BULELENG, Lensabali.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai merealisasikan penataan kawasan Jalan Diponegoro, Singaraja, pada Agustus 2026. Proyek senilai sekitar Rp 4,5 miliar tersebut ditargetkan selesai dalam empat bulan dan diharapkan menjadi wajah baru kawasan pusat kota dengan konsep sentra kuliner malam yang lebih tertata.
Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan proses tender telah rampung dan penyedia jasa telah ditetapkan. Nilai proyek mengalami efisiensi dari pagu anggaran awal sekitar Rp 5 miliar menjadi sekitar Rp 4,5 miliar.
"Anggarannya awal sekitar Rp 5 miliar, setelah proses tender dan penawaran menjadi sekitar Rp 4,5 miliar. Setelah proses lelang, penyedianya sudah ada yang memenangkan. Jadi rencananya bulan ini sudah mulai dikerjakan sekitar empat bulan. Diperkirakan pertengahan Desember sudah selesai semuanya," ujar Sutjidra, Kamis (6/8/2026).
Penataan tidak hanya mencakup pembangunan jalur pedestrian, tetapi juga pembenahan saluran limbah yang selama ini menjadi sumber bau dan memberi kesan kumuh akibat aliran limbah dari Pasar Anyar.
"Saluran limbah yang sekarang terkesan kumuh dan berbau akan kita bersihkan. Limbah dari pasar akan disalurkan dengan baik sehingga tidak lagi menimbulkan bau di lingkungan sekitar," katanya.
Pedestrian akan dibangun hingga kawasan perempatan Jalan Sawo dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ornamen serta lampu penerangan. Kawasan ini selanjutnya akan difungsikan sebagai pusat kuliner malam yang beroperasi mulai pukul 17.00 hingga 23.00 Wita.
Menurut Sutjidra, seluruh pedagang kuliner yang selama ini berjualan di gang-gang sekitar Jalan Sawo akan dipusatkan di Jalan Diponegoro. Penataan tersebut diharapkan menciptakan kawasan yang lebih rapi, nyaman, sekaligus mempermudah pengawasan.
"Food truck dan pedagang kuliner akan kita tempatkan di sana. Jadi tidak ada lagi yang berjualan di jalan-jalan kecil. Kawasan akan lebih tertata, lebih aman, dan lebih nyaman," jelasnya.
Pemerintah juga menyiapkan sarana pendukung berupa jaringan listrik dan sambungan air bersih bagi para pelaku usaha. Selain itu, komunitas food truck akan diberi kesempatan berjualan dengan sistem kurasi menu agar pilihan kuliner lebih beragam.
"Nanti dikurasi supaya tidak semua jualan yang sama. Ada bakso, sosis, rebusan, dan kuliner lainnya. Jadi masyarakat punya banyak pilihan," ungkap Sutjidra.
Ia juga mengajak para pemilik toko di sepanjang Jalan Diponegoro ikut berpartisipasi mempercantik kawasan dengan membersihkan dan mengecat bagian depan bangunan sehingga penataan kawasan semakin optimal.
"Kami minta pemilik toko juga mulai berbenah. Jangan hanya pemerintah yang menata jalannya, tetapi toko-tokonya juga ikut dipercantik supaya wajah kota menjadi lebih baik," pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar