Kamis, 09 Juli 2026
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗥𝗘𝗜 𝗥𝗮𝗻𝗰𝗮𝗻𝗴 𝗛𝘂𝗻𝗶𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗮 𝗗𝗲𝗽𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗛𝗲𝗺𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻
Rabu, 03 Juni 2026
𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿, 𝗞𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝘀𝗲𝗺 𝗞𝗲𝗵𝗶𝗹𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝟰𝟰𝟬 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿𝗲 𝗦𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗔𝗹𝗶𝗵 𝗙𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻
Kamis, 23 April 2026
𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗔𝘂𝗱𝗶𝘁 𝗨𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗜𝘇𝗶𝗻 𝗩𝗶𝗹𝗹𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗼𝘀 𝗱𝗶 𝗞𝘂𝘁𝗮 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗴𝘄𝗶
Selasa, 24 Maret 2026
𝗧𝗶𝗻𝗷𝗮𝘂 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗗𝗲𝗿𝗲𝘁 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗵𝗶 𝗥𝗮𝗵𝗮𝘆𝘂, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗘𝗸𝗼𝗻𝗼𝗺𝗶 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮
Sabtu, 31 Januari 2026
𝗥𝗮𝗺𝗮𝗶 𝗜𝘀𝘂 𝗠𝗮𝗹 𝗱𝗶 𝗖𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂, 𝗦𝗮𝘁𝗽𝗼𝗹 𝗣𝗣 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗧𝗮𝗵𝗮𝗽 𝗪𝗮𝗰𝗮𝗻𝗮
Rabu, 21 Januari 2026
𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯 𝗧𝗮𝘁𝗮 𝗥𝘂𝗮𝗻𝗴 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗩𝗲𝗿𝗶𝗳𝗶𝗸𝗮𝘀𝗶 𝗜𝗣𝗣𝗥
Jumat, 16 Januari 2026
𝗧𝗣𝗦𝟯𝗥 𝗦𝗮𝗿𝘄𝗮 𝗠𝗲𝘁𝘂 𝗪𝗮𝗻𝗴𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗔𝗻𝗱𝗮𝗹𝗮𝗻 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗖𝗲𝗺𝗮𝗴𝗶 𝗔𝘁𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗮𝗺𝗽𝗮𝗵
Rabu, 14 Januari 2026
𝗗𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗟𝗮𝗺𝗽𝘂 𝗛𝗶𝗷𝗮𝘂 𝗠𝗲𝗻𝘁𝗲𝗿𝗶 𝗟𝗛, 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽𝗮𝗻 𝗧𝗣𝗔 𝗦𝘂𝘄𝘂𝗻𝗴 𝗗𝗶𝗽𝗲𝗿𝗽𝗮𝗻𝗷𝗮𝗻𝗴 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟲

Pemprov Bali Kebut Infrastruktur, Volume Sampah Harian Terus Menurun
Selasa, 06 Januari 2026
𝗣𝗲𝗿𝗰𝗮𝗻𝘁𝗶𝗸 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗶𝗯𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗱𝗮𝗴𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝗺𝗼𝗯𝗶𝗹
Jumat, 05 Desember 2025
𝗔𝗸𝘀𝗲𝘀 𝗔𝗶𝗿 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗠𝗲𝗻𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝘁, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗦𝗥 𝗱𝗶 𝗗𝗲𝘀𝗮 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗹𝗮𝗱
Senin, 01 Desember 2025
𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗿 𝗨𝗺𝘂𝗺 𝗚𝗮𝗹𝗶𝗿𝗮𝗻 𝗬𝗮𝗻𝗴 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗿𝘁𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗽𝗮𝘁𝗶 𝗦𝗮𝘁𝗿𝗶𝗮 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗶𝗽𝗹𝗶𝗻 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗞𝗲𝗯𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵𝗮𝗻
Senin, 24 November 2025
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘁𝗮 𝗔𝘁𝗲𝗻𝘀𝗶 𝗣𝘂𝘀𝗮𝘁, 𝗧𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗺𝗶𝗹𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗛𝘂𝗻𝗶 𝗧𝘂𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗗𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗟𝗶𝗺𝗮 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻
Dalam agenda sosialisasi KPP dan FLPP SMF serta PNM di Universitas Udayana, Koster menyampaikan bahwa porsi terbesar kebutuhan berada di tingkat kabupaten/kota. “Di Bali ini, terbanyak adalah kewenangan kabupaten/kota yaitu 22 ribu,” ujarnya. Karena itu, ia berharap pagu anggaran 2026 dapat memberikan ruang lebih besar untuk Bali.
Koster menyatakan optimisme bahwa dengan sinergi pusat dan daerah, target menghapus rumah tak layak huni di Bali dalam lima tahun bukan hal yang mustahil. Ia menekankan bahwa masyarakat berhak mendapatkan hunian layak sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup.
Ia juga mengapresiasi program tiga juta rumah Presiden Prabowo Subianto, yang mencakup kawasan perkotaan, pedesaan, dan pesisir. Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan daerah seperti Bali yang memiliki karakter wilayah berbeda.
Meski Bali tidak membutuhkan kuota sebesar daerah besar lainnya, Koster tetap meminta perhatian khusus agar percepatan penyediaan rumah rakyat dapat berjalan lebih efektif. Ia menilai percepatan ini penting untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan wilayah.
Maruarar menegaskan bahwa pemerintah pusat telah meningkatkan anggaran renovasi rumah tak layak huni secara signifikan. “Tahun ini ada 45 ribu rumah dan tahun depan meningkat delapan kali lipat menjadi 400 ribu rumah,” katanya, sambil menekankan bahwa langkah ini menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menekankan bahwa program perumahan pemerintah dirancang agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rentenir. Ia mengajak seluruh pihak memastikan KUR Perumahan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Qodari menilai keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada ketepatan penyaluran serta kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan skema yang telah disediakan. Ia berharap Bali dapat menjadi contoh percepatan penataan permukiman.
Dengan dukungan pusat dan sinergi daerah, pemerintah menargetkan agar warga Bali segera memperoleh akses yang lebih merata terhadap rumah layak huni, sehingga persoalan permukiman tidak lagi menjadi hambatan pembangunan sosial.(*/ap)
𝗪𝗮𝗷𝗮𝗵 𝗕𝗮𝗿𝘂 𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗦𝗶𝗻𝗴𝗮𝗿𝗮𝗷𝗮: 𝗞𝗮𝗯𝗲𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗶𝗽𝗮 𝗗𝗶𝘁𝗮𝘁𝗮 𝗸𝗲 𝗕𝗮𝘄𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗵
Dinas PUTR Buleleng memimpin proyek ini dengan memindahkan jaringan kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM ke bawah tanah. Pemindahan utilitas dilakukan untuk meningkatkan estetika kota sekaligus menambah keamanan bagi masyarakat.
I Putu Adiptha Ekaputra menjelaskan bahwa kawasan titik nol memerlukan penataan serius karena menjadi pusat aktivitas warga. Ia menegaskan, “Penataan kabel bawah tanah ini penting sekali agar tampilan kawasan lebih rapi dan estetika kota bisa maksimal.”
Saluran kabel bawah tanah akan disusun sejajar dengan drainase, namun menggunakan konstruksi berbeda agar setiap fungsi tetap aman. Dengan sistem ini, utilitas dapat dipelihara tanpa mengganggu fasilitas lainnya.
Penataan dilakukan dalam koordinasi lintas instansi karena menyangkut berbagai jaringan layanan publik. Seluruh pihak disebut siap berkolaborasi demi memperkuat karakter heritage Singaraja.
Tahap pengerjaan dimulai dari area depan Kantor DPRD Buleleng, bergerak ke arah Jalan Pahlawan, serta menuju area Taman Makam Curastana. Pekerjaan berikutnya dilanjutkan hingga Jalan Krisna yang dikenal sebagai kawasan bangunan bersejarah.
Sebagai bagian dari pembenahan kota, Pemkab juga menyiapkan pemasangan CCTV, penataan ruang terbuka hijau, serta pengalihan gardu listrik ke lokasi yang lebih tertutup. Langkah ini diambil untuk menjaga estetika sekaligus keamanan lingkungan.
Gede Suyasa sebelumnya menegaskan bahwa penataan ini selaras dengan visi pembangunan Bupati Buleleng lima tahun ke depan. Fokusnya adalah menghidupkan kembali kawasan heritage agar lebih tertata dan memiliki identitas kuat.
PUTR menargetkan penyusunan DED dan proses tender selesai akhir tahun. Bila tak ada hambatan, pekerjaan konstruksi dimulai awal 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu enam bulan.
Seluruh rangkaian pekerjaan dikejar sesuai jadwal agar kawasan dapat steril pada Juli mendatang, memberi ruang bagi tahap pembangunan berikutnya. (ap)
Kamis, 30 Oktober 2025
𝗡𝘆. 𝗦𝗲𝗻𝗶𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗚𝗶𝗿𝗶 𝗣𝗿𝗮𝘀𝘁𝗮 𝗗𝗼𝗿𝗼𝗻𝗴 𝗣𝗞𝗞 𝗱𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗚𝗶𝗮𝗻𝘆𝗮𝗿 𝗪𝘂𝗷𝘂𝗱𝗸𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗦𝗲𝗵𝗮𝘁
Dalam sambutannya, Ny. Seniasih menekankan bahwa PKK memiliki tanggung jawab besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kebiasaan hidup bersih. “PKK harus menjadi pelopor dalam gerakan hidup bersih dan sehat. Semua perubahan besar dimulai dari keluarga,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi mewujudkan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali turut memberikan sosialisasi tentang menjaga kesehatan mata dan kebugaran bagi lansia, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. dr. I Nyoman Gede Anom mengingatkan masyarakat agar menjaga pola makan seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui I Wayan Sunada memberikan edukasi tentang bahaya rabies. Ia menekankan pentingnya vaksinasi hewan peliharaan dan langkah cepat melapor jika terjadi gigitan hewan penular rabies.
“Kita tidak bekerja sendiri. Semua bergerak bersama dan bersinergi. Apa yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Bali akan kami dukung dan upayakan agar dapat teratasi dengan baik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Ibu Wakil Gubernur atas dukungan bagi masyarakat Gianyar.
Sebanyak 50 warga menerima bantuan sembako berupa beras, telur, dan susu. Selain itu, kegiatan diisi dengan pembagian bibit pohon mangga, vitamin untuk balita dan lansia, kacamata gratis, serta pelatihan memasak bagi kader PKK.
Melalui kegiatan ini, PKK Bali berharap dapat terus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga kesehatan serta melestarikan lingkungan demi terwujudnya masyarakat Bali yang bersih, sehat, dan berdaya. (hms/ap)
Rabu, 22 Oktober 2025
𝗧𝘂𝗺𝗽𝗲𝗸 𝗪𝗮𝗿𝗶𝗴𝗮 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗣𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻 𝗟𝗮𝗻𝗴𝘀𝘂𝗻𝗴 𝗚𝗲𝗿𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗮𝗻𝗮𝗺 𝟯𝟰.𝟬𝟰𝟳 𝗣𝗼𝗵𝗼𝗻 𝗱𝗶 𝗟𝗮𝗵𝗮𝗻 𝟯𝟭𝟰 𝗛𝗲𝗸𝘁𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗶𝗵 𝗦𝘂𝗻𝗴𝗮𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗲𝗻𝘁𝗮𝗸 𝘀𝗲-𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗣𝘂𝗹𝘂𝗵𝗮𝗻 𝗥𝗶𝗯𝘂 𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝘁𝘂 “𝗚𝗼𝘁𝗼𝗻𝗴 𝗥𝗼𝘆𝗼𝗻𝗴 𝗦𝗲𝗺𝗲𝘀𝘁𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮”
Denpasar, Lensabali.id - Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Bali bersiap menggelar kegiatan Gotong Royong Semesta Berencana, sebuah gerakan kolaboratif berskala besar yang akan memadukan kegiatan penanaman pohon dan aksi bersih-bersih sungai secara serentak di seluruh wilayah Pulau Dewata.
Gerakan ini merupakan bagian dari implementasi Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 25–26 Oktober 2025, bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga hari suci yang dimaknai sebagai waktu memuliakan tumbuh-tumbuhan.
Dalam konferensi pers di Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (22/10), Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan puluhan ribu peserta dari berbagai unsur masyarakat. Berdasarkan data terakhir, 20.453 orang akan berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon, sementara 27.189 orang lainnya akan mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai di berbagai wilayah Bali.
Secara keseluruhan, penanaman pohon akan dilakukan di lahan seluas 314,08 hektar dengan total 34.047 bibit pohon. Jenis tanaman yang ditanam memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan spiritual, seperti jepun, jempiring, sandat, cempaka, durian, kelapa genjah, klengkeng, sukun, mangga, beringin, mahoni, tabebuya, dan ketapang kencana.
Kegiatan penanaman dipusatkan di tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) besar di tingkat provinsi, yaitu Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati, yang melintasi wilayah Denpasar, Badung, Gianyar, dan Bangli. Sementara di tingkat kabupaten, kegiatan serupa akan dilakukan di DAS prioritas masing-masing daerah seperti Jembrana, Buleleng, Karangasem, Klungkung, dan Tabanan.
Pelaksanaan kegiatan akan diawali dengan upacara persembahyangan niskala di Pura Pengubengan Besakih pada Sabtu pagi (25/10) pukul 08.00 Wita, sebagai ungkapan bhakti dan rasa terima kasih kepada tumbuh-tumbuhan yang telah memberi kehidupan bagi manusia. Usai persembahyangan, akan dilakukan penanaman pohon secara simbolis di area pura.
Gubernur Koster menegaskan, Rahina Tumpek Wariga memiliki makna mendalam sebagai momentum bagi manusia untuk menanam kembali apa yang telah diambil dari alam. “Penanaman pohon ini adalah simbol harmonisasi antara manusia dan lingkungan agar bumi tetap lestari dan seimbang,” ujarnya.
Selain penghijauan, aksi bersih-bersih sungai menjadi fokus utama kegiatan. Langkah ini dilakukan untuk mengangkat sampah dan sumbatan di aliran sungai yang berpotensi menyebabkan banjir menjelang musim hujan pada November hingga Februari mendatang.
Pemerintah Provinsi Bali juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan besar ini. Koster menekankan bahwa Gotong Royong Semesta Berencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata menuju “Bali Hijau dan Harmoni”, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan alam, memperkuat ketahanan lingkungan, serta menanamkan nilai gotong royong dalam menjaga Pulau Bali agar tetap hijau, bersih, dan lestari,” Ujar Gubernur Bali Wayan Koster (editor/GP)
Jumat, 03 Oktober 2025
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 & 𝗪𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗙𝗮𝗵𝗿𝗶 𝗛𝗮𝗺𝘇𝗮𝗵 𝗦𝗲𝗽𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗛𝗮𝗽𝘂𝘀 𝗥𝘂𝗺𝗮𝗵 𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗮𝘆𝗮𝗸 𝗛𝘂𝗻𝗶 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗠𝘂𝗹𝗮𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲
Dalam pertemuan di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (3/10), Koster menyampaikan data rumah tidak layak huni terbanyak berada di Kabupaten Karangasem. “APBN akan membantu lebih dari 12 ribu unit, provinsi menyalurkan BKK untuk daerah dengan fiskal lemah, dan sisanya ditopang APBD kabupaten/kota, CSR, serta gotong royong ASN,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung penanganan bencana banjir besar yang melanda Bali akibat badai Rossby. Bantuan Rp15 juta per KK terdampak, Rp3,4 miliar untuk pedagang Pasar Badung, serta lebih dari Rp1 miliar bagi korban di Tabanan dan Jembrana telah disalurkan. “Semua rumah rusak sudah tertangani. Ke depan, empat sungai besar akan diaudit untuk reboisasi dan mitigasi lebih kuat,” ujar Koster.
Ia juga menargetkan penataan kawasan kumuh seluas 12 km², khususnya di daerah pesisir, agar menjadi kampung nelayan modern yang higienis dan ramah wisata. “Pantai Bali harus bercahaya seperti Maldives,” tambahnya.
Koster menutup pertemuan dengan optimisme. Menurutnya, Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun akan menjadi pedoman dalam mengatasi masalah alih fungsi lahan, kemacetan, sampah, dan ketimpangan wilayah. “Kami ingin Bali bukan hanya indah bagi wisatawan, tapi juga layak huni bagi seluruh masyarakatnya,” tegasnya. (hms/ap)











.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)



.jpeg)