LENSA BALI: Tradisi & Budaya

Hot


Tampilkan postingan dengan label Tradisi & Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tradisi & Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵 𝗟𝗼𝘁 𝗔𝗿𝘁 𝗮𝗻𝗱 𝗙𝗼𝗼𝗱 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗩𝗜𝗜 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗯𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝗺𝗼𝘀𝗶 𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸 𝗨𝗠𝗞𝗠

Agustus 03, 2026 0
Tanah Lot Art and Food Festival VII Hadirkan Hiburan dan Promosi Produk UMKM

TABANAN, Lensabali.id - Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot kembali bersiap menggelar Tanah Lot Art and Food Festival VII pada akhir Agustus 2026. Festival tahunan ini diharapkan menjadi ajang yang mampu memperkuat posisi Tanah Lot sebagai salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat lokal.

Selama pelaksanaan festival, pengunjung akan disuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari penampilan musisi lokal Bali, tari tradisional, parade budaya, hingga berbagai hiburan yang menampilkan kekayaan tradisi Pulau Dewata.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Waya Sudiana, mengatakan festival tersebut tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman, tetapi juga memberikan peluang promosi bagi pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata.

"Selain menjadi ruang apresiasi bagi para seniman, festival ini juga menjadi wadah promosi produk kuliner dan ekonomi kreatif lokal, sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar kawasan Tanah Lot," ujar Sudiana, Minggu (2/8/2026).

Menurutnya, penyelenggaraan festival yang telah memasuki tahun ketujuh ini tidak hanya menonjolkan panorama alam dan nilai spiritual Tanah Lot yang telah dikenal luas. Festival juga dirancang untuk memperkuat upaya pelestarian budaya Bali melalui kolaborasi antara seniman, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat Kabupaten Tabanan.

"Melalui penyelenggaraannya yang ketujuh, kami ingin kembali menghadirkan pertunjukan yang berkualitas, memperluas ruang bagi pelaku seni dan UMKM lokal, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung," jelasnya.

Panitia optimistis festival tahun ini mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Keberhasilan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya menjadi modal penting untuk menghadirkan konsep yang lebih menarik tanpa meninggalkan identitas budaya lokal yang menjadi ciri khas acara.

Selain menjadi agenda hiburan, festival ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara sektor pariwisata, seni budaya, dan ekonomi kreatif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat sekitar.

Sudiana menegaskan semangat kebersamaan menjadi fondasi utama penyelenggaraan festival. "Dengan semangat kebersamaan, seluruh pihak optimistis festival tahunan ini akan kembali meraih kesuksesan seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya serta memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Tabanan," pungkasnya. (ap)
Read More

Minggu, 02 Agustus 2026

𝗥𝗮𝗿𝗲 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗖𝘂𝗹𝘁𝘂𝗿𝗲 𝗙𝗲𝘀𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗲𝗻𝘁𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗸𝘁𝗲𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗖𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Agustus 02, 2026 0
Rare Bali Culture Fest Jadi Ajang Pembentukan Karakter dan Cinta Budaya Bali

DENPASAR, Lensabali.id - Rare Bali Culture Festival 2026 menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, sekaligus melestarikan seni budaya Bali sejak usia dini. Festival bertema "Yuga Dharma Lestari: Pengabdian Luhur untuk Melestarikan Budaya Sepanjang Masa" itu digelar pada 25–26 Juli 2026 di HEPI Garden, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Festival perdana tersebut diikuti 132 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dari berbagai kabupaten di Bali. Beragam lomba diselenggarakan sebagai sarana pengembangan bakat dan kreativitas, mulai dari megender berpasangan, tari condong, ogoh-ogoh mini, tapel, mesatua Bali, hingga peragaan busana adat Bali.

Ketua Panitia Kadek Reno Subudiawan mengatakan kegiatan ini lahir dari kepedulian terhadap semakin terbatasnya ruang bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat. Festival ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional yang dikemas melalui pendekatan seni dan budaya.

"Melalui festival ini kami ingin menghadirkan wadah yang edukatif sekaligus menyenangkan agar anak-anak semakin mencintai budaya Bali, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter sejak usia dini," ujar Reno.

Menurutnya, peserta usia 7 hingga 12 tahun dipilih karena fase tersebut merupakan masa penting dalam pembentukan karakter sekaligus penanaman kecintaan terhadap warisan budaya. Karena itu, festival dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.

Selain mengasah kemampuan berkesenian, para peserta juga didorong untuk memahami nilai-nilai disiplin, sportivitas, tanggung jawab, dan rasa percaya diri. Penilaian lomba dilakukan oleh akademisi, praktisi seni, dan seniman yang berkompeten sesuai bidang masing-masing.

Antusiasme tinggi terlihat dari banyaknya peserta, dukungan orang tua, sekolah, hingga komunitas seni yang turut berpartisipasi. Peserta datang dari berbagai daerah di Bali, termasuk dari Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, yang menjadi daerah terjauh dalam ajang tersebut.

Reno berharap Rare Bali Culture Fest dapat menjadi langkah awal dalam mencetak generasi penerus seni budaya Bali. Menurutnya, pelestarian budaya harus dimulai dengan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk tampil, belajar, dan berkarya sejak dini.

"Kalau sejak kecil mereka sudah diberi kesempatan tampil dan berkarya, maka akan lahir generasi yang siap menjaga keberlanjutan seni budaya Bali," katanya.

Festival ini dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dan dihadiri unsur pemerintah, tokoh adat, perangkat desa, serta para sponsor. Ke depan, panitia berharap Rare Bali Culture Fest dapat menjadi agenda tahunan yang menjangkau lebih banyak peserta serta terus berkembang sebagai ruang pembinaan generasi muda pecinta budaya Bali. (ap)
Read More

Rabu, 15 Juli 2026

𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗪𝗮𝗱𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗹𝗲𝗻𝘁𝗮 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juli 15, 2026 0
Putri Koster Festival Seni Bali Jani Jadi Wadah Pengembangan Talenta Muda Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menegaskan bahwa Festival Seni Bali Jani (FSBJ) memiliki peran penting dalam membangun ruang kreativitas bagi generasi muda Bali agar terus berkembang di tengah derasnya arus digitalisasi dan penggunaan teknologi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pagelaran musik “Sang Surya Sampun Metangi: Menyongsong Indahnya Permata Khatulistiwa” yang dibawakan Sanggar Eka Mahardika Putra dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani VIII Tahun 2026 di Taman Budaya Art Center Denpasar, Selasa (14/7).

Pertunjukan yang dibawakan para seniman muda itu menghadirkan perpaduan harmonis antara musik pop modern dan unsur etnik Bali. Selain menawarkan pengalaman musikal yang menarik, pertunjukan tersebut juga menyampaikan pesan edukatif tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah berdasarkan sumber dan jenisnya.

Menyaksikan penampilan para generasi muda tersebut, Putri Koster mengaku bangga melihat potensi seni yang terus tumbuh dan berkembang di kalangan anak muda Bali.

"Saya sangat senang melihat bakat talenta-talenta muda yang semakin terasah," ujarnya.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu menguasai kemampuan akademik, tetapi juga harus didorong untuk mengembangkan berbagai keterampilan nonteknis seperti kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta keberanian mengekspresikan diri melalui seni dan budaya.

Karena itu, Festival Seni Bali Jani dinilai memiliki posisi strategis sebagai ruang pembinaan yang mampu menumbuhkan ekosistem seni yang sehat sekaligus membuka peluang bagi talenta muda untuk terus berkarya dan berinovasi.

Putri Koster Festival Seni Bali Jani Jadi Wadah Pengembangan Talenta Muda Bali

"Itulah salah satu tujuan Festival Seni Bali Jani, yakni mewadahi dan mengembangkan talenta-talenta muda agar tetap aktif dan berkreativitas di tengah gempuran gawai," katanya.

Ia berharap semangat pembinaan yang telah dibangun melalui Festival Seni Bali Jani dapat terus diperluas hingga tingkat kabupaten dan kota sehingga semakin banyak ruang kreatif yang tersedia bagi generasi muda Bali.

Putri Koster juga menilai perpaduan musik modern dengan instrumen tradisional Bali yang ditampilkan para peserta menjadi bukti bahwa perkembangan seni kontemporer dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian budaya.

"Ini merupakan perpaduan musik pop modern dengan nuansa Bali yang menghasilkan sajian musik yang unik. Unsur etnik, akar budaya, instrumen, dan gamelan Bali berpadu harmonis sehingga menghadirkan pengalaman musikal yang khas," ungkapnya.

Menurutnya, Festival Seni Bali Jani harus terus menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan regenerasi bagi lahirnya seniman-seniman muda yang kreatif, inovatif, dan tetap berpijak pada identitas budaya Bali. (hms/ap)
Read More

Senin, 13 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗻𝘂𝗴𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗱𝗶 𝗦𝗲𝘄𝗮𝗸𝗮 𝗡𝘂𝗴𝗿𝗮𝗵𝗮 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝟭𝟮 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮𝘄𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juli 13, 2026 0
Gubernur Koster Anugerahkan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman dan Budayawan Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menganugerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 seniman, budayawan, dan pengabdi seni yang dinilai berjasa dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi, seni klasik, dan seni rakyat Bali. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (11/7).

Dua belas penerima penghargaan berasal dari berbagai bidang seni, mulai dari tari, karawitan, pedalangan, sastra daerah, seni rupa, drama gong hingga arsitektur tradisional Bali. Mereka dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Bali di tengah dinamika zaman.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Bali kepada para pelaku seni yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi kebudayaan Bali.

Selain piagam penghargaan, masing-masing penerima juga memperoleh bantuan dana sebesar Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka terhadap seni budaya Bali.

“Gubernur tidak bisa membuat karya seni, tetapi hanya bisa membuat kebijakan. Akan tetapi kebijakan tanpa ada pelaku, tidak akan ada artinya. Jadi kita harus berterima kasih kepada pelaku seni budaya Bali, mereka sebagai pelestari yang memajukan seni budaya Bali harus kita apresiasi,” ujar Koster.

Menurutnya, keberlangsungan seni budaya Bali tidak dapat dilepaskan dari peran para seniman yang secara konsisten berkarya, mengajar, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Karena itu, penghargaan kepada para pengabdi seni merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan panjang yang mereka lakukan.

Gubernur Koster Anugerahkan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 Seniman dan Budayawan Bali

Gubernur Bali dua periode itu juga mengungkapkan rasa syukur atas sinergi berbagai elemen yang membuat pelaksanaan PKB terus hidup dan berkembang. Ia menyebut terdapat empat unsur penting yang saling mendukung, yakni pencipta karya seni, pelaku seni, pemerintah sebagai pemberi dukungan kebijakan, serta masyarakat sebagai penikmat karya seni.

Menurutnya, ekosistem budaya yang sehat hanya dapat tumbuh apabila seluruh unsur tersebut berjalan beriringan dan saling menguatkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi para seniman agar dapat terus berkarya.

Menutup sambutannya, Koster mengajak seluruh pemimpin di Bali untuk memiliki komitmen yang sama dalam mencintai dan melindungi seni budaya daerah. Ia menegaskan bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan kebudayaan tetap tumbuh sebagai identitas utama Bali.

Penghargaan Adi Sewaka Nugraha sendiri merupakan anugerah tertinggi yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada seniman, budayawan, dan pengabdi seni atas dedikasi mereka dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali secara berkelanjutan. (*/ap)
Read More

Minggu, 12 Juli 2026

𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁 𝗥𝗲𝗸𝗼𝗿 𝗕𝗮𝗿𝘂, 𝗗𝗶𝗸𝘂𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴𝗶 𝟭,𝟴 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗢𝗺𝘇𝗲𝘁 𝗟𝗲𝗯𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗥𝗽𝟭𝟲 𝗠𝗶𝗹𝗶𝗮𝗿

Juli 12, 2026 0

PKB XLVIII Catat Rekor Baru, Dikunjungi 1,8 Juta Orang dan Hasilkan Omzet Lebih dari Rp16 Miliar

DENPASAR, Lensabali.id – Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali membuktikan posisinya sebagai perhelatan seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Selama satu bulan penyelenggaraan, ajang tahunan yang resmi ditutup Gubernur Bali Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Sabtu (11/7), tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni budaya, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perekonomian masyarakat.

Tingginya partisipasi komunitas seni menjadi salah satu indikator keberhasilan PKB tahun ini. Sebanyak 673 sekaa, sanggar, komunitas, dan lembaga seni ambil bagian dengan melibatkan 20.929 seniman serta pelaku seni dari berbagai daerah di Bali.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat keterlibatan 517 lembaga seni. Peningkatan juga terlihat pada jumlah seniman yang terlibat, bertambah lebih dari 900 orang dibandingkan tahun 2025.

Tidak hanya dari sisi partisipasi, produktivitas karya seni yang ditampilkan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sepanjang PKB 2026, sebanyak 879 sajian dan karya seni dipentaskan, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 529 karya seni.

Antusiasme masyarakat terhadap berbagai pertunjukan yang disajikan pun terus meningkat. Hingga 11 Juli 2026, jumlah kunjungan tercatat mencapai 1.822.857 orang, termasuk 5.743 wisatawan mancanegara yang turut menikmati berbagai sajian seni budaya Bali.

“Tahun lalu pengunjung Pesta Kesenian Bali hanya mencapai 1,6 juta lebih, jadi pada tahun 2026 ini pengunjungnya meningkat sekitar 200.000 orang lebih. Begitu juga jumlah wisman yang datang ke Pesta Kesenian Bali semakin banyak pada tahun ini, dibandingkan pada tahun 2025 jumlahnya hanya mencapai 2.400 orang,” ujar Gubernur Koster.

PKB XLVIII Catat Rekor Baru, Dikunjungi 1,8 Juta Orang dan Hasilkan Omzet Lebih dari Rp16 Miliar

Selain kunjungan langsung, PKB juga menjangkau masyarakat luas melalui platform digital. Siaran langsung berbagai pertunjukan melalui kanal YouTube mencatat 2.124.927 tayangan, menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap seni budaya Bali, baik di dalam maupun luar daerah.

Lebih dari sekadar festival budaya, PKB juga menjadi etalase ekonomi kreatif masyarakat Bali. Melalui Pameran IKM Bali Bangkit yang melibatkan 124 pelaku industri kecil dan menengah, transaksi penjualan hingga 10 Juli 2026 mencapai Rp11,27 miliar.

Sementara itu, Pameran Kuliner Tradisional Bali yang diikuti 75 stan mencatat omzet sebesar Rp5,06 miliar. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk kuliner lokal sekaligus memperkuat peran PKB sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

Menurut Gubernur Koster, keberhasilan PKB tidak hanya diukur dari jumlah penonton atau kualitas pertunjukan seni, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan para pelaku usaha lokal. “Jadi selain menyaksikan seni budaya di Pesta Kesenian Bali, kita juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi IKM dan pedagang kuliner tradisional khas Bali,” tegasnya.

Dengan total omzet yang melampaui Rp16 miliar, PKB XLVIII semakin menegaskan dirinya sebagai ruang pelestarian budaya sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat Bali yang berkelanjutan. (hms/ap)
Read More

𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜 𝗱𝗮𝗻 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗻𝗶 𝗩𝗜𝗜𝗜

Juli 12, 2026 0
DPRD Badung Dukung Pelestarian Budaya melalui PKB XLVII dan Festival Seni Bali Jani VIII

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menghadiri penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Sabtu (11/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Anom Gumanti mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran pemerintah daerah dari berbagai kabupaten/kota di Bali. Acara juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, seniman, budayawan, serta berbagai elemen yang selama ini berperan dalam pengembangan seni dan budaya Bali.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pementasan seni budaya yang menampilkan kekayaan ekspresi seni Bali, dilanjutkan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba dan penerima apresiasi seni. Momentum tersebut kemudian ditandai dengan prosesi penutupan PKB XLVII sekaligus pembukaan Festival Seni Bali Jani VIII yang secara resmi dilakukan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Kehadiran Ketua DPRD Kabupaten Badung menjadi bentuk dukungan terhadap upaya berkelanjutan dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Bali sebagai identitas yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

PKB selama ini dikenal sebagai ruang pelestarian seni tradisional Bali, sementara Festival Seni Bali Jani hadir sebagai wadah ekspresi seni modern dan kontemporer yang tetap berlandaskan nilai-nilai budaya lokal.

Kedua agenda budaya tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem kesenian Bali sekaligus memberikan ruang kreatif bagi para seniman untuk terus berkarya sesuai perkembangan zaman.

Melalui sinergi antara tradisi dan inovasi, PKB dan Festival Seni Bali Jani diharapkan mampu menjaga keberlanjutan budaya Bali sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan yang berpengaruh di tingkat nasional maupun internasional. (*/ap)
Read More

𝗧𝘂𝘁𝘂𝗽 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗼𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗨𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗷𝘂𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗹𝗮𝘂 𝗗𝗲𝘄𝗮𝘁𝗮

Juli 12, 2026 0
Tutup PKB XLVIII, Gubernur Koster Tegaskan Budaya Bali Fondasi Utama Kemajuan Pulau Dewata

Budaya Bali Warisan Adi Luhung Leluhur yang Menjadi Fondasi Berbagai Aspek Kehidupan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu malam (11/7). Penutupan ditandai dengan pemukulan Gong Beri sekaligus peluncuran tema PKB XLIX Tahun 2027, yakni Wana Kerthi: Byana Sandharana Loka yang bermakna Hutan Penyangga Kehidupan.

Meski PKB 2026 telah berakhir, denyut aktivitas seni dan budaya Bali tetap berlanjut. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Koster juga membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 yang mengusung tema Kembara Sukma Atma Kerthi atau Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci.

Malam penutupan berlangsung semarak dengan penampilan Tari Baris Bandana Manggala Yudha serta drama klasik kolosal “Sumpah Drupadi” garapan Sanggar Teater Mini. Ribuan masyarakat memadati Ardha Candra untuk menyaksikan pertunjukan yang turut dihadiri unsur Forkopimda, para kepala daerah se-Bali, budayawan, serta tokoh seni Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Pesta Kesenian Bali merupakan ruang strategis untuk menjaga keberlanjutan kebudayaan Bali sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat peradaban dunia melalui spirit Bali Padma Bhuwana.

Menurutnya, pelestarian seni, adat, tradisi, dan nilai-nilai luhur Bali menjadi bagian penting dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

PKB, lanjutnya, telah berkembang menjadi wadah aktualisasi bagi para seniman untuk menampilkan karya-karya terbaik, baik yang lahir secara individu, kelompok maupun komunal. Melalui ajang tersebut, ekspresi seni budaya Bali terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster juga menyerahkan penghargaan Adi Sewaka Nugraha Tahun 2026 kepada 12 seniman yang dinilai berjasa dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali. Selain itu, penghargaan diberikan kepada para pemenang berbagai kategori lomba PKB XLVIII serta Jantra Tradisi Bali 2026.

Tutup PKB XLVIII, Gubernur Koster Tegaskan Budaya Bali Fondasi Utama Kemajuan Pulau Dewata

Tidak hanya itu, sembilan perwakilan kabupaten/kota di Bali menerima Sertifikat Standarisasi dan Sertifikasi Lembaga Seni sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas kelembagaan seni budaya di daerah.

Di hadapan ribuan penonton, Koster mengajak masyarakat Bali untuk terus menjaga kecintaan terhadap budaya yang telah diwariskan para leluhur. “Jangan pernah bosan untuk berbudaya, karena budaya-lah yang membuat Bali ini terkenal di dunia, karena budaya Bali menjadi destinasi wisata utama dunia, dan ekonomi Bali tumbuh secara berkelanjutan. Jadi budaya di Bali merupakan warisan adi luhung leluhur kita yang sangat luar biasa, yang membangun berbagai aspek kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Festival Seni Bali Jani VIII akan berlangsung hingga 25 Juli 2026. Festival ini menjadi ruang ekspresi seni modern dan kontemporer yang mempertemukan para sastrawan, koreografer, komposer, dramawan, hingga kreator lintas disiplin untuk menghadirkan karya-karya inovatif yang tetap berakar pada nilai-nilai tradisi Bali.

Melalui penyelenggaraan PKB dan FSBJ secara berkesinambungan, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya memberikan ruang yang setara bagi seni tradisi maupun seni modern sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem kebudayaan Bali di tengah perkembangan zaman. (hms/ap)
Read More

𝗧𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗲𝗴𝗮𝗻𝗷𝘂𝗿 𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗛𝗨𝗧 𝗸𝗲-𝟯𝟰 𝗟𝗣𝗗 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗕𝗲𝗱𝗵𝗮

Juli 12, 2026 0
Tarian Sakral dan Baleganjur Semarakkan Parade Budaya HUT ke-34 LPD Adat Bedha

TABANAN, Lensabali.id - Parade seni budaya kembali mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Adat Bedha, Tabanan. Mengangkat tema Nangun Kerthi Jagat Bali, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat keharmonisan masyarakat melalui nilai-nilai Tri Hita Karana sekaligus menjaga kelestarian seni, adat, dan budaya Bali.

Beragam kesenian tradisional ditampilkan selama kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli 2026. Tarian sakral seperti Tari Gambang, Tari Baris Kerkuak, dan Tari Baris Dabdab turut dipentaskan. Selain itu, parade baleganjur, gong kebyar, ogoh-ogoh, hingga penjor juga menjadi daya tarik utama dengan melibatkan 38 banjar adat di Desa Adat Bedha.

Bendesa Adat Bedha, I Nyoman Arnaya, menuturkan bahwa parade tersebut tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan seni, melainkan juga sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Menurutnya, momentum ini memberikan kesempatan bagi setiap banjar adat untuk menampilkan identitas budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

“Melalui parade seni budaya ini kami ingin memantapkan harmonisasi antarmanusia sebagaimana konsep Tri Hita Karana. Seluruh banjar adat dapat berkumpul, saling mengenal, dan menunjukkan kekayaan seni budayanya,” ujar Arnaya di sela kegiatan, Sabtu (11/7/2026).

Arnaya menjelaskan parade budaya ini digelar setiap lima tahun sekali sebagai bagian dari perayaan HUT LPD Adat Bedha. Ia menegaskan, LPD tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan desa adat, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang dimiliki masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, seluruh biaya penyelenggaraan parade ditanggung oleh LPD. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian adat sekaligus menunjukkan kontribusi LPD dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk unggulan desa diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk kerajinan pembuatan keris dari Banjar Langudu, Desa Pangkung Tibah, yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Arnaya berharap penyelenggaraan parade mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas perdagangan dan kunjungan selama acara berlangsung. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat dan budaya.

“Kami menekankan keterlibatan generasi muda dalam setiap kegiatan adat dan budaya. Keberlanjutan budaya Bali sangat bergantung pada partisipasi generasi penerus. Kita boleh bangga dengan kemajuan teknologi, tetapi kita tidak boleh melupakan budaya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LPD Adat Bedha, I Made Sunarta, mengatakan HUT ke-34 LPD mengusung tema “Bedha Bersatu Bersama Menuju Masyarakat Mandiri”. Selain parade budaya, rangkaian kegiatan peringatan juga diisi berbagai program sosial, termasuk penyaluran 500 paket sembako bagi masyarakat kurang mampu serta pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berjasa membangun Desa Adat Bedha. (ap)
Read More

Sabtu, 11 Juli 2026

𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹, 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗗𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗚𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗣𝘂𝗸𝗮𝘂 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗞𝗕 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juli 11, 2026 0
Lestarikan Seni Tradisional, Duta Drama Gong Klungkung Pukau Panggung PKB 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali melalui partisipasi aktif pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kali ini, Kabupaten Klungkung tampil pada kategori Drama Gong Tradisi dengan menghadirkan sajian seni yang memikat dan mendapat sambutan hangat dari para penonton.

Sebagai duta Kabupaten Klungkung, Sekaa Drama Gong Madu Suara Budaya dari Banjar Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, dipercaya mewakili daerah dalam pementasan yang berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center), Denpasar, Jumat (10/7) malam.

Penampilan para seniman muda dan senior asal Nusa Penida tersebut berhasil menghadirkan pertunjukan yang sarat nilai budaya, pesan moral, serta humor khas Bali yang menjadi ciri khas Drama Gong. Alur cerita yang kuat dipadukan dengan kemampuan akting para pregina mampu menghidupkan suasana panggung dan mengundang antusiasme penonton yang hadir.

Pementasan tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Kehadiran Bupati menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap para pelaku seni yang terus berupaya menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.

Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi kepada seluruh seniman, pembina, dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam mempersiapkan penampilan Duta Klungkung di ajang seni budaya terbesar di Bali tersebut. Menurutnya, seni tradisi harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Bali.

"Pemerintah daerah akan selalu hadir dan mendukung penuh setiap ruang kreativitas seni, terlebih dalam pelestarian seni tradisi seperti Drama Gong. Apa yang ditampilkan oleh para pregina lokal dari Nusa Penida hari ini adalah bukti bahwa seni budaya kita tetap hidup, berakar kuat, dan lestari," ujar Bupati Satria.

Lestarikan Seni Tradisional, Duta Drama Gong Klungkung Pukau Panggung PKB 2026

Keistimewaan pementasan kali ini terletak pada keterlibatan penuh seniman lokal asal Nusa Penida sebagai pemeran dalam pertunjukan. Seluruh pregina yang tampil merupakan putra-putri daerah yang selama ini aktif berkesenian dan terus mengembangkan kemampuan mereka melalui berbagai kegiatan pembinaan di tingkat desa maupun kecamatan.

Keterlibatan seniman lokal tersebut menjadi bukti bahwa proses regenerasi seni tradisional di wilayah kepulauan Klungkung berjalan dengan baik. Di tengah derasnya pengaruh budaya modern, generasi muda Nusa Penida tetap menunjukkan minat dan komitmen untuk menjaga warisan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Selain menjadi ajang ekspresi seni, partisipasi dalam PKB juga menjadi sarana memperkenalkan potensi budaya Nusa Penida kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui panggung PKB, kreativitas dan kekayaan seni masyarakat Klungkung dapat terus dikenal dan diapresiasi oleh berbagai kalangan.

Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap keberadaan Drama Gong Tradisi dapat terus bertahan dan berkembang sebagai salah satu warisan budaya Bali yang adiluhung. Semangat para seniman muda dalam berkarya diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mencintai, melestarikan, dan membanggakan seni budaya daerah sebagai bagian dari identitas Klungkung Mahottama. (*/ap)
Read More

Jumat, 10 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝗚𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗯𝘆𝗮𝗿 𝗗𝗲𝘄𝗮𝘀𝗮 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗸𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗸𝘀𝘂 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶

Juli 10, 2026 0
Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII, Gianyar dan Badung Tampilkan Kekuatan Taksu Tradisi

DENPASAR, Lensabali.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mendukung pelestarian seni dan budaya kembali ditunjukkan Gubernur Bali Wayan Koster dengan menghadiri langsung Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Rabu (8/7) malam.

Di hadapan ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan, dua duta kabupaten, yakni Komunitas Seni Sanggar Naya Art dari Desa Batubulan, Gianyar, dan Komunitas Seni Baturenggong dari Desa Mengwi, Badung, menampilkan sajian seni yang memadukan teknik musikal, kekuatan dramatik, dan kekayaan tradisi Bali.

Duta Kabupaten Gianyar membuka penampilan dengan Tabuh Lima Lelambatan bertajuk Guntur Madu, sebuah komposisi yang menghadirkan nuansa klasik dengan sentuhan artistik yang kuat. Penampilan tersebut disusul Tari Kreasi Kekebyaran berjudul Gonggang yang menonjolkan energi gerak dan dinamika musikal khas gong kebyar.

Sementara itu, Duta Kabupaten Badung menghadirkan Tabuh Lima Lelambatan Kreasi berjudul Lawas, yang menawarkan eksplorasi musikal bernuansa tradisional dengan kemasan kreatif. Penampilan berlanjut melalui Tari Kreasi Kekebyaran Masepuh yang memperlihatkan kekuatan ekspresi dan karakter tari Bali yang khas.

Pada sajian utama, Gianyar mempersembahkan Pragmen Tari Sri Tanjung, kisah klasik tentang ketulusan, kesetiaan, dan perjuangan menjaga kehormatan. Cerita tersebut mengisahkan Sri Tanjung yang menjadi korban fitnah Prabu Sulakrama hingga harus kehilangan nyawanya di tangan sang suami, Sidapaksa.

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa PKB XLVIII, Gianyar dan Badung Tampilkan Kekuatan Taksu Tradisi

Ketika kebenaran terungkap bahwa Sri Tanjung tidak bersalah, Sidapaksa menebus kesalahannya dengan menghadapi Prabu Sulakrama dan mempersembahkan kepalanya sebagai simbol penyucian atas penghinaan yang menimpa istrinya. Kisah ini disajikan melalui alur dramatik yang kuat dan menyentuh.

Tak kalah memikat, Duta Kabupaten Badung menutup parade dengan Pragmen Tari Jero Luh yang mengangkat kisah Si Luh Punggul, seorang perempuan sepuh yang mengabdikan hidupnya kepada keluarga Puri Gede Abiansemal pada akhir abad ke-19.

Dengan kekuatan spiritual yang dimilikinya, Si Luh Punggul dikenal sebagai pelindung para abdi sekaligus pawang hujan yang setia menjalankan pengabdiannya. Menjelang akhir hayat, ia berwasiat agar Tapel Rangda ditempatkan di atas jasadnya sebagai simbol pengabdian yang tidak berakhir meski raganya telah tiada.

Nuansa magis pertunjukan semakin terasa ketika hujan turun tepat pada klimaks cerita. Momen tersebut sontak memancing decak kagum dan tepuk tangan meriah dari ribuan penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra.

Kehadiran Gubernur Koster menjadi bentuk apresiasi nyata terhadap para seniman yang terus menjaga keberlanjutan seni pertunjukan Bali melalui karya-karya kreatif yang berakar kuat pada warisan budaya leluhur. (hms/ap)
Read More

Kamis, 09 Juli 2026

𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶 𝗕𝘂𝗺𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗹𝗶𝗽𝘂𝗿𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗙𝗲𝘀𝘁𝗶𝘃𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗹𝗶𝗽𝘂𝗿𝗮𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juli 09, 2026 0
Harmoni Bumi Penglipuran Warnai Festival Penglipuran 2026

BANGLI, Lensabali.id - Festival Penglipuran ke-13 resmi digelar di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli. Selama tiga hari pelaksanaan, wisatawan disuguhkan beragam atraksi adat, seni budaya, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi bagian dari identitas desa wisata tersebut.

Bendesa Adat Desa Penglipuran, Wayan Budiarta, menjelaskan bahwa festival tahun ini mengusung tema “Harmoni Bumi Penglipuran”. Tema tersebut mencerminkan upaya masyarakat desa dalam menjaga keseimbangan antara budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial.

"Kami kembali menggelar Penglipuran Village Festival ke-13 pada 2026. Temanya, Harmoni Bumi Penglipuran," kata Budiarta saat pembukaan festival, Kamis (9/7/2026).

Pembukaan festival ditandai dengan iring-iringan Peed Aya yang berlangsung sejak pagi hari. Barisan penari tradisional dan tabuhan gamelan baleganjur mengiringi jalannya prosesi yang menjadi simbol dimulainya Penglipuran Village Festival 2026.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan Tugu Pahlawan yang berada di sisi selatan desa. Di lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati berbagai pertunjukan seni budaya yang disiapkan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Desa Penglipuran kepada wisatawan.

Tak hanya pentas budaya, festival juga menghadirkan pameran karya seniman lokal serta produk UMKM khas Desa Penglipuran. Produk dari sejumlah desa sekitar turut meramaikan kegiatan sebagai bagian dari upaya memperluas promosi ekonomi kreatif masyarakat.

"Ada pentas budaya, suguhan berupa produk UMKM. Kami targetkan kunjungan sebanyak 4.000 hingga 5.000 orang per hari," ujar Budiarta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lokasi penyelenggaraan festival kali ini dipusatkan di Lapangan Tugu Pahlawan. Sebelumnya, kegiatan serupa digelar di kawasan depan pura dan hutan bambu yang menjadi ikon desa.

Menurut Budiarta, pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Lapangan Tugu Pahlawan memiliki nilai historis penting bagi masyarakat Penglipuran karena menjadi tempat gugurnya Kapten TNI Anak Agung Gede Anom Mudita, salah satu pahlawan desa.

"Tahun ini kami selenggarakan di tugu pahlawan. Lapangan ini cukup monumental dan heroik bagi kami, karena pahlawan kami Anak Agung Anom Mudita, gugur di tempat ini," ungkapnya.

Melalui festival ini, Desa Penglipuran tidak hanya menghadirkan hiburan bagi wisatawan, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, sejarah, dan potensi ekonomi lokal yang menjadi kekuatan utama desa wisata tersebut. (ap)
Read More

Rabu, 08 Juli 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗡𝘆𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗚𝘂𝗻𝘂𝗻𝗴 𝗘𝘅𝗽𝗲𝗿𝗶𝗲𝗻𝗰𝗲, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 08, 2026 0
Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka kegiatan Penilaian Lapangan Lomba Inovasi “Nyegara Gunung Experience” yang berlangsung di TPST3R Desa Besan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu (8/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya inovasi daerah yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Inovasi “Nyegara Gunung Experience” mengusung konsep pariwisata regeneratif yang berfokus pada restorasi lingkungan dari hulu hingga hilir serta revitalisasi nilai-nilai kosmologi Bali. Model ini tidak hanya menempatkan pariwisata sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemulihan lingkungan dan pelestarian budaya yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, tema yang diangkat sangat relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Klungkung yang menempatkan kualitas lingkungan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan daerah.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mendorong inovasi di berbagai sektor. Inovasi dinilai menjadi instrumen penting dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan.

"Pemkab Klungkung memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan inovasi daerah sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati berharap proses penilaian tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, melainkan mampu menghasilkan praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di daerah lain. Menurutnya, keberhasilan sebuah inovasi akan semakin bermakna apabila mampu direplikasi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Buka Lomba Inovasi Nyegara Gunung Experience, Bupati Satria Dorong Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

Ia juga meminta tim penilai untuk tidak hanya memberikan penilaian secara objektif, tetapi turut memberikan masukan dan pendampingan agar potensi wisata yang dimiliki Desa Besan dapat terus berkembang. Dengan demikian, inovasi yang telah dibangun dapat semakin matang dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

"Semoga inovasi ini menjadi kontribusi nyata Klungkung dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal, serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat dan generasi penerus," harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Inovasi Bali Swacita Nugraha Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., memberikan apresiasi terhadap konsep yang diusung Desa Besan. Menurutnya, “Nyegara Gunung Experience” merupakan terobosan yang mampu menghidupkan kembali filosofi Segara Gunung sebagai landasan pembangunan dan tata kelola pariwisata Bali.

Ia menilai inovasi tersebut berhasil mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam praktik pariwisata modern. Melalui pendekatan tersebut, pariwisata tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga berperan dalam menjaga keseimbangan alam, memperkuat identitas budaya, serta membangun masa depan pariwisata yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat Bali, khususnya Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗿𝗮𝘁 𝗠𝗮𝗸𝗻𝗮 𝗪𝗮𝗿𝗻𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗗𝘂𝘁𝗮 𝗚𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗯𝘆𝗮𝗿 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juli 08, 2026 0
Tiga Garapan Sarat Makna Warnai Penampilan Duta Gong Kebyar Klungkung di PKB XLVIII Tahun 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Duta Kabupaten Klungkung yang diwakili Sekaa Gong Kebyar Gita Remaja Banjar Gelagah, Desa Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, sukses memukau ribuan penonton saat tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Denpasar, Selasa (7/7) malam. Penampilan tersebut menjadi salah satu sajian yang mendapat perhatian besar berkat kekuatan konsep, kualitas garapan, serta kekayaan nilai budaya yang diangkat dari tradisi masyarakat Nusa Penida.

Pementasan tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung yang hadir memberikan dukungan kepada para seniman muda asal Nusa Penida.

Pada kesempatan itu, Sekaa Gong Kebyar Gita Remaja menampilkan tiga garapan utama yang memadukan unsur tabuh, tari, dan fragmentari dalam satu sajian yang utuh. Ketiga karya tersebut mengangkat nilai-nilai filosofis, spiritual, serta sejarah lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Banjar Gelagah.

Garapan pertama adalah Tabuh Lima Lelambatan Kreasi berjudul “Parung Gelagah”. Karya ini terinspirasi dari kondisi alam Desa Kutampi yang identik dengan perbukitan, lembah, serta hamparan tanaman gelagah yang dahulu menjadi penanda awal terbentuknya Banjar Gelagah. Digarap dengan tetap berpegang pada pakem tabuh lelambatan pagongan, karya ini menghadirkan perpaduan melodi dan dinamika musikal yang harmonis sebagai simbol keseimbangan hidup dalam filosofi budaya Bali.

Karya kedua berupa Tari Kreasi “Tarpana Ning Kaenem” yang mengangkat nilai spiritual dari tradisi sakral Nyaronan di Banjar Gelagah. Tarian ini berkisah tentang ketulusan seorang penggembala yang memanjatkan doa demi keselamatan ternaknya dan menepati janji sucinya melalui persembahan yadnya. Garapan tersebut merefleksikan makna pengorbanan, rasa syukur, serta hubungan spiritual manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Sementara itu, karya penutup berupa Fragmentari “Turus Lumbung” berhasil menjadi magnet utama pertunjukan malam itu. Garapan ini mengangkat kisah heroik dan spiritual tokoh Nang Klepe yang hidup di tengah kerasnya kondisi alam Nusa Penida pada masa lampau. Cerita tersebut menggambarkan perjuangan melawan ketidakadilan, sekaligus menghadirkan pesan tentang keberanian, keteguhan hati, dan kekuatan keyakinan.

Tiga Garapan Sarat Makna Warnai Penampilan Duta Gong Kebyar Klungkung di PKB XLVIII Tahun 2026

Kisah Nang Klepe ditampilkan melalui alur dramatik yang kuat, mulai dari penindasan yang dialaminya hingga pelariannya dari kejaran masyarakat. Dalam kondisi terdesak, ia mengucapkan sesangi atau janji suci untuk mendirikan sebuah pura apabila berhasil selamat dari pengejaran. Berkat kekuatan spiritual yang diyakininya, Nang Klepe akhirnya terhindar dari bahaya dan memenuhi janjinya dengan mendirikan tempat suci sederhana menggunakan sarana Turus Lumbung.

Kekuatan narasi, penguasaan panggung, serta perpaduan unsur seni pertunjukan yang harmonis membuat seluruh garapan mendapat sambutan meriah dari penonton. Tepuk tangan panjang beberapa kali terdengar mengiringi penampilan para seniman muda yang tampil penuh semangat dan totalitas.

Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh seniman, pembina, pelatih, serta krama Banjar Gelagah yang telah bekerja keras mempersiapkan penampilan tersebut. Menurutnya, penampilan Duta Klungkung menjadi bukti bahwa kekayaan budaya, sejarah, dan tradisi lokal Nusa Penida memiliki nilai artistik yang tinggi serta mampu tampil sejajar di panggung budaya terbesar di Bali.

“Penampilan malam ini membuktikan bahwa kekayaan adat, sejarah lokal, dan seni khas Nusa Penida dapat disajikan dengan sangat baik, berkelas, dan membanggakan. Terima kasih kepada seluruh seniman muda dan masyarakat yang telah menjaga sekaligus memperkenalkan warisan budaya Klungkung kepada khalayak yang lebih luas,” ujar Bupati Satria. (ap)
Read More

Sabtu, 04 Juli 2026

𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂𝗶 𝗧𝗮𝘄𝘂𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗦𝘂𝗺𝗽𝗮𝗵 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗨𝗹𝘂𝘄𝗮𝘁𝘂

Juli 04, 2026 0
DPRD Badung Dukung Pelestarian Tradisi melalui Tawur Balik Sumpah Agung di Uluwatu

BADUNG, Lensabali.id – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Badung, A.A. Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, bersama sejumlah anggota DPRD Kabupaten Badung menghadiri rangkaian Tawur Balik Sumpah Agung dalam rangka Pujawali Padudusan Agung di Pura Luhur Uluwatu, Jumat (3/7/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung, yakni I Wayan Sugita Putra, I Made Sudira, I Wayan Loka Astika, dan I Made Tomy Martana Putra. Mereka mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.

Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan penuh khidmat sebagai bagian dari pelaksanaan Pujawali Padudusan Agung yang menjadi salah satu agenda keagamaan penting di Pura Luhur Uluwatu.

Kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Badung mencerminkan dukungan nyata terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi dan budaya Bali.

Tawur Balik Sumpah Agung sendiri merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian Pujawali Padudusan Agung. Upacara ini mengandung makna mendalam sebagai upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan sesuai nilai-nilai yang diwariskan dalam budaya Bali.

Melalui pelaksanaan yadnya tersebut, semangat Tri Hita Karana kembali diteguhkan, yakni menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, hubungan antarsesama manusia, serta keharmonisan dengan alam semesta sebagai landasan kehidupan masyarakat Bali. (*/ap)
Read More

𝗦𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗿 𝗦𝗲𝗻𝗶 𝗧𝗮𝗸𝘀𝘂 𝗠𝘂𝗿𝘁𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗚𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗲𝗸𝘁𝗮𝗸𝘂𝗹𝗲𝗿 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗞𝗕 𝗫𝗟𝗩𝗜𝗜𝗜 𝟮𝟬𝟮𝟲

Juli 04, 2026 0
Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan Suguhkan Garapan Spektakuler pada PKB XLVIII 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil memikat perhatian ratusan penonton saat tampil dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali. Sebagai Duta Kabupaten Badung, sanggar ini menyuguhkan pertunjukan yang enerjik, artistik, sekaligus sarat nilai filosofis sesuai tema besar PKB tahun ini.

Penampilan tersebut merupakan buah dari persiapan yang dilakukan secara intensif selama beberapa bulan. Sebelum naik ke panggung PKB, para seniman muda Legian juga telah melalui proses evaluasi bersama Bupati Badung dan jajaran DPRD Badung untuk memastikan kualitas musikalitas serta kekompakan para penabuh.

Ketua Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, I Made Nova Antara, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi seluruh anggota sanggar. Menurutnya, seluruh garapan yang dibawakan dirancang selaras dengan tema Atma Kertih yang diusung PKB XLVIII 2026.

"Tahun ini kami menampilkan 4 materi. Yang pertama adalah Tari Wiranata yang menggambarkan heroik tentang kepahlawanan. Yang kedua, Tabuh Keklentangan yang bertemakan Manuk Dewata yang merupakan sarana pengabenan. Yang ketiga, kami menampilkan tari kreasi dengan judul Luwih Linggih, yaitu sebuah perjalanan atma yang notabene diberikan tempat yang baik dan istimewa," ujar Nova Antara.

Pertunjukan kemudian ditutup melalui tabuh kreasi Ugal-Agil yang mengisahkan perjalanan atma melewati Titi Ugal-Agil, sebuah jembatan penuh ujian dalam filosofi masyarakat Bali. Keseluruhan rangkaian karya dirancang sebagai refleksi penghormatan terhadap perjalanan dan kemuliaan sang atma.

"Tema ini sesuai dengan tema PKB yakni Atma Kertih, yaitu memuliakan sang atma. Jadi semuanya tercermin dari setiap garapan yang kami bawakan hari ini," imbuhnya.

Sebanyak 44 seniman yang seluruhnya merupakan krama Desa Adat Legian menjalani latihan intensif selama kurang lebih empat bulan demi menyajikan penampilan terbaik di panggung PKB.

Nuansa teatrikal yang dihadirkan dalam tabuh kreasi semakin memperkuat pertunjukan. Visualisasi prosesi pengabenan, sosok raksasa sebagai simbol penguji atma, penari yang diangkat tinggi dengan kain menjuntai, hingga transformasi bokoran menjadi hiasan kepala daksina linggih menghadirkan sajian artistik yang sarat makna spiritual.

Penampilan Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan pun mendapat sambutan meriah dari penonton, baik masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara. Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi seniman muda Legian tetap terjaga dan mampu menghadirkan karya berkualitas yang memperkaya panggung Pesta Kesenian Bali 2026. (ap)
Read More

Jumat, 03 Juli 2026

𝗟𝗼𝗺𝗯𝗮 𝗣𝗮𝗱𝘂𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗛𝗞𝗚 𝗣𝗞𝗞 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘀𝗮𝗺𝗯𝘂𝘁 𝗔𝗻𝘁𝘂𝘀𝗶𝗮𝘀, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗲𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗠𝘂𝗱𝗮 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗟𝗮𝗴𝘂 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵

Juli 03, 2026 0
Lomba Paduan Suara HKG PKK Bali Disambut Antusias, Perkuat Kecintaan Generasi Muda pada Lagu Daerah

DENPASAR, Lensabali.id – Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Lomba Paduan Suara antarkabupaten/kota yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (2/7). Ajang yang menjadi bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 itu dipadati penonton yang turut menikmati kemeriahan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII.

Suasana kompetisi berlangsung semarak sejak awal perlombaan. Sorak dukungan bergema di dalam gedung ketika setiap tim tampil membawakan lagu-lagu yang telah ditentukan. Kursi penonton pun dipenuhi para pendukung dari masing-masing kabupaten/kota, bersama masyarakat umum yang antusias menyaksikan jalannya lomba.

Kegiatan ini melibatkan siswa-siswi SMA/SMK dari seluruh Bali sebagai representasi generasi muda. Selain lomba paduan suara, TP PKK Provinsi Bali sebelumnya juga menggelar Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta Lomba Memasak Olahan Pangan Lokal Nonberas dan Olahan Ikan.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian perlombaan dirancang sebagai wadah pembinaan generasi muda melalui pendekatan kesehatan, keterampilan, dan pelestarian budaya.

“Maksud dan tujuan pelaksanaan perlombaan ini adalah untuk menumbuhkembangkan minat, bakat, dan kreativitas generasi muda sejak dini dalam menerapkan pola hidup sehat, keterampilan hidup (life skills), serta pengembangan seni budaya yang sejalan dengan nilai-nilai Gerakan PKK,” jelas Putri Koster.

Lomba Paduan Suara HKG PKK Bali Disambut Antusias, Perkuat Kecintaan Generasi Muda pada Lagu Daerah

Setiap kabupaten dan kota mengirimkan satu tim paduan suara yang beranggotakan 31 pelajar dari satu SMA. Masing-masing tim diberi waktu 18 menit untuk membawakan dua lagu wajib, yakni Mars PKK dan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta satu lagu pilihan yang terdiri atas Bungan Sandat, Don Dapdape, atau Mayadenawa.

Menurut Putri Koster, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media memperkenalkan kembali lagu-lagu daerah Bali kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Lomba paduan suara dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan melestarikan lagu-lagu daerah Bali kepada generasi muda. Melalui kegiatan ini, para pelajar diharapkan semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap warisan budaya daerahnya,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan perlombaan sebagai ruang belajar dan mempererat persaudaraan dengan menjunjung tinggi sportivitas serta saling menghormati antarpeserta.

Pemenang lomba akan diumumkan sekaligus menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli mendatang. (hms/ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗜𝗻𝘁𝗲𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗶𝘄𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮, 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗶𝘆𝗮𝗸𝗶𝗻𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘁𝗼𝗿𝗶𝘂𝗺 𝗞𝗲𝗮𝗿𝗶𝗳𝗮𝗻 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Juli 03, 2026 0
Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan sektor pertanian harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, sinergi kedua sektor tersebut penting agar petani tidak hanya berperan menjaga bentang alam Bali, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi yang lebih adil.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Forum Komunikasi Fakultas Pertanian Wilayah Indonesia Timur di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Kamis (2/7).

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Udayana, I Putu Sudiarta, mengundang Gubernur Koster menjadi keynote speaker pada Lokakarya dan Seminar Nasional Pertanian yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli mendatang.

Forum tersebut akan diikuti sekitar 90 dekan fakultas pertanian dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Indonesia Timur, dengan total peserta diperkirakan mencapai 200 orang. Agenda kegiatan meliputi seminar nasional, lokakarya, serta sejumlah kompetisi mahasiswa yang mengangkat tema integrasi pertanian dan pariwisata berbasis budaya.

"Konsep budaya yang diintegrasikan dengan pertanian dan pariwisata seperti di Bali menjadi sangat penting. Karena itu kami berharap Bapak Gubernur berkenan menjadi keynote speaker," ujar I Putu Sudiarta.

Menanggapi undangan itu, Koster menekankan bahwa sektor pertanian tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap industri pariwisata. Menurutnya, selama ini kawasan pertanian sering menjadi daya tarik wisata, namun nilai ekonomi yang diterima petani masih belum sebanding dengan kontribusi mereka.

"Pertanian harus berjalan sejalan dengan pariwisata. Banyak fasilitas pariwisata yang mengeksploitasi keindahan kawasan pertanian. Selain sebagai penyangga ketahanan pangan, kawasan pertanian juga menjadi objek wisata alam. Karena itu harus dikemas dengan baik agar petani memperoleh manfaat. Kalau hanya dilindungi tanpa peningkatan pendapatan petani, itu tidak adil, apalagi kebutuhan hidup terus meningkat," tegas Koster.

Gubernur Koster Dorong Integrasi Pertanian dan Pariwisata Berbasis Budaya, Bali Diyakini Jadi Laboratorium Kearifan Lokal

Ia berpandangan bahwa petani harus ditempatkan sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat dalam pengembangan pariwisata berbasis pertanian agar kesejahteraan mereka ikut meningkat.

Lebih lanjut, Koster menyebut Bali memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain, yakni sistem pertanian yang menyatu dengan budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut telah ia paparkan dalam forum internasional di London, termasuk mengenai Peraturan Daerah tentang Pertanian Organik yang disebut sebagai regulasi pertama dan satu-satunya di Indonesia.

"Di Bali, bertani bukan sekadar menanam. Ada upacara dan upakara yang mengiringi mulai dari pembibitan, pengairan hingga panen. Semua itu menjadi satu kesatuan budaya yang hanya dimiliki Bali," ujarnya.

Menurut Koster, kekayaan budaya tersebut menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Bali di tingkat global. "Kita di Bali tidak perlu lagi mencari jati diri karena sudah memilikinya sejak dahulu. Tinggal digali dan diperkuat kembali. Saya yakin Bali akan menjadi laboratorium studi dunia untuk kearifan lokal karena ilmu seperti ini hanya ada di Bali," katanya. (hms/ap)
Read More

Kamis, 02 Juli 2026

𝗞𝗲𝘁𝘂𝗮 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗟𝗲𝗽𝗮𝘀 𝗞𝗼𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗲𝗻 𝗝𝗮𝗻𝘁𝗿𝗮 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗢𝗹𝗮𝗵𝗿𝗮𝗴𝗮 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿

Juli 02, 2026 0
Ketua DPRD Badung Lepas Kontingen Jantra Tradisi Bali, Dorong Pelestarian Olahraga Warisan Leluhur

BADUNG, Lensabali.id – Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti melepas sekaligus memberikan motivasi kepada kontingen Jantra Tradisi Bali Kabupaten Badung yang akan berlaga pada Jantra Tradisi Bali Tingkat Provinsi Bali 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Sekretariat DPRD Badung, Selasa (30/6), dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.

Pada kesempatan tersebut, Anom Gumanti menyampaikan dukungan kepada seluruh atlet yang akan mewakili Kabupaten Badung di berbagai cabang olahraga tradisional Bali. Menurutnya, keikutsertaan para peserta tidak hanya membawa nama daerah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Bali agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan bahwa Jantra Tradisi Bali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi. Ajang ini dinilai menjadi ruang untuk memperkuat jati diri budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

"Jantra Tradisi Bali bukan sekadar ajang perlombaan. Ini adalah ruang untuk menjaga identitas budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap tradisi leluhur, serta memperkuat karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan gotong royong," ujar Anom Gumanti.

Pada pelaksanaan tahun ini, Kabupaten Badung mengirimkan 30 peserta. Sebanyak 18 atlet dijadwalkan bertanding pada 2 Juli 2026, sedangkan 12 peserta lainnya akan turun bertanding pada 3 Juli 2026. Mereka akan mengikuti sejumlah cabang olahraga tradisional, di antaranya tajog (egrang), terompah panjang, deduplak atau lari batok kelapa, serta megala-gala (hadang) untuk kategori putra dan putri.

Anom Gumanti berharap seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan menjaga kekompakan sebagai satu tim.

"Kami percaya anak-anak Badung memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa olahraga tradisional Bali tetap hidup dan dicintai generasi muda. Raihan prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah menjaga semangat melestarikan budaya Bali," katanya.

Politisi PDI Perjuangan asal Kuta tersebut menambahkan, olahraga tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi media pewarisan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat diperlukan agar budaya Bali terus lestari melalui keterlibatan generasi muda. (*/ap)
Read More

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗮𝗸𝘀𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝗚𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗯𝘆𝗮𝗿 𝗗𝗲𝘄𝗮𝘀𝗮, 𝗕𝗮𝗻𝗴𝗹𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗧𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗽𝗶𝗿𝗶𝘁𝘂𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Juli 02, 2026 0
Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa, Bangli dan Denpasar Tampilkan Spiritualitas Budaya Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar, Rabu (1/7) malam. Ribuan penonton disuguhkan penampilan dua duta seni dari Kabupaten Bangli dan Kota Denpasar yang mengangkat kekayaan tradisi, nilai spiritual, serta kreativitas seni pertunjukan Bali.

Kehadiran Gubernur Koster bersama jajaran kurator PKB mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di sela-sela pertunjukan, sejumlah seniman dan penonton memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan momen bersama orang nomor satu di Bali tersebut.

Pada malam itu, Kabupaten Bangli diwakili Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur dari Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, sedangkan Kota Denpasar menghadirkan Sanggar Seni Semara Budaya Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur sebagai duta pendamping.

Bangli membuka penampilan melalui Tari Ratu Kebasan yang mengangkat ritual sakral masyarakat Desa Songan. Garapan ini menggambarkan perjalanan spiritual manusia menuju penyucian diri, diawali gerak yang lembut lalu berkembang menjadi ritme penuh energi saat prosesi kerauhan berlangsung.

Koreografi yang sarat simbol memperlihatkan transformasi batin manusia dalam melepaskan ego menuju kepasrahan kepada kehendak semesta. Gerakan spontan, lompatan, dan hentakan yang kuat menghadirkan nuansa magis yang menjadi karakter utama ritual tersebut.

Sementara itu, Kota Denpasar membuka pertunjukan dengan Tari Banda Yowana, karya tari kreasi yang lahir pada 1987. Tarian tersebut menggambarkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan organisasi di kalangan generasi muda melalui komposisi gerak yang dinamis dan harmonis.

Sebagai penutup, kedua duta seni menampilkan karya monumental yang kembali memukau penonton. Bangli mempersembahkan Merujaklalang, interpretasi artistik terhadap ritus sakral masyarakat Desa Songan yang menjadi bagian penting dalam prosesi pengabenan sekaligus identitas budaya masyarakat Bali Aga.

Gubernur Koster Saksikan Parade Gong Kebyar Dewasa, Bangli dan Denpasar Tampilkan Spiritualitas Budaya Bali

Melalui tata gerak maskulin, iringan gong kebyar yang dinamis, serta dramatika perebutan rumput ilalang, pertunjukan tersebut memaknai penghancuran ego menuju penyucian jiwa sebelum mencapai keikhlasan menerima kematian sebagai bagian dari perjalanan spiritual.

Di sisi lain, Kota Denpasar menutup penampilannya lewat fragmentari Tamtam yang mengisahkan perjalanan dua atma, Gina dan Gidul. Kisah tersebut menghadirkan perjalanan spiritual menuju penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha, sekaligus menegaskan bahwa kehidupan merupakan proses penyucian diri melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan ajaran dharma hingga mencapai swargaloka.

Gubernur Wayan Koster mengapresiasi kualitas Parade Gong Kebyar Dewasa yang dinilai kembali membuktikan bahwa Pesta Kesenian Bali bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang pelestarian sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi penerus melalui karya-karya kreatif yang berakar kuat pada tradisi. (hms/ap)
Read More