𝗠𝗼𝗻𝗲𝘃 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗸𝘂𝗹 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 - LENSA BALI

Hot


Senin, 03 Agustus 2026

𝗠𝗼𝗻𝗲𝘃 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗹𝗸𝘂𝗹 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗺𝗽𝗿𝗼𝘃 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

BULELENG, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu secara serentak di sembilan kabupaten/kota, Sabtu (2/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan implementasi program berjalan efektif sekaligus mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian sosial.

Di Kabupaten Buleleng, Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, dipilih sebagai lokasi pemantauan. Penentuan desa dilakukan secara acak oleh masing-masing tim monitoring guna memperoleh gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan gerakan di lapangan.

Tim monitoring di Desa Sembiran terdiri atas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dr. I Made Dwi Dewata, S.STP., M.Si., Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra, serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes.

Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat membersihkan lingkungan sekitar, mulai dari pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan hingga tempat-tempat ibadah. Aksi tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan yang ingin terus ditumbuhkan melalui Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.

Selanjutnya, masyarakat mendapatkan sosialisasi mengenai tata cara pelaksanaan gerakan yang diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Program ini tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga bertujuan memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa.

Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali, dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, menegaskan bahwa Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu merupakan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya kader PKK semata.

Menurutnya, melalui gerakan ini masyarakat diajak membangun lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman, sekaligus menjaga tradisi gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama.

Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mekanisme pemukulan kulkul sebagai tanda dimulainya kegiatan. Pada pukul 05.45 Wita, kulkul dipukul tiga kali dengan ritme tertentu sebagai pemberitahuan awal kepada warga. Selanjutnya, pukul 06.00 Wita, kulkul kembali dibunyikan dua kali sebagai tanda dimulainya kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing.

Monev Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Sembiran, Pemprov Bali Perkuat Budaya Gotong Royong

Perbekel Desa Sembiran, I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan, menyampaikan bahwa budaya gotong royong sejatinya telah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan masyarakat setempat setiap pekan. Kehadiran Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dinilai semakin memperkuat semangat tersebut, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan fasilitas umum desa.

Selain melakukan pembinaan, Pemerintah Provinsi Bali juga menyerahkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras kepada warga yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang menjadi salah satu tujuan utama gerakan tersebut.

Usai sosialisasi, tim monitoring meninjau langsung pelaksanaan kegiatan di lingkungan warga. Hasil pemantauan menunjukkan Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu di Desa Sembiran telah berjalan dengan baik, meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat agar partisipasi masyarakat semakin luas dan merata.

Melalui kegiatan evaluasi ini, Pemerintah Provinsi Bali berharap Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu terus berkembang sebagai gerakan masyarakat yang berkelanjutan, sehingga budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, dan solidaritas sosial dapat semakin mengakar di seluruh Bali. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar