LENSA BALI: Fashion

Hot


Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fashion. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 September 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 “𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗛𝗶𝘁𝗮𝗸𝗮𝗿𝗮”, 𝗘𝗻𝗱𝗲𝗸 𝗗𝗶𝗱𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻

September 01, 2026 0
Gubernur Koster Hadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, Endek Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Perajin

DENPASAR, Lensabali.id – Dekranasda Bali kembali menggelar Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster.

“Wastra Hitakara” menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelestarian sekaligus pengembangan kain tenun endek Bali. Kegiatan tersebut juga melibatkan ASN sebagai pengguna dan konsumen produk industri kecil dan menengah (IKM) lokal, sekaligus membuka ruang promosi bagi produk IKM/UMKM Bali Bangkit.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengatakan, kebijakan penggunaan busana berbahan endek bagi ASN setiap Selasa dan Jumat, serta pemakaian endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemprov Bali, Purnama dan Tilem, bukan sekadar upaya menciptakan keseragaman dalam berpakaian.

Menurutnya, kebijakan tersebut memiliki tujuan yang lebih besar, yakni menjaga warisan tenun tradisional Bali yang memiliki kekhasan motif di setiap daerah. Konsistensi penggunaan endek juga diharapkan menciptakan pasar yang berkelanjutan bagi perajin, penenun dan pelaku IKM.

Karena itu, ASN diharapkan tidak hanya mengenakan endek, tetapi ikut memperkuat rantai ekonomi lokal dengan membeli produk Bali Bangkit maupun karya perajin yang berkembang di berbagai sentra endek.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya,” tegas Ny. Putri Koster.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan harga murah sebagai alasan untuk meninggalkan produk lokal. Menurutnya, membanjirnya produk dari luar Bali dapat mengancam keberlangsungan kerajinan daerah jika tidak diimbangi kecintaan terhadap karya perajin sendiri.

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Gubernur Koster Hadiri Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, Endek Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Perajin

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Konsepnya tidak berhenti pada peragaan busana, tetapi menggabungkan kain endek dengan kreativitas desainer muda, model, koreografi dan musik sehingga menghasilkan pertunjukan yang sekaligus menjadi media promosi wastra Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai fashion show ini mampu menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Gubernur Koster.

Tahun ini, kegiatan melibatkan empat OPD, yakni Dinas PUPR Perkim Provinsi Bali, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan “Wastra Hitakara” lebih dari sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari gerakan bersama untuk melestarikan endek, memperkuat perajin dan menggerakkan ekonomi Bali. (hms/ap)
Read More

Sabtu, 09 Mei 2026

𝗕𝗣𝗜𝗙𝗞 𝗗𝗶𝗿𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗢𝗽𝘁𝗶𝗺𝗶𝘀𝘁𝗶𝘀 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗙𝗲𝘀𝘆𝗲𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗿𝗶𝘆𝗮 𝗞𝗶𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗸𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴

Mei 09, 2026 0
BPIFK Diresmikan di Bali, Giri Prasta Optimistis Industri Fesyen dan Kriya Kian Berkembang

BADUNG, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan optimisme bahwa Bali akan semakin berkembang sebagai pusat industri kreatif dan bisnis pariwisata internasional seiring diresmikannya Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) di Kuta, Badung, Jumat (8/5).

Saat mendampingi Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita dalam peresmian tersebut, Giri Prasta menegaskan bahwa Bali memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

“Kami yakin kalau ke depannya industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) lebih dikembangkan di Bali, Bali akan menjadi pusat bisnis pariwisata internasional,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran BPIFK akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) maupun UMKM di sektor fesyen dan kriya, khususnya di Bali.

“Kami mendukung penuh pembangunan BPIFK di Pulau Dewata. Dengan fasilitas yang tersedia, kami yakin pertumbuhan IKM fesyen dan kriya akan semakin meningkat,” katanya.

BPIFK sendiri dilengkapi berbagai layanan terintegrasi, mulai dari workshop fesyen, kriya logam, keramik, dan kayu, hingga creative business incubator, creative hub, serta layanan Klinik SiniBisa.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Bali dinilai sangat tepat menjadi pusat industri fesyen dan kriya nasional.

“Bali adalah hub yang paling tepat untuk mendukung pasar dalam negeri dan luar negeri,” jelasnya.

BPIFK Diresmikan di Bali, Giri Prasta Optimistis Industri Fesyen dan Kriya Kian Berkembang

Menurutnya, Bali memiliki ekosistem industri kreatif yang kuat, didukung artisan yang inovatif, kreatif, dan memiliki kualitas produk yang terjaga.

Data Kementerian Perindustrian menunjukkan Bali memiliki puluhan sentra IKM fesyen dan ratusan sentra kriya yang menjadikan provinsi ini termasuk salah satu daerah dengan sentra kriya terbesar di Indonesia.

Selain itu, pengakuan dunia internasional terhadap kriya Bali juga terlihat dari penetapan Gianyar sebagai World Craft City pada 2019.

Kehadiran BPIFK diharapkan menjadi penggerak baru bagi penguatan kapasitas industri kreatif nasional, sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. (hms/ap)
Read More

Minggu, 05 April 2026

𝗗𝗲𝗿𝗲𝘁𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗳𝘂𝗺 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹 𝗣𝗿𝗶𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗰𝗼𝗯𝗮, 𝗛𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝗥𝗽𝟴𝟬 𝗥𝗶𝗯𝘂𝗮𝗻

April 05, 2026 0
Deretan Parfum Lokal Pria yang Layak Dicoba, Harga Mulai Rp80 Ribuan

Lensabali.id – Penampilan yang menarik tidak hanya ditunjang oleh pakaian, tetapi juga aroma tubuh yang menyenangkan. Penggunaan parfum kini menjadi bagian penting dalam gaya hidup modern karena mampu meningkatkan rasa percaya diri seseorang.

Bagi pria, parfum bukan sekadar pelengkap, tetapi juga penunjang karakter. Wangi yang tepat dapat memberi kesan positif dan membuat seseorang lebih mudah diingat.

Namun, memilih parfum tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari jenis aroma, kekuatan wangi, hingga merek parfum yang digunakan.

Secara umum, aroma parfum terbagi dalam beberapa kategori seperti fresh, floral, fruity, woody, musk, spicy, dan aquatic.

Aroma fresh biasanya memberikan kesan segar dan energik, sering kali berasal dari citrus, lemon, atau bergamot. Jenis ini cocok digunakan oleh remaja hingga pekerja muda, terutama untuk aktivitas luar ruangan.

Sementara itu, aroma floral memiliki karakter lembut yang diambil dari ekstrak bunga seperti mawar atau melati. Aroma ini sering dipilih untuk kegiatan santai di dalam ruangan maupun saat bertemu pasangan.

Ada pula aroma fruity yang menghadirkan kesan manis dan ceria dari ekstrak buah seperti pear atau apel, serta aroma woody yang memberikan kesan maskulin dan dewasa karena berasal dari unsur kayu seperti cendana.

Selain aroma, para pecinta parfum biasanya memperhatikan indikator yang dikenal sebagai SPL, yaitu Sillage, Projection, dan Longevity.

Sillage menggambarkan jejak aroma yang tertinggal ketika seseorang melintas, sedangkan projection menunjukkan sejauh mana aroma parfum dapat tercium di sekitar pemakai.

Adapun longevity berkaitan dengan ketahanan aroma parfum, yang umumnya dapat bertahan antara satu hingga delapan jam, tergantung konsentrasi minyak wangi yang digunakan.

Konsentrasi parfum sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, mulai dari cologne, eau de toilette (EDT), eau de parfum (EDP), hingga extrait de parfum yang memiliki kadar minyak wangi paling tinggi.

Seiring berkembangnya industri kreatif, berbagai merek parfum lokal kini juga mampu bersaing dengan produk luar negeri. Berikut beberapa merek parfum lokal pria yang dapat menjadi pilihan.

Di antaranya Bohe, brand parfum asal Bali yang menawarkan varian seperti Ares dan Midas Man dengan harga mulai Rp150 ribuan.

Kemudian ada Bali Surfers yang menghadirkan aroma dengan nuansa pantai tropis, serta HMNS yang dikenal setelah meraih penghargaan Best Indonesia Fragrance pada Female Daily Award 2020.

Selain itu terdapat Cave yang menawarkan parfum dengan harga terjangkau mulai Rp80 ribuan, serta Kahf yang dikenal sebagai bagian dari grup Paragon dengan sejumlah varian populer seperti Revered Oud dan True Brotherhood.

Merek lain yang juga cukup diminati adalah Saff n Co, Mykonos, serta Project 1945, yang menghadirkan parfum dengan karakter aroma unik dan inspirasi lokal.

Dengan banyaknya pilihan parfum lokal berkualitas, pria kini memiliki lebih banyak alternatif untuk tampil wangi dan percaya diri tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. (*/ap)
Read More

Jumat, 03 April 2026

𝗮𝗱𝗶𝗱𝗮𝘀 𝗢𝗿𝗶𝗴𝗶𝗻𝗮𝗹𝘀 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗱𝗮𝗻𝗮 𝗨𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗲𝗽 𝗦𝘁𝗿𝗲𝗲𝘁𝘄𝗲𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

April 03, 2026 0
adidas Originals Hadir di Bali, Gerai Perdana Usung Konsep Streetwear dan Budaya Lokal



BADUNG, Lensabali.id - Brand fashion global adidas Originals resmi membuka gerai pertamanya di Bali melalui kemitraan dengan Kanmo Group, salah satu mitra ritel resmi adidas di Indonesia. Toko yang berlokasi di kawasan Sunset Road ini resmi beroperasi mulai Kamis (2/4/2026).

Pembukaan gerai tersebut menghadirkan konsep ritel yang memadukan koleksi produk adidas Originals dengan sentuhan budaya kreatif lokal, menjadikan toko ini bukan sekadar ruang belanja, tetapi juga wadah ekspresi seni dan gaya hidup.

President Director adidas Indonesia Benjamin Handradjasa menjelaskan bahwa Bali dipilih sebagai lokasi toko standalone karena memiliki ekosistem kreatif yang berkembang pesat serta komunitas yang kuat dalam dunia fashion dan budaya.

“Bali merupakan salah satu pusat kreativitas dan gaya hidup yang dinamis, dengan komunitas yang memiliki apresiasi kuat terhadap fashion dan budaya. Melalui pembukaan toko adidas Originals di Sunset Road ini, kami ingin menghadirkan ruang yang juga dapat merayakan kreativitas lokal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari konsep tersebut, adidas Originals menggandeng ilustrator asal Bali Monez untuk menghadirkan karya mural yang menghiasi interior toko.

Karya tersebut menampilkan interpretasi visual bernuansa Bali yang dipadukan dengan estetika street culture modern, menciptakan atmosfer unik yang mencerminkan karakter lokal sekaligus global.

Selain menawarkan berbagai koleksi apparel dan footwear, toko ini juga menghadirkan layanan kustomisasi apparel, di mana pelanggan dapat mempersonalisasi produk menggunakan patch desain Monez yang tersedia secara eksklusif.

Peresmian toko turut dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan koleksi adidas Originals dengan gaya streetwear yang dipadukan dengan unsur budaya Bali. (ap)
Read More

Kamis, 26 Februari 2026

𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗘𝗸𝗼𝘀𝗶𝘀𝘁𝗲𝗺 𝗜𝗻𝗱𝘂𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗦𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗼𝗸𝗮𝗹

Februari 26, 2026 0
Dekranasda Bali Fashion Day Perkuat Ekosistem Industri Sandang Lokal

DENPASAR, Lensabali.id – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster, menegaskan bahwa penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem sandang atau fashion di Pulau Dewata. Hal itu disampaikannya saat menghadiri DBFD ke-2 yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, di Taman Budaya Art Centre Denpasar.

Menurutnya, pengalaman pada periode pertama menunjukkan bahwa ketika desainer diberi ruang untuk berekspresi, ekosistem kreatif akan tumbuh secara alami. “Pengalaman di periode pertama, ketika kami memberikan perhatian kepada para desainer, maka ekosistemnya terbangun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dukungan terhadap desainer memicu lahirnya kreativitas dan inovasi karya baru. Dampaknya menjalar ke para penenun yang terdorong menciptakan motif-motif tenun terbaru, hingga melibatkan model, koreografer, musisi, dan komposer lokal yang turut merasakan manfaat dari geliat industri tersebut.

Putri Koster menambahkan, wadah yang dibangun melalui ajang seperti Dekranasda Bali Fashion Week mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. “Ternyata wadah yang kita bangun seperti Dekranasda Bali Fashion Week juga dilirik oleh pusat. Ke depannya, kegiatan kita akan diadopsi oleh Dekranas Pusat, lalu disampaikan kepada provinsi-provinsi untuk melaksanakan kegiatan yang sama,” imbuhnya.

Dekranasda Bali Fashion Day Perkuat Ekosistem Industri Sandang Lokal

Ia menegaskan komitmennya untuk semakin serius mengembangkan sektor sandang di Bali. Konsistensi tersebut terlihat dari pelaksanaan Bali Dekranasda Fashion Week (BDFW) dan Bali Dekranasda Fashion Day (BDFD) yang berdampak langsung pada peningkatan omzet pelaku UKM, khususnya dalam Pameran IKM Bali Bangkit yang berlangsung sepanjang tahun.

“Setiap kali BDFD dilaksanakan, karena kami mensyaratkan peserta yang tampil harus mencari busana di IKM Bali Bangkit, hal itu mampu mendongkrak omzet penjualan hingga mencapai Rp250–300 juta. Ini adalah bentuk partisipasi aktif ASN di lingkungan Pemprov Bali. Saya sangat mengapresiasi hal tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat Bali untuk mencintai dan menggunakan produk sandang berbahan kain tenun tradisional Bali karya desainer lokal. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda membeli pakaian bekas bermerek hanya karena harga murah, sebab hal itu dapat melemahkan ekosistem industri sandang lokal.

DBFD ke-2 sendiri menampilkan ratusan rancangan busana karya desainer Bali, mulai dari busana adat, busana kerja, hingga busana kasual. Peragaan tersebut melibatkan sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali, seperti Biro Hukum Setda, BKPSDM, RSU Dharma Yadnya, dan Dinas Sosial PPPA Provinsi Bali. (hms/ap)
Read More

Selasa, 27 Januari 2026

𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗜𝗞𝗠 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝗮𝘆 𝟮𝟬𝟮𝟲

Januari 27, 2026 0
Dekranasda Bali Dorong IKM Naik Kelas Lewat Bali Fashion Day 2026

DENPASAR, Lensabali.id - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal melalui penyelenggaraan Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026. Pelaksanaan perdana yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (26/1) malam, mencatat capaian signifikan dengan nilai transaksi penjualan produk IKM Bali Bangkit menembus lebih dari Rp255 juta hanya dalam satu kali gelaran.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali selaku Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali dalam laporannya pada kegiatan DBFD 2026 yang dihadiri Ibu Nancy Prananda Prabowo, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ibu Putri Koster, bersama para Ketua Organisasi Wanita, Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Bali, dan jajaran perangkat daerah Pemerintah Provinsi Bali.

“Dekranasda Bali Fashion Day merupakan gagasan Ibu Ketua Dekranasda Provinsi Bali untuk secara nyata mengangkat omzet pameran IKM Bali Bangkit. Dalam satu kali pelaksanaan pada Senin malam ini, tercatat transaksi penjualan lebih dari Rp255 juta berdasarkan data aplikasi yang bekerja sama dengan Bali Mall,” ujarnya.

Pada pelaksanaan perdana DBFD 2026, kegiatan ini melibatkan empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga. Sebanyak 108 model tampil memperagakan busana yang seluruhnya merupakan produk IKM, yang dibeli langsung dari tenant pameran IKM Bali Bangkit. Nilai transaksi tersebut masih berpotensi meningkat seiring belum seluruh pembelian tercatat dalam sistem.

Dekranasda Bali Dorong IKM Naik Kelas Lewat Bali Fashion Day 2026

DBFD 2026 mengusung tema Wastra Hitakara, yang menegaskan bahwa keindahan kain tradisional dan busana Bali tidak hanya memiliki nilai estetika dan budaya, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku IKM. Dalam pergelaran ini ditampilkan beragam kategori busana, mulai dari pakaian adat ke kantor hari Kamis, busana kerja hari Selasa, hingga busana kasual.

Ke depan, Dekranasda Bali Fashion Day direncanakan digelar sebanyak sembilan kali sepanjang tahun 2026 secara bergilir dengan melibatkan perangkat daerah. Setiap perangkat daerah akan memperoleh kesempatan tampil satu kali dalam setahun sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap produk IKM Bali.

Selain DBFD, pameran IKM Bali Bangkit di kawasan Art Center Denpasar juga akan terus dilaksanakan hingga tahun 2030. Program ini diarahkan untuk menjadikan Art Center sebagai pusat belanja produk lokal berkualitas atau one stop shopping bagi masyarakat dan wisatawan.

Melalui rangkaian program tersebut, Dekranasda Provinsi Bali berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan terus menguat, sehingga IKM Bali semakin berdaya saing, tumbuh berkelanjutan, dan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. (hms/ap)
Read More

Sabtu, 08 November 2025

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗗𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟱, 𝗦𝗲𝗹𝘃𝗶 𝗚𝗶𝗯𝗿𝗮𝗻 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗝𝗮𝘁𝗶 𝗗𝗶𝗿𝗶 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶

November 08, 2025 0

Hadiri DBFW 2025, Selvi Gibran Ajak Pelaku UMKM Bali Jaga Jati Diri Budaya di Tengah Inovasi

DENPASAR, Lensabali.id - Ketua Umum Dekranas, Ny. Selvi Gibran Rakabuming, menghadiri penutupan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 – Session 1 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Jumat (7/11) malam. Dalam sambutannya, ia mengajak pelaku UMKM dan desainer Bali untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal.

“UMKM dan desainer Bali memiliki potensi luar biasa. Teruslah berinovasi mengikuti perkembangan zaman, namun jangan pernah meninggalkan jati diri budaya yang menjadi kekuatan kita,” ujarnya.

Selvi menilai kreativitas para perajin dan desainer Bali telah memberi inspirasi nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan hanya akan bermakna jika tetap berpijak pada nilai-nilai budaya. “Inovasi tanpa karakter akan kehilangan ruhnya,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan DBFW 2025 yang dinilainya sebagai wadah strategis bagi pelaku UMKM di sembilan kabupaten/kota. “Ajang seperti ini penting untuk memperkuat kepercayaan diri mereka agar siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya. 
 
Hadiri DBFW 2025, Selvi Gibran Ajak Pelaku UMKM Bali Jaga Jati Diri Budaya di Tengah Inovasi

Selain menghadiri peragaan busana, Ny. Selvi juga meninjau Pameran IKM Bali Bangkit yang menampilkan beragam produk kriya dan busana lokal. Ia mengaku kagum pada hasil karya perajin Bali. “Produknya modern, tapi tetap memiliki sentuhan khas Bali. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya melestarikan wastra dan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia. “Setiap kain yang kita kenakan membawa nilai budaya dan kebanggaan sebagai perempuan Indonesia,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menyampaikan terima kasih atas dukungan Ketua Umum Dekranas. Ia menegaskan komitmen Bali dalam membina desainer dan perajin lokal agar mampu menembus pasar global. “Dengan ketekunan dan konsistensi, kreativitas lokal akan menginspirasi dunia,” katanya.

Acara yang juga dihadiri para anggota SERUNI Kabinet Merah Putih itu menampilkan karya dari Taksu Design dengan iringan musik Gus Teja serta koleksi dari Darmawan Silver, Bara Silver, Puspa Mega, dan Geocraft. DBFW Session 2 akan dilaksanakan pada 2–8 Desember 2025 sebagai kelanjutan dari upaya memperkuat ekosistem fesyen dan kriya berbasis budaya.(hms/ap)
Read More

Rabu, 05 November 2025

𝗦𝗲𝗺𝗮𝗿𝗮𝗸 𝗗𝗕𝗙𝗪 𝟮𝟬𝟮𝟱 𝗗𝗮𝘆 𝟰, 𝗡𝘆. 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝟵𝟭 𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝟵 𝗞𝗮𝗯𝘂𝗽𝗮𝘁𝗲𝗻/𝗞𝗼𝘁𝗮

November 05, 2025 0

Semarak DBFW 2025 Day 4,  Ny. Putri Koster Apresiasi 91 Busana dari 9 KabupatenKota

DENPASAR, Lensabali.id – Hari keempat pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi Pertama berlangsung meriah di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Selasa (4/11) malam. Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, turut hadir menyaksikan parade busana dari sembilan Dekranasda kabupaten/kota se-Bali.

Acara ini menampilkan 91 karya busana hasil kreativitas para desainer lokal. “Awalnya setiap daerah hanya dijadwalkan menampilkan sepuluh busana, namun karena antusiasme tinggi, jumlahnya meningkat hingga 91,” ujar Ketua Harian Dekranasda Bali, Gusti Ngurah Wiryanata.

Ia menjelaskan, setiap peserta diwajibkan menggunakan kain tradisional khas daerah masing-masing untuk memperkuat semangat pelestarian wastra lokal. Hal ini sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif berbasis budaya di Bali.

Yang menarik, para peraga tak hanya berasal dari kalangan model profesional, tetapi juga Duta Endek Bali, Jegeg-Bagus, serta sejumlah pejabat daerah. Kehadiran mereka memberikan sentuhan unik dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal. 

Semarak DBFW 2025 Day 4,  Ny. Putri Koster Apresiasi 91 Busana dari 9 KabupatenKota

Ngurah Wiryanata mengatakan, kegiatan ini merupakan inisiatif Ibu Putri Koster yang diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan. “Kami berharap semangat dan kolaborasi ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

DBFW 2025 mengusung tema “Wastra Hita Kara”, yang bermakna keindahan kain tradisional tak hanya terletak pada tampilan visualnya, melainkan juga nilai dan maknanya bagi kehidupan masyarakat.

Selain peragaan busana, acara juga dirangkaikan dengan Festival Anggrek dan Pasar Kuliner, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Bali.

Ajang ini diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi desainer dan perajin lokal untuk menampilkan karya terbaik sekaligus melestarikan warisan budaya wastra Bali. (hms/ap)
Read More

Senin, 03 November 2025

𝗕𝘂𝘀𝗮𝗻𝗮 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗻𝘂𝗮𝗻𝘀𝗮 𝗪𝗮𝘀𝘁𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗧𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹 𝗘𝗹𝗲𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗪𝗲𝗲𝗸 𝗗𝗮𝘆 𝟮

November 03, 2025 0


Busana Kerja Bernuansa Wastra Bali Tampil Elegan di Panggung Dekranasda Bali Fashion Week Day 2

BULELENG, Lensabali.id - Suasana Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 hari kedua pada Minggu (2/11) terasa berbeda. Kolaborasi antara sektor keuangan dan dunia mode menghadirkan nuansa segar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar. Acara ini turut disaksikan langsung oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, yang memberikan apresiasi terhadap inovasi dalam menampilkan kain tenun khas Bali sebagai busana kerja modern.

Sebanyak tujuh lembaga keuangan ternama di Bali — Bank Indonesia Provinsi Bali, Bank Mandiri, BNI, BTN, BPD Bali, BPR Lestari, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) — ambil bagian dalam peragaan busana bertema “Wastra Hita Kara”, yang berarti keindahan warisan leluhur yang membawa manfaat dan kesejahteraan.

Sebanyak 64 model tampil memukau memperagakan koleksi dalam tiga kategori busana: pakaian adat madya yang biasa dikenakan setiap Kamis sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, busana kerja kantor, serta busana pesta. Tiap rancangan menunjukkan bagaimana wastra Bali dapat diolah menjadi busana kontemporer yang elegan tanpa meninggalkan akar budaya. 

Busana Kerja Bernuansa Wastra Bali Tampil Elegan di Panggung Dekranasda Bali Fashion Week Day 2

Kolaborasi ini menunjukkan peran nyata lembaga keuangan dalam mendukung pelestarian budaya dan pengembangan industri kreatif. Melalui pendekatan mode, nilai-nilai tradisional Bali diangkat dalam konteks profesional dan modern, sekaligus memperkuat identitas ekonomi kreatif daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Gusti Ngurah Wiryanata, menjelaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah baru perkembangan mode di Bali yang berlandaskan kearifan lokal. “Sektor keuangan memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan UMKM dan IKM. Inilah bentuk tren mode Bali yang ideal — berakar pada budaya, namun tetap mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Wiryanata menambahkan, Dekranasda Bali Fashion Week 2025 digelar dalam dua sesi, yaitu 1–7 November dan 2–8 Desember, dengan rangkaian kegiatan seperti Festival Anggrek dan Bazar Kuliner. “Ajang ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya memperlihatkan kreativitas, tetapi juga membangun fondasi ekonomi budaya yang berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa DBFW 2025 merupakan fashion week pertama di Bali yang diinisiasi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Melalui kegiatan ini, semangat mencintai kain tenun dan warisan budaya Bali terus digelorakan. “Kita ingin Bali menjadi trendsetter mode berbasis budaya yang mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia,” pungkasnya. (hms/ap)

Read More

Senin, 27 Oktober 2025

𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗔𝗠𝗙𝗘𝗦 𝟮𝟬𝟮𝟱, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗨𝗠𝗞𝗠 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗡𝗮𝗶𝗸 𝗞𝗲𝗹𝗮𝘀

Oktober 27, 2025 0

Lewat BAMFES 2025, Ibu Putri Koster Dorong UMKM Bali Naik Kelas

BADUNG, Lensabali.id - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) untuk terus berinovasi dan mengembangkan jiwa kewirausahaan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Hal itu disampaikan saat membuka Bali Fashion Market Festival (BAMFES) 2025 di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (26/10) malam.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster mengapresiasi kreativitas masyarakat Bali yang memiliki potensi besar di bidang seni dan kerajinan, namun menilai pemasaran produk masih menjadi tantangan utama.
“Karena itu, harus ditingkatkan jiwa entrepreneurship-nya,” ujarnya.

Ia berharap pelaku UMKM dan IKM tak hanya mengandalkan pameran sementara, tetapi mampu membuka outlet permanen di lokasi strategis seperti hotel, bandara, dan kawasan wisata agar lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster mengajak para pengrajin dan desainer lokal untuk memanfaatkan program IKM Bali Bangkit, yang digagas Dekranasda Provinsi Bali sebagai wadah promosi, kurasi, dan pembinaan berkelanjutan hingga tahun 2030.
 
Lewat BAMFES 2025, Ibu Putri Koster Dorong UMKM Bali Naik Kelas

“UMKM dan IKM jangan takut. Sampaikan kepada kami jika ingin ikut pameran di Bali Bangkit. Tapi syaratnya harus continue dan konsisten. Kami akan melakukan kurasi ketat agar ada peningkatan kualitas dan daya saing produk,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya inovasi yang berpadu dengan pelestarian budaya.
“Jangan menutup diri dari dunia luar, tapi tetap jaga jati diri dan karakter kerajinan Bali. Itu tugas kita sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali itu juga menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan BAMFES 2025, yang disebutnya menjadi jembatan penting antara pelaku UMKM, konsumen, dan calon pembeli potensial. Ia berharap kegiatan ini dapat berlanjut sebagai ruang kreativitas yang memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Bali. (hms/ap)
Read More

Senin, 01 September 2025

𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗶𝗻𝗲𝗿 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗱𝘂𝗻𝗶𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗜𝗻𝘀𝗽𝗶𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗚𝗹𝗼𝗯𝗮𝗹

September 01, 2025 0
Ibu Putri Koster Karya Desainer Bali Harus Mendunia dan Jadi Inspirasi Global

BADUNGLensabali.id – Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, menyampaikan keinginannya agar karya desainer muda Bali dapat menjadi trendsetter fesyen global. Hal ini ia tegaskan saat membuka Bali Fashion Parade (BFP) 2025 Session 2 di TS Suites, Seminyak, Minggu (31/8/2025).

Ia menjelaskan, fesyen akan semakin memperkuat daya tarik Bali yang selama ini dikenal lewat seni tari, lukisan, dan budaya tradisional. “Mereka harus kuat di rumah sendiri, tapi juga mesti punya pengalaman global,” katanya, seraya menyebut bahwa Dekranasda tengah menyiapkan program keberangkatan desainer ke berbagai negara dua kali setahun hingga 2030. 
 
Ibu Putri Koster Karya Desainer Bali Harus Mendunia dan Jadi Inspirasi Global

Putri Koster mencontohkan keberhasilan desainer muda Bali yang sebelumnya tampil di Paris melalui kerja sama dengan Dior, serta partisipasi dalam ajang fesyen di Jepang. Ia juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara BFP yang memberi ruang bagi desainer lokal menampilkan karya mereka.

Founder BFP, Yongki Perdana, menambahkan bahwa ajang ini bukan sekadar pergelaran busana, tetapi juga wadah menghidupkan kembali warisan budaya melalui fesyen modern. “Tradisi tidak hanya dipamerkan, tetapi dihidupkan kembali dengan sentuhan kontemporer,” ujarnya.

Tahun ini, BFP melibatkan 25 desainer dari dalam dan luar negeri dengan lebih dari 300 karya yang ditampilkan 150 model. Dukungan Pemerintah Provinsi Bali melalui Dekranasda diharapkan memperkuat UMKM sekaligus membawa fesyen Bali semakin dikenal di kancah internasional.(hms/ap)
Read More

Sabtu, 30 Agustus 2025

𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗱𝗲 𝟮𝟬𝟮𝟱: 𝗗𝗮𝗿𝗶 𝗘𝗻𝗱𝗲𝗸 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗠𝗲𝗻𝘂𝗷𝘂 𝗣𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗙𝗮𝘀𝗵𝗶𝗼𝗻 𝗗𝘂𝗻𝗶𝗮

Agustus 30, 2025 0
Bali Fashion Parade 2025 Dari Endek Tradisional Menuju Panggung Fashion Dunia

DENPASAR, Lensabali.id – Bali Fashion Parade 2025 sukses digelar di Gedung Kertha Sabha, Sabtu (30/8), dengan melibatkan enam desainer ternama dan 21 model asal Bali. Ajang ini menjadi wadah baru bagi pengembangan ekonomi kreatif daerah, khususnya melalui pemanfaatan kain tenun tradisional endek sebagai bahan utama rancangan busana.

Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara ini. “Upaya peningkatan perekonomian kreatif berbasis budaya lokal ini tentu menjadi tujuan yang ingin kami wujudkan. Bekerja sama dengan Dekranasda, para pemangku kepentingan, dan desainer, saya harapkan semua dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Koster menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gelaran fashion serupa di masa mendatang. Menurutnya, keterlibatan desainer dan model lokal dengan karya berbahan endek merupakan langkah penting dalam memajukan produk asli Bali. Ia juga menyoroti pentingnya memperluas jaringan pemasaran melalui platform digital agar produk lokal dapat menjangkau pasar nasional bahkan global. “Saya harapkan kegiatan ini, yang juga membuka jaringan lebih luas melalui internet, dapat semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia dan menarik konsumen dari berbagai daerah,” imbuhnya. 
 
Bali Fashion Parade 2025 Dari Endek Tradisional Menuju Panggung Fashion Dunia

Selain itu, Gubernur mendorong para model asal Bali untuk menembus ajang fashion tingkat nasional hingga internasional, demi memperluas wawasan dan pengalaman. Sementara itu, koordinator penyelenggara Yongki Perdana menilai, Bali Fashion Parade tidak hanya memperkenalkan busana endek sebagai identitas budaya, tetapi juga menjadikan Bali berpotensi berkembang menjadi fashion island atau ikon mode dunia.

Acara ini menampilkan karya enam desainer, yaitu Taksu, Basudewa, Lusi Damai, Kwace Bali, Ipong, serta Body & Mind. Dengan dukungan pemerintah dan promosi berkelanjutan, Bali Fashion Parade diharapkan dapat menjadi platform edukatif dan komersial yang mengangkat kualitas desain, daya saing, serta membuka peluang pasar internasional bagi fashion berbahan lokal Bali. (hms/ap)
Read More