BADUNG, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri sekaligus turut ngayah dalam rangkaian karya di Pura Puseh Desa Adat Kuta, Jumat (6/3). Kehadirannya menjadi bagian dari prosesi sakral yang dilaksanakan oleh krama Desa Adat Kuta sebagai wujud bhakti dan pelestarian tradisi keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta menegaskan pentingnya dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan kegiatan adat dan keagamaan umat Hindu di Bali. Menurutnya, keterlibatan pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang telah mencurahkan waktu dan tenaga dalam menjalankan tradisi ngayah.
“Jika waktu dan tenaga umat sudah dicurahkan sepenuhnya untuk ngayah dan melaksanakan upacara keagamaan, maka biaya pembangunan atau restorasi parahyangan seharusnya dapat diringankan melalui dukungan pemerintah,” ujar Giri Prasta.
Sejak pagi hari, suasana khusyuk terasa di kawasan pura. Denting gamelan serta doa-doa yang dipanjatkan umat mengiringi pelaksanaan upacara Mecaru, Mendem Pedagingan, dan Melaspas sebagai bagian dari rangkaian karya yang digelar di pura tersebut.
Pada kesempatan itu, Giri Prasta turut mengikuti persembahyangan bersama serta ngaturang ayah-ayahan dengan melaksanakan prosesi mendem di pelinggih Meru Tumpang Pitu.
Prosesi serupa juga dilaksanakan oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta yang menjalankan prosesi mendem di pelinggih Padmasana, bersama para undangan lainnya sesuai pembagian pelinggih yang telah ditetapkan oleh panitia karya.
Dalam sambutannya, Giri Prasta juga menyinggung posisi strategis kawasan Kuta sebagai pusat kegiatan ekonomi pariwisata di Kabupaten Badung. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai “dapur” perekonomian daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan.
Karena itu, ia berharap masyarakat Kuta dapat terus merasakan manfaat pembangunan sekaligus tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Sebagai bentuk dukungan pribadi terhadap pelaksanaan karya tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan sebesar Rp25 juta. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung serta penandatanganan prasasti oleh Wakil Gubernur Bali bersama Wakil Bupati Badung.
Sementara itu, Bendesa Adat Kuta Komang Alit Ardana menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur Bali dan para undangan yang turut menyaksikan rangkaian upacara di Pura Puseh Desa Adat Kuta.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan parahyangan di pura tersebut dapat terwujud berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Badung pada masa kepemimpinan Nyoman Giri Prasta sebagai Bupati Badung.
“Manfaat dari pembangunan ini sudah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa puncak karya Ngenteg Linggih di Pura Puseh Desa Adat Kuta dijadwalkan berlangsung pada 30 April 2026 mendatang.
Di tengah hiruk-pikuk kawasan wisata Kuta yang mendunia, pelaksanaan karya di Pura Puseh menjadi pengingat bahwa kehidupan adat, tradisi, dan spiritualitas tetap menjadi fondasi utama masyarakat Bali. (*/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar