𝗕𝗕𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗿𝗶𝘃𝗲𝗿 𝗦𝘂𝗹𝗶𝘁 𝗗𝗶𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗳 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 14 Oktober 2026

𝗕𝗕𝗠 𝗟𝗮𝗻𝗴𝗸𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗴𝘂𝗻𝗮 𝗢𝗷𝗼𝗹 𝗞𝗲𝗹𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗿𝗶𝘃𝗲𝗿 𝗦𝘂𝗹𝗶𝘁 𝗗𝗶𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗳 𝗠𝗮𝗵𝗮𝗹

BBM Langka di Bali, Pengguna Ojol Keluhkan Driver Sulit Didapat dan Tarif Mahal

BADUNG, Lensabali.id - Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Bali turut mengganggu layanan transportasi online. Sejumlah pelanggan mengaku kesulitan mendapatkan pengemudi ojek online (ojol), bahkan harus menghadapi kenaikan tarif dan mencari alternatif transportasi untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Intan, warga Badung, mengalami kesulitan memesan kendaraan online untuk berangkat kerja sejak awal pekan. Pada Senin (12/10/2026), ia tidak berhasil mendapatkan pengemudi dari sejumlah layanan hingga akhirnya meminta bantuan tetangganya.

"Nggak dapat sama sekali untuk Grab maupun Gojek ataupun apapun itu online transportasi. Dan aku sempat minta tolong sama tetangga aku buat nganterin dan ternyata untungnya tetangga aku bisa buat nganterin," tutur Intan, Rabu (14/10/2026).

Meski mendapat tumpangan, perjalanan Intan tetap terhambat kemacetan akibat antrean BBM. Waktu tempuh yang biasanya hanya 10–15 menit bertambah menjadi sekitar 25 menit sehingga ia terlambat tiba di kantor.

Sebelumnya, Intan sempat mencoba memesan dua layanan transportasi online sekaligus, tetapi tak membuahkan hasil. Pengemudi Gojek sulit ditemukan, sedangkan pengemudi Grab yang tersedia berada cukup jauh dan menawarkan tarif lebih tinggi.

"Dan kalau dari harganya sendiri sebenarnya ada perubahan kalau untuk di Grab, itu bisa naik dari Rp ribu sampai Rp 10 ribu dari harga yang seperti biasanya," ucap Intan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan saat berangkat kerja. Intan juga mengalami kendala ketika hendak beribadah atau membeli kebutuhan yang tidak tersedia di sekitar tempat tinggalnya.

Pengalaman serupa dialami Bintang, kreator konten yang tinggal di Denpasar. Ia kesulitan mendapatkan ojol motor saat hendak pulang dari Pantai Segara menuju kos, meski jaraknya kurang dari dua kilometer. Bintang biasanya menggunakan ojol karena khawatir dengan keberadaan anjing di sepanjang jalan.

"Kemarin itu mau pulang dari Pantai Segara. Sampai satu jam setengah enggak dapat Gojek maupun Grab. Yang motor tuh nolak semua," ujar Bintang.

Ia kemudian mencoba memesan dengan tarif lebih tinggi, sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Namun, pesanannya tetap ditolak atau dibatalkan oleh pengemudi.

"Sampai order saya pilih harga yang termahal tuh Rp 28 ribu-Rp 30 ribu gitu, enggak mau driver-nya tuh. Asal dapat nyantol tuh cancel sama mereka, dikit-dikit cancel," tutur Bintang.

Setelah berulang kali gagal mendapatkan ojol motor, Bintang akhirnya memilih layanan mobil dengan tarif Rp 70 ribu. Padahal, menurutnya, perjalanan yang sama biasanya hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu jika menggunakan sepeda motor.

"Akhirnya dapatnya mobil GrabCar Rp 70 ribu, padahal cuman dekat banget. Enggak ada dua kilo," ucap Bintang.

Pengalaman kedua warga tersebut menggambarkan dampak lanjutan kelangkaan BBM terhadap mobilitas masyarakat Bali, mulai dari sulitnya memperoleh pengemudi hingga meningkatnya biaya perjalanan. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar