KLUNGKUNG, Lensabali.id – Keterbatasan anggaran membuat warga Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, bergotong royong memperbaiki akses jalan yang amblas dan sempat mengisolasi sekitar 21 kepala keluarga (KK).
Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026) pagi, sejumlah warga bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Perbekel Desa Pesinggahan, Nyoman Suastika, bersama Bendesa Adat Pesinggahan, jajaran Polsek Dawan, Babinsa, serta mahasiswa yang tengah menjalani program KKN.
Suastika mengatakan kerusakan jalan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Karena jalan yang rusak berstatus nonstatus, pemerintah desa bersama warga memutuskan melakukan perbaikan secara swadaya.
"Hujan deras beberapa waktu lalu membuat jalan ini rusak. Sekitar 21 Kepala Keluarga (KK) terisolir dan butuh perbaikan segera. Karena jalan ini nonstatus, maka ini merupakan tanggung jawab kami. Setelah rembuk bersama, kami sepakat memperbaikinya dengan bergotong royong," terang Suastika.
Namun, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala untuk melakukan pembangunan fisik secara langsung. Dana Desa Pesinggahan tahun ini disebut berkurang sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami sendiri pemerintah desa tidak bisa melaksanakan pembangunan fisik tahun ini karena adanya pengurangan Dana Desa sekitar Rp 558 juta atau hampir 60 persen, dari sebelumnya Rp 926 juta di 2025. Itulah mengapa kami berinisiatif meminta sumbangan CSR dari pengusaha yang ada di Pesinggahan," imbuhnya.
Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses bagi warga Dusun Sukahati. Setelah mengalami kerusakan, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif berupa jalan setapak yang berada di lahan milik warga.
Perbaikan dilakukan secara manual dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Tahapan awal difokuskan pada pembangunan pondasi sebelum dilanjutkan dengan pengerjaan rabat beton.
"Hari ini kami akan bangun pondasinya dulu, kemudian menunggu sekitar satu minggu untuk dirabat," jelas Suastika.
Suastika mengapresiasi keterlibatan warga, aparat, mahasiswa, hingga pihak pengusaha yang membantu proses perbaikan. Ia berharap semangat gotong royong tetap terjaga untuk menjawab kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan anggaran pembangunan.
Jalan di wilayah Sangluh tersebut sebelumnya amblas setelah hujan deras pada Senin (27/7/2026). Pada waktu yang sama, hujan juga memicu luapan Sungai Candigara di Desa Kusamba hingga menyebabkan belasan rumah warga terendam. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar