Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” Sasar 104 Kader Posyandu di Dua Lokasi
BANGLI, Lensabali.id – Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali kembali menggelar aksi sosial “Membina dan Berbagi” di Kabupaten Bangli, Rabu (2/9). Kegiatan yang berlangsung di dua lokasi tersebut tidak hanya menjadi bentuk perhatian kepada kader, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman mengenai transformasi Posyandu yang kini memiliki cakupan pelayanan lebih luas.
Sebanyak 104 kader Posyandu menerima bantuan dalam kegiatan tersebut. Aksi pertama berlangsung di Wantilan Pura Dalem Gede Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, dengan melibatkan 50 kader dari enam Posyandu. Kegiatan kemudian berlanjut di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Bebalang, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, bersama 54 kader dari lima Posyandu.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan berupa 30 kilogram beras, dua krat telur dan dua kotak susu kepada masing-masing kader. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi kader yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menjelaskan bahwa Posyandu telah mengalami perubahan mendasar. Jika sebelumnya identik dengan pelayanan kesehatan, kini Posyandu berperan dalam enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.
Agar lebih mudah diingat, ia memperkenalkan singkatan P3K ST, yakni Pendidikan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Kesehatan, Sosial, serta Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.
Perluasan cakupan tersebut, kata Ny. Putri, harus diikuti dengan perubahan cara kerja kader. Mereka dituntut lebih peka membaca kondisi di lingkungan masing-masing dan tidak pasif ketika menemukan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Misalnya, ada warga yang kesulitan melanjutkan pendidikan anak. Kader Posyandu bidang pendidikan bisa memfasilitasi dan berkoordinasi dengan perbekel setempat,” ucapnya.
Untuk warga yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia juga mengingatkan adanya Program 1 Keluarga 1 Sarjana yang disiapkan Pemerintah Provinsi Bali. Program tersebut dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan.
“Kalau memang memenuhi syarat, bisa diarahkan ke program ini,” imbuhnya.
Menurut Ny. Putri, kepekaan kader juga diperlukan untuk persoalan lain, termasuk menyangkut ketenteraman dan ketertiban lingkungan. Temuan seperti kasus pencurian dapat dicatat dan diteruskan kepada pihak yang berwenang melalui jalur koordinasi yang tersedia. Dengan pola tersebut, kader dapat menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan pelayanan pemerintah.
.jpeg)
Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebut Bangli saat ini memiliki 370 Posyandu yang tersebar di 68 desa dan empat kelurahan. Menurutnya, pemahaman mengenai transformasi Posyandu masih perlu diperkuat karena masyarakat selama ini lebih mengenalnya sebagai layanan kesehatan.
Ia bersama jajaran TP Posyandu Bangli menyatakan siap mendukung penguatan peran tersebut. Hal senada disampaikan Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali Putu Anom Agustina yang menilai pemahaman kader hingga tingkat banjar menjadi kunci agar transformasi Posyandu berjalan efektif.
Anom menjelaskan, kader tidak dituntut menjadi pelaksana seluruh layanan dalam enam SPM. Peran utamanya adalah mengenali, mencatat dan mendata persoalan masyarakat, kemudian meneruskannya melalui kelian banjar kepada perbekel dan jenjang pemerintahan sesuai kewenangan.
“Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan yang mereka butuhkan. Mari jadikan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar terpadu yang responsif dan berbasis data,” ujarnya.
Melalui “Membina dan Berbagi”, TP Posyandu Bali berharap penguatan kapasitas kader berjalan beriringan dengan apresiasi atas pengabdian mereka. Kader yang semakin peka, responsif dan memahami mekanisme koordinasi diharapkan mampu membuat manfaat transformasi Posyandu semakin nyata dirasakan masyarakat. (hms/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar