Selasa, 01 September 2026
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 “𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮”, 𝗘𝗻𝗱𝗲𝗸 𝗗𝗶𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻
Sabtu, 09 Mei 2026
𝗕𝗣𝗜𝗙𝗞 𝗗𝗶𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗢𝗽𝘁𝗶𝗺𝗶𝘀𝘁𝗶𝘀 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗙𝗲𝘀𝘆𝗲𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗶𝘆𝗮 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴
Minggu, 05 April 2026
𝗗𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗳𝘂𝗺 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗰𝗼𝗯𝗮, 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟴𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻
Jumat, 03 April 2026
𝗮𝗱𝗶𝗱𝗮𝘀 𝗢𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹𝘀 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗨𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗽 𝗦𝘁𝗿𝗲𝗲𝘁𝘄𝗲𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹
Kamis, 26 Februari 2026
𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗘𝗸𝗼𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹
Selasa, 27 Januari 2026
𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗜𝗞𝗠 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝟮𝟬𝟮𝟲
Sabtu, 08 November 2025
𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟱, 𝗦𝗲𝗹𝘃𝗶 𝗚𝗶𝗯𝗿𝗮𝗻 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗝𝗮𝘁𝗶 𝗗𝗶𝗿𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶

“UMKM dan desainer Bali memiliki potensi luar biasa. Teruslah berinovasi mengikuti perkembangan zaman, namun jangan pernah meninggalkan jati diri budaya yang menjadi kekuatan kita,” ujarnya.
Selvi menilai kreativitas para perajin dan desainer Bali telah memberi inspirasi nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan hanya akan bermakna jika tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. “Inovasi tanpa karakter akan kehilangan ruhnya,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan DBFW 2025 yang dinilainya sebagai wadah strategis bagi pelaku UMKM di sembilan kabupaten/kota. “Ajang seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan diri mereka agar siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya.
.jpeg)
Selain menghadiri peragaan busana, Ny. Selvi juga meninjau Pameran IKM Bali Bangkit yang menampilkan beragam produk kriya dan busana lokal. Ia mengaku kagum pada hasil karya perajin Bali. “Produknya modern, tapi tetap memiliki sentuhan khas Bali. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya melestarikan wastra dan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia. “Setiap kain yang kita kenakan membawa nilai budaya dan kebanggaan sebagai perempuan Indonesia,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan terima kasih atas dukungan Ketua Umum Dekranas. Ia menegaskan komitmen Bali dalam membina desainer dan perajin lokal agar mampu menembus pasar global. “Dengan ketekunan dan konsistensi, kreativitas lokal akan menginspirasi dunia,” katanya.
Acara yang juga dihadiri para anggota SERUNI Kabinet Merah Putih itu menampilkan karya dari Taksu Design dengan iringan musik Gus Teja serta koleksi dari Darmawan Silver, Bara Silver, Puspa Mega, dan Geocraft. DBFW Session 2 akan dilaksanakan pada 2–8 Desember 2025 sebagai kelanjutan dari upaya memperkuat ekosistem fesyen dan kriya berbasis budaya.(hms/ap)
Rabu, 05 November 2025
𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸 𝗗𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟱 𝗗𝗮𝘆 𝟰, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝟵𝟭 𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟵 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗽𝗮𝘁𝗲𝗻/𝗞𝗼𝘁𝗮
Acara ini menampilkan 91 karya busana hasil kreativitas para desainer lokal. “Awalnya setiap daerah hanya dijadwalkan menampilkan sepuluh busana, namun karena antusiasme tinggi, jumlahnya meningkat hingga 91,” ujar Ketua Harian Dekranasda Bali, Gusti Ngurah Wiryanata.
Ia menjelaskan, setiap peserta diwajibkan menggunakan kain tradisional khas daerah masing-masing untuk memperkuat semangat pelestarian wastra lokal. Hal ini sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Bali.
Yang menarik, para peraga tak hanya berasal dari kalangan model profesional, tetapi juga Duta Endek Bali, Jegeg-Bagus, serta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran mereka memberikan sentuhan unik dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal.
DBFW 2025 mengusung tema “Wastra Hita Kara”, yang bermakna keindahan kain tradisional tak hanya terletak pada tampilan visualnya, melainkan juga nilai dan maknanya bagi kehidupan masyarakat.
Selain peragaan busana, acara juga dirangkaikan dengan Festival Anggrek dan Pasar Kuliner, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Bali.
Ajang ini diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi desainer dan perajin lokal untuk menampilkan karya terbaik sekaligus melestarikan warisan budaya wastra Bali. (hms/ap)
Senin, 03 November 2025
𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗻𝘂𝗮𝗻𝘀𝗮 𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗘𝗹𝗲𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗪𝗲𝗲𝗸 𝗗𝗮𝘆 𝟮
BULELENG, Lensabali.id - Suasana Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 hari kedua pada Minggu (2/11) terasa berbeda. Kolaborasi antara sektor keuangan dan dunia mode menghadirkan nuansa segar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar. Acara ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, yang memberikan apresiasi terhadap inovasi dalam menampilkan kain tenun khas Bali sebagai busana kerja modern.
Sebanyak tujuh lembaga keuangan ternama di Bali — Bank Indonesia Provinsi Bali, Bank Mandiri, BNI, BTN, BPD Bali, BPR Lestari, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — ambil bagian dalam peragaan busana bertema “Wastra Hita Kara”, yang berarti keindahan warisan leluhur yang membawa manfaat dan kesejahteraan.
Sebanyak 64 model tampil memukau memperagakan koleksi dalam tiga kategori busana: pakaian adat madya yang biasa dikenakan setiap Kamis sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, busana kerja kantor, serta busana pesta. Tiap rancangan menunjukkan bagaimana wastra Bali dapat diolah menjadi busana kontemporer yang elegan tanpa meninggalkan akar budaya.
.jpeg)
Kolaborasi ini menunjukkan peran nyata lembaga keuangan dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif. Melalui pendekatan mode, nilai-nilai tradisional Bali diangkat dalam konteks profesional dan modern, sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif daerah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah baru perkembangan mode di Bali yang berlandaskan kearifan lokal. “Sektor keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan UMKM dan IKM. Inilah bentuk tren mode Bali yang ideal — berakar pada budaya, namun tetap mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Wiryanata menambahkan, Dekranasda Bali Fashion Week 2025 digelar dalam dua sesi, yaitu 1–7 November dan 2–8 Desember, dengan rangkaian kegiatan seperti Festival Anggrek dan Bazar Kuliner. “Ajang ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya memperlihatkan kreativitas, tetapi juga membangun fondasi ekonomi budaya yang berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa DBFW 2025 merupakan fashion week pertama di Bali yang diinisiasi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Melalui kegiatan ini, semangat mencintai kain tenun dan warisan budaya Bali terus digelorakan. “Kita ingin Bali menjadi trendsetter mode berbasis budaya yang mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia,” pungkasnya. (hms/ap)
Senin, 27 Oktober 2025
𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗔𝗠𝗙𝗘𝗦 𝟮𝟬𝟮𝟱, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster mengapresiasi kreativitas masyarakat Bali yang memiliki potensi besar di bidang seni dan kerajinan, namun menilai pemasaran produk masih menjadi tantangan utama.
“Karena itu, harus ditingkatkan jiwa entrepreneurship-nya,” ujarnya.
Ia berharap pelaku UMKM dan IKM tak hanya mengandalkan pameran sementara, tetapi mampu membuka outlet permanen di lokasi strategis seperti hotel, bandara, dan kawasan wisata agar lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, Ibu Putri Koster mengajak para pengrajin dan desainer lokal untuk memanfaatkan program IKM Bali Bangkit, yang digagas Dekranasda Provinsi Bali sebagai wadah promosi, kurasi, dan pembinaan berkelanjutan hingga tahun 2030.
“UMKM dan IKM jangan takut. Sampaikan kepada kami jika ingin ikut pameran di Bali Bangkit. Tapi syaratnya harus continue dan konsisten. Kami akan melakukan kurasi ketat agar ada peningkatan kualitas dan daya saing produk,” jelasnya.
Ia juga menegaskan pentingnya inovasi yang berpadu dengan pelestarian budaya.
“Jangan menutup diri dari dunia luar, tapi tetap jaga jati diri dan karakter kerajinan Bali. Itu tugas kita sebagai anak bangsa,” tegasnya.
Ketua Dekranasda Provinsi Bali itu juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan BAMFES 2025, yang disebutnya menjadi jembatan penting antara pelaku UMKM, konsumen, dan calon pembeli potensial. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut sebagai ruang kreativitas yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Bali. (hms/ap)
Senin, 01 September 2025
𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗻𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗹𝗼𝗯𝗮𝗹

Ia menjelaskan, fesyen akan semakin memperkuat daya tarik Bali yang selama ini dikenal lewat seni tari, lukisan, dan budaya tradisional. “Mereka harus kuat di rumah sendiri, tapi juga mesti punya pengalaman global,” katanya, seraya menyebut bahwa Dekranasda tengah menyiapkan program keberangkatan desainer ke berbagai negara dua kali setahun hingga 2030.
Putri Koster mencontohkan keberhasilan desainer muda Bali yang sebelumnya tampil di Paris melalui kerja sama dengan Dior, serta partisipasi dalam ajang fesyen di Jepang. Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara BFP yang memberi ruang bagi desainer lokal menampilkan karya mereka.
Founder BFP, Yongki Perdana, menambahkan bahwa ajang ini bukan sekadar pergelaran busana, tetapi juga wadah menghidupkan kembali warisan budaya melalui fesyen modern. “Tradisi tidak hanya dipamerkan, tetapi dihidupkan kembali dengan sentuhan kontemporer,” ujarnya.
Tahun ini, BFP melibatkan 25 desainer dari dalam dan luar negeri dengan lebih dari 300 karya yang ditampilkan 150 model. Dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dekranasda diharapkan memperkuat UMKM sekaligus membawa fesyen Bali semakin dikenal di kancah internasional.(hms/ap)
Sabtu, 30 Agustus 2025
𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝟮𝟬𝟮𝟱: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗘𝗻𝗱𝗲𝗸 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮
Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara ini. “Upaya peningkatan perekonomian kreatif berbasis budaya lokal ini tentu menjadi tujuan yang ingin kami wujudkan. Bekerja sama dengan Dekranasda, para pemangku kepentingan, dan desainer, saya harapkan semua dapat berjalan maksimal,” ujarnya.
Koster menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gelaran fashion serupa di masa mendatang. Menurutnya, keterlibatan desainer dan model lokal dengan karya berbahan endek merupakan langkah penting dalam memajukan produk asli Bali. Ia juga menyoroti pentingnya memperluas jaringan pemasaran melalui platform digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar nasional bahkan global. “Saya harapkan kegiatan ini, yang juga membuka jaringan lebih luas melalui internet, dapat semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan menarik konsumen dari berbagai daerah,” imbuhnya.
.jpeg)
Selain itu, Gubernur mendorong para model asal Bali untuk menembus ajang fashion tingkat nasional hingga internasional, demi memperluas wawasan dan pengalaman. Sementara itu, koordinator penyelenggara Yongki Perdana menilai, Bali Fashion Parade tidak hanya memperkenalkan busana endek sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadikan Bali berpotensi berkembang menjadi fashion island atau ikon mode dunia.
Acara ini menampilkan karya enam desainer, yaitu Taksu, Basudewa, Lusi Damai, Kwace Bali, Ipong, serta Body & Mind. Dengan dukungan pemerintah dan promosi berkelanjutan, Bali Fashion Parade diharapkan dapat menjadi platform edukatif dan komersial yang mengangkat kualitas desain, daya saing, serta membuka peluang pasar internasional bagi fashion berbahan lokal Bali. (hms/ap)

.jpeg)





.jpeg)



.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
