GIANYAR, Lensabali.id – Sebanyak 14.100 pelari menuntaskan Maybank Marathon 2026 yang berlangsung di Bali. Namun, di balik antusiasme peserta menyusuri rute di wilayah Gianyar, sejumlah pelari menyampaikan catatan mengenai fasilitas yang tersedia sepanjang lintasan.
Salah satu sorotan datang dari pelari kategori 42 kilometer (42K), Andi Runjani, asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mengaku kesulitan menemukan toilet sehingga harus menggunakan fasilitas di SPBU maupun rumah warga.
"Soal toilet, kami ke SPBU dan di rumah warga. Itupun antre karena banyak orang," kata Andi saat ditemui di Bali United Training Center (BUTC), Gianyar, Minggu (23/8/2026).
Menurut Andi, dirinya bersama sejumlah pelari 42K tidak menemukan toilet portable di sepanjang rute. Padahal, fasilitas tersebut disebut tersedia dalam penyelenggaraan Maybank Marathon pada tahun sebelumnya.
Keluhan juga mencakup keberadaan tim penggembira serta ketersediaan air minum dingin. Menurut Andi, tim penggembira baru terlihat sekitar pukul 06.00 Wita, sementara air mineral dingin hanya tersedia di salah satu water station.
"Cheering team (tim penggembira) itu baru ada pukul 06.00 Wita. Air minum nggak ada yang dingin. Cuma ada di satu water station saja. Selain itu, aman saja," ujarnya.
Pelari lainnya turut menyoroti jarak antara water station yang menyediakan air mineral dan minuman isotonik. Bagi sebagian peserta, keduanya diperlukan secara bergantian selama berlari.
"Antara water station isotonik dan air mineralnya, jauh-jauhan. Karena saya butuh minum isotonik dan air mineral, supaya nggak kembung," kata pelari tersebut.
Namun, tidak semua peserta menganggap fasilitas toilet menjadi persoalan. Musa Tandi, pelari kategori 21K asal Toraja, Sulawesi Selatan, menilai toilet yang memanfaatkan rumah warga masih cukup membantu. Menurutnya, petunjuk lokasi toilet juga tersedia dengan jelas.
"Soal toilet, saya pikir sudah ada. Petunjuk arahnya ada dan lengkap. Tapi memang, (toilet) di rumah warga. Toilet portable ada beberapa di vanue BUTC. Jadi, buat saya aman saja," ungkap Musa.
Menanggapi masukan tersebut, Project Director Maybank Indonesia Bambang Andi mengatakan fasilitas dasar sepanjang rute akan menjadi bahan evaluasi. Ia mengakui masih terdapat kekurangan, terutama terkait penyediaan toilet portable.
"Terima kasih masukannya. Ini akan kami catat dan evaluasi di penyelenggaraan tahun depan," kata Andi.
Evaluasi juga akan menyasar fasilitas di area BUTC, termasuk para sponsor dan merchant. Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan ada peserta yang mengeluhkan stok barang di salah satu tenant telah habis dalam waktu singkat.
"Salah satunya tenant Adidas. Saya saja mau belanja tapi nggak jadi karena antrean panjang. Saya juga sudah bicara dengan bosnya Adidas. Katanya, memang hanya menyediakan stok terbatas karena diluar perkiraan akan cepat habis," jelas Steffano.
Steffano menegaskan kualitas penyelenggaraan Maybank Marathon akan terus ditingkatkan setiap tahun. Evaluasi terhadap berbagai masukan peserta menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan kepercayaan para pelari.
"Kami berkomitmen dan jaga selama ini. Kami berpikir, akan membuat perhelatan marathon ini lebih besar, lebih menarik, dan tetap mengedepankan kualitasnya," pungkasnya. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar