DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster menganugerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 seniman, budayawan, dan pengabdi seni yang dinilai berjasa dalam menjaga keberlanjutan seni tradisi, seni klasik, dan seni rakyat Bali. Penghargaan tersebut diserahkan pada malam penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (11/7).
Dua belas penerima penghargaan berasal dari berbagai bidang seni, mulai dari tari, karawitan, pedalangan, sastra daerah, seni rupa, drama gong hingga arsitektur tradisional Bali. Mereka dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Bali di tengah dinamika zaman.
Pada kesempatan itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan Pemerintah Provinsi Bali kepada para pelaku seni yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga eksistensi kebudayaan Bali.
Selain piagam penghargaan, masing-masing penerima juga memperoleh bantuan dana sebesar Rp50 juta sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka terhadap seni budaya Bali.
“Gubernur tidak bisa membuat karya seni, tetapi hanya bisa membuat kebijakan. Akan tetapi kebijakan tanpa ada pelaku, tidak akan ada artinya. Jadi kita harus berterima kasih kepada pelaku seni budaya Bali, mereka sebagai pelestari yang memajukan seni budaya Bali harus kita apresiasi,” ujar Koster.
Menurutnya, keberlangsungan seni budaya Bali tidak dapat dilepaskan dari peran para seniman yang secara konsisten berkarya, mengajar, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya. Karena itu, penghargaan kepada para pengabdi seni merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan panjang yang mereka lakukan.
Gubernur Bali dua periode itu juga mengungkapkan rasa syukur atas sinergi berbagai elemen yang membuat pelaksanaan PKB terus hidup dan berkembang. Ia menyebut terdapat empat unsur penting yang saling mendukung, yakni pencipta karya seni, pelaku seni, pemerintah sebagai pemberi dukungan kebijakan, serta masyarakat sebagai penikmat karya seni.
Menurutnya, ekosistem budaya yang sehat hanya dapat tumbuh apabila seluruh unsur tersebut berjalan beriringan dan saling menguatkan. Oleh sebab itu, pemerintah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi para seniman agar dapat terus berkarya.
Menutup sambutannya, Koster mengajak seluruh pemimpin di Bali untuk memiliki komitmen yang sama dalam mencintai dan melindungi seni budaya daerah. Ia menegaskan bahwa tugas seorang pemimpin bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memastikan kebudayaan tetap tumbuh sebagai identitas utama Bali.
Penghargaan Adi Sewaka Nugraha sendiri merupakan anugerah tertinggi yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali kepada seniman, budayawan, dan pengabdi seni atas dedikasi mereka dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni budaya Bali secara berkelanjutan. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar