LENSA BALI: Badung

Hot


Tampilkan postingan dengan label Badung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badung. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗸, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝘂𝗱𝗶 𝗕𝗿𝗶𝗼 𝗧𝗮𝗯𝗿𝗮𝗸 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘂𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗦𝗮𝗻𝗴𝗲𝗵

Agustus 09, 2026 0
Diduga Mengantuk, Pengemudi Brio Tabrak Truk hingga Masuk Parit di Sangeh


BADUNG, Lensabali.id – Kecelakaan melibatkan mobil Honda Brio dan truk Mitsubishi terjadi di Jalan Raya Sangeh, tepatnya di wilayah Banjar Batur Sari, Desa Sangeh, Badung, Sabtu (8/8/2026). Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan dan terperosok di sisi jalan.

"Kejadiannya di sebelah toko permata wilayah Banjar Batur Sari, Desa Sangeh. Tabrakan ini melibatkan kendaraan truk dan mobil pribadi," kata Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, Sabtu (8/8/2026).

Peristiwa bermula ketika truk Mitsubishi bernomor polisi DK 8279 FO yang dikemudikan Dominggus Bili melaju dari arah selatan menuju utara. Dari arah berlawanan, Honda Brio DK 1895 LY yang dikemudikan Desy Puri Widya bergerak menuju selatan.

Menurut kepolisian, Brio diduga oleng setelah pengemudinya mengantuk. Mobil tersebut kemudian mengambil haluan ke kanan hingga menghantam bagian depan truk yang datang dari arah berlawanan.

"Pengemudi Brio ini diduga mengantuk saat berkendara. Mobilnya lalu oleng mengambil haluan ke kanan dan langsung menghantam bagian depan truk," ujar Yuni.

Kerasnya tabrakan membuat truk yang membawa muatan karung beras terperosok ke dalam parit. Bagian kepala truk tampak masuk ke selokan, sementara bak belakangnya terangkat miring dan sebagian muatan nyaris tumpah.

Honda Brio berwarna abu-abu juga keluar dari badan jalan dan masuk ke bahu jalan. Bagian depannya mengalami kerusakan cukup parah, dengan bumper penyok dan lampu kanan pecah. Kendaraan tersebut bahkan tersangkut di sekitar kebun pisang.

Warga bersama petugas kepolisian kemudian mengamankan lokasi kejadian. Sejumlah karung beras yang berada di atas truk dipindahkan untuk mempermudah proses evakuasi kedua kendaraan.

Akibat kecelakaan tersebut, Desy mengalami luka pada bagian kedua lutut. Ia kemudian dievakuasi dan mendapat penanganan medis di RS Giriasih Blahkiuh.

"Pengemudi Brio lecet di lutut kiri dan kanan, langsung dirujuk ke RS Giriasih Blahkiuh. Kalau pengemudi truknya sehat, tidak ada luka," tutur Yuni.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Kasus kecelakaan tersebut kini masih dalam penanganan aparat untuk pemeriksaan lebih lanjut. (ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗡𝘂𝘀𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗘𝗰𝗼 𝗠𝗮𝗿𝗸𝗲𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽, 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗗𝗶𝗺𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗮𝘄𝗮 𝗣𝘂𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻

Agustus 09, 2026 0

Gubernur Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi Hidup, UMKM Diminta Tak Bawa Pulang Dagangan

BADUNG, Lensabali.id — Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Nusa Dua Eco Market tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan, tetapi berkembang sebagai ruang interaksi yang mampu mempertemukan wisatawan, masyarakat lokal, komunitas, dan pelaku UMKM. Hal tersebut disampaikan saat membuka BRIMo Nusa Dua Eco Market 2026 di Sidewalk Pulau Peninsula, The Nusa Dua, Badung, Sabtu (8/8).

Pembukaan kegiatan ditandai dengan prosesi menumbuk alu ke lesung oleh Gubernur Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka, serta Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, dengan menghadirkan 50 tenant UMKM beserta berbagai pertunjukan seni, budaya, olahraga dan aktivitas komunitas.

Menurut Koster, keberadaan Eco Market memberikan warna berbeda bagi kawasan pariwisata Nusa Dua. Wisatawan yang selama ini banyak menghabiskan waktu di hotel mendapat alternatif untuk menikmati ruang terbuka sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dan produk lokal.

“Ini sangat bagus, ini cara ITDC berinteraksi dengan wisatawan dan juga masyarakat di kawasan ini, terutama masyarakat Desa Bualu, agar lebih ramah dengan masyarakat dan juga memberikan wahana yang hidup bagi wisatawan yang berkeinginan keluar dari kamar, ingin duduk-duduk di taman, mungkin juga perlu selingan seperti ini,” ujar Wayan Koster.

Ia menilai pola kegiatan seperti ini perlu dikembangkan secara berkelanjutan karena dapat memberikan ruang ekonomi bagi masyarakat. Koster bahkan mencontohkan wisatawan asal London yang telah dua pekan berada di Bali dan memilih keluar bersama keluarganya untuk menikmati suasana Eco Market.

“Jadi malam ini keluar bersama anak-anaknya dan berkesempatan menikmati acara yang tersedia. Di samping itu, dengan wahana begini bisa menolong UMKM yang merupakan basis dari ekonomi kerakyatan kita,” katanya.
Pariwisata Bali Harus Terus Dijaga

Dalam kesempatan tersebut, Koster kembali mengingatkan bahwa sekitar 66 persen perekonomian Bali bertumpu pada sektor pariwisata. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan industri pariwisata menjadi kepentingan bersama.

“Kontribusi besar ini harus kita jaga baik-baik. Karena itulah saya bekerja keras mengendalikan situasi di Bali agar tetap kondusif dan aman,” tegasnya.

Ia menyebut hingga 31 Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tumbuh sekitar 0,4 persen secara tahunan, dengan rata-rata 22.000 hingga 24.000 wisatawan setiap hari. Sementara wisatawan domestik turun sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, salah satunya dipengaruhi kenaikan harga avtur yang berdampak pada harga tiket pesawat.

Meski demikian, tingkat hunian hotel berizin justru menunjukkan peningkatan, khususnya hotel bintang lima dan bintang lima plus. Rata-rata okupansi hotel berizin mencapai sekitar 90 persen, sedangkan di kawasan ITDC bahkan melampaui 95 persen.

“Jumlah wisatawannya turun, tapi tingkat hunian hotelnya naik,” ujarnya.

Kondisi tersebut turut tercermin dari penerimaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) kabupaten/kota se-Bali yang hingga 31 Juli 2026 mencapai sekitar Rp4,1 triliun. Angka itu meningkat dari sekitar Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kabupaten Badung menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar Rp2,9 triliun atau 71 persen.

“Kalau di Badung yang lagi kerja keras untuk ngurusin Bali, terutama sekali di Badung, karena mengurus Badung sama dengan mengurus Bali,” kata Koster.
UMKM Diminta Tak Membawa Pulang Dagangan

Koster secara khusus meminta ITDC dan BRI memastikan kehadiran UMKM dalam Eco Market memberikan manfaat ekonomi yang nyata. Ia tidak ingin pelaku usaha yang datang dari berbagai daerah, termasuk Jembrana, justru harus membawa kembali produk yang tidak terjual.

“Kalau tutup, dia ada barang sisa jangan sampai dibawa pulang. Bapak tanggung jawab beli semua. Nggak boleh ada yang dibawa pulang,” tegasnya.

Menurut Koster, pelaku UMKM telah mengeluarkan tenaga dan biaya untuk membawa produknya ke Nusa Dua. Karena itu, perlu ada kepastian agar keikutsertaan mereka benar-benar memberikan hasil.

“Dia datang ke sini, jadi bapak tanggung jawab. Ini awas ya, Pak Direktur ITDC sama BRI. Saya nggak mau tahu, barang ini nggak boleh balik lagi,” selorohnya yang disambut senyum para hadirin.

Ia bahkan mengusulkan konsep “berbelanja dan berbagi”. Produk UMKM yang masih tersisa dapat dibeli penyelenggara kemudian dibagikan kepada masyarakat atau dimanfaatkan sebagai suvenir bagi wisatawan.

“Bapak yang belanja, terus bapak bagikan kepada masyarakat. Kan lebih bagus,” kata Koster.

“Jadi cara kita supaya hidup kita itu harmonis, sama-sama mendapat manfaat, sama-sama bahagia,” ujarnya.

Gubernur Koster Dorong Nusa Dua Eco Market Jadi Ruang Ekonomi Hidup, UMKM Diminta Tak Bawa Pulang Dagangan

Koster berharap kolaborasi tersebut kembali digelar pada Desember 2026 sehingga Nusa Dua Eco Market dapat berkembang menjadi kegiatan yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda dua hari.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program destination activation untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

“BRIMo Nusa Dua Eco Market merupakan salah satu program aktivasi kawasan yang diselenggarakan melalui kolaborasi ITDC bersama BRI sebagai upaya untuk menghadirkan pemberdayaan bagi UMKM, pelaku ekonomi, komunitas lokal, sekaligus memperkaya pengalaman berwisata di wilayah Nusa Dua,” ujar Troy.

Ia mengatakan ITDC ingin menjadikan Nusa Dua bukan hanya kawasan akomodasi kelas dunia, tetapi juga living destination yang terus hidup melalui kegiatan budaya, kreativitas, olahraga, hiburan, dan komunitas.

Sementara itu, Sub Brand Office Head Nusa Dua Risan Hanuraga menilai kegiatan tersebut merupakan ruang untuk mempertemukan budaya, komunitas, UMKM, kreativitas, dan semangat keberlanjutan.

“Kami percaya bahwa UMKM merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi Indonesia,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, para pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan lebih luas untuk memperkenalkan produk, membangun jaringan, dan memperluas pasar melalui ekosistem pariwisata Bali.

Koster menegaskan, keberhasilan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel. Yang tidak kalah penting adalah memastikan pertumbuhan sektor tersebut memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Ini cara kita untuk membangun kebersamaan, harmoni dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan,” pungkas Wayan Koster. (hms/ap)
Read More

Jumat, 07 Agustus 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗣𝗘𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗛𝘂𝗯 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗼𝗿 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗡𝘂𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮

Agustus 07, 2026 0

Hadiri Pelantikan GPEI Bali, Gubernur Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong Bali berkembang menjadi pusat atau hub ekspor bagi berbagai produk unggulan dari seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, Bali memiliki reputasi internasional serta ekosistem ekspor yang kuat sehingga berpotensi menjadi pintu masuk produk Nusantara ke pasar global.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (DPD GPEI) Bali Masa Bakti 2026–2031 di Teater Saba, The Keranjang Bali, Kuta, Kamis (6/8).

Dalam sambutannya, Koster mengungkapkan bahwa secara praktik Bali selama ini telah menjadi jalur ekspor bagi berbagai komoditas dari sejumlah daerah di Indonesia. Namun, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara terstruktur.

"Faktanya sekarang sebenarnya sudah jadi hub, hanya saja belum dipolakan dan dikelola," ujarnya.

Menurutnya, apabila sistem tersebut ditata secara lebih baik, kontribusi ekspor Indonesia akan semakin meningkat. Bali, kata dia, telah memiliki citra dan standar mutu yang dipercaya oleh pasar internasional.

"Karena Bali sudah punya branding dan standar mutu yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau sudah bersertifikat ekspor dari Bali, pasti laku. Itu yang membuat barang-barang yang dikirim dari Bali diterima oleh pasar dunia," jelasnya.

Untuk mendukung visi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali tengah menyiapkan pembangunan Pusat Kebudayaan Bali. Kawasan itu nantinya akan dilengkapi fasilitas Bali Expo yang diharapkan menjadi pusat promosi sekaligus perdagangan produk unggulan Nusantara.

"Kita berharap zona inti tuntas tahun 2027 dan mulai kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola zona komersial. Salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali Expo. Doakan semoga segera terwujud," kata Koster.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan nilai tambah komoditas ekspor. Menurutnya, produk yang dikirim ke luar negeri sebaiknya tidak hanya berupa bahan mentah, tetapi juga produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

"Kalau bisa, ekspor juga produk olahan supaya nilai jual naik," sarannya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus DPD GPEI Bali yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sektor perdagangan dan memperluas akses produk Bali ke pasar internasional.

"Jadikan ini sebagai momentum untuk memajukan sektor perdagangan Daerah Bali agar lebih banyak komoditi yang menembus pasar ekspor," ujarnya.

Hadiri Pelantikan GPEI Bali, Gubernur Koster Dorong Bali Jadi Hub Ekspor Produk Nusantara

Dyah Roro menjelaskan pemerintah menargetkan nilai ekspor nasional mencapai 315 miliar dolar AS pada tahun ini. Hingga saat ini realisasinya telah mencapai sekitar 218 miliar dolar AS. Ia optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan potensi daerah, termasuk Bali yang memiliki komoditas unggulan seperti salak gula pasir, manggis, dan buah tropis lainnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPD GPEI Bali periode 2026–2031, A.A. Ngurah Aditya Pradnyana Sunu, menyampaikan apresiasi atas dukungan Gubernur Bali terhadap sektor ekspor.

"Terima kasih, ini adalah bentuk perhatian dan konsern Bapak Gubernur pada sektor perdagangan, khususnya ekspor," katanya.

Ia menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kontribusi Bali terhadap target ekspor nasional serta mendukung gagasan menjadikan Bali sebagai pusat perdagangan produk Nusantara dan trade tourism.

Pelantikan pengurus DPD GPEI Bali ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen DPP GPEI Toto Dirgantoro kepada Ketua DPD GPEI Bali. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelepasan ekspor perdana salak gula pasir sebanyak 3,5 ton senilai 13 ribu dolar AS menuju Tiongkok. (hms/ap)
Read More

𝗗𝘂𝗮 𝗪𝗡 𝗜𝗻𝗱𝗶𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮𝗽 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗴𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗶, 𝗦𝗲𝗹𝘂𝗻𝗱𝘂𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗻𝗷𝗮 𝗣𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗥𝗽𝟭,𝟱 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

Agustus 07, 2026 0
Dua WN India Ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Selundupkan Ganja Pasta Rp1,5 Miliar

BADUNG, Lensabali.id – Aparat Bea Cukai bersama Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai menggagalkan upaya penyelundupan narkotika golongan I jenis ganja pasta senilai sekitar Rp1,5 miliar yang dibawa dua warga negara India melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.

Kedua pelaku masing-masing berinisial AR (28) dan PC (31). Mereka ditangkap pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita sesaat setelah tiba dari Thailand menggunakan maskapai Scoot Air di terminal kedatangan internasional.

Kepala Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kombes I Made Hendra Agustina, menjelaskan petugas terlebih dahulu mencurigai gerak-gerik kedua penumpang sebelum melakukan pemeriksaan terhadap koper yang mereka bawa.

"Senin tanggal 3 Agustus 2026 telah diamankan dua orang yang berperan sebagai kurir dengan menggunakan maskapai Scoot Air dengan tujuan Bandara I Gusti Ngurah Rai dari Thailand," ujarnya saat konferensi pers di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Bali Nusra, Jumat (7/8/2026).

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan, mengungkapkan narkotika tersebut disamarkan di dalam sekitar 100 paket yang dikemas ke dalam 14 kotak mainan anak, kemudian dimasukkan ke dua koper agar tampak seperti barang bawaan biasa.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan narkotika jenis delta-9 THC atau ganja pasta dengan berat total 10.310 gram bruto atau 10.110 gram neto. Nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Koper pertama berwarna cokelat berisi delapan kotak dengan total 62 padatan berwarna hijau kecokelatan seberat 6.399 gram bruto atau 6.275 gram neto. Sementara koper kedua bermotif cokelat berisi enam kotak dengan 38 padatan serupa seberat 3.911 gram bruto atau 3.835 gram neto.

Menurut Wawan, pengungkapan kasus tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 2.076 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkotika serta mencegah kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp3,3 miliar.

Setelah diamankan, kedua tersangka diserahkan kepada Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menduga keduanya berperan sebagai kurir, sementara jaringan peredaran serta pihak yang akan menerima barang di Bali masih terus didalami karena kedua pelaku diketahui merupakan penumpang transit.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mulai dari pidana penjara minimal lima tahun, penjara seumur hidup, hingga pidana mati sesuai ketentuan yang disangkakan. (ap)
Read More

𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗞𝗮𝗳𝗲 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗶𝘇𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗵𝗮

Agustus 07, 2026 0
𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺 𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗞𝗮𝗳𝗲 𝗧𝗮𝗸 𝗕𝗲𝗿𝗶𝘇𝗶𝗻 𝗱𝗶 𝗞𝗮𝘄𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗵𝗮

BADUNG, Lensabali.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menemukan sejumlah kafe di kawasan Baha, Kecamatan Mengwi, belum mengantongi izin usaha saat menggelar inspeksi mendadak bersama Dinas Perdagangan Badung.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Badung, I Nyoman Kardana, mengatakan sidak dilakukan terhadap empat tempat usaha, yakni Cafe New Era, Cafe Sinta, Cafe Diamond, dan Warung Tepi Sawah. Pemeriksaan juga mencakup pengawasan peredaran minuman beralkohol.

"Kami sudah sidak ke empat kafe itu atas izin Kasatpol PP bareng Kabid Perdagangan di Dinas Perdagangan. Kami juga mengecek peredaran minuman beralkohol," ujar Kardana, Kamis (6/8/2026).

Usai sidak, penyidik Satpol PP melayangkan surat pemanggilan kepada seluruh pemilik usaha untuk mengklarifikasi kelengkapan dokumen perizinan. Dari tiga pengelola yang memenuhi panggilan, seluruhnya belum dapat menunjukkan izin usaha yang dipersyaratkan.

Menurut Kardana, pengawasan terhadap peredaran minuman beralkohol menjadi kewenangan Dinas Perdagangan Badung. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan identitas pekerja dipastikan seluruh karyawan telah berusia di atas 18 tahun.

"Pelanggar sejauh ini memang belum bisa menunjukkan izinnya. Untuk pekerja di lokasi seluruhnya dipastikan sudah berusia di atas 18 tahun," katanya.

Satpol PP saat ini masih memberikan sanksi pembinaan kepada para pengelola usaha yang belum melengkapi perizinan. Namun, apabila dalam proses selanjutnya izin usaha tetap tidak dapat ditunjukkan, operasional tempat usaha akan dihentikan sementara sesuai ketentuan yang berlaku.

"Baru tiga kafe yang datang menghadap dan ketiganya tidak punya izin. Langkah selanjutnya kami berikan pembinaan sesuai SOP, tetapi jika tetap tidak bisa menunjukkan izin maka kegiatan akan kami hentikan sementara," tegas Kardana.

Selain memeriksa dokumen usaha, petugas juga melakukan pengecekan administrasi kependudukan terhadap pekerja maupun pengunjung saat sidak pada Rabu (5/8). Hasilnya, tidak ditemukan pelanggaran administrasi kependudukan di seluruh lokasi yang diperiksa.

Kardana menegaskan, pengawasan terhadap kepatuhan perizinan usaha di wilayah Kabupaten Badung akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi ketentuan yang berlaku. (ap)
Read More

Rabu, 05 Agustus 2026

𝗗𝗶𝘀𝗵𝘂𝗯 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟯𝟬 𝗧𝗿𝘂𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗸𝗶𝗿 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗿𝗺𝗶𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶

Agustus 05, 2026 0
Dishub Badung Tertibkan Lebih dari 30 Truk Parkir Sembarangan di Terminal Mengwi

BADUNG, Lensabali.id – Puluhan truk yang selama ini memadati bahu Jalan Jaksa Agung R. Soeprapto di kawasan Terminal Mengwi, Badung, ditertibkan dalam operasi gabungan, Rabu (5/8/2026). Kedatangan petugas membuat para sopir serentak memindahkan kendaraannya sehingga ruas jalan yang sebelumnya dipenuhi parkir liar kembali lengang.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, mengatakan sedikitnya lebih dari 30 kendaraan barang berhasil ditertibkan dalam kegiatan tersebut. Keberadaan truk-truk yang parkir di bahu jalan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

"Kami sudah konsolidasi untuk penertiban dengan instansi terkait. Tadi ada 30 lebih truk atau kendaraan barang kami tertibkan, dan jumlah itu saja sudah mampu memberikan hambatan lalu lintas," ujar Rahmadi.

Menurutnya, penertiban ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, Dishub bersama instansi terkait bahkan sempat memasang water barrier untuk mencegah kendaraan besar parkir di lokasi tersebut. Namun, parkir liar kembali terjadi dan turut memicu keluhan warga karena area sekitar menjadi kumuh serta dipenuhi sampah.

Rahmadi menjelaskan banyak sopir memilih berhenti di lokasi tersebut karena mengikuti kendaraan lain yang lebih dahulu parkir. Untuk mencegah pelanggaran serupa, Dishub akan memasang spanduk larangan parkir sekaligus melakukan pengawasan secara berkala.

"Pertama karena sopir itu orang mobile, jadi dia tidak tahu ada orang parkir, dia ikut-ikutan padahal dilarang di sana. Jadi kami bersihkan supaya tidak ada yang ditiru, seolah-olah di sini boleh parkir," jelasnya.

Operasi penertiban melibatkan Dishub Badung, Satlantas Polres Badung, Satpol PP, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Bali, unsur TNI, serta aparat desa dinas dan desa adat Mengwitani. Pada tahap awal, petugas masih memberikan teguran tanpa menjatuhkan sanksi tilang.

Rahmadi menilai keberadaan lahan parkir khusus atau rest area bagi kendaraan barang di sekitar Terminal Mengwi menjadi kebutuhan yang mendesak. Namun, hingga kini rencana penyediaannya masih sebatas wacana.

Sejumlah sopir mengaku memarkir kendaraan untuk beristirahat atau mendinginkan rem sebelum melanjutkan perjalanan. Salah satunya, Yanto (32), yang mengatakan dirinya baru berencana kembali melanjutkan perjalanan menuju Lombok pada malam hari.

Kasatlantas Polres Badung AKP Ni Luh Tiviasih menambahkan pihaknya telah mendata puluhan kendaraan yang parkir di lokasi tersebut dan berkoordinasi dengan perusahaan masing-masing. Meski demikian, penerapan sanksi tilang masih menunggu arahan dari Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Bali.

"Sementara untuk penindakan tilang, kami menunggu perintah lebih lanjut Korlantas Polri maupun Ditlantas Polda Bali. Kalau memang dari pimpinan sudah menegaskan kembali terkait dengan tilang, kami akan laksanakan itu," pungkas Tiviasih. (ap)
Read More

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗔𝗣𝗗𝗧 𝟮𝟬𝟮𝟲, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗱𝗮𝗻 𝗘𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶

Agustus 05, 2026 0
Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel The Westin, Nusa Dua, Badung, Rabu (5/8/2026). Konferensi teknologi pengeboran terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut dihadiri sekitar 800 delegasi dari 39 negara dan menjadi ajang bertukar gagasan mengenai masa depan industri energi yang lebih berkelanjutan.

Mengawali sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta internasional yang memilih Bali sebagai lokasi penyelenggaraan konferensi.

"Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di dunia. Bali dikenal dan dicintai masyarakat internasional karena kami mampu menjaga budaya, tradisi, adat istiadat, dan kearifan lokal sebagai fondasi utama pembangunan," ujar Koster.

Ia menegaskan bahwa kekuatan Bali tidak hanya bertumpu pada pesona alamnya, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga warisan budaya yang menjadi identitas utama pulau ini. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi yang mengantarkan Bali sebagai destinasi wisata dunia tanpa kehilangan jati dirinya.

Koster juga mengungkapkan pengalamannya mengikuti forum perubahan iklim di London beberapa waktu lalu. Dari forum tersebut, ia semakin meyakini bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan agar mampu memberikan manfaat jangka panjang.

Menurutnya, penyelenggaraan APDT 2026 tidak hanya penting bagi kemajuan teknologi di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali melalui meningkatnya aktivitas pariwisata, tingkat hunian hotel, dan perputaran usaha masyarakat.

"Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian bukan hanya penting bagi industri energi dan teknologi pengeboran. Kehadiran Anda juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali melalui meningkatnya tingkat hunian hotel, kegiatan usaha, dan sektor pariwisata. Terima kasih karena telah berkontribusi terhadap pariwisata Bali," katanya.

Dalam paparannya, Koster menjelaskan bahwa Bali masih menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Indonesia. Sepanjang 2025, lebih dari tujuh juta wisatawan asing datang melalui jalur udara. Dari sekitar 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia, hampir separuhnya memilih Bali sebagai tujuan perjalanan.

"Berdasarkan perhitungan kami, belanja wisatawan mancanegara menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun. Artinya, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata Indonesia mencapai sekitar 55 persen. Ini merupakan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian nasional," jelasnya.

Karena sektor pariwisata menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus mengembangkan kebijakan yang menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

"Karena Bali sangat bergantung pada pariwisata, maka Bali harus dijaga. Alamnya harus lestari, manusianya harus berkualitas, dan budayanya harus tetap hidup. Itulah sebabnya kami menetapkan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun sebagai arah pembangunan jangka panjang agar Bali tetap eksis, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi untuk selamanya," tegasnya.

Buka APDT 2026, Koster Tegaskan Bali Jaga Harmoni Pariwisata, Budaya, Lingkungan, dan Energi

Koster menjelaskan arah pembangunan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana yang berlandaskan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Implementasinya diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembatasan plastik sekali pakai, pengembangan pertanian organik, hingga percepatan penggunaan energi bersih dan kendaraan listrik.

"Kami ingin Bali menjadi provinsi yang ramah lingkungan dan menjadi contoh pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami terus memperkuat kebijakan energi bersih, pengurangan emisi karbon, serta penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan," ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa ketahanan energi tetap menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, inovasi di sektor energi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

"Saya berharap konferensi ini dapat melahirkan berbagai inovasi dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan. Indonesia harus mampu memastikan kebutuhan energi masyarakatnya terpenuhi, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang," katanya.

Menutup sambutannya, Koster berharap APDT 2026 semakin memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadirkan teknologi energi yang aman, efisien, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat dunia. (hms/ap)
Read More

𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗨𝘀𝘂𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝘀𝘆𝗮𝗻𝗱𝘂 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗚𝘂𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗡𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗣𝗲𝗿𝗺𝘂𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗱𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻

Agustus 05, 2026 0
Ny. Putri Koster Usulkan Posyandu di Bali Gunakan Nama Banjar untuk Permudah Pendataan

BADUNG, Lensabali.id – Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengusulkan agar seluruh Posyandu di Bali menggunakan nama sesuai banjar masing-masing. Gagasan tersebut diyakini akan mempermudah proses pemetaan, pendataan, pembinaan, hingga pengembangan Posyandu secara lebih terintegrasi di seluruh wilayah Bali.

Usulan itu disampaikan saat menghadiri Aksi Sosial Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali bertajuk "Membina dan Berbagi" ke-14 Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Selasa (4/8/2026). Kegiatan pembinaan menyasar kader Posyandu di Desa Adat Tangeb, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, serta Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.

"Untuk ke depan, mengingat jumlah Posyandu di Bali sangat banyak, saya ingin seluruh Posyandu di masing-masing banjar diberi nama sesuai nama banjarnya sendiri, lengkap dengan nama desa atau kelurahan serta kecamatannya. Hal ini akan memudahkan pemetaan dan penataan Posyandu di seluruh Bali," tegas Ny. Putri Koster.

Menurutnya, sistem penamaan berdasarkan wilayah banjar akan memberikan identitas yang lebih jelas bagi setiap Posyandu. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah melakukan integrasi data, memantau cakupan layanan, mengidentifikasi kebutuhan pendampingan di setiap wilayah, hingga menyusun program pembinaan yang lebih tepat sasaran.

Ia menambahkan, penggunaan identitas banjar, desa atau kelurahan, hingga kecamatan juga akan memperkuat koordinasi antarjenjang pemerintahan. Monitoring, evaluasi, maupun penyaluran program diharapkan berlangsung lebih efektif, cepat, dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Putri Koster juga mengajak seluruh kader Posyandu untuk memperluas perannya, tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan di lingkungan masing-masing.

Ia berharap kader Posyandu aktif menyerap aspirasi warga, mendata berbagai persoalan di lapangan, kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada pemerintah desa maupun aparat kewilayahan agar dapat segera ditindaklanjuti.

Menurutnya, mekanisme tersebut akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat karena informasi yang berasal dari tingkat banjar dapat diterima pemerintah secara lebih cepat, terstruktur, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dengan begitu, Posyandu akan berfungsi sebagai pusat pelayanan sekaligus jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah.

Ny. Putri Koster Usulkan Posyandu di Bali Gunakan Nama Banjar untuk Permudah Pendataan

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, mengapresiasi kehadiran Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang secara langsung memberikan pembinaan kepada para kader. Ia menilai kegiatan tersebut semakin memperkuat kelembagaan Posyandu dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, memaparkan implementasi Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Melalui kebijakan tersebut, layanan Posyandu kini mencakup enam bidang, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan sosial.

Sebagai bagian dari kegiatan sosial, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan secara simbolis kepada kader Posyandu. Di Kelurahan Abianbase, bantuan diberikan kepada 78 kader dari 13 Posyandu, sedangkan di Desa Selat disalurkan kepada 60 kader dari empat Posyandu. Secara keseluruhan, bantuan diberikan kepada 138 kader dari 17 Posyandu berupa 4.140 kilogram beras, 276 krat atau 8.280 butir telur, serta 276 kotak susu.

Melalui Aksi Sosial "Membina dan Berbagi", Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas kader, membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan Posyandu yang semakin terpadu, responsif, dan berbasis kebutuhan warga. (hms/ap)
Read More

𝗞𝗲𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗻𝗴𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗸𝗼 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗸𝗼 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟯𝟬𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮

Agustus 05, 2026 0
Kebakaran Hanguskan Toko Sembako di Badung, Kerugian Capai Rp300 Juta

BADUNG, Lensabali.id - Kebakaran menghanguskan sebuah toko sembako di wilayah Kabupaten Badung pada dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 Wita itu menyebabkan lantai satu bangunan yang difungsikan sebagai toko ludes terbakar dengan kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.

Kasubsi Penmas Humas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan, api melalap seluruh area toko yang berada di lantai dasar bangunan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

"Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 Wita dan melahap lantai satu yang dijadikan toko sembako. Pemilik bangunan mengalami kerugian hingga Rp 300 juta akibat kejadian tersebut," kata Ayu.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Ni Kadek Dwi Karina Putri (19) yang sedang beristirahat di lantai dua. Ia terbangun setelah mendengar suara mencurigakan dari bawah, namun tidak berani turun karena listrik telah padam sehingga kondisi bangunan menjadi gelap.

"Dwi saat itu melihat dari ventilasi dan mendapati kondisi bawah sudah gelap karena listrik padam. Dia tidak berani turun ke lantai satu karena situasinya tidak memungkinkan," ujar Ayu.

Tidak lama kemudian, Ni Made Rampik (70) melihat kobaran api membesar di lantai satu dan langsung berteriak meminta pertolongan. Dwi bersama Rampik kemudian berusaha membangunkan warga sekitar agar segera membantu memadamkan api.

"Saksi Rampik berteriak minta tolong begitu melihat api makin membesar di toko sembako. Kedua saksi ini kemudian bersama-sama minta bantuan ke warga setempat," jelas Ayu.

Mendengar teriakan tersebut, warga segera membunyikan kentongan sebagai tanda bahaya. Puluhan warga berdatangan dan bergotong royong memadamkan api menggunakan ember serta selang air sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

"Warga yang mendengar suara kentongan langsung berkumpul dan mencoba memadamkan api pakai ember serta selang air. Mereka berusaha menahan perambatan api agar tidak membakar seluruh bangunan," tutur Ayu.

Sekitar pukul 02.20 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Badung tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar 30 menit kemudian sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Penanganan kasus kini dilakukan oleh Polsek Mengwi untuk mengungkap sumber munculnya api. (ap)
Read More

Selasa, 04 Agustus 2026

𝗔𝗻𝗰𝗮𝗺𝗮𝗻 𝗕𝗼𝗺 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗡𝗴𝘂𝗿𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗼𝗮𝗸𝘀, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗶 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂

Agustus 04, 2026 0

Ancaman Bom ke Bandara Ngurah Rai Dipastikan Hoaks, Polisi Selidiki Pelaku

BADUNG, Lensabali.id - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menerima pesan elektronik berisi ancaman bom pada Minggu malam (2/8/2026). Meski sempat memicu peningkatan kewaspadaan, hasil penelusuran menunjukkan ancaman tersebut tidak terbukti dan operasional bandara tetap berjalan normal.

Communication & Legal Division Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, menjelaskan informasi dugaan ancaman diterima pihak bandara pada pukul 21.58 Wita. Setelah laporan masuk, Komite Keamanan Bandara bersama instansi terkait langsung mengaktifkan prosedur penanganan sesuai standar keamanan yang berlaku.

"Dapat kami sampaikan bahwa hari Minggu, 2 Agustus 2026 pada pukul 21.58 Wita, pihak bandara menerima informasi elektronik yang mengandung dugaan ancaman bom," ujar Sandi.

Tim gabungan kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan dan penelusuran untuk memastikan validitas informasi tersebut. Dari hasil investigasi awal, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada adanya ancaman nyata di kawasan bandara.

"Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi yang diterima pihak bandara," katanya.

Sandi menegaskan seluruh aktivitas penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan tetap berlangsung aman, lancar, dan terkendali. Masyarakat maupun pengguna jasa bandara diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.

Pihak bandara juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi palsu terkait ancaman keamanan merupakan tindakan yang melanggar hukum. Sebagai objek vital nasional, bandara memiliki sistem pengamanan ketat dan setiap laporan ancaman akan ditindaklanjuti secara serius.

"Kami turut mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara untuk tidak bercanda, membuat, atau menyampaikan informasi palsu mengenai ancaman bom maupun bentuk ancaman keamanan lainnya di bandara," tegas Sandi.

Sementara itu, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber penyebaran pesan tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menelusuri identitas pengirim dan memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan lanjutan. (ap)
Read More

𝗥𝗲𝗯𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗮𝗸𝗮𝗿, 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗔𝘀𝗶𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗣𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗵𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂

Agustus 04, 2026 0
Rebutan Jagung Bakar, Dua Turis Asing Terlibat Perkelahian di Canggu

BADUNG, Lensabali.id - Keributan yang melibatkan dua perempuan warga negara asing (WNA) di kawasan Canggu, Badung, viral di media sosial. Insiden yang diduga dipicu persoalan antrean membeli jagung bakar itu berujung aksi saling jambak dan tarik pakaian di tengah keramaian.

Dalam video yang beredar, kedua perempuan tersebut awalnya terlihat terlibat adu mulut di depan gerobak penjual jagung bakar yang berada di pinggir jalan dekat kawasan Sand Bar, Canggu. Perdebatan yang semula berlangsung secara verbal kemudian memanas dan berubah menjadi perkelahian.

Keduanya tampak saling menjambak rambut, menarik pakaian, hingga melayangkan pukulan. Aksi tersebut sontak menarik perhatian warga dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi.

Seorang pria yang berada di tempat kejadian terlihat berupaya melerai pertikaian tersebut. Ia berusaha memisahkan kedua perempuan itu agar situasi tidak semakin memanas dan membahayakan pengunjung lain.

Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polsek Kuta Utara langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas mendatangi tempat kejadian untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.

Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana membenarkan pihaknya telah menerjunkan personel setelah menerima informasi mengenai keributan yang melibatkan dua wisatawan asing tersebut.

"Personel piket UKL Polsek Kuta Utara sudah mendatangi lokasi kejadian," kata Sukadana.

Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, perselisihan diduga bermula saat kedua perempuan itu mengantre membeli jagung bakar di pinggir jalan. Perbedaan pendapat dalam antrean tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga berujung kontak fisik.

Meski sempat mengundang perhatian banyak orang, situasi di sekitar lokasi dilaporkan kembali kondusif setelah kedua pihak berhasil dipisahkan. Tidak ada laporan mengenai gangguan keamanan lanjutan akibat kejadian tersebut.

Polisi sekaligus mengingatkan seluruh wisatawan yang berkunjung ke Bali agar menghormati aturan dan norma yang berlaku selama berada di Pulau Dewata serta menjaga ketertiban di ruang publik.

"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan asing untuk tetap menjaga ketertiban umum. Wajib mematuhi aturan serta norma yang berlaku selama berada di Bali," tegas Sukadana. (ap)
Read More

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗔𝘁𝗺𝗮 𝗪𝗲𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁

Agustus 04, 2026 0
Koster Dorong Atma Wedana Massal Jadi Model Gotong Royong dan Penguatan Desa Adat

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal yang digelar Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8/2026). Kehadiran Gubernur Bali menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali melalui penguatan eksistensi desa adat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Koster turut melaksanakan prosesi ngayeg tirta yang didampingi para pemangku sebagai bagian dari tahapan penyucian dan penyempurnaan atma leluhur. Prosesi berlangsung khidmat di tengah kehadiran krama adat dan keluarga peserta upacara.

Di hadapan masyarakat, Koster menilai pelaksanaan Atma Wedana secara massal merupakan langkah yang patut diapresiasi karena mampu meringankan beban biaya masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan yadnya.

"Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersamaan dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong royong agar pelaksanaan upacara tidak menjadi beban personal bagi masyarakat," ujar Koster.

Menurutnya, konsep gotong royong dalam pelaksanaan upacara adat perlu terus diperkuat agar tradisi tetap lestari tanpa menimbulkan beban yang berlebihan bagi krama. Pola seperti ini dinilai menjadi contoh baik dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kondisi sosial masyarakat.

Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir mendukung desa adat sebagai benteng utama pelestarian budaya sekaligus penjaga harmoni kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bali.

Ia menjelaskan komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian hibah aset pemerintah kepada desa adat yang dinilai mampu mengelola lahan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saat Bendesa dan panitia beraudiensi kepada saya, saya langsung setuju membantu. Seperti saat pembangunan TPS3R maupun hibah tanah milik Pemprov. Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat," katanya.

Menurut Koster, aset yang telah dihibahkan harus dikelola secara profesional dengan tetap berpijak pada aturan adat melalui pararem. Dengan tata kelola yang baik, aset tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga terjaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.

Ia juga mencontohkan peningkatan pendapatan dari kerja sama pengelolaan lahan di kawasan ITDC yang melonjak dari sekitar Rp7 miliar menjadi Rp57 miliar per tahun setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

Koster Dorong Atma Wedana Massal Jadi Model Gotong Royong dan Penguatan Desa Adat

"Pengelolaan seperti ini akan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat. Desa adat juga silakan mengajukan hibah atas nama desa adat dengan aturan yang jelas sehingga aset bisa menghasilkan dan dirawat dengan baik," ujarnya.

Koster menambahkan bahwa desa adat memiliki peran strategis, baik dalam aspek sekala maupun niskala. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan zaman, terlebih bagi Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis pariwisata Nusa Dua.

"Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong royong antara desa adat, pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi harus terus dijaga. Saya yakin dengan menjaga desa adat, leluhur akan memberikan jalan yang baik bagi Bali ke depan," tegasnya.

Upacara Atma Wedana tahun ini dipuput Ida Pedanda Putra Telaga dan diikuti 18 sawa dalam prosesi Atma Wedana serta 114 sawa dalam upacara nyekah. Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Koster menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp25 juta untuk membantu pelaksanaan karya yang menelan biaya sekitar Rp1,7 miliar dari urunan krama dan donasi berbagai pihak. (hms/ap)
Read More

Senin, 03 Agustus 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗿𝗶 𝗪𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝗗𝗶𝗹𝘂𝗱𝗮𝗵𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗼𝘁𝗼𝗿 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝘀𝗲𝗵, 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗹𝗶𝗱𝗶𝗸𝗮𝗻

Agustus 03, 2026 0
Viral Pelari Wanita Diludahi Pemotor di Seseh, Polisi Lakukan Penyelidikan


BADUNG, Lensabali.id - Polisi bergerak menyelidiki kasus dugaan peludahan terhadap seorang pelari wanita di kawasan Seseh, Kecamatan Mengwi, Badung, yang viral di media sosial. Insiden tersebut memicu perhatian publik setelah video pengakuan korban beredar luas dan menuai kecaman dari warganet.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 19.30 Wita saat korban sedang berolahraga di Jalan Raya Seseh. Berdasarkan informasi yang beredar, seorang pria yang mengendarai sepeda motor mendekati korban sebelum diduga meludahinya tanpa alasan yang jelas.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Korban yang diduga merupakan wisatawan asing kemudian membagikan pengalamannya melalui media sosial, sehingga kasus tersebut dengan cepat menjadi perbincangan publik.

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Polsek Mengwi langsung menerjunkan personel untuk melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Polisi juga mulai mengumpulkan informasi serta menelusuri identitas korban maupun terduga pelaku.

Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengatakan pihaknya telah mengerahkan Unit Kecil Lengkap (UKL) guna menyisir area sepanjang Jalan Raya Seseh dan mencari petunjuk yang dapat membantu proses pengungkapan kasus.

"Personel UKL Polsek Mengwi sudah kami turunkan langsung ke lokasi menyisir sepanjang Jalan Raya Seseh. Kami sudah mengumpulkan bahan keterangan," ujar Darmayasa saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2026).

Selain melakukan penyisiran di lokasi kejadian, polisi juga memanfaatkan informasi yang berkembang di media sosial sebagai bagian dari proses penyelidikan. Tim siber turut dilibatkan untuk memantau berbagai unggahan, komentar, serta kemungkinan adanya saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

"Saat ini kami sedang melakukan profiling terhadap identitas korban maupun terduga pelaku yang mengendarai sepeda motor tersebut. Perkembangan di media sosial juga terus kami monitor. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian," tegasnya.

Kepolisian berharap masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut dapat membantu dengan melapor kepada petugas. Langkah itu dinilai penting untuk mempercepat proses identifikasi pelaku dan mengungkap kronologi secara utuh.

Polisi juga mengingatkan masyarakat, khususnya mereka yang rutin berolahraga pada malam hari di kawasan Seseh dan sekitarnya, agar tetap waspada serta segera melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban. (ap)
Read More

𝗞𝗲𝗰𝗲𝗹𝗮𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗧𝗼𝗹 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮, 𝗗𝘂𝗮 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗼𝗽𝗶𝗿 𝗗𝗶𝗹𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗲 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗦𝗮𝗸𝗶𝘁

Agustus 03, 2026 0
Kecelakaan di Tol Bali Mandara, Dua Turis Australia dan Sopir Dilarikan ke Rumah Sakit

BADUNG, Lensabali.id - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Tol Bali Mandara pada Sabtu (1/8/2026) malam. Sebuah mobil Toyota Rush yang mengangkut dua wisatawan asal Australia mengalami kecelakaan setelah menabrak beton pembatas jalan dan tiang lampu, mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka.

Kasatlantas Polresta Denpasar Kompol Mohammad Bhayangkara Putra Sejati menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 Wita. Mobil Toyota Rush yang dikemudikan pria berinisial IKS (47) melaju di ruas Tol Bali Mandara sebelum akhirnya kehilangan kendali.

"Setibanya di tempat kejadian pengemudi mobil Toyota Rush kurang hati-hati sehingga menabrak beton pembatas jalan dan tiang lampu fliplop," ungkap Bhayangkara dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).

Selain pengemudi, kendaraan tersebut juga membawa dua wisatawan Australia berinisial LAS (66) dan JS (54). Akibat benturan keras, seluruh penumpang mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit BIMC.

Korban LAS dilaporkan mengalami luka lecet serta sempat tidak sadarkan diri setelah kejadian. Sementara itu, JS mengalami luka lecet pada bagian pinggang serta mengeluhkan nyeri pada dada dan perut.

"Satu penumpang mengalami luka berat dan sempat tidak sadarkan diri, sementara dua lainnya luka ringan. Seluruh korban saat ini sudah ditangani medis di Rumah Sakit BIMC," ujar Bhayangkara.

Selain menyebabkan korban luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan berat pada kendaraan yang digunakan. Bagian depan dan samping mobil mengalami kerusakan cukup parah akibat benturan dengan pembatas jalan dan tiang lampu.

Polisi memperkirakan kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp40 juta. Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan, mengamankan area kecelakaan, serta mengumpulkan keterangan guna mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

Kasus kecelakaan ini masih dalam penanganan Satlantas Polresta Denpasar. Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan meningkatkan konsentrasi saat berkendara, terutama saat melintas di ruas jalan tol. (ap)
Read More

Sabtu, 01 Agustus 2026

𝗗𝗶𝗱𝘂𝗴𝗮 𝗞𝗼𝗿𝘀𝗹𝗲𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗟𝗶𝘀𝘁𝗿𝗶𝗸, 𝗩𝗪 𝗖𝗼𝗺𝗯𝗶 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗧𝘂𝗿𝗶𝘀 𝗔𝘂𝘀𝘁𝗿𝗮𝗹𝗶𝗮 𝗟𝘂𝗱𝗲𝘀 𝗧𝗲𝗿𝗯𝗮𝗸𝗮𝗿

Agustus 01, 2026 0
Diduga Korsleting Listrik, VW Combi Milik Turis Australia Ludes Terbakar

BADUNG, Lensabali.id – Sebuah mobil Volkswagen (VW) Combi milik warga negara Australia terbakar di kawasan Jimbaran, Badung, Jumat (31/7/2026). Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada kendaraan yang sudah berusia tua dan lama tidak digunakan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan gangguan kelistrikan sebagai penyebab munculnya api.

"Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dikarenakan mobil tersebut tidak pernah terawat dan kondisi mobil sudah tua," kata Adi.

Mobil tersebut dikendarai langsung oleh pemiliknya, seorang warga negara Australia bernama Mifsud. Sebelum kejadian, ia mengambil kendaraan itu dari kantornya di Jimbaran. Mobil tersebut diketahui sudah cukup lama tidak dihidupkan.

Setelah memastikan kendaraan dapat digunakan dan meminta bantuan temannya untuk membelikan bahan bakar, Mifsud kemudian mengemudikan mobil menuju rumahnya di kawasan Pemogan, Denpasar.

Namun di tengah perjalanan, ia mulai mencium aroma terbakar dan menyadari adanya kobaran api yang muncul dari kendaraan. Mengetahui kondisi tersebut, Mifsud segera menghentikan laju mobil dan berupaya menyelamatkan sepeda motor Honda CB 170 yang turut dibawanya.

Tak lama berselang, api membesar dan melalap hampir seluruh bagian mobil. Peristiwa itu sempat menarik perhatian pengguna jalan dan videonya beredar luas di media sosial.

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam, api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 20 menit.

"Tidak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi dan berhasil memadamkan api yang membakar mobil tersebut," ujar Adi.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pemilik kendaraan juga memilih tidak membuat laporan polisi dan menerima peristiwa itu sebagai musibah. (ap)
Read More

Rabu, 29 Juli 2026

𝗧𝗲𝗿𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗦𝗲𝗷𝘂𝗺𝗹𝗮𝗵 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗻𝗰𝘂𝗿𝗶𝗮𝗻, 𝗞𝗗 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗮𝗵 𝗗𝗶𝗯𝘂𝗿𝘂 𝗣𝗼𝗹𝗿𝗲𝘀 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴

Juli 29, 2026 0
Terlibat Sejumlah Kasus Pencurian, KD Pernah Diburu Polres Badung

BADUNG, Lensabali.id - KD, pria yang tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Baturiti, Tabanan, ternyata pernah masuk dalam daftar target operasi (TO) Polres Badung terkait sejumlah kasus pencurian yang terjadi di wilayah tersebut.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Badung, Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari, membenarkan bahwa KD pernah menjadi target penangkapan aparat kepolisian. Namun, upaya penangkapan yang dilakukan sebelumnya tidak berhasil karena yang bersangkutan selalu melarikan diri.

"Memang benar yang bersangkutan pernah menjadi TO kasus pencurian di wilayah hukum Polres Badung. Namun pada saat dilakukan penangkapan, yang bersangkutan melarikan diri," ujar Yuni Eltari, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan catatan kepolisian, KD sebelumnya juga pernah menjalani hukuman penjara dalam kasus pencurian cengkih pada 2018. Selain itu, ia diduga terlibat dalam sejumlah tindak pencurian lainnya di Kabupaten Badung.

Kasus-kasus yang dikaitkan dengan KD antara lain pembobolan toko laptop di Abiansemal, pencurian di konter telepon seluler, hingga kasus pencurian ayam di wilayah Kecamatan Petang.

"Dari jajaran Reskrim Badung, beberapa kasus tindak pidana di wilayah Mengwi dan Petang," sambung Yuni.

Polisi mengungkapkan telah beberapa kali berupaya menangkap KD, termasuk melakukan pencarian hingga ke kediamannya di Kabupaten Buleleng. Namun, setiap operasi penangkapan selalu gagal karena KD berhasil menghindari petugas.

Pelarian tersebut berakhir ketika KD diduga melakukan pencurian dua ekor ayam di wilayah Baturiti, Tabanan. Saat kejadian, ia disebut membawa senjata tajam dan ketapel. Aksi tersebut memicu pengejaran warga yang kemudian berujung pada pengeroyokan hingga menyebabkan KD meninggal dunia.

Kasus kematian KD kini ditangani Polres Tabanan. Polisi telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan pengeroyokan tersebut, sementara penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Di sisi lain, Polres Badung turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang sebelumnya melibatkan KD. Aparat menegaskan bahwa meskipun korban memiliki riwayat kasus hukum, proses penegakan hukum tetap harus dilakukan sesuai aturan dan tidak dibenarkan melalui tindakan main hakim sendiri. (ap)
Read More

𝗗𝗶𝗸𝗲𝗷𝗮𝗿 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁 𝟭𝟬 𝗛𝗮𝗿𝗶, 𝗧𝘂𝗺𝗽𝘂𝗸𝗮𝗻 𝟯𝟬𝟬 𝗧𝗼𝗻 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗧𝗣𝗦𝟯𝗥 𝗦𝗲𝗺𝗽𝗶𝗱𝗶 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗗𝗶𝗮𝗻𝗴𝗸𝘂𝘁

Juli 29, 2026 0
Dikejar Target 10 Hari, Tumpukan 300 Ton Sampah TPS3R Sempidi Mulai Diangkut

BADUNG, Lensabali.id - Proses pengosongan tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) Bumi Resik, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, terus dikebut. Kegiatan tersebut mendapat pengawasan langsung dari tim penegakan hukum (Gakkum) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung guna memastikan penanganan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Di lokasi, alat berat tampak bekerja mengeruk timbunan sampah untuk dimuat ke armada truk yang silih berganti melakukan pengangkutan. Kondisi sampah yang basah akibat hujan deras menimbulkan aroma menyengat di sekitar area TPS3R.

Penyarikan Desa Adat Sempidi sekaligus Pengawas Hejoteck di TPS3R Sempidi, I Gusti Ngurah Martapan, menjelaskan pengosongan dilakukan agar fasilitas tersebut dapat kembali difungsikan secara optimal sebagai pusat pengolahan sampah warga.

"Tempat ini harus kami kosongkan dulu sampahnya. Nanti setelah kosong, baru kami bisa isi dengan mesin-mesin yang memang dibutuhkan untuk pengelolaan TPS 3R," ujar Martapan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, DLHK Badung meminta proses pembersihan dapat diselesaikan secepat mungkin, bahkan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari. Untuk memenuhi target tersebut, pengangkutan dilakukan setiap hari dengan dukungan alat berat dan armada truk yang disediakan pihak pengelola.

"Kalau dari DLHK Badung meminta kami paling cepat 10 hari harus (kosong). Mudah-mudahan estimasi itu bisa kami penuhi. Yang jelas tiap hari kami angkut," katanya.

Pengosongan TPS3R Sempidi telah berlangsung lebih dari lima hari sejak rapat koordinasi bersama DLHK pada 21 Juli lalu. Setiap hari, sekitar 18 hingga 20 truk dikerahkan untuk memindahkan timbunan sampah yang diperkirakan mencapai 300 ton.

"Kalau estimasi, kira-kira sampah yang ada di sini sampai 300 ton," ungkap Martapan.

Setelah area bersih, pengelola berencana mendatangkan mesin pengolah baru untuk menangani sampah organik maupun anorganik yang dihasilkan masyarakat Kelurahan Sempidi. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah sekaligus mencegah penumpukan serupa terulang di kemudian hari.

"Rencananya mendatangkan mesin-mesin untuk mengolah sampah yang ada, baik organik maupun anorganik. Kalau tempat ini sudah bisa kosong, langsung kita datangkan mesinnya," jelasnya.

Langkah pembenahan ini dilakukan menyusul polemik penumpukan sampah yang sempat memicu persoalan lingkungan. Sebelumnya, DLHK Badung memanggil pengelola TPS3R Bumi Resik dan Desa Adat Sempidi untuk segera menuntaskan persoalan sampah yang tidak terolah.

Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, menegaskan pihaknya telah memberikan rekomendasi agar seluruh sampah dievakuasi dalam jangka waktu 15 hari. Jika tidak dipenuhi, pengelola terancam menerima sanksi hingga rekomendasi penghentian operasional.

"Jika tidak ada penanganan dalam waktu sesuai rekomendasi, akan ada tindakan tegas. Sanksi juga berupa rekomendasi untuk penghentian operasional," tegas Warastuthi.

Sementara itu, CEO PT Hejotech, Rina Aprili Soma, memastikan pihaknya mengerahkan sekitar 20 truk setiap hari untuk mempercepat proses pengosongan. Selain itu, perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan fasilitas pengolahan swasta guna membantu penanganan sampah organik selama masa transisi.

"Kami akan melakukan pengambilan sampah dengan unit truk buang kurang lebih 20 per harinya. Selebihnya, yang anorganik tetap ke Suwung," ujar Rina. (ap)
Read More

𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗮𝗷𝗶 𝗨𝗻𝗱𝗲𝗿𝗽𝗮𝘀𝘀 𝟰𝟬𝟬 𝗠𝗲𝘁𝗲𝗿 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗦𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘁𝘀𝘂 𝗕𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂

Juli 29, 2026 0
Badung Kaji Underpass 400 Meter untuk Sambungkan Gatsu Barat hingga Canggu

BADUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana melanjutkan tembusan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat yang selama ini berakhir di Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara. Jalur tersebut dirancang terhubung hingga kawasan Canggu dan Mengwi sebagai upaya mengurai kemacetan yang kian padat di wilayah Badung Selatan.

Namun, realisasi proyek tersebut menghadapi tantangan besar karena jalur yang direncanakan melintasi kawasan permukiman padat dan sejumlah tempat suci di Banjar Batu Culung, Kelurahan Kerobokan Kaja. Kondisi itu membuat pemerintah mempertimbangkan pembangunan jalan bawah tanah atau underpass sepanjang sekitar 400 meter.

"Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah menuju Canggu sekitar panjangnya 400 meter," ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Proyek strategis tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 3,2 triliun. Sebagian besar biaya dialokasikan untuk pembebasan lahan yang nilainya diperkirakan melampaui Rp 2 triliun.

Jalan baru dengan lebar sekitar 30 meter itu dirancang menghubungkan kawasan Gatot Subroto, Canggu, hingga Mengwitani. Pemerintah menargetkan pelaksanaan proyek dimulai pada periode 2027-2028.

Menurut Adi Arnawa, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran mobilitas dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata di kawasan Canggu yang terus berkembang.

"Kami persiapkan untuk eksekusi tahun 2027 sampai 2028. Kalau titik-titik kemacetan ini tidak segera kami sentuh, pariwisata kita nanti hanya tinggal kenangan saja," tegasnya.

Selain proyek tersebut, Pemkab Badung juga melanjutkan pembangunan shortcut dari Tibubeneng menuju Canggu. Saat ini proses pembebasan lahan tengah berlangsung untuk membuka jalur baru dari jalan eksisting ke arah barat kawasan Padang Linjong, Desa Canggu.

Ruas jalan itu nantinya akan tersambung hingga Mengwitani dan Werdi Bhuwana sehingga membentuk jaringan transportasi yang lebih terintegrasi. Pemerintah berharap langkah ini mampu mendistribusikan arus kendaraan secara lebih merata dan memangkas waktu tempuh perjalanan di kawasan Badung dan Denpasar.

Melalui pengembangan jaringan jalan baru tersebut, Pemkab Badung optimistis kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan pariwisata dapat dikurangi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang. (ap)
Read More

Selasa, 28 Juli 2026

𝗥𝗮𝘁𝘂𝘀𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗲𝗸 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗸 𝗣𝗲𝘁𝗲𝗿𝗻𝗮𝗸 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗛𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴, 𝗞𝗲𝗿𝘂𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗮𝗶 𝗥𝗽 𝟭𝟴 𝗝𝘂𝘁𝗮

Juli 28, 2026 0
Ratusan Bebek Milik Peternak di Sembung Hilang, Kerugian Capai Rp 18 Juta

BADUNG, Lensabali.id - Kasus pencurian ternak menggegerkan warga Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Badung. Sebanyak 280 ekor bebek milik seorang peternak dilaporkan hilang dalam kurun waktu beberapa hari dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp 18 juta.

Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke dua lokasi persawahan yang menjadi tempat pemeliharaan ternak bersama tim dan Bhabinkamtibmas.

“Kami sudah cek dua lokasi sawah di Sembung bareng tim sama Bhabinkamtibmas. Total ada 280 ekor bebek yang hilang dan kerugiannya ditaksir sekitar Rp 18 juta,” ujar Rai Darmayasa, Senin (27/7/2026).

Korban diketahui bernama I Gusti Ketut Wakya (57), peternak yang memelihara sekitar 1.000 ekor bebek di dua titik persawahan di Desa Sembung. Hilangnya ratusan bebek itu baru diketahui saat korban melakukan pemeriksaan rutin terhadap ternaknya pada pertengahan Juli.

Menurut Rai Darmayasa, kehilangan pertama terungkap ketika korban mendapati sekitar 200 ekor bebek raib dari lokasi persawahan di sebelah barat Setra Desa Adat Sembung. Beberapa hari kemudian, korban kembali dikejutkan dengan hilangnya 80 ekor bebek di lokasi berbeda yang berada dekat Toko Obat Sari Gundi.

“Awalnya korban tahu 200 ekor bebeknya hilang di sawah sebelah barat Setra Desa Adat Sembung pas Sabtu. Terus pas Selasa, dia kaget 80 ekor lagi hilang di lokasi dekat Toko Obat Sari Gundi,” jelasnya.

Hasil analisis awal menunjukkan pelaku diduga memanfaatkan kondisi persawahan yang sepi pada malam hari untuk menjalankan aksinya secara bertahap. Polisi menduga pelaku telah mengenal dengan baik lokasi peternakan, jumlah ternak, hingga aktivitas harian di sekitar area tersebut.

“Pelaku ini sepertinya main malam pas kondisi sepi dan sudah tahu betul situasi di sana. Ada kemungkinan dia orang yang memang paham atau pernah pantau aktivitas kandang korban,” kata Rai Darmayasa.

Polsek Mengwi kini terus mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan dari korban dan sejumlah saksi. Tim Reskrim juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memburu pelaku yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

“Laporan sudah kami terima dan olah TKP juga sudah selesai dilakukan. Sekarang anggota Reskrim masih di lapangan buat buru pelakunya,” tegas Rai Darmayasa. (ap)
Read More