𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗮𝘄𝗮𝗹𝗹 𝗧𝗲𝗯𝗶𝗻𝗴 𝗨𝗹𝘂𝘄𝗮𝘁𝘂 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗥𝘂𝘀𝗮𝗸, 𝗣𝗨𝗣𝗥 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻 - LENSA BALI

Hot


Kamis, 12 Maret 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗦𝗲𝗮𝘄𝗮𝗹𝗹 𝗧𝗲𝗯𝗶𝗻𝗴 𝗨𝗹𝘂𝘄𝗮𝘁𝘂 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗥𝘂𝘀𝗮𝗸, 𝗣𝗨𝗣𝗥 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀𝗮𝗻

Viral Seawall Tebing Uluwatu Disebut Rusak, PUPR Badung Beri Penjelasan

BADUNG, Lensabali.id – Proyek pembangunan penahan ombak (seawall) di kawasan Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, menjadi sorotan publik setelah beredar video di media sosial yang menyebut konstruksi proyek tersebut rusak akibat hantaman gelombang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, Anak Agung Rama Putra, memberikan klarifikasi terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa proyek penanganan tebing retak di Uluwatu saat ini masih berada pada fase pertama dari tiga tahap pembangunan yang telah direncanakan.

“Itu sebenarnya kegiatan kami ada di fase satu. Jadi, fase satu itu memang untuk membentukkan jalan inspeksi dan proses meredam dan mereduksi hantaman gelombang,” ujar Rama Putra, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, tahap awal proyek difokuskan pada pembukaan akses jalan inspeksi sekaligus pemasangan struktur awal untuk meredam energi gelombang laut yang menghantam tebing.

Rama menjelaskan, struktur breakwater yang telah dipasang saat ini dirancang mampu menahan gelombang laut dengan ketinggian sekitar 4 hingga 6 meter.

Ia menambahkan, proyek tersebut menggunakan metode design and build, sehingga proses perencanaan dan pelaksanaan berjalan secara paralel.

“Nah, kemarin karena ini design and build, jadi pergerakannya paralel antara perencana dan pelaksana,” imbuhnya.

Terkait batu-batu yang terlihat berserakan dan viral di media sosial, Rama menjelaskan bahwa material tersebut merupakan bagian dari lapisan dasar jalan inspeksi yang digunakan untuk mobilisasi material serta alat berat ke area proyek.

Dengan demikian, kondisi yang terlihat di lapangan bukanlah kerusakan konstruksi sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kalau yang dilihat bebatuan yang berserakan, jadi untuk jalan inspeksi memang harus dipasang batu itu sampai ke bawah,” ujar Rama.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kerusakan pada struktur revetment maupun fasilitas penahan ombak yang sedang dibangun. Proyek penanganan tebing retak di kawasan Uluwatu juga dipastikan tetap berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar