LENSA BALI: Adat Budaya

Hot


Tampilkan postingan dengan label Adat Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗶𝗻𝗮𝗿 𝗡𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 “𝗠𝗮𝘄𝗮𝗹𝗶 𝗥𝗶𝗻𝗴 𝗨𝗹𝘂𝗻𝗶𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗿𝘁𝗵𝗮”, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗗𝗿𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗛𝗮𝗱𝗮𝗽𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝘂𝗵 𝗧𝗿𝗮𝗻𝘀𝗻𝗮𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹

April 03, 2026 0
Gubernur Koster Buka Seminar Nasional “Mawali Ring Uluning Kertha”, Perkuat Dresta Bali Hadapi Pengaruh Transnasional

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster membuka Seminar Nasional “Mawali Ring Uluning Kertha” yang mengangkat tema strategi penguatan Dresta Bali untuk mencegah dan menangkal intervensi sampradaya asing berideologi transnasional.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (FORGAS) Provinsi Bali tersebut berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (3/4).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa di tengah arus modernisasi, digitalisasi, dan masuknya berbagai pengaruh eksternal, masyarakat Bali dituntut mampu menjaga tradisi secara sistematis tanpa bersikap reaktif ataupun emosional.

Menurutnya, langkah-langkah yang diambil harus tetap memperhatikan stabilitas sosial agar tidak memicu konflik horizontal yang dapat berdampak pada sektor pariwisata maupun perekonomian Bali.

Ia menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat ideologi bangsa yang berlandaskan Pancasila dengan tetap berakar pada tradisi dan kearifan lokal masyarakat adat.

“Bali tidak memiliki kekayaan sumber daya alam tambang seperti minyak, gas, atau batu bara. Anugerah terbesar Bali adalah kebudayaan, yang menjadi hulu atau penggerak utama sektor pariwisata dan ekonomi. Jika budaya rusak, maka daya tarik Bali akan hilang,” tegas Koster.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa desa adat merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan budaya Bali.

Berbeda dengan desa dinas yang merupakan struktur administratif negara, desa adat merupakan warisan sosiologis dan historis yang diwariskan oleh para leluhur Bali.

Untuk memperkuat kelembagaan tersebut, pemerintah telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, yang disertai berbagai regulasi turunan guna melindungi bahasa, aksara, serta busana adat Bali.

“Membangun atau mempertahankan budaya tidak bisa dibeli dengan uang. Ia membutuhkan rekayasa sosial, pemahaman ideologis, dan konsistensi, karena yang dihadapi adalah masyarakat yang terus digempur oleh pengaruh eksternal,” ujarnya.

Gubernur Koster Buka Seminar Nasional “Mawali Ring Uluning Kertha”, Perkuat Dresta Bali Hadapi Pengaruh Transnasional

Koster juga mengingatkan bahwa Bali merupakan etalase dunia yang memiliki banyak kepentingan global. Oleh sebab itu, setiap kebijakan harus dijalankan secara bijaksana dan tidak konfrontatif.

Pendekatan yang digunakan harus dapdap dan arif, yakni tegas dalam menjaga budaya namun tetap memperhatikan stabilitas sosial, ekonomi, serta iklim pariwisata.

“Ini menjadi tantangan besar ke depan. Kita sedang menghadapi berbagai faktor eksternal yang ingin berkembang di Bali. Ada yang positif, ada juga yang bisa mengancam jika kita tidak waspada. Karena itu Dresta Bali harus dijaga dengan kuat,” tambahnya.

Melalui seminar ini, Koster berharap muncul pemahaman yang lebih kuat di kalangan generasi muda dan para tokoh masyarakat mengenai pentingnya menjalankan ajaran Hindu Bali secara utuh, berdasarkan Tattwa, Susila, dan Acara yang berakar pada Dresta Bali.

Ia juga menekankan pentingnya peran desa adat dan para tokoh adat dalam memberikan edukasi serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur Hindu Nusantara. (hms/ap)
Read More

Jumat, 20 Maret 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗣𝗲𝗷𝗲𝗻𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗞𝗿𝗮𝗺𝗮 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Maret 20, 2026 0
Hadiri Karya di Pura Pejenengan, Bupati Satria Ajak Krama Jaga Budaya Bali

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menghadiri upacara Pecaruan dan Melaspas Pelinggih serta Nubung Pedagingan di Pura Pejenengan, Banjar Beneng, Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (20/3).

Kehadiran Bupati Satria tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan upacara keagamaan yang menjadi rangkaian Karya Caru Rsi Gana Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih Mapadudusan Alit.

Rangkaian karya ini akan mencapai puncaknya pada Buda Umanis Wuku Dukut, Pinanggal 25 Maret 2026, yang dipersiapkan secara gotong royong oleh krama pengempon pura.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria bersama Ny. Eva Satria turut ngayah dengan mengikuti prosesi mendem pedagingan pada salah satu pelinggih pura.

Prosesi sakral ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Manuaba dari Gria Gede Tusan, yang memimpin jalannya upacara dengan penuh khidmat.

Upacara Melaspas dan Nubung Pedagingan memiliki makna penting, yakni memberikan “nyawa” atau pranapratiștha pada bangunan suci yang telah diperbaiki, sehingga memiliki energi niskala yang harmonis dan positif.

Melalui prosesi ini, diharapkan pelinggih yang telah disucikan dapat menjadi stana yang layak bagi Ida Bhatara Bhatari serta memperkuat keseimbangan sekala dan niskala.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi atas undangan yang diberikan serta berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar.

Hadiri Karya di Pura Pejenengan, Bupati Satria Ajak Krama Jaga Budaya Bali

Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kebersamaan seluruh krama dalam menyukseskan yadnya yang dilaksanakan.

“Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dengan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Selain itu, Bupati asal Desa Sental Kangin, Nusa Penida ini juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan pemerintah daerah tanpa meninggalkan akar budaya.

Menurutnya, kekuatan Bali terletak pada kemampuannya menjaga adat, tradisi, seni, dan budaya, yang telah mengangkat nama daerah hingga dikenal di kancah internasional.

Usai persembahyangan bersama, Bupati Satria didampingi anggota DPRD Klungkung Dapil Banjarangkan Ida Bagus Ketut Arimbawa turut menghaturkan punia sebagai wujud sraddha bhakti ke hadapan Ida Bhatara Bhatari sesuhunan. (*/ap)
Read More

Kamis, 12 Maret 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗿𝗮𝗱𝗶𝘀𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗕𝗮𝗻𝘁𝘂𝗮𝗻 𝗡𝗴𝗮𝗯𝗲𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁

Maret 12, 2026 0
Bupati Satria Dorong Pelestarian Tradisi Lewat Bantuan Ngaben Massal Berbasis Desa Adat

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian adat dan budaya Bali melalui berbagai program berbasis desa adat. Salah satunya melalui bantuan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya atau ngaben massal.

Program tersebut disosialisasikan langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dalam kegiatan Sosialisasi Bantuan Pitra Yadnya Berbasis Desa Adat yang digelar di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (12/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program unggulan pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian tradisi adat sekaligus membantu masyarakat yang akan melaksanakan upacara keagamaan.

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah untuk meringankan beban masyarakat saat menyelenggarakan upacara Pitra Yadnya.

Selain itu, program ini juga diharapkan dapat memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong atau menyama braya di tengah masyarakat.

“Melalui bantuan ini mari bersama-sama terus menjaga dan meningkatkan semangat gotong royong menyama braya untuk melestarikan tradisi adat dan budaya leluhur Bali,” ujar Bupati Satria.

Ia juga mengingatkan kepada panitia pelaksana agar berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait guna memastikan proses pengajuan bantuan berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Bupati Satria menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, tetapi juga terhadap berbagai kegiatan generasi muda yang berkaitan dengan pelestarian budaya.

Salah satunya melalui bantuan pembuatan ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi serta dukungan kegiatan Sekaa Teruna Teruni, termasuk perayaan hari ulang tahun organisasi kepemudaan tersebut dengan bantuan sebesar Rp5 juta untuk setiap sekaa teruna.

Bupati Satria Dorong Pelestarian Tradisi Lewat Bantuan Ngaben Massal Berbasis Desa Adat

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Klungkung I Komang Widyasa Putra menjelaskan bahwa program bantuan ini bertujuan meningkatkan peran pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan upacara keagamaan di masyarakat.

Selain sebagai bentuk perhatian pemerintah, bantuan ini juga diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan tradisi Pitra Yadnya secara bersama-sama.

Adapun besaran bantuan yang diberikan berupa sesajen sebesar Rp5 juta per sawe atau paling banyak Rp150 juta untuk setiap kelompok pelaksana ngaben massal.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap tradisi keagamaan yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Bali dapat terus dilestarikan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam menjalankan adat dan tradisi. (ap)
Read More

Sabtu, 07 Maret 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗣𝘂𝘀𝗲𝗵 𝗞𝘂𝘁𝗮, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮: 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗥𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗯𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝗮𝗵𝘆𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻

Maret 07, 2026 0
Hadiri Karya di Pura Puseh Kuta, Wagub Giri Prasta: Pemerintah Harus Ringankan Beban Pembangunan Parahyangan

BADUNG, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus turut ngayah dalam rangkaian karya di Pura Puseh Desa Adat Kuta, Jumat (6/3). Kehadirannya menjadi bagian dari prosesi sakral yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Kuta sebagai wujud bhakti dan pelestarian tradisi keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan kegiatan adat dan keagamaan umat Hindu di Bali. Menurutnya, keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dalam menjalankan tradisi ngayah.

“Jika waktu dan tenaga umat sudah dicurahkan sepenuhnya untuk ngayah dan melaksanakan upacara keagamaan, maka biaya pembangunan atau restorasi parahyangan seharusnya dapat diringankan melalui dukungan pemerintah,” ujar Giri Prasta.

Sejak pagi hari, suasana khusyuk terasa di kawasan pura. Denting gamelan serta doa-doa yang dipanjatkan umat mengiringi pelaksanaan upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, dan Melaspas sebagai bagian dari rangkaian karya yang digelar di pura tersebut.

Pada kesempatan itu, Giri Prasta turut mengikuti persembahyangan bersama serta ngaturang ayah-ayahan dengan melaksanakan prosesi mendem di pelinggih Meru Tumpang Pitu.

Prosesi serupa juga dilaksanakan oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta yang menjalankan prosesi mendem di pelinggih Padmasana, bersama para undangan lainnya sesuai pembagian pelinggih yang telah ditetapkan oleh panitia karya.

Dalam sambutannya, Giri Prasta juga menyinggung posisi strategis kawasan Kuta sebagai pusat kegiatan ekonomi pariwisata di Kabupaten Badung. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai “dapur” perekonomian daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan.

Karena itu, ia berharap masyarakat Kuta dapat terus merasakan manfaat pembangunan sekaligus tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.

Sebagai bentuk dukungan pribadi terhadap pelaksanaan karya tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung serta penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur Bali bersama Wakil Bupati Badung.

Hadiri Karya di Pura Puseh Kuta, Wagub Giri Prasta: Pemerintah Harus Ringankan Beban Pembangunan Parahyangan

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dan para undangan yang turut menyaksikan rangkaian upacara di Pura Puseh Desa Adat Kuta.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan parahyangan di pura tersebut dapat terwujud berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Badung pada masa kepemimpinan Nyoman Giri Prasta sebagai Bupati Badung.

“Manfaat dari pembangunan ini sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa puncak karya Ngenteg Linggih di Pura Puseh Desa Adat Kuta dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026 mendatang.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan wisata Kuta yang mendunia, pelaksanaan karya di Pura Puseh menjadi pengingat bahwa kehidupan adat, tradisi, dan spiritualitas tetap menjadi fondasi utama masyarakat Bali. (*/ap)
Read More

Kamis, 05 Maret 2026

𝗣𝘂𝗿𝗶 𝗔𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗮𝗹𝗲𝗯𝗼𝗻 𝗜𝗱𝗮 𝗥𝗮𝗷𝗮𝗱𝗲𝘄𝗮𝘁𝗮, 𝗣𝘂𝗻𝗰𝗮𝗸 𝗨𝗽𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝟳 𝗠𝗮𝗿𝗲𝘁

Maret 05, 2026 0
Puri Agung Gianyar Gelar Palebon Ida Rajadewata, Puncak Upacara 7 Maret

GIANYAR, Lensabali.id - Puri Agung Gianyar menyiapkan Karya Palebon Ida Rajadewata Ida Bhagawan Blebar dengan tingkatan Utamaning Utama yang puncaknya digelar pada Saniscara Pon Ugu, Sabtu, 7 Maret 2026. Upacara ini menggunakan sarana Naga Banda, sesuai tradisi palebon panglingsir puri-puri keturunan Dalem.

Koordinator Karya Palebon, Anak Agung Gde Alit Asmara, menjelaskan penggunaan Naga Banda bukan sekadar simbol pelepasan ragawi, melainkan penghormatan atas perjalanan hidup seorang pemimpin, sulinggih, sekaligus tokoh masyarakat Gianyar.

“Sosok Ida Rajadewata meninggalkan jejak pengabdian yang membentang dari birokrasi pusat, pemerintahan daerah, hingga pengabdian spiritual di Puri Agung Gianyar,” jelasnya didampingi pratisentana dari 16 puri keturunan Ida Bhatara Manggis Kuning saat penyampaian eedan karya di Puri Anyar, Selasa (3/3).

Dalam tradisi Puri Agung Gianyar, meskipun telah menjadi sulinggih, gelar Ida Rajadewata tetap digunakan sebagai bentuk penghormatan. Semasa hidup, beliau dikenal sebagai Anak Agung Gde Agung Bharata, mantan Bupati Gianyar dua periode, yang berpulang pada 21 Februari 2026 di RSUD Sanjiwani Gianyar.

Riwayat pengabdiannya mencakup karier di Sekretariat Negara RI hingga menjabat Bupati Gianyar periode 2003–2008 dan 2013–2018. Ia dikenal menjaga keseimbangan antara pelestarian adat, budaya, dan pembangunan daerah. Setelah menjalani madwijati pada 2019, beliau menyandang nama kawikuan Ida Bhagawan Blebar.

Rangkaian upacara dimulai sejak 2 Maret 2026 dengan Mendak dan Melaspas Naga Banda, dilanjutkan tahapan Nuasen Karya, Masiram, Ngareka Kajang, hingga Ngening di Tukad Cangkir.

Pada puncak acara 7 Maret 2026, prosesi diawali Macaru dan Marisuda Bumi di Setra Adat Beng. Layon akan dipundut menuju Padma tanpa menggunakan Bade Tumpang 11 karena telah menjalani madwijati. Prosesi Manah Naga Banda dipuput Ida Padanda Peling sebelum iring-iringan menuju setra dengan urutan Gambelan, Lembu Putih, penari Gambuh Masatya, Naga Banda, dan Padmasari.

Keterlibatan desa adat menjadi bagian penting, termasuk pengerahan ratusan krama untuk sarana Padma, Lembu, dan Naga Banda. Di setra, akan dilaksanakan penghormatan dari pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri sebelum prosesi perabuan hingga nganyut ke Pantai Masceti.

Panglingsir Puri Siangan, Prof Dr Drs Anak Agung Gde Oka Wisnu Murti SH MH, menambahkan banyak tokoh nasional dan daerah telah datang melayat. “Sejak beliau meninggal (21/2) sudah banyak yang datang melayat, pejabat pusat, daerah, pasementonan Puri sejebag Bali. Hubungan pertemanan, persaudaraan,” ujarnya. (*/ap)
Read More

Rabu, 04 Maret 2026

𝗝𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗨𝗺𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗸𝗮𝗽 𝗠𝗲𝗻𝘆𝗮𝗺𝗮 𝗕𝗿𝗮𝘆𝗮

Maret 04, 2026 0
Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Bupati Satria Ajak Umar Perkuat Sikap Menyama Braya

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Klungkung I Made Satria saat memimpin rapat koordinasi pembinaan dan pengawasan ketenteraman serta ketertiban masyarakat di ruang rapat Kantor Camat Nusa Penida, Rabu (4/3).

Rapat koordinasi ini dihadiri unsur TNI/Polri, jajaran pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait. Fokus utama pertemuan adalah memperkuat sinergi dalam pengamanan dua momentum keagamaan besar yang waktunya berdekatan.

Menurut Bupati Satria, keberhasilan menjaga stabilitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sikap menyama braya dan toleransi harus terus diperkuat.

Ia menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga guna memastikan setiap instansi memahami peran dan tanggung jawabnya selama rangkaian perayaan berlangsung.

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Bupati Satria Ajak Umar Perkuat Sikap Menyama Braya

“Jadi Kabupaten Klungkung ini adalah rumah besar kita bersama. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat baik yang akan melaksanakan Catur Brata Panyepian maupun saudara-saudara beragama Muslim yang bersiap menyambut Idul Fitri untuk mengedepankan rasa menyama braya. Mari kita jaga stabilitas daerah ini dengan tidak mudah terprovokasi isu-isu yang memecah belah,” harap Bupati Satria.

Lebih lanjut, Bupati juga meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan serta memperkuat pengawasan di titik-titik strategis, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Momentum Nyepi dan Idul Fitri, lanjutnya, harus menjadi contoh nyata kerukunan umat beragama di Klungkung, sekaligus memperlihatkan bahwa keberagaman adalah kekuatan daerah.

Melalui koordinasi yang solid dan semangat kebersamaan, Pemkab Klungkung optimistis kedua perayaan dapat berlangsung khidmat, aman, dan penuh rasa saling menghormati. (*/ap)
Read More

Selasa, 03 Maret 2026

𝗜𝗸𝘂𝘁𝗶 𝗕𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗖𝗮𝗿𝘂 𝗥𝗲𝘀𝗶 𝗚𝗮𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗹𝗮𝘀𝗽𝗮𝘀 𝗕𝗮𝗹𝗲 𝗣𝗲𝗺𝗮𝗿𝘂𝗺𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗔𝗹𝗮𝘀 𝗔𝗿𝘂𝗺 𝗕𝗮𝘁𝘂𝗿, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗟𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿

Maret 03, 2026 0
Ikuti Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Gubernur Koster Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Leluhur

BANGLI, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri prosesi Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Selasa (3/3), bertepatan dengan Hari Purnama Kesanga.

Upacara yang dipuput Ida Pedanda Nabe Putra Ida Pandita Mpu Nabe Tri Dhaksa Natha berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut bersembahyang bersama ratusan pengempon dan penyungsung pura, serta mengikuti prosesi mendem pedagingan sebagai bagian dari rangkaian pemelaspas.

Jero Penyarikan Alit Pura Alas Arum Batur menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali terhadap pembangunan dan renovasi pura. Ia mengungkapkan bahwa hibah sebesar Rp1 miliar telah disalurkan pada 2024 untuk mendukung pembangunan bale pemaruman.

“Bantuan ini menjadi bukti bakti dan gotong royong umat dalam menjaga kelestarian pura,” ujarnya.

Ikuti Bakti Caru Resi Gana dan Pemelaspas Bale Pemaruman di Pura Alas Arum Batur, Gubernur Koster Teguhkan Komitmen Lestarikan Warisan Leluhur

Kehadiran Gubernur dinilai sebagai wujud komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam merawat dan memugar tempat suci sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dan sejarah Bali. Koster menegaskan pentingnya menjaga kesucian serta keindahan pura sebagai pusat spiritual dan identitas adat masyarakat Bali.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar, serta Danrem 163/Wira Satya Ida I Dewa Agung Hadi Saputra.

Pura Alas Arum Batur terletak di Desa Pakraman Batur, Kintamani, di sisi timur kawasan Pura Ulun Danu Batur dan berdampingan dengan Pura Pande Batur serta Pelinggih Ida Ratu Mbah Api. Piodalannya jatuh setiap Panglong Ping Kalih Purnama Kesanga atau dua hari setelah Purnama Kesanga.

Rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Februari 2026 dan akan berakhir pada 10 Maret 2026 dengan prosesi Pengayar, Pertanian, dan Mesineb Karya, melibatkan partisipasi aktif krama desa setempat. (hms/ap)
Read More

Kamis, 26 Februari 2026

𝗝𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗡𝘆𝗲𝗽𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗜𝗱𝘂𝗹 𝗙𝗶𝘁𝗿𝗶, 𝗪𝗮𝗯𝘂𝗽 𝗧𝗷𝗼𝗸 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗿𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗹𝗲𝗿𝗮𝗻𝘀𝗶 𝗔𝗻𝘁𝗮𝗿 𝗨𝗺𝗮𝘁

Februari 26, 2026 0
Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Wabup Tjok Surya Serukan Penguatan Toleransi

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Klungkung memperkuat koordinasi lintas sektoral guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan kondusif. Langkah ini dipimpin langsung Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mewakili Bupati Klungkung, dalam rapat di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (25/2).

Rapat tersebut melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta jajaran Forkopimda. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan elemen masyarakat menjadi fokus utama demi menjaga stabilitas dan keharmonisan wilayah.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi. Setiap pihak diminta memastikan tugas dan tanggung jawabnya berjalan optimal, terutama dalam pengamanan momentum keagamaan yang berlangsung berdekatan.

“Langkah ini diambil guna memastikan seluruh rangkaian ibadah kedua umat beragama dapat berjalan dengan khusyuk, aman, dan tetap mengedepankan semangat moderasi dan toleransi beragama di wilayah Kabupaten Klungkung,” ujar Wabup Tjok Surya.

Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Wabup Tjok Surya Serukan Penguatan Toleransi

Ia menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga bersama. Momentum Nyepi dan Idul Fitri, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk memperkuat nilai persaudaraan dan saling menghormati antarumat beragama.

Selain pengamanan, rapat juga membahas pengaturan teknis di lapangan, termasuk koordinasi pengawasan wilayah, pengendalian arus lalu lintas, serta langkah antisipatif terhadap potensi gangguan ketertiban umum.

FKUB turut berperan aktif dalam membangun komunikasi lintas umat, sehingga setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami dan didukung bersama. Pendekatan dialogis dinilai efektif menjaga situasi tetap kondusif.

Pemkab Klungkung berharap seluruh masyarakat turut berpartisipasi menjaga ketertiban dan menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat. Kesadaran kolektif menjadi kunci terciptanya suasana damai.

Dengan sinergi yang terbangun sejak dini, pemerintah optimistis perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini dapat berlangsung lancar, aman, serta memperkuat citra Klungkung sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi. (*/ap)
Read More

Senin, 23 Februari 2026

𝗛𝗨𝗧 𝗞𝗲-𝟰 𝗦𝗞𝗛𝗗𝗡𝗣, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗡𝗲𝗴𝗮𝗿𝗮 𝗪𝗮𝗷𝗶𝗯 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵𝗶 𝗞𝗲𝗯𝘂𝘁𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗹𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Februari 23, 2026 0
HUT Ke-4 SKHDNP, Gubernur Koster: Negara Wajib Hadir Penuhi Kebutuhan Sulinggih demi Kelestarian Budaya Bali

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa keberadaan para sulinggih merupakan pilar penting dalam menjaga keseimbangan dan keharmonisan Bali, khususnya dalam ranah niskala. Karena itu, pemerintah memiliki kewajiban moral dan struktural untuk memberi perhatian serta perlindungan terhadap kebutuhan mereka.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat (Dhira Sera Dharma Manah) di Sekretariat SKHDN Pusat, Denpasar, Minggu (22/2).

Menurut Koster, Bali dengan luas wilayah yang relatif kecil dan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa memiliki karakter berbeda dibandingkan provinsi lain. Pembeda itu adalah budaya yang tidak sekadar menjadi simbol, melainkan dijalankan sebagai cara hidup masyarakat.

Budaya dan adat Bali terwujud dalam praktik ritual yang mengiringi kehidupan sehari-hari. Mulai dari upacara sederhana seperti saiban dan canang, hingga ritual agung seperti Eka Dasa Rudra yang diwariskan secara turun-temurun. Konsistensi inilah yang menjadikan Bali tetap ajeg di tengah perubahan zaman.

Kebiasaan spiritual yang melekat dalam kehidupan masyarakat itu, lanjutnya, juga menjadi magnet kuat yang menarik wisatawan dunia datang ke Bali.

“Bali dibedakan oleh kebudayaan yang dimiliki, dilestarikan dan dijaga hingga saat ini. Jangan sampai kita kehilangan jati diri dan kebiasaan hidup lantaran mengimpor budaya asing, dan mematikan budaya lokal itu sendiri. Karena kekuatan itu letaknya ada pada kebudayaan, adat dan istiadat tersebut,” tegasnya.

Ia juga menggariskan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali bersumber dari kebudayaan. Oleh sebab itu, seluruh elemen adat dan tradisi harus dijaga secara terarah agar mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari luar maupun dari dalam.

Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Koster mengajak krama Bali menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Nilai-nilai etika, sopan santun, moral, norma, serta toleransi harus terus diperkuat dalam kehidupan bermasyarakat.

HUT Ke-4 SKHDNP, Gubernur Koster: Negara Wajib Hadir Penuhi Kebutuhan Sulinggih demi Kelestarian Budaya Bali

“Agar tidak kehilangan jati diri dan magnet yang dimiliki selama ini, berhubung Bali tidak memiliki sumber daya alam, kecuali budaya, maka Bali harus hidup dan terus berkembang dengan budaya yang dimilikinya. Oleh sebab itu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dijalankan baik secara sekala dan niskala,” katanya.

Ia menekankan bahwa tatanan niskala tidak boleh diganggu dan harus dijaga oleh para sulinggih. Pemerintah sebagai guru wisesa berkewajiban memberi perlindungan agar mereka dapat menjalankan swadarma sesuai dresta Bali, sehingga Bali tetap damai dan pura-pura terpelihara dengan baik.

Sementara itu, Dang Dhira Rajya/Rajya Rshi (Manggala Uttama) SKHDN Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyatakan para sulinggih se-Bali akan terus konsisten menjaga keseimbangan sekala dan niskala demi kedamaian dan keberlanjutan Bali melalui (hms/ap)
Read More

Minggu, 22 Februari 2026

𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗣𝗲𝗿𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮𝗮𝗻 𝗣𝗕𝗜, 𝗡𝗶 𝗟𝘂𝗵 𝗗𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸: 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗻𝘂𝗵 𝗛𝗮𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁 𝗗𝗲𝗻𝗽𝗮𝘀𝗮𝗿

Februari 22, 2026 0
Soal Pernyataan PBI, Ni Luh Djelantik: Jangan Bunuh Harapan Rakyat Denpasar

BULELENG, Lensabali.id - Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, angkat suara terkait rencana pelaporan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara oleh Forum Sinergi Komunitas Merah Putih (FSKMP). Pelaporan tersebut berkaitan dengan pernyataan Jaya Negara mengenai penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK).

Ni Luh secara tegas meminta agar rencana laporan itu dibatalkan. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap Jaya Negara, termasuk langkah Pemerintah Kota Denpasar dalam merespons penonaktifan 24.401 penerima manfaat PBI Desil 6–10 di Kota Denpasar.

"Sejak awal sudah menyampaikan bahwa kami mendukung penuh kebijakan beliau. Kalau ada kekeliruan dalam penyampaian, kita ini manusia punya adab. Tapi jangan sampai membunuh harapan ratusan ribu rakyat Denpasar, bahkan jutaan rakyat Bali, yang hari ini membutuhkan pemimpin yang melayani," kata Ni Luh di Buleleng, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, Jaya Negara tengah berupaya memastikan warga, khususnya masyarakat kurang mampu, tetap memperoleh akses layanan kesehatan melalui skema PBI BPJS. Rencana pelaporan dinilai justru berpotensi mengganggu pelayanan publik.

"Batalkan laporan itu. Tidak ada gunanya. Jangan cari masalah dengan orang Bali. Kami punya cara kami sendiri untuk melayani masyarakat," tegasnya.

Ni Luh juga menyoroti bahwa Jaya Negara telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas pernyataannya. Ia mengingatkan persoalan PBI bukan sekadar isu administratif, melainkan menyangkut keselamatan warga.

"Ini orang yang mau cuci darah terancam tidak bisa cuci darah, lalu diperjuangkan. Presiden RI, Bapak Prabowo, saya yakin sangat memahami kondisi di lapangan. Tidak mungkin beliau mencederai perjuangan untuk menyejahterakan rakyat," ujarnya.

Ia menambahkan, dukungannya bukan didasari kepentingan politik semata, melainkan pada substansi kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

"Terlepas dari urusan politik dan partai, kami tegak lurus dengan perjuangan yang pro rakyat. Saya ini orang yang sangat kritis terhadap kepala daerah. Tapi kalau programnya benar-benar untuk rakyat dan dilakukan dengan tulus, ya gas pol," pungkasnya. (*/ap)
Read More

Sabtu, 21 Februari 2026

𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗜𝗺𝗹𝗲𝗸 𝗜𝗡𝗧𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗺𝗼𝗻𝗶 𝗧𝗶𝗼𝗻𝗴𝗵𝗼𝗮–𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗦𝗲𝗹𝗮𝗿𝗮𝘀 𝗩𝗶𝘀𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗿𝘂

Februari 21, 2026 0
Hadiri Imlek INTI Bali, Wagub Giri Prasta Tegaskan Harmoni Tionghoa–Bali Selaras Visi Bali Era Baru

DENPASAR, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali di Hongkong Garden, Sanur, Jumat (20/2). Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menegaskan eratnya hubungan historis dan kultural antara masyarakat Tionghoa dan Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa relasi persaudaraan Tionghoa dan Bali telah terjalin sejak ratusan tahun silam, melahirkan akulturasi budaya yang unik dan harmonis.

“Akulturasi budaya Tionghoa dan Bali dapat kita lihat dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari arsitektur pura, penggunaan pis bolong dalam upacara, seni, hingga tradisi dan kuliner. Semua itu menjadi bukti nyata bahwa napas kebersamaan telah tumbuh dan menyatu dalam harmoni,” kata Wagub.

Keberadaan INTI Bali dinilai memiliki peran strategis dalam mempererat persatuan sekaligus mendorong kontribusi aktif masyarakat Tionghoa bagi keutuhan bangsa. Semangat tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Mengusung tema “Satu Langkah, Banyak Warna, Merajut Kebersamaan”, perayaan tahun ini dimaknai sebagai refleksi atas keberagaman yang menjadi kekuatan Bali. Momentum Imlek diharapkan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi ruang memperkuat sinergi dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui kolaborasi dengan UMKM, menjaga stabilitas sosial, serta mengawal visi 100 Tahun Bali Era Baru (2025–2125).

“Tidak ada mayoritas atau minoritas. Yang ada adalah kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Indonesia,” tegasnya.

Ketua INTI Bali, Putu Agung Prianta, menambahkan bahwa Imlek bukan sekadar pergantian kalender, tetapi momentum mempererat solidaritas.

“Indonesia tidak dibangun oleh satu warna, melainkan oleh keberanian banyak warna untuk berjalan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan jejak panjang relasi Tionghoa dan Bali sejak era Dinasti Tang, termasuk kisah perkawinan raja Bali dengan putri Tiongkok Kang Ching Wie sebagai simbol perjumpaan budaya. Ornamen arsitektur, kehidupan sosial, hingga kuliner menjadi saksi bahwa keberagaman telah menyatu secara alami dalam keseharian masyarakat Bali.

Memasuki Tahun Kuda Api, simbol yang melambangkan energi, keberanian, dan kemandirian, ia mengajak seluruh elemen masyarakat melangkah maju dengan semangat nasionalisme, kolaborasi, dan inklusivitas.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Denpasar, Zhang Zhisheng, menyampaikan bahwa Tiongkok dan Indonesia merupakan kekuatan penting di kawasan Global Selatan. Ia menilai hubungan bilateral kedua negara terus berkembang dan memasuki fase baru yang saling menguntungkan.

Data perdagangan tahun 2025 menunjukkan total nilai perdagangan bilateral mencapai USD 167,5 miliar atau naik 13,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat USD 82,2 miliar, meningkat 15,6 persen.

Hadiri Imlek INTI Bali, Wagub Giri Prasta Tegaskan Harmoni Tionghoa–Bali Selaras Visi Bali Era Baru

Di sektor pariwisata, 1,34 juta wisatawan Tiongkok daratan berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025, dengan 537.000 di antaranya memilih Bali—naik 19 persen dibanding 2024.

“Kami berharap kerja sama pragmatis di berbagai bidang akan berkembang lebih cepat dan lebih baik di Tahun Kuda, seperti kuda yang berlari kencang,” ujarnya.

Perayaan Imlek berlangsung meriah dan sarat tradisi. Prosesi yu sheng—tradisi mengaduk hidangan bersama sebagai simbol rezeki dan kemakmuran—menjadi salah satu momen yang penuh makna. Para undangan mengangkat sumpit tinggi-tinggi sebagai lambang harapan akan peningkatan keberuntungan di tahun baru.

Pertunjukan barongsai dan liong, tarian tradisional Tionghoa, serta alunan musik bernuansa oriental menambah semarak suasana. Dominasi warna merah dan emas memperkuat simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran. Perayaan juga diisi doa bersama demi kesehatan, keharmonisan, serta kemajuan Bali dan Indonesia. (hms/ap)
Read More

Kamis, 19 Februari 2026

𝗟𝗼𝗴𝗶𝘁𝗲𝗰𝗵 𝗚 𝗣𝗿𝗼 𝗫𝟮 𝗦𝘂𝗽𝗲𝗿𝘀𝘁𝗿𝗶𝗸𝗲 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿 𝗱𝗶 𝗥𝗜, 𝗠𝗼𝘂𝘀𝗲 𝗘𝘀𝗽𝗼𝗿𝘁𝘀 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗟𝗮𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗨𝗹𝘁𝗿𝗮 𝗥𝗲𝗻𝗱𝗮𝗵

Februari 19, 2026 0
Logitech G Pro X2 Superstrike Hadir di RI, Mouse Esports dengan Latensi Ultra Rendah

JAKARTA, Lensabali.id – Logitech resmi menghadirkan mouse gaming flagship terbarunya, Logitech G Pro X2 Superstrike, ke pasar Indonesia. Perangkat ini mencuri perhatian karena mengusung konsep klik revolusioner tanpa switch mekanis, dengan mengandalkan teknologi haptic dan sistem induktif untuk meningkatkan presisi serta personalisasi bagi gamer kompetitif.

“Kecepatan adalah kunci di setiap momen, dan setiap momen itulah yang menentukan kemenangan sebuah pertandingan,” ujar Robin Piispanen, General Manager PRO dan SIM Logitech G. Menurutnya, Superstrike tidak hanya menawarkan kecepatan klik, tetapi juga fleksibilitas pengaturan yang lebih mendalam. “Perangkat ini adalah bukti nyata dari komitmen kami terhadap inovasi kecepatan dan kontrol,” tambahnya.

Logitech G Pro X2 Superstrike dirancang khusus untuk kebutuhan esports profesional dengan latensi serendah mungkin. Mouse ini mengusung teknologi Haptic Inductive Trigger System (HITS) yang menggantikan micro-switch konvensional. Sensasi klik dihasilkan melalui motor getar dengan enam tingkat intensitas yang dapat disesuaikan pengguna.

Melalui software Logitech G HUB, pengguna dapat mengatur actuation point hingga 10 pilihan dan reset point dalam lima opsi. Logitech mengklaim teknologi ini mampu memangkas latensi klik hingga 30 milidetik, memberikan keunggulan respons dalam pertandingan kompetitif.

Dari sisi performa, mouse ini dibekali sensor Hero 2 dengan resolusi hingga 44.000 DPI, tracking speed 888 IPS, dan akselerasi 88G. Logitech G Pro X2 Superstrike mendukung polling rate nirkabel hingga 8.000 Hz lewat dongle Lightspeed, serta 1.000 Hz melalui koneksi USB-C. Bobotnya hanya 61 gram, mempertahankan desain simetris khas seri PRO Wireless.

Daya tahan baterai diklaim mencapai hingga 90 jam pemakaian dan mendukung pengisian nirkabel Powerplay. Mouse ini kompatibel dengan Windows dan macOS.

Di Indonesia, Logitech G Pro X2 Superstrike akan mulai dijual pada 20 Februari 2026 dengan harga Rp 3.278.200 melalui Logitech G Official Store di marketplace online dan toko retail gaming resmi. (*/apn)
Read More

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗛𝗮𝗱𝗶𝗿𝗶 𝗥𝗮𝗸𝗼𝗿 𝗙𝗼𝗿𝗸𝗼𝗽𝗶𝗺𝗱𝗮 𝘀𝗲-𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗞𝗮𝘄𝗮𝗹 𝗜𝗺𝗽𝗹𝗲𝗺𝗲𝗻𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗔𝗿𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗦𝘁𝗿𝗮𝘁𝗲𝗴𝗶𝘀 𝗣𝗿𝗲𝘀𝗶𝗱𝗲𝗻

Februari 19, 2026 0
Bupati Satria Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Kawal Implementasi Lima Arahan Strategis Presiden

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Diperluas Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (19/2).

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan instruksi Presiden RI guna memastikan Bali tetap menjadi destinasi dunia yang aman, asri, dan teratur. Terdapat lima poin penekanan utama yang menjadi mandat bagi seluruh kepala daerah di Bali untuk segera diimplementasikan yakni :

1. Gerakan Bersih Sampah (Sungai, Laut, dan Danau): pentingnya aksi nyata pembersihan sampah di sungai, laut dan danau


2. Penertiban Estetika Kota (Iklan & Baliho): Melakukan pembersihan dan penataan ulang terhadap iklan reklame serta baliho yang tidak berizin, rusak, atau dipasang secara semrawut.


3. Manajemen Kemacetan: Mendorong pemerintah daerah untuk melakukan rekayasa lalu lintas dan optimalisasi infrastruktur jalan di titik-titik rawan macet.


4. Keamanan dan Ketertiban Wilayah: Memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI/Polri dalam menjaga kondusivitas wilayah. Stabilitas keamanan adalah kunci utama Bali sebagai pusat kegiatan internasional dan destinasi pariwisata dunia.

5. Pengendalian Izin Alih Fungsi Lahan: Melakukan pengawasan ketat terhadap perizinan alih fungsi lahan, terutama lahan pertanian produktif (Sawah) dan kawasan hijau. Pembangunan harus berjalan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) demi menjaga kelestarian alam Bali di masa depan.

Bupati Satria Hadiri Rakor Forkopimda se-Bali, Kawal Implementasi Lima Arahan Strategis Presiden

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan kelima poin penekanan tersebut di wilayah Kabupaten Klungkung. Beliau menegaskan bahwa langkah-langkah penertiban dan pembersihan akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Bali, para Kepala Daerah se-Bali, serta pimpinan instansi vertikal terkait. (*/ap)
Read More

Selasa, 10 Februari 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿: 𝗪𝗛𝗗𝗜 𝗣𝗶𝗹𝗮𝗿 𝗣𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗕𝘂𝗱𝗮𝘆𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶

Februari 10, 2026 0
Gubernur Koster: WHDI Pilar Penting Pelestarian Budaya Bali

DENPASAR, Lensabali.id — Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi jajaran Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (9/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dan organisasi perempuan Hindu dalam menjaga keajegan adat, tradisi, serta kearifan lokal Bali.

Ketua WHDI Provinsi Bali, Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara, melaporkan bahwa WHDI Bali telah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) dan berhasil menetapkan ketua baru secara sah dan demokratis. Hasil musyawarah tersebut dilaporkan langsung kepada Gubernur Bali sebagai bentuk pertanggungjawaban organisasi.

Dalam audiensi itu, WHDI Bali juga menyampaikan harapan agar Gubernur Bali Wayan Koster berkenan menjadi pelindung WHDI Provinsi Bali, guna memperkuat peran organisasi dalam mendukung pembangunan Bali yang berlandaskan budaya, adat, dan nilai-nilai Hindu.

Selain itu, Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara memaparkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun WHDI yang tahun ini difokuskan pada upaya pelestarian budaya Bali. Sejumlah lomba digelar sebagai sarana edukasi dan regenerasi budaya, di antaranya wirama, kidung, dharma wacana, gebogan, serta jejaitan (pejati).

Kegiatan tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali sebagai wujud komitmen bersama dalam mengajegkan adat dan budaya Bali. WHDI Bali juga secara resmi mengundang Gubernur Bali untuk hadir dalam perayaan tersebut sebagai simbol dukungan dan sinergi antara pemerintah dan organisasi perempuan Hindu.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga kemurnian adat, tradisi, dan tata cara keagamaan Hindu Bali. Ia mengingatkan agar umat Hindu Bali beragama dengan baik dan benar sesuai kearifan lokal, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajaran dari luar yang tidak sejalan dengan nilai budaya Bali.

Gubernur Koster: WHDI Pilar Penting Pelestarian Budaya Bali

“Peran WHDI sangat strategis dan kini semakin penting. Dalam keluarga dan masyarakat, terutama dalam menjaga, menanamkan, dan mewariskan nilai adat, tradisi, serta budaya Bali kepada generasi berikutnya,” tegas Gubernur Koster.

Menurutnya, WHDI memiliki peran vital karena kiprahnya menyentuh langsung pendidikan keluarga, kehidupan sosial, serta praktik keagamaan di tingkat akar rumput. Hal inilah yang menjadikan WHDI sebagai mitra penting pemerintah dalam menjaga keberlanjutan adat dan tradisi Bali.

Audiensi ini menegaskan komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Bali dan WHDI untuk terus menguatkan pembangunan Bali yang berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya sebagai roh utama pembangunan daerah. (hms/ap)
Read More

Minggu, 08 Februari 2026

𝗡𝗴𝗮𝘆𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗣𝗮𝗺𝗿𝗶𝗵, 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗴𝗮𝗺 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝟱𝟬𝟯 𝗣𝗲𝗰𝗮𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁 𝗕𝘂𝗹𝗲𝗹𝗲𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗶𝗮𝗽𝗸𝗮𝗻 𝗜𝗻𝘀𝗲𝗻𝘁𝗶𝗳 𝗥𝗽𝟱𝟬 𝗝𝘂𝘁𝗮 𝗽𝗲𝗿 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗔𝗱𝗮𝘁

Februari 08, 2026 0
Ngayah Tanpa Pamrih, Koster Serahkan Seragam untuk 503 Pecalang Desa Adat Buleleng dan Siapkan Insentif Rp50 Juta per Desa Adat

BULELENG, Lensabali.id — Bertepatan dengan perayaan Tumpek Uye, Sabtu (7/2/2026), Gubernur Bali Wayan Koster bertatap muka dengan pecalang Desa Adat Buleleng di Setra Desa Adat Buleleng. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster menyerahkan bantuan seragam kepada 503 pecalang dari 14 banjar adat sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka yang selama ini ngayah tanpa pamrih.

Bantuan seragam lengkap berupa udeng, baju, kamen, dan saput dengan nilai total Rp250 juta itu merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna. Gubernur Koster menegaskan, perhatian ini diberikan sebagai apresiasi atas peran pecalang yang konsisten menjaga ketertiban adat dan keharmonisan sosial di Bali.

Usai Desa Adat Buleleng, Gubernur Koster menyampaikan rencana untuk menyalurkan bantuan seragam serupa kepada seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya mencapai lebih dari 20 ribu orang, sehingga ke depan pecalang memiliki identitas seragam yang sama.

Di sela pembagian seragam, Gubernur Koster membuka dialog dengan suasana hangat dan kekeluargaan. Dalam dialog tersebut, salah satu pecalang menyinggung rencana pemberian insentif bagi pecalang di desa adat. Menanggapi hal itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pengamanan adat sekaligus penjaga kedamaian masyarakat Bali.

“Kontribusi pecalang sangat besar. Karena itu saya memang memikirkan bagaimana memberi perhatian yang layak kepada pecalang melalui desa adat,” ujar Koster.

Namun demikian, Gubernur Koster menjelaskan bahwa realisasi insentif belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah provinsi masih menghitung kemampuan anggaran di tengah pelaksanaan sejumlah program prioritas pembangunan.

“Mudah-mudahan 2027 atau paling lambat 2028 bisa direalisasikan. Tidak bisa hanya satu kabupaten, harus se-Bali,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng tersebut.

Ia menambahkan, alokasi dana Rp50 juta per desa adat nantinya akan dikhususkan sebagai insentif pecalang dan tidak diperuntukkan bagi kepentingan lain. Program ini, menurutnya, telah masuk dalam perencanaan dan pembahasan lintas pihak.

“Saat ini masih banyak yang harus dikerjakan, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur. Mohon sabar dulu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menekankan pentingnya desa adat dan pecalang sebagai fondasi utama keberlanjutan Bali. Desa adat disebutnya sebagai penyangga adat, budaya, dan kearifan lokal agar tidak tergerus arus modernisasi.

“Kalau tidak ada desa adat, Bali mungkin tidak bisa eksis seperti sekarang. Ini yang membedakan Bali dengan daerah lain,” paparnya.

Kelian Desa Adat Buleleng menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur Koster. “Dukungan ini sangat berarti bagi kami, pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa,” ucapnya.

Ngayah Tanpa Pamrih, Koster Serahkan Seragam untuk 503 Pecalang Desa Adat Buleleng dan Siapkan Insentif Rp50 Juta per Desa Adat

Rasa bangga juga disampaikan para pecalang. Pecalang Banjar Adat Kalintu I Nengah Bagus Mahendra bersama Pecalang Banjar Adat Banjar Jawa Made Dwi Arsa Nata mengaku kini lebih percaya diri menjalankan tugas.

“Sekarang seragam sudah satu pasikian pecalang Bali, kami merasa lebih layak dan gagah,” ujar Dwi Arsa.

Terkait rencana insentif, para pecalang berharap komitmen pemerintah dapat segera terwujud, mengingat selama ini pecalang murni ngayah untuk kepentingan adat tanpa menerima imbalan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta istri, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, serta jajaran DPRD dan prajuru Desa Adat Buleleng. (*/ap)
Read More

Sabtu, 07 Februari 2026

𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗨𝘆𝗲 𝗱𝗶 𝗪𝗮𝘁𝘂 𝗞𝗹𝗼𝘁𝗼𝗸, 𝗣𝗲𝗺𝗸𝗮𝗯 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗴𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗲𝘀𝘁𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗔𝗹𝗮𝗺

Februari 07, 2026 0
Tumpek Uye di Watu Klotok, Pemkab Klungkung Teguhkan Komitmen Pelestarian Alam

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung memperingati Hari Raya Tumpek Uye dengan menggelar persembahyangan bersama yang dipusatkan di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Sabtu (7/2/2026), bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Uye. Kegiatan ini menjadi momentum memuliakan satwa sekaligus menjaga keharmonisan alam semesta.

Tumpek Uye, yang juga dikenal sebagai Tumpek Kandang, dimaknai sebagai hari penghormatan terhadap hewan yang selama ini berperan penting dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai pelestarian alam diwujudkan melalui konsep Segara Kerthi, sejalan dengan ajaran kearifan lokal Sad Kerthi.

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi persembahyangan, tetapi juga aksi simbolis pelepasan satwa. Sejumlah burung, ikan, dan tukik dilepasliarkan di kawasan Pesisir Pantai Watu Klotok sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem.

Bupati Klungkung I Made Satria hadir langsung dalam kegiatan tersebut, didampingi Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, serta jajaran kepala OPD dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Peringatan Tumpek Uye tahun ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Segara Kerthi. Kebijakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tata titi kehidupan masyarakat Bali dalam bingkai Bali Era Baru.

Bupati I Made Satria menegaskan, Tumpek Uye bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab manusia menjaga keseimbangan alam. Keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Tumpek Uye di Watu Klotok, Pemkab Klungkung Teguhkan Komitmen Pelestarian Alam

“Melalui kegiatan ini, kami berharap umat sedharma senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada binatang yang telah banyak membantu kehidupan manusia,” ujar Bupati Satria di sela kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, agar nilai-nilai pelestarian tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi sikap hidup yang berkelanjutan.

Dengan pemusatan kegiatan di Watu Klotok, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pesan Tumpek Uye dapat tersampaikan lebih luas, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga alam Bali secara berkesinambungan. (*/ap)
Read More

Minggu, 01 Februari 2026

𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗕𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗵𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗩𝗜𝗜𝗜, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗸𝘀𝗮𝗿𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻, 𝗛𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗶 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸

Februari 01, 2026 0
Buka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster Tegaskan Aksara Bali Bukan Pajangan, Harus Hidup di Ruang Publik

DENPASAR, Lensabali.id — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Pada periode kedua masa jabatannya, ia ingin Aksara Bali tampil di seluruh ruang kehidupan masyarakat. Penegasan tersebut disampaikannya saat membuka Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Minggu (1/2/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatannya di lapangan, penggunaan Aksara Bali masih belum tertib dan konsisten. Karena itu, ia menegaskan perlunya gerakan bersama yang masif dan berkelanjutan.

“Di periode kedua ini saya akan genjot agar menjadi gerakan bersama supaya Aksara Bali tampil di semua ruang. Gunakan Aksara Bali, kalau bisa tanpa huruf latin, keren,” ujarnya.

Menurut Gubernur Koster, Aksara Bali merupakan unsur utama kebudayaan yang harus dijaga keberlanjutannya. Ia mencontohkan negara-negara seperti Jepang, Korea, Tiongkok, dan Thailand yang mampu menjaga aksaranya hingga menjadi fondasi peradaban yang kuat.

“Terbukti, negara yang punya aksara dan mampu melestarikannya memiliki peradaban kuat dan menjadi negara maju,” tambahnya.

Gubernur Bali dua periode ini juga menegaskan bahwa Aksara Bali adalah warisan adiluhung leluhur yang sarat makna. “Saya sebagai peneliti berpikir, bagaimana leluhur kita mampu menciptakan aksara yang luar biasa untuk diwariskan. Tugas kita sekarang hanya menggunakannya dengan tertib,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa Aksara Bali bukan sekadar ornamen visual, melainkan sarana menanamkan jati diri dan karakter sebagai orang Bali. “Pesannya jelas, menjaga warisan untuk memperkuat jati diri dan karakter. Jadi bukan sekadar fashion,” tegasnya seraya mengajak masyarakat untuk tidak malu, justru bangga menggunakan Aksara Bali.

Untuk memperluas penerapan, Gubernur Koster menginstruksikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali agar mendorong penggunaan Aksara Bali pada seluruh produk lokal. “Semua produk lokal Bali harus menggunakan Aksara Bali. Kalau tidak, tidak usah dipasarkan. Hotel pun saya datangi, kalau tidak pakai aksara saya tegur,” tandasnya.

Komitmen pelestarian budaya tersebut, lanjut Koster, telah ia perjuangkan sejak masih duduk di Komisi X DPR RI dan ikut menginisiasi lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Buka Bulan Bahasa Bali VIII, Gubernur Koster Tegaskan Aksara Bali Bukan Pajangan, Harus Hidup di Ruang Publik

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia melaporkan bahwa Bulan Bahasa Bali VIII merupakan implementasi Perda Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2018 dan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Kegiatan ini berlangsung selama satu bulan penuh, dari 1 hingga 28 Februari 2026, dengan tema “Atma Kerthi: Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai taman spiritual pembangun jiwa.

Pembukaan Bulan Bahasa Bali VIII ditandai dengan penarikan selendang kepongpong kupu-kupu oleh Gubernur Wayan Koster yang didampingi Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya dan Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Gubernur juga menorehkan tulisan “Lestarikan Aksara Bahasa Sastra Bali” pada kanvas yang kemudian diproses menjadi karya kaligrafi.

Rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII dimeriahkan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Penulisan Aksara Bali di beragam media, 17 wimbakara, 8 pementasan seni, widyatula, kriyaloka, pameran Reka Aksara berbasis teknologi, konservasi lontar, hingga penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama. Seluruh kabupaten/kota se-Bali juga diwajibkan menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali mulai 2 Februari 2026. (*/ap)
Read More

𝗣𝘂𝗷𝗮𝘄𝗮𝗹𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗻𝗮𝗺𝗮 𝗞𝗮𝘄𝘂𝗹𝘂 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝗿𝗮 𝗖𝗮𝘁𝘂𝗿 𝗟𝗮𝘄𝗮 𝗥𝗮𝘁𝘂 𝗣𝗮𝘀𝗲𝗸 𝗕𝗲𝘀𝗮𝗸𝗶𝗵, 𝗪𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗦𝗲𝗺𝗲𝘁𝗼𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗲𝗸 𝗘𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗟𝗲𝗹𝘂𝗵𝘂𝗿

Februari 01, 2026 0
Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih, Wagub Giri Prasta Ajak Semeton Pasek Eling Leluhur

KARANGASEM, Lensabali.id - Suasana khidmat dan sarat makna spiritual menyelimuti Pura Catur Lawa Ratu Pasek, Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem, Minggu (1/2). Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, yang juga menjabat Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Provinsi Bali, hadir langsung mengikuti rangkaian Nedunang Ida Bhatara dalam Pujawali Purnama Kawulu, salah satu momentum suci bagi Semeton Pasek.

Didampingi Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak serta Ketua MGPSSR Kabupaten Karangasem, Wagub Giri Prasta ngaturang ayah mundut Pralingga Ida Bhatara Catur Lawa Ratu Pasek untuk selanjutnya distanakan di Meru Pesamuhan. Prosesi sakral tersebut berlangsung penuh ketulusan sebagai simbol penguatan bhakti dan keterikatan spiritual pratisentana Pasek dengan leluhur.

Usai upacara, Wagub Giri Prasta menegaskan bahwa Pujawali Purnama Kawulu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan batin agar seluruh pratisentana Pasek senantiasa eling, subhakti, dan tangkil ke hadapan Ida Bhatara Sesuhunan.

“Baru saja kita melaksanakan upacara sekala–niskala berupa pengukuhan pengurus MGPSSR Kabupaten dan Kecamatan se-Karangasem yang bertepatan dengan pawatekan Pujawali Ida Bhatara Sesuhunan Mpu Gni Jaya. Sebagai pratisentana-Nya, mari kita eling lan bersyukur, menghaturkan sembah sujud selama pujawali berlangsung,” ujar Giri Prasta.

Ia menekankan, bhakti kepada leluhur harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, melalui sikap menjaga persatuan, keteduhan sosial, serta kontribusi nyata bagi keharmonisan masyarakat Bali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum MGPSSR Pusat Nyoman Kenak menyampaikan bahwa rangkaian pengukuhan Pengurus MGPSSR Kabupaten Karangasem dan Pengurus MGPSSR Kecamatan se-Karangasem melalui upacara Mejaya-jaya dan penyerahan Surat Keputusan (SK) bukanlah sekadar formalitas organisasi.

“Ini adalah penyucian sekala–niskala dalam mengemban tugas dan tanggung jawab yang berat, demi kepentingan pasemetonan dan masyarakat Bali. Kemenangan yang dimaksud bukan hanya bagi organisasi, tetapi kemenangan diri yang memberi manfaat bagi semeton dan masyarakat luas,” tegasnya.

Nyoman Kenak juga mengajak seluruh warga Pasek memaknai MGPSSR sebagai samudera besar yang menyejukkan di tengah dinamika sosial, ekonomi, politik, hingga tantangan keagamaan yang kian kompleks.

Pujawali Purnama Kawulu di Pura Catur Lawa Ratu Pasek Besakih, Wagub Giri Prasta Ajak Semeton Pasek Eling Leluhur

“Warga Pasek adalah yang terbanyak. Kita tidak boleh mundur. Justru harus maju, kuat bak baja yang semakin ditempa semakin tajam, namun tetap menjadi penyejuk dalam setiap dinamika,” ujarnya penuh semangat.

Ia menyampaikan optimisme bahwa kepemimpinan MGPSSR di bawah Nyoman Giri Prasta akan membawa pasemetonan Pasek semakin solid, bermartabat, dan berdaya guna. “Pasek = Pacek. Wujudkan bhakti warga Pasek dengan bukti. Itulah moto kita,” tandasnya.

Rangkaian eedan karya Pujawali Purnama Kawulu masih akan berlanjut, dengan puncak karya pada 2 Februari 2026 dan penyineban pada 5 Februari 2026. Pujawali ini merupakan Tegak Wali Ida Bhatara Sesuhunan Ida Bhatara Semeru/Mpu Gni Jaya, yang memiliki makna khusus dan berbeda dengan pujawali purnama pada umumnya.

Upacara suci tersebut dipuput oleh para sulinggih, di antaranya Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Putra Pemuteran, Ida Pandita Mpu Acharya Dwi Parama Santika, Ida Pandita Mpu Putra Darmika Sandi Kertha Satwika, Ida Pandita Mpu Dharma Yoga Semadi, dan Ida Pandita Mpu Darma Wijaya Daksa Kusuma. (*/ap)
Read More