GIANYAR, Lensabali.id Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Bali kembali berdampak pada pengendara. Seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya pingsan saat mengantre BBM di SPBU wilayah Gianyar setelah diduga mengalami kepanasan dan kelelahan.
Kepala Seksi Humas Polres Gianyar Ipda Gusti Ngurah Suardita mengatakan petugas kepolisian yang berjaga di SPBU No. 5480517 segera memberikan pertolongan kepada perempuan tersebut.
"Kami membantu seorang warga yang mengalami pingsan saat mengantre pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU No. 5480517," kata Suardita dalam keterangannya, Rabu.
Menurutnya, perempuan itu telah mengantre sejak pagi hingga siang hari. Paparan panas dan kelelahan membuat kondisi fisiknya melemah hingga akhirnya pingsan ketika menunggu giliran membeli BBM.
Petugas kemudian memberikan pertolongan pertama dan memindahkannya ke tempat yang lebih teduh di kantor SPBU agar dapat beristirahat.
"Korban kemudian dibawa ke tempat yang lebih teduh agar dapat beristirahat sejenak. Setelah mendapatkan bantuan dan beristirahat, kondisi korban berangsur membaik," ujar Suardita.
Ia menjelaskan, personel kepolisian telah disiagakan di seluruh SPBU di Gianyar untuk menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, serta membantu masyarakat yang mengalami kesulitan selama mengantre BBM.
Suardita juga mengapresiasi kesigapan anggota di lapangan dan mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan secara tulus, responsif, dan humanis.
Selain melakukan pengamanan, petugas turut membagikan air mineral kepada pengendara, khususnya pemotor yang harus menunggu lama. Kapolres Gianyar AKBP James Rajagukguk menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
"Bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM," kata James.
Ia menambahkan, pengaturan lalu lintas dan pengamanan telah dilakukan di seluruh SPBU di Gianyar. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU mengenai ketersediaan berbagai jenis BBM.
James berharap situasi tetap kondusif selama antrean berlangsung. Ia mengimbau masyarakat agar bersabar, tidak terpancing emosi, mengikuti arahan petugas, serta tidak menyerobot antrean atau menghalangi badan jalan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, bersabar, tidak terpancing emosi, serta mematuhi arahan petugas selama mengantre. Tidak menyerobot antrean dan tetap memperhatikan keselamatan dengan tidak menghalangi badan jalan," tegasnya. (*ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar