𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽 - LENSA BALI

Hot


Senin, 21 September 2026

𝗩𝗶𝗿𝗮𝗹 𝗗𝘂𝗴𝗮𝗮𝗻 𝗘𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶, 𝗪𝗶𝘀𝗮𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗸𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗿𝗲𝗻𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘁𝘂𝘁𝘂𝗽

Viral Dugaan Eksploitasi, Wisata Berkuda di Pererenan Ditutup

BADUNG, Lensabali.id - Aktivitas wisata berkuda di kawasan Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, kini resmi berhenti beroperasi. Usaha tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah viral di media sosial terkait dugaan eksploitasi dan kondisi kuda yang dinilai memprihatinkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung Anak Agung Raka Sukadana mengatakan, salah satu kuda yang menjadi sorotan sebelumnya mengalami patah kaki hingga akhirnya mati. Sementara kuda-kuda lainnya telah dipindahkan ke wilayah Tabanan.

"Kuda yang mati itu akibat meloncat dan kakinya patah karena kaget ada kebisingan di lokasi. Sisanya sudah dipindah ke Tabanan, maka usaha di Pererenan ini sudah resmi tutup dan tidak ada aktivitas lagi," kata Raka Sukadana, Minggu (20/9/2026).

Raka juga meluruskan informasi yang menyebut aktivitas tersebut berada di kawasan Canggu. Menurutnya, lokasi usaha wisata berkuda itu berada di Pererenan. Ia menegaskan, kegiatan serupa ke depan harus memenuhi ketentuan mengenai perawatan dan kesehatan hewan.

"Apabila ke depan ada kegiatan sejenis, wajib hukumnya mengikuti ketentuan peraturan yang berlaku terkait syarat minimal perawatan kesehatan kuda. Kami harapkan di lokasi baru di Tabanan nanti pemilik benar-benar mematuhi aturan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, kondisi kuda-kuda tersebut menjadi perhatian setelah seorang warga negara asing (WNA) mengunggah video yang memperlihatkan sejumlah kuda dalam kondisi kurus. Unggahan itu kemudian ramai diperbincangkan dan memunculkan dugaan adanya eksploitasi terhadap hewan.

Petugas Satpol PP Badung bersama Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Badung kemudian mengecek lokasi pada Jumat (18/9). Dari pemeriksaan, petugas menemukan tiga ekor kuda berusia lebih dari 30 tahun yang disebut sudah tidak disewakan selama sekitar dua tahun.

Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan kuda yang viral tersebut telah mati sebelum pemeriksaan dilakukan. Menurutnya, kematian kuda itu berkaitan dengan kondisi sakit dan stres.

"Kami sudah turun ke lokasi bersama Dinas Pertanian dan berkoordinasi dengan Perbekel Desa Canggu. Kuda yang viral itu memang sudah berusia di atas 30 tahun dan sudah mati karena sakit serta stres," kata Suryanegara.

Dua kuda lainnya yang masih berada di lokasi kemudian dipindahkan ke Tabanan. Suryanegara menjelaskan, sebelumnya kuda-kuda itu memang pernah disewakan kepada wisatawan untuk aktivitas menyusuri pantai, tetapi kegiatan tersebut telah dihentikan sejak dua tahun lalu.

"Dulu kuda-kuda ini memang disewakan ke turis untuk jalan-jalan di pantai, tetapi sejak dua tahun lalu sudah tidak disewakan lagi. Dua kuda yang tersisa sudah resmi dipindahkan ke Tabanan," ujarnya. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar