LENSA BALI: Edukasi

Hot


Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 September 2026

𝗧𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗔𝘂𝗱𝗶𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗪𝗛𝗗𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗗𝗠 𝗛𝗶𝗻𝗱𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗨𝗻𝗴𝗴𝘂𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿

September 21, 2026 0
Terima Audiensi WHDI Bali, Ibu Putri Koster Dorong Sinergi Perkuat SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali di Gedung Nari Graha, Denpasar, Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas penguatan kerja sama dalam pendidikan karakter, pemahaman nilai-nilai agama Hindu, serta pemberdayaan masyarakat.

Ibu Putri Koster menyampaikan dukungannya terhadap keberadaan WHDI Bali beserta berbagai program yang dijalankan. Sebagai organisasi perempuan Hindu, WHDI dinilai memiliki peran strategis dalam membantu memperluas pemahaman masyarakat terhadap ajaran dan nilai-nilai agama Hindu.

“WHDI penting untuk terus tumbuh dan aktif di tengah masyarakat sebagai wadah komunikasi dan informasi mengenai ajaran agama Hindu. Dari sini kita dapat memperkuat pemahaman umat sekaligus membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku yang berlandaskan nilai-nilai agama,” ujar Ibu Putri Koster.

Menurutnya, pemahaman keagamaan tidak cukup hanya berada pada tataran pengetahuan, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut antara lain diwujudkan melalui tata krama, perilaku yang baik, serta kemampuan membangun toleransi di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.

“Pemahaman agama harus mampu menjadi pegangan dalam kehidupan, termasuk bagaimana kita menjaga tata krama, perilaku, serta toleransi dalam hidup berdampingan dengan umat beragama lainnya,” imbuhnya.

Dalam audiensi tersebut, Ketua WHDI Bali, Tjokorda Istri Sri Ramaswati, turut menyampaikan rencana pelaksanaan webinar bertajuk “Catur Guru”. Kegiatan tersebut menyasar generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK, sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi digital.

Terima Audiensi WHDI Bali, Ibu Putri Koster Dorong Sinergi Perkuat SDM Hindu yang Unggul dan Berkarakter

Materi Catur Guru diharapkan dapat menjadi pegangan bagi anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial. Salah satu perhatian yang diangkat adalah persoalan perundungan atau bullying yang masih dapat terjadi di lingkungan pergaulan generasi muda.

“Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang Catur Guru, kita berharap mereka memiliki pegangan dalam berpikir dan berperilaku sehingga tidak keluar dari koridor nilai-nilai agama. Pemahaman yang kuat terhadap Catur Guru diharapkan mampu membentuk karakter individu menjadi lebih baik, kuat, beretika, dan memiliki sopan santun,” ujar Tjokorda Istri Sri Ramaswati.

Ibu Putri Koster berharap kiprah WHDI Bali dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya pada aspek keagamaan, WHDI diharapkan turut berperan dalam mengedukasi dan mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan, pengajaran agama, maupun berbagai kegiatan sosial.

Kolaborasi antara Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali dan WHDI Bali diharapkan dapat menjadi kerja bersama yang berkelanjutan sekaligus meninggalkan legacy dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Hindu.

“Sinergi ini kita harapkan mampu menjadi legacy bagi organisasi dalam memajukan sumber daya manusia Hindu. Dengan ruang gerak yang berlandaskan ajaran Hindu serta tetap berpijak pada adat, dresta, dan kearifan lokal, kita ingin melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkualitas, dan berkarakter,” pungkas Ibu Putri Koster. (hms/ap)
Read More

Selasa, 15 September 2026

𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

September 15, 2026 0
Dari Kesehatan hingga Sosial, Ny. Putri Koster: Posyandu Harus Hadir sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat

DENPASAR, Lensabali.id — Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong transformasi Posyandu menjadi pusat pelayanan masyarakat yang lebih komprehensif. Tidak lagi hanya bergerak pada sektor kesehatan, Posyandu kini memiliki peran dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Hal tersebut disampaikan Ny. Putri Koster saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan XII di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, perkembangan Posyandu membawa perubahan terhadap pola pelayanan di tingkat masyarakat. Jika sebelumnya Posyandu lebih dikenal melalui pelayanan kesehatan ibu dan anak, penimbangan bayi serta balita, kini cakupannya meluas ke bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.

Perubahan tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas kader. Berada langsung di tengah masyarakat, kader memiliki posisi penting untuk mengetahui berbagai persoalan keluarga sekaligus membantu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah.

“Kader Posyandu tidak cukup hanya memahami pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga harus mampu menjadi edukator, motivator, sekaligus fasilitator bagi masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya.

Karena itu, kader diharapkan mampu memperluas edukasi kepada masyarakat, mulai dari penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemeliharaan lingkungan, pendidikan anak, kepedulian sosial hingga partisipasi dalam berbagai program pemerintah.

Posyandu, lanjutnya, harus berkembang menjadi ruang pemberdayaan masyarakat. Kader bukan sekadar pelaksana pelayanan, tetapi juga penggerak perubahan perilaku. Hal ini penting karena kualitas pembangunan berawal dari keluarga yang sehat, lingkungan yang tertata dan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial.

“Melalui pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, kader diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan gizi keluarga, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.

Ny. Putri Koster juga meminta para peserta mengikuti Bimtek secara sungguh-sungguh. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkaya pengetahuan, meningkatkan keterampilan sekaligus berbagi pengalaman antarkader.

Ia mengingatkan agar hasil pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, melainkan diteruskan dan diterapkan di lingkungan masing-masing.

“Ilmu yang diperoleh selama Bimtek ini agar dapat diterapkan di wilayah masing-masing. Jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Dari Kesehatan hingga Sosial, Ny. Putri Koster: Posyandu Harus Hadir sebagai Pusat Pelayanan Masyarakat


111 Kader Posyandu Bangli Ikuti Bimtek

Bina Posyandu Angkatan XII Tahun 2026 diikuti 111 kader Posyandu dari Kabupaten Bangli. Ketua Panitia Bimtek Posyandu, Komang Sriani, menyampaikan kegiatan berlangsung selama tiga hari, 14–16 September 2026, di UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Denpasar.

Bimtek tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kemampuan dan keterampilan teknis kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Peserta juga mendapatkan penguatan pemahaman mengenai penerapan enam bidang SPM dalam penyelenggaraan Posyandu.

Selain kompetensi kader, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat koordinasi antara kader Posyandu dengan pemerintah desa. Posyandu juga didorong semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).

“Bina Posyandu ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan kader agar mampu memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat, sekaligus memahami peran Posyandu dalam enam bidang SPM,” ujar Komang Sriani.

Melalui pelatihan tersebut, para kader diharapkan semakin siap menjalankan peran Posyandu yang terus berkembang. Dengan pelayanan yang aktif, responsif dan dekat dengan masyarakat, Posyandu diharapkan mampu menjawab kebutuhan warga hingga tingkat desa. (hms/ap)
Read More

Kamis, 10 September 2026

“𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶” 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗚𝗶𝘇𝗶 𝗦𝗲𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴

September 10, 2026 0
“𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶” 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗚𝗶𝘇𝗶 𝗦𝗲𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴

BANGLI, Lensabali.id – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Bali kembali menggelar Aksi Sosial “Bergerak dan Berbagi” dengan menyentuh langsung masyarakat di tiga desa di Kabupaten Bangli, Rabu (9/9/2026). Kegiatan berlangsung di Desa Pengiangan, Kecamatan Susut; Desa Pengotan, Kecamatan Bangli; dan Desa Satra, Kecamatan Kintamani.

Aksi sosial ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan. TP PKK Provinsi Bali juga menghadirkan bimbingan teknis memasak, layanan kesehatan gratis, serta vaksinasi rabies gratis bagi hewan penular rabies (HPR). Rangkaian tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat keterampilan keluarga.

Di setiap desa, bantuan diberikan kepada 50 penerima yang berasal dari kelompok lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, kader PKK, dan balita. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras, dua krat telur, serta dua kotak susu.

Dukungan kegiatan juga datang dari sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali. Bantuan yang dibawa antara lain paket Gemarikan, sembako, susu, multivitamin, bibit pohon dan tanaman cabai, serta buku resep kuliner.

Gizi Keluarga Jadi Perhatian

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster menegaskan bantuan sosial perlu berjalan seiring dengan peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pangan sehat dan bergizi. Ia mengingatkan bahwa kondisi tempat tinggal tidak seharusnya menjadi batas bagi keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan berkualitas.

“Walaupun kita tinggal di desa, makanan yang dikonsumsi oleh keluarga harus tetap makanan yang baik dan penuh gizi,” ujar Ny. Putri Koster.

Menurutnya, anggota PKK memiliki peran penting dalam memastikan makanan yang dikonsumsi keluarga tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kebutuhan gizi. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan mengolah pangan perlu terus ditingkatkan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui bimtek memasak yang digelar di masing-masing lokasi bekerja sama dengan Bali Chef Community (BCC). Sebanyak 30 anggota PKK desa mengikuti setiap sesi untuk memperoleh keterampilan mengolah bahan pangan menjadi hidangan yang sehat dan menarik.

Bimtek juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru. Selain membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan secara lebih baik, keterampilan memasak diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

“𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶” 𝗦𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗚𝗶𝘇𝗶 𝗦𝗲𝗶𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴


Bantuan Dirasakan Langsung Masyarakat

Manfaat kegiatan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ni Nengah Masih, anggota PKK Banjar Sunting, Desa Pengotan, menyampaikan bantuan yang diterima membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Ia juga mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil hingga anak-anak.

Apresiasi serupa disampaikan Ni Luh Sulastri, anggota PKK Dusun Padpadan, Desa Pengotan. Ia berharap program “Bergerak dan Berbagi” dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak desa sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Bali.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan di tiga desa tersebut. Menurutnya, kehadiran Ny. Putri Koster bersama berbagai program dan bantuan yang dibawa selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat Bangli.

Selain bantuan dan bimtek, masyarakat juga memperoleh layanan kesehatan gratis. Pada saat bersamaan, vaksinasi rabies gratis bagi HPR turut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Melalui perpaduan bantuan sosial, edukasi gizi, peningkatan keterampilan, layanan kesehatan, dan pencegahan rabies, TP PKK Provinsi Bali berharap “Bergerak dan Berbagi” tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Program ini diharapkan memperkuat peran PKK dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan semakin sejahtera. (hms/ap)
Read More

𝗡𝘆. 𝗘𝘃𝗮 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗜𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗶𝗹𝗮𝗶𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗧𝗣 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗣𝗿𝗼𝘃𝗶𝗻𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲

September 10, 2026 0
Ny. Eva Satria Ikuti Penilaian Lomba TP Posyandu Provinsi Bali 2026

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, mengikuti tahapan penilaian Lomba TP Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026 di Sekretariat TP Posyandu Provinsi Bali, Gedung Nari Graha, Denpasar, Selasa (8/9).

Penilaian tersebut meliputi presentasi dan wawancara dengan tema “Praktik Baik Pelaksanaan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM)”. Dalam kesempatan itu, Ny. Eva Satria memaparkan berbagai langkah dan inovasi yang telah dilakukan TP Posyandu Kabupaten Klungkung dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Dalam paparannya, ia menjelaskan perkembangan Posyandu di Kabupaten Klungkung yang terus diarahkan agar mampu memberikan pelayanan secara lebih luas melalui penerapan enam bidang SPM. Penguatan tersebut dilakukan dengan mendorong Posyandu tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Klungkung memiliki 306 Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 Posyandu telah teregistrasi di Kementerian Dalam Negeri, sedangkan 134 Posyandu lainnya masih menjalani proses verifikasi untuk memperoleh nomor registrasi.

Menurut Ny. Eva Satria, penerapan konsep Posyandu era baru terus mendapat penguatan, terutama melalui peningkatan pemahaman pemerintah desa dan kelurahan mengenai peran serta fungsi Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pemahaman desa dan kelurahan terhadap Posyandu era baru terus meningkat. Secara bertahap, pelaksanaan Posyandu diarahkan untuk mengintegrasikan pelayanan berdasarkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal,” ujar Ny. Eva Satria.

Ny. Eva Satria Ikuti Penilaian Lomba TP Posyandu Provinsi Bali 2026

Ia menilai, pemahaman yang semakin baik di tingkat desa dan kelurahan menjadi modal penting untuk mendorong pelaksanaan Posyandu yang lebih terintegrasi. Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, desa dan kelurahan bersama kader serta pengelola Posyandu terus diperkuat.

Koordinasi tersebut diharapkan mampu memastikan setiap program dan pelayanan dapat berjalan secara optimal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Penguatan peran Posyandu juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Keikutsertaan TP Posyandu Kabupaten Klungkung dalam penilaian tingkat Provinsi Bali tidak semata menjadi ajang kompetisi. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menunjukkan berbagai praktik baik dan inovasi yang telah berjalan sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan Posyandu di Kabupaten Klungkung.

Melalui evaluasi dan penguatan yang dilakukan secara berkelanjutan, TP Posyandu Kabupaten Klungkung berkomitmen meningkatkan kualitas penyelenggaraan Posyandu agar semakin mampu mendukung pelayanan dasar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (*/ap)
Read More

Senin, 07 September 2026

𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗠𝗲𝗺𝗯𝗶𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵

September 07, 2026 0
Aksi Membina dan Berbagi Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

DENPASAR, Lensabali.id – Transformasi Posyandu membutuhkan kader yang tidak hanya aktif dalam pelayanan, tetapi juga peka membaca persoalan di lingkungan. Pesan itu mengemuka dalam Aksi Sosial Membina dan Berbagi yang digelar Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di Kota Denpasar, Senin (7/9/2026).

Kegiatan dilaksanakan di dua titik, yakni Balai Banjar Bun, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, dan Banjar Kelod, Kelurahan Renon. Pembinaan kader dirangkaikan dengan pemberian bantuan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam melayani masyarakat.

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan kader berada pada posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari kedekatan tersebut, kader dapat mengetahui lebih cepat kondisi, kebutuhan, keluhan, maupun aspirasi warga.

Peran tersebut semakin penting setelah Posyandu bertransformasi melalui enam SPM. Pelayanan yang diberikan kini mencakup enam bidang, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Karena cakupan tugas semakin luas, kader dituntut memahami enam SPM secara menyeluruh. Kader tidak hanya mengelola kegiatan Posyandu, tetapi juga berperan mencatat kebutuhan dan permasalahan masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah kelurahan atau pihak yang memiliki kewenangan menindaklanjuti.

Posisi ini membuat kader menjadi penghubung penting antara masyarakat dengan pemerintah. Data dan informasi yang diperoleh dari tingkat lingkungan dapat menjadi dasar agar pelayanan dasar diberikan sesuai kebutuhan, sekaligus membantu pemerintah merespons persoalan secara lebih cepat.

Di Denpasar, penguatan peran tersebut mencakup 459 kelompok Posyandu yang tersebar pada 27 desa/kelurahan. Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara menyebut seluruh Posyandu terus diarahkan untuk menerapkan pelayanan berbasis enam SPM.

Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui empat Tim Pembina Posyandu Kecamatan. Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar bersama OPD pengarah terus memberikan sosialisasi agar pemahaman dan kemampuan kader dalam menjalankan transformasi Posyandu semakin kuat.

Selain pembinaan, Aksi Membina dan Berbagi juga memberikan bantuan kepada kader. Di Kelurahan Dangin Puri, sebanyak 105 kader dari tujuh kelompok Posyandu menerima masing-masing 30 kilogram beras, dua krat atau 60 butir telur, dan dua kotak susu. Totalnya mencapai 3.150 kilogram beras, 210 krat atau 6.300 butir telur, serta 210 kotak susu.

Di Kelurahan Renon, bantuan menyasar 75 kader dari lima lingkungan atau Posyandu. Setiap kader menerima paket yang sama sehingga total bantuan mencapai 2.250 kilogram beras, 150 krat atau 4.500 butir telur, serta 150 kotak susu. Dua lokasi tersebut secara keseluruhan menyasar 180 kader.

Aksi Membina dan Berbagi Perkuat Peran Kader Posyandu sebagai Penghubung Masyarakat dan Pemerintah

Ny. Putri Suastini Koster menilai makna bantuan tidak terletak semata pada jumlah yang diterima. Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi terhadap kader yang selama ini menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mendampingi masyarakat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Putu Anom Agustina menekankan bahwa penerapan enam SPM harus dibangun melalui kerja bersama. Menurutnya, pembangunan lingkungan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, keamanan, kebersihan, akses jalan, hingga kondisi permukiman.

“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama, tidak hanya oleh perseorangan,” tegas Putu Anom Agustina.

Dengan transformasi enam SPM, Posyandu diharapkan semakin mampu membaca kebutuhan masyarakat sejak dari lingkungan terkecil. Kader didorong aktif memberikan edukasi, mendeteksi persoalan, sekaligus membantu warga memperoleh akses terhadap pelayanan pemerintah.

Aksi sosial tersebut juga memperkuat kolaborasi antara Tim Pembina Posyandu di tingkat provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, OPD terkait, dan kader. Sinergi diperlukan agar transformasi Posyandu tidak berhenti pada perubahan sistem, tetapi benar-benar menghasilkan pelayanan yang lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ke depan, kader yang semakin memahami enam SPM diharapkan mampu memperkuat posisi Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat. Dari lingkungan, berbagai kebutuhan warga dapat dikenali, dicatat, dan diteruskan sehingga pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih tepat. (hms/ap)
Read More

Rabu, 02 September 2026

𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗣𝗲𝗸𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽 𝗣𝗲𝗿𝘀𝗼𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮

September 02, 2026 0
Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Lebih Peka terhadap Persoalan Warga

Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” Sasar 104 Kader Posyandu di Dua Lokasi

BANGLI, Lensabali.id – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali kembali menggelar aksi sosial “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9). Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian kepada kader, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai transformasi Posyandu yang kini memiliki cakupan pelayanan lebih luas.

Sebanyak 104 kader Posyandu menerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Aksi pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, dengan melibatkan 50 kader dari enam Posyandu. Kegiatan kemudian berlanjut di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, bersama 54 kader dari lima Posyandu.

Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur dan dua kotak susu kepada masing-masing kader. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi kader yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa Posyandu telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya identik dengan pelayanan kesehatan, kini Posyandu berperan dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Agar lebih mudah diingat, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

Perluasan cakupan tersebut, kata Ny. Putri, harus diikuti dengan perubahan cara kerja kader. Mereka dituntut lebih peka membaca kondisi di lingkungan masing-masing dan tidak pasif ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Misalnya, ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ucapnya.

Untuk warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia juga mengingatkan adanya Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali. Program tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan.

“Kalau memang memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.

Menurut Ny. Putri, kepekaan kader juga diperlukan untuk persoalan lain, termasuk menyangkut ketenteraman dan ketertiban lingkungan. Temuan seperti kasus pencurian dapat dicatat dan diteruskan kepada pihak yang berwenang melalui jalur koordinasi yang tersedia. Dengan pola tersebut, kader dapat menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan pelayanan pemerintah.

Ny. Putri Koster Dorong Kader Posyandu Bangli Lebih Peka terhadap Persoalan Warga

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan. Menurutnya, pemahaman mengenai transformasi Posyandu masih perlu diperkuat karena masyarakat selama ini lebih mengenalnya sebagai layanan kesehatan.

Ia bersama jajaran TP Posyandu Bangli menyatakan siap mendukung penguatan peran tersebut. Hal senada disampaikan Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali Putu Anom Agustina yang menilai pemahaman kader hingga tingkat banjar menjadi kunci agar transformasi Posyandu berjalan efektif.

Anom menjelaskan, kader tidak dituntut menjadi pelaksana seluruh layanan dalam enam SPM. Peran utamanya adalah mengenali, mencatat dan mendata persoalan masyarakat, kemudian meneruskannya melalui kelian banjar kepada perbekel dan jenjang pemerintahan sesuai kewenangan.

“Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.

Melalui “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Bali berharap penguatan kapasitas kader berjalan beriringan dengan apresiasi atas pengabdian mereka. Kader yang semakin peka, responsif dan memahami mekanisme koordinasi diharapkan mampu membuat manfaat transformasi Posyandu semakin nyata dirasakan masyarakat. (hms/ap)
Read More

Senin, 17 Agustus 2026

𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗨𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟴𝟭 𝗥𝗜, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗜𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗝𝗮𝘀𝗮 𝗣𝗮𝗵𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻, 𝗟𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮𝗮𝗻

Agustus 17, 2026 0
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Koster Ingat Jasa Pahlawan, Lanjutkan Pembangunan Bali dengan Semangat Kemerdekaan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Senin (17/8). Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti jajaran Forkopimda, pejabat pemerintahan, TNI/Polri, pelajar, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat.

Pengibaran Sang Merah Putih menjadi salah satu momen utama upacara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terdiri atas Pasukan 17, 8, dan 45 menjalankan tugas dengan lancar di hadapan seluruh peserta upacara.

Gubernur Koster mengatakan peringatan kemerdekaan merupakan momentum untuk kembali membangkitkan semangat bersama dalam melanjutkan pembangunan bangsa. Menurutnya, makna kemerdekaan perlu diwujudkan melalui kerja nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Salah satu perhatian tersebut adalah pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Koster menyebut kondisi Bali relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain, namun upaya menekan kedua persoalan tersebut tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Namun demikian tetap harus kita upayakan supaya angka pengangguran dan kemiskinan dapat mencapai angka serendah-rendahnya,” tegasnya.

Pada momentum tersebut, Koster juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Harus selalu ingat jasa dan perjuangan para pahlawan kita. Jas Merah. Terus bangun Bali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” pesannya.

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Gubernur Koster Ingat Jasa Pahlawan, Lanjutkan Pembangunan Bali dengan Semangat Kemerdekaan

Menurut Koster, perayaan kemerdekaan di Bali juga memiliki daya tarik tersendiri. Selain dihadiri berbagai unsur masyarakat, sejumlah perwakilan negara sahabat turut hadir. Wisatawan mancanegara pun terlihat menyaksikan upacara beserta atraksi yang disuguhkan.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turut mengingatkan pentingnya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat wawasan kebangsaan generasi penerus. Ia berharap generasi muda tidak hanya memahami, tetapi juga mengamalkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Semoga ke depan ini bisa mewarisi api perjuangan dari para pendiri bangsa kita,” harapnya.

Giri Prasta menambahkan, Bali masih menghadapi sejumlah pekerjaan pembangunan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan hingga penanganan sampah.

Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bali diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi pengingat untuk memperkuat persatuan dan gotong royong dalam melanjutkan pembangunan. Semangat tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru. (hms/ap)
Read More

Minggu, 16 Agustus 2026

𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗼𝗸𝗲 𝗟𝗮𝗴𝘂 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗞𝗲𝗽𝗮𝗵𝗹𝗮𝘄𝗮𝗻𝗮𝗻, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗲𝗱𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘁𝗿𝗶𝗼𝘁𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮

Agustus 16, 2026 0
Apresiasi Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan, Ibu Putri Koster Jadi Media Menanamkan Patriotisme Generasi Muda

BU:LELENG, Lensabali.id – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dikemas secara kreatif di Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng. Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan yang digelar Karang Taruna setempat, Minggu (16/8), mendapat apresiasi dari Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Suastini Koster.

Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Desa Sembiran tersebut dinilai menjadi sarana yang dekat dengan dunia anak dan remaja untuk mengenalkan kembali nilai-nilai perjuangan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa.

Di hadapan para peserta, Ibu Putri Koster mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini lahir dari pengorbanan panjang para pahlawan. Karena itu, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan dengan cara mengisi kemerdekaan melalui karya dan kegiatan positif sesuai bidang masing-masing.

“Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dari pijakan masing-masing sesuai dengan profesi yang ditekuni,” ujarnya.

Menurut Ibu Putri Koster, nilai kepahlawanan seperti keberanian, persatuan, cinta tanah air, pengorbanan dan semangat pantang menyerah perlu diperkenalkan sejak usia dini. Penanaman nilai tersebut harus dilakukan dengan pendekatan yang menarik agar mudah diterima oleh generasi muda.

Ia pun mengapresiasi Karang Taruna Desa Sembiran yang memilih lagu nasional dan perjuangan sebagai medium untuk menyampaikan pesan tersebut. Musik, kata dia, dapat menjadi cara yang menyenangkan untuk mendekatkan anak-anak dan remaja dengan sejarah bangsa.

“Lagu-lagu nasional dan perjuangan mengandung semangat patriotisme para pahlawan. Kita titipkan semangat itu kepada anak-anak melalui pemahaman terhadap lagu-lagu kebangsaan,” tuturnya.

Ibu Putri Koster berharap peserta tidak hanya menguasai lirik dan teknik bernyanyi, tetapi juga memahami makna yang terkandung dalam setiap lagu. Dengan begitu, pesan perjuangan tidak berhenti di atas panggung, melainkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak generasi muda menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa serta mengambil bagian dalam mempertahankan kemerdekaan dari berbagai bentuk ancaman.

Ketua Panitia Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan Desa Sembiran, Wayan Edi Gunawan, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin kuatnya ketertarikan anak-anak dan remaja pada lagu-lagu yang viral di media sosial.

Apresiasi Lomba Karaoke Lagu Nasional Kepahlawanan, Ibu Putri Koster Jadi Media Menanamkan Patriotisme Generasi Muda

“Sesuai arahan Ibu Putri Koster, melalui kegiatan ini kami ingin mengajak anak-anak dan remaja kembali menghafal dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan,” katanya.

Ia menegaskan, lomba tidak semata-mata bertujuan membuat peserta hafal lagu, tetapi juga mengajak mereka memahami pesan perjuangan yang terkandung dalam syairnya.

“Jadi, anak-anak jangan hanya tahu dan hafal lagu TikTok. Ada lagu-lagu yang diciptakan sebagai penyemangat perjuangan saat merebut kemerdekaan. Syairnya masih relevan untuk menjaga semangat kita dalam mengisi kemerdekaan,” imbuhnya.

Sebanyak 37 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut yang terbagi dalam kategori anak-anak dan remaja. Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti seleksi pada 8 Agustus 2026.

Sebagai bentuk penghargaan, Ibu Putri Koster memberikan hadiah kepada seluruh peserta. Sebanyak 10 peserta terbaik kategori remaja memperoleh Rp1 juta per orang, sedangkan 10 besar kategori anak-anak menerima Rp500 ribu. Adapun 17 peserta lainnya masing-masing mendapat Rp200 ribu.

Kegiatan semakin semarak dengan bingkisan dari Krisna Oleh-Oleh untuk seluruh peserta. Ibu Putri Koster juga berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat melalui kuis yang disertai bingkisan dari Balimall.id. (hms/ap)
Read More

Kamis, 13 Agustus 2026

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗥𝗜 𝗸𝗲-𝟴𝟭, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹𝗶𝘀𝗺𝗲 𝗦𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗻𝗶

Agustus 13, 2026 0
Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Klungkung kembali terasa melalui Lomba Gerak Jalan Indah Putri tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK, Kamis (13/8). Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria turut menyaksikan langsung penampilan para pelajar di kawasan depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe.

Gemuruh dukungan penonton mengiringi setiap regu yang melintas. Para pelajar putri dari berbagai sekolah di Kabupaten Klungkung tampil dengan barisan yang rapi, gerakan kompak, serta beragam kreasi dan formasi untuk memeriahkan suasana bulan kemerdekaan.

Lomba tersebut menjadi salah satu agenda tahunan yang mendapat perhatian masyarakat. Selain menjadi ajang menunjukkan kemampuan baris-berbaris, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membangun rasa percaya diri.

Bupati Satria mengapresiasi antusiasme para peserta yang dinilainya menunjukkan semangat kemerdekaan yang kuat. Ia menyebut gerak jalan indah bukan hanya perlombaan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

“Saya sangat apresiasi semangat kemerdekaan yang ditunjukkan oleh anak-anak kita hari ini yang sungguh luar biasa. Gerak jalan indah bukan sekadar ajang unjuk kebolehan baris-berbaris, tetapi juga menjadi wadah pembentukan disiplin, kerja sama tim, serta penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini,” ujar Bupati Satria.

Gerak Jalan Indah Putri Semarakkan HUT RI ke-81, Bupati Satria Tanamkan Nasionalisme Sejak Dini

Menurutnya, kekompakan yang ditampilkan dalam perlombaan merupakan hasil dari proses latihan dan kerja sama seluruh anggota regu. Nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama perlombaan, tetapi dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung I Dewa Ketut Sueta Negara mengatakan, lomba kali ini diikuti 24 regu. Jumlah tersebut terdiri atas 12 regu tingkat SMP/MTs dan 12 regu tingkat SMA/SMK.

Para peserta menempuh rute dengan waktu sekitar 50 menit. Perlombaan dimulai dari kawasan utara Pura Manik Bingin, kemudian bergerak ke arah timur menuju Patung Kanda Pat Sari, melewati sisi selatan, dan berakhir di depan Toko Emas Logam Mulia.

Dalam penilaian, para peserta dituntut mampu mempertahankan kerapian dan kekompakan barisan sekaligus menampilkan kreasi atau formasi sepanjang rute. Peserta juga tidak diperkenankan makan maupun minum sebelum memasuki garis finis sebagai bagian dari ketentuan perlombaan.

Antusiasme peserta dan masyarakat di sepanjang rute menambah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Klungkung. Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat sportivitas, disiplin, kebersamaan, kreativitas, dan nasionalisme terus tumbuh di kalangan generasi muda. (*/ap)
Read More

𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗱𝗮𝗵 𝗦𝗗 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗨𝗧 𝗥𝗜, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮: 𝗟𝗮𝘁𝗶𝗵 𝗞𝗲𝗸𝗼𝗺𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗦𝗮𝗺𝗮

Agustus 13, 2026 0
Gerak Jalan Indah SD Semarakkan HUT RI, Bupati Satria: Latih Kekompakan dan Kerja Sama

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Klungkung semakin terasa dengan digelarnya Lomba Gerak Jalan Indah tingkat Sekolah Dasar (SD), Rabu (12/8/2026). Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria dan jajaran OPD turut menyaksikan langsung penampilan para peserta.

Sebanyak 33 peleton dari berbagai sekolah dasar se-Kabupaten Klungkung ambil bagian dalam perlombaan tersebut. Para siswa tampil penuh semangat dengan mengandalkan kekompakan barisan, ketepatan gerak, kerapian, serta variasi formasi yang telah dipersiapkan.

Sepanjang rute perlombaan, para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka hingga mencapai garis finis di depan Toko Logam Mulia. Penampilan para siswa mendapat perhatian masyarakat yang sejak awal memadati sejumlah titik di sepanjang jalur perlombaan.

Antusiasme tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga dari orang tua, guru, dan masyarakat yang memberikan dukungan langsung. Suasana tersebut membuat kegiatan gerak jalan menjadi salah satu agenda yang turut menghidupkan semangat perayaan kemerdekaan di Kabupaten Klungkung.

Bupati I Made Satria memberikan apresiasi terhadap semangat para siswa yang mengikuti perlombaan. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang penting karena mengajarkan anak-anak untuk disiplin, bekerja sama, dan menghargai proses dalam mencapai tujuan.

Gerak Jalan Indah SD Semarakkan HUT RI, Bupati Satria: Latih Kekompakan dan Kerja Sama

“Melalui momentum peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini, kita ingin melatih mental anak-anak kita agar belajar tentang kekompakan dan kerja sama tim. Melihat semangat mereka hari ini, kita optimis generasi muda Klungkung memiliki karakter yang kuat dan disiplin,” ujar Bupati Satria.

Ia menilai gerak jalan indah bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan juara. Di balik barisan dan variasi gerakan yang ditampilkan, terdapat proses pembentukan karakter yang mendorong peserta belajar bertanggung jawab terhadap kelompok serta mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

Bupati juga mengapresiasi peran para guru dan orang tua yang memberikan pendampingan serta dukungan kepada peserta. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun mental dan karakter generasi muda sejak usia sekolah.

Kemeriahan perlombaan sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan secara bersama-sama. Semangat yang ditunjukkan para pelajar diharapkan dapat menjadi gambaran tumbuhnya rasa cinta Tanah Air dan kebersamaan di kalangan generasi penerus.

Melalui rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap semangat nasionalisme, kedisiplinan, sportivitas, dan gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat. Gerak jalan indah tingkat SD pun menjadi salah satu cara menanamkan nilai tersebut secara positif dan menyenangkan kepada generasi muda. (*/ap)
Read More

Rabu, 12 Agustus 2026

𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗕𝗶𝗻𝗮 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗫, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗚𝗲𝗿𝗰𝗲𝗽, 𝗞𝗿𝗲𝗮𝘁𝗶𝗳 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘁𝗶𝗳

Agustus 12, 2026 0
Tutup Bina Posyandu X, Putri Koster Dorong Kader Lebih Gercep, Kreatif dan Inovatif

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, secara resmi menutup kegiatan Bina Posyandu X Tahun 2026 yang diikuti jajaran pengurus TP Posyandu Kabupaten Buleleng, Rabu (12/8). Penutupan berlangsung di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman Kertalangu, dan ditandai dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta.

Bina Posyandu X digelar selama tiga hari, 10–12 Agustus 2026, dengan melibatkan 113 pengurus TP Posyandu dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan di Kabupaten Buleleng.

Putri Koster menyampaikan apresiasi atas selesainya gelombang pertama program pembinaan yang secara khusus menyasar jajaran Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman mengenai transformasi Posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Transformasi tersebut memperluas cakupan pelayanan Posyandu yang kini tidak lagi terbatas pada bidang kesehatan, melainkan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Putri Koster menilai perubahan paradigma menjadi hal mendasar agar transformasi tersebut dapat berjalan efektif hingga tingkat kader.

“Langkah pertama yang kita butuhkan adalah mengubah pola pikir tentang Posyandu. Sejalan dengan transformasi, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Tutup Bina Posyandu X, Putri Koster Dorong Kader Lebih Gercep, Kreatif dan Inovatif

Karena itu, pengurus TP Posyandu yang telah mengikuti pembinaan diminta segera meneruskan pengetahuan dan pemahaman tersebut kepada seluruh kader di wilayah masing-masing. Transfer pengetahuan dinilai penting agar perubahan peran Posyandu dapat dipahami dan diterapkan secara merata.

Putri Koster juga mendorong para kader untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas pelayanan, tetapi lebih aktif membaca kebutuhan masyarakat. Kader diharapkan mampu bergerak cepat, melahirkan gagasan baru, serta berani melakukan inovasi sesuai kondisi wilayah.

Selain memberikan pelayanan, kader juga diminta semakin peka terhadap persoalan yang muncul di lingkungan sekitar. Berbagai temuan di lapangan selanjutnya dapat dikoordinasikan bersama aparat desa atau kelurahan agar penanganannya lebih cepat dan tepat sasaran.

Melalui pembinaan tersebut, TP Posyandu Provinsi Bali berharap penguatan kapasitas pengurus dan kader dapat mempercepat implementasi transformasi Posyandu sekaligus menjadikan lembaga tersebut semakin responsif terhadap kebutuhan pelayanan dasar masyarakat. (hms/ap)
Read More

Senin, 10 Agustus 2026

𝗣𝗲𝗹𝗮𝘁𝗶𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗸𝗲-𝟭𝟬, 𝟭𝟭𝟭 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝟲 𝗦𝗣𝗠

Agustus 10, 2026 0

Pelatihan Posyandu ke-10, 111 Kader Buleleng Dipersiapkan Dukung Pelayanan 6 SPM

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat kapasitas kader Posyandu seiring perluasan peran lembaga tersebut dalam pelayanan dasar masyarakat. Upaya itu diwujudkan melalui Pelatihan Posyandu ke-10 yang dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMD Dukcapil) Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Bali, Senin (10/8).

Pelatihan kali ini diikuti 111 kader Posyandu dari Kabupaten Buleleng. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader dalam mendukung transformasi Posyandu yang kini tidak lagi terbatas pada layanan kesehatan, tetapi mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Enam bidang pelayanan tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial. Dengan cakupan yang semakin luas, Posyandu diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar sesuai kebutuhannya.

I Made Dwi Dewata menilai kader memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Selain menyampaikan informasi dan edukasi, kader juga berperan mengenali persoalan di lingkungan masing-masing serta menghubungkan warga dengan layanan pemerintah.

“Transformasi Posyandu ini harus kita dorong bersama agar Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih luas dan terintegrasi. Tidak hanya kesehatan, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal yang menjadi hak dasar masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi Dewata, keberhasilan transformasi tersebut sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di tingkat lapangan. Karena itu, kader perlu dibekali bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman mengenai berbagai pelayanan dasar serta keterampilan membangun koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Pelatihan Posyandu ke-10, 111 Kader Buleleng Dipersiapkan Dukung Pelayanan 6 SPM

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para kader mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai peran Posyandu dalam transformasi pelayanan dasar. Pengetahuan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan di masing-masing wilayah untuk memberikan pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Dwi Dewata.

Ia berharap 111 kader yang mengikuti pelatihan dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing. Keberadaan mereka diharapkan mampu memperkuat fungsi Posyandu sekaligus membantu mengidentifikasi berbagai persoalan masyarakat sehingga akses terhadap pelayanan dasar dapat diberikan secara lebih tepat.

Pelatihan Posyandu ke-10 menjadi bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan Posyandu. Penguatan kapasitas kader di tingkat desa dinilai penting untuk mempercepat hadirnya pelayanan publik yang inklusif, terpadu, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dengan kapasitas kader yang semakin baik, Posyandu diharapkan berkembang menjadi instrumen strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat pembangunan masyarakat hingga tingkat desa. (hms/ap)
Read More

Jumat, 07 Agustus 2026

𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗪𝗼𝗺𝗲𝗻𝗽𝗿𝗲𝗻𝗲𝘂𝗿, 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗻𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗧𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗝𝗮𝘁𝗶 𝗗𝗶𝗿𝗶

Agustus 07, 2026 0
Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Womenpreneur, Berani Berkarya tanpa Tinggalkan Jati Diri

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengajak perempuan Bali untuk berani mengembangkan potensi diri melalui dunia usaha tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, adat dan tradisi Bali justru menjadi kekuatan yang mendorong perempuan tumbuh mandiri, kreatif, dan produktif.

Pesan tersebut disampaikan Putri Koster saat menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Perempuan Bali Berdaya: Merajut Budaya dalam Membangun Bangsa” yang digelar di Atrium Icon Mall, Sanur, Kamis (6/8/2026).

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa budaya Bali tidak pernah membatasi ruang gerak perempuan untuk berkembang. Sebaliknya, nilai-nilai adat memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berkontribusi, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dunia usaha.

"Adat, budaya, dan tradisi Bali selalu memberikan peluang bagi perempuan untuk mandiri," ujar Putri Koster.

Ia menjelaskan bahwa perempuan Bali memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat, mewujudkan cita-cita, dan berkiprah di sektor publik, termasuk menjadi seorang womenpreneur. Namun, keberhasilan dalam berwirausaha membutuhkan mental yang kuat, ketekunan, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

"Womenpreneur harus memiliki jiwa yang kuat dan pantang menyerah. Jika jatuh, bangkit lagi. Harus memiliki visi dan tujuan, serta disiplin dan inovatif," katanya.

Menurut Putri Koster, karakter tersebut sejatinya telah dimiliki perempuan Bali. Mereka terbiasa menjalankan berbagai tanggung jawab secara bersamaan, mulai dari mengurus keluarga, aktif dalam kegiatan adat dan sosial, hingga bekerja atau mengembangkan usaha.

"Jangan takut, lakukan saja. Ibu yakin perempuan Bali pasti bisa. Namun, semuanya tetap harus dijalankan secara seimbang. Jangan sampai melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga," pesannya.

Ny. Putri Koster Ajak Perempuan Bali Jadi Womenpreneur, Berani Berkarya tanpa Tinggalkan Jati Diri

Ia menambahkan bahwa perempuan tetap memegang peranan penting dalam keluarga sebagai ibu dan pendamping suami. Kehadiran perempuan yang kuat dinilai menjadi fondasi utama dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjaga keharmonisan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, mengungkapkan bahwa sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Menurutnya, fakta tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perempuan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

"Hal ini membuktikan bahwa perempuan mampu menopang perekonomian daerah dan nasional, sekaligus menciptakan efek berganda yang positif bagi masyarakat," jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk mengembangkan UMKM melalui berbagai program dan fasilitas yang tersedia.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih, berharap kegiatan tersebut mampu memotivasi semakin banyak perempuan Bali untuk berani memulai usaha. Menurutnya, berkembangnya UMKM perempuan di sektor kerajinan, tenun, maupun industri kreatif akan membuka peluang lebih besar bagi produk lokal Bali untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas. (hms/ap)
Read More

Kamis, 06 Agustus 2026

𝗔𝗸𝘀𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴, 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹

Agustus 06, 2026 0
Aksi Bergerak dan Berbagi Hadir di Buleleng, Putri Koster Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

BULELENG, Lensabali.id – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, kembali melaksanakan program Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi dengan mengunjungi tiga desa di Kabupaten Buleleng, yakni Desa Tejakula, Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, serta Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Rabu (5/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan bagi masyarakat, mulai dari penyaluran bantuan sosial, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pengolahan pangan lokal, hingga penguatan peran masyarakat dalam mendukung pembangunan.

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa program Bergerak dan Berbagi merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dijalankan TP PKK Provinsi Bali pada periode sebelumnya. Program ini dirancang untuk memperkuat peran PKK sebagai penggerak masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kami hadir untuk menyapa sekaligus mengajak masyarakat bergerak. Bergerak artinya mengetahui apa yang harus dilakukan, mendukung program kepala desa, bupati, hingga visi dan misi Gubernur Bali. PKK tidak hanya mengajak, tetapi juga memberi contoh melalui aksi nyata," ujarnya.

Ia menambahkan, TP PKK Provinsi Bali juga terus menjalankan berbagai program lain seperti Berbelanja dan Berbagi yang dilaksanakan bergilir di seluruh kabupaten/kota serta Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu sebagai upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.

"Tujuannya adalah menggugah kesadaran masyarakat untuk meluangkan waktu membersihkan lingkungan, dimulai dari rumah masing-masing. Budaya ini perlu dibangkitkan karena belakangan ini waktu masyarakat banyak tersita akibat penggunaan gawai secara berlebihan," jelasnya.

Saat berada di Desa Tejakula, Ny. Putri Koster juga mengapresiasi perkembangan garam tradisional Bali yang dinilai semakin maju setelah diterbitkannya regulasi mengenai tata kelola garam tradisional oleh Pemerintah Provinsi Bali. Kebijakan tersebut membuka peluang pasar yang lebih luas karena produk garam kini telah memiliki legalitas untuk dipasarkan.

"Restoran dan hotel kini banyak menggunakan garam tradisional Bali karena rasanya lebih gurih dan kaya. Ini menjadi peluang besar bagi petani garam Tejakula," ungkapnya.

Aksi Bergerak dan Berbagi Hadir di Buleleng, Putri Koster Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial

Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardani Sudjitra, menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali yang terus hadir di seluruh kabupaten/kota melalui berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, sejumlah program yang diinisiasi TP PKK Provinsi Bali telah diterapkan di Buleleng, mulai dari penguatan ketahanan pangan keluarga, pengelolaan sampah berbasis sumber, hingga penyaluran bantuan sosial.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Bali bersama TP PKK Kabupaten Buleleng dan perangkat daerah menyalurkan bantuan kepada lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, balita, dan kader PKK. Bantuan yang diserahkan meliputi 4.500 kilogram beras, 300 krat telur, serta 300 kotak susu.

Selain itu, masyarakat juga menerima berbagai bantuan dari perangkat daerah, antara lain paket Gemarikan, paket sembako, susu bagi ibu hamil dan balita, multivitamin, bibit cabai, telur, hingga bibit pohon sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

Rangkaian kegiatan turut dilengkapi layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan tenaga medis rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Bali. Masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta vitamin, sementara Bali Chef Community memberikan pelatihan mengolah pangan lokal kepada ibu-ibu PKK dan remaja untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian daerah.

Melalui Aksi Sosial Bergerak dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali berharap masyarakat semakin aktif mendukung pembangunan, memperkuat ketahanan pangan keluarga, menjaga kebersihan lingkungan, dan menumbuhkan kepedulian sosial sebagai fondasi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Bali secara berkelanjutan. (ap)
Read More

Senin, 03 Agustus 2026

𝗠𝗼𝗻𝗲𝘃 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗸𝘂𝗹 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴

Agustus 03, 2026 0
Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

BULELENG, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Sabtu (2/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan efektif sekaligus mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.

Di Kabupaten Buleleng, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, dipilih sebagai lokasi pemantauan. Penentuan desa dilakukan secara acak oleh masing-masing tim monitoring guna memperoleh gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan gerakan di lapangan.

Tim monitoring di Desa Sembiran terdiri atas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dr. I Made Dwi Dewata, S.STP., M.Si., Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra, serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes.

Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat membersihkan lingkungan sekitar, mulai dari pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan hingga tempat-tempat ibadah. Aksi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan yang ingin terus ditumbuhkan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.

Selanjutnya, masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai tata cara pelaksanaan gerakan yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga bertujuan memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa.

Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya kader PKK semata.

Menurutnya, melalui gerakan ini masyarakat diajak membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman, sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mekanisme pemukulan kulkul sebagai tanda dimulainya kegiatan. Pada pukul 05.45 Wita, kulkul dipukul tiga kali dengan ritme tertentu sebagai pemberitahuan awal kepada warga. Selanjutnya, pukul 06.00 Wita, kulkul kembali dibunyikan dua kali sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

Perbekel Desa Sembiran, I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan, menyampaikan bahwa budaya gotong royong sejatinya telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat setempat setiap pekan. Kehadiran Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dinilai semakin memperkuat semangat tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan fasilitas umum desa.

Selain melakukan pembinaan, Pemerintah Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi salah satu tujuan utama gerakan tersebut.

Usai sosialisasi, tim monitoring meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di lingkungan warga. Hasil pemantauan menunjukkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas dan merata.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu terus berkembang sebagai gerakan masyarakat yang berkelanjutan, sehingga budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, dan solidaritas sosial dapat semakin mengakar di seluruh Bali. (hms/ap)
Read More