Jumat, 08 Mei 2026
𝗗𝗶𝗶𝘀𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗷𝘂 𝗖𝗮𝗴𝘂𝗯 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗡𝘆𝗼𝗺𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗿𝘁𝗮: “𝗦𝗮𝘆𝗮 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗱𝗶 𝗦𝗲𝗻𝗮𝘆𝗮𝗻”
Senin, 04 Mei 2026
𝗪𝗮𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗗𝘂𝗲𝘁 𝗔𝗪𝗞–𝗗𝗲 𝗚𝗮𝗱𝗷𝗮𝗵 𝗠𝘂𝗻𝗰𝘂𝗹, 𝗥𝗲𝘀𝗽𝗼𝗻𝘀 𝗦𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗶𝘀𝗲𝗯𝘂𝘁 𝗦𝗲𝗸𝗮𝗱𝗮𝗿 ‘𝗧𝗲𝘀 𝗢𝗺𝗯𝗮𝗸’
Jumat, 24 April 2026
𝗧𝗮𝗸 𝗟𝗮𝗴𝗶 𝗔𝗱𝗮 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗺𝘂𝗺, 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗥𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗟𝗞𝗣𝗝
Sabtu, 14 Maret 2026
𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗞𝘂𝗸𝘂𝗵𝗸𝗮𝗻 𝟯.𝟱𝟯𝟱 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗣𝗗𝗜𝗣 𝗕𝗮𝗱𝘂𝗻𝗴, 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗞𝗼𝗻𝘀𝗼𝗹𝗶𝗱𝗮𝘀𝗶 𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗔𝗸𝗮𝗿 𝗥𝘂𝗺𝗽𝘂𝘁
Jumat, 30 Januari 2026
𝗜𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗣𝗮𝗸 𝗢𝗹𝗲𝘀, 𝗞𝗼𝗺𝗮𝗻𝗴 𝗗𝘆𝗮𝗵 𝗦𝗲𝘁𝘂𝘁𝗶 𝗥𝗲𝘀𝗺𝗶 𝗗𝘂𝗱𝘂𝗸𝗶 𝗞𝘂𝗿𝘀𝗶 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗣𝗔𝗪
Kamis, 22 Januari 2026
𝗔𝗷𝘂𝘀 𝗟𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶𝗵 𝗦𝗼𝗮𝗹 𝗦𝘂𝘆𝗮𝘀𝗮 𝗸𝗲 𝗣𝗦𝗜: 𝗣𝗲𝗿𝗽𝗶𝗻𝗱𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗞𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗛𝗮𝗹 𝗪𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸
Senin, 19 Januari 2026
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗮𝗻𝗱𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗨𝗺𝘂𝗺 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗠𝗮𝘆𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗙𝗿𝗮𝗸𝘀𝗶 𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴 𝗧𝗮𝗺𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗠𝗼𝗱𝗮𝗹 𝗕𝗣𝗗 𝗕𝗮𝗹𝗶
Minggu, 18 Januari 2026
𝗗𝗲 𝗚𝗮𝗱𝗷𝗮𝗵: 𝗣𝗶𝗹𝗸𝗮𝗱𝗮 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗗𝗮𝗲𝗿𝗮𝗵
Selasa, 13 Januari 2026
𝗠𝗲𝗴𝗮𝘄𝗮𝘁𝗶: 𝗣𝗶𝗹𝗸𝗮𝗱𝗮 𝗟𝗲𝘄𝗮𝘁 𝗗𝗣𝗥𝗗 𝗕𝗲𝗿𝘁𝗲𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗞𝗲𝗱𝗮𝘂𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗥𝗮𝗸𝘆𝗮𝘁
Kamis, 30 Oktober 2025
𝗗𝗶𝗹𝗶𝗿𝗶𝗸 𝗣𝗮𝗿𝗽𝗼𝗹 𝗸𝗮𝗿𝗲𝗻𝗮 𝗘𝗹𝗲𝗸𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗡𝗮𝗶𝗸, 𝗣𝘂𝗿𝗯𝗮𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻: “𝗦𝗮𝘆𝗮 𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗞𝗲𝗿𝗷𝗮, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸”

“Apa? Saya nggak tahu (ada tawaran masuk parpol). Kamu lirik saya nggak?” ujar Purbaya dengan nada bercanda saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/10/2025), seperti dikutip dari detikFinance. Dengan nada ringan, ia menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak memiliki dasar yang kuat.
Purbaya kemudian menegaskan posisinya sebagai pejabat negara yang fokus pada tugas dan tanggung jawabnya di bidang ekonomi. “Saya nggak tertarik politik. Saya nggak tertarik politik,” katanya mantap. Ia menilai bahwa terlibat dalam politik praktis bukanlah jalan yang akan ditempuhnya saat ini, terlebih ketika kondisi ekonomi global tengah berfluktuasi dan membutuhkan perhatian penuh dari pemerintah.
Belakangan, nama Purbaya memang mencuri perhatian publik. Gaya bicaranya yang lugas, pendekatannya yang berbasis data, serta kemampuannya menjaga stabilitas fiskal membuatnya dianggap sebagai salah satu menteri dengan performa paling solid di kabinet. Tak heran jika beberapa lembaga survei menempatkan Purbaya sebagai sosok teknokrat yang dinilai memiliki potensi politik ke depan.
Namun, bagi Purbaya, isu tersebut tak lebih dari riak kecil di tengah tanggung jawab besar yang ia emban. Ia menyatakan lebih memilih bekerja dan menyelesaikan program-program ekonomi strategis pemerintah, termasuk menjaga ketahanan fiskal dan memperkuat fondasi ekonomi domestik. “Saya fokus kerja. Banyak yang harus diselesaikan untuk ekonomi nasional,” ujarnya menambahkan.
Sumber di lingkungan pemerintahan menyebut, peningkatan citra publik Purbaya juga tidak lepas dari kiprahnya dalam menghadapi gejolak ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga tantangan pascapandemi. Konsistensinya dalam memberikan penjelasan yang transparan dan berbasis fakta menjadikannya figur yang disegani, baik di dalam kabinet maupun oleh pelaku pasar.
Beberapa pengamat politik memandang, ketegasan Purbaya menolak politik menunjukkan integritas seorang birokrat profesional. “Ia punya posisi kuat karena berbicara berdasarkan data, bukan opini. Kalau pun nanti ada tawaran politik, jelas ia bukan tipe yang mudah tergoda,” ujar salah satu analis yang menilai kiprahnya di pemerintahan.
Dengan pernyataan tegasnya, Purbaya seolah ingin menutup spekulasi publik yang sempat berkembang. Ia menegaskan bahwa dirinya akan tetap berada di jalur profesionalisme, menjalankan amanah sebagai Menteri Keuangan, dan tidak akan terlibat dalam arena politik praktis. “Saya tetap di sini untuk bekerja, bukan berpolitik,” pungkasnya dengan nada tenang namun penuh penegasan. (*/ap)
Minggu, 19 Oktober 2025
𝗕𝘂𝗸𝗮 𝗧𝗮𝗹𝗸𝘀𝗵𝗼𝘄 𝗞𝗣𝗣𝗜 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗜𝗯𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗿𝗶 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗸𝗮𝗻𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗲𝗺𝗽𝘂𝗮𝗻 𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝗺𝗮𝗿𝘁𝗮𝗯𝗮𝘁 𝗱𝗶 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸

DENPASAR, Lensabali.id – Pembina Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, membuka Talkshow KPPI Bali bertema “Perempuan Berdaya, Negara Berjaya” yang digelar di Duta Orchid Garden, Denpasar, Sabtu (18/10).
Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menekankan bahwa perempuan yang ingin berkiprah di ranah politik harus memperkuat kapasitas dan integritas diri. Ia menilai, pemberdayaan perempuan sejati bukan hanya soal simbol kekuatan, melainkan kemampuan membangun kekuatan internal yang berakar dari pengetahuan dan karakter.
“Kekuatan sejati perempuan berasal dari dalam diri — dari kapasitas dan integritas. Ketika dua hal ini kuat, kita tidak perlu lagi meminta dukungan atau porsi khusus karena kita akan berdiri sejajar dengan laki-laki,” ujarnya.
Ibu Putri Koster juga menyoroti anggapan bahwa politik merupakan dunia yang keras dan maskulin. Menurutnya, perempuan tidak perlu gentar menghadapi dinamika politik selama memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual, serta menjunjung akhlak mulia. Dengan bekal itu, perempuan akan menjadi mitra sejajar dan mampu berkompetisi secara sehat serta bermartabat.
Ia mengingatkan pula bahwa perempuan yang ingin terjun ke politik harus memahami karakter dan ideologi partai yang akan dimasuki. Landasan idealisme, loyalitas, dan dedikasi, katanya, harus menjadi ruh perjuangan, bukan sekadar dorongan ambisi pribadi.
.jpeg)
“Masuklah ke partai politik bukan karena ambisi pribadi, bukan semata-mata mengejar jabatan, tetapi karena panggilan untuk membangun daerah dan negara,” tegasnya.
Sebagai Pembina KPPI Bali, Ibu Putri Koster mengajak agar kegiatan talkshow seperti ini dilakukan secara berkelanjutan dan bersinergi dengan instansi daerah seperti Kesbangpol. Tujuannya, memperkuat pemahaman ideologi serta wawasan kebangsaan bagi perempuan yang aktif dalam dunia politik.
Ketua KPPI Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung, menyampaikan bahwa KPPI merupakan wadah lintas partai yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan partisipasi politik perempuan. Saat ini, kepengurusan KPPI sudah terbentuk di sembilan kabupaten/kota di Bali dan akan berlangsung hingga tahun 2026.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menginspirasi perempuan untuk aktif di ranah publik tanpa meninggalkan kodratnya, serta terus berbuat baik dan berpikir positif untuk kemajuan Bali dan Indonesia,” ujarnya.
Acara diakhiri dengan pameran UMKM binaan KPPI Bali dan menghadirkan tiga narasumber inspiratif: Ni Luh Djelantik (Senator DPD RI), Ni Nyoman Wismawati (Purnawirawan Polri), dan Ida Ayu Alit Maharani (Ketua Yayasan Sukhinas Bawantu).
Dengan semangat “Perempuan Berdaya, Negara Berjaya,” KPPI Bali berharap lahir lebih banyak perempuan tangguh, berintegritas, dan siap memegang peran strategis dalam pembangunan bangsa. (hms/ap)
Selasa, 12 Agustus 2025
𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗦𝗶𝗻𝗱𝗶𝗿 𝗣𝗲𝗱𝗮𝘀 𝗣𝘂𝘁𝘂 𝗔𝗿𝘁𝗵𝗮: 𝗣𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗜𝘁𝘂 𝗞𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗡𝘆𝗮𝘁𝗮, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗢𝗺𝗼𝗻𝗴 𝗞𝗼𝘀𝗼𝗻𝗴 𝗱𝗶 𝗣𝗼𝗱𝗰𝗮𝘀𝘁
Dengan nada santai namun penuh tusukan halus, Koster menegaskan bahwa politik bukan sekadar ajang berkomentar, melainkan ladang karya nyata.
“Kalau mau dihormati, buktikan karya yang bisa dirasakan dan dilihat masyarakat . Soal nyinyir, netizen tiap hari juga sudah kebanyakan dengar,” ujarnya.
Koster mengibaratkan politik seperti lomba masak di televisi: semua bisa berkomentar, tapi tidak semua bisa memasak. Ia menilai Artha lebih sering muncul di ruang obrolan dunia maya daripada menunjukkan prestasi nyata untuk Bali.
Tak berhenti di situ, Koster mengungkit rekam jejak Artha yang pernah dua kali gagal melaju ke DPR RI bahkan bukan dari dapil Bali.
“Kalau mau dipilih masyarakat, tunjukkan kontribusi nyata. Bukan cuma lewat obrolan di podcast,” sindirnya.
Ketegangan makin memanas ketika Artha ikut menyeret nama istri Koster, menuduhnya sebagai buzzer. Balasan Koster singkat namun telak "Dia bukan buzzer, dia istri saya. Kalau saya diserang, wajar dia membela. Itu manusiawi, setia namanya bukan dibayar.”
Koster pun mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan framing sesat dari konten “keras di suara, kosong di karya”.
“Sekarang banyak opini menyesatkan. Masyarakat harus pintar memilah,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Koster memberi sindiran manis sekaligus peringatan politik: “Kalau mau nyaleg lagi 2029, berbuatlah simpatik. Bangun karya di Bali, biar masyarakat bener mau memilih"
Pesan moralnya jelas, bicara keras itu mudah, tapi membangun karya nyata adalah kelas para juara. Dan di mata Koster, itulah perbedaan antara pemimpin sejati dan komentator politik musiman.
di politik, yang bertahan dan nyata didukung rakyat bukanlah tukang nyinyir, tapi yang berbuat karya nyata. (AP)
𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗔𝗷𝗮𝗸 𝗛𝗮𝗻𝘂𝗿𝗮 𝗣𝗲𝗿𝗸𝘂𝗮𝘁 𝗦𝗶𝗻𝗲𝗿𝗴𝗶 𝗗𝗲𝗺𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗮𝗷𝘂𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗹𝗶, 𝗢𝗦𝗢 𝗔𝗽𝗿𝗲𝘀𝗶𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮

Koster menilai tema Musda, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Daerah Berdaya dan Indonesia Sejahtera,” sejalan dengan visi pembangunan Bali yang ia usung, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan bahagia dengan menjaga kesucian serta keharmonisan alam dan budaya. Ia juga memaparkan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2023 sebagai panduan jangka panjang.
.jpeg)
Menurut Koster, menjaga Bali dan budayanya memerlukan perhatian serius, termasuk mempertahankan para pelaku budaya. Ia menegaskan bahwa kemajuan Bali membutuhkan sinergi antara pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Koster berharap Musda Hanura menjadi momentum menyatukan langkah dan meningkatkan kontribusi partai terhadap pembangunan daerah. “Pemerintah Provinsi Bali siap bekerja sama dengan semua partai politik, termasuk Hanura, dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), turut memuji kepemimpinan Koster, menyebut banyak gebrakan yang telah dilakukan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bali.(hms/ap)
Senin, 28 Juli 2025
𝗧𝗮𝗻𝗴𝗴𝗮𝗽𝗶 𝗥𝗮𝗽𝗲𝗿𝗱𝗮 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗯𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗔𝗣𝗕𝗗 𝗕𝗮𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟱, 𝗚𝘂𝗯𝗲𝗿𝗻𝘂𝗿 𝗞𝗼𝘀𝘁𝗲𝗿 𝗧𝗲𝗴𝗮𝘀𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗼𝗺𝗶𝘁𝗺𝗲𝗻 𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗣𝗿𝗼𝗴𝗿𝗮𝗺 𝗞𝗲𝗽𝗲𝗻𝘁𝗶𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝘂𝗯𝗹𝗶𝗸
DENPASAR, Lensabali.id – Gubernur Bali, Wayan Koster, merespons pandangan fraksi-fraksi DPRD terkait Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2025 dalam sidang paripurna di Gedung Wiswa Sabha Utama, Senin (28/7). Dalam jawabannya, Koster menegaskan bahwa prioritas anggaran tetap diarahkan untuk kepentingan publik.
Ia menyebut sejumlah fokus utama, seperti layanan transportasi Trans Metro Dewata, optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing (PWA), pengendalian alih fungsi lahan, serta penanganan kemacetan dan sampah. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) disusun berdasarkan proyeksi realistis dan kebijakan nasional terbaru, termasuk penyesuaian tarif pajak kendaraan yang lebih ringan, yang dapat menurunkan beban pajak hingga 39,73%.
Koster juga menjelaskan, rencana pinjaman daerah senilai Rp 347 miliar bertujuan menjaga keseimbangan fiskal, bukan evaluasi kinerja. Untuk isu sensitif seperti Majelis Desa Adat, ia menyerukan penyelesaian internal tanpa polemik terbuka.
Berbagai usulan DPRD seperti penanganan jalan rusak, pasar tradisional, toko modern, dan infrastruktur Bali Utara telah masuk dalam program prioritas 2025–2030. Masalah tenaga non-ASN yang belum diangkat juga akan terus diperhatikan sambil menunggu kebijakan pusat.
“Saya akan sesuaikan kembali postur APBD 2025 untuk mengakomodasi prioritas nasional dan kebutuhan daerah,” tutup Gubernur Koster. (hms/ap)












.jpeg)