KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung memperingati Hari Raya Tumpek Uye dengan menggelar persembahyangan bersama yang dipusatkan di Pura Watu Klotok, Desa Tojan, Sabtu (7/2/2026), bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Uye. Kegiatan ini menjadi momentum memuliakan satwa sekaligus menjaga keharmonisan alam semesta.
Tumpek Uye, yang juga dikenal sebagai Tumpek Kandang, dimaknai sebagai hari penghormatan terhadap hewan yang selama ini berperan penting dalam kehidupan manusia. Nilai-nilai pelestarian alam diwujudkan melalui konsep Segara Kerthi, sejalan dengan ajaran kearifan lokal Sad Kerthi.
Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi persembahyangan, tetapi juga aksi simbolis pelepasan satwa. Sejumlah burung, ikan, dan tukik dilepasliarkan di kawasan Pesisir Pantai Watu Klotok sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian ekosistem.
Bupati Klungkung I Made Satria hadir langsung dalam kegiatan tersebut, didampingi Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria. Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana, serta jajaran kepala OPD dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Peringatan Tumpek Uye tahun ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 3 Tahun 2023 tentang Perayaan Rahina Tumpek Uye dengan Upacara Segara Kerthi. Kebijakan ini menjadi bagian dari pelaksanaan tata titi kehidupan masyarakat Bali dalam bingkai Bali Era Baru.
Bupati I Made Satria menegaskan, Tumpek Uye bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab manusia menjaga keseimbangan alam. Keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap umat sedharma senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada binatang yang telah banyak membantu kehidupan manusia,” ujar Bupati Satria di sela kegiatan.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, agar nilai-nilai pelestarian tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi sikap hidup yang berkelanjutan.
Dengan pemusatan kegiatan di Watu Klotok, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pesan Tumpek Uye dapat tersampaikan lebih luas, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga alam Bali secara berkesinambungan. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar