BULELENG, Lensabali.id - Lovina Festival 2026 menghadirkan inovasi baru dengan menggelar Lovina Cross Country 8 Km, sebuah ajang lari yang diharapkan menjadi embrio sport tourism di Bali Utara. Hingga menjelang pelaksanaan pada 26 Juli 2026, sebanyak 250 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti perlombaan tersebut.
Ketua Panitia Lovina Festival 2026, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menjelaskan bahwa Cross Country menjadi agenda baru dalam rangkaian festival tahun ini. Rute lomba akan dimulai dan berakhir di kawasan Tasik Madu, Desa Kaliasem, melintasi Desa Kalibukbuk, Kaliasem, dan Temukus dengan jarak tempuh 8 kilometer.
"Ini pertama kali dilaksanakan pada Lovina Festival. Sampai saat ini sudah terdaftar 250 peserta yang akan menempuh rute sejauh 8 km," ujar Reika saat konferensi pers di Lovina.
Ajang ini dibagi menjadi dua kategori, yakni umum dan pelajar, dengan total hadiah mencapai Rp 30 juta. Pemenang kategori umum akan menerima hadiah utama Rp 5 juta, sedangkan juara kategori pelajar memperoleh Rp 2,5 juta.
Pelaku pariwisata Pantai Lovina sekaligus penggagas kegiatan, I Nyoman Arya Astawa, menuturkan bahwa penyelenggaraan Cross Country menjadi langkah awal memperkenalkan Lovina sebagai destinasi sport tourism. Ia berharap event tersebut dapat berkembang menjadi lomba lari bertaraf internasional pada tahun-tahun mendatang.
"Harapan kami mendatangkan wisatawan dari luar daerah, dan tahun depan skalanya bisa internasional," kata Arya.
Menurutnya, minat peserta dari luar Buleleng sangat tinggi. Sekitar 85 persen pendaftar berasal dari luar daerah, sehingga berpotensi memberikan dampak positif terhadap tingkat kunjungan wisatawan dan okupansi penginapan di kawasan Lovina.
Daya tarik utama lomba ini terletak pada lintasan yang mengusung konsep Nyegara Gunung. Peserta akan menikmati perpaduan panorama pantai, hamparan sawah, dan perbukitan khas Bali Utara dalam satu rute yang jarang ditemukan di daerah lain.
Untuk menambah pengalaman peserta, panitia juga menyiapkan berbagai atraksi budaya di sepanjang lintasan, mulai dari baleganjur, tektekan, hingga sajian buah-buahan gratis dari masyarakat setempat. Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan sekaligus memperkuat promosi pariwisata Lovina. (ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar