DENPASAR, Lensabali.id – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Provinsi Bali di Aula ITB STIKOM Bali, Kamis (12/3). Kehadiran Wagub mewakili Pemerintah Provinsi Bali sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kebersamaan tersebut.
Dalam sambutannya, Giri Prasta menilai kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas ibadah di bulan Ramadan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari laku peradaban yang mencerminkan komitmen kuat dalam membangun kepedulian sosial serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut memperlihatkan semangat solidaritas kemanusiaan sekaligus komitmen menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Bali. “Semangat inilah yang menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang berkeadilan, penuh kasih sayang, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung peran panjang keluarga besar Muhammadiyah, khususnya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan para alumninya, yang selama ini dikenal sebagai kelompok intelektual religius dan nasionalis yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Visi IMM untuk melahirkan akademisi Islam berakhlak mulia, menurutnya, sejalan dengan arah pembangunan Bali melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam pola pembangunan semesta berencana Bali Era Baru. Visi tersebut menekankan pentingnya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta seluruh isinya demi kesejahteraan masyarakat secara lahir dan batin.
Lebih lanjut ia memaparkan bahwa nilai-nilai yang dijalankan FOKAL IMM juga memiliki keselarasan dengan filosofi Sad Kerthi. Salah satunya Atma Kerthi, yang tercermin dari praktik menahan hawa nafsu selama Ramadan sebagai upaya penyucian diri.
Sementara Jana Kerthi, lanjutnya, tercermin melalui kegiatan santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut. Upaya tersebut menjadi bentuk nyata meningkatkan kualitas manusia sekaligus menumbuhkan keadilan sosial di masyarakat.
Sedangkan Jagat Kerthi dimaknai sebagai kesalehan sosial dan spiritual yang bermuara pada upaya menjaga harmoni alam semesta demi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
Karena itu, Giri Prasta menilai gerakan pelayanan sosial yang dilakukan FOKAL IMM pada dasarnya menjadi bagian dari upaya merawat keharmonisan kehidupan masyarakat Bali sebagaimana semangat utama visi pembangunan daerah.
Kegiatan buka puasa bersama tersebut juga diisi dengan tausyiah kebangsaan bertema “Meneguhkan Spirit Nasionalisme demi Stabilitas dan Keadilan Sosial.” Tema tersebut menegaskan bahwa nasionalisme dan keadilan sosial merupakan dua pilar penting yang saling melengkapi dalam menjaga stabilitas bangsa.
“Mari kita sagilik-saguluk, salunglung sabayantaka, bersatu padu, seiya sekata, saling menghargai perbedaan dan menjadikan perbedaan keyakinan sebagai kekayaan yang memperindah Bali laksana pelangi,” ajaknya.
Ia juga mengajak kalangan intelektual Muslim untuk ikut berperan aktif dalam memikirkan kemajuan Bali, menjaga stabilitas keamanan bersama aparat penegak hukum, serta memastikan roda ekonomi berjalan dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
“Melalui kebersamaan dan persatuan, kita dapat memperkuat fondasi pembangunan Bali yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga pada keluhuran budaya, kekuatan spiritual, serta kesejahteraan sosial masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan santunan kepada anak yatim sebagai simbol kepedulian sosial dan penguatan solidaritas kemanusiaan.
Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub Bali serta penyelenggaraan kegiatan yang memilih kampusnya sebagai lokasi acara. Ia berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kebersamaan serta toleransi antarumat beragama di Bali.
Ketua PW FOKAL IMM Bali, Miftahnurrahman, menambahkan bahwa Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan sekaligus memperkokoh fondasi kebangsaan dalam merawat persatuan dan kesatuan.
Sementara itu Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa menilai kegiatan buka puasa bersama tersebut menunjukkan bahwa nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan penguatan semangat kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Bali, sebagai rumah bersama berbagai suku, agama, dan budaya, telah menunjukkan bahwa harmoni dapat tumbuh ketika masyarakat menjunjung tinggi nilai toleransi dan saling menghormati. (hms/ap)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar