𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗹𝗲𝗰𝗲𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗶, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝟮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 20 Agustus 2026

𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗣𝗲𝗹𝗲𝗰𝗲𝗵𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗕𝗼𝗻𝗴𝗸𝗮𝘀𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗗𝗮𝗺𝗮𝗶, 𝗣𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂 𝗣𝘂𝗻𝘆𝗮 𝟮 𝗔𝗻𝗮𝗸 𝗕𝗮𝗹𝗶𝘁𝗮

Kasus Pelecehan di Bongkasa Berakhir Damai, Pelaku Punya 2 Anak Balita

BADUNG, Lensabali.id - Kasus pelecehan seksual yang dilakukan IWCA terhadap seorang perempuan di wilayah Bongkasa, Abiansemal, Badung, berakhir damai. Korban memilih tidak melanjutkan laporan setelah mempertimbangkan kondisi keluarga pelaku yang telah menikah dan memiliki dua anak yang masih balita.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti mengatakan keputusan korban dilandasi pertimbangan terhadap masa depan keluarga IWCA, terutama anak-anaknya yang masih kecil.

"Korban pada intinya tidak ingin melanjutkan laporannya mengingat kondisi keluarga dari si pelaku karena anak-anaknya si pelaku masih kecil," ungkap Ayu Inastuti, Kamis (20/8/2026).

Meski demikian, IWCA sempat mengaku pernah melakukan tindakan serupa di lokasi lain. Polisi hingga kini belum menerima laporan dari korban lain terkait dugaan pelecehan tersebut.

"Sampai sekarang belum ada korban lain yang datang melapor terkait kejadian serupa di wilayah tersebut. Namun, kami menegaskan pihak kepolisian akan langsung menindaklanjuti kasus tersebut apabila ada korban lain yang membuat laporan resmi," kata Ayu.

Sebelumnya, kasus tersebut menjadi perhatian setelah video penangkapan IWCA oleh warga beredar luas di media sosial pada Senin (17/8/2026). Pria yang bekerja sebagai teknisi mesin itu diamankan warga di Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, setelah diduga meremas bagian sensitif seorang perempuan yang tengah mengendarai sepeda motor.

Aksi tersebut membuat korban berteriak hingga menarik perhatian warga sekitar. IWCA kemudian dicegat dan diamankan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.

Dalam pemeriksaan awal, IWCA mengaku pernah melakukan perbuatan serupa hingga sekitar 10 kali di kawasan Abiansemal dan Petang. Pengakuan tersebut, menurut polisi, disampaikan secara spontan saat pelaku diperiksa.

"Saat diperiksa awal oleh penyidik, terduga pelaku sempat mengaku telah melakukan perbuatan serupa sebanyak sepuluh kali di kawasan Abiansemal dan Petang. Pengakuan tersebut dilakukannya secara spontan sewaktu perjalanan pulang bekerja dari daerah Ubud menuju rumahnya," tutur Ayu.

Meski kasus ini berakhir damai, polisi tetap membuka kemungkinan menindaklanjuti dugaan kejadian lain apabila terdapat korban yang membuat laporan resmi. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar