LENSA BALI: Lingkungan Hidup

Hot


Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan Hidup. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juli 2026

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗥𝗘𝗜 𝗥𝗮𝗻𝗰𝗮𝗻𝗴 𝗛𝘂𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻

Juli 09, 2026 0
Gubernur Koster Ajak REI Rancang Hunian Masa Depan yang Hemat Lahan

DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali Wayan Koster mengajak para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Bali untuk bersama-sama merancang konsep hunian masa depan yang lebih efisien dalam pemanfaatan lahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan keterbatasan ruang akibat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan perumahan di Bali.

Ajakan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI Bali Tahun 2026 di Quest San Hotel Denpasar, Rabu (8/7). Dalam kesempatan tersebut, Koster menyoroti kondisi geografis Bali yang memiliki luas wilayah terbatas sehingga memerlukan perencanaan pembangunan yang lebih cermat.

“Bali itu kecil, luasnya hanya 5.590 kilometer persegi. Secara umum tingkat kepadatan penduduk masih bagus, kecuali Kota Denpasar,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan hunian di kawasan perkotaan maupun pedesaan harus diimbangi dengan desain perumahan yang lebih adaptif terhadap keterbatasan lahan. Ia mengingatkan bahwa pola pembangunan rumah dengan kebutuhan lahan yang terlalu besar tidak lagi relevan untuk masa depan.

“Kita harus punya desain perumahan dengan pemanfaatan lahan yang lebih efisien. Jangan sampai satu rumah dirancang dengan kebutuhan lahan yang luas, lama-lama lahan akan habis hanya untuk rumah,” katanya.

Lahan Produktif Tak Bisa Dialihfungsikan Sembarangan

Gubernur Koster menegaskan bahwa pengembangan kawasan perumahan harus sejalan dengan kebijakan perlindungan lahan produktif yang telah diatur melalui Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Produktif dan Larangan Praktik Nominee.

“Ini berarti, lahan produktif tak bisa dilabrak untuk pengembangan kawasan permukiman. Hanya lahan tak produktif saja yang boleh dikembangkan,” tegasnya.

Untuk mendukung kebijakan tersebut, ia meminta perangkat daerah terkait melakukan pemetaan kawasan yang layak dikembangkan sebagai wilayah permukiman di setiap kabupaten dan kota.

Dalam forum itu, Koster juga menanggapi aspirasi REI terkait ketentuan luas minimum perumahan yang saat ini ditetapkan 100 meter persegi. Menurutnya, usulan tersebut perlu dikaji bersama pemerintah kabupaten/kota agar pembangunan perumahan lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Gubernur Koster Ajak REI Rancang Hunian Masa Depan yang Hemat Lahan

“Ini PR bagi saya. Saya akan bicarakan dengan para bupati agar luasan itu bisa dikurangi agar lebih fleksibel,” ujarnya.

Ia menilai tekanan terhadap ketersediaan lahan akan semakin besar di masa mendatang sehingga konsep hunian yang efisien menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Tak bisa lagi satu rumah itu 5 are, 10 are. Sudah harus merancang konsep rumah masa depan yang efisien dan efektif. Seperti rumah-rumah di Jepang itu, kamarnya kecil-kecil. Sehingga lebih hemat lahan, khususnya di Kota Denpasar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD REI Bali Anak Agung Darma Setiawan menyampaikan bahwa Rakerda menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun langkah strategis dalam menjawab kebutuhan hunian masyarakat yang terus berkembang.

Di sisi lain, Ketua DPP REI Joko Suranto mengapresiasi komitmen Gubernur Koster terhadap sektor properti Bali. Ia menilai tingginya investasi properti di Bali perlu diimbangi dengan kebijakan yang mampu menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. (hms/ap)
Read More

Rabu, 03 Juni 2026

𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿, 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗞𝗲𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝟰𝟰𝟬 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲 𝗦𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗶𝗵 𝗙𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻

Juni 03, 2026 0
Lima Tahun Terakhir, Karangasem Kehilangan 440 Hektare Sawah akibat Alih Fungsi Lahan

KARANGASEM, Lensabali.id – Laju alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Karangasem terus menjadi perhatian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sekitar 440 hektare areal persawahan berubah fungsi menjadi bangunan hunian, vila, kos-kosan, hingga berbagai fasilitas komersial lainnya.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Karangasem, I Putu Gede Suwata Berata, mengungkapkan bahwa luas lahan sawah di Karangasem mengalami penyusutan secara bertahap sejak 2021 hingga 2025.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas sawah yang pada 2021 tercatat sekitar 7.236 hektare kini tersisa 6.796 hektare pada akhir 2025. Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar 440 hektare lahan pertanian dalam periode tersebut.

"Kebanyakan lahan sawah tersebut dialihfungsikan menjadi bangunan rumah, vila atau sejenisnya," kata Suwata Berata, Selasa (02/06/2026).

Fenomena tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Karangasem. Dari delapan kecamatan yang ada, tujuh di antaranya mengalami penyusutan areal persawahan. Satu-satunya wilayah yang tidak terdampak adalah Kecamatan Kubu yang memang tidak memiliki lahan sawah.

Menurut Suwata, Kecamatan Sidemen menjadi daerah dengan tingkat alih fungsi lahan tertinggi. Kawasan ini dinilai memiliki daya tarik kuat bagi investor karena panorama alam dan hamparan persawahannya yang banyak diminati untuk pembangunan vila maupun restoran.

Selain Sidemen, alih fungsi lahan juga terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Abang dan Karangasem. Di kawasan wisata Amed, misalnya, sebagian lahan pertanian berubah menjadi rumah tinggal, kos-kosan, dan akomodasi wisata.

Untuk mengendalikan laju penyusutan lahan produktif, Pemerintah Kabupaten Karangasem saat ini tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan lahan pertanian.

"Lahan sawah kami hanya 8 persen dari luas wilayah Karangasem, kalau terus menerus dialihfungsikan menjadi bangunan. Lama-lama akan terus berkurang sehingga perlu dibuatkan Perda," jelas Suwata Berata.

Selain menyiapkan regulasi, pemerintah juga terus menggulirkan berbagai program pendukung pertanian, mulai dari bantuan pupuk, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan jalan usaha tani, hingga bantuan alat dan mesin pertanian guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Karangasem. (ap)
Read More

Kamis, 23 April 2026

𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗔𝘂𝗱𝗶𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗜𝘇𝗶𝗻 𝗩𝗶𝗹𝗹𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶

April 23, 2026 0

DPRD Badung Dorong Audit Ulang Izin Villa dan Kos di Kuta hingga Mengwi

BADUNG, Lensabali.id – DPRD Badung meminta pemerintah daerah melakukan penyisiran ulang terhadap keberadaan vila, penginapan, hingga rumah kos di sejumlah kawasan strategis. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kepatuhan terhadap perizinan dan kewajiban pajak daerah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Badung, Anak Agung Ngurah Ketut Agus Nadi Putra, dalam rapat paripurna rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati Badung Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Badung, Kamis (23/4/2026).

"Kami minta dilakukan pengkajian mendalam serta pengawasan lapangan terhadap bangunan villa, penginapan, termasuk rumah kos dan izin tempat hiburan di Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara hingga Mengwi," ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh usaha tersebut harus ditelusuri ulang, baik dari sisi izin bangunan maupun realisasi setoran pajaknya ke kas daerah.

Selain itu, Agus Nadi Putra mendorong penguatan pengawasan serta penerapan digitalisasi dalam sistem pemungutan pajak.

"Pemerintah perlu melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi melalui digitalisasi sistem agar tidak ada lagi celah kebocoran pajak," tegasnya.

Sorotan ini muncul setelah realisasi pendapatan daerah tahun 2025 hanya mencapai Rp 9,1 triliun atau 81,12% dari target Rp 11,2 triliun.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan kinerja pendapatan belum optimal dan perlu perbaikan menyeluruh. (*/ap)
Read More

Selasa, 24 Maret 2026

𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗗𝗲𝗿𝗲𝘁 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗵𝗶 𝗥𝗮𝗵𝗮𝘆𝘂, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮

Maret 24, 2026 0
Tinjau Rumah Deret Santhi Rahayu, Bupati Satria Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria meninjau kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Rabu (24/3), sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria hadir didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Klungkung Ny. Eva Satria serta Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra.

Kunjungan diawali dengan menghadiri persembahyangan dalam rangka piodalan di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu bersama warga setempat.

Usai persembahyangan, Bupati Satria menyempatkan diri meninjau salah satu unit usaha yang dikelola warga, yakni usaha ternak ayam petelur yang menjadi salah satu sumber penghasilan bagi penghuni rumah deret.

Menurut Bupati Satria, program rumah deret tidak hanya ditujukan sebagai penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan infrastruktur sekaligus pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

“Kami ingin kawasan ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kemandirian ekonomi. Dengan adanya usaha ayam petelur yang sudah berjalan, ke depan kita akan menambah sektor UMKM lainnya agar masyarakat memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan,” ujar Bupati Satria.

Tinjau Rumah Deret Santhi Rahayu, Bupati Satria Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

Selain mendorong pengembangan usaha warga, pemerintah daerah juga berencana menambah jumlah unit rumah deret agar lebih banyak keluarga yang membutuhkan dapat merasakan manfaat program tersebut.

Dengan pengembangan sektor usaha kecil dan menengah, diharapkan masyarakat yang tinggal di kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu dapat memperoleh sumber penghasilan yang stabil.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya menjelaskan bahwa pembangunan rumah deret tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial.

Sebanyak 36 unit rumah deret dibangun di atas lahan seluas 22.470 meter persegi yang berlokasi di Desa Sulang, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi hunian sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

Sabtu, 31 Januari 2026

𝗥𝗮𝗺𝗮𝗶 𝗜𝘀𝘂 𝗠𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗪𝗮𝗰𝗮𝗻𝗮

Januari 31, 2026 0
Ramai Isu Mal di Canggu, Satpol PP Badung Tegaskan Masih Tahap Wacana

BADUNG, Lensabali.id - Isu rencana pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Canggu, Badung, Bali, ramai diperbincangkan di media sosial. Proyek yang disebut-sebut digarap PT Asia Mas Realty tersebut berlokasi di Desa Tumbak Bayuh dan Pererenan, Kecamatan Mengwi, dengan luas lahan sekitar 10 hektare.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Meski zonasi lahan memungkinkan untuk kawasan pemukiman dan jasa, Pemkab Badung menegaskan hingga kini belum menerbitkan izin fisik untuk pembangunan mal di area tersebut.

“Berdasarkan hasil turun ke lokasi itu didapatkan informasi dari pihak legal perusahaan, pembangunan mal tersebut baru sekadar wacana atau rencana saja,” ujar Kasi Kewaspadaan Dini Satpol PP Badung, I Wayan Suartana, Jumat (30/1/2026).

Suartana menjelaskan, aktivitas di lapangan saat ini masih terbatas pada pemadatan lahan, penataan kavling pemukiman, serta pembangunan akses jalan penghubung antara Desa Tumbak Bayuh dan Desa Pererenan. Selain itu, terdapat pembangunan jembatan penghubung yang diklaim telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.

“Konsentrasinya saat ini baru tahap pembangunan kavling atau pemukiman,” kata Suartana.
“Untuk pembangunan mal, mereka belum berani memastikan karena masih melihat peluang yang ada,” imbuhnya.

Satpol PP Badung mengonfirmasi pengembang telah mengantongi sejumlah perizinan dasar, seperti OSS, KKPR, dan rekomendasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun, untuk pembangunan pusat perbelanjaan, pengembang masih wajib melengkapi izin lanjutan, termasuk Amdal, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).

“Intinya Satpol PP akan terus memantau agar setiap aktivitas pembangunan tetap menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat,” pungkas Suartana. (ap)
Read More

Rabu, 21 Januari 2026

𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗩𝗲𝗿𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗜𝗣𝗣𝗥

Januari 21, 2026 0
Bupati Satria Tegaskan Komitmen Tertib Tata Ruang Lewat Verifikasi IPPR

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang guna mencegah terjadinya pelanggaran. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat melakukan Penandatanganan Verifikasi Penanganan Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang (IPPR) dalam rangka penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Semarapura dan Tegal Besar–Goa Lawah.

Penandatanganan dilakukan bersama Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN, Agus Sutanto, S.T., M.Sc., bertempat di ruang rapat Lantai 6 Wing 3 Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta Selatan, Rabu (21/1).

Bupati Satria hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana serta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Klungkung I Made Jati Laksana. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pemanfaatan ruang di daerah berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Verifikasi penanganan IPPR bertujuan untuk mencegah terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang sekaligus menyelaraskan kebijakan tata ruang daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Dalam proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung telah melakukan klarifikasi terhadap enam objek IPPR yang ada di wilayah Klungkung.

Hasil verifikasi menyimpulkan bahwa Pemkab Klungkung berkomitmen secara konsisten menindaklanjuti seluruh indikasi pelanggaran sesuai kewenangan yang dimiliki, termasuk penuntasan pengenaan sanksi administratif guna mewujudkan tertib tata ruang di Kabupaten Klungkung.

Selain itu, terhadap Rancangan Peraturan Kepala Daerah tentang RDTR Semarapura dan Tegal Besar–Goa Lawah, telah dilakukan pemeriksaan serta pertampalan (overlay) dengan lokasi pelanggaran pemanfaatan ruang. Hasilnya, rancangan RDTR tersebut dinyatakan tidak mengakomodasi pelanggaran tanpa terlebih dahulu dilakukan penindakan.

Dengan demikian, penyusunan RDTR Semarapura dan Tegal Besar–Goa Lawah dapat diproses lebih lanjut sebagai instrumen penting dalam pengendalian pembangunan daerah.

Bupati Satria Tegaskan Komitmen Tertib Tata Ruang Lewat Verifikasi IPPR

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menekankan pentingnya memperkuat pengawasan dan pengendalian sejak dini agar pelanggaran pemanfaatan ruang tidak berkembang secara masif dan dapat diantisipasi lebih awal.

“Ke depan, pengawasan dan pengendalian harus semakin diperkuat sehingga pelanggaran dapat dicegah sejak awal. Ini penting untuk menjaga tertib tata ruang dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tegas Bupati Satria.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk menuntaskan seluruh tahapan verifikasi IPPR sebagai langkah memperkuat ketertiban pemanfaatan ruang sekaligus mempercepat penyusunan RDTR sebagai instrumen pengendalian pembangunan di Kabupaten Klungkung. (*/ap)
Read More

Jumat, 16 Januari 2026

𝗧𝗣𝗦𝟯𝗥 𝗦𝗮𝗿𝘄𝗮 𝗠𝗲𝘁𝘂 𝗪𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗖𝗲𝗺𝗮𝗴𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵

Januari 16, 2026 0
TPS3R Sarwa Metu Wangi Jadi Andalan Desa Cemagi Atasi Sampah

BADUNG, Lensabali.id - Upaya pengelolaan sampah secara mandiri mulai digencarkan masyarakat Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung. Salah satu langkah konkret dilakukan dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Sarwa Metu Wangi yang beroperasi di desa tersebut.

Manajer Operasional TPS3R Sarwa Metu Wangi, Made Rai Sutrisna, mengatakan volume sampah yang diolah saat musim hujan meningkat hingga sekitar 15 ton per hari. Angka itu lebih tinggi dibandingkan musim kemarau yang rata-rata berada di kisaran 12 ton per hari, terutama akibat tambahan limbah potongan kebun.

“Kalau musim kemarau itu sekitar 12 ton, tapi sekarang karena musim hujan banyak potongan kebun jadi naik ke 15 ton. Kami sedang maksimalkan insinerator bekerja 24 jam supaya semua sampah ini bisa diselesaikan seluruhnya di Cemagi,” ujar Rai, Jumat (16/1/2026).

Rai menjelaskan, kapasitas ideal TPS3R berada di angka 8–9 ton per hari dengan catatan sampah sudah terpilah sejak dari sumber. Untuk mengejar target tersebut, pengelola menyiagakan 42 tenaga kerja yang menangani seluruh proses, mulai dari pemilahan hingga pembakaran residu menggunakan insinerator.

“Tenaga kerja kami sekarang ada 42 orang untuk mengejar target pengolahan maksimal. Sebenarnya kalau sampah masyarakat sudah terpilah, kapasitas kami itu bisa sampai 8 atau 9 ton per harinya,” jelasnya.

Ia mengakui, pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata berdampak pada perubahan komposisi sampah di Cemagi. Produksi residu kini nyaris seimbang dengan sampah organik akibat meningkatnya konsumsi makanan berkemasan plastik serta penggunaan bahan kimia dalam sarana upacara adat.

“Teorinya organik itu 70 persen, tapi riilnya sekarang sudah bisa dibilang 50:50 karena banyak bungkus makanan yang berlapis-lapis. Belum lagi bahan upacara sekarang pakai bahan kimia pengawet dan pencelup warna, jadi masuk kategori residu,” imbuh Rai.

Jenis residu yang paling sulit diolah antara lain popok sekali pakai, plastik kotor, sisa bahan bangunan, hingga penggunaan steples dan styrofoam pada perlengkapan adat yang menyulitkan proses pemilahan, khususnya pada sampah organik.

Untuk meningkatkan kepatuhan warga, pemerintah desa telah membentuk satuan tugas khusus. Saat ini, tingkat pemilahan sampah dari rumah tangga mencapai sekitar 60 persen. “Kami masih toleransi kalau organik tercampur residu sekitar 20 sampai 30 persen karena nanti dipilah lagi di tempat kami. Infrastruktur dan kendaraan pengangkut juga sudah mulai lengkap,” katanya.

Sejak mulai beroperasi pada November 2022, volume sampah yang masuk ke TPS3R terus meningkat, dari dua truk per hari menjadi lima truk. Pengelola menargetkan penghentian total pengiriman sampah ke TPA Suwung pada musim kemarau mendatang.

“Dulu awal berdiri cuma terima 2 truk sampah, sekarang sudah naik jadi 5 truk per hari karena pembangunan di sini luar biasa. Sekarang masih ada sekitar 40 persen sampah yang keluar, tapi harapannya nanti musim kemarau bisa 100 persen tuntas di sini saja,” ujar Rai.

Operasional TPS3R Cemagi dibiayai dari iuran warga serta subsidi pemerintah desa, dengan penerapan skema subsidi silang untuk wilayah komersial. Sampah organik yang telah dicacah dikirim ke Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwitani untuk diolah menjadi kompos, sementara insinerator bantuan DLHK Badung yang mulai efektif beroperasi sejak Desember 2025 diharapkan mampu memusnahkan residu hingga 12 ton per hari, meski performanya masih dipengaruhi kondisi sampah yang lembap saat musim hujan.

“Kalau teorinya bisa bakar 12 ton per 24 jam, tapi musim hujan begini sampah lembap jadi pengaruh ke volume residu yang bisa dibakar,” pungkasnya. (*/apn)
Read More

Rabu, 14 Januari 2026

𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗛𝗶𝗷𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿𝗶 𝗟𝗛, 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟲

Januari 14, 2026 0
𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗛𝗶𝗷𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿𝗶 𝗟𝗛, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗲𝗿𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟲

Pemprov Bali Kebut Infrastruktur, Volume Sampah Harian Terus Menurun

DENPASAR, Lensabali.id – Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat penanganan krisis sampah secara terintegrasi dan berkelanjutan. Gubernur Bali Wayan Koster memastikan rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang sebelumnya ditetapkan pada 28 Februari 2026 resmi diperpanjang hingga November 2026, setelah memperoleh persetujuan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.

Perpanjangan tersebut diputuskan menyusul hasil evaluasi lapangan terhadap opsi pembuangan residu sampah ke TPA Landih, Kabupaten Bangli, yang dinilai belum memenuhi kelayakan teknis maupun kapasitas. Kondisi itu mendorong Gubernur Koster untuk berkoordinasi langsung dengan Menteri LH guna meminta tambahan waktu agar kesiapan infrastruktur pengolahan sampah di Denpasar dan Badung dapat dimatangkan secara optimal.

“Setelah dilakukan pengecekan, TPA Landih Bangli belum memungkinkan. Karena itu saya melapor ke Menteri LH dan memohon waktu tambahan agar fasilitas pengolahan sampah di Denpasar dan Badung benar-benar siap. Saya ajukan perpanjangan penutupan TPA Suwung sampai November 2026,” ujar Koster kepada awak media, Rabu (14/1/2026), di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar telah memperkuat kapasitas pengolahan sampah dengan penambahan mesin di TPST Tahura dan TPST Kertalangu. Di saat yang sama, pembangunan TPS3R terus dipercepat di seluruh wilayah Denpasar baik barat, timur, selatan, maupun utara. Sementara di Kabupaten Badung, fasilitas TPS3R telah tersedia di setiap desa sebagai upaya memastikan pengelolaan sampah dimulai langsung dari sumbernya.

Menurut Koster, berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan dampak positif. Volume sampah yang masuk ke TPA Suwung tercatat mengalami penurunan secara bertahap dan konsisten. “Data bulan April, Juni, Agustus, sampai Oktober 2025 menunjukkan tren penurunan. Ini menandakan pengurangan sampah dari hulu sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Persetujuan dari Menteri Lingkungan Hidup, lanjut Koster, diberikan secara prinsip dengan catatan masa perpanjangan tidak berlangsung terlalu lama. “Beliau welcome dengan usulan kita, tetapi mengingatkan agar tidak berlarut-larut. Tim dari kementerian juga sudah turun untuk melakukan evaluasi lapangan,” ungkapnya.

Di tengah masa transisi tersebut, Pemprov Bali juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui Proyek Strategis Nasional Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Fasilitas ini direncanakan dibangun di atas lahan seluas enam hektare milik Pelindo di Benoa dan diharapkan menjadi tonggak pengelolaan sampah modern berbasis teknologi tinggi dan energi terbarukan di Bali. (*/ap)
Read More

Selasa, 06 Januari 2026

𝗣𝗲𝗿𝗰𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹

Januari 06, 2026 0
Percantik Pasar Galiran, Bupati Satria Tertibkan Pedagang Bermobil


KLUNGKUNG, Lensabali.id - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus melakukan pembenahan untuk mempercantik wajah pasar tradisional agar terlihat bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. Upaya tersebut kembali ditegaskan saat Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra meninjau langsung Pasar Umum Galiran, Kecamatan Klungkung, Selasa (6/1).

Peninjauan ini sekaligus menjadi momentum penertiban pedagang bermobil yang selama bertahun-tahun berjualan di badan jalan dan trotoar sekitar pasar. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kesemrawutan, kemacetan, serta mengurangi kenyamanan pengunjung pasar.

Bupati Satria menyampaikan bahwa penataan ini bertujuan mengembalikan fungsi pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang tertib dan memiliki daya saing di tengah maraknya pasar modern. Pemerintah daerah, menurutnya, telah menyiapkan lokasi berjualan di dalam area pasar bagi para pedagang.

“Selama ini wajah Pasar Galiran, khususnya pedagang bermobil yang berjualan di badan jalan, terlihat kumuh dan tidak tertata. Padahal, pemerintah sudah menyediakan tempat berjualan di dalam pasar agar tidak menimbulkan kemacetan,” ujar Bupati Satria di sela peninjauan.

Percantik Pasar Galiran, Bupati Satria Tertibkan Pedagang Bermobil

Untuk memastikan penertiban berjalan konsisten, Bupati menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan setiap hari selama 24 jam. Penertiban ini melibatkan tim gabungan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, serta Satpol PP.

“Kita bentuk tim kerja yang solid dan berkolaborasi sesuai tugas masing-masing. Mulai hari ini dan seterusnya, penataan pasar akan kita jaga bersama agar benar-benar tertib,” tegasnya.

Selain penertiban pedagang, Bupati Satria juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan pasar. Ia mengajak seluruh pedagang dan pengunjung untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan, terutama terkait pengelolaan sampah.

Masalah sampah, menurut Bupati, menjadi salah satu faktor utama yang membuat lingkungan pasar terlihat kumuh. Untuk itu, pemerintah daerah akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai ketentuan.

Tak hanya itu, normalisasi saluran drainase di sekitar Pasar Galiran juga akan segera dilakukan guna mencegah genangan air dan menjaga kebersihan lingkungan pasar secara berkelanjutan.

Melalui langkah penataan dan penertiban ini, Pemkab Klungkung berharap Pasar Umum Galiran dapat tampil lebih rapi, nyaman, serta menjadi ruang ekonomi rakyat yang sehat dan berdaya saing. (*/ap)
Read More

Jumat, 05 Desember 2025

𝗔𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗔𝗶𝗿 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗥 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗹𝗮𝗱

Desember 05, 2025 0
Akses Air Bersih Meningkat, Bupati Satria Resmikan SR di Desa Tanglad

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Bupati Klungkung I Made Satria meresmikan pemasangan Sambungan Rumah (SR) jaringan air bersih bagi warga Desa Tanglad, Nusa Penida, sebagai wujud pemenuhan janji dan tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan kebutuhan dasar masyarakat. Peresmian dilakukan di Balai Banjar Penyancangan.

“Dengan terpasangnya sambungan jaringan ini, akses air bersih di Desa Tanglad akan semakin mudah. Ini merupakan janji saya sekaligus kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujar Bupati Satria.

Ia menegaskan bahwa pada 2026 pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran untuk perluasan sambungan air bersih di Desa Pejukutan yang memiliki jumlah penduduk lebih besar. Dengan selesainya pemasangan di desa tersebut, seluruh wilayah di Klungkung nantinya dapat terlayani jaringan air bersih.

Bupati Satria menilai hadirnya jaringan air bersih bukan hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi UMKM lokal. Ia meminta warga menjaga dan merawat jaringan yang sudah dibangun agar distribusi air berjalan lancar. “Selama ini banyak terjadi kebocoran yang merugikan warga. Jangan lagi ada perusakan atau pemotongan pipa induk untuk sambungan ilegal,” tegasnya.

Akses Air Bersih Meningkat, Bupati Satria Resmikan SR di Desa Tanglad

Ia juga menyampaikan bahwa sambungan air untuk pura maupun balai banjar dapat diajukan melalui surat kepada Bupati. Permohonan tersebut nantinya akan dibahas untuk memperoleh dukungan CSR dari PDAM Panca Mahottama dengan penerapan tarif sosial.

Direktur Utama PDAM Panca Mahottama, I Nyoman Renin Suyasa, menjelaskan bahwa pemasangan sambungan baru di Desa Tanglad diawali identifikasi reservoir, disusul sosialisasi kepada masyarakat pada April 2025. Setelah pembukaan pendaftaran di tiap dusun, pemasangan jaringan dilakukan secara paralel hingga pemasangan SR pada Oktober 2025.

Total pemasangan SR meliputi 132 sambungan di Dusun Anta, 22 sambungan di Dusun Julingan, dan 177 sambungan di Dusun Tanglad. Sementara Dusun Watas kini masih dalam tahap pembangunan Jaringan Distribusi Utama dan Jaringan Distribusi Layanan karena jaraknya yang jauh dari pipa induk. Pemasangan SR di wilayah ini ditargetkan rampung pada 31 Desember 2025.

“Biaya sambungan yang dikenakan kepada warga sebesar Rp1,5 juta dari harga normal Rp2,5 juta. Biaya tersebut sudah memperoleh diskon lebih dari 40 persen,” kata Renin Suyasa. (*/ap)
Read More

Senin, 01 Desember 2025

𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗨𝗺𝘂𝗺 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗶𝗽𝗹𝗶𝗻 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵𝗮𝗻

Desember 01, 2025 0
Wujudkan Pasar Umum Galiran Yang Bersih dan Tertata, Bupati Satria Tekankan Disiplin Jaga Kebersihan

KLUNGKUNG, Lensabali.id - Usai memimpin Upacara Bendera HUT Korpri, Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra menyempatkan diri meninjau kondisi Pasar Umum Galiran, Senin (1/12). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penataan pasar berjalan sesuai harapan masyarakat.

Bupati Satria menjelaskan bahwa pihaknya ingin memperkuat kolaborasi dalam menertibkan aktivitas perdagangan. Ia menegaskan agar tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar area pasar, terutama di trotoar yang seharusnya menjadi ruang publik dan jalur pejalan kaki. “Trotoar-trotoar harus bersih ke depannya,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyoroti persoalan drainase di kawasan pasar. Menurutnya, saluran air di got pasar sudah sepenuhnya terisi, sehingga rawan menyebabkan genangan maupun banjir saat hujan turun. Untuk itu, ia langsung menugaskan Dinas PU melakukan normalisasi sesegera mungkin.

Selain normalisasi, Pemkab juga berencana membangun kembali trotoar di kawasan tersebut agar alur air lebih tertata dan aktivitas pengunjung berjalan nyaman. “Tindak lanjut ini nantinya bisa mengatasi keluhan-keluhan masyarakat, jadi sesegera mungkin kita eksekusi apa yang menjadi temuan hari ini,” kata Bupati Satria.

Wujudkan Pasar Umum Galiran Yang Bersih dan Tertata, Bupati Satria Tekankan Disiplin Jaga Kebersihan

Selama peninjauan, Bupati Satria dan Wabup Tjok Surya berkeliling menyapa para pedagang di tengah aktivitas pasar. Mereka mendengarkan sejumlah keluhan dan masukan terkait kondisi fasilitas dan kenyamanan lingkungan pasar.

Bupati mengingatkan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama, baik pedagang, pengunjung, maupun petugas pasar. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas umum agar perbaikan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan maksimal.

“Mari bersama-sama jaga kebersihan pasar ini dengan sebaik-baiknya. Sarana dan fasilitas juga harus dijaga agar ke depan suasana pasar terlihat bersih dan nyaman dikunjungi,” harapnya.

Ia juga menilai bahwa pasar tradisional harus menjadi ruang yang tidak hanya ramai aktivitas ekonomi, tetapi juga tertata dengan baik, aman, dan membuat masyarakat betah berbelanja.

Dengan adanya penataan ulang serta pembenahan drainase, Pemkab Klungkung berharap Pasar Umum Galiran dapat menjadi contoh pasar yang tertib dan bersih di wilayah Klungkung. (*/ap)
Read More

Senin, 24 November 2025

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗔𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗛𝘂𝗻𝗶 𝗧𝘂𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻

November 24, 2025 0

Gubernur Koster Minta Atensi Pusat, Targetkan Kepemilikan Rumah Layak Huni Tuntas Dalam Lima Tahun

BADUNG, Lensabali.id - Gubernur Wayan Koster menyoroti kebutuhan mendesak penyediaan 32 ribu rumah layak huni di Bali. Angka tersebut mencerminkan kebutuhan lintas kewenangan, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Ia menilai dukungan pendanaan dari pemerintah pusat sangat diperlukan agar masalah permukiman dapat ditangani lebih cepat.

Dalam agenda sosialisasi KPP dan FLPP SMF serta PNM di Universitas Udayana, Koster menyampaikan bahwa porsi terbesar kebutuhan berada di tingkat kabupaten/kota. “Di Bali ini, terbanyak adalah kewenangan kabupaten/kota yaitu 22 ribu,” ujarnya. Karena itu, ia berharap pagu anggaran 2026 dapat memberikan ruang lebih besar untuk Bali.

Koster menyatakan optimisme bahwa dengan sinergi pusat dan daerah, target menghapus rumah tak layak huni di Bali dalam lima tahun bukan hal yang mustahil. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan hunian layak sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup.

Ia juga mengapresiasi program tiga juta rumah Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup kawasan perkotaan, pedesaan, dan pesisir. Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah seperti Bali yang memiliki karakter wilayah berbeda.

Meski Bali tidak membutuhkan kuota sebesar daerah besar lainnya, Koster tetap meminta perhatian khusus agar percepatan penyediaan rumah rakyat dapat berjalan lebih efektif. Ia menilai percepatan ini penting untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan wilayah. 

Gubernur Koster Minta Atensi Pusat, Targetkan Kepemilikan Rumah Layak Huni Tuntas Dalam Lima Tahun
 
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menyatakan komitmennya untuk merespons kebutuhan Bali secara bertahap. Ia bahkan mencontohkan kesiapan pemerintah pusat mengalokasikan 100 unit renovasi untuk Denpasar tahun depan sesuai laporan terbaru dari pemerintah kota.

Maruarar menegaskan bahwa pemerintah pusat telah meningkatkan anggaran renovasi rumah tak layak huni secara signifikan. “Tahun ini ada 45 ribu rumah dan tahun depan meningkat delapan kali lipat menjadi 400 ribu rumah,” katanya, sambil menekankan bahwa langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menekankan bahwa program perumahan pemerintah dirancang agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir. Ia mengajak seluruh pihak memastikan KUR Perumahan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Qodari menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada ketepatan penyaluran serta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan skema yang telah disediakan. Ia berharap Bali dapat menjadi contoh percepatan penataan permukiman.

Dengan dukungan pusat dan sinergi daerah, pemerintah menargetkan agar warga Bali segera memperoleh akses yang lebih merata terhadap rumah layak huni, sehingga persoalan permukiman tidak lagi menjadi hambatan pembangunan sosial.(*/ap)
Read More

𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮: 𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗶𝗽𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝘁𝗮 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵

November 24, 2025 0
Wajah Baru Kota Singaraja Kabel dan Pipa Ditata ke Bawah Tanah

BULELENG, Lensabali.id - Penataan besar kawasan titik nol Singaraja resmi dimulai oleh Pemkab Buleleng. Upaya ini menjadi tahap awal revitalisasi koridor heritage kota, khususnya sepanjang area Patung Singa Ambara Raja hingga Taman Makam Pahlawan Curastana.

Dinas PUTR Buleleng memimpin proyek ini dengan memindahkan jaringan kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM ke bawah tanah. Pemindahan utilitas dilakukan untuk meningkatkan estetika kota sekaligus menambah keamanan bagi masyarakat.

I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan bahwa kawasan titik nol memerlukan penataan serius karena menjadi pusat aktivitas warga. Ia menegaskan, “Penataan kabel bawah tanah ini penting sekali agar tampilan kawasan lebih rapi dan estetika kota bisa maksimal.”

Saluran kabel bawah tanah akan disusun sejajar dengan drainase, namun menggunakan konstruksi berbeda agar setiap fungsi tetap aman. Dengan sistem ini, utilitas dapat dipelihara tanpa mengganggu fasilitas lainnya.

Penataan dilakukan dalam koordinasi lintas instansi karena menyangkut berbagai jaringan layanan publik. Seluruh pihak disebut siap berkolaborasi demi memperkuat karakter heritage Singaraja.

Tahap pengerjaan dimulai dari area depan Kantor DPRD Buleleng, bergerak ke arah Jalan Pahlawan, serta menuju area Taman Makam Curastana. Pekerjaan berikutnya dilanjutkan hingga Jalan Krisna yang dikenal sebagai kawasan bangunan bersejarah.

Sebagai bagian dari pembenahan kota, Pemkab juga menyiapkan pemasangan CCTV, penataan ruang terbuka hijau, serta pengalihan gardu listrik ke lokasi yang lebih tertutup. Langkah ini diambil untuk menjaga estetika sekaligus keamanan lingkungan.

Gede Suyasa sebelumnya menegaskan bahwa penataan ini selaras dengan visi pembangunan Bupati Buleleng lima tahun ke depan. Fokusnya adalah menghidupkan kembali kawasan heritage agar lebih tertata dan memiliki identitas kuat.

PUTR menargetkan penyusunan DED dan proses tender selesai akhir tahun. Bila tak ada hambatan, pekerjaan konstruksi dimulai awal 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan.

Seluruh rangkaian pekerjaan dikejar sesuai jadwal agar kawasan dapat steril pada Juli mendatang, memberi ruang bagi tahap pembangunan berikutnya. (ap)
Read More

Kamis, 30 Oktober 2025

𝗡𝘆. 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗵𝗮𝘁

Oktober 30, 2025 0

Ny. Seniasih Giri Prasta Dorong PKK dan Masyarakat Gianyar Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

GIANYAR, Lensabali.id – Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, bersama sejumlah kepala perangkat daerah menggelar kegiatan Aksi Sosial PKK Provinsi Bali Menyapa dan Berbagi di Desa Adat Jasan, Tegallalang, Gianyar, Rabu (29/10). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, kebersihan lingkungan, dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Dalam sambutannya, Ny. Seniasih menekankan bahwa PKK memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kebiasaan hidup bersih. “PKK harus menjadi pelopor dalam gerakan hidup bersih dan sehat. Semua perubahan besar dimulai dari keluarga,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali turut memberikan sosialisasi tentang menjaga kesehatan mata dan kebugaran bagi lansia, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. dr. I Nyoman Gede Anom mengingatkan masyarakat agar menjaga pola makan seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui I Wayan Sunada memberikan edukasi tentang bahaya rabies. Ia menekankan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan langkah cepat melapor jika terjadi gigitan hewan penular rabies. 

Ny. Seniasih Giri Prasta Dorong PKK dan Masyarakat Gianyar Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat

Ketua TP PKK Gianyar, Ny. Dr. Surya Adnyani Mahayastra, menjelaskan bahwa program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) telah diterapkan di sejumlah desa, termasuk Desa Singakerta yang memiliki 400 teba modern, serta Desa Celuk, Mas, Saba, dan Sayan dengan sekitar 100 teba modern. Menurutnya, keberhasilan program ini lahir dari kerja sama erat antara pemerintah, PKK, dan kader desa.

“Kita tidak bekerja sendiri. Semua bergerak bersama dan bersinergi. Apa yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali akan kami dukung dan upayakan agar dapat teratasi dengan baik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Wakil Gubernur atas dukungan bagi masyarakat Gianyar.

Sebanyak 50 warga menerima bantuan sembako berupa beras, telur, dan susu. Selain itu, kegiatan diisi dengan pembagian bibit pohon mangga, vitamin untuk balita dan lansia, kacamata gratis, serta pelatihan memasak bagi kader PKK.

Melalui kegiatan ini, PKK Bali berharap dapat terus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta melestarikan lingkungan demi terwujudnya masyarakat Bali yang bersih, sehat, dan berdaya. (hms/ap)
Read More

Rabu, 22 Oktober 2025

𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗶𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗟𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺 𝟯𝟰.𝟬𝟰𝟳 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝟯𝟭𝟰 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗲-𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗣𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝘁𝘂 “𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮”

Oktober 22, 2025 0


Denpasar, Lensabali.id - Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Bali bersiap menggelar kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana, sebuah gerakan kolaboratif berskala besar yang akan memadukan kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih sungai secara serentak di seluruh wilayah Pulau Dewata.


Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 25–26 Oktober 2025, bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga hari suci yang dimaknai sebagai waktu memuliakan tumbuh-tumbuhan.


Dalam konferensi pers di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (22/10), Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan puluhan ribu peserta dari berbagai unsur masyarakat. Berdasarkan data terakhir, 20.453 orang akan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, sementara 27.189 orang lainnya akan mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai di berbagai wilayah Bali.


Secara keseluruhan, penanaman pohon akan dilakukan di lahan seluas 314,08 hektar dengan total 34.047 bibit pohon. Jenis tanaman yang ditanam memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan spiritual, seperti jepun, jempiring, sandat, cempaka, durian, kelapa genjah, klengkeng, sukun, mangga, beringin, mahoni, tabebuya, dan ketapang kencana.


Kegiatan penanaman dipusatkan di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar di tingkat provinsi, yaitu Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati, yang melintasi wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Bangli. Sementara di tingkat kabupaten, kegiatan serupa akan dilakukan di DAS prioritas masing-masing daerah seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.

Pelaksanaan kegiatan akan diawali dengan upacara persembahyangan niskala di Pura Pengubengan Besakih pada Sabtu pagi (25/10) pukul 08.00 Wita, sebagai ungkapan bhakti dan rasa terima kasih kepada tumbuh-tumbuhan yang telah memberi kehidupan bagi manusia. Usai persembahyangan, akan dilakukan penanaman pohon secara simbolis di area pura.


Gubernur Koster menegaskan, Rahina Tumpek Wariga memiliki makna mendalam sebagai momentum bagi manusia untuk menanam kembali apa yang telah diambil dari alam. “Penanaman pohon ini adalah simbol harmonisasi antara manusia dan lingkungan agar bumi tetap lestari dan seimbang,” ujarnya.


Selain penghijauan, aksi bersih-bersih sungai menjadi fokus utama kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk mengangkat sampah dan sumbatan di aliran sungai yang berpotensi menyebabkan banjir menjelang musim hujan pada November hingga Februari mendatang.


Pemerintah Provinsi Bali juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan besar ini. Koster menekankan bahwa Gotong Royong Semesta Berencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata menuju “Bali Hijau dan Harmoni”, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.


“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menanamkan nilai gotong royong dalam menjaga Pulau Bali agar tetap hijau, bersih, dan lestari,” Ujar Gubernur Bali Wayan Koster (editor/GP)


Read More

Jumat, 03 Oktober 2025

𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 & 𝗪𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗙𝗮𝗵𝗿𝗶 𝗛𝗮𝗺𝘇𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗽𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗽𝘂𝘀 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗛𝘂𝗻𝗶 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲

Oktober 03, 2025 0
Gubernur Koster & Wamen Fahri Hamzah Sepakat Hapus Rumah Tak Layak Huni di Bali Mulai 2026

DENPASAR, Lensabali.id  – Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman RI, Fahri Hamzah, sepakat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (RTLH) di Bali. Program ini ditargetkan mulai berjalan pada 2026 dan menuntaskan lebih dari 33 ribu unit RTLH paling lambat tahun 2029.

Dalam pertemuan di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/10), Koster menyampaikan data rumah tidak layak huni terbanyak berada di Kabupaten Karangasem. “APBN akan membantu lebih dari 12 ribu unit, provinsi menyalurkan BKK untuk daerah dengan fiskal lemah, dan sisanya ditopang APBD kabupaten/kota, CSR, serta gotong royong ASN,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung penanganan bencana banjir besar yang melanda Bali akibat badai Rossby. Bantuan Rp15 juta per KK terdampak, Rp3,4 miliar untuk pedagang Pasar Badung, serta lebih dari Rp1 miliar bagi korban di Tabanan dan Jembrana telah disalurkan. “Semua rumah rusak sudah tertangani. Ke depan, empat sungai besar akan diaudit untuk reboisasi dan mitigasi lebih kuat,” ujar Koster. 
 
Gubernur Koster & Wamen Fahri Hamzah Sepakat Hapus Rumah Tak Layak Huni di Bali Mulai 2026
 
Fahri Hamzah menegaskan Bali memiliki peran strategis sebagai etalase Indonesia. Karena itu, desain perumahan dan pemukiman harus berstandar internasional. “Dengan 6,5 juta wisatawan asing, Bali adalah wajah Indonesia. Perumahan di sini harus modern, terintegrasi, tapi tetap menghormati budaya lokal,” kata Fahri.

Ia juga menargetkan penataan kawasan kumuh seluas 12 km², khususnya di daerah pesisir, agar menjadi kampung nelayan modern yang higienis dan ramah wisata. “Pantai Bali harus bercahaya seperti Maldives,” tambahnya.

Koster menutup pertemuan dengan optimisme. Menurutnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun akan menjadi pedoman dalam mengatasi masalah alih fungsi lahan, kemacetan, sampah, dan ketimpangan wilayah. “Kami ingin Bali bukan hanya indah bagi wisatawan, tapi juga layak huni bagi seluruh masyarakatnya,” tegasnya. (hms/ap)
Read More