𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗔𝘁𝗺𝗮 𝗪𝗲𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁 - LENSA BALI

Hot


Selasa, 04 Agustus 2026

𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗔𝘁𝗺𝗮 𝗪𝗲𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗠𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁

Koster Dorong Atma Wedana Massal Jadi Model Gotong Royong dan Penguatan Desa Adat

BADUNG, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Upacara Pitra Yadnya (Pranawa) Atma Wedana, Ngaben, dan Nyekah Massal yang digelar Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (2/8/2026). Kehadiran Gubernur Bali menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Bali terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali melalui penguatan eksistensi desa adat.

Dalam rangkaian upacara tersebut, Koster turut melaksanakan prosesi ngayeg tirta yang didampingi para pemangku sebagai bagian dari tahapan penyucian dan penyempurnaan atma leluhur. Prosesi berlangsung khidmat di tengah kehadiran krama adat dan keluarga peserta upacara.

Di hadapan masyarakat, Koster menilai pelaksanaan Atma Wedana secara massal merupakan langkah yang patut diapresiasi karena mampu meringankan beban biaya masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan yadnya.

"Atma Wedana ini solusi yang sangat baik. Bersamaan dilakukan untuk 18 sawa. Bagus sekali dan harus terus dikembangkan sebagai bentuk gotong royong agar pelaksanaan upacara tidak menjadi beban personal bagi masyarakat," ujar Koster.

Menurutnya, konsep gotong royong dalam pelaksanaan upacara adat perlu terus diperkuat agar tradisi tetap lestari tanpa menimbulkan beban yang berlebihan bagi krama. Pola seperti ini dinilai menjadi contoh baik dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan kondisi sosial masyarakat.

Koster menegaskan Pemerintah Provinsi Bali akan terus hadir mendukung desa adat sebagai benteng utama pelestarian budaya sekaligus penjaga harmoni kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Bali.

Ia menjelaskan komitmen tersebut telah diwujudkan melalui berbagai kebijakan, termasuk pemberian hibah aset pemerintah kepada desa adat yang dinilai mampu mengelola lahan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saat Bendesa dan panitia beraudiensi kepada saya, saya langsung setuju membantu. Seperti saat pembangunan TPS3R maupun hibah tanah milik Pemprov. Kalau ada lahan pemerintah yang tidak produktif dan lebih bermanfaat dikelola desa adat, saya berikan kepada desa adat agar lebih produktif. Kita ngayah bersama desa adat," katanya.

Menurut Koster, aset yang telah dihibahkan harus dikelola secara profesional dengan tetap berpijak pada aturan adat melalui pararem. Dengan tata kelola yang baik, aset tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga terjaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.

Ia juga mencontohkan peningkatan pendapatan dari kerja sama pengelolaan lahan di kawasan ITDC yang melonjak dari sekitar Rp7 miliar menjadi Rp57 miliar per tahun setelah dilakukan pembenahan tata kelola.

Koster Dorong Atma Wedana Massal Jadi Model Gotong Royong dan Penguatan Desa Adat

"Pengelolaan seperti ini akan terus ditingkatkan agar memberikan manfaat maksimal bagi pemerintah maupun masyarakat. Desa adat juga silakan mengajukan hibah atas nama desa adat dengan aturan yang jelas sehingga aset bisa menghasilkan dan dirawat dengan baik," ujarnya.

Koster menambahkan bahwa desa adat memiliki peran strategis, baik dalam aspek sekala maupun niskala. Karena itu, keberadaannya harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan zaman, terlebih bagi Desa Adat Bualu yang berada di kawasan strategis pariwisata Nusa Dua.

"Desa adat harus kuat. Apalagi Desa Bualu berada di kawasan komersial dan pariwisata. Gotong royong antara desa adat, pemerintah kabupaten dan Pemerintah Provinsi harus terus dijaga. Saya yakin dengan menjaga desa adat, leluhur akan memberikan jalan yang baik bagi Bali ke depan," tegasnya.

Upacara Atma Wedana tahun ini dipuput Ida Pedanda Putra Telaga dan diikuti 18 sawa dalam prosesi Atma Wedana serta 114 sawa dalam upacara nyekah. Sebagai bentuk dukungan, Gubernur Koster menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp25 juta untuk membantu pelaksanaan karya yang menelan biaya sekitar Rp1,7 miliar dari urunan krama dan donasi berbagai pihak. (hms/ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar