𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗞𝗲𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗹 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸-𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶, 𝗣𝗨 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟳 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 20 Agustus 2026

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗗𝗲𝘀𝗮𝗸 𝗞𝗲𝗽𝗮𝘀𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗧𝗼𝗹 𝗚𝗶𝗹𝗶𝗺𝗮𝗻𝘂𝗸-𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶, 𝗣𝗨 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗻𝗱𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟳

Warga Desak Kepastian Tol Gilimanuk-Mengwi, PU Targetkan Tender 2027

TABANAN, Lensabali.id - Kepastian pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi kembali menjadi perhatian warga terdampak. Dalam konsultasi publik yang digelar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Tabanan, Kamis (20/8/2026), masyarakat dari Jembrana, Tabanan, dan Badung meminta pemerintah tidak lagi membiarkan rencana pembangunan tanpa kejelasan.

Konsultasi yang berlangsung di Graha Sanjayaning Singasana itu melibatkan perwakilan warga, perbekel, bendesa adat, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali.

Perbekel Desa Antosari, I Wayan Agus Suriawan, mengatakan masyarakat telah lama menantikan realisasi tol tersebut. Menurutnya, rencana pembangunan sudah bergulir sejak 2022 dan sebelumnya telah memasuki tahap penetapan lokasi.

"Pada dasarnya kami setuju ada pembangunan tol. Jangan sampai terus ada konsultasi, tapi akhirnya digantung," tegas Agus.

Ia juga meminta pemerintah memperhatikan jalur melasti dan jaringan irigasi yang berada di sekitar rencana trase. Menurutnya, kondisi faktual di lapangan perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan desain pembangunan.

Hal senada disampaikan Bendesa Adat Kesiut, I Gusti Putu Muliawan. Ia menegaskan masyarakat mendukung pembangunan tol, tetapi berharap pemerintah memberikan kepastian agar warga tidak terus berada dalam ketidakjelasan.

Muliawan juga meminta proyek tersebut tidak dijadikan komoditas politik. "Jadi mohon bapak-bapak PU sampaikan saja ke Pak Presiden secara langsung. Bali perlu jalan tol," tegasnya.

Ia turut mengingatkan pemerintah agar tidak sembarangan melakukan pematokan lahan karena tanah di Bali memiliki nilai adat dan budaya. Menurutnya, keberadaan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang dibangun sejak era Belanda juga kerap menghadapi persoalan kemacetan hingga kecelakaan.

Sementara itu, perwakilan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Muhamad Yoga, menjelaskan pemerintah telah melakukan review studi pada 2025. Review tersebut dilakukan untuk memperbarui kajian, menyesuaikan harga serta kondisi terbaru, sekaligus menekan biaya pembangunan.

Untuk tahap pertama, ruas Pekutatan-Soka-Mengwi sepanjang sekitar 42-43 kilometer, Yoga memastikan tidak ada perubahan trase dari rencana awal. Namun, pemerintah masih mempertimbangkan kembali kebutuhan jalur khusus sepeda motor.

"Jadi jalan untuk sepeda motor dipertimbangkan lagi, apakah layak atau tidak," ujarnya.

Secara keseluruhan, Tol Gilimanuk-Mengwi tetap dirancang memiliki panjang sekitar 96 kilometer dan akan dibangun secara bertahap. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan tahapan AMDAL sekaligus menghimpun masukan masyarakat, termasuk terkait aspek lingkungan, adat, jalur melasti, dan irigasi.

"Masukan dari masyarakat Bali, terutama terkait adat, akan kami masukkan dan diaplikasikan dalam pembangunan," jelas Yoga.

Penyusunan AMDAL ditargetkan selesai pada 2026, kemudian dilanjutkan pengurusan persetujuan lingkungan sebagai salah satu syarat menuju dokumen tender. Pemerintah menargetkan proses tender mulai dilakukan pada 2027, meski pelaksanaannya masih bergantung pada seluruh tahapan yang harus diselesaikan.

Jika proses berjalan sesuai rencana, badan usaha diperkirakan mulai melakukan pembebasan lahan pada 2028 hingga 2029. Sementara Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar