𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗦𝗣𝗣𝗚 𝗠𝗕𝗚 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻 - LENSA BALI

Hot


Rabu, 12 Agustus 2026

𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗺𝗽𝗮𝗵, 𝗣𝗲𝘁𝗮𝗻𝗶 𝗞𝗹𝘂𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗻𝗮𝗻𝘁𝗶 𝗦𝗣𝗣𝗚 𝗠𝗕𝗚 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗽 𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝗣𝗮𝗻𝗲𝗻

Jagung Melimpah, Petani Klungkung Menanti SPPG MBG Serap Hasil Panen

KLUNGKUNG, Lensabali.id – Musim panen raya membawa angin segar bagi petani jagung di Kabupaten Klungkung. Produksi yang melimpah dengan kualitas lebih baik dibanding tahun sebelumnya membuat petani berharap hasil panen mereka bisa ikut diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, hingga memasuki panen kedua, belum ada SPPG yang datang untuk membeli hasil jagung petani. Untuk sementara, hasil panen masih dipasarkan melalui jalur konvensional, termasuk dijual ke pasar dan tengkulak.

Salah seorang petani, Nyoman Budi Arsa, mengatakan dirinya belum memperoleh informasi mengenai adanya penyerapan jagung oleh SPPG. Ia berharap program tersebut dapat menjadi alternatif pasar bagi petani lokal.

"Sampai saat ini belum ada informasinya. Kami berharap ada yang datang membeli hasil panen. Semoga saja ada yang datang," ujar Arsa saat ditemui detikBali, Rabu (12/8/2026).

Produksi jagung Arsa tahun ini terbilang meningkat. Dari lahan seluas 15 are, ia mampu memanen sekitar 6.000 buah jagung. Hasil tersebut jauh lebih baik dibandingkan musim sebelumnya yang terdampak serangan hama hingga menyebabkan kerugian besar.

"Tahun ini cuacanya jauh lebih bagus dan hamanya sedikit. Panennya lumayan cepat, cuma butuh waktu sekitar 70 hari atau dua bulan," ungkapnya.

Dari segi kualitas, sekitar tiga buah jagung kualitas biasa sudah memiliki bobot sekitar satu kilogram. Sementara jagung kualitas super hanya membutuhkan sekitar dua buah untuk mencapai berat yang sama.

Peningkatan produksi dan kualitas tersebut turut mendongkrak pendapatan petani. Dari lahan 15 are, Arsa kini mampu memperoleh sekitar Rp5 juta dari hasil penjualan kepada tengkulak. Tahun sebelumnya, pendapatannya hanya sekitar Rp1 juta akibat serangan hama.

Saat ini, harga jagung kualitas super di tingkat petani berada pada kisaran Rp2.000-Rp2.500 per buah. Jika dihitung berdasarkan bobot, harganya berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Melihat kondisi panen yang cukup melimpah, Arsa dan petani jagung lainnya berharap SPPG MBG dapat menyerap hasil produksi mereka secara langsung. Menurutnya, keterlibatan program pemerintah sebagai pembeli dapat membuka pasar yang lebih pasti bagi petani.

Selain membantu pemasaran, penyerapan langsung oleh SPPG juga diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi petani lokal Klungkung. (ap)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar