BADUNG, Lensabali.id - Keributan yang melibatkan dua perempuan warga negara asing (WNA) di kawasan Canggu, Badung, viral di media sosial. Insiden yang diduga dipicu persoalan antrean membeli jagung bakar itu berujung aksi saling jambak dan tarik pakaian di tengah keramaian.
Dalam video yang beredar, kedua perempuan tersebut awalnya terlihat terlibat adu mulut di depan gerobak penjual jagung bakar yang berada di pinggir jalan dekat kawasan Sand Bar, Canggu. Perdebatan yang semula berlangsung secara verbal kemudian memanas dan berubah menjadi perkelahian.
Keduanya tampak saling menjambak rambut, menarik pakaian, hingga melayangkan pukulan. Aksi tersebut sontak menarik perhatian warga dan wisatawan yang berada di sekitar lokasi.
Seorang pria yang berada di tempat kejadian terlihat berupaya melerai pertikaian tersebut. Ia berusaha memisahkan kedua perempuan itu agar situasi tidak semakin memanas dan membahayakan pengunjung lain.
Menanggapi kejadian tersebut, jajaran Polsek Kuta Utara langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Petugas mendatangi tempat kejadian untuk memastikan kondisi tetap aman dan mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana membenarkan pihaknya telah menerjunkan personel setelah menerima informasi mengenai keributan yang melibatkan dua wisatawan asing tersebut.
"Personel piket UKL Polsek Kuta Utara sudah mendatangi lokasi kejadian," kata Sukadana.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, perselisihan diduga bermula saat kedua perempuan itu mengantre membeli jagung bakar di pinggir jalan. Perbedaan pendapat dalam antrean tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga berujung kontak fisik.
Meski sempat mengundang perhatian banyak orang, situasi di sekitar lokasi dilaporkan kembali kondusif setelah kedua pihak berhasil dipisahkan. Tidak ada laporan mengenai gangguan keamanan lanjutan akibat kejadian tersebut.
Polisi sekaligus mengingatkan seluruh wisatawan yang berkunjung ke Bali agar menghormati aturan dan norma yang berlaku selama berada di Pulau Dewata serta menjaga ketertiban di ruang publik.
"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan asing untuk tetap menjaga ketertiban umum. Wajib mematuhi aturan serta norma yang berlaku selama berada di Bali," tegas Sukadana. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar