KLUNGKUNG, Lensabali.id – Bpati Klungkung I Made Satria bersama Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria menghadiri prosesi Taur Balik Sumpah Agung, Yama Raja Melaspas, Ngadegang lan Masupati Pralingga serta Caru Manca Rupa di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi, Desa Klumpu, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (11/9).
Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Karya Agung Mamungkah, Melaspas, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Taur Balik Sumpah Agung, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, Mapeselang lan Mapedanaan di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi.
Rangkaian karya tersebut menjadi momentum penting bagi krama dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan pelaksanaan yadnya di salah satu kahyangan jagat yang berada di Nusa Penida. Seluruh tahapan upacara dipersiapkan secara bertahap hingga menuju puncak karya.
Bupati Satria mengatakan kehadiran pemerintah daerah dalam rangkaian upacara tersebut merupakan bentuk dukungan sekaligus komitmen dalam menjaga kelestarian adat, tradisi dan agama di Kabupaten Klungkung, khususnya di Nusa Penida.
Ia berharap seluruh rangkaian karya dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai dengan tata pelaksanaan yang telah disiapkan. Selain kelancaran upacara, karya tersebut juga diharapkan membawa kedamaian serta kerahayuan bagi seluruh masyarakat.
“Dumogi rangkaian upacara ini berjalan dengan lancar, labda karya, serta membawa kerahayuan bagi seluruh umat dan masyarakat Kabupaten Klungkung pada khususnya,” ucap Bupati Satria.
Sementara itu, Prawartaka Karya I Gede Sidra menjelaskan, rangkaian Karya Agung di Pura Puncak Mundi telah dimulai sejak awal Agustus 2026. Tahapan awal diawali dengan ritual pejaya-jayan panitia, kemudian dilanjutkan dengan berbagai prosesi hingga pelaksanaan Taur Balik Sumpah Agung dan melasti.
Puncak Karya Agung dijadwalkan berlangsung pada Buda Umanis Prangbakat, Rabu, 16 September 2026. Setelah puncak karya, rangkaian kegiatan masih akan dilanjutkan dengan bakti penganyar yang menjadi bagian dari prosesi pascakarya.
Seluruh rangkaian upacara kemudian akan ditutup dengan pelaksanaan nyegara gunung yang dijadwalkan pada 22 September 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam keseluruhan rangkaian Karya Agung di Kahyangan Jagat Pura Puncak Mundi.
Melalui pelaksanaan karya ini, krama berharap seluruh proses yadnya berjalan tertib dan lancar serta memberikan manfaat secara niskala maupun sekala. Dukungan pemerintah daerah juga diharapkan semakin memperkuat upaya bersama dalam menjaga adat, budaya dan agama sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Klungkung. (*/ap)

.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar