seluruh ekosistem sekolah agar semakin mencintai aktivitas membaca, menulis, dan belajar,” tegasnya.

Bupati Satria juga mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pemimpin dan tokoh Klungkung terdahulu yang berhasil menjadikan Klungkung sebagai pusat seni, sastra, dan budaya di Bali. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya lokal sangat penting untuk memperkuat identitas serta karakter generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Bupati turut menyoroti tantangan dunia pendidikan, termasuk adaptasi terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI), pemerataan akses teknologi, serta perubahan peran guru yang kini tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembentuk karakter peserta didik. Ia berharap gerakan membaca terus dilakukan secara konsisten hingga tumbuh menjadi budaya yang mengakar di sekolah maupun masyarakat.

Usai membuka kegiatan secara resmi, Bupati Klungkung bersama jajaran meninjau stan pameran kearsipan, pendidikan, serta produk unggulan UMKM. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP PKK Ny. Eva Satria, Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, kepala OPD, dan berbagai unsur terkait lainnya. (*/ap)
Read More

Kamis, 04 Juni 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗠𝗮𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝘁𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗚𝗲𝗺𝗮𝗿 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮

Juni 04, 2026 0
Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pekan Literasi dan Pendidikan Tahun 2026. Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Rabu (3/6).

Pekan Literasi dan Pendidikan dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Juni 2026 dengan mengusung tema “Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Klungkung Mahottama.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dan substansi kegiatan dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan lokasi, rangkaian acara, keterlibatan sekolah, hingga kolaborasi lintas perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyaring informasi secara bijak di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi digital.

Menurutnya, budaya literasi menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Klungkung.

“Pekan Literasi dan Pendidikan ini jangan hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Saya minta seluruh pihak, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan, hingga sekolah-sekolah, berkolaborasi menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan minat baca dan kreativitas anak-anak,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria Matangkan Pekan Literasi dan Pendidikan 2026, Dorong Generasi Muda Gemar Membaca

Ia juga mengajak para pelajar dan generasi muda untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar, berkarya, dan menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Selain aspek pendidikan, Bupati turut mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Pekan literasi ini sangat penting untuk mengajarkan anak-anak sejak dini mencintai membaca, menulis, dan berbagai aktivitas positif lainnya. Saya berharap kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda Klungkung,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menilai Pekan Literasi dan Pendidikan merupakan momentum strategis untuk membangun semangat belajar sekaligus mendorong lahirnya generasi yang kreatif dan berdaya saing. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan kegiatan tersebut.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, tenaga pendidik, dan masyarakat, Pekan Literasi dan Pendidikan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan pendidikan, tetapi juga mampu memperkuat budaya literasi sebagai fondasi menuju terwujudnya Klungkung Mahottama yang maju, harmonis, tenteram, dan makmur. (*/ap)
Read More

Selasa, 02 Juni 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗿𝗻𝗼 𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗠𝗲𝗿𝗮𝘄𝗮𝘁 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗹𝗲𝗸𝘁𝗶𝗳 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗡𝗶𝗹𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗷𝘂𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘁𝗼𝗿

Juni 02, 2026 0
Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII, Merawat Ingatan Kolektif Bangsa Melalui Nilai Perjuangan Sang Proklamator

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi membuka Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Senin (1/6/2026). Pembukaan ditandai dengan pemukulan bende sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang sarat nilai kebangsaan dan kebudayaan.

Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Bali, pimpinan DPRD kabupaten/kota, hingga ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Koster menjelaskan bahwa Bulan Bung Karno tahun ini mengusung tema “Kawya Atma Kerthi”, yang dimaknai sebagai upaya memuliakan dan menghidupkan kembali jiwa perjuangan Sang Proklamator. Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum ideologis untuk meneguhkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dalam kehidupan masyarakat.

“Kawya adalah ekspresi jiwa yang luhur, Atma adalah kesadaran terdalam, dan Kerthi merupakan upaya penyucian serta pemuliaan. Karena itu, tema ini mengajak kita menghadirkan kembali semangat perjuangan Bung Karno dalam pikiran, sikap, dan tindakan sehari-hari,” ujarnya.

Gubernur Bali dua periode itu menegaskan bahwa Bali secara konsisten menjadikan Bulan Bung Karno sebagai ruang refleksi kebangsaan. Menurutnya, Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga semangat besar untuk membangun bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

“Bulan Bung Karno merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Bung Karno mewariskan jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi kepentingan rakyat,” kata Koster.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan perjuangan Bung Karno ditempa oleh berbagai tantangan, mulai dari tekanan politik hingga pengasingan. Namun dari situ lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka yang hingga kini menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan tersebut, Koster menyoroti kedekatan Bung Karno dengan Bali. Menurutnya, Presiden pertama RI itu memandang Bali sebagai ruang kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial tumbuh secara harmonis.

“Pandangan Bung Karno menjadi pengingat bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap menjaga identitas dan nilai-nilai luhurnya sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia,” tegasnya.

Gubernur Koster dan Wagub Giri Prasta Resmi Buka Bulan Bung Karno VIII, Merawat Ingatan Kolektif Bangsa Melalui Nilai Perjuangan Sang Proklamator

Koster menambahkan, semangat perjuangan Bung Karno sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Visi tersebut berakar pada nilai-nilai Sad Kerthi yang menjadi landasan menjaga keharmonisan alam, manusia, dan kehidupan sosial masyarakat Bali.

Menutup sambutannya, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter. “Dengan keteguhan, keikhlasan, dan komitmen yang berkelanjutan, kita akan mampu memastikan Bali tidak hanya berkembang, tetapi juga tetap ajeg dalam nilai dan jati dirinya,” pungkasnya.

Rangkaian pembukaan Bulan Bung Karno VIII turut dimeriahkan penampilan sejumlah seniman dan musisi Bali, di antaranya Leeyonk Sinatra, Lolot, Bagus Wirata, serta kolaborasi Naluri Manca, Sine, dan Bali Extreme Drummer. (hms/ap)
Read More